Refine Search

New Search

Advanced search

Journal JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY

-
23 articles
Page of 3
Articles per Page
by
Zulfikar Zulfikar
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY, Volume 2, pp 86-92; doi:10.31289/jmemme.v2i2.2110

Abstract:Typical technology for processing red onion affects the quality of red onion produced. The process of drying red onion is one of the important factors in producing the best quality of red onion. Environmentally friendly and easy operation and maintenance technology is the desired technology. In the process of engine design, the strength of the material and structure are the main factors of the building of the machine. Calculation with finite element method (FEM) is the best choice to obtain information on stress distribution on a machine structure. In this study, the calculation of the FEM method was assisted by Ansys APDL 15.0 software. The objectives of this study were: (1) calculation of the load on the tray structure, (2) the distribution of stress on the tray structure, seat, and frame for red onion dryers, and (3) analyzing the strength of the material using the Tresca and Energy Distortion methods. The input load comes from the weight of the tray and red onion. The analytical method used is the finite element method with the type of structural analysis and Beam 3Node 189 element type. Based on the FEM simulation results, the maximum stress that occurs in the tray is 1.22 MPa and the maximum deflection is 0.0055 mm. The maximum stress in the tray support structure is 33.25 MPa and the maximum deflection is 0.014 mm. The maximum stress on the frame structure of the onion drying machine is 0.89 MPa and the maximum deflection is 0.000235 mm which occurs in the middle of the machine structure. Using the Tresca and Distortion Energy theories, it is found that the stresses that occur are still far from the failure criteria for all structures. Likewise, the deflection that occurs is very small so that the construction of the onion drying machine is safe to use.
Amir Syam
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY, Volume 2, pp 67-72; doi:10.31289/jmemme.v2i2.2111

Abstract:Gas metana ini merupakan gas rumah kaca yang 21 x lebih merusak dari pada karbondioksida. Dampak terjadinya kelebihan tekanan akan terlihat api yang lebih tinggi dari cerobong flare, dan kemungkinan besar bisa mengakibatkan kebakaran di area pengolahan biogas.Dari hasil analisis kinerja biogas flare yang didapat secara langsung dari Biogas Pabrik Ukindo adalah untuk tekanan 8-15 kpa, kandungan metana 40 – 60%,dan temperatur pembakaran 1000 – 1200 ˚C, untuk emisi gas rumah kaca didapat dari hasil perhitungannya adalah Emisi CO2 dari bahan bakar gas dengan emisi CH4 berdasarkan faktor emisi per tahun = 206,26 x 107lb/yr, dan untuk kerugian tekanan yang terjadi pada pemipaan total adalah 0,1035 Pa
Abdul Rahmansyah, Zulfikar Zulfikar, Bobby Umroh
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY, Volume 2, pp 73-77; doi:10.31289/jmemme.v2i2.2105

Abstract:In general, household waste water pipelines use plastic pipes of PVC type that are not environmentally friendly and are relatively expensive. Therefore, this research will design molds and manufacture of composite pipes using raw materials of clampshell powder. The raw material used is clampshell powder with the composition of MgO and CaO compounds which is about 22.28% and 66.70%. The mixture of materials used consisted of clampshell powder with a size of 40 mesh, catalyst, and unsaturated polyester resin as a matrix. The objective of this study is manufacture of water pipes made from polymer composites reinforced by clampshell powder. Composite pipe manufacturing is carried out using the casting method. Pipe molds are made of stainless steel with a diameter of 40.46 mm (1.6 in) and an outer diameter of 50.8 mm (2 in). This mold size follows SNI 06-0084-2002 standards. The results of the study, water pipes from polymer composite material reinforced by clampshell powder with an inner diameter size of 40.64 mm and varying outside diameter. This variation depends on the composition of the clampshell powder in composite materials. The greater the clampshell powder composition, the more easily the maximum pipe wall thickness can be obtained. The average wall thickness variation is 3.35 mm. This variation is still included in the polymer water pipe requirements, which is a minimum of 2 mm.
Husin Ibrahim
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY, Volume 2, pp 78-85; doi:10.31289/jmemme.v2i2.2120

Abstract:Pada umumnya peralatan PLTBS di PT. Ukindo telah dirancang, dengan peralatan khusus dalam memproduksi listrik, seperti Engine gas dan generator agar keamanan serta keselamatan pekerjanya terjamin. Salah satunya Pabrik kelapa sawit sebagai penghasil energi listrik terbarukan, terlebih dalam bentuk limbah cair pks. Kinerja PKS Ukindo cukup bagus, dengan didapatkan kesetabilan TBS diolah selama lima tahun terakhir, dengan rata-rata mengolah diataston 300 TBS/tahun. Sebagian bahan baku TBS diperoleh dari pihak ketiga. Dari hasil analisis perhitungan maka diperoleh daya terbangkit 1,3 MW. Perhitungan ini menggunakan asumsi pada produksi terendah pada tahun 2014. Jika kemudian jumlah TBS diolah lebih besar, maka potensi daya yang dihasilkan jika akan lebih besar, sehingga analisis daya terpasang masih bisa meningkat.
Muhammad Idris Hutasuhut
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY, Volume 2, pp 43-50; doi:10.31289/jmemme.v2i2.2006

Abstract:Cadangan bahan bakar fosil Indonesia akan segera habis. Indonesia harus segera melakukan inovasi dan temuan bahan bakar alternative untuk menggatikan bahan bakar fosil tersebut untuk menghindari krisis dan isu lingkungan. Biomassa sebagai salah satu sumber bahan bakar alternative yang tersedia dalam jumlah banyak di Indonesia. Melalui beberapa tahapan proses biomassa dapat dirubah menjadi bahan bakar bioethanol. Salah satu proses yang dimaksud dengan cara termokimia yaitu distilasi. Distilasi merupakan proses pemisahan fasa berdasarkan titik didih fasa itu sendiri. Uap mengalir dalam pipa masuk ke dalam kondensor dengan ukuran Ø 8.89x10-2 m dan panjang L 3.4 x10-2. Didalam kondesnor terjadi perpindahan panas secara konveksi. Perbedaan temperature pada proses kondensasi antara fluida uap yang mengalir dalam pipa dengan fluida air pendingin yang mendinginkan dinding kondesor direkam menggunakan perankat akuisisi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perpindahan panas konveksi pada kondensor dan mengitung hasil luaran bioethanol secara teoritis berdasarkan massa kondensat uap fermentor. Dari hasil analisis diperoleh perpindahan panas konveksi sebesar 0.2752 kW. Laju massa uap fermentor 1.192 x 10-4 kg/s, koefisien perpindahan kalor kondensasi 340.7161 W/m2 OC, laju massa kondensat 1.01x 10-5 kg/s. Laju massa kondensat yang diperoleh 8% merupakan hasil luaran biofuel atau bioethanol.AbstractIndonesia's fossil fuel reserves will soon run out. Indonesia must immediately innovate and search alternative fuels to replace fossil fuels to avoid crises and environmental issues. Biomass as one of the alternative sources of fuel available in large quantities in Indonesia. Through several stages, the process of biomass can be converted into bioethanol fuel. One of the processes referred to by thermochemical methods is distillation. Distillation is a phase separation process based on the boiling point itself. Steam flows in the pipe into the condenser with a size of Ø 8.89x10-2 m and length L 3.4 x10-2. In the condenser, there is convection heat transfer. The temperature difference in the condensation process between the vapor fluid flowing in the pipe and the cooling water fluid that cools the condenser wall is recorded using the acquisition role. Therefore, this study aims to analyze the convection heat transfer in the condenser and to calculate the bioethanol output theoretically based on the mass of the fermentor vapor condensate. From the analysis results obtained convection heat transfer of 0.2752 kW. The fermentor vapor mass rate is 1,192 x 10-4 kg / s, the condensation heat transfer coefficient is 340.7161 W / m2 OC, the condensate mass rate is 1.01x 10-5 kg / s. The condensate mass rate obtained by 8% is the result of biofuel or bioethanol output.
Darianto Darianto
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY, Volume 2, pp 56-66; doi:10.31289/jmemme.v2i2.2154

Abstract:Indonesia kaya akan sumber hayati, salah satunya adalah gudang sumber penghasil protein hewani khususnya ikan. Pengasapan adalah salah satunya cara pengawetan ikan yang dapat dilakukan dengan peralatan yang sederhana dan mudah didapat serta harganya murah. Tujuan penelitian ini ialah analisa nilai kalor yang dibutuhkan, produktivitas asap, aliran pada lemari pengasapan, dan kadar air pada ikan. Berat ikan yang diasapi dalam penelitian ini adalah 500 kg. Bahan bakar yang digunakan untuk pengasapan ikan adalah kayu jati, dimana kayu ini dipilih sebagai bahan bakar karena sifatnya yang keras, sehingga dapat menghasilkan asap yang tebal dan mengeluarkan aroma yang cukup baik untuk ikan asap. Berdasarkan hasil analisa, besar kalor yang dibutuhkan dalam satu siklus proses pengasapan ikan ialah 375.000 kkal. Bahan bakar yang digunakan sebelum finishing pengasapan yaitu sebanyak 120 kg dan untuk finishing pengasapan menggunakan bahan bakar sebanyak 30 kg. Bilangan Re dari proses pengasapan ialah 12450 atau lebih besar dari 4000. Oleh karena itu, jenis aliran yang mengalir pada dapur pengasapan ialah jenis turbulen. Kadar air yang masih tersisa dalam produk ialah 13,4 %. Hal ini masih dibawah batas ambang yang dipersayaratkan oleh SNI, yaitu maksimal 60%.
Chandra A Siregar
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY, Volume 2, pp 51-55; doi:10.31289/jmemme.v2i2.2115

Abstract:Alat destilasi surya tipe kolektor plat datar merupakan alat yang berfungsi sebagai pengubah air laut menjadi air tawar dengan energi matahari dengan memodifikasi jarak kaca penutup untuk dapat memanfaatkan panas hasil kondensasi. Dengan memanfaatkan panas tersebut diharapkan uap air yang dihasilkan akan lebih banyak. Dengan memvariasikan jarak kaca penutup dengan fiber hitam 15 mm, 25 mm, dan 35 mm diharapkan dapat ditemukan jarak kaca penutup yang efektif, yang lebih banyak menghasilkan air tawar. Hasil dari penelitian di dapat untuk jarak kaca penutup 15 mm, 25 mm, dan 35 mm ini masing – masing mampu menghasilkan air tawar 450 ml, 420 ml, dan 398 ml. Dari hasil ini bisa disimpulkan bahwa untuk jarak kaca penutup 15 mm mempunyai hasil lebih tinggi dibandingkan dengan jarak kaca penutup 25 mm dan 35 mm.
Sariyusda Sariyusda
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY, Volume 2, pp 33-42; doi:10.31289/jmemme.v2i1.1656

Abstract:Reliability Centered Maintenance (RCM) atau lebih dikenal dengan the expert system of maintenance merupakan suatu metode desain sistem manajemen perawatan yang mampu memberikan jaminan ketersediaan, keselamatan, lingkungan serta desain sistem applicable dan komprehensif. Rel conveyor oven Btu Pyramax 150N adalah salah satu bagian yang sangat berpengaruh pada proses manufacturing sebuah PCB (Papan Circuit board) pada PT.Flextronics Teknology Indonesia – Batam (Indonesia). Tujuan yang ingin dicapai ialah melakukan perancangan sistem manajemen perawatan berdasarkan RCM untuk menghindari terjadinya kegagalan (failure) peralatan mesin pada saat operasi yang menyebabkan terganggunya produksi dapat dihindari. Metode yang dilakukan pada penelitian ini mengunakan metode FMEA (Failure Mode and effect analysis) dan penelitian dapat tiga peralatan kritis yaitu rantai conveyor, jaring baja dan alur poros melintang.
Darianto Darianto, Bobby Umroh, Amrinsyah Amrinsyah, Zulfikar Zulfikar
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY, Volume 2, pp 13-19; doi:10.31289/jmemme.v2i1.1652

Abstract:In general, golf players only know the techniques used in Golf games, but do not know the golf sticks response that occurs when the ball is hit. Referred to as response is the stress and strain that arises from the impact load that occurs when the hitting member touches the ball. The objectives of this research are: (a) to analyze golf sticks response when impact occurs, and (2) to know the stress distribution that occurs in golf sticks. The golf stick design in this study uses the autodesk inventor software. The material used is Titanium for head stick and Graphite for stick rod. The basic principle of this study is based on simple swing pendulum method. The variables that will be used for simulation are: swing speed, that is difference between start and end speed, that is Δv = 272,2 m / s, impact time, which is the time when the ball touches the batter Δt = 0.0005 seconds, the volume of the head of the stick Vo = 96,727 mm3, the cross-sectional area of the stick A = 63,504 mm2, the head mass of the sticks ρ = 4620 kg / m3, and the modulus of titanium elasticity 9.6 e +10 Pa. From the simulation result on the surface of the golf club hitter is obtained as follows: σmax = 2.1231e +10 Pa at 1.231e-06 s, emax = 0.22115 m / m at 1.231e-06 s, and the maximum stress and strain is located in the area the connection between the stick and the head of the stick.
Zulfikar Zulfikar, Bobby Umroh, Amrinsyah Amrinsyah, Fadly A Kurniawan
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY, Volume 2, pp 1-6; doi:10.31289/jmemme.v2i1.1648

Abstract:Brake is one of vital motorcycle element, which serves as a speed reduction mechanism. This section reinforced with retaining plate which serves to hold the wheels when braking process occurs. Research on the plate strength is still rarely found. Stress distribution that occurs on the plate due to shock loads is also not well known. Therefore, this study aims to obtain the strength retaining plate with a numerical analysis of the distribution of stress and deformation which occur on plate. Research done in two ways, experimentally and numerical simulations. Experimentally, direct measurements on the amount of stress that occurs on the plate. The research was done by putting strain gage on the connection plate and brake. In simulation, using Nastran software with the primary data based on the results of the experimental measurements. Based on the results of the numerical analysis of the stress distribution that occurs is obtained that the maximum stress distributed around the staging area in direct contact with the brake. Therefore, motorists should be aware that section and provide additional anchoring structure to further strengthen the structure of the retaining plate rear brake.
Page of 3
Articles per Page
by