Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (jipemas)

Journal Information
ISSN / EISSN: 2654282X / 2621783X
Total articles ≅ 127

Latest articles in this journal

Muhammad Yanis, Al Antoni Akhmad, Barlin Barlin, Aneka Firdaus, Nova Yuliasari
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 199-209; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.13957

Abstract:
Kualitas pemesinan dan umur pahat dapat ditingkatkan dengan menggunakan cairan pemotongan. Pada saat ini industri manufaktur mengarah pada kebutuhan akan proses pemesinan yang ramah lingkungan. Salah satu upaya ini dapat dicapai dengan menggunakan cairan pemotongan seminimum mungkin selama pemesinan. Metode ini disebut Minimum Quantity Lubrication (MQL). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah penerapan peralatan MQL di bengkel mesin perkakas mitra. Hal ini untuk mengedukasi masyarakat industri kecil mesin perkakas khususnya bengkel mitra tentang proses pemesinan yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah pendampingan kepada bengkel mesin perkakas mitra. Pelaksanaannya meliputi sosialisasi (paparan dan diskusi), demonstrasi penggunaan peralatan MQL, dan monitoring. Pada kegiatan sosialisasi selain mitra, peserta undangan lainnya dan mahasiswa juga ikut berpartisipasi. Kegiatan telah berjalan dengan baik meskipun jumlah peserta terbatas akibat tingginya penyebaran Covid-19. Peserta lebih memahami tentang penting pemesinan yang ramah lingkungan. Begitu juga dalam kegiatan monitoring, mitra sudah dapat menggunakan peralatan yang diberikan dengan baik. Pemilik bengkel mitra mengharapkan kegiatan yang berkelanjutan atau topik baru yang dapat memberikan perkembangan positif bagi bengkelnya.
Shanti Veronica Br Siahaan, Friska Debi, Helminus Mardi, Novelni Clara
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 280-291; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.14183

Abstract:
Pelatihan peningkatan kemampuan membuat laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi berbasis android ini bertujuan untuk membantu pengurus BUM Desa Panyanggar dan pengelola unit wisata BUM Desa yaitu Pokdarwis Sepadang Hill dan Pokdarwis Riam Palayo di Desa Cipta Karya, Bengkayang dalam pembuatan laporan keuangan agar lebih cepat dan lebih mudah di akses oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi dan simulasi yang bertujuan untuk mengetahui dan memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi peserta dalam kegiatan pembuatan laporan keuangan menggunakan aplikasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang diikuti oleh enam orang ini menunjukkan peserta dapat menggunakan aplikasi Akuntansi UKM dan aplikasi Catatan Keuangan dengan baik sehingga dapat menghilangkan perulangan pencatatan dan perhitungan yang dilakukan secara manual. pada periode harian, mingguan dan bulanan laporan keuangan yang selama ini dilakukan menjadi hanya satu kali input dan dapat diunduh serta dibagikan ke pengguna lainnya berdasarkan periode yang diinginkan serta penghematan waktu pengerjaan. Agar dapat mengikuti program pelatihan penggunaan SIA BUM Desa selanjutnya, diharapkan BUM Desa memiliki perangkat computer atau laptop yang sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan disertai dengan kemauan untuk berdisiplin dalam melakukan penginputan data laporan keuangan disertai bukti yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan.
Budi Harsanto, Asep Mulyana, Yudi Ahmad Faisal, Venny Mellandhia Shandy
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 268-279; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.14147

Abstract:
Tujuan artikel berbasis pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memahami inovasi lingkungan dan dampak pandemi COVID-19 terhadap UMKM. Mitra yang dipilih yaitu UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Metode pelaksanaan pengabdian adalah melalui wawancara kepada pelaku usaha disertai observasi dan analisis dokumen. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa dampak pandemi secara umum adalah negatif bagi usaha ditandai dengan penurunan permintaan serta terhambatnya rantai pasok baik ke arah pemasok maupun ke arah konsumen. Kegiatan pengabdian memberikan dampak meningkatnya awareness pelaku usaha mengenai praktik-praktik inovasi lingkungan untuk meraih tujuan ekonomi sekaligus meminimalisir dampak negatif usaha terhadap lingkungan.
Salman Faris Insani, Ariyani Wahyu Wijayanti, Gustita Arnawati Putri
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 292-304; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.14386

Abstract:
Pandemi COVID-19 mempengaruhi dunia bisnis melalui penurunan perekonomian serta aktivitas lintas sektor dan wilayah di Indonesia. Kondisi ini merugikan bagi para pemilik UMKM di berbagai bidang. Menyikapi kondisi tersebut, tim kegiatan pengabdian masyarakat mengusulkan untuk melakukan pelatihan pelaksanaan angket kepuasan konsumen secara online, dengan menggunakan software google formulir. Usulan ini disetujui oleh 10 pemilik UMKM di berbagai bidang di kawasan solo raya sebagai mitra pengabdian. Untuk menjawab permasalahan, tim PKM menyelenggarakan kegiatan pengabdian melalui 3 tahapan yaitu sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan pelaksanaan terbagi menjadi lima sub kegiatan yang terdiri dari mendesain angket dan format, mendesain teknik pengumpulan sampel dengan google formulir, mengelola data dengan google formulir, menginterpretasikan hasil, serta pengarsipan dengan aplikasi google drive. Hasil evaluasi membuktikan bahwa di setiap tahapan kegiatan nilai tes akhir menunjukkan peningkatan sebesar 25% dibandingkan dengan nilai tes awal. Temuan ini mengindikasi bahwa mitra UMKM memperoleh peningkatan pengetahuan dan kecakapan sesuai harapan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini dinyatakan berhasil.
Hidayatul Fajri, Iip Permana, Yuliarti Yuliarti, Nila Wahyuni
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 221-233; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.14055

Abstract:
Nagari Salimpaung memiliki rencana untuk mengembangkan potensi wisatanya. Namun sayangnya, beberapa masalah membuat pengembangan pariwisata menjadi stagnan. Permasalahan yang mereka hadapi adalah 1) Belum adanya komitmen bersama antar stakeholders yang ada, 2) Belum adanya pemetaan potensi dan permasalahan dalam pengembangan pariwisata, dan 3) Belum optimalnya kelembagaan/aktor penggerak pengembangan pariwisata. Oleh karena itu, PKM ini bertujuan untuk membantu mitra dalam mengembangkan pariwisata dengan melibatkan pemangku kepentingan (elemen terkait) di nagari. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah: 1) Melakukan pretest untuk mengetahui tingkat pemahaman stakeholders dalam pengembangan wisata nagari, 2) Memberikan materi untuk memperkuat pemahaman stakeholders terhadap pengembangan desa wisata, dan 3) Menggali potensi wisata dengan menggali informasi dari pemangku kepentingan dengan menggunakan Participatory Rural Appraisal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan pemahaman pemangku kepentingan mengenai pengembangan wisata nagari masih rendah. Dengan demikian, para pemangku kepentingan harus meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya, terutama dalam mencapai komitmen bersama untuk pengembangan pariwisata di Nagari Salimpaung.
Shelly Kusumarini R, Chandra Luki Annadhifa, Farida Puspita Zuhria, Frida Ayu Salsana Billa, Putri Dwi Lestari
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 234-243; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.13955

Abstract:
Tikus adalah urban animal sekaligus sumber patogen dan reservoir berbagai penyakit yang berbahaya bagi Kesehatan masyarakat. Bentuk penularan penyakit melalui tikus dapat terjadi secara direct maupun indirect. Masyarakat desa Pucakwangi Kabupaten Lamongan umumnya memiliki mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Berdasarkan hasil survei permasalahan yang terjadi di desa tersebut adalah intensitas masyarakat untuk bertemu tikus sangat tinggi yaitu 65% khususnya di sawah dan rumah. Disisi lain, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penyakit zoonosis dan Rodent-borne disease masih rendah. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat penting untuk dilakukan berfokus terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menghadapi potensi dan resiko bahaya yang ditimbulkan oleh Tikus. Hasil dari kegiatan ini antara lain mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sebesar 100%. Kegiatan ini juga dapat mengetahui upaya yang dilakukan masyarakat selama ini dalam menghadapi tikus diantaranya dengan penggunaan racun tikus, lem tikus, jebakan tikus, dipukul dan ditembak. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan sistem One health demi terwujudnya Kesehatan masyarakat yang lebih baik. Lebih lanjut, perlu peningkatan partisipasi aktif masyarakat dengan kegiatan pendampingan agar terbentuk sikap kepedulian terhadap penyakit zoonosis.
Affan Al Maududi, Ilham Budi Prasojo, Lintang Pakerti Esa Wahyu Aji, Septa Katmawanti
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 179-188; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.13813

Abstract:
Pengetahuan terkait pemenuhan gizi keluarga yang kurang, budaya sosial terkait konsumsi makanan sehari-hari tanpa nilai gizi yang cukup masih menjadi suatu permasalahan di Desa Tumpang. Pemberian ASI Eksklusif yang belum diikuti dengan intensitas rutin serta pengetahuan terkait pentingnya pemberian ASI yang kurang masih menjadi suatu hal yang diabaikan, dikhawatirkan jika terus menerus diabaikan maka anak berpotensi mengalami kejadian stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat berjudul “Manajemen ASI Eksklusif dan MP-ASI kepada masyarakat Desa Tumpang Kabupaten Malang” bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pentingnya pemberian ASI Ekslusif dan peningkatan keterampilan ibu dalam mengkreasikan menu MP-ASI untuk bayi dan balita dan bagaimana cara pengolahannya yang benar. Kami juga memberikan penyuluhan terkait tumbuh kembang anak yang ditunjukkan melalui perilaku, perubahan fisik serta naluriah anak yang mungkin masih asing bagi para ibu muda. Metode yang kami pakai adalah sosialisasi yang diikuti dengan praktek untuk mengembangkan keterampilan peserta sasaran, kami juga membagikan kuesioner sebagai tolak ukur pemahaman sasaran saat sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan. Hasilnya, pengetahuan dan keterampilan peserta sasaran terkait ASI dan MP-ASI telah bertambah. Harapannya, para Ibu tetap konsisten dalam melakukan penerapan ASI Eksklusif dan MP-ASI dengan baik untuk menunjang kesehatan bayi dan balita.
Alfi Sahrina, Sumarmi Sumarmi, Fatiya Rosyida, Ninik Sri Indayani, Muhammad Sainul Fadlan, Mohammad Ainul Labib, Ika Zutiasari
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 244-255; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.13949

Abstract:
Pada masa pandemi COVID-19 masyarakat miskin dan rentan miskin yang ada di Desa Srimulyo memiliki dampak ekonomi yang cukup berat. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu upaya yang dilakukan dengan melakukan pendampingan budidaya jamur tiram terhadap anggota Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi dan pendampingan pada anggota KPM PKH dalam melakukan budidaya dan pengemasan jamur tiram. Hasil dari pendampingan ini yaitu terbentuknya kelompok-kelompok yang mengelola budidaya jamur tiram, terbentuknya dua kumbung sebagai lokasi budidaya jamur tiram, dan meningkatnya soft skills dan hard skills dalam menjalankan usaha khususnya budidaya jamur tiram sehingga dapat bertahan di masa pandemi COVID-19. Dengan adanya kelompok-kelompok dalam mengelola budidaya jamur tiram akan menambah lapangan kerja baru dan membantu perekonomian bagi anggota KPM PKH di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Diah Merdekawati, Ani Astuti, Mefrie Puspita
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 331-342; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.14617

Abstract:
Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dapat diaplikasikan melalui dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satu masalah yang ditemukan yaitu kondisi dan lingkungan mitra (Rumah Yatim YMAJU) kurang memadai serta belum ada penerapan PHBS. Untuk itu, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam menerapkan PHBS. Solusi yang diberikan berupa edukasi tentang PHBS. Tujuan PHBS menjadikan peningkatan kualitas perilaku hidup bersih dan sehat pada sebagian besar masyarakat. Melalui PHBS tiap individu menjadi sadar dan ikut serta dalam menerapkan perilaku di kehidupan sehari-hari. Sasaran penyuluhan PHBS ini adalah anak yatim dibawah binaan Yayasan Mutiara Abadi Jariah Umat. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dilakukan dengan drill method berupa penyuluhan PHBS, demonstrasi dan simulasi mencuci tangan. Tahap evaluasi diperoleh hasil peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang PHBS dan mencuci tangan. Pengetahuan dan keterampilan PHBS yang baik akan menjadi dasar bagi peserta terhindar dari penularan COVID-19.
Djoko Rahardjo, Seta Nurhayati Mularum, Kukuh Madyaningrana, Catarina Aprilia Ariestanti, Aniek Prasetyaningsih, Nurlia Widayanti
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), Volume 5, pp 318-330; https://doi.org/10.33474/jipemas.v5i2.14328

Abstract:
Tanaman berkhasiat obat banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia secara turun-temurun untuk mendukung kesehatan. Inventarisasi dan pemanfaatan beragam tanaman obat mutlak dilakukan untuk pengembangan potensinya dalam menunjang kesehatan. Pemanfaatan jamu sebagai produk olahan tanaman obat mulai mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah melalui institusi kesehatan. Pengabdian ini bertujuan untuk membuat percontohan taman tanaman obat keluarga (Toga) di Dusun Ngelosari, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul yang memadukan rintisan ekowisata lereng bukit dan pengolahan tanaman obat keluarga. Kegiatan pengabdian ini didasarkan pada analisis situasi dan permasalahan kesehatan di lingkup Puskesmas Piyungan. Berdasarkan identifikasi masalah dan analisis kebutuhan yang dilakukan bersama puskesmas dan kader kesehatan maka pendekatan pengembangan percontohan taman toga, pelatihan dan pendampingan pada kelompok wanita tani (KWT) dipilih sebagai pendekatan yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan kesehatan dan ekonomi masyarakat. Program terealisir dalam bentuk persiapan dan observasi lokasi taman Toga, pengembangan taman Toga percontohan, pelatihan budidaya tanaman obat, pasca panen dan pengolahan, serta pengemasan dan pemasaran produk herbal. Kegiatan ini mempunyai hasil berupa Taman Toga Ngupoyo Sehat yang menjadi sumber bahan baku produk jamu yang dihasilkan oleh KWT setempat. Selain meningkatkan pendapatan KWT setempat, pelaksanaan program dapat dipergunakan sebagai model sinergisme pengembangan konservasi dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Back to Top Top