Journal Insight: Jurnal Bimbingan Konseling

-
124 articles
Page of 13
Articles per Page
by
Ikhsan Ikhsan, Muhammad Ilham Bakhtiar
Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, Volume 7, pp 48-55; doi:10.21009/insight.071.04

Abstract:Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif tentang penerapan manajemen diri dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Hasil penelitian adalah: 1) Pelaksanaan bimbingan manajemen diri merupakan tindakan yang dapat meminimalisasikan kesulitan belajar yang dihadapi siswa, 2) Bimbingan manajemen diri dapat mengatasi kesulitan belajar siswa, dimana terjadi penurunan tingkat kesulitan belajar siswa setelah memperoleh bimbingan manajemen diri di SMP Negeri 1 Makassar. Saran-saran yang diberikan berupa: 1) Guru pembimbing hendaknya lebih intensif dalam melaksanakan kegiatan ini dalam mengantisipasi kecenderungan kesulitan belajar yang dihadapi oleh siswa, 2) Siswa hendaknya berusaha secara optimal memanfaatkan layananan bimbingan dan konseling khususnya layanan bimbingan manajemen diri.
Arrahmil Hasanah, Asmidir Ilyas, Afdal Afdal
Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, Volume 7, pp 1-8; doi:10.21009/insight.071.01

Abstract:Creativity is a person's ability to create something new. Creativity of students need to be cultivated by all of their environment, such as their parents, teacher’s subjects, or guidance and counseling teacher. This research aims to describe the creativity of the students in SMPN 2 Padang, and describe the efforts to be made by the teacher guidance and counseling in developing the creativity of students. The type of this research is the research of combinations (Mixed method), the populations of this research are 536 people, with 88 samples using proportional random sampling technique. The source of this data research is from primary data collected by using paper test to appereance the creativity (AUKREF) and interviews with the guidance and counseling teachers. The results of this research are: (1) The creativity level of the students are in good category (71.6%) with the average score of student is 54.34. (2) The efforts made by guidance and counseling in developing students' creativity is to create a sense of safe to the students, recognizing the advantages of students creative, strategies or tips in favor of the students to be more creative, to help student who has the creativity to understanding their differences with the other children, give opportunities for creative students to communicate ideas, and provide guidance and counseling services in developing students' creativity. Based on these findings, it hopefully the guidance and counseling teacher can optimize guidance and counseling services in developing students' creativity at SMPN 2 Padang.
Lastri Fajarwati
Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, Volume 7, pp 107-115; doi:10.21009/insight.071.09

Abstract:Kegiatan pemberian layanan informasi tentang sekolah lanjutan sudah diberikan pada siswa kelas 9 di SMP Negeri 19 Kota Bekasi, namun kegiatan layanan ini hanya sebatas pemberian layanan informasi dikelas dari guru bimbingan dan konseling saja dan kurang menarik minat siswa. Perlu adanya kegiatan bervariatif yang akan menarik minat siswa dalam mempelajari dan memahami tentang sekolah lanjutan dan informasi bimbingan karir lainnya. Untuk itu peneliti mengadakan kegiatan yang bervariatif dalam pemberian layanan bimbingan karir salah satunya kegiatan career day untuk siswa kelas 9. Metode penelitian tindakan ini adalah dengan kegiatan career day dalam layanan bimbingan karir untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang sekolah lanjutan pada siswa kelas 9.4 di SMP Negeri 19 Kota Bekasi. Dengan kegiatan career day pemahaman siswa tentang sekolah lanjutan semakin meningkat terlihat dari hasil angket pemahaman siswa tentang sekolah lanjutan yang diisi oleh siswa pada siklus 1 rata-rata hasil tes pemahaman 78,18 dan pada siklus 2 mengalami peningkatan menjadi 98,73. Siswa sangat berminat dan antusias dalam mengikuti kegiatan career day sampai dengan selesai karena siswa mendapatkan informasi dari sumbernya langsung dan dengan pemahaman yang baik tentang sekolah lanjutan melalui kegiatan career day ini siswa dapat menentukan sekolah lanjutan yang akan ditempuhnya.
Sudharno Dwi Yuwono, Asni Asni
Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, Volume 7, pp 87-95; doi:10.21009/insight.071.07

Abstract:Pengelolaan data atau manajemen dalam paradigma BK komprehensif memiliki kedudukan penting. Kegiatan manajemen sama pentingnya dengan tiga komponen program lainnya yaitu pembuatan dasar program, sistem layanan dan evaluasi. Berdasarkan kesadaran tersebut maka dilakukan penelitian yang menghasilkan model manajemen data BK. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dihasilkan produk berupa desain alur manajemen data BK dan modul panduan pelaksanaanya. Produk yang dihasilkan telah melalui uji hipotetik yaitu ahli konten BK 86 %, uji ahli grafika 80 % dan praktisi 76 %. Berdasarkan hal tersebut produk sudah pada kategori baik. Hal itu berarti produk yang dihasilkan, ditinjau dari ahli, dapat digunakan untuk mempermudah pelaksanaan manajemen data guru Muhammadiayah di Jakarta. Produk tersebut masih dalam bentuk pelaksanaan model hipotetik. Model tersebut pada tahap penelitian ini dikembangkan menjadi software manajemen data atau yang disebut Acmata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode research and development. Berdasarkan uji ahli software produk telah sesuai 100% artinya dari segi materi software ini sesuai dengan konsep rancangannya dan uji pengguna terbatas menggunakan usability test sebesar 74% atau pada kategori cukup. Hasil menunjukan software masih memiliki kekurangan. Kekurangan pada aspek learnability, efficienci, memorability, errors, dan statification. Oleh karena itu, hasil penelitian ini perlu dikembangkan kembali dan diuji efektivitasnya pada kondisi yang sebenarnya dalam proses manajemen data.
Eka Wahyuni, Juntika Nurihsan, Syamsu Yusuf
Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, Volume 7, pp 96-106; doi:10.21009/insight.071.08

Abstract:Penelitian ini dibuat berdasarkan banyaknya tantangan dan resiko yang dihadapi mahasiswa tahun pertama yang dapat memicu munculnya masalah yang menghambat kesuksesan di bidang akademik maupun kehidupan personal di masa selanjutnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gambaran kesejahteraan mahasiswa angkatan 2016 di Universitas Negeri Jakarta dan implikasinya bagi program konseling di perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan responden sebanyak 1200 mahasiswa angkatan 2016. Instrumen yang digunakan adalah lima faktor kesejahteraan yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kesejahteraan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta masih jauh di bawah norma. Faktor diri esensial dan sosial dengan sub faktor spiritualitas, perawatan diri dan cinta adalah faktor dan sub faktor yang memiliki rata-rata skor terendah. Untuk itu direkomendasikan untuk penyedia layanan bantuan kesehatan mental mahasiswa perlu mengembangkan program yang bersifat prevensi dan pengembangan untuk membantu mahasiswa mengembangkan kesejahteraannya terutama pada faktor dan sub faktor yang rendah.
Wirda Hanim, Herdi Herdi, Siti Aminah
Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, Volume 7, pp 72-86; doi:10.21009/insight.071.06

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model simulasi dalam bimbingan kelompok terhadap disiplin diri di kelas XI SMK Negeri 26 Jakarta. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling sesuai tujuan yang akan dicapai peneliti, yang terdiri dari 10 orang pada kelompok eksperimen dan 10 orang pada kelompok kontrol. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen, Nonequivalent Control Group Design. Pengumpulan data menggunakan instrumen disiplin diri. Analisis yang digunakan adalah analisis Mann Whitney U test, yang bertujuan menguji pengaruh hasil kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis yang didapatkan H0 ditolak dan H1 diterima, dengan nilai sig=0.000, hal ini menunjukan probabilitas lebih kecil dari nilai signifikansi α=0.05. Hasil penelitian menunjukan rata-rata skor disiplin diri peserta didik yang mendapatkan bimbingan kelompok dengan menggunakan model simulasi lebih besar dibandingkan rata-rata peningkatan disiplin diri peserta didik yang tidak mendapatkan bimbingan kelompok dengan menggunakan model simulasi. Kata Kunci: Model Simulasi, Bimbingan Kelompok, Disiplin Diri.
Wirda Hanim, Michiko Mamesah, Rani Romatua Anzelyna
Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, Volume 7, pp 56-71; doi:10.21009/insight.071.05

Abstract:Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Project Based Learning dalam bimbingan klasikal untuk meningkatkan tanggung jawab siswa kelas XII Jurusan Audio Video di SMKN 5 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent group design. Sampel penelitian sebanyak 49 siswa, diambil dengan menggunakan teknik non-probabilitas sampling. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh peneliti dan berdasarkan aspek-aspek pembentuk tanggung jawab yang dikemukakan Sukiat tahun 1993. Berdasarkan hasil uji coba, instrumen ini memiliki 65 item valid dengan realiabilitas sebesar 0,905. Hasil penelitian pada kelompok eksperimen diketahui bahwa gambaran tanggung jawab siswa saat pretest 12,5% berada pada kategori rendah, 41,67% berada pada kategori sedang, dan 45,83% berada pada kategori tinggi. Sedangkan, gambaran tanggung jawab siswa saat posttest adalah 20,83% berada pada kategori sedang, 37,5% berada pada kategori tinggi, dan 41,67 % berada pada kategori sangat tinggi. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan Mann Whitney U Test. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh hasil nilai Asymp. Sig = 0.000. Hipotesis penelitian diuji pada taraf signifikan = 0.05 atau dengan tingkat kesalahan 5% maka nilai Asym. Sig = 0.000 < nilai signifikan = 0.05. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata peningkatan tanggung jawab siswa yang mendapatkan bimbingan klasikal dengan menggunakan model Project Based Learning lebih besar, dibandingkan rata-rata peningkatan tanggung jawab siswa yang tidak mendapatkan bimbingan klasikal dengan menggunakan model Project Based Learning.
Sjenny Anggraeni Indrawati, Michiko Mamesah, Audia Purnama Putri
Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, Volume 7, pp 9-23; doi:10.21009/insight.071.02

Abstract:Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Cognitive Behavior Play Therapy untuk Anger Expression pada satu siswa kelas VI SD Al Irsyad Al Islammiyah, Bekasi, Jawa Barat. Metode penelitian adalah Single Subject Research dengan desain penelitian A-B. Pengumpulan data menggunakan instrumen observasi yang dikembangkan melalui indikator pengekspresian kemarahan oleh Spielberger yaitu Anger In, Anger Out, dan Anger Control. Teknik analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada indikator Anger In mengalami penurunan dari kondisi baseline hingga kondisi intervensi sebesar 1.3, hal yang sama terjadi pada indikator Anger Out mengalami penurunan sebesar 5.8 sedangkan pada indikator Anger Control menunjukkan peningkatan sebesar 7.2. Adanya penurunan pada Anger Out dan adanya peningkatan pada Anger Control menunjukkan bahwa Cognitive Behavioral Play Therapy berpengaruh dalam membantu anak dalam mengelola ekspresi emosi marahnya. Kata Kunci: Kemarahan, Anger Expression, Anger In, Anger Out, Anger Control, perilaku, kognitif, konseling Individual, cognitive behavioral play therapy.
Imas Arshy Gustia, Sjenny Anggraeni Indrawati, Wirda Hanim
Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, Volume 7, pp 24-47; doi:10.21009/insight.071.03

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-instructional dalam layanan konseling individu untuk meningkatkan percaya diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian subjek tunggal dengan desain A-B. Subjek dalam penelitian ini, seorang siswi perempuan kelas V SDN Utan Kayu Utara 01, dengan tingkat percaya diri rendah yang diperoleh berdasarkan hasil pengisian angket percaya diri pada studi pendahuluan, wawancara dan observasi. Data yang diperoleh, dianalisis dengan cara analisis dalam kondisi pada kondisi baseline (A) dan kondisi intervensi (B) serta dilakukan analisis antar kondisi baseline (A) dengan kondisi intervensi (B). Kemudian hasil analisis tersebut divisualisasikan ke dalam grafik. Secara umum, teknik self-instructional dapat meningkatkan percaya diri subjek. Skor rata-rata percaya diri konseli sebelum diberikan intervensi adalah 45,5 (berada pada kategori rendah) kemudian meningkat menjadi 63,2 (berada pada kategori sedang) setelah diberikan intervensi. Peningkatan terjadi khususnya pada indikator percaya diri yakni komunikasi dan ketegasan. Sedangkan pada indikator penampilan diri dan pengendalian perasaan, peningkatan skor tidak terlalu besar. Pada kondisi intervensi, terjadi fluktuasi skor yang diperoleh subjek selama proses penerapan teknik self-instructional dalam konseling yang dilakukan.
Arga Satrio Prabowo, Asni Asni
Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, Volume 7, pp 116-120; doi:10.21009/insight.071.10

Abstract:Latihan asertif dalam pendekatan konseling behavioral adalah sebuah cara yang digunakan untuk mengajarkan individu mengenai cara mengekspresikan perasaan positif dan negatif secara terbuka dan langsung. Hal ini menjadi penting karena seorang individu memiliki hak untuk mengekspresikan perasaannya secara terbuka. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diberbagai tempat didunia, latihan asertif merupakan teknik yang efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial seperti prilaku asertifitas, kemampuan individu dalam mengekspresikan perasaan, dan keterampilan berkomunikasi secara terbuka kepada orang lain. Tulisan ini akan membahas efektifitas latihan asertif dalam meningkatkan keterampilan sosial individu.
Page of 13
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search