Journal JURNAL INFOTEL

-
221 articles
Page of 23
Articles per Page
by
Dias Prihatmoko
Published: 12 February 2017
JURNAL INFOTEL, Volume 9; doi:10.20895/infotel.v9i1.159

Abstract:Abstrak - Saat ini energi listrik yang digunakan oleh masyarakat, industri dan perusahaan terus meningkat pemakaiannya, pertumbuhan penduduk semakin meningkat, rumah-rumah, gedung serta industri juga semakin lama semkin banyak. Bangunan tersebut terkadang perangkat listriknya seperti contohnya lampu masih menyala diluar jam kerja dan yang di rumah-rumah pun terkadang masih menyala sampai pagi. Masalah tersebut dikarenakan masyarakat lalai dalam mematikan perangkat elektronik tersebut. Hal itu kalau berlanjut terus menerus maka akan mengakibatkan pemborosan dalam mengkonsumsi energi listrik. Maka dari itu diperlukan adanya solusi agar supaya dapat menghemat konsumsi energi tersebut. Salah satu contohnya adalah pemakaian sistem kontrol perangkat listrik jarak jauh menggunakan internet. Karena menggunakan internet maka diperlukan server web yang berfungsi sebagai server untuk mengontrol perangkat tersebut. Penelitian ini mengajukan perancangan server web yang digunakan sebagai server untuk kontrol penggunaan lampu. Perancangan ini berupa perancangan perangkat lunak menggunakan bahasa pemrograman PHP, Bahasa Pemrograman C, dan database. Hasil dari penelitian ini adalah server web yang dapat digunakan untuk kontrol dan monitor perangkat elektronis rumah dengan menggunakan Rasberry Pi.
Wawan Gunawan, Agus Zainal Arifin
Published: 1 February 2017
JURNAL INFOTEL, Volume 9; doi:10.20895/infotel.v9i1.162

Abstract:Dalam segmentasi citra, thresholding merupakan salah metode yang mudah dan sederhana untuk diimplementasikan. Pada citra panoramik gigi, penentuan global threshold masih kurang begitu optimal untuk diimplementasikan. Hal tersebut dikarenakan adanya factor penghambat seperti pencahayaan yang tidak merata dan citra yang kabur. Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan histogram tidak bisa dipartisi dengan baik, sehingga akan berpengaruh pada hasil segmentasi. Pada penelitian ini diusulkan lokal fuzzy thresholding berdasarkan pengukuran fuzzy similarity pada interaktif segmentasi citra panoramik gigi. Metode yang diusulkan terdiri dari tiga tahapan utama, tahap pertama region splitting untuk mendapatkan lokal region. Tahap kedua adalah user marking untuk mendapat inisial seed background dan objek, Tahap terakhir adalah pengukuran fuzzy similarity pada setiap lokal region untuk mendapatkan nilai lokal threshold. Hasil uji coba pada citra panoramik gigi, metode yang diusulkan berhasil melakukan segmentasi dengan rata-rata missclasification error (ME) 5.47%.
Jaenal Arifin, Muhammad Zidny Naf’An
Published: 27 February 2017
JURNAL INFOTEL, Volume 9; doi:10.20895/infotel.v9i1.136

Abstract:Tanda tangan merupakan penanda atau identitas yang ada pada suatu dokumen. Tanda tangan mempunyai peranan penting dalam memverifikasi dan melegalisasi dokumen. Tujuan dari penelitian ini menerapkan teknik pengolahan citra pada tanda tangan dan mengidentifikasi pola citra tanda tangan berdasarkan nilai entropi dan waktu perhitungan nilai entropi. Tahapan penelitian meliputi pengambilan data responden berupa tanda tangan citra analog, berikutnya akusisi citra tanda tangan digital dengan cara memindai tanda tangan tersebut, tahap selanjutnya mengkonversi citra tangan tangan digital dari true color menjadi binary. Tahap akhir melakukan perhitungan nilai entropi dan mencatat waktu perhitungan nilai entropi dengan menggunakan software matlab dan dilihat sebaran nilai entropi dari masing - masing citra tanda tangan. Sebaran nilai entropi pada tanda tangan asli mempunyai error 3,31% dari total responden (30 responden). Nilai error ini merupakan nilai entropi yang keluar dari kelompoknya. Waktu perhitungan nilai entropi pada tanda tangan palsu jika coretan atau piksel pada citra lebih besar dari citra tanda tangan asli maka waktu perhitungan nilai entropinya lebih lama dibandingkan dengan citra tanda tangan asli.
Muhammad Barja Sanjaya
Published: 1 February 2017
JURNAL INFOTEL, Volume 9; doi:10.20895/infotel.v9i1.142

Abstract:Perkembangan teknologi di dunia internet tidak terlepas dari saling keterkaitannya dengan kriptografi yang menyediakan layanan dalam pengamanan data. Salah satu pengamanan data yang diperlukan yakni penyandian data dengan proses komputasi kriptografi yang digunakan saat berlangsungnya proses melibatkan data penting seperti yang ada pada perbankan, yakni pertukaran data rahasia yang dilakukan oleh seseorang untuk memudahkan atau memfasilitasi kegiatannya. Kebutuhan untuk kemudahan dalam akses ke data pribadinya di dunia perbankan seperti transaksi cek saldo atau transfer antar rekening sangatlah krusial dan perlu dijaga kerahasiaannya. Metode kriptografi klasik sudah tidak lagi mumpuni jika diterapkan untuk dijadikan salah satu solusi dalam pengamanan data transaksi tersebut. Oleh karena itu dalam penelitian ini, diusulkan suatu rancangan baru mengenai metode pengamanan data yang dapat digunakan pada aplikasi perbankan dengan biaya komputasi yang minimum. Adapun rancangan baru tersebut melibatkan pendekatan protokol SMSSecure yang di dalamnya menyertakan sekaligus tiga tipe algoritma kriptografi. Pada penelitian ini juga dilakukan pembaharuan proses kriptografi simetrik Advanced Encryption Standard (AES) yakni pada inisialisasi pembuatan kunci enkripsi/dekripsi. Dari hasil simulasi pengujian diperoleh hasil bahwa performansi waktu proses komputasi dari usulan rancangan mencapai empat sampai lima belas kali jauh lebih cepat dibanding rancangan awal. Juga ada penghematan dari hasil analisis parameter konsumsi memory yang dibutuhkan selama satu kali transaksi yakni sekira tiga kilo bytes. Namun, parameter avalanche effect yang dihasilkan jauh dari kriteria baik dan berada di nilai AE sebesar 78,74%.
Fahrul Agus, Dedy Fuadi, Yunizar Fahmi Badron
Published: 1 February 2017
JURNAL INFOTEL, Volume 9; doi:10.20895/infotel.v9i1.140

Abstract:Pilot penerbang vitual menggunakan rute penerbangan berbasis peta spasial untuk mengoperasikan pesawat virtualnya. Untuk itu diperlukan sistem yang mampu melakukan analisis rute yang mesti diambil oleh seorang penerbang virtual. Studi ini bertujuan membuat Sistem Informasi Geografi untuk simulasi rute penerbangan virtual menggunakan teknik pemrograman dinamis mundur (Backward Dynamic Programming-BDP). Teknik BDB dipilih karena kemampuannya melakukan analisis untuk optimasi rute terutama pada jenis pernerbangan VFR (Visual Flight Rules) dengan rute berbentuk multistage graph. Pada bagian hasil dideskripsikan sistem simulasi rute penerbangan virtual berupa antar muka program, pencarian ruter penerbanga dan hasil pengujian sistem.
Danny Kurnianto, Eka Setia Nugraha, Vencentius Krisma Ekaristi
Published: 25 February 2017
JURNAL INFOTEL, Volume 9; doi:10.20895/infotel.v9i1.150

Abstract:Berdasarkan data laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 bahwa angka kejadian tindak pencurian di Indonesia sampai tahun 2014 masih tergolong tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini adalah kurangnya penerapan sistem keamanan pintu elektronis di rumah-rumah penduduk. Penggunaan kartu elektronis berbasis Near Field Communication (NFC) menjadi pilihan yang sesuai karena teknologi NFC memberikan jaminan keamanan yang lebih baik untuk teknologi yang sejenis dengan konsumsi daya yang rendah. Proses otentifikasi sistem keamanan pintu elektronis dilakukan dengan membaca kode unik dari kartu NFC Tag yang akan dicocokkan dengan kode unik kartu NFC di basis data sistem. Jika hasil otentifikasi telah benar, Arduino sebagai pusat pengendali akan mengaktifkan solenoid lock door sehingga pintu akan terbuka. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa jarak pembacaan sesungguhnya dari kartu NFC Tag sebesar 7 cm dengan jangkauan sudut pembacaan antara 0o - 85o. Tingkat keberhasilan sistem dalam melakukan proses otentifikasi sebesar 100%.
Irma Amelia Dewi, Asep Nana H, Safira Dwi Aryanti P
Published: 24 November 2017
JURNAL INFOTEL, Volume 9, pp 443-453; doi:10.20895/infotel.v9i4.330

Abstract:Strip Packing Problem (SPP) is a problem that appears in the laying of a pattern of regular or irregular objects in a container of a certain size. One of the cases in SPP is usually experienced by garment companies in mass-producing clothing. The problem that arises is how to lay the patterns of clothing on the fabric in order to obtain optimization in use of materials and to reduce excess fabric remnants. One of the methods used for this SPP problem is using A* Algorithm. Each pattern of the clothing model is calculated and measured from the smallest to the largest. Then the pattern is mapped on a cloth of a certain size. The process repeated until it reaches the specified quantity. In this research only focus of mapping to achieve the efficiency of material usage. Clothes model tested is women's clothing: long & short sleeveless shirts, long pants and long skirts. Patterns are made in the form of Scalable Vector Graphics (SVG). From the test result, the efficiency of material usage reaches 68%, it is influenced by the mapping factor from the smallest quantity to the largest iteratively so as to allow the existence of empty space between unused patterns.
Andrita Ceriana Eska
Published: 9 November 2017
JURNAL INFOTEL, Volume 9, pp 412-415; doi:10.20895/infotel.v9i4.303

Abstract:This research describes about the communication systems at radio-base-station femto cell that placed at street lamp. The frequency 47 GHz used at that communication systems. The analysis in this research consist of transmitter power variation, and code rate variation from signal-to-interference-plus-noise-ratio threshold 16 QAM. The transmitter power consist of 10 mW until 200 mW. The code rate variation from signal-to-interference-plus-noise-ratio threshold 16 QAM consist of 1/2, 2/3, 3/4, and 4/5. As the result showed relation between transmitter power with using code rate and relation between coverage area percentage at mobile station track with using code rate. Based on the relation between coverage area percentage with code rate value that is more increase code rate value then the percentage coverage area was getting decrease.
Rohmat Tulloh
Published: 8 November 2017
JURNAL INFOTEL, Volume 9, pp 406-411; doi:10.20895/infotel.v9i4.319

Abstract:Software defined network (SDN) adalah sebuah paradigma baru dalam dunia jaringan yang mampu memusatkan fungsi beberapa control plane pada layer 2 maupun di layer 3 secara terprogram, hal tersebut menyebabkan jaringan akan bersifat lebih fleksibel dan terskala. Dengan jumlah pertumbuhan pengguna internet yang semakin tinggi maka hal tersebut akan berbanding lurus terhadap kompleksitas dari jaringan internet itu sendiri. Sehingga paradigma SDN ini menjadi salah satu solusi yang muncul. Penerapan Virtual Local Area Network (VLAN) pada jaringan tradisional telah menjadi hal yang penting dan banyak diterapkan. Fungsi VLAN adalah untuk membatasi broadcast trafik dari suatu host, sehingga hanya dapat mengirim data kepada VLAN ID yang sama. Penelitian ini menganalisis performansi VLAN di jaringan SDN. Terjadi penurunan angka jumlah paket yang dapat terkirim (data transfer) dan nilai throughput pada sebuah VLAN ID karena terdapat pengaruh dari VLAN ID yang berbeda. Pada pengujian membandingkan VLAN dengan non VLAN over Netwok Functions Virtualization (NFV) didapatkan bahwa nilai data transfer dan throughput yang diperoleh pada VLAN lebih besar. Hasil analisis dari seluruh pengujian penambahan traffic terlihat bahwa kinerja VLAN pada SDN akan membebani kinerja jaringan pada VLAN yang berbeda
Muntaqo Alfin Amanaf, Achmad Rizal Danisya, Robi Rodian
Published: 7 November 2017
JURNAL INFOTEL, Volume 9, pp 369-375; doi:10.20895/infotel.v9i4.294

Abstract:�¢??The Pathloss model is an important component for wireless communication network planning. This Pathloss model can predict how bad the Pathloss that occurs in the wireless communication network planning area. but predicting the pathloss need the selection of some pathloss model according the characteristic of the certain area so that when the implementation of wireless networks, the network can provide optimal wireless communication services as the planning result. In this study we compare Pathloss model COST-231 Hata and Pathloss Model Walfisch Ikegami with Pathloss Measurements in Banyumas Area to select which Pathloss model that corresponds to the characteristics of banyumas region in each Urban, Suburban and Rural Cluster. Pathloss measurement is obtained by measuring the received power of mobile phones with the Drivetest method at a frequency of 1800 Hz. In this study, we analyzed the pathloss graph and MSE (Mean Square Error) from Pathloss Measurement of each Pathloss model in each Cluster. The results of this study, Pathloss COST-231 Urban and Rural Pathloss model had compatibility with Pathloss measurement by MSE value are 18.16 dB and 10.33 dB, while in the Suburban Cluster had compatibility with Pathloss Walfisch Ikegami with MSE value 5.58 dB.
Page of 23
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search