Al-afkar, Journal for Islamic Studies

Journal Information
ISSN / EISSN: 26144883 / 26144905
Total articles ≅ 40

Latest articles in this journal

F.X Susanto
Published: 15 November 2022
al-Afkar, Journal For Islamic Studies pp 315-322; https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v5i4.379

Abstract:
Artikel ini bertujuan untuk menganalis manajemen penguatan pendidikan karakter dalam mewujudkan mutu lulusan siswa di sekolah satuan pendidikan kerjasama. Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) adalah kategori sekolah yang dicetuskan oleh pemerintah sebagai pengganti kategori Sekolah Nasional Plus dan Sekolah Internasional. Berdasarkan Permendikbud No:31 Tahun 2014 Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) wajib mengajarkan mata pelajaran Pendidikan Agama dan budi pekerti, PPKn, dan Bahasa Indonesia untuk menguatkan karakter siswa. Melalui penguatan pendidikan karakter, individu berproses serta menjadi insan yang memiliki mental, spiritual serta kognitif. Integrasi nilai-nilai agama, nilai luhur, serta kognisi akan membentuk peradaban yang maju. Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia, pendidikan karakter harus mengandung perekat bangsa yang memiliki beragam budaya dalam wujud kesadaran, pemahaman, dan kecerdasan kultural masyarakat. Di sekolah satuan pendidikan kerjasama, manajemen pendidikan karakter tersusun dengan baik bersama dengan kurikulum pendidikan, RPP, silabus, serta dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran di sekolah.
Kartono
Published: 13 November 2022
al-Afkar, Journal For Islamic Studies pp 306-314; https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v5i4.383

Abstract:
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji bagaimana manajemen pendidikan karakter pelajaran Pancasila melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan merupakan proses perubahan perilaku melalui interaksi dengan lingkungannya. Kualitas perilaku peserta didik di saat ini merupakan hasil pendidikan di masa lalu, dan pendidikan dasar saat ini akan berpengaruh besar terhadap perilaku peserta didik di masa yang akan datang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka di dalam diri peserta didik harus ditanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang bersumber dari Agama, Pancasila, dan Budaya. Pendidikan karakter bukan hal baru dalam tradisi pendidikan di Indonesia. Pendiri bangsa, seperti Soekarno telah mencoba menerapkan semangat pendidikan karakter sebagai pembentuk kepribadian dan identitas bangsa yang bertujuan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berkarakter. Tulisan ini menyimpulkan bahwa tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah menciptakan warga negara yang memiliki wawasan kenegaraan, menanamkan rasa cinta tanah air, dan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia dalam diri para generasi muda penerus bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air rasa ini diwujudkan dalam bentuk bela negara. Pendidikan kewarganegaraan adalah mempersiapkan pribadi sebagai warga negara dan anggota masyarakat yang bertanggungjawab, menanamkan dasar pembangunan berkelanjutan bagi kesejahteraan manusia dan pelestarian lingkungan hidup serta menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada penguasaan pengembangan dan penyebaran Iptek dan seni demi kepentingan kemanusiaan.
Jonisar, Syatiri Ahmad, Tentri Septiyani, Asmawati, Dudi Suprihadi
Published: 5 November 2022
al-Afkar, Journal For Islamic Studies pp 233-240; https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v5i4.338

Abstract:
Tulisan ini bertujuan mengkaji konsepsi kepemimpinan pendidikan dalam Islam. Dalam hal ini disimpulkan bahwa Kepemimpinan merupakan suatu proses kegiatan seseorang untuk mempengaruhi, menggerakkan dan mengkoordinasikan individu atau kelompok agar terwujud hubungan kerjasama dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pemimpin pendidikan (sekolah) harus memiliki beberapa keterampilan. Pertama, kemampuan mengorganisir dan membantu staf dalam merumuskan perbaikan program pembelajaran. Kedua, kemampuan memupuk kepercayaan diri guru dan staf. Ketiga, kemampuan membangun kerjasama dalam pengembangan program supervisi. Keempat, kemampuan mendorong partisipasi staf dalam usaha mencapai tujuan sekolah. Pemimpin adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab besar dalam sebuah organisasi atau kehidupan bermasyarakat, menjadi seorang pemimpin harus memiliki yang berketinggian dalam berkehidupan sehingga bisa dijadikan teladan oleh anggotanya. Dalam Islam sendiri disampaikan kepada Umat agar menjadi pemimpin yang sesuai dengan syariat yang ada pada ajaran agama Islam, yang selanjutnya menuju kepemimpinan Islami, yaitu kepemimpinan yang lebih mengarah pada tuntunan pendidikan agama Islam dengan prinsip-prinsip yang telah ada dalam Al-Quran dan keteladanan dari Rasulullah Saw.
Ridwan Effendi
Published: 5 November 2022
al-Afkar, Journal For Islamic Studies pp 252-267; https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v5i4.375

Abstract:
Pengajaran qawaid merupakan salah satu materi yang sulit untuk difahami karena berisi rumusan baku terkait aturan dalam bahasa arab baik diberikan kepada orang normal maupun penyandang disabilitas, dalam hal ini disabilitas netra. Tujuan penelitian ini untuk mengintrepretasikan tahapan materi Qawaid Arab Lijar dengan pendekatan R&D. Model yang digunakan adalah model 4D (Define-Design-Develop-Disseminate). Analisis yang digunakan kualitatif-kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Define terdiri analisis awal-akhir proses pembelajaran, analisis materi pembelajaran dan analisis butir soal. (2) Design pada tahapan ini mencakup kegiatan pemilihan materi dan layout bahan ajar (3) Develop, pada yaitu validasi ahli dan uji keterbacaan. (4) Disseminate yaitu tes validasi terhadap bahan ajar Qawaid Lijar (Qawaid Lima Jari) yang telah diujicobakan kepada 25 santri di Pondok Pesantren Sam’an Netra Mulia Bandung. Hasil uji validitas diketeahui bahwa nilai r tabel (0.39) r hitung > r tabel maka seluruh butir valid. Hasil tes rata-rata 90.36.
Ajat Rukajat, M. Makbul
Published: 5 November 2022
al-Afkar, Journal For Islamic Studies pp 241-251; https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v5i4.361

Abstract:
Masalah yang diidentifikasi dari hasil observasi dan pengamatan awal terhadap pelaksanaan kegiatan pendidikan anak usia dini di Kelompok Bermain Bermartabat diketahui bahwa Motivasi orang tua dalam upaya mempersiapkan pendidikan anak usia dini masih sangat kurang. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya proses yang dilakukan oleh orang tua dalam pendidikan anak usia dini di RA Al-Furqaan. Perumusan pertanyaan penelitian adalah Bagaimana hasil dari proses pelaksanaan orang tua dalam mempersiapkan pendidikan anak usia dini. Dan faktor-faktor apa yang perlu ditingkatkan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang anak usia dini bagi orang tua murid. Tujuan dari Penelitian ini untuk memperoleh data dan informasi tentang hasil dari upaya /usaha-usaha orang tua dalam mempersiapkan pendidikan anak usia dini di RA Al-Furqaan. Dari hasil uji coba angket dapat di peroleh data atau informasi bahwa orang tua murid sudah banyak menyadari akan pentingnya pendidikan anak usia dini dan untuk pembinaan dan bimbingan perlu adanya usaha dan motivasi yang tinggi dari orang tua melalui keterlibatan langsung dalam proses kegiatan pembelajaran anak usia dini. Dan faktor-faktor yang menjadi hambatan bagi orang tua dalam pendidikan anak usia dini perlu di tingkatkan melalui penyuluhan dan komunikasi serta kerjasama antara orang tua dan guru.
Naufal Ahmad Rijalul Alam, Asyraf Isyraqi Jamil, Mohamad Azrien Mohamed Adnan
Published: 27 October 2022
al-Afkar, Journal For Islamic Studies pp 215-232; https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v5i4.367

Abstract:
The number of pesantren Muhammadiyah has increased dramatically in recent years. Therefore, a mapping of pesantren Muhammadiyah research is required to find the trend of publications, article citations, publishers, and keywords. Through bibliometric studies, this article seeks to identify and analyze pesantren Muhammadiyah's studies published in reputable journals between 2011 and 2020. The mind-mapping method used in this study consisted of four stages: first, searching articles from the Google Scholar database using the Publish or Perish (PoP) applications. Second, papers are filtered. Third, double-check and complete the paper metadata. Fourth, arranging bibliometric analysis using the VOSviewer. The investigation yielded four conclusions: first, Pesantren Muhammadiyah publication trends yearly. The study revealed an improving publication trend; second, the scope of religious awareness received the most citations in pesantren Muhammadiyah articles; third, the most reports on pesantren Muhammadiyah and its publisher. The most frequently cited journal is Jurnal Tarbiyatuna, the most commonly cited publisher is Universitas Muhammadiyah Makassar, and the most frequently cited author keywords in pesantren Muhammadiyah articles are Universitas Muhammadiyah Makassar. The most widely used keyword term by authors is pesantren Muhammadiyah. The findings of this study, the number of publications in pesantren Muhammadiyah increased, and the number of citations decreased.
Bahagia, Leni Muniroh2, Abdul Karim Halim, Rimun Wibowo, M. Azhar Al-Wahid
Published: 27 October 2022
al-Afkar, Journal For Islamic Studies pp 208-214; https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v5i4.374

Abstract:
The main objective of this research is to find religious, social and cultural values based on wayang golek entrepreneurship. The research method used is a qualitative method. Meanwhile, the respondents were taken using purposive technique. Data collection is done by in-dept-interview, documentation, and observation. The results of the study indicate that there are moral values in the wayang golek business because to make wayang, one must understand the character of the wayang. While the puppet characters include wisdom, musharaka, and honesty. second, the preservation of wayang is carried out by providing training to elementary school students so that the younger generation understands wayang. In addition, the wayang market is held from Bogor, DKI. Jakarta, D.I. Yogyakarta, and Bali. Finally, making puppets must pay attention to the type of wood because the wood used will be related to the resistance of the puppets.
Abdul Rojak
Published: 25 October 2022
al-Afkar, Journal For Islamic Studies pp 290-297; https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v5i4.381

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena menarik pada penyelenggaraan Madrasah Aliyah di kota Serang Provinsi Banten. Perhatian Pemerintah Daerah yang sangat kuat terhadap pendidikan keagamaan menajdi fokus permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini menyajikan hasil penelitian tentang manajemen pembelajaran dalam peningkatan mutu lulusan Madrasah Aliyah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan pada Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Serang. Analisa data menghasilkan kesimpulan bahwa capaian hasil pelaksanaan pembelajaran di Madrasah Aliyah selama ini telah memenuhi standar kelulusan siswa, namun dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran masih belum optimal. Pelaksanaan kebijakan dan program pendidikan bermutu pada MA dilakukan oleh guru sehingga lulusan MA mempunyai : 1). Mengusai pengetahuan agama dan mampu membaca Al-Qur’an dan menulis huruf Arab juga mampu melaksanakan ibadah sesuai dengan syarat dan rukunya. 2). Karakter Siswa MA dalam kehidupan sehari-hari dan bersosial saling menghargai sesama dan menghormati orang tua dan selalu ramah dan sopan santun dalam kehidupan sehari hari. 3). Siswa mengaplikasikan pengetahuan agama pada kehidupan sehari-hari dengan tatakrama sopan santun dan berakhlaq mulia. Untuk itu dalam rangka penerapan manajemen pembelajaran dalam peningkatan mutu lulusan pada madrasah Aliyah, maka sudah seharusnya Pemerintah memberikan perhatian yang maksimal kepada pendidikan Islam di Indonesia, khususnya madrasah Aliyah.
Bagaskoro
Published: 25 October 2022
al-Afkar, Journal For Islamic Studies pp 268-280; https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v5i4.376

Abstract:
Manajemen mutu dalam pembelajaran meliputi : perencanaan, pengorganisasian pembelajaran. pelaksanaan pembelajaran, pengawasan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Dibutuhkan tenaga pendidik yang memiliki kapabilitas, kompetensi dan profesional untuk menjadikan lulusan SMK pelayaran memiliki kompetensi dalam bidangnya. Mutu pembelajaran merupakan salah satu elemen penting dalam mendidik agar peserta didik mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki.. kegiatan pembelajaran yang bermutu menggunakan prinsip-prinsip yang (1) berpusat pada peserta didik, (2) mengembangkan kreativitas peserta didik, (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, (4) bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika, dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang kontekstual, efektif, efisien, menyenangkan dan bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa 1). Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran memiliki kekhasan tersendiri dimana tenaga pendidik merupakan pengajar yang direkrut dari orang-orang dengan latar belakang pendidikan kepelautan 2). Aspek kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional merupakan kekurangan tenaga pendidik yang berlatar belakang pelaut untuk tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal. Guna mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perubahan paradigma tenaga pendidik dan pengelola sekolah, keterpaduan antara tenaga pendidik dan pengelola sekolah dalam hal program peningkatan kompetensi tenaga pendidik yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada semua mata pelajaran di sekolah khususnya mata pelajaran bidang kepelautan
Ahmad Gunawan
Published: 25 October 2022
al-Afkar, Journal For Islamic Studies pp 298-305; https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v5i4.382

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengembangan manajemen mutu madrasah dalam meningkatkan mutu lulusan di madrasah Aliyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode library research berupa penelaan berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen mutu madrasah dimulai dengan memiliki teamwork yang berkualitas dalam peningkatan mutu dengan peran dan tanggung jawab yang terstruktur. Menjadi sebuah kebutuhan dan keharusan lembaga pendidikan Islam khususnya Madrasah Aliyah untuk meningkatkan mutunya guna menghadapai persaingan global. Untuk itu: 1). Perencanaan program madrasah Aliyah dirumuskan bersama stakeholder. 2). Pelaksanaan rencana kerja oleh Kepala Madrasah yang bertanggung jawab, 3). Pengawasan dan evaluasi dilakukan secara obyektif dan berkelanjutan yang didasarkan pada standar nasional. Madrasah Aliyah yang bermutu disebut juga madrasah yang berprestasi atau madrasah yang unggul. Madrasah yang unggul dan bermutu itu adalah madrasah yang mampu bersaing dengan siswa di luar Madrasah dan memiliki karakter serta nilai-nilai akhlak yang baik.
Back to Top Top