Publisher LPPM Hang Tuah Pekanbaru

-
142 articles
Page of 15
Articles per Page
by
Kiswanto Kiswanto
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 3, pp 176-181; doi:10.25311/keskom.vol3.iss5.153

Abstract:Organization support is one of the determining factors in improving the performance of the employees. Organization support consisting of organizational factor, convenience environment, the provision of the infrastructure the selection of technology and working proviso condition. The purpose of this study is to analyze the relationship between organization support and performance of pharmacist assistant at the pharmacies division of the district general hospital Arifin Achmad Pekanbaru of Riau province. This was an analytic quantitative study with the cross sectional design to 53 pharmacist assistants as population. The study was used total sampling. The data were collected by using questionnaire and analyzed with univariate and bivariate. The results showed 49% pharmacist assistants having poor performance. There was a significant relationship between working condition (p-value = 0,04), the convenience of organization environment (p-value = 0,019) with the performance of pharmacist assistant. Its Expected the hospital management to improve the convenience of organization environment at the pharmacies division and also improve the health program and salvation for pharmacist assistant.
Rini Hariani Ratih
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 3, pp 193-195; doi:10.25311/keskom.vol3.iss5.166

Abstract:Kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh ibu. Perubahan-perubahan itu untuk menyesuaikan tubuh ibu pada keadaan kehamilannya (Ratna, 2010). Perubahan tersebut sebagian besar adalah karena pengaruh hormon, yaitu peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Segera setelah terjadi peningkatan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh, maka akan muncul berbagai macam ketidaknyamanan secara fisiologis pada ibu misalnya mual muntah, keletihan, dan pembesaran pada payudara. (Hani,dkk 2011). Emesis gravidarum ini menyebabkan menurunan nafsu makan sehingga terdapat perubahan keseimbangan elektrolit dengan kalium, kalsium dan natrium yang menyebabkan perubahan metabolisme tubuh (Neil & Nelson, 2006). Menurut Supriyanto (2009), 50-90% wanita hamil mengalami mual pada trimester pertama dan sekitar 25% wanita hamil mengalami masalah mual muntah memerlukan waktu untuk beristirahat dari pekerjaannya (Smith, dkk, 2009). Tujuan penelitian ini Untuk Mengetahui kandungan buah pisang kepok terhadap Emesis GravidarumTrimester I. Salah satu terapi non-farmakologi yang direkomendasikan untuk mengatasi emesis gravidarum adalah pisang. Penyebaran pisang hampir ada diseluruh daerah di Indonesia, dan memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai anti emesis geavidraum. Dalam pisang mengandung vitamin B6 adalah vitamin yang larut didalam air. Vitamin B6 dapat membantu meningkatkan pengembangan sel sistem syaraf pusat pada janin. Dengan jumlah yang tepat vitamin B6 ini akan mengurangi morning sickness. Salah satu jenis pisang yang direkomendasikan untuk emesis gravidarum yaitu pisang kepok. Dari hasil pemeriksaan dilaboratorium dengan sediaan menggunakan pisang kepok yang mana terdiri dari 3 macam bentuk konsumsi pisang kepok untuk mengetahui kandungan masing-masing didalam pisang kepok yang terdiri dari: pertama pisang kepok yang mengkal terdapat kandungan B6 sebesar 0,2022 mg/ml, kedua :pisang kepok masak kandungan B6 sebesar 0,2530mg/ml, dan ketiga: pisang kepok yang direbus selama 40 menit terdapat kandungan B6 sebesar0,3646 mg/ml. dari hasil tersebut maka peneliti menganjurkan cara mengkonsumsi pisang kapok untuk emesis gravidarum yaitu dengan cara direbus.
Leon Candra
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 3, pp 172-175; doi:10.25311/keskom.vol3.iss5.161

Abstract:Use of media in the marketing strategy is an element of marketing tactics in an attempt to capture the market. Indicators of success are increased traffic promotions. Based on a survey conducted through interviews known that since the beginning of the Hospital stood own promotional programs, such as promotion through print media (brochures, leaflets, banners), electronic media (TV) and online media (official site). The purpose of this study is to obtain in-depth information about the use of media in the marketing strategy at the Hospital Syafira 2016. This study was descriptive qualitative. The study was conducted at Hospital Syafira Pekanbaru. Subject of the study consisted of 3 main informant, 3 people informant support. With the method of collecting data through observation, interviews dam has the document. To maintain the validity of the data is done by means of triangulation. The results of the study, targeted communication of the Hospital is the whole society is in need of health services as well as the expected response from the target of the media campaign is limited only to find out the services that exist at the hospital. In setting the amount of the budget into the specific factors that need to be considered, namely in terms of the frequency of advertising and market share. Determining the message is done by involving the community or visitors. Selection of the budget available media that is using print media such as brochures, leaflets, banners, billboards, online media and social media such as facebook, twitter, instagram, specific media type is most effective is to use the brochure. Suggestions to the hospital, to determine the target of communication. Paying attention to the message, not just to provide information services, but the message may cause awareness or attention, interest, create desire, and encourage action. Managing back rssyafira.com website which until now have been inaccessible again
Riri Maharani, Dary Putri Syafrandi
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 3, pp 165-171; doi:10.25311/keskom.vol3.iss5.122

Abstract:Hipertensi merupakan penyebab utama stroke yang membawa angka kematian tinggi. Keadaan ini terjadi di dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang. Data yang diperoleh dari Puskesmas Harapan Raya menunjukkan meningkatnya kasus hipertensi sejak 2014 (4879 kasus) hingga 2015 (5208 kasus). Tujuan penelitian ini adalah memperoleh faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Harapan Raya, Pekanbaru. Penelitian analitik kuantitatif ini menggunakan penelitian cross sectional. Populasi adalah pasien hipertensi pada 12 Mei sampai dengan 12 Juni 2016. Sampelnya adalah 152 orang dengan hipertensi yang mengunjungi pusat komunitas kesehatan Harapan Raya. Teknik sampling adalah accidental sampling. Instrumen ini menggunakan kuesioner dan pengolahan data terkomputerisasi. Analisis statistik menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasilnya menunjukkan faktor yang berhubungan dengan perilaku pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi adalah pengetahuan (p-value =0.022, POR = 2.263; 95%CI: 1,171-4,372 ), sikap (p-value = 0.025, POR = 2.249; 95%CI: 1,155-4,564), diet (p-value = 0,027, POR = 2.296; 95%CI: 1,155-4,564), olahraga (p-value
Juli Selvi Yanti
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 3, pp 189-192; doi:10.25311/keskom.vol3.iss5.115

Abstract:Asphyxia is breathing difficulty that occurs in newborns. Low birth weight (LBW) neonates often suffer from asphyxia, this are due to surfactant deficiency, incomplete lung growth, weak respiratory muscles, and easily bent ribs, therefore it can not supply oxygen enough of the placenta. Data from Arifin Achmad Hospital showed that the number of neonatal asphyxia includes 15 largest disease as the cause of infant mortality. In 2014 from January to September there were 36 cases of asphyxia of 955 newborns (3.76%). The purpose of this study was to determine the relationship between LBW and asphyxia neonatorum at Arifin Achmad Hospital Riau Province in 2014. This research method used quantitative analytical research and the design was case control. This research was conducted at Arifin Achmad Hospital Riau Province on March 3 until May 3 2015. The population in this study was all newborn babies who born at Arifin Achmad Hospital and samples were 72 respondents which consisted of 36 cases and 36 control. The sampling technique was simple random sampling. Data collection used secondary data by using a checklist sheet, data was processed by computer and data analysis used univariate and bivariate. The results from the chi square test showed that there was a relationship between LBW and asphyxia indicated by p value = 0.002
Agus Alamsyah
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 3, pp 164-164; doi:10.25311/keskom.vol3.iss5.236

Alhidayati Yati
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 3, pp 182-188; doi:10.25311/keskom.vol3.iss5.126

Abstract:Background: Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator of health development in Indonesia. Deliveries by health personnel to be very important in efforts to reduce maternal mortality. Coverage of births attended by skilled health personnel at health centers Tembilahan Hulu has yet to reach the target of 90%. Target Health Center Tembilahan Hulu is 80% but reached only 45%. The number of maternal deaths in health centers Hulu 2016 Tembilahan 1 case and the number of infant mortality as much as 5 case, one cause of death is handled by TBAs. Objective: to know the mother's behavior in selecting birth attendants in health centers working area Tembilahan Hulu. Design: Qualitative research, to obtain in-depth information about how the Mother Behavior in Choosing Auxiliary Power Delivery at Puskesmas Tembilahan Hulu 2016. Methods: This study used a qualitative descriptive method, which is an approach to research that revealed certain social situations to describe reality correctly, formed by words based on the techniques of collecting and analyzing relevant data obtained from the natural situation. Results and Discussion: Research shows that mothers choose birth attendants decision is closely linked to the knowledge, attitudes, social culture, access to health services, family support. Conclusions: The behavior of mothers in selecting birth attendant is still a lot to TBAs compared to the health worker / midwife.
Yessi Harnani
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 3, pp 129-132; doi:10.25311/keskom.vol3.iss4.127

Abstract:Hipertensi adalah penyakit kelainan jantung dan pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak ditangani akan menyebabkan komplikasi seperti stroke dan gagal jantung. Rendam kaki air hangat merupakan salah satu terapi komlementer yang bisa menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas rendam kaki menggunakan air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian pre Eksperimental pretest dan posttest desaign. Sampel adalah lansia penderita hiperetnsi di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga kota Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengambilan data dengan cara observasi menggunakan Thermometer Air. Analisis data menggunakan uji wilcoxon Test. Hasil pengkajian sebelum dilakukan terapi sebagian besar lansia mengalami hipertensi stadium II. Hasil uji statistic didapatkan bahwa nilai P value sistol yaitu 0,000 (< 0,05) dan P value diastol yaitu 0,000 (
Novita Rany
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 3, pp 153-158; doi:10.25311/keskom.vol3.iss4.203

Abstract:Pterigium merupakan penebalan konjungtiva atau bagian putih mata pada sisi medial dan atau lateral, biasanya pada orang tua, tetapi bisa juga ditemukan pada dewasa muda, dan semakin lama semakin meluas kearah kornea. Sinar ultraviolet merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kejadian pterigium. Keadaan ini merupakan fenomena iritatif akibat sinar ultraviolet, pengeringan dan lingkungan dengan angin banyak. Data dari Postu Kemang didapatkan bahwa ada 30 (80%) kejadian pterigium. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perilaku nelayan terhadap kejadian pteirigum. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan pada bulan Juni-Juli 2016, dengan teknik sampling dalam penelitian yaitu Sampling Jenuh. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dan data profil dari kantor Desa Kemang. Analisis data untuk bivariat dengan uji chi-square pada derajat α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan p-value=0,001 < 0,05 POR=18.083 (3.281-99.67), alat pelindung diri nelayan p-value=0,001 < 0,05, POR=14.000 (2.69-72.97) peran tenaga kesehatan dengan hasil p-value=0,008 < 0,05, POR 10.667 (1.92-59.20) dan masa kerja nelayan p-value 0,017 < 0,05, POR 7.750 (1.53-39.12) dengan penyakit pterigium. Bagi tenaga kesehatan sebaiknya lebih memperhatikan masyarakat nelayan agar dapat mencegah dan menangguangi kejadian pterigium.
Jessica Devis
Jurnal Kesehatan Komunitas, Volume 3, pp 159-163; doi:10.25311/keskom.vol3.iss4.205

Abstract:Cuci tangan pakai sabun (CTPS) adalah tindakan sanitasi membersihkan tangan menggunakan air dan sabun untuk memutuskan mata rantai kuman.Di SDN 044 sudah tersedia tempat cuci tangan namun jarang sekali melihat siswa melakukan cuci tangan setelah melakukan aktifitas saat jam istirahat di sekolah. Tujuan skripsi ini utuk mengetahui efektifitas metode ceramah dan diskusi terhadap peningkatan pengetahuan anak kelas IV tentang cuci tangan pakai sabun di SDN 044 Pekanbaru Tahun 2016. Metode penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan desain penelitian menggunakan one group pre-test post-test. Populasinya adalah seluruh anak kelas IV. Sampel sebanyak 68 orang. Tekhnik sampling secara sensus. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji Willcoxon dan Mann-whitney, alat ukur yang digunakan adalah kuisioner dan pengolahan data menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan efektif dengan menggunakan metode ceramah terhadap peningkatan pengetahuan responden tentang CTPS sesudah diberikan informasi dengan hasil P value = 0,0001 < 0,05, efektif dengan menggunakan metode diskusi terhadap peningkatan pengetahuan responden tentang CTPS sesudah diberikan informasi dengan hasil P value = 0,0001 < 0,05, ada perbedaan rerata nilai pengetahuan responden sesudah diberikan informasi baik dengan metode ceramah maupun metode diskusi, dimana Mean Rank dengan metode diskusi yaitu 41,65 lebih besar nilainya dibandingkan Mean Rank dengan metode ceramah yaitu 27.35 dengan P value =0,002 < 0,05. Disarankan bagi Pihak sekolah hendaknya menggunakan metode diskusi untuk memberikan informasi kesehatan serta melakukan pemberdayaan dan advokasi kepada wali murid agar tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan perilaku hidup bersih dan sehat terutama untuk kegiatan cuci tangan pakai sabun.
Page of 15
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search