Educare: Journal of Primary Education

Journal Information
ISSN / EISSN: 27161021 / 27161013
Total articles ≅ 42

Latest articles in this journal

Yusiana Yusiana, Indah Farida
Educare: Journal of Primary Education, Volume 3, pp 79-94; https://doi.org/10.35719/educare.v3i1.99

Abstract:
To prevent the spread of COVID-19, the government has issued a learning policy to be carried out online (online). As implemented at Baiturrohman Elementary School, online learning is applied. This research uses a qualitative approach, and the type is a case study. Data collection techniques used participatory observation, structured interviews, and documentation—data analysis using data condensation, data presentation, and concluding. The validity of the data is source triangulation and technical triangulation. The results of this study indicate: (1) Planning the Recitation Method for Arabic Language Subjects in Online Learning at Baiturrohman Elementary School, namely: The teacher determines the goals according to the lesson plans, gives assignments according to the student's abilities, determines the types of assignments such as reading, writing, and practice. Provide instructions/resources in student books and several applications. The teacher provides time for the deadline for submitting assignments from 07.30 to 18.00 in Google Classroom. (2) Implementation of the Recitation Method on Arabic Language Subjects in Online Learning at Baiturrohman Elementary School, namely: Teachers provide guidance if they have difficulties, provide motivation to study at home, and support parents for children's learning at home; students do assignments at home independently. independent. (3) Evaluation of the Recitation Method on Arabic Subjects in Online Learning at Baiturrohman Elementary School, namely: Student assignments are written in spoken/written packages, sent in the form of photos/videos via Google Classroom, Teacher assessments via Google Classroom, Result assessment PH is done via a google form. Dalam upaya mencegah penyebaran covid-19, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembelajaran dilaksanakan secara dalam jaringan (daring), sebagaimana yang diterapkan di SD Baiturrohman diterapkan pembelajaran dalam jaringan (daring). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenisnya studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasif, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Keabsahan datanya triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Perencanaan Metode Resitasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Dalam Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Baiturrohman yaitu: Guru menentukan tujuan sesuai RPP, memberikan tugas sesuai kemampuan siswa, menentukan jenis tugas seperti membaca, menulis dan praktek. Memberikan petunjuk/ sumber dibuku siswa dan beberapa aplikasi. Guru menyediakan waktu untuk batas pengumpulan tugasdari jam 07.30 sampai 18.00 di google classroom. (2) Pelaksanaan Metode Resitasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Dalam Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Baiturrohman, yaitu: Guru memberikan bimbingan jika mengalami kesulitan, memberikan motivasi semangat belajar di rumah dan pendampingan orang tua terhadap pembelajaran anak di rumah, peserta didik mengerjakan tugas dirumah secara mandiri. (3) Evaluasi Metode Resitasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Dalam Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Baiturrohman, yaitu: Tugas peserta didik dibuku paket berbentuk lisan/ tertulis, dikirim dalam bentuk di foto/video melalui google classroom, Penilaian guru melalui google clasroom, penilaian hasil PH dilakukan melalui google form.
Harpan Reski Mulia
Educare: Journal of Primary Education, Volume 3, pp 1-16; https://doi.org/10.35719/educare.v3i1.75

Abstract:
This paper aims to explore the supporting and inhibiting factors in the effort to integrate character education in akidah akhlak subjects at MIN 11 Aceh Tenggara. This study uses a qualitative method with a narrative approach and data collection techniques of interview, observation, and documentation; then, the data is analyzed using the methods developed by Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and data verification. This study shows that the supporting factor for integrating character education in aqidah moral learning at MIN 11 Aceh Tenggara is the availability of learning media in the form of focus and Madrasah residents who work together to supervise all students, both outside and inside the Madrasah environment. The inhibiting factors are the limitations of Madrasah infrastructure in the form of no mosque or prayer room, family support, and social media and games that have an influence on student character. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor pendukung dan penghambat dalam upaya pengintegrasian pendidikan karakter pada mata pelajaran akidah akhlak at MIN 11 Aceh Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif dan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan metode yang dikembangkan Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Penelitian ini menunjukkan bahwa, faktor pendukung pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran Akidah Akhlak MIN 11 Aceh Tenggara adalah kesedian media pembelajaran berupa infocus dan warga Madrasah yang bersinergi untuk mengawasi semua siswa, baik di luar maupun di dalam lingkungan Madrasah. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan prasarana Madrasah berupa tidak ada Masjid atau musala, dukungan keluarga, dan media sosial dan game memberikan pengaruh terhadap karakter siswa.
Abdurrahman Abdurrahman, Ahmadi Ahmadi, Aulia Mustika Ilmiani
Educare: Journal of Primary Education, Volume 3, pp 95-110; https://doi.org/10.35719/educare.v3i1.105

Abstract:
This study aims to determine the process of implementing PJOK learning in limited face-to-face learning during the Covid-19 pandemic in class V MIN 2 Palangka Raya City. This type of research is qualitative with case studies. Data collection techniques by observation and interviews. Meanwhile, data analysis uses descriptive data analysis. The results of this study show that:1) planning for sports and health physical education learning during the Covid-19 pandemic in MIN 2 Palangka Raya City: Teachers plan the PJOK class V learning program, develop the Annual Program, carry out Semester Program activities, carry out learning plans in the learning syllabus, distribute effective weeks.2) Implementation of Sports and Health Physical Education learning in MIN 2 Palangka Raya City, namely: development of the Annual Program into the Learning Implementation Plan, carrying out Semester Program activities, implementation of learning plans in the learning syllabus, online teaching, and learning process activities teachers explain teaching materials, apply learning methods. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran PJOK pada PTM terbatas pada masa pandemi covid-19 di kelas V MIN 2 Kota Palangka Raya. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan studi kasus. Tehnik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Sedangkan analisis data menggunakan analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini menungjukkan, bahwa: 1) perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan masa pandemi Covid-19 Di MIN 2 Kota Palangka Raya: Guru merencanakan program pembelajaran PJOK kelas V, pengembangan Program Tahunan, melaksanakan kegiatan-kegiatan Program Semester, melaksanakan rencana pembelajaran dalam silabus pembelajaran, pendistrisbusian minggu efektif. 2) Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di MIN 2 Kota Palangka Raya, yaitu: pengembangan Program Tahunan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, melaksanakan kegiatan-kegiatan Program Semester, melaksanakan rencana pembelajaran dalam silabus pembelajaran, dalam kegiatan proses belajar mengajar secara daring guru menjelaskan materi ajar, menerapkan metode pembelajaran.
Diana Rahmayanti, Hartono Hartono
Educare: Journal of Primary Education, Volume 3, pp 35-48; https://doi.org/10.35719/educare.v3i1.97

Abstract:
This study examines Javanese Krama's learning in improving students' ability to speak politely at MIMA 35 Nurul Ulum Ambulu. This research approach is a descriptive qualitative approach, and the type of research used is phenomenology. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. While the data analysis using the model of Miles, Huberman, and Johnny Saldana consists of data condensation, data presentation, and conclusion. The results of this study are 1) Planning for learning the Javanese Krama language to improve the ability of students to speak politely at MIMA 35 Nurul Ulum Ambulu, namely: the teacher prepares a Learning Implementation Plan, prepares to memorize material for the Javanese Krama language vocabulary for students. 2) Implementation of Javanese Krama language learning in improving the ability of students to speak politely at MIMA 35 Nurul Ulum Ambulu, namely: opening, core, and closing activities. Then the habit of using Javanese manners during learning hours and outside the classroom. 3) Evaluation of Javanese Krama language learning in improving the ability of students to speak politely at MIMA 35 Nurul Ulum Ambulu, namely: in the classroom using daily questions, PTS and PAS. Meanwhile, habituation outside of learning hours is by assessing students' speech and manners. 4) The implications of learning Javanese Krama in improving the ability of students to speak politely at MIMA 35 Nurul Ulum Ambulu have a positive impact on students becoming accustomed to using Javanese Krama when communicating with teachers both in attitude and speech. Penelitian ini mengkaji mengenai pembelajaran bahasa Jawa Krama dalam meningkatkan kemampuan peserta didik berbicara sopan santun di MIMA 35 Nurul Ulum Ambulu. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Hubermen dan Johnny Saldana terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Perencanaan pembelajaran bahasa Jawa Krama dalam meningkatkan kemampuan peserta didik berbicara sopan santun di MIMA 35 Nurul Ulum Ambulu, yaitu: guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, menyiapkan materi hafalan kosa kata bahasa Jawa Krama bagi peserta didik. 2) Pelaksanaan pembelajaran bahasa Jawa Krama dalam meningkatkan kemampuan peserta didik berbicara sopan santun di MIMA 35 Nurul Ulum Ambulu, yaitu: kegiatan pembuka, inti, dan penutup. Kemudian pembiasaan berbahasa jawa krama didalam jam pembelajaran dan diluar kelas. 3) Evaluasi pembelajaran bahasa Jawa Krama dalam meningkatkan kemampuan peserta didik berbicara sopan santun di MIMA 35 Nurul Ulum Ambulu, yaitu: di dalam kelas menggunakan soal harian, PTS dan PAS. Sedangkan, pembiasaan di luar jam pembelajaran yaitu dengan penilaian berkaitan dengan tutur kata dan sikap sopan santun peserta didik. 4) Implikasi pembelajaran bahasa Jawa Krama dalam meningkatkan kemampuan peserta didik berbicara sopan santun di MIMA 35 Nurul Ulum Ambulu membawa dampak positif pada peserta didik menjadi terbiasa menggunakan bahasa Jawa Krama saat berkomunikasi dengan guru baik dalam sikap dan tutur kata.
Rif’An Humaidi, Amelia Vikri Laili
Educare: Journal of Primary Education, Volume 3, pp 17-34; https://doi.org/10.35719/educare.v3i1.76

Abstract:
English Corner extracurricular activities are one of the choices for students to be able to learn English with more fun. Through the English Corner extracurricular program, the Madrasah provides provisions for its students to face the era of the industrial revolution 4.0. The purpose of this research is to add insight and to know the mechanism of the English corner extracurricular through the development, implementation, assessment, and evaluation of the English corner extracurricular in the 4.0 revolution era at MI Roudlotul Ulum Banyuwangi. This type of research is qualitative research with a descriptive design. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis used the concept of Miles and Huberman. The validity of the data was measured by means of triangulation of sources and techniques. The results showed that 1). The development of the English corner extracurricular in facing the 4.0 industrial revolution pays attention to human resources, needs, infrastructure, talents, and interests. 2). The implementation of the English corner extracurricular is almost the same as learning in general and is made more relaxed so that it is more comfortable in its implementation. 3). This English corner extracurricular assessment uses a written manual assessment, after which it is recapitulated and entered into the Digital Report Card Application (ARD). 4). This English corner extracurricular evaluation is carried out every six months or at the end of the semester, taking into account the development and implementation that was carried out in the previous semester. Kegiatan ekstrakurikuler English Corner menjadi salah satu pilihan peserta didik untuk dapat mempelajari Bahasa Inggris dengan lebih menyenangkan. Melalui program ekstrakurikuler english corner, Madrasah tersebut memberikan bekal kepada siswanya untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Tujuan penelitian ini untuk menambah wawasan serta mengetahui mekanisme ekstrakurikuler english corner melalui pengembangan, pelaksanaan, penilaian, dan evaluasi ekstrakurikuler english corner pada era revolusi 4.0 di MI Roudlotul Ulum Banyuwangi. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman. Keabsahan datanya diukur dengan cara triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Pengembangan ekstrakurikuler english corner dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini memperhatikan sumber daya manusia, kebutuhan, sarana prasarana, bakat dan minat. 2). Pelaksanaan ekstrakurikuler english corner hampir sama dengan pembelajaran pada umumnya dan dibuat lebih santai agar lebih nyaman dalam penyelenggaraannya. 3). Penilaian ekstrakurikuler english corner ini menggunakan penilaian manual yang tertulis, setelah itu direkap dan dimasukkan dalam Aplikasi Raport Digital (ARD). 4). Evaluasi ekstrakurikuler english corner ini dilakukan setiap 6 bulan sekali atau pada akhir semester, dengan memperhatikan pengembangan dan pelaksanaan yang telah dilakukan pada semester sebelumnya.
Syamsi Rega Virgi Wulandari, Jasuli Jasuli
Educare: Journal of Primary Education, Volume 3, pp 49-64; https://doi.org/10.35719/educare.v3i1.103

Abstract:
Learning is a process of interaction that occurs between teachers and students. The learning process requires a way or method so that interaction occurs reciprocally and can achieve the desired learning goals. This research uses a descriptive qualitative approach, and the type of research is a case study. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. While the data analysis with an interactive analysis model (interactive analysis)—the validity of this research data uses the triangulation technique. The results of this study indicate (1) Planning for STAD Type Cooperative Learning Methods in Fiqh Subjects at MIMA 42 Wuluhan, namely: The teacher makes a Learning Implementation Plan (RPP), makes observation sheets and score assessment sheets, choose learning media, makes materials and questions. group and individual assignments, and designing study groups. (2) Implementation of STAD Type Cooperative Learning Method in Fiqh Subjects at MIMA 42 Wuluhan: Initial activity: the teacher explains the material that will be given to students. The core activities are: The teacher explains the method to be used, divides students into several groups, plays videos as material, asks students to observe pictures/videos of people, and discusses the material in the video. And all groups present the results of their discussions. Closing activities, namely: providing reinforcement to the material presented by students, the teacher and students reciting prayers, and the teacher planning follow-up learning. (3) Evaluation of STAD Type Cooperative Learning Method in Class Fiqh Subjects at MIMA 42 Wuluhan Jember, namely: Evaluation of observation and performance (demonstration) on group performance. Meanwhile, individual evaluation is in the form of homework (PR). Pembelajaran adalah proses interaksi yang terjadi antara guru dan peserta didik. Dimana dalam proses pembelajaran membutuhkan cara atau metode agar supaya interakasi terjadi secara timbal balik dan bisa mencapai tujuan pembelajaran yang dinginkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dengan model analisis interaktif (interactive analysis). Keabsahan data penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Perencanaan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Mata Pelajaran Fiqih Di MIMA 42 Wuluhan, yaitu: Guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), mebuat lembar observasi dan lembar penilaian skor, memilih media pembelajaran, membuat materi dan soal tugas kelompok dan individu, dan mendesain kelompok belajar. (2) Pelaksanaan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Mata Pelajaran Fiqih Di MIMA 42 Wuluhan, yaitu: Kegiatan awal: guru menjelaskan materi yang akan di berikan kepada peserta didik. Kegiatan inti yaitu: Guru menjelaskan metode yang akan digunakan, membagi peserta didik dalam beberapa kelompok, memutar video sebagai bahan materi, menyuruh peserta didik untuk mengamati gambar/video orang, siswa mendiskusikan materi yang ada di video. dan semua kelompok memaparkan hasil diskusinya. Kegiatan penutup, yaitu: memberikan penguatan terhadap materi yang disampak oleh sisiwa, Guru bersama peserta didik melafalkan doa dan Guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran. (3) Evaluasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas Di MIMA 42 Wuluhan Jember, yaitu: Evaluasi observasi dan unjuk kerja (demonstrasi) terhadap kinerja kelompok. Sedangkan Evaluasi individu berupa pekerjaan rumah (PR).
Wildah Al Aluf, Sulissatul Hasanah
Educare: Journal of Primary Education, Volume 3, pp 65-78; https://doi.org/10.35719/educare.v3i1.101

Abstract:
Using realia media in learning activities will provide an interesting learning experience for students so that they are more active in participating in learning. This discussion aims to describe and analyze the application of realia media in improving student learning outcomes at MIMA 35 Nurul Ulum Jember. The research approach uses qualitative and case study research types. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Analysis of the data used in this study using the Miles and Huberman model consisting of data condensation, data presentation, and concluding. The validity of the data was tested by using triangulation of sources and techniques. The results of this study indicate (1) Realia media planning in improving student learning outcomes at MIMA 35 Nurul Ulum Jember, namely: Identifying the needs and characteristics of students, formulating learning objectives, summarizing material, writing instructional media scripts, conducting tests and revisions. (2) The implementation of realia media in improving student learning outcomes at MIMA 35 Nurul Ulum Jember, namely: the teacher learns the instructions for using the media, and all equipment must be in a state of readiness so as not to be disturbed by technical matters, and keep students steady. conducive for learning activities to take place. (3) Evaluation of realia media in improving student learning outcomes at MIMA 35 Nurul Ulum Jember, namely: learning media according to KD and indicators, learning media according to the estimated time and assignments in the Buena book, learning media can attract students' attention, media learning is in accordance with the times/updated, thematic assessment criteria are spiritual, social, knowledge, and skillful. Penggunaan media realia dalam kegiatan pembelajaran akan memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi peserta didik sehingga lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Pembahasan ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis tentang Penerapan media realia dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di MIMA 35 Nurul Ulum Jember. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Perencanaan media realia dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di MIMA 35 Nurul Ulum Jember, yaitu: Mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik peserta didik, merumuskan tujuan pembelajaran, membuat rangkuman materi, menulis naskah media pembelajaran, mengadakan tes dan revisi. (2) Pelaksanaan media realia dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di MIMA 35 Nurul Ulum Jember, yaitu: guru mempelajari petunjuk penggunaan media, seluruh peralatan harus dalam keadaan siap agar tidak terganggu oleh hal-hal yang bersifat teknis, dan menjaga agar peserta didik tetap kondusif selama kegitan pembelajaran berlangsung. (3) Evaluasi media realia dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di MIMA 35 Nurul Ulum Jember, yaitu: media pembelajaran sesuai dengan KD dan indikator, media pembelajaran sesuai dengan estimasi waktu dan tugas dalam buku Bupena, media pembelajaran dapat menarik perhatian peserta didik, media pembelajaran sudah sesuai dengan perkembangan zaman / terupdate, kriteria penilaian Tematik yakni spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
Zainal Abidin, Nasirudin Nasirudin
Educare: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 119-134; https://doi.org/10.35719/educare.v2i2.50

Abstract:
Each student has different potentials from one another, because each person is indeed born with a variety of different talents and has brought out his or her own nature, namely good nature that encourages tawhid and other natural qualities in the form of various innate potentials such as talents, intellectual abilities and others. The research approach used is a descriptive qualitative approach with the type of case study. The techniques used are interviews, observation, and documentation. While the validity of the data used triangulation of techniques and sources. The results of this study indicate: (1) Mina talents at MI Miftahul Muna through recruitment where students choose and register themselves to take part in the extracurricular program. Such as: drumband, dance, qiroat, scout, Pencak Silat, Chess, Volleyball, football, hadrah, singing, fashion, culinary, and calligraphy. (2) Interest talent planning, namely: Learning Implementation Plan, preparing experts who are competent in their fields as well as students recruited through extracurricular registration. Except for the drum band in this case bringing in experts from outside. (3) Implementation of talent and interest development at Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Muna Kesilir, which is carried out once a week every Friday unless the drumband is held on Fridays and Sundays and if you want to appear at certain events, you can adjust the trainer's schedule or not. (4) Supervision is carried out directly at the time of the activity and some is carried out in an indirect way such as in this drumband activity because it brings in a trainer and is reported to the Madrasah Head.Keywords: Development; Talents and Interests; Students Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain, karena setiap orang memang dilahirkan dengan berbagai bakat yang berbeda-beda dan telah membawa fitrahnya masing-masing, yaitu fitrah baik yang mendorong bertauhid maupun fitrah lainnya dalam bentuk berbagai potensi bawaan seperti bakat, kemampuan intelektual dan lain-lain. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, Adapun tehnik yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi tehnik dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pemetaan bakat mina di MI Miftahul Muna melalui perekrutan dengan peserta didik memilih dan mendaftarkan diri mengikuti program ekstrakurikuler. Seperti: drumband, tari, qiroat, pramuka, Pencak Silat, Catur, Bola Volly, Sepak Bola, hadrah, menyanyi, tata busana, tata boga, dan kaligrafi. (2) Perencanaan bakat minat, yaitu: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, menyiapkan tenaga ahlinya yang berkompeten dibidangnya serta peserta didik yang direkrut melalui pendaftaran ekstrakurikuler. Kecuali drum band dalam hal ini mendatangkan tenaga ahli dari luar. (3) Pelaksanaan pengembangan bakat dan minat di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Muna Kesilir yaitu dilaksanakan seminggu sekali setiap hari jum’at kecuali drumband dilaknakan hari Jum’at dan Minggu serta kondisional jika mau tampil pada event-event tertentu menyesuaikan jadwal pelatih bisa atau tidak. (4) Pengawasan dilakukan secara langsung pada saat kegiatan dan ada pula yang dilakukan dengan cara tidak langsung seperti yang dilakukan di kegiatan drumband ini karena mendatangkan pelatih dan dilaporkan ke Kepala Madrasah. Kata Kunci: Pengembangan; Bakat dan Minat; Peserta didik
Sinta Yulis Pratiwi
Educare: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 135-148; https://doi.org/10.35719/educare.v2i2.53

Abstract:
This study aims to explain the optimization of the ARCS learning model as an effort to increase the learning motivation of students, especially in thematic learning at MI At-Taqwa Bondowoso. The method used is qualitative with a descriptive qualitative approach, while the type of research used in this research is field research. The data collection techniques used interviews, observation, and documentation. Data analysis used was condensation, data presentation, and verification. And the validity of the data uses triangulation of sources and techniques. The results of this study indicate (1) Thematic Learning Problems at MI At-Taqwa Bondowoso, namely: Teachers are less biased in utilizing learning media, so that the only sources used are textbooks, classroom learning is only centered in the teacher, the students' lack of interest in the learning process, so that students do not pay attention to the teacher who teaches. (2) The application of the ARCS model in thematic learning at MI At-Taqwa Bondowoso, namely: The implementation of the ARCS model was carried out by teachers with several methods and strategies such as modeling the way strategy and also contextual teaching and learning, ARCS Model as an alternative solution in learning for increasing students 'learning motivation is able to stimulate students' enthusiasm in thematic learning.Keywords: ARCS Model; Thematic Learning; Motivation to Learn Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan optimalisasi model pembelajaran ARCS sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik khususnya dalam pembelajaranTematik di MI At-Taqwa Bondowoso. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yakni kondensasi, penyajian data, dan verifikasi. Dan keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Problematika Pembelajaran Tematik di MI At-Taqwa Bondowoso, yaitu: Guru kurang biasa memanfaatkan media pembelajaran, sehingga sumber yang dipakai hanya buku ajar saja, Pembelajaran di kelas hanya berpusat pada guru, Kurangnya ketertarikan peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik tidak memperhatikan guru yang mengajar. (2) Penerapan model ARCS dalam pembelajaran tematik di MI At-Taqwa Bondowoso, yaitu: Penerapan model ARCS dilakukan oleh para guru dengan beberapa metode dan strategi seperti strategi modeling the way dan juga contextual teaching and learning, Model ARCS sebaga solusi altenatif dalam pembelajaran untuk meningkatakn motivasi belajar peserta didik mampu merangsang semangat peserta didik dalam pembelajaran tematik. Kata Kunci: Model ARCS; PembelajaranTematik; MotivasiBelajar
Ronald Felix Yanuar, Theresia Niken Dwi Utami Putri
Educare: Journal of Primary Education, Volume 2, pp 181-200; https://doi.org/10.35719/educare.v2i2.74

Abstract:
This research was carried out at SDS Harapan Jakarta. This research aims to unravel the implementation of character education’s values through thematic subject, specifically on Indonesian Language Content. This research uses qualitative descriptive approach to gather research data deeply and thoroughly regarding character education’s value. Data collection was done using interviews, observation, and documentation. Miles and Huberman method was used to analyze data collected with the process of data collection, condensation, data display, and data verification. Triangulation was used to verify the validity of the data. The result of this study revealed that 1) The implementation of character education values in the content of Indonesian Language learning in Class 3 is implemented through reading and writing activities that prioritize the five main values in education according to the Minister of Education and Culture. 2) There are still less-effective efforts to achieve learning objectives. 3) There is still a lack of learning innovations carried out to achieve learning goals. 4) No lesson plans that are not made routinely as a means of evaluating learning. 5) There is still a need for improvement in the application of character education in Indonesian content that is linked to students' real experiences, both through online and offline learning. Keywords:Character Education; Primary School; Thematic Learning; Indonesian Language Content Penelitian ini dilaksanakan di SDS Harapan Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap implementasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui mata pelajaran tematik, khususnya pada muatan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data penelitian secara mendalam dan menyeluruh mengenai nilai pendidikan karakter. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan dengan proses pengumpulan data, kondensasi, tampilan data, dan verifikasi data. Triangulasi digunakan untuk memverifikasi keabsahan data. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa 1) Implementasi nilai pendidikan karakter dalam muatan pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 3 diterapkan melalui kegiatan membaca dan menulis yang mengedepankan lima nilai utama dalam pendidikan sesuai Permendikbud. 2) Masih ada upaya-upaya yang kurang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. 3) Masih kurangnya inovasi pembelajaran yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 4) Tidak ada RPP yang tidak dibuat secara rutin sebagai sarana evaluasi pembelajaran. 5) Masih perlu adanya perbaikan penerapan pendidikan karakter konten bahasa Indonesia yang dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik, baik melalui pembelajaran online maupun offline. Kata Kunci: Pendidikan Karakter; Sekolah Dasar; Pembelajaran Tematik; Muatan Bahasa Indonesia
Back to Top Top