Publisher Tanjungpura University

-
393 articles
Page of 40
Articles per Page
by
Suhendra Suhendra, Feby Nopriandy
Published: 31 May 2018
POSITRON, Volume 8, pp 37-42; doi:10.26418/positron.v8i1.23849

Abstract:Teknik bertanam kacang hijau umumnya masih dilakukan menggunakan tugal tradisional. Penggunaan tugal tradisional memiliki kelemahan yaitu membutuhkan 2 orang pekerja dan akurasi masuknya jumlah biji per lubang kurang seragam. Pengembangan dan modifikasi tugal tradisional menjadi tugal semi-mekanis perlu diupayakan untuk mengatasi permasalah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk merancang bangun dan melakukan uji kinerja tugal semi-mekanis dengan sistem penjatah berputar untuk biji kacang hijau. Metode penelitian dilakukan dengan mengukur dimensi biji kacang hijau, menganalisis ukuran diameter lubang penjatah, mendesain mekanisme tugal, membuat dan merakit komponen tugal, melakukan uji fungsional dan uji kinerja serta menganalisis hasil uji kinerja. Hasil analisis diperoleh diameter lubang penjatah yang digunakan adalah 9,48 mm untuk memperoleh jumlah biji keluar dari tugal sebanyak 2 – 3 biji dalam satu kali penugalan. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa tugal semi-mekanis dengan penjatah berputar ini dapat meningkatkan persentase akurasi biji keluar tugal dibanding beberapa penelitian sebelumnya yaitu mencapai 98% dengan kapasitas penugalan 2 – 3 detik per lubang.
MUHAMMAD YUNUS, A. Arifin
Published: 31 May 2018
POSITRON, Volume 8, pp 31-36; doi:10.26418/positron.v8i1.24108

Abstract:Telah dilakukan penelitian tentang penentuan karakterisasi sensor kekentalan oli berbasis serat optik plastik. Sensor ini dibuat dengan cara memposisikan dua buah serat optik (transmitter dan receiver) tercelup ke dalam sampel oli yang diposisikan sejajar dan tegak lurus terhadap permukaan oli menggunakan metode hamburan balik (back scattering) pada sistem sensor serat optik intrinsik. Cahaya LED ditransmisikan melalui serat optik transmitter dan akan mengalami back scattering di dalam sampel oli kemudian diteruskan oleh serat optik receiver menuju fotodetektor dan akan terbaca pada OPM dan komputer. Penentuan karakteristik sensor kekentalan oli menggunakan variasi jarak dan panjang kupasan sensor serat optik dengan cladding dan tanpa cladding. Pengukuran terbaik diperoleh pada panjang kupasan 3 cm tanpa cladding menghasilkan nilai range16,427 nWatt, sensitivitas 0,205 nWatt/mPa.s, dan resolusi 4,870 mPa.s. Metode ini efektif dan efisien digunakan sebagai sensor kekentalan oli dengan sensitivitas dan resolusi yang baik.
Yulyanto Yulyanto, Bintoro Siswo Nugroho
Published: 31 May 2018
POSITRON, Volume 8, pp 1-7; doi:10.26418/positron.v8i1.25505

Abstract:Telah dilakukan studi teoretik untuk mempelajari respons optik semiconductor quantum dot (SQD) yang dieksitasi dengan cahaya monokromatik. SQD yang ditinjau dimodelkan sebagai three-level system bertipe V. Perhitungan teoretik dilakukan menggunakan pendekatan semiklasik dengan memperlakukan SQD sebagai objek kuantum yang berinteraksi dengan medan elektromagnetik klasik. Formalisme density matrix digunakan dalam perumusan SQD dengan faktor damping yang diperhitungkan melalui operator Lindblad. Dari hasil perhitungan, diperoleh bahwa selain frekuensi medan pengeksitasi, frekuensi Rabi ikut menentukan kebergantungan respons optik SQD terhadap intensitas. Sementara, dinamika respons optik SQD (kebergantungan populasi terhadap waktu) menunjukkan bahwa frekuensi osilasi populasi meningkat seiring dengan meningkatnya intensitas medan pengeksitasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada intensitas medan pengeksitasi rendah , spektrum serapan SQD menunjukkan bentuk kurva Lorentzian, sedangkan pada intensitas medan pengeksitasi tinggi , spektrum serapan SQD melebar berbentuk Gaussian akibat power broadening.
Ramdani Salam, Sunarto Sunarto, Langgeng Wahyu Santosa
Published: 31 May 2018
POSITRON, Volume 8, pp 8-14; doi:10.26418/positron.v8i1.25281

Abstract:Telah dilakukan pengukuran interface menggunakan metode geolistrik 2D di wilayah pesisir Pulau Ternate. Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan keadaan interface dengan mengajukan asumsi sederhana yang berdasar pada prinsip trigonometri dasar. Pengukuran dilakukan di bagian barat sampai barat daya pada bentuklahan lereng gunungapi bawah dan bentuklahan dataran aluvial kepesisiran. Hasil pengukuran geolistrik pada keseluruhan lintasan menunjukkan, ketebalan air tawar pada bentuklahan lereng gunungapi bawah berkisar 7 - 13 m dengan nilai resistivitas antara 25,9 – 100 Ωm. Ketebalan air tawar pada bentuklahan dataran aluvial kepesisiran antara 15 m hingga kurang dari 20 m dengan nilai resistivitas antara 30 – 109 Ωm. Kedalaman interface pada bentuklahan lereng gunungapi bawah sekitar 13 m dari permukaan dengan kemiringan 77o, sedang kedalaman interface pada bentuklahan dataran aluvial kepesisiran sekitar 20 m dari permukaan dengan kemiringan 81o. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa ketebalan air tawar di daerah pesisir bagian barat sampai baratdaya pada bentuklahan lereng gunungapi bawah lebih tipis dibandingkan dengan daerah pesisir bagian timur hingga tenggara pada bentuklahan dataran aluvial kepesisiran.
Ari Rianto, Leo Dedy Anjiu
Published: 31 May 2018
POSITRON, Volume 8, pp 21-26; doi:10.26418/positron.v8i1.24029

Abstract:Telah dilakukan kajian eksperimental untuk mengetahui kekuatan tarik, kekuatan bending dan karakteristik perpatahan komposit serat kulit terap kontinu dengan perlakuan serat sebagai penguat komposit bermatriks resin polyester. Dalam penelitian ini, spesimen komposit dibuat dengan teknik hand lay-up dan pressing. Pembuatan spesimen komposit dengan penguat serat kulit terap bermatriks resin polyester dengan 3 lapisan serat terap dengan volume resin sebesar 70% sehingga resin yang digunakan sebanyak 168 g. Serat direndam selama 2 jam dalam larutan NaOH dengan konsentrasi yang bervariasi mulai dari 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Spesimen pengujian tarik dan bending mengacu pada standar ASTM D638-03 dan standar ASTM D 790-02. Hasil yang dicapai dari pengujian tarik yang dilakukan yaitu kekuatan tarik tertinggi pada variasi perlakuan NaOH 10 % terhadap serat terap dengan nilai sebesar 26,32 MPa meningkat 44% dari spesimen uji tanpa perlakuan NaOH dengan kekuatan tarik terendah sebesar 18,23 MPa. Nilai modulus elastisitas dan kekuatan bending tertinggi pada perlakuan perendaman dengan 15% NaOH dengan nilai berturut-turut sebesar 3,96 GPa dan 79,27 MPa. Bentuk patahan pada spesimen uji tanpa perlakuan NaOH menunjukkan banyak terjadi debonding dan pull-out dibandingkan patahan dengan perlakuan NaOH.
Yogi Aprianto, Nurhasanah Nurhasanah, Iklas Sanubary
Published: 31 May 2018
POSITRON, Volume 8, pp 15-20; doi:10.26418/positron.v8i1.25470

Abstract:Pada penelitian ini telah dilakukan prediksi Particulate Matter (PM10) menggunakan jaringan syaraf tiruan propagasi balik. Prediksi pencemaran Particulate Matter (PM10) ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mendeteksi pencemaran udara terutama jika alat ukur mengalami kerusakan. Data yang digunakan yaitu parameter cuaca seperti curah hujan, penyinaran matahari, kelembaban udara, kecepatan angin dan suhu udara sebagai masukan jaringan sedangkan target jaringan ialah kadar PM10. Arsitektur jaringan syaraf tiruan (JST) yang digunakan tersusun dari neuron sebanyak 20-20-15-15-10-1 dan menggunakan fungsi tansig-logsig-tansig-logsig-tansig-purelin pada setiap lapisan jaringan. Pelatihan jaringan menghasilkan koefisien korelasi 0,9999 dengan MSE 0,00003, sedangkan pengujian jaringan menghasilkan koefisien korelasi 0,9673 dengan MSE 0,491 dan koefisien determinasi 0,9334. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebesar 93,34% parameter cuaca dapat digunakan sebagai parameter masukan pada JST untuk memprediksi kadar PM10 di Kota Pontianak.
Megastin Massang Lumembang, Bualkar Abdullah
Published: 31 May 2018
POSITRON, Volume 8, pp 27-30; doi:10.26418/positron.v8i1.24050

Abstract:Telah didesain dan difabrikasi sebuah antena mikrostrip model biquad yang mampu bekerja pada frekuensi wireless yaitu 5.8 GHz yang dapat digunakan sebagai media transformasi data. Antena mikrostrip didesain pada sebuah papan PCB FR4 dengan koefisien dielektrik 4.3 dan tebal 1.6 mm, kemudian didesain dengan model biquad bentuk kubus ganda dengan ukuran panjang yang sama.Pengukuran parameter antena menggunakan Vector Network Analyzer, diperoleh nilai karakterisasi antena yaitu VSWR 1.21, Return Loss-16.25dB, Bandwidth 400 MHz. Secara umum, hasil pengukuran antena model biquad yang telah difabrikasi memiliki nilai karakterisasi VSWR ≤2 dan Return Loss dibawah -9.54 dB sehingga memenuhi syarat sebagai antena komunikasi wireless yang sesuai dengan standar industri WLAN IEEE 802.11.
Hendarmin Hendarmin, Metasari Kartika
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, Volume 7, pp 58-71; doi:10.26418/jebik.v7i1.24578

Abstract:This study aims to map the creative economy culinary subsector of Pontianak City in 2017 based on Creative Economy Indonesian Standard Industrial Classification (ISIC) and structure-conduct-performance (SCP) approach. This study also maps the characteristic of creative economy actor culinary subsector based on age and education, as well as observes the creativity of culinary subsector in Pontianak City. This study used qualitative descriptive method with study object in Pontianak City. The sampling method used was stratified random sample with 287 total samples. The result was the creative economy scopes in Pontianak City mostly are restaurants, stalls, and café. The economy creative actor for culinary subsector in Pontianak is 40 years old in average and 51.2% had high school as their educational background. The creativity of culinary subsector in Pontianak City were 41.1% involving the trained chef, 8,4% routinely creates new menu, 14.3% consists the local cuisine, 51,2% gives culinary experience for the consumers, and 29.3% has used technology. Based on the SCP approach (1) 95.5% culinary business model in Pontianak City are independent, (2) 79.8% (229 respondents) of the creative economy actors stated they determine the price by themselves; from 229 respondents, 120 respondents determined their own prices after finding out their rival’s prices, (3) 87.1% marketing strategy still use word of mouths marketing technique, (4) the business turnover per month ranging from IDR 400.000- > IDR 80.000.000 and manpower recruiting with micro business criteria (1-4 people) for 88.2% while small business (5-19 people) for 11,8%.
Yudha Noviansyah, Nurul Bariyah
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, Volume 7, pp 1-19; doi:10.26418/jebik.v7i1.24140

Abstract:In 2015, Ministry of Agriculture through Department of Agriculture of West Kalimantan did a productivity improvement program for paddy by adopting a new farming method which called the Hazton Technology. This research aimed to 1).determine and analize worthiness of Hazton Technology farming; and 2).determine and analize factors affecting paddy productions of Hazton Technology farming. The results shows that Hazton Technology is a worth paddy farming activity with the average score of R/C ratio as much as 2.69. Seeds amount variable and farming experiences have significant effects to paddy productions, while farming field and educational level do not have any significant effects to paddy productions.
Jamaliah Jamaliah
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, Volume 7, pp 20-32; doi:10.26418/jebik.v7i1.24198

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis hubungan kausalitas antara pertumbuhan ekonomi dan investasi, dalam hal ini investasi swasta di Kota Pontianak. Data yang digunakan adalah data time series selama 15 tahun (2000 – 2015), untuk memenuhi syarat pengujian, data di interpolasi menjadi kuartal sehingga data menjadi 60 observasi. Ada dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu ; investasi swasta baik PMDN dan PMA serta pertumbuhan ekonomi. Untuk menguji ada tidaknya hubungan kausal antara variabel digunakan uji kausalitas Granger. Hasil pengujian Granger menunjukkan bahwa tidak ada hubungan kausalitas antara pertumbuhan ekonomi dan investasi di kota Pontianak, akan tetapi terdapat hubungan yang searah. Secara parsial, investasi mempunyai hubungan dengan pertumbuhan ekonomi dan sebaliknya tidak terdapat hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Page of 40
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search