Empiricism Journal

Journal Information
EISSN: 27457613
Total articles ≅ 29

Latest articles in this journal

Hulyadi Hulyadi
Empiricism Journal, Volume 3, pp 9-16; https://doi.org/10.36312/ej.v3i1.723

Abstract:
Lingkungan, kualitas media, teknik inokulasi bibit dan kualitas bibit menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas jamur merang. Kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor utama. Kondisi lingkungan ideal harus terus dijaga petani jamur merang, produksi jamur merang tetap setabil. Suhu ruangan menjadi faktor yang harus diperhatikan untuk menjaga tumbuh kembang jamur merang. Suhu ruangan bisa ideal jika kondisi kumbung dan kualitas media terjaga. Peneliti ini bertujuan menganilsa produktivitas kumbung selama satu tahun pertama produksi. Produktivitas diukur melalui lama produksi dan massa jamur merang yang diperoleh. Produksi jamur merang rata-rata dalam setiap bulannya sebesar 103,7 Kg dengan lama produksi rata-rata 30 hari. Korelasi anatara jumlah produksi dan lama panen berkorelasi positif ini dibuktikan dengan nilai R hitung 0,978>R tabel 0, 4575. Berdasarkan kajian lapangan dan analisis data diperoleh jumlah produksi berkorelasi positif dengan lama panen dan produksi jamur dan akan menurun seiring bertambahnya usia kumbung. Menurunnya produktivitas diakibatnya karena menurunnya kualitas media tanam. Kontaminan dan sulitnya merekayasa iklim kumbung menjadi faktor lain yang berpengaruh terhadap menurunnya jumlah dan lama produksi jamur merang. Analysis of the Length of Use of Kumbung on the Productivity of Straw Mushrooms (Volvariella volvaceae)AbstractThe environment, the quality of the media, the inoculation technique of seedlings and the quality of seedlings are some of the factors that affect the productivity of the straw mushrooms. Environmental conditions are one of the main factors. Ideal environmental conditions must be maintained by straw mushroom farmers, the production of straw mushrooms remains as stable as possible. Room temperature is a factor that must be considered to maintain the growth and development of straw mushrooms. Room temperature can be ideal if the condition of the kumbung and the quality of the media are maintained. This researcher aims to analyze the productivity of the kumbung during the first year of production. Productivity is measured through the length of production and the mass of the acquired straw mushroom. The average production of straw mushrooms in each month is 103.7 Kg with an average production duration of 30 days.  The correlation between the amount of production and the duration of harvest is positively correlated with the calculated R value of 0.978>R table 0.4575.  Based on field studies and data analysis, the amount of production is positively correlated with the length of harvest and mushroom production and will decrease with age. The decline in productivity is due to the decline in the quality of the growing media. Contaminants and the difficulty of engineering a continuous climate are other factors that influence the decrease in the number and duration of straw mushroom production.
Rojil Nugroho Bayu Aji
Empiricism Journal, Volume 3, pp 74-80; https://doi.org/10.36312/ej.v3i1.864

Abstract:
Manusia sejak awal beraktivitas, tidak lepas dari olahraga. Oleh karena itu, manusia dapat disebut sebagai makhluk bermain dan olahraga merupakan salah satu perwujudan nilai-nilai kemanusiaan dalam sebuah permainan. Permainan olahraga yang dipertandingkan dalam kejuaraan antar negara menjadi suatu pamor dan memiliki nilai yang melekat pada suatu negara. Sejarah perkembangan olahraga dan prestasi yang tercipta dalam kompetisi internasional memiliki jejak otentik, salah satunya disimpan dalam museum bertema olahraga. Indonesia memiliki Museum Olahraga Nasional yang dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi-potensi museum olahraga nasional sebagai pusat data dan studi sejarah olahraga di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan cara studi pustaka dan studi dokumen dari Kemeterian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan Museum Olahraga Nasional memiliki peran penting untuk dijadikan sebagai pusat data dan studi di bidang olahraga. Uraian komprehensif terkait hasil penelitian lebih lanjut disajikan pada artikel ini. National Sports Museum as a Data Center and Study of Sports HistoryAbstractSince the beginning of their activities, humans can not be separated from sports. Therefore, humans can be called playing creatures, and sports are one of the manifestations of human values ??in a game. Sports games competed in championships between countries become prestigious and have an inherent value in a country. The history of sports development and the achievements made in international competitions has authentic traces, one of which is stored in a sports-themed museum. Indonesia has a National Sports Museum, which the Ministry of Youth and Sports manages. This study aimed to identify the potential of the national sports museum as a data center and study of sports history in Indonesia. This study uses research methods employing literature studies and document studies from the Ministry of Youth and Sports of the Republic of Indonesia. The results show that the National Sports Museum is essential in serving as a data center and study in sports. A comprehensive description of the research results, further presented in this article.
Muhammad Asy'Ari, Muhammad Roil Bilad, Muhali Muhali
Empiricism Journal, Volume 3, pp 1-8; https://doi.org/10.36312/ej.v3i1.668

Abstract:
Peningkatan publikasi ilmiah Indonesia pada jurnal ilmiah mengalami peningkatan pesat. Pada tahun 2019-2020, Indonesia bahkan berada pada peringkat 1 di ASEAN. Sayangnya peningkatan jumlah publikasi tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah sitasi sehingga menunjukkan minimnya kualitas tulisan ilmiah Indonesia. Permasalahan tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan dalam menulis karya tulis ilmiah. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan standar isi pada tiap komponen artikel ilmiah seperti abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, dan kesimpulan/implikasi. Tiap komponen tersebut setidaknya berisi 200-250 kata yang terdiri dari 18 paragraf sehingga total jumlah kata pada satu artikel ilmiah adalah 3600-4500 kata. Detail isi pada setiap paragraph dijelaskan lebihlanjut pada artikel ini. Standard Content of Research Paper: Detail Component to Get Publish in Scientific JournalAbstractThe increase of Indonesian scientific publications in scientific journals has increased rapidly. In 2019-2020, Indonesia is even ranked 1st in ASEAN. Unfortunately, the increase in the number of publications was not accompanied by an increase in the number of citations, thus indicating the low quality of Indonesian scientific writings. These problems can be caused by a lack of ability in writing scientific papers. This article aimed to describe the content standards for each component of scientific articles such as abstracts, introductions, methods, results and discussion, and conclusions/implications. The components of the scientific article must contain at least 200-250 words consisting of 18 paragraphs so that the total number of words in one scientific article is 3600-4500 words. Details of the contents of each paragraph are explained further in this article.
Haeriah Haeriah, Syarifuddin Syarifuddin
Empiricism Journal, Volume 3, pp 42-57; https://doi.org/10.36312/ej.v3i1.734

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan langkah-langkah IDEAL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjeknya adalah 6 (enam) siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 8 Malang, enam siswa tersebut terdiri dua siswa dengan kemampuan tinggi, dua siswa dengan kemampuan sedang, dan dua siswa dengan kemampuan rendah. Data diperoleh melalui tes dan wawancara. Tes terdiri dari tiga soal terkait materi sistem persamaan linier tiga variabel. Langkah-langkah analisis data yaitu: 1) reduksi data; 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yaitu siswa dengan kemampuan tinggi sudah mampu memecahkan masalah menggunakan langkah-langkah IDEAL, siswa dengan kemampuan sedang kurang teliti dalam tahap melihat kembali dan mengevaluasi hasil, siswa dengan kemampuan rendah mengalami kesulitan dalam tahap melaksanakan strategi dan melaksanakan hasil dan melihat kembali dan mengevaluasi hasil. Analysis of Students' Mathematical Problem Solving Ability Using IDEAL StepsAbstractThe purpose of this study is to analyze the mathematical problem-solving skills of students using IDEAL. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. The subjects are six students of class X Social 2 State Senior High School 8 Malang. Six students consisted of two students with high ability, two with moderate ability, and two with low ability—data obtained through tests and interviews. The test consists of a three matter-related material linear equations system of three variables. Data analysis steps are 1) data reduction, 2) data presentation, and 3) conclusion. The result of the research shows that the development of students' mathematical problem-solving ability, i.e., students with high ability have been able to solve the problem using IDEAL steps, students with ability are being less conscientious in the process of reviewing and evaluating outcomes, students with low ability have difficulty in implementing strategy and executing results and reviewing and evaluating results.
Muh Fahrul Ihsan, Isyani Isyani, Lalu Hulfian
Empiricism Journal, Volume 3, pp 17-24; https://doi.org/10.36312/ej.v3i1.730

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki proses dan meningkatkan hasil belajar passing dalam bola basket dengan menggunakan gaya mengajar divergen siswa kelas IX E SMA Negeri 1 Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (class room action research-CAR) dengan subjek penelitian sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah data dalam bentuk lembar observasi yaitu pengamatan dalam proses pembelajaran terhadap siswa; lembar observasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif dengan mengelompokkan data hasil observasi, kemudian dilakukan perhitungan persentase ketuntasan hasil belajar aspek kognitif, afektif dan psikomotor, selanjutnya dilakukan perhitungan persentase ketuntasan klasikal. Hasil penelitian pada pratindakan, hasil belajar siswa pada penilaian aspek kognitif 16 siswa yang mencapai KKM dengan PKK 44,44%, pada penilaian aspek afektif 16 siswa yang mencapai KKM dengan PKK 44,44%, pada penilaian aspek psikomotor 14 siswa yang mencapai KKM dengan PKK 58,33%. Pada siklus I hasil belajar siswa pada penilaian aspek kognitif 22 siswa yang mencapai KKM dengan PKK 62,11%, pada penilaian aspek afektif 23 siswa yang mencapai KKM dengan PKK 63,88%, pada penilaian aspek psikomotor 21 siswa yang mencapai KKM dengan PKK 58,33%. Pada siklus II hasil belajar siswa pada penilaian aspek kognitif 35 siswa yang mencapai KKM dengan PKK 97,22%, pada penilaian aspek afektif 35 siswa yang mencapai KKM dengan PKK 91,66%, pada penilaian aspek psikomotor 33 siswa yang mencapai KKM dengan PKK 91,66%. Pada siklus II hasil belajar telah mencapai KKM sehingga tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya dengan kata lain penelitian dihentikan. Efforts to Improve Passing Learning Outcomes in Basketball Games using Divergent Teaching StyleAbstractThe purpose of this study was to improve the process and the learning outcomes of passing in basketball by using the divergent teaching style of class IX E students of SMA Negeri 1 Lombok Timur. This research is a classroom action research (CAR) with 36 students as research subjects. Data collection techniques in research are data in the form of observation sheets, namely observations in the learning process of students; observation sheets for cognitive, affective, and psychomotor aspects. Data analysis used quantitative data analysis techniques by grouping observational data, calculating the percentage of mastery learning outcomes in cognitive, affective, and psychomotor aspects, then calculating the percentage of classical completeness. The results of the research on pre-action, student learning outcomes on cognitive aspect assessment 16 students who achieved KKM with PKK 44,44%, on affective aspect assessment 16 students who achieved KKM with PKK 44.44%, on psychomotor aspect assessment, 14 students who achieved KKM with PKK 58.33%. In the first cycle of student learning outcomes in the cognitive aspect assessment, 22 students achieved KKM with PKK 62.11%, on the affective aspect assessment, 23 students achieved KKM with PKK 63,88%, on the psychomotor aspect assessment, 21 students achieved KKM with PKK 58,33%. In the second cycle of student learning outcomes on the cognitive aspect assessment, 35 students who achieved KKM with PKK 97.22%, on the affective aspect assessment, 35 students who achieved KKM with PKK 91.66%, on the psychomotor aspect assessment, 33 students who achieved KKM with PKK 91,66%. In cycle II the learning outcomes have reached the KKM so that it is not continued in the next cycle in other words, the research is stopped.
Andi Gilang Permadi, Muhammad Ridwan Lubis
Empiricism Journal, Volume 3, pp 25-31; https://doi.org/10.36312/ej.v3i1.722

Abstract:
Pada cabang olahraga petanque cenderung menggunakan proses pelatihan dengan pendekatan praktis dan umpan balik yang biasanya dilakukan sebatas umpan balik verbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan video feedback (VFB) dapat meningkatkan kemampuan shooting petanque. Penelitian ini dilaksanakan dengan jenis rancangan kuasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 atlet petanque UNDIKMA dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah shooting presicion petanque. Analisis data penelitian diawali dengan melakukan uji prasyarat analisis data menggunakan uji normalitas Kormogorov-Smirnov Test sebelum melakukan Paired Sample T-Test, uji prasyarat selanjutnya menggunakan uji homogenitas Levene Statistics sebelum melakukan Independent Sample T-Test. Berdasarkan Independent Sampel T-Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka disimpulkan ada perbedaan pengaruh hasil kemampuan shooting antara kelompok eksperimen penggunaan video feedback (VFB) dengan kelompok kontrol (umpan balik verbal), namun penggunaan video feedback (VFB) dinyatakan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan shooting (mean=21,83) daripada umpan balik verbal (mean=16,50). The Video Feedback (VFB) for Improving Petanque Shooting AbilityAbstractPetanque sports tend to use a practical and practical training process and are usually limited to verbal feedback. The purpose of this study was to determine whether the use of video feedback (VFB) can improve petanque shooting abilities. This research was carried out with a quasi-experimental design. The sample in this study amounted to 24 UNDIKMA petanque athletes with a purposive sampling technique. The research instrument used was shooting precision petanque. Research data analysis begins with a prerequisite data analysis test using the Kolmogorov-Smirnov Test for normality before conducting the Paired Sample T-Test, and the next test using the Levene Statistics homogeneity test before conducting the Independent Sample T-Test. Based on the Independent Sample T-Test obtained, the value of Sig. (2-tailed) of 0.000 < 0.05, it is concluded that there is a difference in the effect of the results of shooting ability between the experimental group using video feedback (VFB) and the control group (verbal feedback). Still, the use of video feedback (VFB) is stated to be more effective (mean=21.83) than verbal feedback (mean=16.50).
Muhali Muhali, Mila Ulfanita, Khaeruman Khaeruman, Yusran Khery
Empiricism Journal, Volume 3, pp 58-67; https://doi.org/10.36312/ej.v3i1.767

Abstract:
Peneltian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kesadaran metakognisi dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran kimia selama masa pandemic Covid-19 pada Tahun Pelajaran 2021-2022. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan ex-post facto dengan kerangka penelitian korelasional. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Bolo dengan melibatkan 66 orang peserta didik kelas X sebagai subjek penelitian yang diambil secara jenuh. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kesadaran metakognisi peserta didik sebesar 71. Hasil belajar peserta didik kelas pada semester ganjil dan genap berturut-turut 70 dan 63. Akan tetapi tidak ada korelasi antara kesadaran metakognisi dan hasil belajar kognitif peserta didik. Korelasi metakognisi terhadap hasil belajar peserta didik baik pada semester ganjil maupun genap, dengan nilai product moment berturut-turut -0,025 dan -0,094, lebih rendah daripada r kritis sebesar 0,239 pada DK 64 dan nilai signifikansi (p) 5 %. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran Kimia di SMAN 1 Bolo selama masa pandemic covid-19 tidak seiring dengan pengembangan kesadaran metakognisi peserta didik terhadap pembelajaran. Correlation between Students Metacognitive Awareness and Cognitive Learning Outcomes on Chemistry Learning While Covid-19 PandemicAbstractThis study aims to evaluate the relationship between metacognitive awareness and student learning outcomes in chemistry learning during the Covid-19 pandemic in the 2021-2022 Academic Year. This research was carried out using an ex-post facto approach with a correlational research framework. The research was conducted at SMAN 1 Bolo involving 66 students of class X as research subjects who were taken saturated. Data were analyzed descriptively and product moment correlation analysis.The results showed that the average metacognitive awareness of students was 71. The average of students’ cognitivelearning outcomes in odd and even semester was 70 and 63 respectively. However, there is no correlation between metacognitive awareness and students' cognitive learning outcomes.The correlation between metacognitive awareness and students' cognitive learning outcomes both in odd and even semester, with r product moment value -0.025 and -0.094 respectively, was lower than r critical 0,239 with df 64 and significance value (p) 5%. This shows that learning Chemistry at SMAN 1 Bolo during the COVID-19 pandemic is not in line with the development of students' metacognitive awareness of learning.
Helmi Rahmawati, Moh. Supratman
Empiricism Journal, Volume 3, pp 32-41; https://doi.org/10.36312/ej.v3i1.768

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menggambarkan kemampuan abstraksi reflektif siswa dalam merekonstruksi konsep limit fungsi ditinjau dari perbedaan jenis kelamin. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yang terdiri terdiri dari dua siswa (laki-laki and perempuan) kelas XI MIPA MA Darul Mahmudien NW Montonggamang dengan kemampuan matematika tinggi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes dan wawancara. Penelitian ini menggunakan struktur mental teori APOS (Aksi, Proses, Objek, Skema) untuk menggambarkan mekanisme mental interiorisasi, enkapsulasi, dan tematisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap tahap, (1) Siswa Laki-laki (SL) mampu menghubungkan pengetahuan matematika yang dimiliki yang terkait dengan materi limit fungsi untuk menemukan jawaban (aksi), (2) menjelaskan bagaimana menemukan jawaban (proses), (3) belum dapat menjelaskan aturan yang digunakan (objek), dan (4) belum dapat menyelesaikan soal yang lebih kompleks (skema). Di pihak lain, Siswa Perempuan (SP) hanya mencapai tahap aksi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan abstraksi reflektif SL lebih baik dari pada SP dalam merekonstruksi konsep limit fungsi. Analysis of Students' Reflective Abstraction Ability in Reconstructing the Concept of Function Limits in terms of Gender DifferencesAbstractThis study aims to reveal and describe students' reflective abstraction skills in reconstructing the concept of limit function in terms of gender differences. This research is qualitative research with research subjects consisting of two students (male and female) class XI MIPA MA Darul Mahmudien NW Montonggamang with high mathematical ability. The data in this study were obtained through tests and interviews. This study uses the mental structure of APOS theory (Action, Process, Object, Schema) to describe the cognitive mechanisms of interiorization, encapsulation, and thematization. The results showed that at each stage, (1) male students (SL) were able to relate their mathematical knowledge related to the limit function material to find answers (action), (2) explain how to find answers (process), (3 ) has not been able to explain the rules used (objects), and (4) have not been able to solve more complex problems (schemas). On the other hand, female students (SP) only reached the action stage. So it can be concluded that the reflective abstraction ability of SL is better than SP in reconstructing the concept of limit function.
Nening Listari, Zulkarnain Gazali
Empiricism Journal, Volume 3, pp 68-73; https://doi.org/10.36312/ej.v3i1.790

Abstract:
Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdasarkan konsep mind mapping untuk meningkatkan hasil belajar siswa . Populasi pada penelitian ini berjumlah 33 orang sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak15 orang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model dick and carey. Tehnik penyusunan LKPD berdasarkan konsep mind maping yaitu melakukan analisis Kompetensi dasar dan indikator, melakukan analisis materi stoikiometri dan analisis mind mapping. Validasi ahli media pembelajaran dilakukan oleh dua orang dosen senior bidang pendidikan dan di peroleh kelayakan sebesar 80%. Validasi ahli materi oleh dua orang dosen pakar bidang keahlian kimia di peroleh kelayakan sebesar 82,5%. Setelah di validasi kemudian di lakukan uji kelayakan pengembangan LKPD menggunakan skala linker terhadap 15 orang siswa diperoreh hasilkonversi persentase yaitu pada model atau design LKPD diperoleh kelayakan 90,67% (sangat layak), kesesuaian materi diperoleh kelayakan 88%( layak), bahasa komunikatif diperoleh 92% (sangat layak). Untuk penghitungan menggunakan rumus presentase menganalisis peningkatan hasil belajar dengan perbandingan pre-test 34% , sementara post-test nya 41% , hal ini membuktikan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik sehingga Lembar Kerja Peserta Didik Berdasarkan konsep Mind Mapping ini terbukti meningkatkan hasil belajar dan layak untuk digunakan. Development of Student Worksheets based on the Concept of Mind Mapping to Improve Students’ Learning OutcomesAbstractThis study aims to determine the feasibility of developing Student Worksheets (SW) based on the concept of mind mapping to improve student learning outcomes. The population in this study amounted to 33 students while the sample used in this study was 15 students. This research is development research with a dick and carey model. The technique of preparing student worksheet is based on the concept of mind mapping, namely analyzing basic competencies and indicators, analyzing stoichiometric material and analyzing mind mapping. The validation of learning media experts was carried out by two senior lecturers in the field of education and obtained a feasibility of 80%. Material expert validation by two expert lecturers in the field of chemistry obtained a feasibility of 82.5%. After being validated, the student worksheets development feasibility test was carried out using a linker scale on 15 students, the percentage of conversion results, namely the student worksheets model or design obtained 90.67% feasibility (very feasible), material suitability obtained 88% feasibility (feasible), communicative language obtained 92 % (very decent). For calculations using the percentage formula to analyze the increase in learning outcomes with a pre-test comparison of 34%, while the post-test is 41%, this proves an increase in student learning outcomes so that the Mind Mapping concept-based worksheet is proven to improve learning outcomes and is feasible to use.
Husnul Hatimah, Asmawati Asmawati, Maeni Maeni, Yusran Khery, Khaeruman Khaeruman
Empiricism Journal, Volume 2, pp 53-62; https://doi.org/10.36312/ej.v2i2.586

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Posing dengan Context-Rich Problem terhadap kemampuan berpikir divergen dan kemampuan berpikir konvergen siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperimental) dengan rancangan penelitian posttest-only control group design. Sampel penelitian ini adalah 85 siswa kelas X SMAN 7 Mataram yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terbagi dalam 3 kelompok. Kelompok eksperimen I terdiri dari 26 siswa dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Posing dengan Context-Rich Problem, kelompok eksperimen II terdiri dari 29 siswa dibelajarkan dengan model Problem Posing, sedangkan kelompok kontrol terdiri dari 30 siswa dibelajarkan dengan model konvensional dengan Context-Rich Problem. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes kemampuan berpikir divergen dan konvergen. Teknik analisis data menggunakan uji varian dua jalur (two way ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) penggunaan model pembelajaran Problem Posing dengan Context-Rich Problem berpengaruh (Fhitung= 4,128 > Ftabel= 3,26) terhadap kemampuan berpikir divergen siswa; (2) skor rata-rata kelompok eksperimen I (mean= 55,38) lebih tinggi dari pada kelompok eksperimen II (mean= 40,91) dan kelompok kontrol (mean= 42,23); (3) penggunaan model pembelajaran Problem Posing dengan Context-Rich Problem tidak berpengaruh (Fhitung= 0,449 < Ftabel= 3,26) terhadap kemampuan berpikir konvergen siswa; (4) skor rata-rata kelompok eksperimen I (mean= 34,5) lebih tinggi dari pada kelompok eksperimen II (mean= 33,25) dan kelompok kontrol (mean= 24,99). Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Posing dengan Context-Rich Problem berpengaruh terhadap kemampuan berpikir divergen, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir konvergen siswa. The Effect of Problem Posing Model with Context-Rich Problem toward Students’ Divergent and Convergent Thinking AbilityAbstractThis study aims to determine the effect of the Problem Posing learning model with Context-Rich Problems on students' divergent thinking and convergent thinking abilities. This research is a quasi-experimental research with a posttest-only control group design. The sample of this study was 85 students of class X SMAN 7 Mataram who were selected using a purposive sampling technique which was divided into 3 groups. The experimental group I consisted of 26 students taught with the Problem Posing learning model with Context-Rich Problems, the experimental group II consisted of 29 students taught with the Problem Posing model, while the control group consisted of 30 students taught using the conventional model with the Context-Rich Problem. Data were collected using observation sheets on the implementation of learning and divergent and convergent thinking skills tests. The data analysis technique used a two-way ANOVA test. The results showed that (1) the use of the Problem Posing learning model with Context-Rich Problem had an effect (Fcount = 4.128 > Ftable = 3.26) on students' divergent thinking abilities; (2) the average score of the experimental group I (mean= 55.38) was higher than that of the experimental group II (mean= 40.91) and the control group (mean= 42.23); (3) the use of Problem Posing learning model with Context-Rich Problem has no effect (Fcount = 0.449 < Ftable = 3.26) on students' convergent thinking ability; (4) the average score of the experimental group I (mean= 34.5) was higher than the experimental group II (mean= 33.25) and the control group (mean= 24.99). This study concludes that the Problem Posing learning model with Context-Rich Problems has an effect on divergent thinking skills, but has no significant effect on students' convergent thinking abilities.
Back to Top Top