Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya

-
89 articles
Page of 9
Articles per Page
by
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya; doi:10.21009/spektra

Sparisoma Viridi, Nurhayati Nurhayati, Johri Sabaryati, Dewi Muliyati
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 3, pp 133-142; doi:10.21009/spektra.033.01

Abstract:Simulasi dinamika butiran berbentuk bola pada permukaan fluida yang merambatkan gelombang dilakukan dengan menggunakan metode dinamika molekuler yang mengasumsikan bahwa superposisi gaya angkat dengan gaya gravitasi, yang diperlambat dengan gaya hambat fluida, menyebabkan benda dapat begerak dua-dimensi. Hal ini berbeda dengan hasil sebelumnya di mana benda hanya dapat begerak dalam satu dimensi dikarenakan ukuran bola Db << λf, sedangkan dalam pekerjaan ini Db < λf sehingga arah gaya angkat perlu diperhatikan. Secara teori gerak dua-dimensi akan cenderung menjadi gerak satu-dimensi bila nilai Db/λ kurang dari nilai tertentu, dan tetap dua dimensi bila melampaui nilai tertentu. Diperoleh dalam pengamatan selama 20 s bahwa frekuensi gelombang dapat mempengaruhi arah perpindahan benda berbentuk bola tersebut, menjadi searah atau berlawanan arah dengan arah rambat gelombang pada permukaan fluida.
Editor Spektra
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 3; doi:10.21009/spektra.033111

Editor Spektra
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 3; doi:10.21009/spektra.03300

Muhammad Lawrence Pattersons, Arin Naripa, Sendiko Janu Winarno, Siti Mawaddah Abhan, Edi Sanjaya
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 3, pp 77-84; doi:10.21009/spektra.032.01

Abstract:Abstrak Telah dilakukan proses pembuatan dua buah material komposit dengan masing-masing filler berupa abu gosok dan sekam padi, matriks berupa resin. Pada komposit resin – abu gosok, perbandingan volume antara filler dan matriks adalah 1:1, sedangkan pada komposit resin – sekam padi digunakan tiga perbandingan volume antara filler dan matriks, yaitu 1:1, 1:2, dan 2:1. Setelah proses pembuatan selesai, dilakukan pengujian TGA dan pengujian kelenturan tiga titik untuk setiap jenis komposit yang dihasilkan. Pada hasil pengujian TGA, didapatkan bahwa penurunan bobot paling besar yang pada komposit resin – abu gosok terjadi pada temperatur 390,29 ºC, sedangkan pada komposit resin – sekam padi terjadi pada temperatur 399,86 ºC. Hasil pengujian kelenturan tiga titik menunjukkan bahwa modulus elastisitas untuk sampel komposit resin – abu gosok adalah sebesar 4,97 109 N/m2, sedangkan untuk sampel-sampel resin – sekam padi berada pada orde 108 N/m2 dan 106 N/m2. Secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa komposit resin – sekam padi yang dihasilkan memiliki ketahanan temperatur yang lebih baik dan lebih elastis dibandingkan komposit resin – abu gosok. Kata-kata kunci: komposit, resin, abu gosok, sekam padi. Abstract We have done the fabrication of two kinds of composite material the fillers that we used rub ash for one type of composite and the husk of rice for another, the matrix for both is resin. The resin – rub ash composite, the volume ratio of filler and matrix is 1:1, while in the resin – husk of rice composite we used three volume ratios, those are 1:1, 1:2, and 2:1. After the process of fabrication was done, we did TGA test and three points flexural test for every composite we fabricated. The results of TGA test show that the most significant weight decrease of resin – rub ash composite occurred at 390,29 ºC, while the resin – rub ash composite's most considerable weight decrease occurred at 399,86 ºC. The results of three points flexural test show that elasticity of resin – rub ash composite is 4,97 x 109 N/m2, while elasticity modulus of all kinds of the resin – husk of rice composite is in order of 108 N.m2 and 106 N/m2. Overall, we can conclude that the resin – husk of rice composite is more heatproof and more elastic than the resin – rub ash composite. Keywords: composite, resin, rub ash, the husk of rice.
Abdul Haris, Agus Riyanto, Tri Aji Adi Harsanto, Ambar Rachmanto, Adang Sukmatiawa
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 3, pp 93-100; doi:10.21009/spektra.032.03

Abstract:In the last few years, the use of flow unit technique in the oil and gas industry has shown a great deal of success. Porosity and permeability from wire-line log and special core data analysis (SCAL) along with its cementation exponent value were integrated to characterize the reservoir in terms of pore volume caused by facies changing. In this work, we determine flow unit of the carbonate reservoir, which is applied to the Northwest Java Basin Field, Indonesia by performing the flow unit analysis, which allows approximating absolute permeability. Furthermore, the quantity and the flow unit of the reservoir rock is also determined to identify the secondary porosity. To reduce the level of uncertainty, wire-line logs data were validated with core data before it is used to interpret the reservoir. Subsequently, the result can be extrapolated to un-cored wells. Our experiment shows that flow units can be determined reliably from the integration between porosity and permeability, which have defined two different rock types in term of flow unit zone. The correlation of the flow units between wells leads to the definition of reservoir quality.
Ayu Wita Sari, Gede Bayu Suparta
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 3, pp 105-116; doi:10.21009/spektra.032.05

Abstract:Abstrak Telah dilakukan penelitian pencitraan tomografi seismik 3D untuk stuktur internal di bawah Gunung Merapi dengan empat stasiun pencatat gempa dan gempa vulkanik sebagai sumber sinar gelombang. Penelitian ini menggunakan perangkat LOTOS-10 (Local Tomography Software 10) untuk inversi tomografi seismik 3D. Karakteristik medium bawah Gunung Merapi dapat digambarkan oleh parameter fisis seperti kecepatan gelombang primer dan sekunder. Hasil pengolahan data seismograf menunjukkan metoda tomografi seismik dapat mengungkap struktur bawah permukaan Gunung Merapi melalui distribusi anomali deviasi kecepatan dan Vp/Vs ratio. Kualitas citra yang dihasilkan dengan menggunakan gelombang primer lebih jelas resolusinya dan waktu yang digunakan lebih efesien, sehingga dapat digunakan sebagai informasi mitigasi bencana sebelum gempa erupsi terjadi. Daerah anomali negatif yang diperoleh terletak di bawah puncak Gunung Merapi pada kedalaman 3 - 5 km mempunyai karakter fisis yaitu zona lemah, kurang kompak, panas dan heterogen. Daerah anomali tersebut dapat diinterpretasikan sebagai keberadaan zona materi panas yang berasosiasi dengan sisa dapur magma dangkal. Kata-kata kunci: Gunung api Merapi, sifat fisis, tomografi seismic, lotos-10. Abstract 3D seismic tomography imaging research conducted for internal structures under Merapi Volcano with four earthquake recording and volcanic earthquake stations as a source of wave rays. This study used LOTOS-10 (Local Tomography Software 10) for 3D seismic tomography inversion. Characteristics of the medium under Merapi Volcano described by physical parameters such as primary and secondary wave velocities. The result of seismograph data processing shows seismic tomography method can reveal the subsurface structure of the Merapi Volcano through the distribution of deviation anomaly speed and Vp / Vs ratio. Image quality generated by using primary wave more clearly the resolution and time used more efficient, so that can be used as disaster mitigation information before earthquake eruption happened. The negative anomaly area obtained under the peak of Merapi Volcano at a depth of 3 - 5 km has the physical characteristics of weak, less compact, hot and heterogeneous zones. The anomalous region can interpret as the existence of a zone of heat material associated with the rest of the shallow magma kitchen. Keywords: Mount of Merapi, physical character, Seismic of Tomography, lotos-10.
Wipsar Sunu Brams Dwandaru, Oktiana Lusi Priyani, Bagas Prakoso, Rhyko Irawan Wisnuwijaya, Iman Santoso
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 3, pp 85-92; doi:10.21009/spektra.032.02

Abstract:An optical absorbance study using Ultraviolet-Visible (UV-Vis) spectrophotometer device has been conducted on graphene oxide (GO) in copper (Cu) ionic liquid using electrochemical exfoliation combined with a direct current (DC) electrical circuit of copper coil given inside the electrolyte solution. The electrolyte solutions used are sulfuric acid (H2SO4) and chloride acid (HCl). The UV-Vis spectrum of the samples shows absorbance peaks at around 214 nm to 218 nm and shouldering peaks around 245 nm to 249 nm. The first peak corresponds to the existence of copper (Cu) ionic liquid in the solution, whereas the shouldering peak is related to the occurrence of GO material. A comparison between UV-Vis spectral of graphite in dimethylformamide (DMF) and GO in Cu ionic liquid in DMF resulted in the existence of a blue shift which signifies the production of Cu ionic liquid from the Cu coils inside the electrolyte solution. Increasing the concentration of the solution increases the absorbance peaks. Furthermore, raising the number of loops yields in the increase of the absorbance value at the first peaks that show Cu ionic liquid, but tends to decrease the absorbance value of the shouldering peaks of the GO material.
Editor Spektra
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 3; doi:10.21009/spektra.03200

Editor Spektra
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 3; doi:10.21009/spektra.032111

Page of 9
Articles per Page
by