Refine Search

New Search

Advanced search

Journal Systemic: Information System and Informatics Journal

-
42 articles
Page of 5
Articles per Page
by
Ilham Ilham
Systemic: Information System and Informatics Journal, Volume 3, pp 41-44; doi:10.29080/systemic.v3i1.194

Abstract:RETRACTED due to double publication / double submission with article in QUERY: JOURNAL OF INFORMATION SYSTEMS Volume 1 number 1, April 2017. To read the article. http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/query/article/view/634
Ahmad Yusuf, Noor Wahyudi, Nita Yalina
Systemic: Information System and Informatics Journal, Volume 4, pp 39-43; doi:10.29080/systemic.v4i1.385

Abstract:Analisis dampak perubahan perangkat lunak merupakan sebuah teknik untuk melakukan estimasi dampak adanya perubahan komponen pada artifak perangkat lunak. Salah satu perubahan komponen artifak yang mungkin terjadi adalah artifak kode sumber. Analisis dampak perubahan ini bertujuan supaya ketika terjadi perubahan kode sumber dapat diestimasi sejauh mana perubahan itu berpengaruh ketika perubahan itu benar-benar diterapkan pada perangkat lunak yang dibangun. Penelitian ini mengusulkan sebuah metode baru untuk melakukan analisis dampak perubahan perangkat lunak dengan menggunakan graf relasi fungsi-atribut. Graf relasi fungsi-atribut terbentuk atas konsep matrik kohesi yang mengalami perluasan hingga pengaksesan atribut yang dipanggil oleh tiap fungsi sehingga dapat meningkatkan performa hasil analisis dampak perubahan perangkat lunak. Hasil pengujian terhadap aplikasi Java open source memperlihatkan bahwa metode ini mampu mendapatkan dampak perubahan yang lebih banyak dibandingkan metode graf panggil. Metode graf relasi mampu meningkatkan recall 2-3 persen dari dataset yang digunakan.
Muhammad Rizqi Nur, Dwi Rolliawati
Systemic: Information System and Informatics Journal, Volume 4, pp 1-10; doi:10.29080/systemic.v4i1.312

Abstract:Matriks adalah salah satu materi matematika yang dianggap sulit. Materi matriks dianggap sulit utamanya karena banyaknya perhitungan yang harus dilakukan. Karena alasan itu pula, mencari kesalahan perhitungan juga sulit, sehingga membuat proses pembelajaran yang sebagian besar adalah pengerjaan latihan soal semakin sulit. Untuk mengatasi itu, dikembangkanlah suatu aplikasi penghitung matriks yang dapat menampilkan langkah-langkah perhitungannya. Pengembangan aplikasi ini menggunakan model prototipe yang memiliki lima fitur utama, yaitu pembantu operasi baris elementer, penghitung operasi matriks, penghitung bentuk-bentuk matriks, penghitung determinan matriks dengan ekspansi Laplace, dan penyelesaian persamaan linear dalam bentuk matriks dengan aturan Cramer. Pengujian aplikasi dilakukan dengan metode black box testing untuk menguji fungsionalitasnya yang menunjukkan bahwa setiap fitur aplikasi berfungsi dengan baik. Akan tetapi, aplikasi ini belum diuji efektivitasnya, sehingga masih dianggap prototipe.
Fawaid Badri
Systemic: Information System and Informatics Journal, Volume 4, pp 11-16; doi:10.29080/systemic.v4i1.337

Abstract:Sentiment analysis is a field of text and information based research. Text documents in this language come from the web about socialization issues. The method used in this study uses algorithmic maps to calculate from a word that will be used to find a meaning in the context of public opinion. The map algorithm reduces the retrieval of data sets and converts them into a data set, data collection of individuals separated into tuples. The stages of the map algorithm reduce reading input data in the form of text stored in HDFS (Hadoop Distributed File System) then it will be processed according to the key and the value has been changed into tuple form. The next step is to process the shuffel and reduce it which will then produce a process from the data set that is processed. Furthermore, the research data uses sentiment analysis by using a map algorithm to reduce the amount of data that is very good
Awang Andhyka
Systemic: Information System and Informatics Journal, Volume 4, pp 23-29; doi:10.29080/systemic.v4i1.320

Abstract:Algoritma genetika merupakan salah satu cara mengoptimasi dalam mencari hasil dari suatu permasalahan. Algoritma terdiri dari fungsi yang harus diselesaikan dengan nilai random awal, yang kemudian dilakukan pertukaran yang disebut mutasi dan crossover. Dalam penyelesaiannya, algoritma genetika mempunyai fungsi rate pada random dan rate kawin silang sehingga tidak semua individu awal hasil random dilakukan pertukaran atau persilangan, serta dapat untuk menyelesaikan permasalahan dalam matematika seperti kuadarat, liner, dan lain lain. Banyak sekali cara atau tool yang tersedia, akan tetapi yang digunakan pada paper ini adalah menggunakan matlab dengan dilakukan secara manual, dalam arti tidak menggunakan tools yang ada sehingga hasil crossover dan mutation serta gen dalam persilangan dapat di ketahui. Perbedaan nilai dalam rate mutasi dan rate crossover sangat berpengrauh dalam penyelesaian pada algoritma genetika, jika nilai rate lebih dari 1, maka dapat menyebabkan banyak individu awal hilang yang berakibat tidak adanya solusi yang ditemukan. Begitu juga dengan popsize, yang merupakan nilai awal yang dihasilkan secara random acak, semakin banyak popsize, maka peluang untuk menyelesaikan sebuah permasalahan menjadi lebih besar.
Astria Hijriani, Aprillia Dewi
Systemic: Information System and Informatics Journal, Volume 4, pp 30-38; doi:10.29080/systemic.v4i1.322

Abstract:By using CRM, the organization will be able to identify of what customer requires and needs, thus will improve the service. The designing of CRM the Computer Science Department using Zachman Framework is one of the approach methods that can describe a more complex and thorough system information design. Zachman Framework has not provided a method for determining the priority of the application candidates that will be designed. Even though there are several methods to determine the priority of candidates of the information system, in this research the authors use the Ward and Peppard’s composite matrix portfolio and business process analysis for priority to determine the priority of application candidates. The phase of candidates determination by using Ward and Peppard’s composite matrix and business process is the identification of information related to Computer Science Department, SWOT analysis, business process and value chain analysis, the analysis of ISO 9001:2008 quality procedure implementation related to customer, the determination of application’s candidate, and the implementation of the questionnaire mapping of application candidate. The results are in the form of mapping for each application candidate/application system into four quadrants which are provided in composite matrix for the decision-making process. The matrix consists of key operational, strategic, high potential and support. The mapping of application candidate/information system is suitable with the contribution of each information system toward the CRM in Computer Science Department, University of Lampung. The mapping on Ward and Peppard’s composite matrix is then used to separate the application candidates into two groups, the main priority of application group/information system and non-main priority of application group/information system. There are five information systems which are classified into main priority application group/information system and recommended to be developed in further research.
Yuniar Farida, Nurissaidah Ulinnuha
Systemic: Information System and Informatics Journal, Volume 4, pp 17-22; doi:10.29080/systemic.v4i1.317

Abstract:Program beasiswa Bidik Misi merupakan program bantuan biaya pendidikan yang diberikan oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi kepada mahasiswa yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah namun memiliki potensi akademik yang baik. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya merupakan perguruan tinggi dengan jumlah pendaftar Bidik Misi yang terus meningkat setiap tahunnya namun hanya menerima dengan kuota yang sangat terbatas. Dengan banyaknya persyaratan dalam proses penyeleksian dan melihat banyaknya jumlah pendaftar, maka diperlukan sebuah sistem yang mampu membantu dalam proses penyeleksian mahasiswa pendaftar Bidik Misi dengan cepat, mudah dan tepat sasaran. Dalam penelitian ini, digunakan metode Naive Bayes classifier dengan menggunakan variabel penghasilan orang tua, prestasi akademik, prestasi non akademik, uang kuliah tunggal, daya listrik serta jumlah tanggungan keluarga. Keenam variabel tersebut digunakan dalam proses klasifikasi sebagai indikator penentuan kelayakan mahasiswa mendapatkan beasiswa. Sistem yang dibuat dengan metode Naive Bayes classifier sudah baik, dibuktikan dengan hasil akurasi hingga 83,33 %.
M Ali Fauzi, Sony Gosario, Agus Zainal Arifin
Systemic: Information System and Informatics Journal, Volume 3, pp 7-12; doi:10.29080/systemic.v3i2.240

Abstract:Jumlah dokumen digital telah meningkat secara pesat, sehingga klasifikasi dokumen secara otomatis menjadi sangat penting. Pemilihan fitur diperlukan dalam klasifikasi dokumen otomatis. Salah satu metode seleksi fitur yang terbukti handal adalah Maximal Marginal Relevance for Feature Selection (MMR-FS), namun metode ini memiliki kompleksitas yang tinggi. Dalam penelitian ini, diusulkan sebuah metode baru dalam pemilihan fitur untuk klasifikasi dokumen. Metode yang diusulkan terdiri dari dua tahap, yang pertama adalah Information Gain dan yang kedua adalah MMR-FS . Pada proses klasifikasinya digunakan metode Naïve Bayes. Dalam percobaan yang dilakukan, metode yang diusulkan bisa mencapai akurasi 86%. Metode baru ini dapat menurunkan kompleksitas MMR-FS namun tetap mempertahankan keakuratannya.
Annisa Ulfa, Firdaus Solihin, Ach. Khozaimi
Systemic: Information System and Informatics Journal, Volume 3, pp 13-18; doi:10.29080/systemic.v3i2.241

Abstract:Proses manajemen data di asrama mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura masih dilakukan secara manual. Hal ini menyebabkan proses manajemen data yang ada di asrama mahasiswa belum berjalan dengan efisien. Oleh karenanya dibutuhkan sebuah aplikasi berbasis web. Aplikasi tersebut dibangun dengan implementasi Arsitektur MVC (Model-View-Controller). MVC merupakan metode dalam membangun aplikasi dengan memisahkan bagian data (Model), tampilan (View), dan proses (Controller) atau penghubung dari model dan view. Berdasarkan hasil implementasi MVC pada aplikasi asrama, diperoleh kemudahan dalam melakukan perbaikan, pengembangan serta perawatan pada aplikasi. Seperti pada saat melakukan perubahan pada program aplikasi, cukup bekerja pada bagian yang dibutuhkan tanpa harus merubah keseluruhan bagian dalam program. Sementara itu, uji coba aplikasi manajemen data asrama dari aspek fungsionalitas terhadap pengurus asrama memperoleh hasil bahwa aplikasi manajemen data asrama sesuai dengan kebutuhan user pengurus asrama. Hal ini berdasarkan perhitungan kesesuaian pada aplikasi asrama sebesar 99,25%.
Naser Jawas, Indrianto Indrianto
Systemic: Information System and Informatics Journal, Volume 3, pp 31-36; doi:10.29080/systemic.v3i2.244

Abstract:Meter air adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mencatat penggunaan air di masing-masing pelanggan PDAM. Catatan penggunaan air pelanggan dipantau oleh petugas PDAM dengan cara mencatat perbedaan meter air di setiap bulan. Para petugas tersebut mencatat angka yang tertera pada digit meter air di masing-masing pelanggan untuk dilaporkan ke kantor PDAM. Pembacaan dari meter air tersebut masih dilakukan secara manual. Sehingga hal ini masih memakan waktu yang cukup lama dan juga rentan terjadi kesalahan pembacaan karena human error. Oleh karena itu, pada penelitian ini diusulkan sebuah metode pembacaan meter secara otomatis berasis citra digital yang diambil dari kamera smartphone. Metode yang diusulkan menggunakan analisa fitur kontur citra. Ada 2 tahapan yang dilakukan, pertama adalah tahapan segmentasi deret digit dan kedua adalah tahapan pemecahan dan pembacaan digit. Hasil yang didapatkan menunjukkan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Page of 5
Articles per Page
by