Refine Search

New Search

Advanced search

Publisher Universitas Komputer Indonesia

-
58 articles
Page of 6
Articles per Page
by
Irwan Tarmawan, Rima Nur Amalina
Published: 28 February 2019
VISUALITA, Volume 7, pp 23-29; doi:10.33375/vslt.v7i2.1454

Abstract:Film is communication and entertainment media comprising artistic and aesthetic elements. The source of stories in the film can be inspired by various sources, one of them is novel. Pride and Prejudice is one of Jane Austen’s works in which its stories have been adapted in various artworks, such as film. Popular adaptation of Pride and Prejudice with similar title is the feature length film version published in 2005 and tv serial published in 1995. Film has two main elements of film making, namely: narrative and cinematic elements. Both elements related to each other for create cinematic point of view and aesthetic film.
Aquamila Bulan Prizilla, Agus Sachari
Published: 28 February 2019
VISUALITA, Volume 7, pp 1-12; doi:10.33375/vslt.v7i2.1455

Abstract:Batik Rifa’iyah is a batik created and developed by followers of Shaikh Ahmad Rifa’i, also known as the Rifa’iyah. The tradition stemmed from Shaikh Ahmad Rifa’i's prohibition of drawing living beings. Today, the Batik making tradition is in decline, and would go extinct without proper preservation efforts. One way to preserve the tradition is by passing the Rifa’iyah batik making tradition to the next generation of the community. This study is limited to the next generation of Rifa’iyah community in Kalipucan Wetan whose age between 15-30 years old. This study focuses on one of batik making technique called the klowong. The study’s methodology is adopted from ethnographic approaches. The approach analyzes socio-cultural aspects, of which are experimented and applied by using the klowong technique to pass down the batik making tradition to Rifa’iyah in Kalipucang Wetan. Qualitative methods used are literature studies, field study by observation, in-depth interviews, voice recordings, and photography. Currently, the klowong technique is passed down by imitation. Preservation of the klowong technique requires innovation to help apprentices learn the technique. It is found different models of passing down the klowong technique are required to suit a batik maker’s skills.
Rini Maulina
Published: 28 February 2019
VISUALITA, Volume 7, pp 45-59; doi:10.33375/vslt.v7i2.1461

Abstract:Indung is a Sundanese word. The word in Indonesian and English means mother. The word Indung is found in Sundanese cultural artifacts, one of which is in the waditra, a Sundanese traditional musical instrument, for example in the waditra Kacapi called Kacapi Indung. This research is a pre-research that uses library research methods and aims to know Indung as a symbol of Sundanese culture, by conducting a study on Kacapi Indung and the theories used are psychoanalysis and culture. Analysis of Indung with the use of these theories indicates that the existence of Indung is present in all categories made by experts and shows significant suitability.
Irma Rochmawati
Published: 28 February 2019
VISUALITA, Volume 7, pp 31-44; doi:10.33375/vslt.v7i2.1459

Abstract:IWEARUP.COM is a website that is an e-commerce based. It contains information about buying, selling, distributing, and marketing fashion products. A business website is an example of using design as a marketing tool. Display of charming website with design is an attraction. However, a good website design must be able to display information clearly. Especially how to make the interface possible as it is not confused with the information displayed. Poor interfaces affect the users productivity or experience in visiting a website. This is a visual hierarchy which is the most important principles behind every website design. With an instrumental case study of the approach to produce conclusions that can be applied in designing e-commerce-based website. The goal is to make the website design in line with the content that will increase the website design and increase knowledge about the visual hierarchy of web design and its relation to the user interface.
Nurul Fadilah, Rini Maulina
Published: 27 February 2019
VISUALITA, Volume 7, pp 1-9; doi:10.33375/vslt.v7i2.1451

Abstract:Jambi Malay ethnic communities in the province of Jambi have livelihoods as farmers. In farming, they use the ways and tools of traditional. Farm tools of the Jambi Malay ethnic communities are the artifacts that need to be analyzed, scrutinized, and recorded as the corpus of the thinking and creativity of the community ancestor Jambi Malay. The aim of the research is classifying the traditional tools in farming system payo on Jambi Malay ethnic communities. The approach used in this study is the ethnographic and the methods used to obtain data is a research library, observation, and interviews. The research showed that Jambi Malay ethnic community uses traditional farming tools namely Parang Panjang, Kayu Pengait, Pangkur, Keruntung, Ambung, Tajak, Sabit, Kisaran, Nyiru, dan Tikar Rumbai. The Jambi Malay ethnic communities traditional tools classified into two major class i.e cutter (dynamic) and container (static) tools. Classification obtained is expected to motivate the holding of study, research, and comprehensive archiving of traditional agricultural tools of Jambi Malay ethnic communities as part of Indonesian culture artifacts.
M Syahril Iskandar
Published: 22 November 2018
VISUALITA, Volume 2; doi:10.33375/vslt.v2i1.1093

Abstract:Iklan televisi merupakan media komunikasi masa yang dapat menampilkan tata ruang (visual), tata rungu (audio), serta gerak (motion) secara bersamaan. Sehingga melalui iklan televisi, memungkinkan para pengiklan dapat menampilkan berbagai kreativitas dalam memperkenalkan suatu produk terhadap masyarakat. Pembahasan utama dalam penelitian ini adalah mengenai iklan minuman ringan Coca-cola (yang merupakan produk global), hadir dalam tayangan televisi di Indonesia dengan menampilkan muatan-muatan local (local content). Dalam iklan Coca-cola tersebut terdapat adanya bentuk akulturasi budaya, yang ditampilkan melalui penggunaan kostum, genre, dan bahasa. Mellui teknik pengambilan gambar yang diterapkan, dapat memaksimalkan fungsi endorser sebagai pembawa pesan dalam iklan televisi dan mendukung karakter lokalitas tokoh yang ditampilkan.Kata Kunci : Akulturasi, Budaya, Iklan TV
Irwan Tarmawan
Published: 22 November 2018
VISUALITA, Volume 2; doi:10.33375/vslt.v2i2.1076

Abstract:Periklanan menciptakan struktur makna, menghadirkan realitas dalam kehidupan manusia. Melalui tanda yang dihadirkan memiliki makna yang tidak terlepas dalam realitas kehidupan yang mengusung ideologi-ideologi tertentu sehingga pengaruhnya begitu kuat mempengaruhi kehidupan sosial pada masyarakat. Pesan dalam bir Nova Schin ini dirancang dengan memuat teks menjadi tanda yang dibaca oleh orang berdasarkan pengalaman dalam lingkup sosialnya dengan beragam budaya yang berkembang.Struktur dan proses komunikasi dirancang oleh desainer menghasilkan sebuah desain yang memuat pesan berupa teks sebagai tanda untuk dirujuk oleh pengguna atau audience. Iklan minuman bir Nova Schin ini menghadirkan banyak tanda, baik itu visual component ataupun linguistic component. Keduanya saling mengisi untuk memberikan makna seutuhnya dalam teks yang dihadirkan. Iklan tersebut memiliki fungsi ganda sebagai komunikasi sekaligus signifikasi, dimana pesan sebagai unsur utama iklan. Dalam mentransfer makna iklan merepresentasikan nilai melalui pertukaran sesuatu, kesenangan, kegagahan, gaya hidup dan lainnya.Kata kunci: Elemen Komunikasi dan Multimodal text.
Noor Hasyim, Abi Senoprabowo
Published: 22 November 2018
VISUALITA, Volume 5; doi:10.33375/vslt.v5i1.1106

Abstract:Televisi dianggap sebagai media iklan paling berpengaruh dan mampumenjangkau luasnya spektrum konsumen. Televisi memungkinkan tiga kekuatan generator makna yang berkolaborasi membentuk sistem pertandaan, yakni narasi, audio dan visual. Di era globalisasi ini perusahan dituntut membuat iklan yang lebih dari biasa. Tuntutan ini membuat biro iklan memciptakan iklan yang terkadang membingungkan konsumen. Untuk menengahi kebutuhan konsumen dan kreativitas pada pembuat iklan Dewan Periklanan Indonesia membuat tata cara periklanan yang disebut EPI. Walaupun EPI telah dibuat ternyata periklanan di Indonesia masih banyak yang melanggar etika periklanan tersebut. Salah satunya adalah kasus peniruan atau plagiarisme.Kata Kunci : Iklan, Televisi, Etika Iklan.
M Syahril Iskandar
Published: 22 November 2018
VISUALITA, Volume 2; doi:10.33375/vslt.v2i2.1077

Abstract:Penyajiana tayangan hiburan dalam media visual selalu menarik untuk diamati dan ditelisik kehadirannya. Terutama pengemasan tayangan hibursn berupa kesenian tradisional dalam modernitas selalu memiliki daya tarik tersendiri. Penayangan kesenian tradisional sudah hadir sejak era 80-an dimulai dengan penayangan Ria Jenaka, Srimulat, Ketoprak Humor yang kental dengan humor tradisional Jawa, saat ini penyajian humor tradisional semakin menarik dengan hadirnya Opera Van Java, namun dikemas dengan gaya modern sehingga dapat menyasar dua generasi yang berbeda jaman, yaitu generasi tua yang memiliki keterikatan emosional dengan budaya tradisional dan generasi modern sebagai media untuk mengenalkan kesenian tradisional yang tidak kehilangan pamor di era modern. representasi tradisional dan modern tampak pada tanda-tanda visual penayangan Opera van Java yait berupa mimik, pantomimik, ucapan, tingkah laku, perbuatan, dan setting tempat/suasana yang hadir, meskipun sangat kental dengan budaya tradisional Jawa namun tidak membuat audience merasa asing karena pada saat yang bersamaan sentuhan modern sangat terasa dalam penayangannya. Khusus dalam acara Opera Van Java, ide dasar yang diangkat tetap pewayangan, namun telah mengalami distorsi dengan mengangkat cerita dari negara lain, seperti Cinderella dan Sun Go Kong.Pengemasan Opera Van Java sendiri tentunya lebih beragam dan lebih modern. Makalah ini menyajikan fenomena dari hadirnya Opera Van Java dalam program humor di media televisi dengan mengangkat budaya Jawa. Opera van Java menyajikan nuansa budaya yang tidk kolot karena dikemas sedemikian rupa sehingga mampu dinikmati oleh kalangan muda yang kurang tersentuh budaya tradisional. Mulai dari setting tempat yang disajikan khas dengan ornament Jawa yang menggambarkan makna mendalam bagi generasi tua yaitu perasaan akrab dengan kekhasan masa lalu, bagi generasi muda hal ini menjadi ajang pengenalan budaya dan menumbuhkan kebanggaan kekayaan tardisi.kata kunci: Budaya, Opera.
Page of 6
Articles per Page
by