Refine Search

New Search

Advanced search

Journal ROTASI

-
170 articles
Page of 18
Articles per Page
by
Athanasius Priharyoto Bayuseno, Dipo Adi Negoro
Published: 11 January 2019
ROTASI, Volume 20, pp 195-201; doi:10.14710/rotasi.20.4.195-201

Abstract:Pada ekskavator, bagian ujung dari bucket yang berperan seperti cakar-cakar disebut bucket teeth. Bucket teeth merupakan salah satu bagian yang paling mungkin terjadi kegagalan ketika excavator digunakan. Untuk mengatasi kegagalan, dilakukan peningkatan sifat mekanis terutama nilai kekerasan dengan cara pack carburizing. Pack carburizing merupakan salah satu jenis dari carburizing dimana proses ini merupakan proses pengerasan pada permukaan (surface hardening) dengan cara menambahkan unsur karbon dengan cara difusi yang dilakukan pada suhu 950oC dengan variasi waktu penahanan 2,4 dan 6 jam ditambah dengan variasi serbuk cangkang kerangyang berperan sebagai energizer sebesar 30%, 40% dan 50%. Setelah dilakukan pack carburizing, bucket teeth dilakukan proses quenching dengan media oli SAE 20W-50 untuk meningkatkan nilai kekerasan. Setelah itu dilakukan proses pengujian kekerasan, mikrografi, dan uji komposisi kimia untuk membandingkan material setelah dan sebelum proses pack carburizing. Hasil menunjukkan bahwa terjadi kenaikan nilai kekerasan seiring dengan banyaknya karbon dan waktu tahan, dimana kekerasan tertinggi terjadi pada variasi 70% Charcoal – 30% serbuk cangkang kerangdengan waktu penahanan 4 jam sebesar 84.9 HRA. Unsur karbon yang terdifusi ke dalam material akan meningkat seiring penahanan waktu yang semakin lama dimana difusi karbon paling dalam terjadi pada penahanan 6 jam dengan variasi 70% C – 30% serbuk cangkang kerang.
Eko Saputra
Published: 11 January 2019
ROTASI, Volume 20; doi:10.14710/rotasi.20.4.i-v

Msk Tony Suryo Utomo, Eflita Yohana, Mauli Astuti Khoiriyah
Published: 11 January 2019
ROTASI, Volume 20, pp 237-243; doi:10.14710/rotasi.20.4.237-243

Abstract:Pengeringan merupakan proses perpindahan panas dan uap air secara simultan yang memerlukan energi panas untuk menguapkan kandungan air dari bahan yang akan dikeringkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara simulasi. Produk yang dipilih untuk simulasi ini yaitu teh. Simulasi numerik perpindahan massa pada teh dilakukan dengan menempatkan material teh pada domain komputasi sebuah aliran eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi temperatur pada partikel teh dengan menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) dan menganalisis pengaruh variasi kecepatan inlet dan temperatur inlet terhadap waktu pengeringan sehingga diperoleh metode pengeringan yang paling optimum pada pengeringan teh. Penurunan massa pada teh dihitung secara analitik dengan menggunakan persamaan laju penurunan massa. Teh dimodelkan dengan bentuk menyerupai silinder setelah dilakukan pelayuan untuk kemudian dikeringkan. Kecepatan masuk aliran udara dan temperatur masuk divariasikan sesuai dengan batas kecepatan minimum dan maksimum fluidisasi dan temperatur pengeringan teh untuk fluidized bed dryer. Waktu yang digunakan untuk menurunkan kadar air hingga 3% berdasarkan temperatur pada kecepatan 1,6 m/s secara berurutan adalah 354 s (880C), 300 s (930C), dan 256 s (980C). Sementara pada kecepatan 2,6 m/s waktu yag dibutuhkan adalah 277 s (880C), 234 s (930C), dan 200 s (980C) serta untuk kecepatan 3,6 m/s berturut-turut 235 s (880C), 199 s (930C), dan 169 s (980C). Untuk pengeringan teh lebih optimal dilakukan dengan menaikkan kececepatan masuk aliran fluida dibandingkan dengan menaikkan temperatur.
Eky Fortuna Pradika, Achmad Widodo, Ismoyo Haryanto
Published: 11 January 2019
ROTASI, Volume 20, pp 207-213; doi:10.14710/rotasi.20.4.207-213

Abstract:Perawatan mesin merupakan suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga performa mesin atau memperbaikinya sampai pada suatu kondisi yang bisa diterima. Dalam dunia industri, pemeliharaan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi kondisi mesin dan jumlah produksi. Penggunaan mesin dalam jangka waktu lama tentunya akan membutuhkan perawatan, salah satu metode perawatan adalah perawatan prediktif. Roda gigi adalah komponen yang sangat penting pada mesin, oleh karenanya roda gigi juga perlu diperhatikan kondisinya untuk menghindari kerusakan pada saat pengoperasian mesin. Macam-macam kerusakan pada roda gigi yang sering terjadi diantaranya adalah keausan, retak, dan patah roda gigi. Untuk mengetahui keausan pada roda gigi, diperlukan adanya indikator yang dapat menunjukan keausan roda gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosa kondisi roda gigi dengan menggunakan metode ensemble empirical mode decomposition (EEMD). Artikel ini juga membahas tentang beberapa fitur ekstraksi yang digunakan seperti: spectrogram, RMS, kurtosis, dan crest factor sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukan perbedaan kondisi roda gigi pada keadaan normal, aus dan patah poros dapat dideteksi dengan menggunakan metode EEMD dengan melihat kemunculan peak. Pada fitur spectrogram terlihat jelas warna merah gelap yang menunjukan terdapatnya getaran yang tinggi pada frekuensi tertentu yang mengindikasi terjadinya getaran pada frekuensi tersebut.
Patrick Munyensanga, P. Paryanto, Moh Nor Ali Aziz
Published: 11 January 2019
ROTASI, Volume 20, pp 249-257; doi:10.14710/rotasi.20.4.249-257

Abstract:Advanced machining process telah terbukti dalam teknologi proses rekayasa untuk surface finishing dan proses material removal, atau dengan proses traditional finishing: fase fundamental, unrestrained, dan permintaan tinggi dalam fase tenaga kerja selama produksi. Finishing abrasif magnetik, pada polishing dalam proses non-konvensional mampu menyelesaikan dengan presisi dengan proses pemesinan yang dikontrol oleh medan magnet dan itu tidak berlaku untuk beberapa proses kompleks di mana teknik penyelesaian konvensional dapat dengan mudah diterapkan. Makalah ini mengulas teknik praktis untuk memoles bantalan AISI 316L ST Ball dengan proses finishing abrasif magnetik untuk menyelesaikan desain permukaan bola eksternal. Parameter input yang berbeda dari proses ditinjau seperti kecepatan elektromagnetik, arus dan tegangan langsung yang diinduksi, kepadatan fluks magnetik, jumlah ukuran partikel abrasif, lingkungan kerja, dan bahan benda kerja. Input yang terjadi untuk proses finishing bantalan bola stainless steel dapat memvalidasi kinerja laju material removal rate dan surface roughness.
Rifky Ismail, Munadi Munadi, Zakki Kurniawan Ahmad, Athanasius Priharyoto Bayuseno
Published: 11 January 2019
ROTASI, Volume 20, pp 231-236; doi:10.14710/rotasi.20.4.231-236

Abstract:Penggunaan mobil listrik semakin dinilai positif karena tidak menimbulkan polusi udara secara langung dan memiliki kontruksi mesin yang lebih sederhana. Universitas Diponegoro saat ini memiliki mobil listrik platform 2 penumpang Gentayu yang telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir. Pada pengembangan mobil listrik Gentayu ini dibutuhkan sebuah rangka chassis yang berfungsi sebagai penopang semua beban kendaraan. Chassis ini harus memiliki kekuatan untuk menahan beban dan dapat mendistribusikan beban dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pilihan chassis mobil listrik Gentayu menggunakan metode elemen hingga dan memberikan rekomendasi material untuk chassis mobil listrik Gentayu. Penelitian ini mempunyai 2 tahapan inti yaitu, melakukan perancangan/desain model mobil listik Gentayu menggunakan aplikasi Solidwork 2017 dan simulasi finite element method (FEM) menggunakan software ABAQUS. Pada tahap simulasi FEM dilakukan proses import model chassis dari aplikasi Solidwork. Material yang digunakan dalam simulasi ini adalah alloy steel, alumunium AISI 6061, dan carbon fiber. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah tegangan von Mises dan displacement. Tegangan von Mises tertinggi berada pada material carbon fiber yaitu 200,82 MPa dan displacement tertinggi berada pada material alumunium AISI 6061 yaitu 5,83 mm. Secara umum ketiga jenis material yang dipilih pada simulasi memberikan nilai yang masih aman secara teknis. Material alloy steel memiliki keunggulan dari aspek biaya dan kemudahan dalam proses pengelasan dengan body mobil listrik
Dhimas Satria, Romi Wiryadinata, Ni Ketut Caturwati, Haryadi Haryadi, Imron Rosyadi
Published: 11 January 2019
ROTASI, Volume 20, pp 221-225; doi:10.14710/rotasi.20.4.221-225

Abstract:Remotely Operated Vehicle (ROV) teknologi observasi bawah laut di perairan selat Sunda yang telah dikembangkan memiliki keterbatasan dari segi manuver, yaitu hanya dapat bergerak vertical dengan kedalaman yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan parameter hidrodinamika yang terbaik, yaitu matriks inersia, matrik coriolis, dan redaman hidrodinamika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode fixed mesh, dimana diasumsikan fluida bergerak pada kecepatan dimana ROV bergerak dan model ROV diam (statik). Representasi gerak ROV dengan mengubah kemiringan ROV terhadap arah aliran fluida. Hasil dari penelitian adalah parameter hidrodinamika, yaitu (matriks inersia benda tega ROV), (Matriks koefisien untuk benda tega Coriolis), (inersia hidrodinamika), (matriks koefisien untuk hidrodinamika dengan Coriolis dan nilai sentripetal) memberikan koefisien inersia badan ROV kerangka rotasi terhadap titik pusat bumi. Sedangkan parameter hidrodinamika yaitu redaman hidrodiniamika menggambarkan gaya redaman hidrodinamika dan momen berkerja terhadap gerak relatif antara badan kendaraan dengan fluida
Sulistyo Sulistyo
Published: 11 January 2019
ROTASI, Volume 20, pp 244-248; doi:10.14710/rotasi.20.4.244-248

Abstract:Proses sintering adalah proses pemanasan suatu material yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatannya. Proses sintering pada material keramik dapat dilakukan pada temperatur tertentu . Temperatur yang dipakai tergantung dari karakteristik material keramik itu sendiri. Di wilayah Indonesia memiliki potensi bahan keramik sehingga diperlukan pemahaman proses sintering yang memadai untuk memperoleh karakteristik produk yang diharapkan sesuai kebutuhan bidang rekayasa. Paper ini membahas tentang proses sintering pada material keramik tanah liat (clay) menjadi produk kemudian dievaluasi perubahan dimensi dan kekuatan. Tanah liat dalam bentuk gumpalan besar (bongkahan) dikeringkan pada udara biasa dengan memanfaatkan panas sinar matahari selama 3 hari. Bongkahan tanah liat yang sudah kering dinacurkan secara manual menjadi bubuk. Pengukuran serbuk dilakukan dengan metode ayakan (sieving) menggunakan mesh 100. Serbuk dibentuk dalam bentuk disk dan silinder berpori dengan metode kompaksi dilanjutkan proses sintering. Sintering dilakukan pada suhu 950 C dan 1250 C. Ukuran produk sintering diukur menggunakan caliper. Kekuatan mekanik diukur dengan menggunakan three point bending. Proses sintering pada suhu 1250 C menghasilkan penyusutan yang paling besar dan kekuatan bending yang terbaik. Informasi ukuran sangat diperlukan dalam proses perakitan menjadi produk akhir
Eko Saputra
Published: 11 January 2019
ROTASI, Volume 20, pp 1-4; doi:10.14710/rotasi.20.4.app.1-4

Deni Fajar Fitriyana, Gunawan Dwi Haryadi, Sulardjaka Sulardjaka, Norman Iskandar, Abdi Gilang Amrizal
Published: 11 January 2019
ROTASI, Volume 20, pp 202-206; doi:10.14710/rotasi.20.4.202-206

Abstract:Proses pelapisan pada SS 304 dengan metode thermal spray dapat di pertimbangkan sebagai metode untuk peningkatan ketahan aus. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak penembakan pada proses pelapisan SS 304 dengan metode twin wire arc spray coating terhadap peningkatan ketahanan aus dengan material coating 95MXC. Variasi jarak penembakan yang digunakan adalah 100 mm, 200 mm, 300 mm dan 400 mm dengan air pressure 4 bar. Dari hasil penelitian, pada jarak penembakan 100 mm menghasilkan nilai kekerasan 1227 HV, nilai laju keuasan 4,0x10-4 mm3/s, nilai presentase porositas dan unmelt 9,278% dan kekuatan lekat coating sebesar 22,62 MPa. Semakin dekat jarak penembakan, nilai kekerasan yang dihasilkan akan semakin tinggi sehingga nilai laju keausan yang didapatkan menurun. Hal tersebut dikarenakan rendahnya nilai presentase porositas dan unmelt.
Page of 18
Articles per Page
by