Journal JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)

-
25 articles
Page of 3
Articles per Page
by
Tahmid Sabri
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 3, pp 26-35; doi:10.26737/jpdi.v3i1.613

Abstract:Internalizing the value of character in primary school children is fundamental, but the reality in school teachers is still difficult to do because of the inappropriateness of the approach used. The solution needs to be addressed by a scientific approach so that this study is expected to describe the design of learning to its implementation. This research uses the method of description through class action done by students peer teaching fellow colleagues. The findings show that the design of value internalization in scientific learning can be done well by the students from the mapping of themed concepts and sub-themes to the determination of KI, KD, Indicator, objective formulation, activities, and integrated evaluation of attitudes, skills, and knowledge in an integrated manner. Similarly, the well-packed implementation of the initial activity, the core activities to the final activity, it looks the scientific nuances that deliver the internalization of values on the participants of learning that will personally on themselves as individuals who are pious, noble, intelligent, skilled, creative , discipline, independence, responsibility and democratic. This achievement cannot be separated from the various obstacles experienced by students but can be overcome, so as not to reduce the acquisition of expected learning outcomes. The results of this study are expected to be used as a basic capital for the development of thematic learning either for the needs of students who are teaching in elementary school or for the development of integrated therapeutic learning in elementary school.
Evinna Cinda Hendriana
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 3, pp 1-8; doi:10.26737/jpdi.v3i1.484

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dan gaya belajar auditorial peserta didik terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IV di Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning (X1) dan gaya belajar auditorial (X2). Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (Y). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang yang berjumlah 34 orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IV di Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata 82,44. Sementara itu, gaya belajar peserta didik juga mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dengan nilai rata-rata 70,4. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil bahwa pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada peserta didik dengan gaya belajar auditorial memberikan pengaruh yang kecil terhadap tingginya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial peserta didik dengan effect size sebesar 0,32 dengan kriteria besarnya effect sizeberada pada katagori sedang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dan gaya belajar auditorial peserta didik terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IV di Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning (X1) dan gaya belajar auditorial (X2). Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (Y). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang yang berjumlah 34 orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IV di Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata 82,44. Sementara itu, gaya belajar peserta didik juga mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dengan nilai rata-rata 70,4. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil bahwa pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada peserta didik dengan gaya belajar auditorial memberikan pengaruh yang kecil terhadap tingginya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial peserta didik dengan effect size sebesar 0,32 dengan kriteria besarnya effect size berada pada katagori sedang.
Nelly Wedyawati, Yasinta Lisa, Erma Ester Magdovia
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 3, pp 9-13; doi:10.26737/jpdi.v3i1.485

Abstract:Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran IPA mitigasi bencana terhadap hasil belajar siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Bentuk penelitian ini adalah bentuk quasi eksperimen design dengan bentuk desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 09 Sintang dengan sampel penelitian 24 siswa di kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan 25 siswa di kelas IV B sebagai kelas kontrol. Teknik dan alat pengumpulan data menggunakan observasi langsung, pengukuran, komunikasi tidak langsung dan dokumentasi. Perhitungan efektivitas menggunakan rumus effect size. Hasil perhitungan menunjukan bahwa: (1) Hasil pretest kelas eksperimen sebesar 36,75 sedangkan hasil posttest sebesar 80,75 dengan peningkatan sebesar 0,69 sedangkan pada kelas kontrol hasil pretest sebesar 38,4 dan hasil posttest sebesar 70,6 dengan peningkatan sebesar 0,52 (2) Hasil pengujian hipotesis pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh -0,495 2,02835 Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil pengujian pada posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh 3,94 2,02835 Ho ditolak dan Ha diterima. (3) Hasil perhitungan effect size sebesar 1,66 dengan kategori tinggi. Berdasarkan simpulan hasil penelitian menunjukan model pembelajaran IPA Mitigasi Bencana pada siswa efektif dan meningkatkan hasil belajar.
Putu Eka Suarmika, Erdi Guna Utama
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 3, pp 14-17; doi:10.26737/jpdi.v3i1.524

Abstract:Balinese culture places women as subordinate because there is a misconception of the concept of purusa and pradana. Indeed purusa and pradana exist in every man including also in women. Purusa is the soul and pradana is the body.Basically, gender issues are not just about the problems of male and female relationships, but also with the issue of education. The purpose of this study was to determine the effect of gender differences (purusa and pradana) on the metacognitive skills of grade 5 primary school students. The survey design used was cross sectional survey design, the researchers collected data at a single point of time. The data collected were metacognitive skill data of grade 5 primary school students. Based on the results of empirical analysis, there is no significant difference between men and women on metacognitive skills with sig 0.672> 0.05. Metacognitive, especially skill is not something to be gained but needs to be trained in learning both in school, family and society. This means that to form students who have high metacognitive skills need cooperation between the school as a formal executive education with school committees (parents of students) by utilizing various sources that exist in the student environment are located.
Uray Zuraida
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 3, pp 18-25; doi:10.26737/jpdi.v3i1.533

Abstract:Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kreativitas peserta didik pada pembelajaran tematik di kelas I SD Negeri 24 Sungai Pinyuh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan bentuk penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Berdasarkan perhitungan persentase rata-rata 3 kreativitas peserta didik berupa menafsirkan gambar/cerita, senang melibatkan diri dalam tugas-tugas dan bekerja lebih cepat diperoleh sebesar 54,2% pada siklus I dan 68,3% pada siklus II. Hasil ini memperlihatkan bahwa kreativitas peserta didik dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 14,2%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tematik dapat meningkatkan kreativitas peserta didik kelas I SDN 24 Sungai Pinyuh.
Ainoer Roffiq, Ikhwanul Qiram, Gatut Rubiono
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 2, pp 35-40; doi:10.26737/jpdi.v2i2.330

Abstract:Suasana lingkungan belajar dalam kelas sangat penting dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Suasana lingkungan belajar ini diwujudkan dalam bentuk pengkondisian ruang kelas pembelajaran. Pengkondisian ini menyangkut kondisi fisik bangunan dan juga kenyamanan tempat duduk siswa. Kecukupan cahaya atau penerangan juga diperlukan. Selain itu, hal ini juga dapat dilakukan dengan memberikan kenyamanan tambahan yang salah satunya dapat digunakan yaitu memberikan musik. Hasil-hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa musik bermanfaat bagi ibu hamil dan berpengaruh terhadap janin yang dikandung. Musik dapat mempengaruhi detak jantung pendengarnya. Musik juga dapat menenangkan pikiran seseorang dan menjadi alat bantu bagi pengembangan kecerdasan manusia. Salah satu jenis musik yang banyak dipakai dalam pengkondisian suasana belajar atau suasana kerja adalah jenis musik klasik. Hasil-hasil penelitian tindakan kelas menyatakan bahwa musik berpengaruh terhadap proses pembelajaran siswa dalam kelas.
Putu Eka Suarmika, Erdi Guna Utama
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 2, pp 18-24; doi:10.26737/jpdi.v2i2.327

Abstract:Dalam etnopedagogi, unsur utama adalah kearifan lokal masyarakat yang diintegrasikan ke dalam pendididikan. Kearifan lokal atau local wisdom dapat dipahami sebagai suatu pemahaman kolektif, pengetahuan, dan kebijaksanaan yang mempengaruhi suatu keputusan penyelesaian atau penanggulangan suatu masalah kehidupan. Pendidikan mitigasi bencana berbasis kearifan lokal dapat dilaksanakan pada Kurikulum 2013 dengan (1) mengidentifikasi kearifan lokal dalam mitigasi bencana dan (2) mengintegrasikan dalam pembelajaran. Sejak usia dini anak didekatkan dengan bencana dan menjaga serta memperlakukan lingkungan dengan baik, maka akan membentuk anak yang tangguh dalam menghadapi bencana dan mencintai lingkungan untuk kehidupan yang berkelanjutan.
Heldie Bramantha
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 2, pp 25-27; doi:10.26737/jpdi.v2i2.326

Abstract:Keberadaan Pendidikan Jasmani telah diakui oleh pemerintah dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 42 khususnya isi kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang menetapkan pelajaran Pendidikan Jasmani sebagai mata pelajaran yang wajib diberikan di sekolah mulai tingkat SD sampai dengan SLTA. Maka guru Pendidikan jasmani harus mampu melakukan inovasi-inovasi yang membuat pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan agar siswa mudah untuk melakukan gerakan-gerakan yang anggap sulit. Pendekatan kontekstual ini diterapkan mengingat bahwa sejauh ini pendidikan masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat Uji coba produk ini digunakan untuk mengumpulkan data sebagai dasar untuk menetapkan tingkat kelayakan dari produk yang telah dihasilkan.dalam produk bagian ini hal yang harus diperhatikan adalah: (1) Desain uji coba, (2) subjek uji coba, (3) instrument pengumpulan data, (4) teknik analisis data. Berdasarkan analisis terhadap kebutuhan bahan ajar Penjaskes pokok bahasan teknik dasar renang gaya bebas dengan pendekatan kontekstual yang ditulis lengkap dan mudah dipahami. Berdasarkan dari hasil angket kebutuhan siswa dan guru, bahan aja ini akan berisi 3 bab, bab I: sejarah, bab II: hakekat renang, bab III:gerakan teknik dasar renang gaya bebas. Bahan ajar ini dikemas dengan dikemas dengan ukuran A4 dengan jumlah halaman 30 dan ukuran huruf 14. Nilai rata-rata yang diberian oleh guru terhadap prototype bahan ajar ini yaitu 86,25 dengan kategorisangat baik dan dari dosen ahli sebesar 74,25 dengan kategori baik. Setelah melakukan perbaikan, maka bahan ajar ini berisi 3 bab, bab I: mengenal renang, bab II: Gerakan teknik dasar renang, bab III:gerakan teknik dasar renang gaya bebas. Mengacu pada hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan agar guru membantu siswa dalam penggunaan bahan ajar ini agar dapat belajar Penjaskes pokok bahasan teknik dasar renang gaya bebas dengan baik. Selain itu, para peneliti lain disarankan agar melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap bahan ajar Penjaskes pokok bahasan teknik dasar renang gaya bebas dengan pendekatan kontekstual untuk melengkapi kekurangan pada bahan ajar tersebut dan untuk menguji efektivitas penggunaan bahan ajar Penjaskes pokok bahasan teknik dasar renang gaya bebas dengan pendekatan kontekstual.
Siti Khorriyatul Khotimah
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 2, pp 28-34; doi:10.26737/jpdi.v2i2.329

Abstract:The aims of this research are to find out: (1) the implementation of classrooom developmental bibliotherapy (CDB) in Bahasa Indonesia learning process to improve student’s academic honesty, and (2) the result of the implementation of CDB in Bahasa Indonesia learning to improve student’s academic honesty. This is a classroom action research. The subjects are 28 students from 5th grade of MI (Madrasah Ibtidaiyah) Cahaya. This research has 3 cycles with 3 to 4 sessions in every cycle. In every session, the learning process are integrated CDB’s stage into Bahasa Indonesia learning process in competencies: reading, writing, and speaking. The qualitative and quantitative data are collected with several technics: observation, interview, students self report and students journals analizes. The process of data analysis are: data reduction, data display, and an overview of conclusions / verification. The data analizes is explained as findings and reflections in every cycle that will be follow up to the next cycle or stop the action. The result are: (1) the implemention of CDB in Bahasa Indonesia learning are success especially in playing drama, and (2) the improvement of student’s academic honesty is known from by the number of honest student increase to 96%, and the students show some behavior to maintain their academic honesty.
Heldie Bramantha
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jpdi.v2i2.325

Abstract:Keberadaan Pendidikan Jasmani telah diakui oleh pemerintah dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 42 khususnya isi kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang menetapkan pelajaran Pendidikan Jasmani sebagai mata pelajaran yang wajib diberikan di sekolah mulai tingkat SD sampai dengan SLTA. Maka guru Pendidikan jasmani harus mampu melakukan inovasi-inovasi yang membuat pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan agar siswa mudah untuk melakukan gerakan-gerakan yang anggap sulit. Pendekatan kontekstual ini diterapkan mengingat bahwa sejauh ini pendidikan masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat Uji coba produk ini digunakan untuk mengumpulkan data sebagai dasar untuk menetapkan tingkat kelayakan dari produk yang telah dihasilkan.dalam produk bagian ini hal yang harus diperhatikan adalah: (1) Desain uji coba, (2) subjek uji coba, (3) instrument pengumpulan data, (4) teknik analisis data. Berdasarkan analisis terhadap kebutuhan bahan ajar Penjaskes pokok bahasan teknik dasar renang gaya bebas dengan pendekatan kontekstual yang ditulis lengkap dan mudah dipahami. Berdasarkan dari hasil angket kebutuhan siswa dan guru, bahan aja ini akan berisi 3 bab, bab I: sejarah, bab II: hakekat renang, bab III:gerakan teknik dasar renang gaya bebas. Bahan ajar ini dikemas dengan dikemas dengan ukuran A4 dengan jumlah halaman 30 dan ukuran huruf 14. Nilai rata-rata yang diberian oleh guru terhadap prototype bahan ajar ini yaitu 86,25 dengan kategorisangat baik dan dari dosen ahli sebesar 74,25 dengan kategori baik. Setelah melakukan perbaikan, maka bahan ajar ini berisi 3 bab, bab I: mengenal renang, bab II: Gerakan teknik dasar renang, bab III:gerakan teknik dasar renang gaya bebas. Mengacu pada hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan agar guru membantu siswa dalam penggunaan bahan ajar ini agar dapat belajar Penjaskes pokok bahasan teknik dasar renang gaya bebas dengan baik. Selain itu, para peneliti lain disarankan agar melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap bahan ajar Penjaskes pokok bahasan teknik dasar renang gaya bebas dengan pendekatan kontekstual untuk melengkapi kekurangan pada bahan ajar tersebut dan untuk menguji efektivitas penggunaan bahan ajar Penjaskes pokok bahasan teknik dasar renang gaya bebas dengan pendekatan kontekstual.
Page of 3
Articles per Page
by

Refine Search

New Search

Advanced search