Publisher Universitas Nusantara PGRI Kediri

-
195 articles
Page of 20
Articles per Page
by
Nur Solikin, Budi Hartono, Zaenal Fanani, M Nur Ihsan
JURNAL NUSANTARA APLIKASI MANAJEMEN BISNIS, Volume 3, pp 81-85; doi:10.29407/nusamba.v3i2.12543

Abstract:Peran serta masyarakat sangat menentukan arah dan percepatan pencapaian tujuan dalam pembangunan, partisipasi kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan harapan dan profesi menjadi pemersatu sekaligus energy social. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis partisipasi dan tingkat kesejahteraan peternak sapi potong di Kabupaten Kediri. Responden sebanyak 150 peternak yang dipilih secara sengaja. Data penelitian dicari melalui wawancara dan pengisian angket, metode analis data mengunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi peternak dalam kelompok tergolong tinggi, sehingga memperngaruhi kesejahteraan dengan indicator peningkatan pendapatan peternak.
Khaerumam Khaeruman, Ahmad Mukhlis
JURNAL NUSANTARA APLIKASI MANAJEMEN BISNIS, Volume 3, pp 22-33; doi:10.29407/nusamba.v3i2.12144

Abstract:His research has a purpose to know and test the influence between Competency Assistant Program of Family of Hope (PKH) and UMKM together to increase education of children of PKH participant in District of Ciruas Regency of Serang. While the research method using quantitative research approach. Based on the results of the study showed that the results of simple correlation analysis (r) using SPSS program version 22 obtained value of 0.144, meaning that the closeness of the relationship between variables Competency Assistant PKH and SMEs on Education Children Participant PKH is strong because the value of 0.144> 0.5 and are in the low range ie (0.00 - 0.20). The amount of independent variable contribution is determined by the coefficient of determination and obtained calculation of 14.4%, meaning that the Competency Assistance variable of PKH and UMKM affects the Education of Child Participant PKH 14.4%, and the rest 85.6% is influenced by other variables not explained in this research model. While the results of hypothesis testing using SPSS program version 22 obtained Fcount value of 12.969 greater than Ftabel of 3.10 and Sig F value of 0.000 smaller than 0.05 then there is a significant influence between Competency Assistance PKH and UMKM simultaneously to the Education of Participant Children PKH in Kecamatan Ciruas, Serang regency. Keywords: Competence, UMKM and Education
Endang Susilowati
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 44-53; doi:10.29407/pn.v4i1.12494

Abstract:Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME). Jenis metode penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tahapan setiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri 4 Kradenan dengan jumlah siswa 27 orang yang terdiri dari 11 orang siswa laki-laki dan 16 orang siswa perempuan.. Teknik pengumpulan data berupa teknik non tes dan teknik tes. Alat pengumpul data menggunakan lembar observasi dan tes formatif. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa. Hal ini dapat di lihat dari aktivitas siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 59,84 dengan kategori cukup aktif meningkat pada siklus II sebesar 7,78 menjadi 67,62 dengan kategori aktif. Persentase aktivitas siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 57,14% dengan kategori cukup aktif meningkat 19,05% pada siklus II menjadi 76,19% dengan kategori aktif. Hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 63,81 dengan kategori belum tuntas, meningkat sebesar 10,24 pada siklus II menjadi 74,05 dengan kategori tuntas. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 61,90% dengan kategori cukup tinggi, meningkat 14,29% pada siklus II menjadi 76,19% dengan kategori tinggi.
Sri Prihandini
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 60-66; doi:10.29407/pn.v4i1.12465

Abstract:Permasalahan utama adalah rendahnya hasil belajar siswa di kelas V SD Negeri 3 Banjarsari pada pembelajaran IPA materi Tumbuhan Hijau. Sehubungan dengan hal tersebut, maka peneliti menerapkan Model pembelajaran pemanfaatan lingkungan alam sekitar sekolah yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 3 Banjarsari pada pelajaran IPA pada materi tumbuhan Hijau. Desain yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model PTK yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Targgart. jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Pelaksanaan ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dan masing-masing dua tindakan/pertemuan. Pada tindakan pertama siklus I hasil persentase aktivitas guru mencapai 60% dan tindakan ke II mencapai 66,7% berada dalam kategori cukup. Sedangkan hasil persentase aktivitas siswa pada tindakan pertama siklus I mencapai 53,3% dan tindakan ke II mencapai 60% berada dalam kategori kurang. Pada hasil evaluasi tindakan pertama siklus I nilai rata-rata mencapai 6,5 ini di kategorikan belum berhasil. Pada tindakan kedua nilai rata-rata mencapai 6,8 ini dikategorikan sudah cukup. Pada Siklus ke II pertemuan I hasil persentase aktivitas guru mencapai 80% dan pertemuan II mencapai 93,3% berada dalam kategori sangat baik. Sedangkan hasil persentase aktivitas siswa pada pertemuan kedua tindakan pertama mencapai 66,7% dan tindakan ke dua mencapai 86,7% berada dalam kategori sangat baik. Pada hasil evaluasi tindakan pertama siklus II nilai rata-rata mencapai 6,9 dan tindakan ke dua mencapai 7,5 berada dalam kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa SD Negeri 3 Banjarsari kelas V meningkat dengan model pembelajaran menggunakan pemanfaatan lingkungan alam sekitar sekolah.
Cholifah Tur Rosidah
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 38-43; doi:10.29407/pn.v4i1.12368

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh pembelajaran berbasis multiliterasi terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan latar belakang rendahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan ialah kuantitatif dengan bentuk Quasi Eksperimental Design bentuk Non-Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh mahasiswa PGSD yang memprogram mata kuliah pembelajaran Bahasa Indonesia yang terbagi dalam kelas 2016 A, B, C, D, dan E. Namun, sampel yang terpilih sesuai tujuan penelitian ialah kelas B sebagai kelas eksperimen dan kelas C sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest yang berisi tentang materi pembelajaran bahasa Indonesia di SD. Tes yang diberikan sebelumnya telah melalui uji validitas dengan skor 1, uji realibilitas dengan skor 0,685. Skor tersebut menunjukkan bahwa instrumen tes telah valid, dan reliabel. Selanjutnya data yang telah didapat dianalisis dengan menggunakan teknik Test-t dengan skor 0,036 yang sebelumnya telah didahului dengan melakukan uji normalitas yang menunjukkan bahwa data telah normal. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis yang mendapatkan hasil H0 ditolak berarti bahwa terdapat pengaruh pembelajaran berbasis multiliterasi terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Erwin Putera Permana
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 54-59; doi:10.29407/pn.v4i1.12431

Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa pendidikan di sekolah dasar lebih cenderung menitikberatkan pada pembelajaran konvensional, sehingga siswa kurang terlibat aktif berpikir secara kritis dan kreatif dalam proses pembelajaran disekolah. Hal ini mengakibatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran kurang. Permasalahan penelitian ini adalah pengaruh penggunaan media sosial sebagai sumber pembelajaran IPS terhadap kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif dan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subyek penelitian siswa kelas V. Jenis desain penelitian ada lah non-equivalent control group design pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Kota Kediri. Digunakan beberapa instrumen untuk mendukung penelitian ini yaitu Pengukuran motivasi belajar siswa menggunakan angket motivasi belajar, di analisis menggunakan analisis deskriptif. Pengukuran kemampuan berpikir kritis menggunakan rubrik kemampuan berpikir kritis terintegrasi dengan tes kognitif, dan pengukuran berpikir kreatif terintegrasi pada tes hasil belajar kognitif. Data ditabulasi kemudian dianalisis. Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan motivasi belajar siswa dari kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. (2) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis kelompok kontrol dengan perlakuan, (α = 0,057>0,05). (3) ada perbedaan berpikir kreatif antara kelompok kontrol dan perlakuan (α= 0,055>0,05). Disimpulkan bahwa media sosial sebagai sumber belajar IPS dapat meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif.
Suyani Suyani
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 11-16; doi:10.29407/pn.v4i1.12185

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi lingkaran metode cooperative learning tipe jigsaw di kelas VIII-A MTs N 9 Ngawi tahun pelajaran 2017/2018. Peneitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action research) karena dilakukan untuk memecahkan masalah pemeblajaran di kelas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif karena menjabarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-A MTsN 9 Ngawi. Prosedur penelitian dengan melakukan tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw II memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas VIII A MTsN 9 Ngawi. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan siklus I dan siklus II yaitu terjadi peningkatan. Rata-rata nilai siswa pada siklus I yaitu 69.22 kemudian pada siklus II menjadi 87.96. Rata-rata nilai kelompok pada siklus I yaitu 58.27 kemudian rata-rata nilai kelompok siklus II menjadi 93.85. Rata-rata skor akhir 1 ke siklus II meningkat 21% Jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus I yaitu 3% kemudian pada siklus II berkumlah 100%. Hal tersebut sudah sesuai dengan target keberhasilan yang dicapai yaitu KKM ≥ 80%.
Audi Wibowo
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 1-6; doi:10.29407/pn.v4i1.12183

Abstract:Tujuan Penelitian ini yaitu mengetahui peningkatan Pemahaman Materi Gerak Lurus Berubah Beraturan pada mata pelajaran IPA Terpadu siswa setelah penggunaan Metode Pembelajaran Problem Solving dan mengetahui peningkatan keaktifan siswa setelah penggunaan Metode Pembelajaran Problem Solving pada mata pelajaran IPA Terpadu. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII B MTsN Jogorogo Kabupaten Ngawi. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini yaitu Metode Pembelajaran Problem Solving telah dapat meningkatkan Pemahaman Materi pada siswa. Peningkatan tersebut ditunjukkan dari kenaikkan persentase ketuntasan belajar siswa dari setiap siklus. Siklus I mencapai ketuntasan belajar sebesar 71,43% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 70,00 sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar mencapai 85,71%, dengan nilai rata-rata kelas sebesar 77,14. Metode Pembelajaran Problem Solving juga meningkatkan keaktifan belajar siswa. Peningkatan tersebut di atas ditunjukkan dari kenaikkan persentase keaktifan belajar siswa dari setiap siklus. Siklus I mencapai 71,43% (20 orang) sedangkan pada. siklus II keaktifan belajar mencapai 85,71% (24 orang).
Sulastri Sulastri
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 7-10; doi:10.29407/pn.v4i1.12184

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya metode discovery dalam belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas VII-G MTsN 9 Ngawoi tahun pelajaran 2017/2018; dan (2) Mengetahui penerapan metode discovery dalam belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas VII-G MTsN 9 Ngawi semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action research) karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-G MTsN 9 Ngawi di Kabupetan Ngawi. Prosedur penelitian dengan melakukan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) tingkat keberhasilan siswa pada siklus I adalah 28 % + 4 % = 32 %. Siswa yang mampu menyimpulkan isi puisi rakyat sebanyak 8 siswa dan yang belum bisa menyimpulkan isi puisi sebanyak 17 siswa. Sedangkan, tingkat keberhasilan siswa pada siklus II adalah 56 % + 24 % = 80%. Siswa yang mampu menyimpulkan isi puisi rakyat sebanyak 20 siswa. (2) Model pembelajaran discovery memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan kuktasan belajar siswa dalam setiap siklus, pada siklus I (32%) dan siklus ke II (80%). Penerapan cara belajar menyimpulkan isi puisi rakyat model pembelajaran discovery berpengaruh dalam menigkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan keluwesan berbicara siswa dalam menyimpulkan isi puisi rakyat.
Mujiono Mujiono
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 17-20; doi:10.29407/pn.v4i1.12378

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan model pembelajaran student team dalam meningkatan pretasi belajar matematika pada materi peluang pada siswa kelas XI A MTsN 9 Ngawi semester genap tahun pelajaran 2017/2018.; dan (2) Mendesripsikan upaya guru dalam meningkatkan prestasi belajar matematika pada materi peluang siswa kelas XI A MTs Negeri 9 Ngawi semester genap tahun pelajaran 2017/2018.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action research) karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI-A MTsN 9 Ngawi. Prosedur penelitian dengan melakukan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran tuntas memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari pemahaman peserta didik terhadap model pembelajaran student team dalam materi peluang, yang menunjukkan pada siklus I adalah 21.87%, pada siklus II meningkat 81.25%. Pada siklus ke II inilah ketuntasan belajar peserta didik telah tercapai. (1) Melalui model pembelajaran student team dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada materi pembelajaran peluang di kelas IX-A MTsN 9 Ngawi semester genap tahun pelajaran2017/2018. (2) Upaya dalam meningkatkan prestasi belajar matematika pada materi peluang melalui model pembelajaran student team di kelas XI-A MTsN 9 Ngawi semester genap tahun pelajaran 2017/2018, guru melaksanakan langkah-langkah model pembelajaran secara sistematis.
Page of 20
Articles per Page
by

Refine Search

New Search

Advanced search