Jurnal Keperawatan Profesional (kepo)

Journal Information
ISSN / EISSN: 25481940 / 27468038
Total articles ≅ 21

Latest articles in this journal

Sukmawati Sukmawati, Muhammad Anwar, Paharuddin Paharuddin
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), Volume 3, pp 88-95; https://doi.org/10.36590/kepo.v3i1.299

Abstract:
Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, menjadi malapetaka bila tidak tersedia dalam kondisi yang benar, baik kualitas maupun kuantitasnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan MCK. Hasil pengujian chi-square menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan manfaat air sungai bagi kebutuhan MCK. Untuk penilaian p (0,038), nilai p<0,05 jadi ada hubungan antar pengetahuan subjek dan pengetahuan subjek manfaat air sungai bagi kebutuhan MCK. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p (0,040) memiliki hubungan yang signifikan antara sikap terhadap kebutuhan MCK dan pemanfaatan air sungai. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p (0,031) menunjukkan hubungan yang signifikan antara t ind a kan untuk kebutuhan MCK dan penggunaan air sungai. K esimpulannya, ada hubungan antar a faktor perilaku (pengetahuan, sikap, dan tindakan) dengan pemanfaatan air sungai bagi keperluan M CK di Desa Renggeang Kecamatan L imboro Kabupaten P olewali Manda r. Disaranakan Dinas Kesehatan perlu memberikan penyuluhan kesehatan didesa.
Suprapto Suprapto, Trimaya Cahya Mulat, Hartaty Hartaty
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), Volume 3, pp 96-102; https://doi.org/10.36590/kepo.v3i1.303

Abstract:
Masa pandemi Covid-19 menyebabkan banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari, virus Corona dapat menyerang berbagai golongan salah satunya termasuk mahasiswa yang tingkat imunitas rendah. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh edukasi gizi seimbang menggunakan media video terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa pada masa pandemik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre Eksperimen Design dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 41 subjek di Politeknik Sandi Karsa Makassar secara simple random sampling. Intervensi dengan menggunakan media video dengan durasi 4 menit dilakukan 1 kali seminggu selama 3 minggu. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner pretest dan posttest. Uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon dengan tingkat signifikan p value ? 0,05. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang gizi seimbang setelah diberikan edukasi melalui media video didapatkan value 0,000 (? 0,05) yang berarti ada pengaruh edukasi media video animasi. Kesimpulan, bahwa terdapat pengaruh edukasi gizi seimbang terhadap pengetahuan dan sikap. Media video dapat direkomendasikan sebagai media komunikasi yang efektif karena dapat memuat banyak informasi tentang materi edukasi.
Nur Aini Fahmiah, Nailiy Huzaimah, Mujib Hannan
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), Volume 3, pp 81-87; https://doi.org/10.36590/kepo.v3i1.307

Abstract:
Dismenorea adalah masalah kesehatan pada remaja yang menimbulkan masalah ketidaknyamanan atau nyeri, dan sering berdampak terhadap aktivitas remaja di sekolah. Sebanyak 61,22% remaja SMK Al-Hidayah Kepulauan Arjasa mengalami dismenorea pada saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran dismenorea dan dampaknya terhadap aktivitas sekolah pada remaja di Kepulauan Arjasa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, yaitu sebagian remaja (n=30) di SMK Al-Hidayah Arjasayang mengalami dismenorea pada saat menstruasi. Hasil penelitian, remaja memiliki usia menarche 13 tahun (56,67%), lama menstruasi 4 – 7 hari (53,33), dismenorea muncul pada hari ke-1 dan ke-2 menstruasi (73,33%), skala nyeri 7 – 10 (50%), dan tidak menggunakan obat atau terapi lain saat dismenorea (90%). Gambaran aktivitas remaja di sekolah saat mengalami dismenorea yaitu pulang ke rumah saat dismenorea (43,33%), dismenorea muncul pada hari ke-1 dan ke-2 menstruasi (73,33%), mengalami penurunan konsentrasi (53,33%), merasa lemas saat pembelajaran (60%), dan memilih berdiam diri di kelas (63,33%). Remaja putri di SMK Al-Hidayah Kepulauan Arjasa membutuhkan promosi kesehatan tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang manajemen dismenorea secara mandiri untuk mencapai derajat kesehatan remaja yang lebih baik dan mengurangi dampak dismenorea terhadap aktivitas akademis di sekolah.
Iva Gamar Dian Pratiwi, Yahdiyatul Amanah
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), Volume 3, pp 103-107; https://doi.org/10.36590/kepo.v3i1.346

Abstract:
Ruptur perineum adalah kondisi terputus pada jaringan perineum,kejadian ini biasanya terjadi pada pertama ataupun persalinan selanjutnya, jika tidak tertangani dengan tepat maka berdampak pada infeksi dan perdarahan yang menyebabkan kematian ibu. Penyebab terbanyak dari perdarahan adalah rupture perineum sehingga menimbulkan infeksi, maka diperlukan peningkatan mutu dari pelayanan kesehatan untuk mencegah kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ruptur perineum spontan pada ibu nifas di BPS “H”. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Semua ibu nifas Primipara di BPM "H" tahun 2020 sebanyak 22 orang. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas memiliki personal hygiene yang kurang yaitu sebanyak 64%. Umur ibu banyak yang 20-24 tahun, pendidikan banyak yang SD, dan pekerjaan ibu banyak yang tidak bekerja/IRT.Sedangkan dari hasil penelitian pantang makan menunjukkan bahwa hampir seluruh ibu nifas melakukan pantang makan dalam penyembuhan ruptur perineum spontan yaitu sebanyak 77%, Ibu nifas banyak yang masihmelakukan pantang makan ikan laut, daging, sayur dan telur, karena larangan / tradisi dari orang tuanya. Makanan tersebutdianggap dapat menyebabkan darah nifas berbau amis, luka berair dan tidak cepat sembuh. Dari hasil penelitian istirahat/tidur menunjukkan bahwa setengahnya ibu nifas memiliki istirahat/tidur yang cukup dalam penyembuhan ruptur perineum spontanyaitu sebanyak 50%. Salah satu upaya dalam penyembuhan ruptur perineum spontan yaitu ibu nifas harus mengubah gaya hidup terutama pada pola makan, personal hygiene, dan memenuhi kebutuhan istirahat/tidur.
Ratna Ratna, Muzakkir Muzakkir, Silva Allo, Suhartatik Suhartatik
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), Volume 3, pp 74-80; https://doi.org/10.36590/kepo.v3i1.300

Abstract:
Keluarga Berencana secara umum dapat diuraikan bahwa keluarga berencana ialah suatu usaha yang mengatur banyaknya jumlah kelahiran sedemikian rupa sehingga bagi ibu maupun bayinya dan bagi ayah serta keluarganya atau masyarakat yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kelahiran tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik. Penelitian ini menggunakan desain systematic literature review. Artikel dikumpulkan melalui database PubMed, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci injectable contraception,injectable contraception with weight gain,the relationship between injecting KB acceptors with weight gain and the relationship between injection contraception and weight gain. Kriteria artikel yang digunakan adalah yang dipublikasikan dari tahun 2010 sampai dengan 2020. Hasil tinjauan literature menunjukkan hubungan akseptor KB suntik dengan kenaikan berat badan. Penelusuran artikel yang terkait 10 sumber yang termasuk dalam kriteria. Kesimpulannya penggunaan KB suntik dapat meningkatkan berat badan di karenakan efek samping dari KB, maka dari itu ada hubungan yang signifikan lama penggunaan KB suntik akan mengakibatkan kenaikan berat badan pada akseptor.
, Nurul Fuady Fitryani Ahmad
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), Volume 2, pp 56-61; https://doi.org/10.36590/kepo.v2i2.173

Abstract:
Kecemasan yang berlebihan dapat mengganggu kondisi psikis dan mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari sehingga produktivitas seseorang akan menurun atau berkurang. tujuannya untuk mengetahui kecemasan masyarakat ditengah pandemi covid-19 di Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, dimana Adapun besar sampel pada penelitian ini sebanyak 100 subjek dari 44.828 populasi yang ada di Kcematan Lalabata. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah quota sampling dengan menggunakan program SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah jumlah subjek mengalami panik sebanyak 53 subjek (53%), kurang dari setengah subjek mengalami kecemasan berat sebanyak 27 resonden (27%), kecemasan sedang sebanyak 9 subjek (9%), kecemasan ringan sebanyak 9 subjek (9%) dan tidak ada kecemasan sebanyak 2 subjek (2%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah masyarakat merasakan panik akan tertular dengan virus tersebut. Kecemasan terjadi dikarenakan informasi yang belum tentu benar dan kurangnya pengtahuan, sehingga masyarakat membatasi diri dengan lingkungannya. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk memanfaatkan data dan informasi yang telah didapat sebagai acuan untuk pengembangan penelitian tentang kecemasan masyarakat ditengah pandemi covid-19.
, Siti Sarti, Zakiyah Yasin, Nelyta Oktavianisya, Rohimatus Sholihah
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), Volume 2, pp 49-55; https://doi.org/10.36590/kepo.v2i2.170

Abstract:
Anemia yang tidak ditatalaksanai pada ibu hamil dapat berdampak pada perkembangan janin. Prevalensi anemia tertinggi di Kabupaten Sumenep ada pada Puskesmas Batang-Batang. Kabupaten Sumenep sangat kaya akan tanaman Kelor (Moringaoleifera) yang sudah terkenal akan manfaatnya dan sangat mudah didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sayur daun kelor terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen dengan desain pre-post tes dalam satu kelompok perlakuan. Responden penelitian didapatkan secara acak dari populasi ibu hamil (n=27). Data dianalisis dengan menggunakan uji Paired T-test. Hasil peneliltian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, hampir seluruhnya ibu mengalami anemia ringan (8-11 g/dl; 93%). Setelah perlakuan, hampir seluruhnya kadar hemoglobin ibu dalam rentang normal (> 11 g/dl; 96%). Sayur bening daun kelor dapat membantu meningkatakan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia. Perlu penelitian lebih lanjut dengan skala besar tentang pengaruh daun kelor secara independen terhadap kenaikan hemoglobin pada ibu hamil.
, Putri Rahmadani Br. Limbong
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), Volume 2, pp 39-48; https://doi.org/10.36590/kepo.v2i2.168

Abstract:
Tindakan keperawatan mandiri yang bisa diberikan kepada klien dengan DM Tipe 2 sebagai alternatif yang dapat dipilih untuk mengatasi gangguan istirahat-tidur adalah dengan memberikan terapi relaksasi otot progresif. Relaksasi otot progresif sebagai salah satu teknik yang telah terbukti mengatasi keluhan anxietas, insomnia, kelelahan, kram otot, nyeri leher dan pinggang, tekanan darah tinggi, phobia ringan dan gagap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur dengan relaksasi otot ptogresif terhadap kualitas tidur pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 Di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan. Desain Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan rancangan studi kasus masalah keperawatan medikal bedah. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman teknik relaksasi progresif dan kuesioner. Hasil dari studi kasus ini didapatkan kedua pasien memahami dan mengaplikasikan tindakan relaksasi otot progresif. Kesimpulan studi kasus ini peneliti menemukan terdapat kesenjangan antara kedua responden meliputi umur, tanda-tanda vital, gangguan pola tidur dan terapi yang diberikan pada responden berbeda. Rekomendasi peneliti adalah sebaiknya peneliti selanjutnya melakukan asuhan keperawatan tentang kebutuhan istirahat tidur dengan tindakan relaksasi otot progresif sesuai prosedur dan menambahkan variabel lain dalam penelitian.
, Neza Chartean, Sri Wahyuni
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), Volume 2, pp 62-67; https://doi.org/10.36590/kepo.v2i2.174

Abstract:
Diabetes Mellitus Tipe II adalah suatu kumpulan gejala yang timbul karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin sehingga mengakibatkan nyeri pada kaki dan penderita dianjurkan untuk melakukan senam kaki. Tindakan ini sebagai pencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah ke ekstremitas bawah dan mempelancar mobilitas sendi pada bagian kaki yang dilakukan dengan durasi 30-50 menit selama 3-5 kali dalam seminggu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah nyeri dengan senam kaki diabetik menggunakan pendekatan proses keperawatan Rancangan metode studi kasus penelitian ini bersifat deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 2 pasien sesuai dengan kreteria inklusi. Hasil penelitian setelah diberikan senam kaki pada pasien pertama terjadi penurunan nyeri dari skala 5 berkurang menjadi 3, sedangkan pasien kedua dengan skala nyeri 7 menjadi 4. Sehingga dapat disimpulkan pemberian senam kaki dapat menurunkan skala nyeri. Diharapkan peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam lagi tentang senam kaki.
Dina Florenza Laowo,
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), Volume 2, pp 68-73; https://doi.org/10.36590/kepo.v2i2.183

Abstract:
DM Tipe 2 ialah suatu kondisi hiperglikemia karena resistensi insulin di jaringan perifer. Kenaikan jumlah penderita DM semakin meningkat dikarenakan komplikasi yang menimbulkan permasalahan yang besar yaitu permasalahan pada kaki. Sebelum terjadi luka pada kaki, penderita diabetes perlu memperhatikan kondisi kakinya dan melakukan pencegahan yaitu perawatan kaki.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemenuhan pendidikan kesehatan pada pasien penderita DM tipe 2 dalam mencegah terjadi luka pada kaki dengan melakukan perawatan kaki. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendidikan kesehatan tentang perawatan luka kaki pasien diabetes mellitus tipe 2 menggunakan pendekatan proses keperawatan yang dilakukan peneliti meliputi tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, intevensi, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan pada 2 orang pasien dengan diagnosa yang sama dengan masalah penyakit DM tipe 2. Hasil penelitian diperoleh penyuluhan kesehatan yang diberikan tentang perawatan luka dapat meningkatkan perubahan perilaku hidup sehat tentang perawatan luka kaki. Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 6 hari, kedua pasien memahami cara melakukan perawatan kaki. Untuk peneliti lain, hendaknya membahas lebih mendalam lagi tentang edukasi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2.
Back to Top Top