Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Gorontalo Journal of Public Health

-
13 articles
Page of 2
Articles per Page
by
Sugiarto Sugiarto, Herdianti Herdianti, Entianopa Entianopa
Gorontalo Journal of Public Health, Volume 1, pp 56-64; doi:10.32662/gjph.v1i2.274

Abstract:Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Data Puskesmas Muara Kumpeh diketahui bahwa jumlah penderita TB paru meningkat setiap tahun, pada tahun 2016 terdapat 54 kasus dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 68 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, persepsi, efikasi diri dan pengaruh interpersonal pasien dalam mencegah penularan TB Paru di Puskesmas Muara Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 68 orang yang dikumpulkan secara total sampling. Penelitian ini dilakukan dari bulan April hingga Agustus 2018. Analisis data menggunakan analisis frekuensi yang berguna untuk memberikan gambaran umum masing- masing variabel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan sebagian besar pasien masih rendah 58,8%, persepsi sebagian besar pasien tergolong rendah 70,6%, self efficacy dalam kategori rendah 66,2% dan sebagian besar hubungan interpersonal 51,5% dalam kategori rendah. Sebanyak 54 (79,4%) responden melakukan upaya pencegahan transmisi TB paru tergolong tidak baik. Secara umum, rata-rata penderita masih dalam kategori rendah untuk variabel pengetahuan, persepsi, self efficacy dan hubungan interpersonal dalam pencegahan penularan TB paru di lingkungan mereka. Sebagian besar responden tidak melakukan pencegahan penularan dengan benar. Disarankan bahwa petugas kesehatan membina hubungan terapeutik dengan pasien yang membuat pasien lebih nyaman dan terbuka untuk bertanya tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan TB paru.
Sunarti Hanapi, Zul Adhayani Arda
Gorontalo Journal of Public Health, Volume 1, pp 72-77; doi:10.32662/gjph.v1i2.376

Abstract:Populasi lanjut usia (Lansia) membawa berbagai implikasi dari aspek sosial, ekonomi, keadilan, politik terutama kesehatan. Masalah kesehatan adalah salah satu masalah utama bagi penduduk lanjut usia, karena berhubungan dengan masalah fisiologis yang terjadi secara alami serta kekhawatiran yang subsistensi. Salah satu upaya penanganan masalah kesehatan lansia adalah melalui perawatan kesehatan masyarakat lansia. Tujuan penelitian untuk menentukan faktor-faktor yang terkait dengan kunjungan lansia ke Posyandu Lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian lansia yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Bongomeme, Puskesmas Tibawa, Puskesmas Batudaa dan Puskesmas Limboto Barat di Kabupaten Gorontalo sebanyak 349 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017 - Februari 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value = 0,006) dengan kunjungan lansia ke Posyandu Lansia. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara keaktifan kader (p value = 0,871), dukungan keluarga (p value = 0,642) dan jenis layanan (p value = 0,225) dengan kunjungan lansia ke Posyandu Lansia di beberapa Puskesmas di Kabupaten Gorontalo. Kepada semua penyelenggara Posyandu Lansia kiranya dapat menempatkan Posyandu pada posisi yang strategis dan tidak terlalu jauh dari rumah kelompok Lansia, untuk memudahkan akses Lansia berkunjung ke Posyandu Lansia.
Safrudin Tolinggi, Kasma Mantualangi, Nuryani Nuryani
Gorontalo Journal of Public Health, Volume 1; doi:10.32662/gjph.v1i2.320

Abstract:One cause of maternal morbidity and mortality is preeclampsia. The purpose of this research was to determine the risk factors of preeclampsia. The type of research was observational analytic using a case control study to determine risk factors for the incidence of preeclampsia in pregnant women. The population in this study as many as 1182 people and the sample size of 168 people consisting of case and control samples. Sampling technique was used purposive sampling. Results was showed that analysis unvariate parity 1 and > 3 as many as 62,5%, the distance of pregnancy < 2 years and > 5 years as many as 35,7% and education < 9 years as many as 33,3%. Analysis bivariate with odds ratio values obtained OR = 1.052, with a lower limit value (0.563) and the upper limit (1.965) then parity was significant risk factor on the incidence of preeclampsia. Results of statistical bivariate analysis OR = 2.088, with a lower limit value (1.096) and the upper limit (3.978) then the distance pregnancy was significant risk factor on the incidence of preeclampsia. Results of statistical bivariate analysis odds ratio values obtained OR = 1.239, with a lower limit value (0.652) and the upper limit (2.354) then education was a significant risk factor on the incidence of preeclampsia. The conclusion of this study was the parity, gap of pregnancy and education were the risk factor for preeclampsia in pregnant women.Keywords; age, education, gap of pregnancy, parity, preeclampsiaAbstrakSalah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu adalah preeclampsia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian preeclampsia. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan rancangan case control study untuk mengetahui faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1182 orang dan jumlah sampel 168 orang yang terdiri dari sampel kasus dan kontrol. Tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan analisis univariat paritas 1 dan > 3 sebanyak 62,5%, jarak kehamilan < 2 tahun dan > 5 tahun sebanyak 35,7% dan pendidikan < 9 tahun sebanyak 33,3%. Analisis bivariat dengan uji odds ratio diperoleh nilai OR=1,052, dengan nilai lower limit (0,563) dan upper limit (1,965) maka paritas merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian preeklampsia. Hasil analisis statistik bivariat dengan uji odds ratio dengan nilai OR=2,088, dengan nilai lower limit (1,096) dan upper limit (3,978) maka jarak kehamilan merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian preeklampsia. Hasil analisis statistik bivariat dengan uji odds ratio diperoleh nilai OR=1,239, dengan nilai lower limit (0,652) dan upper limit (2,354) maka pendidikan merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian preeklampsia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah paritas, jarak kehamilan dan pendidikan merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil.Kata kunci; umur,...
Laylatul Hasanah, Nelyta Oktavianisya
Gorontalo Journal of Public Health, Volume 1, pp 65-71; doi:10.32662/gjph.v1i2.333

Abstract:Pos kesehatan desa (Poskesdes) merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan masyarakat yang berada di desa yang menyediakan banyak layanan kesehatan misalnya pemeriksaan ibu hamil, perawatan pada pasien, pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan, pemeriksaan pada lanjut usia, dan pelayanan kesehatan lainnya. Pajanan limbah layanan kesehatan dapat mengakibatkan penyakit atau cidera petugas kesehatan, pasien, pengunjung dan masyarakat disekitar lingkungan fasilitas kesehatan meskipun proporsi limbah medis yang masuk ke dalam kategori limbah berbahaya hanya sebesar 15 – 25%, tetapi risiko yang ditimbulkan cukup besar. Word Health Organization (WHO) memprediksi risiko limbah benda tajam sebesar 1% dari total limbah kesehatan pada tahun 2000. Hal ini menjadi resiko karena mampu menyebarkan infeksi hepatitis B dan hepatitis C. Berdasarkan data Limbah medis padat yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan poskesdes berkisar antara 0,5 kg perbulan sampai dengan 2 kg perbulan setiap poskesdes, pengelolaan tidak dilakukan langsung oleh puskesmas Bluto karena tidak ada incenerator. Penelitan ini menggunakan metode deskriptif. Obyek penelitian diantaranya petugas kesehatan lingkungan dan 2 staff petugas kesehatan lingkungan di Puskesmas Bluto. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara, dan lembar observasi menggambarkan pengelolaan limbah medis padat pada 17 poskesdes di Kecamatan Bluto. Pengelolaan limbah medis padat pada 17 poskesdes di Kecamatan Bluto dari 4 aspek mulai dari penampungan dan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan serta pemusnahan dan pembuangan akhir secara keseluruhann sudah baik hal ini berkaitan dengan koordinasi antara petugas poskesdes dan petugas puskesmas untuk melakukan pengelolaan limbah padat medis yang baik dengan melakukan MoU dengan pihak ketiga sebagai pihak yang akan melakukan kegiatan akhir pada limbah medis padat.
Moh. Rivandi Dengo, Ari Suwondo, Suroto Suroto
Gorontalo Journal of Public Health, Volume 1, pp 78-84; doi:10.32662/gjph.v1i2.347

Abstract:Air pollution from toxic materials is one of the world's health problems. The study was aimed to measure and analyze carbon monoxide (CO) exposure with oxygen saturation and work fatigue in parking attendants. The research method was quantitative research with cross sectional study approach that was the measurement of variables carried out simultaneously. The non-random sampling method of sampling with total sampling technique that all parking attendants on the Setiabudi street in Semarang City. The number of research subjects was 30 people. The results showed that as much as 26.7% with abnormal CO exposure, 70.0% abnormal oxygen saturation, 56.7% of the study subjects experienced moderate fatigue and 43.3% mild fatigue. The results of bivariate analysis showed that CO exposure not normal with abnormal oxygen saturation 75.0%, while normal CO exposure with abnormal oxygen saturation 62.8%, statistical test results obtained p value = 1,000. Analysis of abnormal CO exposure with moderate work fatigue 25.0%, while normal CO exposure with moderate work fatigue 68.2%, statistical test results obtained p value = 0.035. It was concluded that CO exposure was not associated with oxygen saturation and CO exposure had a significant associated with work fatigue.Keywords; CO exposure, work fatigue, oxygen saturationAbstrakPencemaran udara yang berasal dari bahan toksik merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis paparan karbon monooksida (CO) terhadap saturasi oksigen dan kelelahan kerja pada petugas parkir. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study yakni pengukuran variabel dilakukan secara bersamaan. Metode pengambilan sampel non random sampling dengan tekhnik total sampling yakni seluruh petugas parkir di jalan Setiabudi Kota Semarang. Jumlah subjek penelitian sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 26,7% dengan paparan CO tidak normal, 70,0% saturasi oksigen tidak normal, 56,7% subjek penelitian mengalami kelelahan sedang dan 43,3% kelelahan ringan. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa paparan CO tidak normal dengan saturasi oksigen tidak normal 75,0%, sementara paparan CO normal dengan saturasi oksigen tidak normal sebanyak 62,8%, hasil uji statistic diperoleh nilai p value = 1,000. Analisis paparan CO tidak normal dengan kelelahan kerja sedang 25,0%, sementara paparan CO normal dengan tingkat kelelahan kerja sedang 68,2%, hasil uji statistic diperoleh nilai p value = 0,035. Disimpulkan bahwa paparan CO tidak berhubungan dengan saturasi oksigen dan paparan CO memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan kerja.Kata kunci; kelelahan kerja, paparan CO, saturasi oksigen
Zul Adhayani Arda, Rifa’I Ali, Marselina Mustapa
Gorontalo Journal of Public Health, Volume 1, pp 032-038; doi:10.32662/gjph.v1i1.148

Abstract:Based on WHO (World Health Organization) in 2011, hypertension was causing 8billion of the world citizen pass away every year in which almost 1.5 billion of them were in south east of Asia. The purpose of study was to determine the risk factors associated with hypertension in Pohuwato District in 2017. The study was an observational analytic with case control design. The sample of study was 202 respondents which divided into 101 case group and 101 control group in the w orkarea of Puskesmas Motolohu in Pohuwato District. The data were analyzed by using odds ratio (OR) test. The study result showed that occupation (OR=2.71;95% CI; 1.45-5.05), gender (OR=2.55; 95% CI; 1.35-4.79), smoking behavior (OR=2.55; 95% CI; 1.35-4.79), hypertension history (OR=6.13; 95% CI; 3.04-12.36), and consumption of coffee (OR=3.20; 95% CI; 1.64-6.25) were significant risk factors for occurance of hypertension. It is recomended to counseled as a means of disseminating information about risk factors and effect of hypertensionto the public.
Wahyuni Hafid, Fraining Deisi Badu, Lili Pramutia Laha
Gorontalo Journal of Public Health, Volume 1, pp 01-07; doi:10.32662/gjph.v1i1.138

Abstract:Low Birth Weight (LBW) has a contribution to infant mortalityespecially during perinatal period. According to the World HealthOrganization (WHO), there are 15.5% or 20.6 million babies born withBirth Weight (LBW) every year, and 96.5% are in developing countries.Nationally, the target of LBW that is set at the target of NutritionImprovement Program toward Healthy Indonesian is 7% maximum. Thisresearch is an analytic quantitative research using cross sectional studydesign. The study was conducted in March - April 2017. The instrumentused a questionnaire sheet. The sample in this study as many as 137respondents taken by purposive sampling. Hypothesis testing using chisquare test. The statistical test of chi square test showed a significantrelationship between mother education (ᴩ = 0,000
Maesarah Maesarah, Lisa Djafar, Fremly Pakaya
Gorontalo Journal of Public Health, Volume 1, pp 039-045; doi:10.32662/gjph.v1i1.149

Abstract:Nutrition is a major factor that has an important role in the growth anddevelopment in the toddlers. In the nutritional fulfillment of the toddler,the mother plays very important role. This study aimed to determinethe factors associated with the behavior of parents with the nutritionalstatus of toddlers. The research design was used analytical surveywith cross sectional study approach. The population in this researchwas 213 Balita, the sample in this research was 136 children in BulaloVillage Kwandang District, North Gorontalo District, the samplingmethod was used purposive sampling technique. Data collection ofrespondents in general using questionnaires, data analysis usingSPSS program version 21.0. Bivariate analysis to know the existenceof relation between dependent variable and independet by using chisquared test α = 0,05. The results showed that there was a correlationbetween parents' knowledge on the Nutritional Status of Toddlers (p =0,000), there was a correlation between parental attitudes with thenutritional status in the toddler (p = 0,000), there was a correlationbetween parental action with the nutritional status in the toddler (p =0,000 ). This study recommends to parents to always pay attention tothe type of food consumed and the mothers should often follow thecounseling done by midwives and nutrition officials so that thenutritional status of toddlers has increased.
Yusni Podungge, Puspita Sukmawaty Rasyid
Gorontalo Journal of Public Health, Volume 1, pp 046-052; doi:10.32662/gjph.v1i1.150

Abstract:Undernutrition in infants is a condition where the baby does not growand develop optimally because of the unfulfilled intake of nutritionsubstances in the body. Under-nutrition in infants can be overcome bythe provision of balanced nutritious foods, one sign of improvednutrition can be seen from normal weight gain for age. One of the foodsthat can boost the improvement of nutrients is a food that containsproteins and vitamins, such as yellow pumpkin and chicken, whereyellow pumpkin contains vitamin A and chicken meat as a source ofanimal protein that contains good nutrients. The purpose of this studywas to analyze the effect of yellow pumpkin and chicken meat onweight growing infant 12 months in work area of Talaga JayaCommunity Health Center. The research method used experimentalresearch model with design non equivalent control group for eachgroup of intervention and control. Sampling using purposive samplingaccording to inclusion and exclusion criteria. With a sample number of30 malnourished infants less than 12 months of age. Analyticaltechniques was used in the chi square test. The result of this researchwas showed that value of chi square count 22,634 highger than chisquare table Df 1 = 3,841. There was influence giving yellow pumpkinpumper and chicken to enhancement nutritional weight infant weight12 month in work area Puskesmas Talaga Jaya. The conclusion wasthe provision of pumpkin porridge can raise the weight of infants lessthan 12 months of age as a benchmark nutritional improvements ininfants less nutrition.
Herman Hatta, Ririn Pakaya, Marlina Laiya
Gorontalo Journal of Public Health, Volume 1, pp 024-031; doi:10.32662/gjph.v1i1.146

Abstract:Nutritional problem have been found in the elderly which can be inform of lack of nutrient intake. The research aimed to find out thefactors related with the nutrient status of the elderly, the study wasthe quantitative research which was also naturally an analyticalresearch with the cross sectional study approach. The sample of theresearch was as many as 121 respondents which were determined byusing the purposive sampling technique. The finding of the researchfrom 121 respondents was showing that there was 9 elderly with theundernutrition status (7,4%) while there were 69 (57,0%) of them are innormal nutriention status. In addition, there were 43 of them (35,5%)was overnutrition. Based on the analysis bivariate by using thefisher’s exact test was showing that there was no relationship betweenthe physical activity with the nutrientional status in the elderly withthe value ρ = value 0,056 > ɑ 0,05, there was also no relationshipbetween income with the nutrientional status on elderly with the valueof ρ = value 0,001 > ɑ 0,05. However, there was a relationshipbetween the education with the nutrientional status on elderly with thevalue of ρ = value 0,003 > ɑ 0,05.
Page of 2
Articles per Page
by