Jurnal Rekayasa Infrastruktur

Journal Information
ISSN: 2460335X
Total articles ≅ 20

Latest articles in this journal

Adhi Herdiaman Herman, Fauzia Mulyawati, Eko Wahyu Utomo
Published: 7 November 2022
Jurnal Rekayasa Infrastruktur, Volume 8, pp 35-46; https://doi.org/10.31943/jri.v8i2.183

Abstract:
Kemantapan suatu konstruksi jalan raya tidak lepas serangkaian aktivitas alam dan suatu beban yang diterima yaitu berupa kendaraan yang dilewati jalan tersebut. Dalam konstruksi jalan raya diperlukan pemeliharaan atau preservasi untuk beberapa tahun kedepan agar jalan tersebut tetap baik dan layak untuk digunakan. Metode pengambilan data – data untuk pemeliharaan atau preservasi ini yaitu menggunakan metode IRI (International Roughness Index). Penelitian ini dilakukan pada jalur nasional yaitu ruas Banjar – Pangandaran dan Pangandaran – Banjar yang bertujuan untuk mengetahui berapa nilai ketidakrataan permukaan jalan raya guna mendapatkan pemeliharaan atau preservasi jalan raya untuk mendapat solusi penanganan pada perkerasan jalan beraspal. Data – data yang didapatkan dari survey kekasaran permukaan jalan raya menggunakan alat roughmeter ini adalah stationing per 100 m, koordinat per 100 m, nilai IRI per 100 m, landmark suatu lokasi per 100 meter, dan streetmaps keterangan nilai IRI. Hasil evaluasi dari survey ketidakraataan permukaan jalan raya menggunakan alat roughmeter pada ruas Banjar – Pangandaran didapatkan nilai rata-rata 4,6% yang berarti dalam kondisi sedang dan pangandaran-banjar 4,7% yang berarti dalam kondisi sedang.
Eki Nugraha, Ignatius Sudarsono, Fauzia Mulyawati
Published: 7 November 2022
Jurnal Rekayasa Infrastruktur, Volume 8, pp 8-19; https://doi.org/10.31943/jri.v8i2.184

Abstract:
Pantai merupakan salah satu wilayah yang banyak dimanfaatkan untuk kegiatan manusia. Kegiatan pembangunan daerah pantai dapat dipengaruhi oleh faktor alam seperti gelombang, pasang surut dan arus yang dapat menyebabkan dampak negatif dengan terjadinya abrasi, erosi dan sedimentasi pantai. Abrasi dan erosi pantai dapat menyebabkan mundurnya garis pantai sehingga merusak berbagai fasilitas yang ada di daerah tersebut. Permasalahan pada pantai Panjiwa Sumber Mas adalah terjadinya perubahan garis pantai yang disebabkan oleh gelombang pasang yang mempunyai kekuatan untuk mengikis daerah pantai serta terbawanya sedimen dari laut oleh gelombang dan debit sungai. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder. Untuk mengetahui perubahan garis pantai, mundurnya garis pantai didapat berdasarkan hasil digitasi pada tahun 2010 sampai 2020, dengan menggunakan citra satelit. Pengolahan data oseanografi dilakukan dengan menggunakan pemodelan numerik, dimana hasil yang dikeluarkan berupa kontur tinggi gelombang dan vektor arah gelombang. Berdasarkan hasil analisis maka bangunan pengaman pantai berupa tanggul silinder dan kubus beton memiliki stabilitas struktur yang baik. Kata kunci: Gelombang, Garis Pantai, Bangunan Pantai, Peramalan Gelombang, Armour
Mahdika Putra Nanda, Rina Hardianti
Published: 7 November 2022
Jurnal Rekayasa Infrastruktur, Volume 8, pp 29-34; https://doi.org/10.31943/jri.v8i2.185

Abstract:
Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan hal penting yang harus diperhatikan secara serius dalam pekerjaan konstruksi untuk meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan kerja, kerugian material serta moral yang nantinya berguna untuk menunjang peningkatan kinerja yang efektif dan efisien. PTPN VI memiliki bangunan dengan berbagai macam bentuk dan fungsi yang berbeda-beda dan aktivitas kerja yang berlansung sangat padat, sehingga sangat penting memperhitungkan kesiapan dalam menghadapai keadaan darurat agar tidak terjadi kepanikan yang berlebihan, kerugian dan bahkan korban jiwa. Pada lingkungan produksi masih terjadinya kecelakaan kerja dalam skala sedang sampai berat. Tutujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana gambaran penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan keselamatan Kerjanya (SMK3). Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan melalui observasi kelapangan dan lingkungan kerja Serta penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua prosedur-prosedur dalam menghadapi keadaan darurat telah dipenuhi dan dilaksanakan oleh manajemen Panitia Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja (P2K3) sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Simpulan dari penelitian ini yaitu pencapaian penerapan SMK3 dengan persentase total 80.41%. dan termasuk kategori dengan tingkat penilaian penerapan baik
Andika Fikri Ramadhan, Gerdy Lukman, Ignatius Sudarsono, Fauzia Mulyawati
Published: 7 November 2022
Jurnal Rekayasa Infrastruktur, Volume 8, pp 20-28; https://doi.org/10.31943/jri.v8i2.177

Abstract:
Terminal Petikemas Kalibaru dibangun berdasarkan PERPRES RI No 36 Tahun 2012. Dibangun dengan tujuan memperluas daya saing dan perekonomian di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelayanan (BOR) dan menganalisis tingkat pemanfatan lapangan (YOR), Analisa kelautan yang meliputi Analisa Arus Pasang Surut, Analisa Gelombang, serta Analisa Dinding Penahan Dermaga Quay Wall. Regresi linier digunakan untuk mengetahui kesanggupan dalam melayani arus pergerakan barang hingga 5-10 tahun kedepan. Analisis YOR pada tahun 2019 = 39.01%, sedangkan untuk 10 tahun mendatang (2029) mencapai 185.5% dimana kapasitas lapangan sudah tidak mencukupi standar kinerja. Analisis BOR pada tahun 2019 24.63% dan tahun 2023 76.82% dimana kinerja pelayanan dermaga tidak sesuai standar utilitas. Analisa Arus Pasang Surut dan Analisa Gelombang menggunakan software Mike21 dimana hasil yang dikeluarkan berupa kontur tinggi gelombang dan vektor arah gelombang. Analisa Dinding Dermaga Quay Wall didapatkan hasil running menggunakan software Plaxis dengan nilai safety factor sebesar 1.5
Alfhi Iskandar, Indah Arlini, Siefried Syafier, Fauzia Mulyawati
Published: 7 November 2022
Jurnal Rekayasa Infrastruktur, Volume 8, pp 1-7; https://doi.org/10.31943/jri.v8i2.172

Abstract:
Indonesia mempunyai perkembangan moda transportasi tinggi sehingga sarana dan prasarana harus memadai. Bahan yang digunakan pada jalan yaitu aspal Pen 60/70. Namun, masih banyak jalan yang mengalami kerusakan karena aspal yang digunakan tidak dapat menahan beban berlebih, dan tidak tahan terhadap suhu dengan temperatur tinggi. Sehingga dibuatlah modifikasi aspal menggunakan bahan tambah berupa karet alam. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aspal dengan bahan tambah karet alam guna meminimalisir kerusakan pada perkerasan jalan. Metode yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan melakukan uji laboratorium dan membuat benda uji sesuai dengan standar ketentuan aspal. Hasil dari pengujian karakteristik aspal Pen 60/70 dengan aspal karet menunjukan bahwa aspal dengan campuran karet alam lateks pravulkanisasi mengalami peningkatan dalam kinerja pencampuran dan elastisitas pada aspal karet serta menjadikan aspal lebih lengket dan flexible sehingga tidak mengurangi kerekatan yang mengakibatkan retak pada jalan akibat beban berlebih. Kata kunci: Aspal Karet, Aspal Pen 60/70, Karet alam, Lateks pravulkanisasi, perkerasan jalan
Dede Irma, Sudirja Sudirja
Published: 10 June 2022
Jurnal Rekayasa Infrastruktur, Volume 8, pp 1-12; https://doi.org/10.31943/jri.v8i1.160

Abstract:
Metode perhitungan daya dukung lateral tiang bor tunggal menggunakan metode Broms (1964), Intrepretasi hasil pembebanan lateral tiang bor tunggal menggunakan metode Davisson (1972). Data Cone Penetration Test dan Lateral Loading Test diambil dari Proyek Lavish Kemang Residence Jakarta. Pondasi tiang bor tunggal yang dianalisis adalah tiang bor BP-434 dan data penyelidikan dan properties tanah yang digunakan adalah titik DB-4. Daya dukung ijin lateral pondasi tiang bor berdasarkan metode Broms (1964) sebesar 71,36 Ton. Defleksi total tiang bor berdasarkan metode Broms (1964), untuk siklik 1 sebesar 3,65 mm, untuk siklik 2 sebesar 10,05 mm, untuk siklik 3 sebesar 18,26 mm, dan untuk siklik 4 sebesar 46,98 mm. Daya dukung lateral tiang bor berdasarkan perhitungan statik menggunakan metode Davisson (1971) sebesar 40 Ton. Daya dukung ijin lateral berdasarkan metode Broms (1964) lebih besar 78,40% dibandingkan daya dukung lateral berdasarkan metode Davisson (1972). Perbandingan defleksi total tiang bor, untuk siklik 1 defleksi total berdasarkan metode Broms (1964) lebih besar 33,21% dibandingkan perhitungan hasil uji statik, untuk siklik 2 defleksi total berdasarkan metode Broms (1964) lebih besar 6,12% dibandingkan dengan perhitungan hasil uji statik, untuk siklik 3 defleksi total berdasarkan metode Broms (1964) lebih kecil 14,71% dibandingkan perhitungan hasil uji statik, dan untuk siklik 4 defleksi total berdasarkan metode Broms (1964) lebih kecil 32,32% dibandingkan perhitungan hasil uji statik.
Mahdika Putra Nanda, Elona Oktiansi
Published: 10 June 2022
Jurnal Rekayasa Infrastruktur, Volume 8, pp 13-18; https://doi.org/10.31943/jri.v8i1.163

Abstract:
Dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan pengembangan wilayah, pemerintah berkewajiban menyediakan infrastruktur penunjang berupa jalan sebagai sarana untuk lalu lintas. Infrastruktur yang berkaitan dengan fasilitas untuk pejalan kaki seperti trotoar jembatan penyeberangan, zebra cross, pelican cross. Khusunya mengenai keselamatan lalu lintas pejalan kaki di sekolah atau kawasan pendidikan, Pemkot Padang telah mengambil beberapa langkah atau upaya untik memastikan para siswa dapat melakukan perjalan ke sekolah dengan Salah satunya melalui program Zona Selamat Sekolah (ZoSS), dikarenakan pada komplek SDN 13, SDN 06, SDN 34, SDN 03, dan SDN 16 tidak terdapat rambu yang berhubungan dengan ZoSS, maka perlu dilakukan perencanaan penempatan agar tujuan pemerintah bisa terealisasi. Penelitian menggunakan Metode deskriptif dan lebih menitikberatkan dengan analisis hitungan yang dijadikan dasar untuk menetapkan apakah lokasi perlu diterapkan ZoSS. Dari hasil analisis data perilaku penyeberang menggunakan statistik uji normal, didapatkan Zhitung 0.613 < Ztabel 1.645. Untuk analisis kecepatan dengan menggunakan statistik uji Z didapatkan Zhitung 3,8074 > Ztabel 1,645. Berdasarkan analisis tersebut maka perlu dilakukan penempatan fasilitas ZoSS di jalan Andalas, Simpang Haru Padang. ZoSS yang direncanakan di lokasi ini adalah tipe ZoSS jamak 4/2 UD dengan 2 zebra cross yang ditempatkan pada kedua pintu gerbang komplek sekolah.
Arief Durachman, Wachid Hasyim, Komarudin Komarudin
Published: 10 June 2022
Jurnal Rekayasa Infrastruktur, Volume 8, pp 19-29; https://doi.org/10.31943/jri.v8i1.161

Abstract:
Dilatasi merupakan sambungan pada sebuah bangunan yang memiliki perbedaan sistem struktur, biasanya digunakan pada bangunan yang mempunyai layout yang rumit seperti H, T, X, L, U dan lainnya. Tujuan penggunaannya yaitu untuk mangantisipasi benturan yang menyebabkan kerusakan parah pada bangunan saat terjadi gaya vertikal maupun horizotal. Dalam perencanaan struktur gedung, bentuk bangunan berpengaruh terhadap kemampuan bangunan menahan gaya lateral akibat gempa, salah satu indikasi yang menyatakan bangunan tersebut aman terhadap gempa adalah simpangan bangunan, dimana simpangan yang terjadi harus lebih kecil dari simpangan ijin. Hasil analisisnya yaitu pusat massa dan pusat rotasi kekakuan (eksentrisitas) gedung tanpa dilatasi ((arah X = 0 m dan arah Y = 15,21 m). Gedung 1.a yang mendekati syarat limit adalah lantai 6 (arah x = 0 m dan arah y = 0,43 m) dan gedung 1.b adalah lantai 1 (arah x = -0,02 m dan arah y = 0,78 m). simpangan maksimum gedung 1.a (arah x = 9,52 mm dan arah y = 6,36 mm) dan gedung 1.b (arah x = 14,19 mm dan arah y =14,81 mm). Untuk gaya geser gedung 1.a (arah x = 286.6 ton dan arah y = 286,26 ton) dan gedung 1.b (arah x = 152.42 ton dan arah y = 152,47 ton).
Sarwanta Sarwanta, Hamdani Abdulgani, Oki Arief
Published: 10 June 2022
Jurnal Rekayasa Infrastruktur, Volume 8, pp 38-45; https://doi.org/10.31943/jri.v8i1.162

Abstract:
Setiap pusat kegiatan akan menimbulkan dampak lalu lintas pada jalan akses yang menghubungkan pusat kegiatan tersebut dengan lingkungan sekitarnya. Lalu lintas yang ditimbulkan berupa lalu lintas menuju pusat kegiatan (tarikan) maupun lalu lintas yang meninggalkannya (Bangkitan). Keberadaan kampus di kota Indramayu sebagai salah satu pusat kegiatan pendidikan perlu diketahui dampak lalu lintas yang ditimbulkannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menyusun model bangkitan dan tarikan lalu lintas untuk mengetahui besarnya dampak lalu lintas yang timbul dengan adanya keberadaan perguruan tinggi yang ada di Kota Indramayu. Dengan diketahuinya dampak lalu lintas yang ditimbulkan, maka dapat membantu pihak yang berwenang membuat kebijakan untuk langkah antisipasi. Hasil analisis faktor yang mempengaruhi tarikan dan bangkitan perjalanan kendaraan di beberapa perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Indramayu yaitu jumlah mahasiswa. Model tarikan perjalanan kendaraan menuju perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Indramayu adalah Y1 = 22,432 + 0,040X1, dengan Y1 =Tarikan perjalanan kendaraan (smp/jam) dan X1 adalah Jumlah mahasiswa (orang). Model bangkitan lalu lintasnya adalah Y2 = 10,500 + 0,040 X1, Dimana Y2 adalah bangkitan perjalanan kendaraan (smp/jam) dan X1 adalah Jumlah mahasiswa (orang).
Suharwanto Suharwanto, Nono Suhana
Published: 10 June 2022
Jurnal Rekayasa Infrastruktur, Volume 8, pp 30-37; https://doi.org/10.31943/jri.v8i1.164

Abstract:
Bata beton (paving block) merupakan bahan bangunan yang digunakan untuk perkerasan jalan, lapangan parkir, tempat jalan kaki (trotoar), atau permukaan halaman rumah. Bahan ini pada umumnya dibuat dari pasir atau agregat halus alam dan semen yang ditambah air sebagai katalisator. Untuk ketahanan lingkungan cara ujinya dengan direndam di dalam natrium sulfat (NaSO4) dan untuk keausan diuji dengan alat gesek atau abrasi. Seiring dengan perkembangan teknologi dibidang material dan makin berkurangnya penyediaan bahan alam, maka dicari bahan alternatif, yaitu agregat halus alam diganti dengan agregat daur ulang yang diperoleh dari pembongkaran bangunan. Penambahan serat dicoba menggunakan bahan limbah berupa kantong kresek bekas yang dicacah membentuk seperti serat. Tujuannya adalah untuk mengurangi limbah padat. Berdasarkan hasil uji, kekutan bata beton yang menggunakan agregat halus daur ulang masih memenuhi persyaratan, namun hanya turun 1 tingkat kelas karena nilai kuat tekannya turun akibat rendaman NaSO4 dan uji keausan nilainya lebih besar. Namun dengan adanya serat plastik bekas meningkat lagi kekuatan tekannya dengan presentase 1 - 4%, sedangkan nilai kehilangan bobot akibat rendaman NaSO4 dan uji keausan diperoleh nilinya yang sama, sehingga serat plastik tidak menambah keawetan dan keausan pada bata beton. Namun setidaknya akan mengurangi limbah padat di muka bumi dan menjaga kelestarian alam.
Back to Top Top