Journal JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK

-
33 articles
Page of 4
Articles per Page
by
M Tirtana Siregar
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK, Volume 2; doi:10.30988/jmil.v2i1.111

Abstract:Reviewer Acknowledgements for Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, Vol. 1, No. 2 Mei 2018
Indrani Dharmayanti, Ajeng Rahayu (Politeknik App)
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK, Volume 2, pp 57-67; doi:10.30988/jmil.v2i1.45

Abstract:ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi produk Adjuster R KWB dan analisis jenis kecacatan dan penyebab pada PT.Dina Karya Pratama. Analisis pengendalian kualitas dilakukan menggunakan alat bantu statistik yang biasa disebut seven tools berupa Check sheet, Peta kendali p, diagram pareto diagram sebab akibat untuk kemudian dapat menjawab permasalahan diatas.Kata kunci : Pengendalian Kulitas, Statistical Quality Control (SQC), Seven ToolsABSTRACTThis study aims to find out the production process of Adjuster R KWB product and the analysis of disability and causes type in PT.Dina Karya Pratama. Quality control analysis is done using statistical tools commonly called seven tools in the form of Check sheet, Map control p, pareto diagram causation diagram to then be able to answer the above problems.Keywords: Kulitas Control, Statistical Quality Control (SQC), Seven Tools
Merita Bernik, Tamara Nur Wulan Gunawan (Universitas Padjadjaran)
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK, Volume 2, pp 68-74; doi:10.30988/jmil.v2i1.79

Abstract:Era perdagangan bebas saat ini memacu persaingan yang ketat antara perusahaan yang menyediakan jasa atau produk yang berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing, dan dapat memberikan nilai yang lebih pada konsumen. Distro Screamous adalah perusahaan ritel yang bergerak di bidang industri pakaian. Untuk mendapatkan nilai yang lebih Distro Screamous harus memiliki keunggulan kompetitif, salah satunya dengan menganalisis rantai nilai pada Distro Screamous. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu metode penelitian dengan cara mengumpulkan data yang menggambarkan secara sistematis dan akurat mengenai pelaksanaan rantai nilai pada Distro Screamous. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk data primer dilakukan dengan wawancara, observasi dan kuesioner. Penyebaran kuesioner menggunakan metode non probability sampling. Pelaksanaan rantai nilai pada Distro Screamous sudah baik dengan memiliki nilai rata-rata sebesar 4,18. Akan tetapi, ada beberapa dalam pelaksanaan rantai nilai yang masih ada di bawah rata-rata yaitu diantaranya: Infrastruktur Perusahaan, Sumber Daya Manusia dan Operasi. Dalam pelaksanaan rantai nilai Distro Screamous memiliki beberapa kendala yang harus dihadapi sehingga Distro Screamous melakukan upaya untuk meningkatkan pelaksanaan rantai nilai.
Suharyanto Suharyanto (Universitas Kebangsaan)
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK, Volume 2, pp 14-25; doi:10.30988/jmil.v2i1.61

Abstract:Jasa penyelenggaraan pendidikan tinggi saat ini menjadi kegiatan yang menuntut usaha keras dalam meraih mahasiswa baru. Banyaknya lulusan sekolah menengah tingkat atas (SMA/SMK) yang berniat melanjutkan studi menjadi peluang yang baik. Untuk menangkap peluang tersebut, institusi perguruan tinggi harus bersaing ketat dengan perguruan tinggi lain, dengan menerapkan bauran pemasaran yang tepat. Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang kinerja bauran pemasaran serta dampaknya terhadap keputusan kuliah calon mahasiswa Politeknik X Cimahi. Populasi dalam penelitian ini adalah calon mahasiswa pendaftar tahun 2017. Sampel diambil secara acak sederhana sebanyak 50 calon. Analisis hubungan variabel kinerja bauran pemasaran terhadap keputusan kuliah menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bauran pemasaran memberikan dampak cukup signifikan 61,4% terhadap keputusan kuliah, dan 38,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Model regresi yang terbentuk adalah Y= 0,690X+1,248.
Kumara Jati (Kementerian Perdagangan)
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK, Volume 2, pp 37-46; doi:10.30988/jmil.v2i1.68

Abstract:Penelitian ini menganalisis efek dari musim hujan dan kemarau terhadap harga beras. Metode yang digunakan yaitu Autoregressive and Moving Average (ARMA) dan Autoregressive Conditional Heteroskedasticity/Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (ARCH/GARCH) dengan variabel dummy. Data yang digunakan yaitu stok dan harga beras harian dari 29 Januari 2014 sampai dengan 29 Januari 2018. Penggunaan model ARMA-ARCH/GARCH dapat menunjukkan bahwa model ini bisa untuk membantu melihat pola pergerakan harga beras. Model ARMA (0,1)-ARCH (1) dengan variabel dummy yaitu musim kemarau secara signifikan ternyata lebih mempengaruhi kondisional varians harga beras dibandingkan dengan variabel dummy musim hujan. Pemangku kepentingan perlu lebih memperhatikan fluktuasi harga beras terutama apabila pada musim kemarau karena pasokan beras relatif lebih sedikit dan hanya terjadi panen puso.
Andhi Sukma Hanafi (Universitas Syah Kuala), Chairil Almy (Management and Science University), M. Tirtana Siregar (Politeknik App)
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK, Volume 2, pp 47-56; doi:10.30988/jmil.v2i1.71

Abstract:Gaya kepemimpinan merupakan gaya yang digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin organisasi dengan menggunakan sumber daya yang ada dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang ada dalam organisasi yang dapat dimanfaatkan pemimpin untuk pencapaian tujuan organisasi. Pegawai merupakan sumber daya manusia yang dapat dimanfaatkan oleh seorang pemimpin dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam melaksanakan tugasnya dalam pencapaian tujuan organisasi, dapat diukur dengan tingkat kinerjanya. Tingkat kinerja merupakan perbandingan antara sasaran kerja yang ditetapkan dengan produktifitas kerja pegawai. Selain hal yang tersebut diatas, motivasi kerja juga sangat mempengaruhi perilaku pegawai dalam melaksanakan tugasnya yang berpengaruh terhadap tingkat kinerja. Motivasi kerja pegawai dipengaruhi dari internal dan eksternal. Salah satu pengaruh eksternal untuk peningkatan motivasi kerja pegawai berasal dari seorang pemimpin dalam menjalankan gaya kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan yang sesuai dengan organisasi akan berpengaruh terhadap tingkat motivasi kerja pegawai, sehingga secara signifikan dapat meningkatkan kinerja pegawai dalam suatu organisasi.
Ricky Martono (Sekolah Tinggi Manajemen Ppm)
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK, Volume 2, pp 26-36; doi:10.30988/jmil.v2i1.63

Abstract:Konsep Vendor Managed Inventory (VMI) merupakan salah satu pendekatan dalam mengelola inventori yang efisien antara pemasok dan konsumen di dalam sebuah sistem rantai pasok. Dengan VMI, pemasok menempatkan inventorinya di konsumen, namun kepemilikan inventori berpindah kepada konsumen ketika inventori digunakan. Keuntungan menerapkan VMI diantaranya adalah mengurangi proses pemesanan inventori dan mengurangi pemakaian ruang penyimpanan inventori di pemasok. Untuk mencapai ini dibutuhkan koordinasi, komunikasi, dan kehandalan sistem produksi dan pemesanan inventori yang tangguh untuk menerapkan VMI. Dalam kondisi dimana pemasok merupakan anak perusahaan dari konsumen, maka koordinasi tidak selalu menempatkan pemasok dan konsumen pada posisi setara. Terlebih ketika infrastruktur pemasok tidak sekuat konsumen. Penelitian ini dikhususkan pada studi kasus di sebuah perusahaan farmasi dan pemasoknya dimana pemasok merupakan anak perusahaannya. Informasi diperoleh melalui wawancara kepada pihak terkait di pemasok dan konsumen. Hasil pengamatan menunjukkan kelebihan dan hambatan dalam menerapkan VMI, sehingga dibutuhkan komitmen jangka panjang untuk mencapai keberhasilan yang lebih baik.
Andriansyah Andriansyah, Prima Denny Sentia (Universitas Syiah Kuala)
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK, Volume 2, pp 75-83; doi:10.30988/jmil.v2i1.98

Abstract:Indikator keberhasilan dari penenggulangan bencana dapat dilihat dari sistem logistik bencana. Salah satu cara untuk merancang sistem logistik bencana yang baik adalah dengan membuat jaringan distribusi yang efektif dan efisien. Permasalahan yang sesuai dengan perancangan jaringan ini adalah vehicle routing problem. Fungsi tujuan dari permasalahan adalah penentuan rute optimal untuk mendistribusikan bantuan dari gudang ke para korban dengan durasi waktu yang minimum. Metode pemecahan untuk menyelesaikan permasalahan menggunakan algoritma branch and bound, insertion heuristic, dan local search. Hasil yang didapatkan dengan algoritma branch and bound dan algoritma local search bersifat optimal global yaitu dengan waktu tempuh 1,0562 jam. Namun waktu komputasi menggunakan algoritma branch and bound sangat lama hingga 22 jam sedangkan algoritma local search hanya membutuhkan waktu 60 detik. Algoritma insertion heuristic juga menghasilkan solusi dengan waktu tempuh 1,1030 jam. Solusi ini bersifat optimal lokal, namun waktu komputasinya sangat singkat yaitu hanya 0,001 detik.
Fransiskus Tatas Dwi Atmaji, Anak Agung Ngurah Nanda Utama Putra (Telkom University)
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK, Volume 2, pp 84-94; doi:10.30988/jmil.v2i1.106

Abstract:Berdasarkan data dari bagian produksi dan bagian perawatan mesin, waktu berhenti beroperasi (downtime) untuk mesin JDK di PT.ABC adalah yang tertinggi. Tingginya downtime ini diakibatkan oleh tidak adanya spare part atau komponen pengganti saat mesin tersebut rusak sehingga waktu mesin berhenti semakin lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menentukan kebijakan persediaan suku cadang, khususnya komponen-komponen kritis yang ada di mesin JDK. Metode Reliability Centered Spare (RCS) digunakan dalam penelitian ini, metode ini pada intinya bertujuan untuk menentukan kebijakan suku cadang yang optimal pada sebuah mesin dalam rentang periode tertentu. Hasil penelitian dengan metode RCS menunjukkan bahwa kebijakan persediaan suku cadang untuk semua komponen kritis mesin JDK dalam satu tahun ke depan adalah dengan melakukan penyimpanan atau persediaan komponen dengan sejumlah berikut: packing valve :469 buah; teflon:134 buah; bearing pump:10 buah; mechanical seal:26 buah; motor pump:10 buah; packing pump:141 buah;motor driving reel:9 buah; bearing driving reel:45 buah;mechanical seal driving reel:163 buah;packing heat exchanger:70 buah; site glass:29 buah; dan pressure gauge: 7 buah.
Erik Bagus Prasetyo, Nani Kurniati (Institut Teknologi Sepuluh November)
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK, Volume 1, pp 211-118; doi:10.30988/jmil.v1i2.49

Abstract:Bahan baku merupakan kebutuhan utama dalam melakukan proses produksi bagi perusahaan manufaktur. Dalam memenuhi kebutuhan bahan baku untuk proses produksi, sebagian besar perusahaan manufaktur bergantung pada supplier. Pemilihan supplier merupakan bagian yang penting dalam perusahaan manufaktur. Dari beberapa kriteria pemilihan supplier, kualitas merupakan salah satu kriteria yang penting dan digunakan dalam penilaian supplier. Memilih supplier berdasarkan kualitas produknya akan mempunyai dampak positif terhadap perusahaan manufaktur, seperti peningkatan keuntungan melalui penurunan biaya operasional dan peningkatan pangsa pasar. Pada penelitian ini akan membandingkan dua supplier pada perusahaan manufaktur dan memilih salah satu yang memiliki nilai kapabilitas yang lebih tinggi. Pemilihan supplier dilakukan dengan menggunakan yield index Spk dengan karakteristik tunggal. Supplier akan dipilih dengan cara membandingkan rasio yield dari dua supplier. Perhitungan numerik dilakukan pada supplier berdasarkan kadar pH terhadap kulit. Kadar pH pada kulit akan berpengaruh terhadap warna. pH rendah menyebabkan degradasi warna yang lebih awal, sedangkan pH tinggi menyebabkan kesesuaian warna yang tidak baik. Kata kunci: pemilihan supplier, kualitas, kadar pH, yield index, karakteristik tunggal.
Page of 4
Articles per Page
by

Refine Search

Authors

New Search

Advanced search