Journal INSIGHT: JURNAL BIMBINGAN KONSELING

-
114 articles
Page of 12
Articles per Page
by
Hasgimianti Hasgimianti, Herman Nirwana, Daharnis Daharnis
INSIGHT: JURNAL BIMBINGAN KONSELING, Volume 6, pp 130-143; doi:10.21009/insight.062.02

Abstract:Orangtua memiliki bagian untuk membantu anak mencapai hasil belajar yang lebih baik dengan memberikan kasih sayang dan pendidikan melalui nilai-nilai kehidupan, baik nilai agama maupun nilai budaya sosial. Salah satu bentuk peran orang tua memberi perhatian pada anak mereka. Perhatian besar orang tua, anak akan memiliki motivasi belajar yang tinggi. Perhatian orang tua dan motivasi belajar berperan penting dalam proses pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perhatian orang tua terhadap latar belakang budaya Melayu; (2) perhatian orang tua latar belakang budaya Jawa; (3) motivasi belajar siswa dalam latar belakang budaya Melayu; (4) motivasi belajar siswa dalam latar belakang budaya Jawa; dan (5) meneliti perbedaan perhatian orang tua dan motivasi belajar antar siswa yang berpendidikan bahasa Melayu dan bahasa Jawa. Ini adalah penelitian komparatif deskriptif yang menerapkan metode kuantitatif. Dengan rumus Slovin dengan teknik simple random sampling, 200 siswa dipilih sebagai sampel di SMP Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar pada Tahun Akademik 2015/2016. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA (analisis multivariat varians). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perhatian orang tua terhadap latar belakang budaya Melayu masuk dalam kategori baik; (2) Orang tua memperhatikan latar belakang budaya Jawa berada dalam kategori baik; (3) Motivasi belajar siswa dengan latar belakang budaya Melayu termasuk dalam kategori tinggi; (4) Motivasi belajar siswa dengan latar belakang budaya Jawa termasuk dalam kategori sangat tinggi; dan (5) Tidak ada perbedaan yang signifikan antara orang tua dengan latar belakang budaya Melayu dan Jawa, sementara ada perbedaan motivasi belajar yang signifikan. Perhatian orang tua dan motivasi belajar antar siswa yang memiliki latar belakang budaya Melayu dan latar belakang budaya Jawa. antara latar belakang budaya siswa Melayu dan Jawa.
Lavenia Sumantri, Itsar Bolo Rangka, Royan Nur Fahmi
INSIGHT: JURNAL BIMBINGAN KONSELING, Volume 6, pp 156-164; doi:10.21009/insight.062.04

Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok untuk membina self-efficacy siswa di sekolah menengah kejuruan (SMK) Budhi Warman II Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Eksperimen. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menunjukan angka probabilitas Asymp.Sig. (2-tailed) self-efficacy siswa sebesar 0,000 atau probabilitas di bawah alpha 0, 05 (0,000 < 0, 05) dari hasil tersebut H0 diterima H1 ditolak. Hasil tersebut menunjukan bahwa layanan bimbingan kelompok efektif untuk membina self-efficacy siswa di sekolah menengah kejuruan (SMK) Budhi Warman II Jakarta Timur
Tartila Azzahra, Meithy Intan, Sjenny Anggraeni Indrawati
INSIGHT: JURNAL BIMBINGAN KONSELING, Volume 6, pp 226-238; doi:10.21009/insight.062.10

Abstract:Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif teknik example non-example pada bimbingan klasikal terhadap pemahaman kekerasan dalam pacaran siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Tangerang Selatan. Metode penelitian kuasi eksperimen dengan non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini yakni VIII-5 sebagai kelompok eksperimen dan VIII-4 sebagai kelompok kontrol yang diambil dari populasi menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes yang dikembangkan melalui indikator pemahaman Bloom. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial non parametrik. Pengujian hipotesis menggunakan Mann Whitney U-Test pada aplikasi SPSS versi 16.0. Hasil pengujian didapatkan nilai Sig sebesar 0,000 < a 0,05, maka H0 ditolak karena model pembelajaran kooperatif teknik example non-example berpengaruh signifikan terhadap pemahaman kekerasan dalam pacaran. Oleh sebab itu, guru bimbingan dan konseling dapat memanfaatkan model pembelajaran kooperatif teknik example non-example yang digunakan dalam penelitian ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai kekerasan dalam pacaran.
Sefni Rama Putri, Syahniar Syahniar, Alizamar Alizamar
INSIGHT: JURNAL BIMBINGAN KONSELING, Volume 6, pp 214-225; doi:10.21009/insight.062.09

Abstract:Penelitian ini dipengaruhi oleh motivasi belajar peserta didik yang masih dalam tingkat rendah. Tingkat penerimaan oleh teman sebaya dan konsep diri merupakan faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tingkat penerimaan teman sebaya, (2) konsep diri peserta didik, (3) motivasi belajar peserta didik, (4) kontribusi tingkat penerimaan teman sebaya terhadap motivasi belajar peserta didik, (5) kontribusi konsep diri terhadap motivasi belajar peserta didik, dan (6) kontribusi bersama tingkat penerimaan teman sebaya dan konsep diri terhadap motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi adalah peserta didik kelas XI yang berjumlah 324 peserta didik, sampel adalah 179 peserta didik, yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi berganda. Hasil dari penelitian ini: (1) tingkat penerimaan teman sebaya berada pada kategori tinggi, (2) konsep diri peserta didik berada pada kategori tinggi, (3) motivasi belajar peserta didik berada pada kategori tinggi, (4) ada adalah kontribusi tingkat penerimaan teman sebaya terhadap motivasi belajar peserta didik sampai 29%, (5) terdapat kontribusi konsep diri terhadap motivasi belajar peserta didik terhadap 37,2%, dan (6) ada kontribusi bersama tingkat penerimaan teman sebaya dan konsep diri terhadap motivasi belajar peserta didik terhadap 44,8%. Implikasi dari hasil penelitian dapat dijadikan masukan untuk membuat panduan program dan layanan konseling terutama dalam arah pembelajaran sosial-mandiri.
Elsya Pratiwi Pratiwi, Wirda Hanim, Aip Badrujaman
INSIGHT: JURNAL BIMBINGAN KONSELING, Volume 6, pp 114-129; doi:10.21009/insight.062.01

Abstract:Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk meningkatkan toleransi peserta didik kelas X SMK Negeri 26 Jakarta melalui teknik role playing dalam bimbingan kelompok. Populasi sebanyak 360 peserta didik. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X SMK Negeri 26 Jakarta yaitu 10 untuk kelompok eksperimen dan 10 untuk kelompok kontrol yang didapatkan dengan menggunakan teknik Purpossive sampling. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain kuasi eksperimen dalam bentuk pretest-posttest nonequivalent group design. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan instrumen toleransi yang berjumlah 47 butir dengan realibilitas 0.745. Hasil pengujian hipotesis menggunakan Mann Whitney U-Test menunjukkan nilai Asymp. Sig sebesar 0.000 yang berarti nilai probabilitas lebih kecil dari nilai signifikansi α 0.05, Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukan teknik role playing dalam bimbingan kelompok berpengaruh positif terhadap toleransi siswa kelas X SMK Negeri 26 Jakarta. Selanjutnya, guru BK dapat mengimplementasikan teknik role playing dalam bimbingan kelompok sebagai salah satu alternatif layanan untuk meningkatkan toleransi peserta didik di sekolah.
Mona Yulia Zulfa, Daharnis Daharnis, Syahniar Syahniar
INSIGHT: JURNAL BIMBINGAN KONSELING, Volume 6, pp 185-196; doi:10.21009/insight.062.07

Abstract:Latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya motivasi belajar peserta didik. Locus of control dan persepsi peserta didik tentang pendidikan merupakan faktor yang dapat memprediksi motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) locus of control, (2) persepsi peserta didik tentang pendidikan, (3) motivasi belajar, dan menguji: (4) hubungan antara locus of control dengan motivasi belajar (5) persepsi peserta didik tentang pendidikan dengan motivasi belajar, dan (6) hubungan antara locus of control dan persepsi peserta didik tentang pendidikan dengan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah 623 peserta didik SMA Pertiwi 1 Padang pada kelas X dan XI dan sampel sebanyak 243 peserta didik, yang dipilih dengan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian ini adalah model skala likert. Uji validitas hasil instrumen locus of control adalah 0,405, persepsi peserta didik tentang pendidikan adalah 0,631, dan motivasi belajar adalah 0,615. Hasil uji reliabilitas instrumen locus of control adalah 0,747, persepsi peserta didik tentang pendidikan sebesar 0,944, dan motivasi belajar sebesar 0,925. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana dan multiple. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata, deskripsi locus of control internal peserta didik berada pada kategori sedang, (2) persepsi peserta didik tentang pendidikan pada kategori sangat positif, (3) motivasi belajar pada kategori tinggi, (4) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi peserta didik tentang pendidikan dengan motivasi belajar (R = 0,432), (5) terdapat hubungan yang signifikan antara locus of control dan (6) persepsi peserta didik tentang pendidikan dengan motivasi belajar (R = 0,449). Implikasi dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai program pelayanan bimbingan dan konseling di SMA Pertiwi 1 Padang.
Mirnayenti Mirnayenti, Syahniar Syahniar, Alizamar Alizamar
INSIGHT: JURNAL BIMBINGAN KONSELING, Volume 6, pp 176-184; doi:10.21009/insight.062.06

Abstract:Sikap individu bisa terjadi karena interaksi sosial. Beberapa peserta didik ada yang berani menentang, diam dan terlibat dalam tindakan bullying, sehingga diperlukan usaha untuk memperbaiki sikap anti-bullying. Sikap peserta didik terhadap bullying itu bisa dilihat pada kasus jurnal BK guru / konselor sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan peserta didik anti bullying dengan layanan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan informasi dengan menggunakan media animasi untuk meningkatkan sikap anti-bullying peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini merupakan percobaan kuasi dengan rancangan kelompok kontrol pretest-posttest. Populasi penelitian adalah peserta didik SMPN 13 Padang sebagai kelompok eksperimen dan SMP 12 Padang sebagai CG dan sampelnya dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan model Likert Scale, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t dengan SPSS versi 17. Temuan dalam penelitian ini adalah: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik anti bullying sebelum dan sesudah layanan informasi dengan menggunakan media animasi, (2) ada perbedaan antara sikap anti bullying kelompok kontrol sebelum dan sesudah mengikuti layanan informasi tanpa menggunakan media animasi, (3) terdapat perbedaan perbedaan sikap anti bullying peserta didik yang layanan informasi perawatan menggunakan media dan tidak menggunakan media animasi. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa layanan informasi dengan menggunakan media animasi secara efektif meningkatkan sikap anti-bullying peserta didik.
Indah Palupi Pramuningtiyas, Happy Karlina Marjo, Indira Chanum Chalik
INSIGHT: JURNAL BIMBINGAN KONSELING, Volume 6, pp 144-155; doi:10.21009/insight.062.03

Abstract:Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok terhadap kecemasan bertanding atlet sepaktakraw. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet sepaktakraw sebanyak 8 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Metode yang digunakan adalah metode Pra-eksperimen, One-Group Pretest-Posttest Design. Pengukuran diukur dengan instrumen kecemasan bertanding yang memiliki 51 butir pernyataan valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0.932. Pengujian hipotesis menunjukkan hasil analisis nilai Sig = 0.034 < α = 0.05. Disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang bermakna bimbingan kelompok berpengaruh terhadap penurunan kecemasan atlet sepaktakraw SMPN 232 Jakarta Timur. Hasil ini menunjukkan bimbingan kelompok dapat diterapkan oleh pelatih dan guru bimbingan dan konseling disekolah sebagai salah satu alternatif penanganan kecemasan atlet dan sebagai bentuk pembinaan prestasi ekstrakulikuler olahraga di sekolah.
Marimbuni Marimbuni, Syahniar Syahniar, Riska Ahmad
INSIGHT: JURNAL BIMBINGAN KONSELING, Volume 6, pp 165-175; doi:10.21009/insight.062.05

Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk melihat kemampuan siswa untuk berpidato di sekolah. Konsep diri dan kematangan emosi adalah dua faktor penting dalam penyesuaian diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) konsep diri, 2) kematangan emosi, dan 3) penyesuaian diri serta penyesuaian diri, 5) kontribusi kematangan emosi terhadap penyesuaian diri, dan 6) kontribusi dari Baik konsep diri dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri. Penelitian yang digunakan adalah 148 siswa SMP Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka. 100 di antaranya dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah model Skala Likert. Hasil uji validitas instrumen konsep sendiri adalah 0,475. Sementara itu, hasil uji validitas instrumen kematangan emosi adalah 0,517 dan hasil uji validitas instrumen penyesuaian diri adalah 0,533. Hasil uji reliabilitas instrumen konsep diri adalah 0,834 dan hasil uji reliabilitas instrumen kematangan emosi adalah 0,858, Akhirnya, hasil uji reliabilitas instrumen penyesuaian diri adalah 0,852. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) konsep diri diri adalah dalam kategori positif, 2) kontribusi konsep diri terhadap penyesuaian diri sekitar 26,5%, 5) distribusi kematangan emosional terhadap penyesuaian diri sekitar 25, 2%, dan 6) kontribusi dari kedua self-consept dan kematangan emosional terhadap self self adjesment sekitar 35,2%. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai program bimbingan akhir bimbingan di SMP Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka.
Nurul Fazriah, Susi Fitri, Aip Badrudjaman
INSIGHT: JURNAL BIMBINGAN KONSELING, Volume 6, pp 197-213; doi:10.21009/insight.062.08

Abstract:Penelitian Quasi eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan pendekatan Body Image Cognitive Behavioral Therapy (BI-CBT) terhadap Siswi kelas XI di SMK Negeri 1 Babelan yang Memiliki Citra Tubuh Negatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Babelan sebanyak 6 orang pada kelompok tretment dan 6 orang pada kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunaakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan desain Quasi experimental design dan bentuk desain Non-equivalent Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner MBSRQ dan dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil analisis menunjukkan nilai sig.= 0.028 pada kelompok treatment yang berarti nilai probabilitas lebih kecil dari nilai signifikansi α = 0.05, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil analisis dapat diartikan bahwa Konseling kelompok pendekatan Body Image Cognitive Behavioral Therapy (BI-CBT) berpengaruh terhadap body image siswi kelas XI di SMK Negeri 1 Babelan. Siswi yang telah mengikuti Konseling kelompok dengan pendekatan Body Image Cognitive Behavioral Therapy (BI-CBT) dapat memahami dirinya dan mengendalikan pola pikir serta perasaannya terhadap caranya memandang dirinya dan tanggapan dari orang lain. Hal tersebut membuat siswi menjadi lebih mampu untuk menerima diri dan tampil lebih percaya diri.
Page of 12
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search