Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Efektor

-
13 articles
Page of 2
Articles per Page
by
Pana Pramulia
Published: 25 July 2018
Efektor, Volume 5, pp 146-151; doi:10.29407/e.v5i2.12321

Abstract:Menulis karya sastra, khususnya puisi membutuhkan kecermatan dalam memotret realitas dan harus memiliki pengetahuan kompleks tentang kehidupan, serta penulis puisi harus mempunyai daya perenungan yang kuat. Artinya, penulis puisi atau penyair dituntut sebagai pembaca aktif, karena dari pembacaan aktif penyair akan mempunyai pengetahuan yang holistik. Bagi penulis puisi pemula, menulis puisi merupakan hal yang tidak mudah, maka dibutuhkan teknik khusus. Salah satu teknik yang dapat digunakan, yaitu teknik creative reading. Teknik creative reading adalah teknik membaca untuk melahirkan kembali sebuah teks setelah pembaca mengalami transformasi. Teknik tersebut digunakan mahasiswa PGSD Unipa Surabaya angkatan 2014 untuk menulis puisi berdasarkan pembacaan dongeng secara intensif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan dua model, yaitu dalam bentuk hard file (kertas) dan soft file yang dikirimkan ke surat elektronik. Karya puisi mahasiswa setelah menggunakan teknik creative reading dikatakan baik, karena dapat memahami tahapan dan karakter teknik tersebut dengan baik pula
Senja Ayu Nurvita, Slameto Slameto, Eunice Widyanti Setyaningtyas
Published: 23 July 2018
Efektor, Volume 5, pp 134-145; doi:10.29407/e.v5i2.12308

Abstract:Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SDN Kenteng 01 ini masalah yang timbul adalah kurangnya minat siswa untuk mengikuti proses belajar karena cara mengajar guru yang masih dengan metode konvesional sehingga minat siswa menurun untuk mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di kelas 2 dengan jenis penelitian PTK model spiral yang dikemukakan C. Kemmis dan Mc. Taggart. Dalam penelitian menggunakan 2 siklus yaitu siklus 1 dan 2 yang terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Data penelitian diperoleh dari hasil tes dan dianalisa menggunakan teknik diskriptif komparatif dengan membandingkan hasil belajar mata pelajaran PKn pada 2 siklus berdasarkan ketuntasan hasil belajar yaitu ≥ 65. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar PKn yang dapat terlihat pada nilai hasil belajar mata pelajaran PKn berdasarkan ketuntasan belajar yaitu siklus I sebesar 66,77% dan siklus II sebesar 100%. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut, penelitian ini telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn.
Anik Suhartini
Published: 4 July 2018
Efektor, Volume 5, pp 96-101; doi:10.29407/e.v5i2.12173

Abstract:Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan mengetahui Sikap Tanggungjawab dan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 1 Bago semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 dalam pembelajaran IPS tentang pekerjaan dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT).Tindakan dalam penelitian ini dilakukan 2 siklus. Setiap siklus terdiri 4 tahap : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2018. Proses pengumpulan data, pengolahan data-data, analisis data, pengambilan simpulan, dan penyusunan laporan penelitian membutuhkan waktu selama 4 bulan, yaitu pada bulan Januari sampai dengan April 2018. Tempat untuk mengadakan penelitian di kelas III SD Negeri 1 Bago. Subjek dalam penelitian adalah guru dan seluruh siswa kelas III SD Negeri 1 Bago yang terdiri dari 30 siswa, yang terdiri 18 perempuan dan 12 laki-la Hasil belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) mengalami peningkatan pada setiap siklus. Hal itu dapat dilihat dari persentase ketuntasan prasiklus 37%, meningkat menjadi 63% pada siklus I. Pada siklus II persentase ketuntasan kembali meningkat menjadi 97% dan telah memenuhi indikator keberhasilan yaitu sekurang-kurangnya 80%. Sikap Tanggung jawab siswa pada penelitian ini mengalami peningkatan. Pada siklus I data hasil pengamatan siswa mendapatkan skor rata-rata 10 dengan kategori cukup. Pada siklus II Sikap Tanggung jawab siswa meningkat dengan perolehan skor 12 dengan ketegori baik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan sikap tanggung jawab dan hasil belajar IPS tentang pekerjaan pada siswa kelas III SD Negeri 1 Bago semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 secara signifikan.
Norma Diana Fitri
Published: 4 July 2018
Efektor, Volume 5, pp 102-109; doi:10.29407/e.v5i2.12154

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video sex education untuk menstimulasi kemampuan sosial dan emosional anak usia dini. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Borg and Gall (2007) yang terdiri sepuluh langkah. (1) Asses Needs To Identity Goal, (2) Conduct Instructional Analysis, (3) Analyze Learners And Context, (4) Write Performance Objectives, (5) Develop Assessment Instrument, (6) Develop Instructional Strategy, (7) Develop And Select Instructional Materials , (8) Design And Conduct Formative Evaluation Of Instruction, (9) Revise Instruction, (10) Design And Conduct Summative Evaluation. Desain uji coba produk dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu (a) validasi ahli, (b) uji coba kelompok kecil, (c) uji coba kelompok besar. Hasil uji coba selanjutnya diuji dengan Uji t yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan kemampuan sosial dan emosionalanak usia dini dari hasil belajar antara memakai media dengan tidak memakai media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video sex education dapat menstimulasi kemampuan sosial dan emosional anak. Dari hasil analisis data memperoleh memperoleh nilai signifikasi 0,000 < 0,005 maka H0 ditolak. Dengan demikian dapat dikatakan adanya perbedaan pada rata-rata perlakuan sebelum dan sesudah dan rata-rata skor perlakuan sebelum dan sesudah perlakuan pada proses pembelajaran sex education dengan menggunakan video yang telah dikembangkan.
Suwito Suwito
Published: 4 July 2018
Efektor, Volume 5, pp 110-106; doi:10.29407/e.v5i2.12174

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Melalui Metode Pembelajaran Student Teams Achievment Divisions (STAD) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas V SD Negeri 2 Sengonwetan semester 2 Tahun Pelajaran 2016 / 2017. Siklus ini dilakukan di SD Negeri 2 Sengonwetan. Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar PKN melalui Metode Pembelajaran Student Teams Achievment Divisions (STAD) pada Siswa Kelas V SD Negeri 2 Sengonwetan Semester 2 Tahun Pelajaran 2016 / 2017 dilaksanakan dari bulan Januari sampai bulan April 2017. Subjek perbaikan di sekolah ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 2 Sengonwetan Kecamatan dengan jumlah 25 siswa. Tindakan diadakan sebanyak 2 kali. Masing – masing terdiri dari 4 tahap yaitu: Tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Hasil belajar siswa pada pembelajaran PKN dengan metode pembelajaran Student Teams Achievment Divisions (STAD) mengalami peningkatan pada setiap siklus. Hal itu dapat dilihat dari persentase ketuntasan kondisi awal 48%, meningkat menjadi 72% pada Siklus I. Kemudian setelah dilakukan perbaikan, pada Siklus II persentase ketuntasan kembali meningkat menjadi 96% dan telah memenuhi indikator keberhasilan yaitu sekurang-kurangnya 80%. Aktivitas siswa pada Siklus ini mengalami peningkatan. Pada Siklus I data hasil pengamatan siswa mendapatkan skor rata-rata 10 dengan kategori cukup. Pada Siklus II aktivitas siswa meningkat dengan perolehan skor 13 dengan kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemerolehan skor aktivitas siswa sudah memenuhi indikator keberhasilan kategori baik ( 11-15). Dari hasil Siklus di atas, dapat disimpulkan bahwa melalui Metode Pembelajaran Student Teams Achievment Divisions (STAD) Dapat Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PKN pada Siswa Kelas V SD Negeri 2 Sengonwetan Semester 2 Tahun Pelajaran 2016 / 2017 secara signifikan.
Nurul Dwi Lestari
Published: 8 June 2018
Efektor, Volume 5, pp 74-85; doi:10.29407/e.v5i2.12079

Abstract:Kreativitas menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi Z untuk hidup di Abad XXI. Keterampilan menulis kreatif teks deskripsi perlu diperhatikan untuk melatih kepekaan siswa dalam menggambarkan objek berdasarkan pengalaman inderawi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran autentik (authentic learning) dalam mengembangkan keterampilan menulis kreatif teks deskripsi.Adapun tujuan khusus dalam pembahasan ini adalah mendeskripsikanpembelajaran autentik sebagai pemicu berpikir kreatif dalam menulis teks deskripsi, langkah menulis kreatif teks deskripsi dengan pembelajaran autentik, dan penilaian keterampilan menulis kreatif teks deskripsi.
Tono Tono
Published: 20 February 2018
Efektor, Volume 5, pp 45-49; doi:10.29407/e.v5i1.11944

Abstract:Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang bertujuan untuk membentuk warga negara yang baik. Akan tetapi, para siswa beranggapan bahwa PKn merupakan mata pelajaran yang sulit dan kurang menarik. Pembelajaran PKn biasanya terpusat pada guru sehingga siswa merasa bosan dan menyebabkan aktivitas belajar siswa rendah. Hal ini menyebabkan hasil belajar siswa pun belum optimal. Demikian juga yang terjadi pada siswa kelas VI SD Negeri 1 Pakis Kecamatan Kradenan Tahun Pelajaran 2017/2018. Oleh karena itu dilakukan penelitian tindakan kelas di sekolah tersebut dengan siswa kelas VI sebagai subjek penelitiannya. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, tes, dan dokumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VI dalam pembelajaran PKn materi pokok Demokrasi melalui model pembelajaran scramble. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VI mengalami peningkatan melalui penerapan model pembelajaran scramble.
Ahmat Rondi Toyib, Ahmad Syafi’I
Published: 20 February 2018
Efektor, Volume 5, pp 50-53; doi:10.29407/e.v5i1.11918

Abstract:English Language becomes one of compulsory subject and tested on National Examination. Then, students are expected to not only pass the National Examination but also can master skills in learning English. The most difficult skill to be mastered is speaking. It caused of the lack of motivation from students, the inappropriate method used by the teacher, and the use of media. In other reason, students are rarely given time to practice. It makes them feel anxiety when they are speaking. To overcome that problem teacher can use role-play method in order to overcome students’ anxiety in speaking skill. Through this method, students are fully involved in the activity and have chance to speak with their friends.
Sri Sunarti
Published: 20 February 2018
Efektor, Volume 5, pp 61-66; doi:10.29407/e.v5i1.11945

Abstract:Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri 1 Pakis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan kemampuan membaca siswa rendah adalah proses pembelajaran masih menggunakan media konvensional yaitu dengan menggunakan papan tulis dan pembelajaran hanya berpusat kepada guru serta membuat siswa pasif. Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah untuk mengetahui apakah media kartu huruf dapat meningkatkan motivasi dan kemapuan membaca permulaan di kelas I SD Negeri 1 Pakis Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. Variabel yang menjadi sasaran perubahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatkan motivasi dan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD, sedangkan variabel tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah media kartu huruf. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dua siklus dengan jumlah siswa 25 orang, setiap siklus terdiri dari perencanaan pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Dari hasil tindakan siklus I diperoleh hasil belajar membaca permulaan siswa dengan nilai rata-ratanya 69 dengan presentase siswa 52%. Hasil tindakan siklus II diperoleh hasil belajar membaca permulaan siswa dengan nilai rata-ratanya 78,67 dengan presentase siswa 92%. Dengan demikian dapat disimpulkan pembelajaran Bahasa Indonesia (membaca permulaan) dengan penggunaan media kartu huruf dapat meingkatkan kemampuan membaca permulaan di kelas I SD Negeri Pakis Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan.
Pana Pramulia
Published: 17 July 2017
Efektor, Volume 4, pp 68-74; doi:10.29407/e.v4i1.791

Abstract:Nilai merupakan persoalan universal yang dimiliki seluruh manusia. Setiap manusiamempunyai kecenderungan terhadap nilai. Maksudnya, setiap orang akan cenderungberorientasi kepada kebaikan-kebaikan. Kebaikan yang dimiliki atau dilakukan manusiamerupakan nilai dari sebuah kehidupan. Begitu juga dengan mahasiswa PGSDUniversitas PGRI Adi Buana Surabaya. Cerpen mereka yang terkumpul dalam antologiBalada Rasa dan Cerita menyuguhkan nilai-nilai hidup yang baik. Berdasarkanpembacaan intensif, setiap cerpen menguraikan mengenai nilai moral tokoh besertadampaknya. Selain itu, juga menceritakan bahwa angkara murka pasti mengalamikerugian yang besar. Nilai moral tersebut mewarnai hampir seluruh cerpen yang secarakeseluruhan berjumlah tiga puluh. Maka dari itu, untuk memaparkan nilai moral antologicerpen tersebut digunakan pendekatan pragmatik. Berdasarkan analisis, nilai moralyang diungkapkan berasal dari realitas pengalaman para penulis yang mencermatikehidupan sekitarnya, walaupun cerita yang disampaikan sudah diubah menjadi bentukfiksi.
Page of 2
Articles per Page
by