Journal JURNAL DIVERSITA

-
25 articles
Page of 3
Articles per Page
by
Hasanuddin Hasanuddin
Published: 29 June 2018
JURNAL DIVERSITA, Volume 4, pp 26-31; doi:10.31289/diversita.v4i1.1562

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik perbedaan kecerdasan emosi guru ditinjau dari jenis kelamin. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, sampel penelitian sebanyak 50 orang. Intrusmen penelitian yang dipakai sebagai alata ukur penelitian berbentuk skala psikologi yang dikembangkan oleh peneliti dengan cara mempedomani aspek-aspek dan indikator variabel penelitian. Instrumen pengukuran dalam penelitian yaitu skala kecerdasan emosi yang dikembangkan oleh Goleman dalam Noriah, dkk (2004) dengan indeks reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0.914. Teknik analisis data yang digunakan analisis anova 1 jalur. Berdasarkan analisis data penelitian didapatkan nilai F beda = 857.764 dengan sig = 0.000 <0.05, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kecerdasan emosi guru pria dengan kecerdasan emosi guru perempuan. Dengan kesimpulan kecerdasan emosi guru pria lebih tinggi daripada kecerdasan emosi guru perempuan.
Mustika Tarigan
Published: 29 June 2018
JURNAL DIVERSITA, Volume 4, pp 1-8; doi:10.31289/diversita.v4i1.1565

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan subjective well-being pada remaja yang memiliki orangtua tunggal. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang memiliki orangtua tunggal di kampus I Universitas Medan Area. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan positif antara dukungan sosial dengan subjective well-being, dengan asumsi semakin tinggi dukungan sosial yang diperoleh, maka semakin tinggi subjective well-being pada remaja. Sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial yang diperoleh, maka semakin rendah subjective well-being pada remaja. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 108 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala dukungan sosial yang disusun berdasarkan skala likert dan subjective well-being yang disusun berdasarkan skala semantic differential. Dalam upaya untuk membuktikan hipotesis diatas, digunakan metode analisis data korelasi product moment, dimana yang menjadi variabel X adalah dukungan sosial dan yang menjadi variabel Y adalah subjective well-being. Berdasarkan analisis data yang menggunakan analisis product moment, diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan sosial dengan subjective well-being pada remaja yang memiliki orangtua tunggal di kampus I Universitas Medan Area. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien Rxy = 0,577 dimana p= 0.000, berarti < 0,010. Artinya terdapat hubungan yang positif antara dukungan sosial dengan subjective well-being pada remaja yang memiliki orangtua tunggal di Kampus I Universitas Medan Area dengan sumbangan dukungan sosial sebesar 0,333 atau 33 %. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima.
Nurmaizar Siregar
Published: 29 June 2018
JURNAL DIVERSITA, Volume 4, pp 9-15; doi:10.31289/diversita.v4i1.1566

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas hidup dengan dukungan sosial. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kualitas hidup dengan dukungan sosial. Dengan asumsi semakin tinggi dukungan sosial, maka semakin baik kualitas hidup wanita menopause dan sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka semakin buruk kualitas hidup wanita menopause. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah wanita-wanita menopause yang bekerja maupun yang tidak bekerja yang tinggal di kelurahan sempakata kecamatan medan selayang padang bulan yang berjumlah 80 orang dengan karakteristik usia di atas 60 tahun. Data diperoleh dari skala untuk mengukur kualitas hidup dan dukungan sosial. Perhitungan dilakukan dengan uji persyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas hubungan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 20 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,492 dengan p sebesar 0,000 (p < 0,05 ). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara kualitas hidup dengan dukungan sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel kualitas hidup terhadap dukungan sosial adalah sebesar 24,2 persen kualitas hidup mempengaruhi dukungan sosial dan selebihnya 75,8 persen dipengaruhi faktor lain seperti keterampilan sosial, harga diri, kedudukan struktur sosial, ukuran keluarga dan status sosial ekonomi. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian ada hubungan positif antara kualitas hidup dengan dukungan sosial dapat diterima.
Sarina Sarina
Published: 29 June 2018
JURNAL DIVERSITA, Volume 4, pp 16-25; doi:10.31289/diversita.v4i1.1567

Abstract:Dian Bersinar Foundation adalah yayasan yang memberikan pendidikan bagi anak-anak pinggiran rel kereta api, secara khusus di daerah Thamrin Plaza dan juga anak-anak yang bermukim di Kelurahan Aur, Medan. Psychological well-being berkaitan dengan bagaimana seseorang mampu berfungsi positif secara psikologis dalam hidupnya, yang diukur dengan melihat enam dimensi yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan dalam hidup serta pertumbuhan pribadi. Dengan kondisi hidup dan bekerja yang dialami pekerja sosial, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi psychological well-being pekerja sosial Dian Bersinar Foundation Medan serta faktor-faktor apa saja yang menyebabkan dan memengaruhi kondisi psychological well-beingnya. Penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi terhadap satu orang subjek dan dua orang informan, yaitu rekan kerja dan anak didik subjek di Dian Bersinar Foundation. Hasil penelitian menunjukkan kondisi psychological well-being pada subjek juga dipengaruhi oleh perasaan bahagia, faktor dukungan sosial dan religiusitas.
Istiana Istiana
Published: 29 June 2018
JURNAL DIVERSITA, Volume 4, pp 58-67; doi:10.31289/diversita.v4i1.1592

Abstract:Perilaku prososial dapat diartikan juga sebagai segala tindakan apapun yang menguntungkan orang lain. Perilaku prososial ini meliputi altruisme, saling membantu, saling menghibur, persahabatan, pertolongan, penyelamatan, pengorbanan, kemurahan hati, saling membagi dan menanggapi orang lain dengan simpati dan wujud kerjasama. Alasan yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan adalah bahwa secara jenis kelamin perempuan dan laki- laki mungkin mempunyai perbedaan dalam hal perilaku prososial.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel penelitian adalah remaja laki-laki dan perempuan yang tinggal atau bermukim di Kelurahan Tanjung Rejo Medan Sunggal sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 remaja laki-laki dan 30 remaja perempuan yang berusia 14-21 tahun. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik accidental sampling.. Uji validitas yang digunakan adalah validitas isi. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan SPSS 19.00 for windows yang dimana diperoleh koefisien reliabilitas perilaku prososial sebesar 0,866. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis independent sample t- test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki lebih tinggi perilaku prososialnya dibandingkan dengan perempuan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan faktor fisik dan faktor psikologi seperti perbedaan afektif, perbedaan kognitif, faktor pola asuh, serta umur. Dimana nilai mean yang didapatkan adalah laki-laki 79,00 dan perempuan 70,17.
Diny Atrizka
Published: 29 June 2018
JURNAL DIVERSITA, Volume 4, pp 41-51; doi:10.31289/diversita.v4i1.1598

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan mengajar ditinjau dari gaya kepemimpinan guru di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian komparasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh guru di SMA Negeri 11 Medan. Teknik sampling yang dipakai dalam penelitian adalah incidental sampling dengan jumlah subjek sebanyak 39 orang guru. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah skala keterampilan mengajar, observasi terhadap keterampilan mengajar, dan skala gaya kepemimpinan. Data penelitian yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis varians One Way Anova. Hasil penelitian dengan metode pengumpulan data melalui skala keterampilan mengajar menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan keterampilan mengajar ditinjau dari gaya kepemimpinan guru di kelas (F=0,910; p>0,05). Hasil penelitian dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi keterampilan mengajar menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan dalam keterampilan mengajar ditinjau dari gaya kepemimpinan guru di kelas. Gaya kepemimpinan otoritatif dan demokratis lebih baik keterampilan mengajarnya daripada gaya kepemimpinan otokratis dan bebas (F=13,293; p<0,05; F=12,608; p<0,05).
Nurmaniah Nurmaniah
Published: 29 June 2018
JURNAL DIVERSITA, Volume 4, pp 52-57; doi:10.31289/diversita.v4i1.1601

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kepercayaan diri anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan metode demonstrasi di PAUD Binika Desa Sukaramai Kab. Langkat. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di PAUD Binika Desa Sukaramai Kab. Langkat, yang berjumlah 15 orang anak yang terdiri dari 11 anak perempuan dan 9 anak perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi perkembangan kepercayaan diri anakdengan indikator sebagai berikut: bersikap tenang, konsep diri, optimis, mampu menyesuaikan diri, kreatif, bersosialisasi. Hasil observasi dan refleksi pada siklus I menunjukkan dari hasil penlitian terdapat anak sebanyak 5 orang anak (25%) bersikap tenang, 7 orang anak (35%) konsep diri, 5 orang anak (25%) optimis8 orang anak (40%) mampu menyesuaikan diri, 7 orang anak (35%) kreatif , 6 orang anak (30%) bersosialisasi. Pada siklus II terdapat sebanyak 7 orang anak (35%) tergolong sangat percaya diri, sedangkan banyaknya anak yang tergolong percaya diri meningkat menjadi 5 orang anak (25%), sedangkan anak yang tergolong cukup percaya diri menurun atau berkurang menjadi 3 orang anak (15%) dan dan tidak ditemukan lagi anak yang tergolong tidak percaya diri.
Nini Sri Wahyuni
Published: 29 June 2018
JURNAL DIVERSITA, Volume 4, pp 68-74; doi:10.31289/diversita.v4i1.1604

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dukungan orang tua tunggal (ibu) dengan motivasi belajar pada siswa di Pondok-Pesantren Mawaridussalam. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas VII sampai IX yang memiliki orang tua tunggal Ibu yang berjumlah 51 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Alat ukur yang di gunakan yaitu skala dukungan orang tua tunggal (ibu)dan skala motivasi belajar. Analisis data menggunakan teknik korelasi (rxy) sebesar 0.495 dengan p = 0,000 < 0,005, artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan orang tua tunggal (ibu) dengan motivasi belajar siswa, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan yang diberikan oleh orang tua tunggal (ibu) maka semakin tinggi Motivasi belajarnya. Dukungan orang tua tunggal(ibu) dalam penelitian ini tergolong tinggi karena (mean empirik 108,47 > mean hipotetik = 85 dimana selisihnya melebihi bilangan SD = 10.906). Dan motivasi belajar juga tergolong tinggi, karena (mean empirik= 85,75.> mean hipotetik = 72,5 dimana selisihnya melebihi bilangan SD = 5,824). Adapun koefisien determinasi dari korelasi tersebut sebesar R2 = 0,245 artinya dukungan orang tua tunggal (ibu)memberikan sumbangan efektif terhadap motivasi belajar sebesar 24,5%. Hasil penelitian ini sesuai hipotesis dengan hasil penelitian di lapangan.
Afrina Sarwan
Published: 29 June 2018
JURNAL DIVERSITA, Volume 4, pp 32-40; doi:10.31289/diversita.v4i1.1603

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepercayaan diri siswa yang mengikuti layanan bimbingan kelompok (BKp) melalui teknik latihan asertif dan teknik dis­kusi, perbedaan kepercayaan diri siswa yang memiliki harga diri tinggi dan yang memiliki harga diri rendah, serta interaksi bimbingan kelompok dan harga diri dalam mempengaruhi kepercayaan diri siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain factorial 2x2. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 5 Takengon sebanyak 58 orang yang terdiri dari dua kelas, 30 orang siswa menjadi kelompok eksperimen diberikan BKp melalui latihan asertif, dan 28 orang sebagai kelompok kontroldiberikan BKp dengan tehnik diskusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner kepercayaan diri dan harga diri. Data dianalisis menggunakan ANAVA yang menunjukkan hasil bahwa, pertama terdapat perbedaan kepercayaan diri siswa yang diberikan layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik latihan asertif dan diskusi. kedua, terdapat perbedaan kepercayaan diri siswa yang memiliki harga diri tinggi dan harga diri rendah. Dan ketiga, terdapat interaksi antara bimbingan kelompok dan harga diri dalam mempengaruhi kepercayaan diri siswa.
Aprilia Hikari Dewi, Siti Aisyah
Published: 5 February 2018
JURNAL DIVERSITA, Volume 3, pp 1-8; doi:10.31289/diversita.v3i2.1254

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji secara empirik apakah ada hubungan antara lingkungan kerja fisik dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Haji Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Subjek penelitian adalah perawat di RS Haji Medan yang berjumlah 30 orang dengan menggunakan random sampling di susun berdasarkan skala Likert. Alat ukur yang digunakan adalah instrumen lingkungan kerja fisik yang terdiri dari 35 item dengan menujukkan koefisien reliabilitas 0,842 dan instrument kepuasan kerja yang terdiri dari 36 item dengan menujukkan koefisien reliabilitas 0,864. Analisis data ini menggunakan teknik r Product Moment. Berdasarkan analisis data, diperoleh bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima, yaitu ada hubungan positif antara lingkungan kerja fisik dengan kepuasan kerja, artinya makin baik lingkungan kerja fisiknya maka semakin tinggi pula kepuasan kerjanya. Hal ini dibuktikan melalui perhitungan analisis r Product Moment dengan nilai atau koefisen (Rxy) = 0.983 dan koefisien determinan (R2) = 0,967 menunjukan lingkungan kerja fisik dibentuk oleh kepuasan kerja sebesar 96,7%. Selanjutnya dilihat dari perhitungan mean hipotetik rata- rata 52,5 dan mean empiric rata – rata 104,93 serta standar deviasi = 9,95 diketahui bahwa lingkungan kerja fisik yang baik. Sedangkan kepuasan kerja perawat dari hitungan mean hipotetik rata - rata 67,5 dan mean empiric rata - rata 106,96 serta standar deviasi = 10,72 diketahui bahwa kepuasan kerja perawat dalam kategori tinggi
Page of 3
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search