Refine Search

New Search

Advanced search

Publisher LPPM Hang Tuah Pekanbaru

-
161 articles
Page of 17
Articles per Page
by
Madya Andriane, Herlina Susmaneli
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 4, pp 95-101; doi:10.25311/keskom.vol4.iss3.267

Abstract:Masyarakat pengguna pelayanan kesehatan semakin menuntut pelayanan yang berkualitas. Semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan, akan semakin meningkatkan minat pasien untuk melakukan kunjungan ulang. Data jumlah kunjungan pasien di instalasi rawat jalan pada tahun 2017 cenderung menurun dibandingkan tahun 2016. Dari data penurunan jumlah kunjungan pasien rawat jalan tersebut, didapatkan data 3 poliklinik yang mengalami penurunan kunjungan pasien paling banyak, yaitu: poliklinik penyakit dalam, anak dan kebidanan. Padahal RSUD Kecamatan Mandau terus berusaha untuk dapat memberikan pelayanan yang baik agar minat kunjungan pasien bertambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kepada pasien terhadap minat kunjungan ulang di instalasi rawat jalan RSUD Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis berdasarkan keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain studi penampang analitik (crosssectional). Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat di 3 poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis (poliklinik penyakit dalam, poliklinik anak dan poliklinik kebidanan) yang dilakukan pada bulan Desember 2017. Sampel diambil dengan menggunakan rumus uji hipotesis dua proporsi dengan jumlah 82 pasien. Dari hasil analisis multivariat ternyata variable yang paling besar pengaruhnya terhadap minat kunjungan ulang adalah empati (OR: 31,063), dan keandalan dan daya tanggap sebagai variabel confounding. Untuk itu perlu meningkatkan kualitas pelayanan terutama dalam membuat pasien agar merasa aman dan nyaman selama mendapatkan tindakan, dengan cara memberikan reward kepada petugas yang berempati terhadap pelayanan terbaik.
Ervinawati Ervinawati, Aslis Wirda, Nurlisis Nurlisis
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 4, pp 120-125; doi:10.25311/keskom.vol4.iss3.289

Abstract:Deficiency chronic energy is the condition those where pregnant women experience food shortages that occur as a year (Chronis). To be marking by size LILA
Dwi Elka Fitri, Siska Mayang Sari, Tri Krianto
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 4, pp 126-131; doi:10.25311/keskom.vol4.iss3.294

Abstract:ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang membutuhkan pendidikan pengelolaan mandiri untuk mencegah komplikasi akut dan menurunkan resiko komplikasi jangka panjang. Diabetes Self Management Education (DSME) dapat digunakan sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan perawatan mandiri pasien dengan Diabetis Mellitus saat keluar dari RS. Dalam pelaksanaan edukasi pada pasien banyak metode yang bisa dilakukan. Metode ceramah adalah metode yang paling sering digunakan, salah satunya adalah dengan menggunakan booklet. Metode lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan aplikasi group WhatsApp. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan DSME metode ceramah menggunakan booklet dengan metode group WhatsApp terhadap self care behavior pasien DM. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Quasy eksperiment dengan desain two group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien DM yang diarawat jalan di RS PMC dengan jumlah 30 orang, menggunakan tekhnik consecutive sampling yang dibagi 2 kelompok. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t test. Hasil uji t independent didapatkan p value = 0.001 lebih kecil dari nilai alpha (p < 0.05) dengan mean difference, yaitu -15,33. Dapat disimpulkan bahwa diabetes self management education dengan metode whatsApp group) lebih berpengaruh dalam meningkatkan self care behavior dibandingkan diabetes self management education dengan metode ceramah menggunakan booklet. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar RS dapat melakukan edukasi pada pasien DM dengan mengikuti prinsip DSME dengan metode group WhatsApp. Kata Kunci : Ceramah, Diabetes mellitus, DSME, Media sosial (grup WhatsApp), Self Care Behavior
Muhammad Dodi, Erna Tresnaningsih, Mitra Mitra, M. Kamali Zaman, Retno Putri
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 4, pp 81-87; doi:10.25311/keskom.vol4.iss3.256

Abstract:ABSTRAK Banyak keluhan Gangguan otot rangka akibat kerja (Gotrak) pada terapis pijat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi kejadian Gotrak dan hubungan postur janggal dengan kejadian Gotrak pada terapis pijat. Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik observational dengan desain cross sectional. Jenis pijat yang diteliti yaitu pijat tradisional Indonesia. Populasi dan sampel adalah terapis pijat di Kota Pekanbaru tahun 2017 dengan besar sampel 77 orang yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan dan pengolahan data menggunakan wawancara menggunakan kuesioner, dokumentasi dan RULA. Tingkat risiko kejadian Gotrak menggunakan analisis semi kualitatif dan nordic body map. Angka kejadian Gotrak pada terapis pijat cukup tinggi yaitu 61 %. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian Gotrak yaitu postur janggal (POR: 8,30; 95% CI: 2,401-8,753), lama kerja (POR: 10,109; 95% CI: 2,567-39,811) dan umur (POR: 7,649; 95% CI: 2,567-39,811). Keluhan gotrak terbanyak pada kedua tangan sebanyak 57 orang (74%), bahu kiri dan bahu kanan sebanyak 27 orang (35,1%) dan punggung bawah sebanyak 19 orang (24, 7%). Disarankan pada terapis pijat untuk untuk menghindari postur janggal saat memijat klien dengan memperbaiki postur kerja, posisi saat memijat dan meletakkan peralatan yang digunakan dalam area jangkauan tangan. Kata kunci : terapis pijat, postur janggal, gotrak, RULA.
Eka Rosiyati, Erlina A.D. Pratiwi, Ina Poristinawati, Erna Rahmawati, Resita Nurbayani, Sri Lestari, Putri Sari Wardani, Muhammad Ridho Nugroho
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 4, pp 88-94; doi:10.25311/keskom.vol4.iss3.262

Abstract:Background: Stunting is one of the main nutritional problems caused by malnutrition in children under 5 years old. Risk factors of stunting influenced by socio-economic, Infant and Young Child Feeding (IYCF), child ilnesses, Water Sanitation and Hygiene (WASH). These factors vary considerably accros the nation in southeast asia. Defines determinant is needed to identified the right intervention. Methodology: This systematic review was conducted using the Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analysis (PRISMA) guidenlines. Articles were searched by using pubMed database. The literature search outline in the methods indentified 14.790 articles discuss stunting. We identified 60 articles potentially met all criteria using PubMed advanced search strategy. A total of 60 articles were retrieved from one database (PubMed), 11 articles met the inclusion criteria for stunting in Southeast Asia countries. Result: In our review socio-economic status was reported as one of consistent factors associated with stunting in Cambodia, Myanmar, Indonesia, Laos, Thailand and Malaysia. Low household income and lack education of mother influenced unappropriated IYCF practice, poor hygiene and sanitation and care of child illnesses. Conclusions: Improving socio-economic like income and maternal exposure to nutrition and health information especially for the topics of growth and development, appropriated IYCF, hygiene, sanitation, and child illnesses are requires continuous improvement in a specific strategy that involves many factors.
Hidayati Mukhtar, Nurmaimun Nurmaimun, Jasrida Yunita, Asfeni Asfeni, Henni Djuhaeni
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 4, pp 112-119; doi:10.25311/keskom.vol4.iss3.278

Abstract:Instalasi Laundry menjadi salah satu pelayanan yang paling penting dalam mendukung pelayanan medik dirumah sakit. Survey pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru, pada proses pengelolaan linen kotor tidak dilakukan tahap penimbangan. Hal tersebut mengakibatkan petugas Laundry seperti hanya memperkirakan berapa perbandingan antara berat linen kotor dengan jumlah air dan takaran bahan pencuci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan linen di Instalasi Laundry Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru. Data yang dikumpulkan berupa wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisa Kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Penelitian ini menggunakan validitas data berupa triangulasi. Informan pada penelitian ini adalah Petugas laundry, Kepala laundry, Kepala penunjang medik dan Direktur Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru yang berjumlah 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tema-tema yang muncul sebagai temuan dari penelitian pengelolaan linen ini. Adapun tema-tema tersebut adalah kendala dalam pengelolaan linen berupa kurangnya tenaga atau SDM yang ada, kurang dilakukannya pelatihan kepada petugas dan lamanya penanganan jika ada mesin yang rusak, ketersediaan sarana dan prasarana berupa tidak adanya alat penimbang linen kotor, serta tidak dilakukannya service berkala pada mesin, dan pelaksanaan SOP yang belum optimal berupa pemakaian APD, tidak dilakukannya proses penimbangan linen kotor, pemakaian mesin cuci yang sama dan tidak ada pemilahan warna linen. Oleh karena itu perlu adanya perhatian terhadap pengelolaan linen di Instalasi Laundry Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Lisna Pandiana, Sri Surya Ningsih
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 4, pp 76-80; doi:10.25311/keskom.vol4.iss3.182

Abstract:ABSTRAK Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat lanjut usia yang sudah disepakati, yang digerakan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.Di Indonesia berdasarkan Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) tahun 2011 secara nasional persentase puskesmas yang memiliki posyandu lansia adalah 78,8%. Sedangkan jumlah posyandu lansia di kota Pekanbaru yaitu 92 posyandu lansia dari 20 puskesmas yang ada di kota Pekanbaru. Penelitianbertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rutinitas kunjungan lansia ke posyandu lansia yaitu faktor pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, peran kader, pekerjaan, pendidikan dan umur.Jenis penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif analitik observasional.Desain penelitian yang digunakan adalah analytic cross sectional study. Populasi adalah seluruh lansia yang ada di wilayah kerja puskesmas payung sekaki kota pekanbaru dengan jumlah sampel 210 orang. Analisis data dilakukan secara univariat, analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan rendah berpengaruh 4 kali lebih beresiko untuk tidak rutin melakukan kunjungan ke posyandu lansia.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan sebab akibat antara pengetahuan dengan rutinitas kunjungan lansia ke posyandu lansia. Direkomendasikan supaya lansia lebih meningkatkan pengetahuan tentang posyandu lansia serta manfaat melakukan kunjungan keposyandu lansia dan disarankan kepada Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang posyandu lansia kepada masyarakat lanjut usia.
Yuanita Ananda
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 4, pp 52-56; doi:10.25311/keskom.vol4.iss2.245

Abstract:Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadi kehamilan. Menurut World Health Organization (WHO) penggunaan kontrasepsi suntik sebesar 38,35%, di Indonesia sebanyak 58%. Puskesmas Lubuk Buaya merupakan angka cakupan KB baru dan KB aktif dari 21766 orang pasangan usia subur (PUS) yang menggunakan jenis kontrasepsi suntik sebanyak 7.028 (42,3%). Penggunaan kontrasepsi suntik di Puskesmas Lubuk Buaya Padang sebanyak 9.689 (30,29%) aseptor.Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui hubungan pemakaian alat kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2018. Jenis penelitian analitik dengan desain Cross Sectional. Penelitian telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Populasi penelitian ini adalah seluruh Akseptor aktif dengan suntik sebanyak 601orang, jumlah sampel sebanyak 86 orang, dengan cara Proportional Sampling. Data yang diperoleh dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariate dengan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 86 responden, 69,8% akseptor KB menggunakan kontrasepsi suntik , 60,5% akseptor KB mengalami gangguan menstruasi. Uji Chi-Square terdapat hubungan yang bermakna antara pemakaian alat kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi, dengan nilai p value 0,003. Disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi dalam upaya meningkatkan pelayanan. Kata kunci :Pemakaian Kontrasepsi Suntik, GangguanMenstruasi
Nila Puspita Sari, Sella Mursyida
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 4, pp 63-67; doi:10.25311/keskom.vol4.iss2.196

Abstract:Salah satu permasalahan yang sering dihadapi santri Pondok Pesantren Al-Ikhwan adalah personal higiene, seperti kebersihan kulit, tangan, kuku, genitalia, kaki dan pakaian. Kebiasaan hidup untuk menjaga kebersihan diri pribadi yang tidak baik merupakan salah satu penyebab timbulnya masalah kesehatan berupa penyakit skabies. Skabies merupakan salah satu penyakit kulit yang paling sering ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis sanitasi lingkungan dan personal higiene dengan kejadian skabies di pondok pesantren Al-Ikhwan Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini menggunakan metode Deskripsi Analitik dan desaian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah santriwati dan satriwan kelas VII sampai IX yang berjumlah 143 santri. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 83 santri. Teknik pegambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling.Hasil uji statistik Chi Square pada penelitian ini diperoleh nilai (P=0,047) artinya terdapat hubungan antara personal higiene terhadap kejadian skabies di pondok pesantren al-ikhwan dan (P=0,011) juga terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap skabies di pondok pesantren al-ikhwan. Pondok Pesantren Al-Ikhwan Kota Pekanbaru Tahun 2017.Saran kepada pihak manajemen pondok pesantren untuk memberikan pelajaran tambahan maupun penyuluhan tentang pola prilaku hidup bersih dan personal higiene kepada santri agar dapat menimbulkan kesadaran yang tinggi terhadap perilaku kesehatan yang baik dalam mencegah penularan penyakit skabies. Latar belakang: Salah satu permasalahan yang sering dihadapi santri Pondok Pesantren Al-Ikhwan adalah personal higiene, seperti kebersihan kulit, tangan, kuku, genitalia, kaki dan pakaian. Kebiasaan hidup untuk menjaga kebersihan diri pribadi yang tidak baik merupakan salah satu penyebab timbulnya masalah kesehatan berupa penyakit skabies. Skabies merupakan salah satu penyakit kulit yang paling sering ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis sanitasi lingkungan dan personal higiene dengan kejadian skabies di pondok pesantren Al-Ikhwan Kota Pekanbaru. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode Deskripsi Analitik dan desaian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah santriwati dan satriwan kelas VII sampai IX yang berjumlah 143 santri. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 83 santri. Teknik pegambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Hasil: Hasil uji statistik Chi Square pada penelitian ini diperoleh nilai (P=0,047) artinya terdapat hubungan antara personal higiene terhadap kejadian skabies di pondok pesantren al-ikhwan dan (P=0,011) juga terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap skabies di pondok pesantren al-ikhwan. Pondok Pesantren Al-Ikhwan Kota Pekanbaru Tahun 2017. Kesimpulan: Saran kepada pihak manajemen pondok pesantren untuk memberikan pelajaran tambahan maupun penyuluhan tentang pola prilaku hidup bersih dan personal higiene kepada santri agar dapat menimbulkan kesadaran yang tinggi terhadap perilaku kesehatan...
Novita Rany, Sinta Yuni Putri, Nurlisis Nurlisis
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 4, pp 57-62; doi:10.25311/keskom.vol4.iss2.234

Abstract:ABSTRAK Overweight adalah akumulasi lemak yang abnormal atau berlebihan yang berpeluang akan menyebabkan berbagai penyakit dan menimbulkan efek buruk pada seseorang, kelebihan berat badan (overweight) merupakan factor resiko penyebab kematian ke-5 di dunia. Overweight dapat menjadi masalah kesehatan individu dari pekerjaan yang berbeda, termasuk polisi, yang bertanggung jawab untuk keamanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi, pengetahuan gizi dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada anggota Polri di Polsek Tampan Pekanbaru tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-squere. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Polri Polsek Tampan Pekanbaru tahun 2017 yang berjumlah 98 orang polisi. Sampel penelitian sebanyak 74 orang. Hasil penelitian menunjukan nilai untuk asupan energi yaitu (p-value=0,011), pengetahuan gizi (p-value=0,000) dan aktivitas fisik (p-value= 0,015) artinya ada hubungan bermakna dengan status gizi. Sebaiknya instansi kepolisian polsek tampan pekanbaru memperhatikan kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas fisik dan sebaiknya diadakan konsultasi gizi secara rutin Kata Kunci : Asupan Energi, Pengetahuan Gizi, Aktivitas Fisik, Overweight
Page of 17
Articles per Page
by