Journal JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)

-
76 articles
Page of 8
Articles per Page
by
Mulyati Zulkarnain, Rasha Rasha, Kenty Martiatuti
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), Volume 5, pp 1-8; doi:10.21009/jkkp.051.01

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Hastin Melur Maharti
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), Volume 5, pp 70-81; doi:10.21009/jkkp.051.07

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Mochamad Soekardjo, Lipur Sugiyanta
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), Volume 5, pp 42-64; doi:10.21009/jkkp.051.05

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Sukmawati Sukmawati, Tarma Tarma, Uswatun Hasana
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), Volume 5, pp 65-69; doi:10.21009/jkkp.051.06

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Mirdat Silitonga, Herien Puspitawati, Istiqlaliyah Muflikhati
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), Volume 5, pp 20-30; doi:10.21009/jkkp.051.03

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Siti Istiningsih, Muhammad Fauzy, Khairun Nisa
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), Volume 5, pp 31-41; doi:10.21009/jkkp.051.04

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Agus Dudung
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), Volume 5, pp 9-19; doi:10.21009/jkkp.051.02

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Agus Dudung
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), Volume 4; doi:10.21009/JKKP.042.06

Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis Studi Kepuasan Stakeholder terhadap Layanan Pendidikan Program Studi di Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dilakukan di Fakutas Teknik UNJ khususnya di Jurusan Ilmu Kesejahteraan Keluarga dan Jurusan Teknik Mesin dengan menggunakan metode penelitian survey. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah multistage sampling dengan jumlah sampel 121 orang. Variabel yang digali dalam penelitian ini adalah kepuasan stakeholder yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empaty. Berdasarkan hasil penelitian indikator tangible menunjukkan bahwa pengggunaan teknologi, berbagai fasilitas pembelajaran serta penampilan dosen dalam pembelajaran sangat baik. Sedangkan fasilitas gedung/bangunan, ruang belajar, kamar mandi, kantin, parkir, ruang sekretariat jurusan, fasilitas perpustakaan serta berbagai materi yang berhubungan dengan pelayanan (informasi) masih menunjukkan hasil yang kurang baik dan masih harus diperbaiki. Untuk indikator reliability menunujukkan bahwa pelayana program studi kepada mahasiswa masih kurang baik. Indikator responsiveness menunjukkan hasil kurang baik dalam pemberian informasi dan pelayanan dosen dan karyawan. Sedangkan dalam pemberian bantuan dosen dan karyawan yang mengalami kesulitan menunjukkan sangat baik. Indikator Assurance diantaranya tentang kompetensi dosen san karyawan menunjukkan sangat baik. Sedangkan untuk kemampuan dosen dan karyawan dalam menjelaskan program studinya menunjukkan kurang baik. Indikator empathy dosen dan karyawan menunjukkan hasil yang kurang baik. Sebaliknya pelayanan bagian administrasi dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa telah dilakukan sesuai dengan jam kerja dilakukan dengan sangat baik.
Meddiati Fajri Putri
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), Volume 4; doi:10.21009/JKKP.042.05

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar serat pangan nugget jamur tiram yang diaplikasikan dengan penambahan tepung ampas kelapa hasil penelitian, serta besar sumbangan kandungan serat pangan nugget jamur tiram dengan substitusi tepung ampas kelapa. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap. Dilakukan ulangan pecobaan tiga kali an ulangan analisa tiga kali. Hasil analisa yang dipeoleh kemudian dianalisa secara statistik. Analisa penentuan kadar serat pangan nugget jamur tiram yang diaplikasikan dengan penambahan tepung ampas kelapa hasil penelitian menggunakan Metode Sohxlet (AOAC, 1970). Kandungan serat pangan nugget jamur tiram pada nugget jamur tiram putih dengan penggunaan tepung ampas kelapa 6%per 100g adalah sebesar 2,604g, nugget jamur tiram putih dengan penggunaan kadar serat per 100 gram nugget pada tepung ampas kelapa 10% adalah sebesar 3,644g, dan nugget jamur tiram putih dengan penggunaan terlihat kadar serat per 100 gram tepung ampas kelapa 14% nugget adalah sebesar 4,064g. Sehingga apabila mengkonsumsi nugget seberat 100gram akan dapat memberikan sumbangan serat berkisar antara 2,604-4,064 gram per hari. Artinya sumbangan substitusi jamur tiram terhadap kandungan serat nugget jamur tiram per 100 gram adalah sebesar 2,604- 4,064 gram. Sementara kebutuhan serat pangan yang dianjurkan yaitu 6-15 gram serat kasar per hari.
Nur Mu’jizatin, Yoyoh Jubaedah, Isma Widiaty
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), Volume 4; doi:10.21009/JKKP.042.08

Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi belum adanya program day care berbasis experiential learning di laboratoruim Prodi PKK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan perancangan program di day care, merancang program day care berbasis experiential learning, melaksanakan expert judgmant, dan menghasilkan program day care berbasis experiential learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan ADDIE yang telah dimodifikasi oleh peneliti sesuai dengan kebutuhan, sehingga peneliti hanya melakukan empat tahapan yaitu meliputi Analysis, Design, Development, dan Evaluation. Sampel penelitian ini terdiri dari penggelola day care dan Ibu bekerja yang memiliki anak usia balita. Program day care yang dirancang terdiri dari profil lembaga,tujuan, komponen penyelenggaraan day care, interaksi dan komunikasi, proses pelaporan, dan pembelajaran berbasis experiential learning. Hasil expert judgmant mengenai program day care berbasis experiential learning berada pada kategori sangat layak. Ketercapaian kriteria tersebut tervalidasi oleh para ahli dan praktisi yang terdiri dari aspek profil lembaga,tujuan, komponen penyelenggaraan day care, interaksi dan komunikasi, proses pelaporan, dan pembelajaran berbasis experiential learning. Rekomendasi untuk pengelola day care agar dapat memfailitasi sarana dan prasarana untuk keberlangsungan program day care. Saran bagi orangtua untuk lebih selektif dalam memilih tempat day care. Bagi peneliti selanjutnya program day care dapat diuji coba dan diimplementasikan, dengan menyesuaikan karakteristik anak usia dini, sarana dan prasarana yang ada di day care. Program pembelajaran berbasis experiential learning dapat diterapkan di lembaga PAUD seperti Taman Kanak-Kanak, Kelompok Bermain, Tempat Penitipan Anak dan Sekolah PAUD Sejenis sebagai program pembelajaran untuk anak usia dini.
Page of 8
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search