Jurnal Pade: Pengabdian & Edukasi

Journal Information
ISSN / EISSN: 27469581 / 28291484
Total articles ≅ 30

Latest articles in this journal

M. Dzulkarnain Al-Madani, Darmawangsa Darmawangsa, Sri Pandu Utami
Jurnal Pade: Pengabdian & Edukasi, Volume 4, pp 90-96; https://doi.org/10.30867/pade.v4i2.966

Abstract:
Dental and oral health problems generally occur due to low public knowledge about good oral and dental care. This study aimed to determine the effect of health promotion media using booklets and audiovisuals on the level of dental caries knowledge of 6th-grade students of SDN 09 Aie Pacah. This type of research is quantitative, using a quasi-experimental method with a two-group pretest-posttest research design. The research sample comprised 58 respondents who were divided into 2 groups, namely 29 respondents for each group, using the total sampling technique. Data analysis includes paired t-tests and independent t-tests. The results showed the difference in knowledge before and after dental caries health education in respondents with booklet media (p= 0,000) and audiovisual media (p= 0,000). There was no difference between the groups who had been given health education using booklets and audiovisual media on the dental caries knowledge of 6th graders at SDN 09 Aie Pacah (p= 0,863). In conclusion, booklets and audiovisual media increase knowledge about dental caries health in elementary school children. There is no difference in dental health education using the booklet and audiovisual media.
, T. Khairul Fadjri, Ampera Miko, Herry Imran, Niakurniawati Niakurniawati
Jurnal Pade: Pengabdian & Edukasi, Volume 4, pp 77-83; https://doi.org/10.30867/pade.v4i2.1030

Abstract:
The importance of increasing knowledge about exclusive breastfeeding for expectant mothers in Aceh Province is an effort to achieve exclusive breastfeeding success above the national achievement of 69,7%. Optimal breastfeeding practices are one of the keys to success in reducing stunting. Counseling is essential in increasing the knowledge of prospective mothers or brides, supported by the use of media such as flyers that make it easier to understand the importance of exclusive breastfeeding for babies. This community service activity aims to increase the knowledge of prospective brides through counseling on exclusive breastfeeding using flyer media. Community service was carried out using a pretest-posttest non-equivalent group approach, namely providing exclusive breastfeeding counseling to prospective brides in Lueng Bata District. The number of participants was 20 people (10 couples), and activities were carried out in 2020. The counseling media is an exclusive breastfeeding flyer from the Indonesian Ministry of Health. Data collection was conducted through interviews using a questionnaire. The evaluation was carried out descriptively, consisting of a pretest and a posttest. The results showed an increase in average knowledge between before (26,3), and after (33,1) exclusive breastfeeding counseling was given using flyer media to prospective brides, or there was an increase in knowledge of 60,0%. In conclusion, through flyer media, exclusive breastfeeding counseling can improve the knowledge or understanding of prospective brides about exclusive breastfeeding.
Abdul Hadi, Wiqayatun Khazanah, Andriani Andriani
Jurnal Pade: Pengabdian & Edukasi, Volume 4, pp 84-89; https://doi.org/10.30867/pade.v4i2.1031

Abstract:
Penggunaan bahan pengawet bertujuan membuat bahan makanan tahan lama. Permasalahan yang sering terjadi adalah masih ada produsen bahan pangan setengah jadi yang kurang memahami bahaya yang ditimbulkan oleh bahan pengawet bagi kesehatan. Asap cair merupakan salah satu bahan pengawet aman dan dapat digunakan oleh produsen bahan makanan untuk mempertahankan produk pangan. Tujuan, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarat khususnya produsen mie basah agar menghindari penggunaan bahan pengawet yang berbahaya dan menggantikannya dengan menggunakan asap cair. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan pada produsen mie basah di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, tahun 2022. Jumlah peserta 30 orang. Pengumpulan data pengetahuan dan sikap dilakuka dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data pretes dan postes dilakukan analisis secara deskriptif. Hasil, perolehan nilai rata-rata pengetahuan dan sikap peserta yang mengikuti pre-test dan post-test terlihat bahwa ada peningkatan pengetahuan peserta sebesar 44,8% yaitu dari 41,35% menjadi 86,15%. Kemudian, terjadi peningkatan juga terhadap rata-rata sikap peserta sebesar 26,8% yaitu dari 59,8% menjadi 86,6%. Kesimpulan, pelatihan penggunaan asap cair bagi produsen mie basah di wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar sebagai pengganti bahan pengawet berbahaya memberikan dampak positif bagi peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan bahan pengawet yang aman.
Eka Sri Rahayu, Ratna Wilis, Reca Reca, Cut Aja Nuraskin, Teuku Salfiyadi, Mufizarni Mufizarni
Jurnal Pade: Pengabdian & Edukasi, Volume 4, pp 71-76; https://doi.org/10.30867/pade.v4i2.1002

Abstract:
Pendidikan cara penyikatan gigi bagi anak-anak perlu diberikan contoh suatu model yang baik serta dengan teknik yang sesederhana mungkin. Plak yang bertumpuk di dalam mulut akan mengalami mineralisasi membentuk kalkulus. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk untuk melaksanakan kegiatan dental health education dan scalling di Panti Asuhan Putri Al-Kaseem Kab. Aceh Besar.Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan sasaran anak yang berjumlah 30 orang. Intervensi yang diberikan berupa edukasi kesehatan gigi,menyikat gigi secara bersama-sama dengan teknik yang baik dan benar dan pembersihan kalkulus. Hasil evaluasi dari kehadiran peserta, 100% hadir untuk mengikuti penyuluhan dengan baik. Peserta aktif mengikuti kelangsungan acara, media dan alat bantu dapat digunakan secara efektif, acara dapat berjalan sesuai rencana. Hasil pengabdian masyarakat di di Panti Asuhan Putri Al-Kaseem Kab. Aceh Besar diperoleh hasil Ada peningkatan pengetahuan anak dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut di Panti Asuhan Putri Al-Kaseem Kab. Aceh Besar, dengan peningkatan sebelum intervensi (pre-test) berada pada kategori cukup (60%) dan setelah intervensi (post test) berada pada kategori baik (93,3%). Begitu juga Ada peningkatan Status Kebersihan gigi dan mulut murid, dengan peningkatan sebelum intervensi (pre-test) berada pada kategori buruk (83,3%) dan setelah intervensi (post test) berada pada kategori baik (100%). Direkomendasikan untuk dilakukan penyuluhan kepada anak secara rutin dan mengadakan sikat gigi bersama untuk meningkatkan kebersihan gigi dan mulut.
Arya Ulilalbab, Oktovina Rizky Indrasari, Khoirul Fikri Sofi
Jurnal Pade: Pengabdian & Edukasi, Volume 4, pp 65-70; https://doi.org/10.30867/pade.v4i2.964

Abstract:
Potensi sumber daya agrokompleks di desa bayu cukup melimpah, salah satunya yaitu susu kambing. Selama ini susu kambing di daerah tersebut hanya dijual mentah dan olahan sederhana, sehingga nilai gizi dan ekonominya belum meningkat. Tujuan dari pengabdian masyarakat yaitu memberikan ketrampilan proses pembuatan susu kefir kepada pemuda desa bayu serta meningkatkan nilai jual produk dari segi kesehatan dan ekonomi. Metode yang digunakan berupa praktek langsung dan pemantauan melalui WhatsApp pasca pelatihan. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2022 di rumah ketua karang taruna “Pemuda Kreatif” dengan melibatkan 15 peserta. Hasil dari pelatihan ini yaitu peserta pelatihan mampu melakukan proses pembuatan minuman kefir susu kambing dan mampu memisahkan antara whey dan curd. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ceramah dan pelatihan langsung efektif dalam memberikan ketrampilan proses pengolahan pembuatan minuman kefir. Perlu dilakukan pengembangan dan inovasi berbagai olahan berbahan dasar minuman kefir susu kambing dan selanjutnya dilakukan uji sensori untuk mengetahui daya terima produk tersebut.
Muhammad Romdhoni
Jurnal Pade: Pengabdian & Edukasi, Volume 4, pp 51-54; https://doi.org/10.30867/pade.v4i2.605

Abstract:
Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan olahraga yang diminati banyak anak muda bahkan orang dewasa. Bahkan jumlah pendaki gunung tiap tahun semakin meningkan dikarenakan trend. Kecelakaan dalam dunia pendakian juga semakin meningkat karena banyaknya pendaki pemula yang lebih mementingkan eksistensi daripada keselamatan diri. Banyak pendaki yang asal asalan bahkan membahayakan diri mereka sendiri. Hal yang sering disepelekan dalam pendakian salah satunya adalah perbekalan konsumsi dan alat yang safety. Pendaki pemula pada umumnya hanya membawa perbekalan mie instan, makanan ringan, dan air. Hal itu tentunya tidak mencukupi untuk kebutuhan aktivitas mendaki yang termasuk dalam salah satu aktivitas olahraga yang ekstrim. Sekitar 7 dari 10 pendaki tidak terlalu memperhatikan keselamatan mereka dan lebih memperhatikan eksistensi. Harapan dari penelitian ini adalah supaya banyak pendaki lebih memperhatikan keselamatan mereka sebeum melakukan pendakian agar bisa mengurangi korban berjatuhan.
Zulfikar Zulfikar, Wiwit Aditama, Khairunnisa Khairunnisa, Budi Arianto Ps
Jurnal Pade: Pengabdian & Edukasi, Volume 4, pp 55-60; https://doi.org/10.30867/pade.v4i2.906

Abstract:
Penggunaan insektisida yang berlebihan dan berulang-ulang dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan seperti pencemaran lingkungan, salah satu cara untuk mendapatkan bahan kimia yang ramah lingkungan adalah memanfaatkan potensi alam yaitu tanaman yang mengandung bioinsektisida. Salah satunya adalah tanaman serai (Cymbopogon citratus) yang dapat dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk karena mengandung zat-zat seperti geraniol, metil heptenon, terpen-terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik dan terutama sitronela sebagai obat nyamuk semprot. Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan ketrampilan kepada siswa sekolah dalam mengolah batang serai sebagai obat anti gigitan nyamuk atau penolak nyamuk. Metode pemecahan permasalahan yang digunakan dengan metode ceramah, diskusi dan pelatihan. Adapun rangkaian dari metode tersebut diterapkan sebagai berikut: memberikan pengetahuan dasar tentang cara meramu cairan pembasmi nyamuk dari daun serai. Selanjutnya memberikan informasi dan pelatihan tentang bagaimana cara meramu cairan penolak nyamuk dari daun serai. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 23-24 November 2018 di MAN Bireun, yang diikuti sebanyak 30 siswa. Keberhasilan kegiatan adalah peserta pelatihan mampu memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang pengendalian vektor penyakit serta yang paling penting adalah mampu melakukan pembuatan ramuan penolak nyamuk dengan efektif. Penyuluhan dengan metoda demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan dalam membuat ramuan penolak nyamuk dari daun serai.
Kinanti Nurul Faithya, Meilinda Safitri
Jurnal Pade: Pengabdian & Edukasi, Volume 4, pp 61-64; https://doi.org/10.30867/pade.v4i2.933

Abstract:
Telah dilakukan penyuluhan tentang pengelolaan limbah sampah masker beserta penerapannya. Pengabdian masyarakat ini adalah terletak di Kelurahan Kelapa Tiga Permai Kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung. Sasaran dari kegiatan ini adalah anggota masyarakat umum dari berbagai usia. Materi yang ditransfer termasuk memanfaatkan Limbah Sampah dan Masker untuk menjadi lebih bermanfaat. Penyuluhan dan penerapan dilakukan selama satu hari dengan total 15 peserta. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan praktik langsung. Media adalah Limbah Sampah dan masker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengetahuan dan dapat membuat kerajinan yang bisa memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan Barang Bekas yang sudah tidak di pakai. Kesimpulan, penyuluhan pengelolaan limbah sampah masker dan penerapannya telah berhasil dilaksanakan meskipun dengan berbagai kendala yang ada.
Evi Zahara, Yushida Yushida
Jurnal Pade: Pengabdian & Edukasi, Volume 4, pp 97-103; https://doi.org/10.30867/pade.v4i2.1059

Abstract:
Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu mencapai 32,8% pada baduta. Meski terjadi penurunan prevalensi stunting tahun 2018 baik pada balita maupun baduta namun masih belum mencapai target yang diharapkan. Salah satu upaya untuk percepatan penurunan prevalensi stunting yaitu melalui pendidikan dan deteksi dini stunting pada anak. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakan khususnya orang tua baduta agar melakukan pengukuran panjang badan secara berkala pada anak sebagai upaya deteksi dini stunting. Metode yang digunakan berupa ceramah untuk memberikan edukasi tentang stunting dan praktik deteksi dini stunting dengan cara pengukuran antropometri. Kelompok sasaran adalah ibu baduta yang berjumlah 25 orang. Monitoring dan evaluasi diukur pada aspek perubahan pengetahuan, menggunakan kuisioner dan wawancara. Keberhasilan kegiatan diukur dan dianalisis menggunakan Paired T-test. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan pengetahuan setelah mendapatkan edukasi tentang stunting (p= 0,000). Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan antara pre dan post pemberian edukasi kelompok sasaran. Hasil pengukuran panjang badan terjaring 12% baduta dengan panjang badan >-2 SD. Kegiatan pengabdian ini dapat dijadikan langkah awal untuk memberdayakan masyarakan dalam mendeteksi secara dini stunting pada baduta dan dapat dilakasanakan secara berkelanjutan kedepannya.
Rahmayanti Rahmayanti, Safwan Safwan, Siti Hadijah, Erlinawati Erlinawati, Darmawati Darmawati, Fitriana Fitriana, Farah Fajarna, Zuriani Rizki, Asri Jumadewi, Nazir Nazir
Jurnal Pade: Pengabdian & Edukasi, Volume 4, pp 22-27; https://doi.org/10.30867/pade.v4i1.899

Abstract:
Lingkungan bersih merupakan dambaan semua orang. Namun tidak mudah untuk menciptakan lingkungan kita bisa terlihat bersih dan rapi sehingga nyaman untuk dilihat. Tidak jarang karena kesibukan dan berbagai alasan lain, kita kurang memperhatikan masalah kebersihan lingkungan di sekitar kita, terutama sungai. Sungai yang bersih mendatangkan berbagai manfaat bagi semuanya. Tidak hanya manusia saja, tetapi juga untuk kelangsungan ekosistem yang ada di dalamnya. Tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap lingkungan disekitar sungai menjadi bersih dan tidak tercemar. Program kegiatan dilakukan dalam model kepedulian lingkungan bersama tim pengabdian yang terdiri dari dosen, mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik (TLM) Poltekkes Kemenkes Aceh semester 3 dan 5 tahun ajaran 2021/2022 dan organisasi kemasyarakatan Gampong Lampulo, kegiatannya berupa melakukan usaha perbaikan dengan mengajak masyarakat disekitar aliran sungai untuk melakukan bersih-bersih bantaran Sungai Krueng Aceh yang berada diwilayah sekitar tempat tinggal masyarakat di Gampong Lampulo. Setelah kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan semua pihak sangat antusias berpartisipasi dalam pelaksanaan bakti sosial bersih-bersih bantaran sungai yang dilakukan oleh tim pelaksana pengabdian dari awal sampai berakhirnya acara. Pada dasarnya masyarakat menyadari akan pentingnya menjaga kebersihan bantaran sungai guna melestarikan lingkungan dan meningkatkan kualitas kesehatan. Namun dalam hal meningkatkan pemahaman tersebut sangat dibutuhkan motivasi yang berkelanjutan baik dari pemerintah maupun dari lembaga-lembaga yang terkait dengan lingkungan hidup.
Back to Top Top