Publisher Universitas Nusantara PGRI Kediri

-
182 articles
Page of 19
Articles per Page
by
Ahmad Habib, Berlian Al Kindhi
INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi, Volume 2, pp 136-146; doi:10.29407/intensif.v2i2.12139

Abstract:School financial data processing if done manually then the result is less effective. So required financial information management information system to improve the quality of service to students and accelerate the performance of employees in school. It is expected that this system can improve the performance of employees or teachers in school including chairman institutionalized in making decisions. The purpose of this study is to make school financial management information system designed and built by using PHP programming language and MySQL database so that it can process the school finance data such as tuition fee payment and making financial reports done efficiently and effectively. In this study, the author uses two methods, namely data collection methods and methods of system development. For data collection method, we use three way, that is observation, interview and study of library for development of system method used by writer that is incremental method having 5 stages, that is communication, planning, modeling, construction, deployment.
Indah Purnamasari, Karnita Afnisari
INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi, Volume 2, pp 159-170; doi:10.29407/intensif.v2i2.12119

Abstract:Higher education is a subsystem that includes a program of national education diploma, bachelor, masters, specialist and doctoral degrees held by college both academy, high school and university. College are obliged to provide education, research and community service. One element in the administration of higher education are the lecturer. Lecturers are academic personnel responsible for planning and executing the learning process, assess learning outcomes, conduct coaching and training, and conduct research and community service. Based on the Law of the Republic of Indonesia Number 14 Year 2005 on Teachers and Lecturers, Article 51 Paragraph (1) Item b, the professor is entitled to promotions and awards in accordance with academic performance. This study used the ANP method (Analytical Network Process). By using Superdecision software. The criteria used in this study is the teaching, research and community service The results of this research is the relationship between teaching, research and community service related to the outstanding faculty in the election where the percentages in selecting outstanding faculty teaching performance at the first level = 22%, Personality = 18%, Teaching = 21%, 21% Research = , Devotion community = 16%
Indra Budi Trisno, Wiria Chandra
INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi, Volume 2, pp 147-158; doi:10.29407/intensif.v2i2.12122

Abstract:Pawon Kue is a small home industry which sells various cake and rice box products. Pawon Kue was using books for recording orders and product selling. The method was used since the company established. However, the company experienced difficulities when using this method. The process to find how much the profit they got in a day was not easy, it also needed long time to find certain information, and there were big probability they could lose the recording books. Because of them, the author and the team developed a web based application for helping them in recording sales and stock listing. The team used waterfall model in software enginering model and used Unified Modeling Language in design and system analyst stage. After the testing stage, the research team found the application could help the owners for listing stock and product easier than before.
Pana Pramulia
Published: 25 July 2018
Efektor, Volume 5, pp 146-151; doi:10.29407/e.v5i2.12321

Abstract:Menulis karya sastra, khususnya puisi membutuhkan kecermatan dalam memotret realitas dan harus memiliki pengetahuan kompleks tentang kehidupan, serta penulis puisi harus mempunyai daya perenungan yang kuat. Artinya, penulis puisi atau penyair dituntut sebagai pembaca aktif, karena dari pembacaan aktif penyair akan mempunyai pengetahuan yang holistik. Bagi penulis puisi pemula, menulis puisi merupakan hal yang tidak mudah, maka dibutuhkan teknik khusus. Salah satu teknik yang dapat digunakan, yaitu teknik creative reading. Teknik creative reading adalah teknik membaca untuk melahirkan kembali sebuah teks setelah pembaca mengalami transformasi. Teknik tersebut digunakan mahasiswa PGSD Unipa Surabaya angkatan 2014 untuk menulis puisi berdasarkan pembacaan dongeng secara intensif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan dua model, yaitu dalam bentuk hard file (kertas) dan soft file yang dikirimkan ke surat elektronik. Karya puisi mahasiswa setelah menggunakan teknik creative reading dikatakan baik, karena dapat memahami tahapan dan karakter teknik tersebut dengan baik pula
Senja Ayu Nurvita, Slameto Slameto, Eunice Widyanti Setyaningtyas
Published: 23 July 2018
Efektor, Volume 5, pp 134-145; doi:10.29407/e.v5i2.12308

Abstract:Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SDN Kenteng 01 ini masalah yang timbul adalah kurangnya minat siswa untuk mengikuti proses belajar karena cara mengajar guru yang masih dengan metode konvesional sehingga minat siswa menurun untuk mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di kelas 2 dengan jenis penelitian PTK model spiral yang dikemukakan C. Kemmis dan Mc. Taggart. Dalam penelitian menggunakan 2 siklus yaitu siklus 1 dan 2 yang terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Data penelitian diperoleh dari hasil tes dan dianalisa menggunakan teknik diskriptif komparatif dengan membandingkan hasil belajar mata pelajaran PKn pada 2 siklus berdasarkan ketuntasan hasil belajar yaitu ≥ 65. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar PKn yang dapat terlihat pada nilai hasil belajar mata pelajaran PKn berdasarkan ketuntasan belajar yaitu siklus I sebesar 66,77% dan siklus II sebesar 100%. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut, penelitian ini telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn.
Fitria Nur Hamidah, Dion Yanuarmawan
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, Volume 2, pp 86-98; doi:10.29407/ja.v2i1.11790

Abstract:Untuk menjadi pendidik yang berkualitas dan profesional, guru di sekolah menengah atas diharuskan memiliki berbagai keterampilan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan keterampilan penguasaan internet oleh guru sekolah menengah untuk memudahkan pencarian sumber belajar bahasa Inggris dan mengenalkan dan memperdalam pengetahuan tentang situs pendukung dalam belajar bahasa Inggris. Hasil diperoleh; 1.) Peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar bahasa Inggris yang bervariasi. 2.) Peserta mampu mengidentifikasi dan memperdalam pengetahuan tentang situs pendukung dalam belajar bahasa Inggris. 3.) Tersedianya 1 handout pelatihan pemanfaatan internet untuk memvariasikan sumber daya bahasa Inggris untuk meningkatkan kinerja guru. 4.) Peserta memiliki pengetahuan dalam memanfaatkan internet untuk memvariasikan sumber belajar bahasa Inggris sebagaimana dibuktikan dengan perbandingan hasil akhir pelatihan dengan pengetahuan awal peserta. nilai rata-rata uji teori telah meningkat sebesar 80-49 = 31. Sedangkan rata-rata skor tes latihan juga meningkat sebesar 77 - 48 = 29. Ini membuktikan bahwa pelatihan ini berhasil dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja guru dalam menggunakan internet sebagai sumber. belajar.
Suwanto Suwanto, Roihatul Zahroh, Chabib Bahari
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, Volume 2, pp 72-85; doi:10.29407/ja.v2i1.12149

Abstract:Limbah ampas kelapa selama ini tidak dimanfaatkan oleh kedua mitra kelompok usaha produksi dan penjualan pudak, hal ini dikarenakan kedua mitra tersebut tidak mengenal tentang pemanfaatan dari ampas kelapa. Ampas kelapa dapat dimanfaatkan sebagai produk makanan seperti tepung kelapa, roti kelapa dan pudak, sebelum ampas kelapa di buat sebagai bahan produk makanan, ampas kelapa diproses terlebih dahulu sehingga mendapatkan mutu dan kualitas yang bagus dari produk makanan yang telah dibuat. Berdasar program PKM bagi kedua kelompok usaha produksi dan penjualan pudak adalah mendapatkan nilai tambah dari pemanfaatanampas kelapa yang selama ini tidak dimanfaatkan dan mengganggu pencemaran lingkungan sekitar. Untuk mencapai target ini dapat dicapai melalui tutorial dan praktek oleh tim pengusul PKM. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan program kemitraan masyarakat telah dilakukan pada tanggal 26 Mei 2018 di Kelurahan Sukodono Kecamatan Gresik. Adapun hasil kegiatan yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) antusias kedua mitra dan keluarga mitra dalam mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai, banyak pertanyaan yang telah diajukan dikarenakan selama ini belum mengenal pemanfaatan ampas kelapa digunakan sebagai produk makanan, tidak perna melakukan pemasaran melalui e-comersial dan tidak perna menghitung harga pokok produksi dan harga jula produk. (2) Pemanfaatan ampas kelapa dapat dibuat produk makanan seperti tepung kelapa, roti kelapa dan pudak dengan aroma yang khas kelapa, rasa kelapa dan penampilannya juga bagus. Adapaun produk makanan tersebut yang telah dibuat maka dapat menambah penghasilan bagi kedua mitra dan keluarga mitra usaha produksi dan penjualan pudak. (3) Penggunaan website e-comersial dapat mempermuda kedua mitra untuk memasarkan hasil produk yang telah dibuat. Adapun manfaat pemasaran menggunakan website e-comersial adalah hemat waktu, hemat uang, dan hemat tenaga.(4) Kedua mitra usaha produksi dan penjualan pudak dapat menghitung biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya over head produksi sehingga dapat menimalisir kerugihan, dan mengetahui berapa keuntungan yang telah didapatkan dari hasil produksinya
Wasis Suprapto, Dodik Kariadi
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, Volume 2, pp 51-61; doi:10.29407/ja.v2i1.11888

Abstract:Bantul adalah salah satu daerah di daerah istimewa yogyakarta yang kaya dengan kesenian tradisionalnya salah satunya adalah kesenian gejog lesung. Kesenian rakyat ini berasal dari suara alu yang dipukul-pukulkan secara teratur pada kayu besar yang dibuat seperti perahu yang disebut lesung. Pada umumnya, lesung dibuat dari kayu nangka atau munggur. Dewasa ini kesenian gejog lesung mulai ditinggalkan pencintanya karena kalah bersaing dengan kesenian modern. Oleh sebab itu, kami tergerak untuk melestarikan kesenian gejog lesung agar tidak punah. Salah satu caranya adalah mengadakan pelatihan gejog lesung pada pemuda pemuda dusun gunturan, triharjo, pandak, bantul. Metode pelaksaan pelatihan ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Tahap persiapan meliputi sosialisasi, pendataan peserta, dan desain pelatihan. Tahap pelaksanaannya meliputi penerimaan peserta, praktik pelatihan, pementasan kesenian gejog lesung. Hasil pelatihan ini ternyata dapat memupuk kembali rasa persaudaraan, kebersamaan, kerjasama, tanggung jawab, nasionalisme antar pemain gejog lesung itu sendiri. Pelatihan ini ternyata diikuti tidak hanya pemuda pemuda saja namun juga anak-anak, bahkan orang tua pun turut serta meramaikan kesenian rakyat tersebut. Pelatihan gejog lesung adalah sebuah media untuk kembali melestarikan kesenian Bantul yang hampir punah tergerus oleh perkembangan zaman.
Fitria Wulandari, Rugaya Meis Andhiarini
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, Volume 2, pp 40-50; doi:10.29407/ja.v2i1.11978

Abstract:Character education is very important for elementary students. Character education in elementary schools will teach the habits of thinking and behavior that help students to live and work together in the family, community, and nation. Some of the problems that arise in the world of education include the lack of exemplary character of teachers to students, low understanding of teachers about character education, and lack of training for teachers to understand the importance of character education. It encourages proposers to incorporate ideas and ideas that solve the problem in training activities. So the proposer takes title of Teacher Empowerment elementary school in Strengthening Character Education in District Tulangan Sidoarjo. The ang approach method is used in devotion to this community with training activities. To know the success of the training activities, the proposal proponent will carry out the mentoring after the training activity has ended. The result of this dedication to the community can be concluded that the training is quite successful where the trainees are very enthusiastic in the training activities, it is also because each teacher has not received socialization from the government related to the government policy by providing Character Education reinforcement in School. From the results of the mentoring shows each teacher has developed an understanding and knowledge related to character education in schools. It is apparent from the results of anget teachers who have implemented character education in various activities at school.
Dodi Siraj Muamar Zain, Titi Wahyukti
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, Volume 2, pp 62-71; doi:10.29407/ja.v2i1.11941

Abstract:Mistakes and errors in pronunciation will affect meaning distribution of certain words. In other words, one might have different interpretation for a certain message because of mispronunciation. In communication using English, pronunciation issues are mostly triggered by irregularity of letters’ pronunciation in which the sounds might be different from the letters. It surely becomes a hindrance in classroom English learning. The use of Oxford dictionary employing phonetiks symbols can be an alternative to overcome mispronunciation problems. Different from common Indonesian-English dictionary, its contents are entirely presented in English. It offers certain challenges to students. Besides, students must also be able to read phonetiks symbols in order to pronounce words appropriately. This Community Service is aimed at introducing oxford dictionary as well as training students to read phonetiks symbols which are the reference in pronouncing English words correctly. During the workshop, students showed a great enthusiasm and all activities ran well. It is expected that form that point forward, students will be used to using Oxford dictionary and mispronunciation problems can be avoided.
Page of 19
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search