Journal JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah)

-
14 articles
Page of 2
Articles per Page
by
Ernawati Ernawati, Effendi Effendi
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah), Volume 1, pp 41-46; doi:10.30599/jipfri.v1i2.123

Abstract:Proses kegiatan pembelajaran merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan prestasi belajar yang akan dicapai siswa. Oleh karena itu guru harus mampu memlah dan memilih serta menentukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran, karakteristik siswa dalam proses pembelajaran serta tujuan pembelajaran. Penerapan suatu pendekatan pembelajaran yang sesuai diasumsikan dapat mempengaruhi prestasi belajar fisika siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan lesson study terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X MA Al Ikhlas Pemetung Basuki Kecamatan Buay Pemuka Peliung pada Materi perubahan wujud zat Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X MA Al Ikhlas Pemetung Basuki yang terdiri dari tiga kelas. Diambil dua kelas sebagai sampel dengan teknik cluster sampling yaitu kelas X.1 sebagai kelas kontrol dan kelas X.3 sebagai kelas eksperimen. Proses pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan lesson study dan pada kelas kontrol menggunakan konvensional. Teknik pengumpulan data mengunakan tes. Pengujian hipotesis menggunakan uji dua pihak dengan rumus t-test. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh skor rata-rata pada kelas eksperimen adalah 81,95 kelas kontrol adalah 71,17. Dari pengujian hipotesis diperoleh harga t hitung = 4,607 dengan harga t tabel = 1,998, menunjukkan bahwa harga t hitung tidak berada pada daerah penerimaan H0 penerimaan H0 (antara - t tabel = - 1,998 sampai dengan t tabel = 1,998) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti terdapat pengaruh penerapan lesson study yang signifikan terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X MA Al Ikhlas Pemetung Basuki Kecamatan Buay Pemuka Peliung pada materi perubahan wujud zat Tahun Pelajaran 2017/2018.
Ali Ismail
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah), Volume 1, pp 83-87; doi:10.30599/jipfri.v1i2.114

Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains fisika siswa setelah diterapkan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berbantuan multimedia pada pokok bahasan fluida statis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian randomized control group Pretest-Potstest design. populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI di salah satu SMA di Kabupaten Bekasi sedangkan sampel dari penelitian ini adalah di pilih dua kelas kelas XI dari keseluruhan populasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan proses sains setelah diterapkan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berbantuan multimedia meningkat secara signifikan dilihat dari nilai gainnya. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata N-gain keterampilan proses sains 57% untuk kelas eksperimen dan 49% untuk kelas kontrol,Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berbantuan multimedia dapat lebih meningkatkan keterampilan proses sains di bandingkan dengan pembelajaran konvensional berbantuan multimedia.
Fatkhur Rohman, Ayu Lusiyana
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah), Volume 1, pp 47-56; doi:10.30599/jipfri.v1i2.115

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pengembangan modul praktikum mandiri yang digunakan sebagai asesmen keterampilan proses sains dan keterampilan sosial mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Fisika STKIP Nurul Huda Sukaraja semester 2 Tahun Akademik 2017/2018 berjumlah 19 mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian (research and development), adapun model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D. Metode pengumpulan data penelitian dengan kuesioner, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul praktikum mandiri yang dihasilkan secara keseluruhan dari penilaian aspek kelayakan isi, kebahasaan, kegrafikan, kemanfaatan produk, dan keterlaksanaan pratikum diperoleh nilai rata-rata skor total 3,65 dari penilaian teman sejawat, dan nilai rata-rata skor total 3,64 penilaian dari responden pengguna. Nilai tersebut mengindikasikan modul yang dikembangkan sangat layak digunakan dalam proses perkuliahan. Hasil asesmen keterampilan proses sains mahasiswa diperoleh nilai rerata total 3,19 yang mengindikasikan baik, sedangkan didapatkan nilai rerata total 3,53 dengan indikasi sangat baik pada penilaian keterampilan sosial mahasiswa.
Ayu Lusiyana, Saifur Rohim, Fatkhur Rohman
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah), Volume 1, pp 65-74; doi:10.30599/jipfri.v1i2.116

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diberikannya pendekatan open-ended terhadap kemampuan siswa berpikir kreatif pada mata pelajaran fisika yang menggunakan perangkat lunak Modellus dalam pembelajaran. Setelah dilakukan penelitian quasi experiment didapat hasil penelitian: (1) pendekatan open-ended berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar dari aspek afektif dan kognitif yang signifikan antara pretest dengan posttest pada kelas eksperimen, dan peningkatan yang tidak begitu besar pada kelas kontrol. (2) Uji statistik dengan N-Gain memperlihatkan dari 25 siswa, untuk kategori sangat tinggi terdapat 4 siswa pada kelas eksperimen, namun tidak ada satu siswapun pada kelas kontrol, untuk kategori sedang terdapat 12 siswa pada kelas eksperimen dan 7 siswa pada kelas kontrol, serta untuk kategori sangat rendah tidak ada satu siswapun di kelas eksperimen dan 3 siswa pada kelas kontrol (3) Uji statistik dengan uji t dua pihak menghasilkan thitung lebih besar dari ttabel (4,723 >2,011), dan - thitung lebih kecil dari -ttabel (-,723 < -2,011).
Yoga Budi Bhakti
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah), Volume 1, pp 75-82; doi:10.30599/jipfri.v1i2.109

Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan evaluasi model CIPP (Contexs, Input, Prosess, Product), mengetahui hasil belajar siswa pada bidang studi IPA dan mengetahui keefektifan proses pembelajaran IPA dengan menggunakan evaluasi model CIPP di SMP IT Raudlatul Jannah. Penentuan keefektifan suatu proses pembelajaran dilihat dari seberapa besar tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pada awal pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan model CIPP dengan mengevaluasi tiap komponen konteks, input, proses dan produk untuk mencapai proses pembelajaran yang efektif. Sumber data penelitian adalah Guru IPA, wakil bidang kurikulum, serta Kepsek yang berada di SMP IT Raudlatul Jannah. Pengumpulan data primer menggunakan instrumen observasi sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan wawancara. Data hasil observasi yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif sedangkan data hasil dokumentasi dan wawancara dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran yang meliputi persyaratan pelaksanaan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran dinyatakan cukup efektif.
Dian Sandi Pratama, Imas Ratna Ermawaty, Tri Isti Hartini
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah), Volume 1, pp 88-93; doi:10.30599/jipfri.v1i2.117

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Adversity Quotient dengan Hasil Belajar fisika siswa SMA, mengetahui hubungan antara Self Efficacy dengan Hasil Belajar fisika siswa SMA, serta mengetahui hubungan antara Adversity Quotient dan Self Efficacy dengan hasil belajar fisika siswa SMA. Berdasarkan hasil perhitungan regresi linier Y atas X1 diperoleh = 33,797 + 0,5505𝑋Dari hasil perhitungan ANAVA didapat Fhitung = 0,117 < Ftabel = 2,28. Hasil perhitungan regresi linier Y atas X2 diperoleh = 30,061 + 0,5965𝑋 dan hasil perhitungan ANAVA didapat Fhitung = 0,4681 < Ftabel = 2,28. Sedangkan hasil perhitungan regresi linier Y atas X1 dan X2 diperoleh = 43,52 + (0,996 𝑋1) + (0,586 𝑋2) dan koefisien korelasi ganda Fh = 14,076 > Ft (0,05 : 2/31) = 3,32. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis korelasi ganda dan korelasi parsial didapat analisis korelasi Y atas X1 adalah thitung> ttabel yaitu 6,108 > 2,042 yang berarti Ha diterima. Analisis korelasi Y atas X2 didapat thitung> ttabel yaitu 10,870 > 2,042 yang berarti Ha diterima, sedangkan analisis korelasi Y atas X1 dan X2 diperoleh Fhitung = 14,076 > Ftabel = 3,32 yang berarti Ha diterima. Koefisien korelasi parsial X1 dan Y jika X2 dikontrol diperoleh thitung> ttabel yaitu 2,640 > 2,042 yang berarti Ha diterima, sedangkan koefisien korelasi parsial X2 dan Y jika X1 dikontrol diperoleh thitung> ttabel yaitu 6,582 > 2,042 yang berarti Ha diterima. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Adversity Quotient dan Self Efficacy dengan Hasil Belajar fisika siswa SMA.
Indica Yona Okyranida
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah), Volume 1, pp 57-64; doi:10.30599/jipfri.v1i2.113

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi penggunaan model Problem Based Learning (PBL), metode eksperimen, metode proyek, kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar. Desain penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 4 Madiun kelas VIII. Sampel diambil dengan teknik Cluster Random Sampling, sampel terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VIII A dan VIII B. Kelas VIII A diberi pembelajaran dengan Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen, sedangkan VIII B diberi pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan metode proyek. Data hasil belajar kognitif, kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan berpikir kreatif diambil menggunakan instrumen tes, sedangkan data hasil belajar afektif dan psikomotor menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan analisis variansi anava dua jalan dan dilanjutkan dengan uji Compare Means. Hasil penelitian menunjukkan: 1) tidak terdapat pengaruh pembelajaran fisika Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan proyek terhadap hasil belajar; 2) terdapat pengaruh kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotor, namun tidak terdapat pengaruh terhadap hasil belajar afektif; 3) tidak terdapat interaksi pembelajaran fisika Problem Based Learning (PBL) mengunakan metode eksperimen dan proyek dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar.
Yulianti Yusal
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah), Volume 1, pp 29-36; doi:10.30599/jipfri.v1i1.121

Abstract:Etika adalah salah satu cabang filsafat perwujudan dan pengejawantahan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai sedangkan moral adalah petunjuk konkret yang siap pakai tentang bagaimana kita harus hidup. Disiplin etika lebih bersifat normatif dan perspektif. Kaidah-kaidah etika perlu dipergunakan dalam menentukan objek penelitian dan aplikasi pengetahuan agar terhindar dari kemunculan dampak negatif dari riset sains dan penerapan pengetahuan sains di masyarakat, seperti kerusakan lingkungan dan dehuminasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya secara etis dimanfaatkan demi kelestarian alam sebagai prasyarat kelangsungan eksistensi manusia. Seperti pada penggunaan freon untuk mesin pendingin yang berkontribusi pada kenyamanan dan pelestarian bahan makanan melalui pendinginan atau pembekuan tapi bisa mengancam lingkungan melalui penipisan ozon dan pemanasan global. Oleh karena itu, penggunaan freon untuk mesin pendingin sebaiknya dihentikan dan menggantinya sebagai bentuk tanggung jawab untuk mewujudkan perubahan yang terbaik dalam teknologi mesin pendingin untuk pembangunan.
Siti Anisatur Rofiqah, ERWIN ERWIN, Wahid Gunarto
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah), Volume 1, pp 37-40; doi:10.30599/jipfri.v1i1.43

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar fisika siswa yang telah diberi tugas mandiri struktur. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Nurul Huda tahun pembelajaran 2011/2012. Pengambilan sampel dilakukan secara acak yaitu kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-4 sebagai kelas eksperimen. Data tes hasil belajar diperoleh dengan pemberian tugas mandiri terstruktur. Perhitungan statistik uji Z yang digunakan untuk uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan taraf signifikan (α=5%) Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pebedaan hasil belajar siswa yang diberi tugas mandiri terstruktur dengan yang tidak diberi tugas mandiri terstruktur dengan hasil perhitungan diperoleh nilai Zhit= 4,01 tidak terletak antara -1,96 dan 1,96 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Skor hasil belajar fisika dengan menggunakan metode pemberian tugas mandiri terstruktur lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak diberikan tugas mandiri terstruktur yaitu rata-rata nilai kelas eksperimen 73,69, varians 122,59 dan standar deviasi 11,07. Sedangkan rata-rata nilai kelas kontrol 63,90, varians 74,34 dan standar deviasi 8,62.
Arini Rosa Sinensis
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah), Volume 1, pp 23-28; doi:10.30599/jipfri.v1i1.120

Abstract:Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara Sejarah dan Filsafat sains dalam menjelaskan konsep hukum archimedes dalam pengajaran fisika. Melalui pengajaran sejarah fisika seorang pendidik dapat memberikan informasi bagaimana suatu konsep fisika ditemukan, melalui sejarah fisika juga dapat menjadi pembelajaran untuk menjadi ilmuan, karena pengetahuan berdasarkan pengalaman ilmuan fisika. Sejarah fisika dan filsafat sains saling berkaitan yaitu filsafat dapat dipahami dengan sungguh-sungguh jika refleksi tentang sejarah ilmu pengetahuan telah dipahami sebelumya. Tinjauan filsafat sains berdasarkan pada ontologi, epistemologi dan aksiologi sebagai landasan pengembangan ilmu dalam pendidikan fisika dapat memberikan kontribusi yang positif dalam mengajarkan fisika. Selain itu dengan pemahaman filsafat sains dapat menumbuhkan interaksi sosial peserta didik untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.
Page of 2
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search