Matriks Teknik Sipil

Journal Information
ISSN / EISSN: 23548630 / 27234223
Total articles ≅ 231

Latest articles in this journal

Russell Pande Lemuel, Budi Utomo, Siti Qomariyah
Published: 21 March 2022
Matriks Teknik Sipil, Volume 10, pp 32-38; https://doi.org/10.20961/mateksi.v10i1.55280

Abstract:
Pengolahan limbah domestik di Kota Surakarta mengandalkan kinerja dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal yang ada seperti IPAL Pucangsawit, Semanggi, Mojosongo dan UNS. IPAL akan beroperasi secara optimum jika dikelola dengan baik. IPAL Pucangsawit bisa dibilang tergolong IPAL baru di Surakarta dan penelitian ini ditujukan untuk rencana pengembangan IPAL Pucangsawit di 20 tahun mendatang. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Deskriptif kualitatif dilaksanakan dengan observasi eksisting IPAL Komunal di tempat penelitian. Analisis secara deskriptif kuantitatif dalam penelitian ini dilakukan dengan menguji sampel yang d ambil pada titik inlet, aerasi, dan outlet IPAL. Dari analisis yang dilakukan, nilai efisiensi pengolahan pada IPAL Pucangsawit berdasarkan standar baku mutu di Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P 68 2016 termasuk tinggi dengan angka 94,94% untuk BOD, 83,75% untuk COD, 97,88% untuk TSS, dan 72,73% untuk minyak dan lemak. Alternatif pengembangan pada IPAL yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan di 20 tahun mendatang adalah dengan menambah volume di bak pengendap awal, biofilter aerob, dan juga pengendap akhir.
Hillary Merry Christin, Agus Supriyadi, Senot Sangadji
Published: 21 March 2022
Matriks Teknik Sipil, Volume 10, pp 60-68; https://doi.org/10.20961/mateksi.v10i1.55540

Abstract:
Jembatan Prof. Ir. KRMT Wreksodiningrat merupakan jembatan busur beton bertulang dengan desain letak lantai kendaraan berlokasi di atas struktur pelengkung (deck arch). Terdapat tiga jenis jembatan pada penelitian ini yaitu jembatan dengan letak lantai kendaraan di atas pelengkung (deck arch), di bawah pelengkung (through arch), serta di antara puncak dan kaki pelengkung (half-through arch). Pemilihan desain yang kurang tepat akan memengaruhi kekuatan serta efektivitas desain jembatan yang dirancang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi letak lantai kendaraan pada jembatan terhadap perilaku struktur, menentukan pengaruh variasi letak lantai kendaraan pada jembatan terhadap berat struktur dan menentukan rasio efensiensi sehingga diperoleh desain yang efektif. Tahapan penelitian dimulai dengan perencanaan desain awal untuk menentukan desain jembatan yang akan dimodelkan menggunakan bantuan program SAP2000 v.14. Selanjutnya, dilakukan kontrol kekuatan dan defleksi struktur sesuai dengan persyaratan ijin. Analisis yang dilakukan akan memperoleh hubungan dari variabel yang diteliti untuk mendapatkan desain jembatan yang paling optimal dan efisien. Jembatan tipe deck arch memiliki berat struktur sebesar 52653,071 kN, tipe through arch memiliki berat struktur sebesar 139924,826 kN dan tipe half-through arch memiliki berat struktur sebesar 118144,430 kN. Berdasarkan hasil analisis ketiga jembatan yang telah dimodelkan, jembatan yang paling efisien merupakan jembatan busur tipe deck arch dengan rasio defleksi/bentangan busur 0,00067 dan berat struktur 52.653,071 kN.
Mohammad Kamal, Wibowo Wibowo, Endah Safitri
Published: 21 March 2022
Matriks Teknik Sipil, Volume 10, pp 69-76; https://doi.org/10.20961/mateksi.v10i1.55561

Abstract:
Inovasi campuran beton terus dilakukan seiring dengan kebutuhan akan kualitas konstruksi yang baik. Indonesia dengan kekayaan jenis material bahan konstruksi merupakan salah satu faktor pendukung untuk melakukan studi-studi akan potensi material tersebut sebagai pengganti semen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan massa aktivator Na2SiO3:NaOH sebesar 0 (tanpa alkali), 1:2, 2:2, 3:2 dengan metakaolin 17,5% terhadap nilai kuat kejut dan keuletan beton mutu tinggi memadat mandiri (HSSCC). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Digunakan benda uji beton silinder diameter 15 cm dengan tinggi 6 cm untuk pengujian kuat kejut dan beton balok dengan ukuran 40 cm x 10 cm x 10 cm untuk pengujian keuletan. Pengujian kuat kejut dilakukan dengan metode drop weight test oleh beban kejut, kemudian dilakukan pencatatan jumlah pukulan sampai benda uji runtuh dan perhitungan energi serapan setiap variasi beton. Pengujian keuletan dilakukan dengan metode pembebanan bertambah pada satu titik pembebanan menggunakan mesin UTM. Nilai keuletan merupakan luasan yang dihasilkan dari regresi hubungan beban dan lendutan yang dapat diterima benda uji sebelum retak. Pengujian dilakukan pada saat benda uji memiliki umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan perbandingan massa aktivator Na2SiO3:NaOH sebesar 2:2 mempunyai kuat kejut dan keuletan paling tinggi, berturut-turut dengan nilai 33207,3 Joule dan 1,3026 kNmm. Untuk itu penggunaan aktivator Na2SiO3:NaOH yang disarankan adalah 2/2 atau sebanding.Kata Kunci: HSSCC, metakaolin, Na2SiO3, NaOH, kuat kejut, keuletan.
Ambar Suhartina Nuranto, Widi Hartono, Muji Rifai
Published: 21 March 2022
Matriks Teknik Sipil, Volume 10, pp 39-45; https://doi.org/10.20961/mateksi.v10i1.55321

Abstract:
Perkembangan proyek konstruksi saat ini menjadi sangat besar dan kompleks. Pertumbuhan nilai konstruksi di Indonesia rata-rata pada tahun 2017-2019 sebesar 1% sedangkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia ditargetkan mencapai 6% dalam waktu 5 tahun. Karena itu, manajemen konstruksi yang baik sangat dibutuhkan untuk mempelajari, mengatur serta mempraktikkan seluruh kegiatan yang ada di sebuah proyek konstruksi. Pada penelitian ini digunakan metode nilai hasil dan juga ditunjang dengan Primavera 6.0. Metode ini menganalisis kinerja pelaksanaan dan membuat perkiraan penyelesaian proyek yang memberikan informasi tentang kinerja proyek dalam periode pelaporan dan perkiraan biaya produksi serta waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaan proyek. Data yang diperlukan yaitu rencana anggaran biaya (RAB), kurva-S, dan laporan mingguan. Dari asil analisis data yang dilakukan pada proyek pelebaran jalan menunjukkan pengerjaan proyek yang awalnya direncanakan selesai selama 367 hari mundur menjadi 424 hari. Nilai kontrak awal proyek sebesar Rp. 76.970.691.038,18 dengan prakiraan biaya penyelesaian proyek Rp. 69.956.635.970 sehingga terdapat sisa anggaran Rp. 7.014.055.068. Karena terjadi keterlambatan maka dilakukan analisis untuk mengatasi keterlambatan. Dengan skenario percepatan jam kerja shift didapatkan hasil percepatan selama 35 hari, yang semula 203 hari menjadi 168 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp. 172.982.672. Dengan skenario percepatan penambahan tenaga kerja didapatkan percepatan selama 35 hari, yang semula 203 hari menjadi 168 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp. 95.553.848. Selanjutnya dengan skenario percepatan penambahan alat berat didapatkan hasil percepatan sebesar 68 hari, yang semula 203 hari menjadi 135 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp. 1.690.580.160
Prasetyo Widhy Utomo, Bambang Setiawan, Yusep Muslih Purwana
Published: 21 March 2022
Matriks Teknik Sipil, Volume 10, pp 46-52; https://doi.org/10.20961/mateksi.v10i1.55322

Abstract:
Tanah yang berperan sebagai penopang konstruksi dapat menimbulkan sejumlah masalah apabila memiliki kembang susut yang besar. Perilaku pengembangan dan penyusutan (fluktuatif) tanah dapat mempengaruhi perilaku perkerasan beton yang ada di atasnya. Penelitian ini menganalisis perilaku perkerasan beton di atas tanah ekspansif sewaktu mengalami pengembangan dan penyusutan menggunakan metode BoEF (Beams on Elastic Foundation). Metode analisis diterapkan dalam simulasi model 2 Dimensi dengan modulus subgrade tanah ekspansif 30000kN/m2, dan swelling pressure 175 Kpa. Model simulasi pelat terdiri atas 12 variasi berdasarkan ketebalan pelat dan nilai pembebanan garis yang diterapkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lendutan terbesar terjadi pada pelat tebal 15 cm dengan perilaku lendutan setiap penambahan ketebalan pelat sebesar 10 cm pelat beton akan mengalami lendutan sebesar 10 %. Perilaku lendutan akibat penambahan beban setiap 100 kN untuk fase pengembangan maksimum pada ujung pelat ketebalan 15 cm, 25 cm, dan 35 cm masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0.73 %; 1.41 %; dan 0.85 % sedangkan pada tengah pelat masing-masing akan berturut-turut turun sebesar 7.54 %; 5.44 %; dan 4.44 %. Kata Kunci: Pelat Beton, BoEF, Lendutan, Tanah Ekspansif, Pengembangan, dan Penyusutan
Muji Rifai
Published: 21 March 2022
Matriks Teknik Sipil, Volume 10, pp 1-7; https://doi.org/10.20961/mateksi.v10i1.50094

Abstract:
Pemenuhan kebutuhan air dapat diambil salah satunya menggunakan sumber air tanah. Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. Ketersediaan air di bumi terdiri dari 94 % air asin dan 6 % air tawar. Dari 6 % air tawar tersebut, 95 % merupakan air tanah, 3,5 % air permukaan dan 1,5 % kelembaban tanah. Potensi air tanah di Indonesia sebesar 712 milyar m³/tahun yang tersedia pada 421 Cekungan Air Tanah (CAT). Cekungan air tanah adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis, seperti pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung. Penentuan CAT bukan didasarkan pada batas administrasi melainkan pada batas hidrogeologis, oleh karena itu banyak CAT yang keberadaannya melintasi dua wilayah administrasi atau lebih. Kabupaten Demak memiliki 2 (dua) daerah cekungan air tanah lintas kabupaten/kota yaitu CAT Semarang-Demak dan CAT Kudus, di mana potensi ketersediaan air tanahnya mencapai ± 1,249 juta m3/tahun. Pemanfaatan air tanah di Kab. Demak mencapai 1,402 m3/dtk atau 44.213.472 m3/tahun. Berdasarkan analisa neraca air tanah, kondisi eksisting dan proyeksi 25 tahun mendatang masih mencukupi (surplus) dengan rata-rata 1.176 juta m3, akan tetapi hal ini harus diimbangi dengan pengelolaan air tanah secara terpadu. Pengelolaan dalam pemanfaatan air tanah meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pemantuan, pengevaluasian penyelenggaraan konservasi air tanah, pendayagunaan air tanah, pengendalian daya rusak air tanah berbasis cekungan air tanah.
Adam Satrio Jati, Setiono Setiono, Muji Rifai
Published: 21 March 2022
Matriks Teknik Sipil, Volume 10, pp 53-59; https://doi.org/10.20961/mateksi.v10i1.55435

Abstract:
Konstuksi di Indonesia memegang peran penting dalam memajukan pertumbuhan dan perkembangan Indonesia. Pada tahun ini pihak pemerintah maupun swasta sedang gencar melakukan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tak terkecuali dari pihak instansi pendidikan, salah satunya yaitu Universitas Jenderal Soedirman yang memiliki proyek pembangunan gedung fakultas teknik. Pembangunan ini dimaksudkan untuk memudahkan kegiatan perkuliahan di universitas tersebut. Proyek gedung fakultas teknik unsoed memiliki potensi untuk dioptimalisasi sehingga pekerjaan lebih efisien dan cepat selesai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode Time Cost Trade Off yang merupakan metode untuk menganalisis percepatan proyek. Metode ini diaplikasikan dengan cara menguji semua kegiatan dalam proyek tersebut untuk berpusat pada kegiatan yang berada di jalur kritis. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui estimasi waktu dan biaya untuk penyelesaian proyek setelah dilakukan optimasi serta dapat dibandingkan dengan hasil penjadwalan eksisting. Data yang dibutuhkan seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Time Schedule pelaksanaan didapatkan dari pihak proyek. Dari data sudah dikumpulkan kemudian diinput kendalam program Primavera P6 untuk dianalasis.
Setiono Setiono, Budi Yulianto
Published: 21 March 2022
Matriks Teknik Sipil, Volume 10, pp 8-14; https://doi.org/10.20961/mateksi.v10i1.54774

Abstract:
Traffic jams and accidents on urban roads are a challenge for the city government in carrying out traffic management and engineering efforts. The intersection is the meeting point of various traffic movements from each intersection approach that has the potential to cause traffic jams and accidents. One of the traffic management and engineering efforts carried out by the Surakarta City Government is by providing public transportation services for Batik Solo Trans in serving the movement of people's journeys. The implementation of the contra flow bus lane on Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Surakarta City is part of the Surakarta City Government's efforts to provide a reliable public transportation system. However, the implementation of the contra flow bus lane has an impact on the performance of signalized intersections along Jalan Brigjen Slamet Riyadi, one of which is the Nonongan Empat Junction. This study aims to streamline the timing of the APILL signal by using a double cycle at the Simpang Empat Nonongan. Evaluation of intersection performance uses a simulation modeling approach with the VISSIM simulation program. The results of the Base output performance of the VISSIM simulation model with the existing signal time are compared with the VISSIM simulation model scenario using a double cycle signal time. The use of double cycle signal time shows the intersection performance is more effective than using the existing signal time. Intersection delays decreased by 13.6% for the morning rush hour and 18.8% for the afternoon rush hour.
Ivander Immanuel, Setiono Setiono, Muji Rifai
Published: 21 March 2022
Matriks Teknik Sipil, Volume 10, pp 15-23; https://doi.org/10.20961/mateksi.v10i1.55079

Abstract:
Proyek Pembangunan Gedung Asrama 5 Lantai LPMP di Sumatera Barat, lembaga ini bertugas untuk melaksanakan penjaminan mutu, pengembangan model dan kemitraan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Gedung Asrama LPMP ini mempunyai luas lahan 1500 m2 yang terdiri dari 5 Lantai serta satu Roof Top yang mampu menampung 500 orang setiap harinya. Proyek Pembangunan Gedung Asrama 5 Lantai LPMP di Sumatera Barat membutuhkan biaya total sebanyak Rp 10.155.457.429,60, dan durasi total yaitu 145 Hari. Untuk itu, diperlukannya suatu program atau aplikasi perangkat lunak untuk membantu manusia dalam menyusun dan menghitung data-data proyek tersebut secara akurat dan cepat. Program Primavera Project Planner P6 merupakan salah satu aplikasi penjadwalan untuk menghitung serta mengoptimalisasikan proyek tersebut dari segi biaya dan waktu proyek sehingga didapatkan hasil yang seoptimal mungkin. Pengoptimalisasian proyek dihitung menggunakan metode Time Cost Trade Off dengan menambahkan jam kerja lembur dan menambahkan jumlah tenaga kerja pada pekerjaan kritis proyek. Setelah dihitung menggunakan metode tersebut, didapatkan data baru setelah di optimasi, dan dimasukkan kedalam Program Primavera Project Planner P6 untuk didapatkan total biaya dan durasi proyek setelah dioptimasi. Hasil yang didapatkan yaitu dengan menggunakan metode penambahan jam kerja lembur, total biaya dan durasi proyek menjadi Rp 10.354.117.835 dan 133 hari (selisih total biaya proyek dengan sebelum dilakukan pengoptimasian adalah Rp 198.660.406,13 dan selisih waktunya 12 hari). Sementara itu, dengan penambahan jumlah tenaga kerja, total biaya dan durasi proyek menjadi Rp 10.238.473.806,75 dan 124 Hari (selisih total biaya proyek dengan sebelum dilakukan pengoptimasian adalah Rp 83.016.377,15 dan selisih waktunya 21 hari). Dengan metode perhitungan pada 1 pekerjaan kritis saja, didapatkan bahwa durasi proyek berkurang sebanyak 3 hari dan biaya proyek berkurang sebanyak Rp 10.279.030,80. Maka dari itu, metode penambahan jam kerja lembur pada 1 pekerjaan kritis saja dinilai lebih efisien karena mempercepat proyek sebanyak 3 hari dan mengurangi biaya sebanyak Rp 10.279.030,80.
Inggrid Monalita, Halwan Alfisa Saifullah, Stefanus Adi Kristiawan
Published: 21 March 2022
Matriks Teknik Sipil, Volume 10, pp 24-31; https://doi.org/10.20961/mateksi.v10i1.55242

Abstract:
Keruntuhan geser merupakan salah satu bentuk keruntuhan pada struktur beton bertulang yang sangat dihindari karena sifatnya yang getas dan terjadi secara tiba-tiba. Metode perbaikan struktur balok beton bertulang sudah banyak dikembangkan dewasa ini. Metode perbaikan patching menggunakan material Unsaturated Polyster Resin (UPR) Mortar dapat menjadi alternatif terbaik untuk meningkatkan kapasitas geser dan mengembalikan kinerja struktur beton bertulang. Metode penelitian menggunakan pemodelan numerik non-linear finite element analysis dengan perangkat lunak ATENA Engineering Červenka Consulting. Penelitian ini mencakup verifikasi hasil eksperimen, dimana hasil dari analisis numerik ini dibandingkan dengan hasil pengujian eksperimental, baik dari segi beban maksimum, lendutan maksimum, pola retak, dan modus keruntuhan yang terjadi. Lebih lanjut, studi parametrik berupa pengaruh variasi kuat tekan, rasio tulangan lentur, rasio tulangan geser, dan rasio bentang geser terhadap tinggi efektif juga dilakukan dalam penelitian ini untuk melengkapi kajian numerik kinerja geser balok beton bertulang dengan perbaikan menggunakan UPR-Mortar. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian pada trend kurva berdasarkan grafik beban-defleksi dan pola retak yang terjadi. Hasil studi parametrik menunjukkan bahwa perubahan pada parameter-parameter tersebut dapat mempengaruhi perilaku geser dan kinerja balok.
Back to Top Top