Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2502-4825 / 2502-9495
Current Publisher: STIKES Aisyah Pringsewu Lampung (10.30604)
Total articles ≅ 100
Filter:

Latest articles in this journal

Nurwinda Saputri, Oki Suwarsa, Hadi Susiarno
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, Volume 5, pp 1-8; doi:10.30604/jika.v5i1.209

Abstract:
There was 54 maternal mortality in Sukabumi District in 2015. The government has made various efforts to reduce maternal mortality cases, but the results have not been optimal. Identification of appropriate causes of maternal mortality provides valuable input in the prevention of future mortality. The objective of this study is to analyze the factors that play a role in maternal mortality and explore how these factors cause maternal mortality. Design research uses explanatory sequential designated mixed methods which are carried out in stages. The first step was to conduct a documentation study of 54 cases of maternal mortality at Verbal Maternal Autopsy and a statistical calculation was made using a cross-sectional approach. The results of the document study were then carried out qualitatively by in-depth interview methods. The results showed that there were groupings of maternal mortality in the district of Sukabumi namely in the District of Cibadak, District of Cicantayan, District of Cisaat, District of Sukaraja and District of Cirenghas. Factors that play a role in maternal mortality are patient, health personnel factors, health facility factors, and referral obstacle factors, and there are recording and reporting factors related to maternal mortality. Efforts to reduce maternal mortality are done through strengthening community empowerment systems and good services. Conclusions maternal mortality is a difficult thing to solve with complexity because it requires efforts that involve various parties. Analisis penyebab kematian maternal di kabupaten Sukabumi ABSTRAK Kasus kematian maternal di Kabupaten Sukabumi tahun 2015 tercatatat 54 kasus kematian maternal. Pemerintah telah melakuan berbagai upaya untuk menurunkan kasus kematian maternal, tetapi hasilnya belum optimal. Identifikasi penyebab kematian maternal yang tepat, memberikan masukan berharga dalam upaya pencegahan kematian dimasa datang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berperan dalam kematian maternal dan menggali bagaimana faktor tersebut menyebabkan kematian maternal. Desaign penelitian menggunakan squensial ekplanatori disagn mixed methode yang dilakukan secara bertahap. Tahap pertama melakukan studi dokumentasi terhadap 54 kasus kematian maternal pada Otopsi Verbal Maternal dan dilakukan perhitungan statistik dengan pendekatan secara cross sectional. Hasil studi dokumen kemudian dilakukan kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengelompokan kematian maternal di kabupaten sukabumi yaitu di Kecamatan cibadak, Kecamatan cicantayan, Kecamatan cisaat, Kecamatan sukaraja dan Kecamatan cirenghas. Faktor yang berperan dalam kematian maternal ini adalah faktor pasien, faktor tenaga kesehatan, faktor fasilitas kesehatan dan faktor hambatan rujukan serta adany faktor pencatatan dan pelaporan terkait kematian maternal. Upaya penurunan kematian maternal dilakukan melalui penguatan sistem pemberdayaan masyarakat dan pelayanan yang baik.Kesimpulan faktor kematian ibu merupakan hal yang sulit untuk diselesaikan dengan kompleksitas karena memerlukan upaya yang melibatkan berbagai pihak.
Endrian Mulayady Waluyo, Jajuk Kusumawaty, Adi Nurapandi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, Volume 5, pp 81-84; doi:10.30604/jika.v5i1.253

Abstract:
The Glasgow Coma Scale technique is used by nurses and health care professionals to facilitate assessment documentation of consciousness scale of. A consciousness assessment needed in patients with neurological problems and injuries. The Glasgow Coma Scale is also needed to determine clinical decisions in the hospital emergency unit. The purpose of this study is to assess the nurses' ability in the Emergency Installation room who already have an emergency training certificate and to analyze the factors that influence the emergency nurses' competence about the Glasgow Coma Scale at the Emergency Installation room of Government General Hospital. The method used is descriptive-analytic with the chi-square relationship test approach and the samples were taken based on total sampling, namely all nurses in Emergency Installation as many as 73 people spread across three hospitals in West Java. The sample has nurses' inclusion criteria who have emergency department training certificates and served in the Emergency Installation. Exclusion criteria were nurses who served structurally (head of the room and deputy head of the room) and were on leave/permission / sick / not on duty. The results showed that nurse competence was influenced by nurses' age and years of service. For conclusion, Glasgow Coma Scale instrument has an important role in the emergency room so, it needed the same benchmarks between the hospital and the training which was followed by nurses. The recommendations based on this research are the need for standard benchmarks and modification of the Glasgow Coma Scale Instrument to make it easier to use and remain accurate as a predictor of death. Kompetensi perawat dalam menggunakan Glasgow Coma Scale di ruang instalasi darurat rumah sakit Abstrak: Teknik Glasgow Coma Scale digunakan oleh perawat dan tenaga medis kesehatan untuk memudahkan pendokumentasian penilaian skala kesadaran, penilaian kesadaran dibutuhkan pada pasien permasalahan neurologis dan cedera. Glasgow Coma Scale juga diperlukan untuk menentukan keputusan klinis pada unit gawat darurat di rumah sakit. Tujuan dari penelitian, yaitu menilai kemampuan perawat di ruangan Instalsi Gawat Darurat yang sudah memiliki sertifikat pelatihan gawat darurat dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi perawat gawat darurat tentang Glasgow Coma Scale di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Pemerintah. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan uji hubungan chi square dengan sampel diambil berdasarkan total sampling yaitu seluruh perawat Instalsi Gawat Darurat sebanyak 73 orang yang tersebar di tiga rumah sakit di Jawa Barat. Sampel memiliki kriteria inklusi perawat yang memiliki sertifikat pelatihan gawat darurat dan bertugas di Instalsi Gawat Darurat Kriteria eksklusi yaitu perawat yang menjabat struktural (kepala ruangan dan wakil kepala ruangan) dan sedang cuti/izin/sakit/tidak bertugas. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi perawat dipengaruhi oleh usia dan masa kerja perawat. Kesimpulan instrument Glasgow Coma Scale memiliki peranan penting di ruang unit gawat darurat sehingga di perlukan tolak ukur yang sama antara rumah sakit dan pelatihan yang di ikuti oleh perawat. Rekomendasi berdasarkan penelitian ini yaitu perlu tolak ukur yang baku dan modifikasi Instrument Glasgow Coma Scale agar lebih mudah di gunakan dan tetap akurat sebagai prediktor kematian.
Eni Nuryani, Lucky Dwiantoro, Devi Nurmalia
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, Volume 5, pp 85-92; doi:10.30604/jika.v5i1.257

Abstract:
The Six Rights Of Medication Administration is a procedure and legality for nurses in the hospital. The results of the previous study indicate that nurses' compliance in applying Six right Of Medication Administration is still low. Reflective model supervision is needed to improve the correct application of six right on medication administration in a very interactive and active way of learning. This study was aimed to evaluate the influence of the reflective supervision model on the correct application of the six right of medication administration by nurses. The study was conducted with a Quasi-experimental method pre-posttest control group design, intervention supervision of the reflective model was given to the intervention group for 2 weeks. Population of this study is all nurses at the inpatient room. The number of samples was 78 nurses, consisting of 39 nurses as an intervention group and 39 nurses as a control group. Sampling was done by purposive sampling technique (non probability sampling). Statistical analysis using Wilcoxon and Mann-Whitney. The results showed that there were differences in the application accuracy of the six rights principles medication by nurses after being given an intervention (p = 0.001 less than 0.05). The Spearman Correlation test results that the Rho value = 0.657 can be concluded that there is a strongly significant influence of reflective supervision model on the application accuracy of the six rights principles medication by nurses. It is recommended for the headroom to provide a reflective supervision model routinely to maintain and improve the application accuracy of the six rights principles medication by nurses. Peningkatan ketepatan penerapan prinsip enam benar obat oleh perawat di ruang rawat inap melalui supervisi model reflektif Abstrak: Prinsip enam benar obat merupakan prosedur dan legalitas bagi perawat di rumah sakit. Hasil riset sebelumnya perawat dalam menerapkan prinsip enam benar obat masih rendah. Supervisi model reflektif diperlukan untuk meningkatkan ketepatan penerapan prinsip enam benar obat dengan cara yang sangat interaktif dan aktif belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh supervisi model reflektif terhadap ketepatan penerapan prinsip enam benar obat oleh perawat. Penelitian dilakukan dengan metode Quasy experimental pre-post test control group design , intervensi supervisi model reflektif diberikan kepada kelompok intervensi selama 2 minggu. Populasi adalah perawat di ruang rawat inap. Jumlah sampel adalah 78 perawat terdiri atas kelompok intervensi 39 perawat dan kelompok kontrol 39 perawat. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling (non probability sampling) . Analisa statistik menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan ketepatan penerapan prinsip enam benar obat oleh perawat sesudah diberikan intervensi ( p = 0,000 < 0,05). Hasil uji Korelasi Spearman bahwa nilai Rho = 0,657 dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan kuat supervisi model reflektif terhadap ketepatan penerapan prinsip enam benar obat oleh perawat. Disarankan bagi kepala ruang untuk memberikan supervisi model reflektif secara rutin untuk mempertahankan dan meningkatkan ketepatan penerapan prinsip enam benar obat oleh perawat.
R Rokhmat, Achmad Zulfa Juniarto, Chandra Bagus Ropyanto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, Volume 5, pp 93-96; doi:10.30604/jika.v5i1.262

Abstract:
Chronic kidney disease is a kidney organ disease that cannot be cured, has been suffering for the whole life of the patient and must depend on a kidney function replacement device to maintain the sufferer life. Patients who have experienced chronic kidney disease undergoing hemodialysis are difficult to cure and become a major problem for the world, especially the problem of the treatment costs are relatively expensive. Health conditions that are experienced is a crisis situation that can cause psychological disorders. Psychological problems which often arise in patients with chronic kidney disease is anxiety. This study aims to determine the anxiety of chronic kidney patients undergoing hemodialysis at Batang Regional Public Hospital (RSUD). This research type is qualitative research with a descriptive method of phenomenology. The subjects in this study were patients with chronic kidney disease who underwent hemodialysis at Batang Regional Public Hospital (RSUD). The technique used in taking participants using purposive sampling with the number of 5 participants. Data collection techniques in this study used structured interviews about anxiety in 3 aspects, namely physiological, psychological and affective aspects. Data analysis was performed by data reduction, triangulation and drawing conclusions. The results obtained in this study there are 3 aspects of anxiety experienced by participant namely physiological, psychological, and affective aspects. In the physiological aspects of patients complaining that it was difficult to sleep, in the psycho-psychological aspect, the patient still felt afraid of the affective aspects of the patient complaining of decreased patience and tension before hemodialysis. Studi deskriptif kecemasan pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa: Pilot study Abstrak: Penyakit ginjal kronis merupakan penyakit pada organ ginjal yang tidak dapat disembuhkan, diderita seumur hidup pasien dan harus bergantung dengan alat pengganti fungsi ginjal guna mempertahankan kehidupan penderitanya. Pasien yang sudah mengalami penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa sulit untuk disembuhkan dan menjadi masalah besar bagi dunia, terutama masalah biaya perawatan dan pengobatannya yang relatif mahal. Kondisi kesehatan yang di alami merupakan sebuah krisis situasi yang dapat menyebabkan gangguan psikis dan psikologis. Permasalahan psikologis yang sering muncul pada pasien penyakit ginjal kronis adalah kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecemasan pasien ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Batang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif femomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Batang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan partisipan menggunakan purposive sampling dengan jumlah partisipan adalah 5 partisipan. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur tentang kecemasan dalam 3 aspek yaitu aspek fisiologis, psikologis dan afektif. Analisa data dilakukan dengan melakukan reduksi data, triangulasi dan menarik kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ada 3 aspek kecemasan yang dialami partispan yaitu aspek fisiologis, piskologis, dan aspek afektif. Pada aspek fisiologis pasien mengeluhkan sulit untuk tidur, pada aspek psikoogispasien masih merasa takut pada aspek afektif pasien mengeluhkan penurunan kesabaran dan tegang sebelum tindakan hemodialisa.
Vina Nurhandiya, Desy Indra Yani, Iwan Shalahuddin
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, Volume 5, pp 75-80; doi:10.30604/jika.v0i0.274

Abstract:
Hypertension is not a contagious disease that becomes health problems with high prevalence. Hypertension is at risk for complications. The application theory of the health belief model (HBM) is an effort to prevent hypertension by identifying the patient's perception. The purpose of this study was to determine the description of the prevention of complications in hypertensive patients at the Tarogong Garut Health Center using the health belief model (HBM) approach. The research method used descriptive quantitative. The population of hypertension patients at Tarogong Public Health Center by 72 samples of patients. Data analysis used a percentage value of each domain presented in the form of frequency distribution table to each variable studied. The results showed that from 5 dominant areas both were perception of barrier good (4.2%) and deficient (95.8 percent), deficient of susceptibility perception (100 percent), lacking severity perception (100%), lacking benefits perception (100 percent), and deficient of cues to action (100 percent). The conclusion of this study if somebody has a good perception of their illness, then they will focus on the prevention and control the condition of health problems. If the perception is not good, then somebody will tend to ignore health problems. Nurses should be able to provide knowledge about hypertension and the complications caused by the disease and can raise the awareness of patients to perform regular blood pressure checks. Karakteristik pasien stroke: Deskripsi analitis pada pasien rawat jalan di rumah sakit di Semarang Indonesia Abstrak: Hipertensi penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi. Hipertensi beresiko terhadap komplikasi. Penerapan teori health belief model (HBM) digunakan sebagai upaya pencegahan hipertensi dengan mengidentifikasi persepsi pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pencegahan komplikasi pada pasien hipertensi di Puskesmas Tarogong Garut menggunakan pendekatan health belief model (HBM). Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi pasien hipertensi di Puskesmas Tarogong dengan jumlah sampel 72 pasien. Analisa data menggunakan persentase nilai dari setiap domain, yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi terhadap masing-masing variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 5 domain yang dominan baik adalah persepsi hambatan baik (4,2%) dan kurang baik (95,8%), persepsi kerentanan kurang baik (100%), persepsi keparahan kurang baik (100%), persepsi manfaat kurang baik (100%), dan isyarat bertindak kurang baik (100%). Kesimpulan pada penelitian ini jika persepsi seseorang baik terhadap penyakitnya maka seseorang akan terfokus pada pencegahan dan mengontrol kondisi gangguan kesehatannya, dan jika persepsinya kurang baik maka seseorang akan cenderung mengabaikan masalah kesehatannya. Perawat harus bisa memberikan pengetahuan mengenai penyakit hipertensi dan komplikasi yang ditimbulkan dari penyakitnya, serta bisa menumbuhkan kesadaran pasien untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
, Dwi Pudjonarko, Fitria Handayani Handayani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, Volume 5, pp 67-74; doi:10.30604/jika.v0i0.287

Abstract:
A country's population characteristic is influenced by differences in lifestyle due to changes in demographics, epidemiology and culture of each region so, the behaviour risk which is detrimental to health. The purpose of this study is to determine the characteristics of stroke patients in Semarang Districts. The method used was descriptive-analytic and samples were taken using a total sampling technique of 92 patients diagnosed with a stroke. Data obtained from patient medical records and interviews with patients or their families. The patients interviewed had an MMSE score of 24-30. The results of this study showed the characteristics of stroke patients in Semarang 57.6% aged 40-59 years, male patients by 50%, the population who had never been at school 30.4%, non-hemorrhagic stroke 83.7%, patients with left hemiparesis 51.1%, patients with risk factors for hypertension 85.9%, and 79.6% of patients had never been exposed to information about stroke. History of diabetes mellitus and smoking habits significantly influence the occurrence of non-hemorrhagic stroke. Patients with diabetes mellitus have a risk of 9.6 times and patients with smoking have a risk of 3.9 times to experience a non-hemorrhagic stroke. Karakteristik pasien stroke: Deskripsi analitis pada pasien rawat jalan di rumah sakit di Semarang Indonesia Abstrak Karakteristik penduduk suatu negara dipengaruhi oleh perbedaan gaya hidup akibat adanya perubahan demografi, epidemiologi dan juga budaya masing-masing daerah sehingga berisiko terjadinya perilaku yang merugikan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien stroke di Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dan sample diambil dengan menggunakan tehnik total sampling terhadap 92 orang pasien yang di diagnosa stroke. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan wawancara kepada pasien atau keluarganya. Pasien yang diwawancara memiliki nilai MMSE 24-30. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik pasien stroke di Kabupaten Semarang 57,6% berusia 40-59 tahun, pasien jenis kelamin laki-laki sebesar 50%, penduduk yang tidak pernah sekolah 30,4%, stroke non hemorhagik 83,7%, pasien dengan hemipharesis kiri 51,1%, pasien dengan faktor resiko hipertensi 85,9%, dan 79,6% pasien belum pernah terpapar informasi tentang stroke. Riwayat diabetes melitus dan kebiasaan merokok berpengaruh secara signifikan untuk terjadinya stroke non hemorhagik. Pasien dengan diabetes melitus memiliki risiko 9,6 kali dan pasien dengan kebiasaan merokok memiliki risiko 3,9 kali untuk mengalami stroke non hemorhagik.
Feri Agustriyani, Meidiana Dwidiyanti, Titik Suerni
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, Volume 5, pp 59-66; doi:10.30604/jika.v5i1.243

Abstract:
Spirituality is an important aspect in human life and individuals with schizophrenia are no exception, where the problem of spirituality in schizophrenia patients can be handled with spiritual mindfulness psychotherapy which is currently starting to be developed based on an android application. The purpose of this study was to determine the effect of spiritual mindfulness interventions through the android application SI-SIWATA on the spirituality of schizophrenic patients. This research is a quasi-experimental study with a sampling technique using purposive sampling. The sample in this study was 46 schizophrenic patients divided into intervention and control groups. Spiritual mindfulness intervention was carried out six times and was carried out pre-test and post-test using the Daily Spiritual Experience Scale questionnaire and analyzed using paired sample t-test. Statistical test results show the p-value = 0,000 with ? (0.05) it means that there is an influence of spiritual mindfulness interventions on the spirituality of schizophrenic patients. An increase in patient spirituality was related to the emphasis on the mindfulness intervention stage, namely the muhasabah (introspection) stage and the independent healthy target stage so, the patient can consciously understand the conditions experienced, accept the treatment process and perform the independent healthy target in worship. Spirituality independence is very important in helping patients growing faith in Allah SWT when undergoing the treatment process. Peningkatan spiritualitas pasien skizofrenia dengan mindfulness melalui aplikasi SI-SIWATA (Sistem Informasi Sehat Jiwa Dengan Cinta) Abstrak Spiritualitas merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia, tidak terkecuali individu dengan skizofrenia dimana masalah spiritualitas pasien skizofrenia dapat ditangan dengan psikoterapi mindfulness spiritual yang saat ini mulai dikembangkan dengan berbasis aplikasi android. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intervensi mindfulness spiritual melalui aplikasi android SI-SIWATA terhadap spiritualitas pasien skizofrenia. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimental dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumpal 46 pasien skizofrenia yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi mindfulness spiritual dilakukan selama enam kali dan dilakuakn pre-test dan post-test menggunakan kuesioner Daily Spiritual Experience Scale dan dianalisis menggunakan paired sample t test. Hasil uji statistic menunjukan nilai p = 0,001 (p kurang dari 0,05) artinya ada pengaruh intervensi mindfulness spiritual terhadap spiritualitas pasien skizofrenia. Adanya peningkatan spiritualitas pasien berhubungan dengan penekanan tahapan intervensi mindfulness yaitu tahapan muhasabah dan tahap target sehat mandiri, sehingga pasien secara sadar mampu memahami kondisi yang dialami, menerima proses pengobatan dan melakukan target sehat mandiri dalam beribadah. Kemandirian spiritualitas sangat penting dalam membantu pasien menumbuhkan keyakinan kepada Allah SWT dalam menjalani proses perawatan.
Cecep Eli Kosasih, Tetti Solehati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, Volume 5, pp 53-58; doi:10.30604/jika.v5i1.231

Abstract:
Cigarettes are a big problem in Indonesia. Smoking becomes a habit for adult men, and even extends to children. Children become accustomed to seeing the smoking patterns of adults in their homes. It is risky for children to try smoking. Education in preventing the dangers of smoking can be done in various ways, one of which is using video media. This study aimed to find out the effect of video education on the level of knowledge about the dangers of smoking at the little doctor in elementary school students. A quasi-experimental research design with pre-test and post-test design was used in this study. The study was conducted at Bojong Asih Elementary School, Pasawahan Elementary School, Cangkuang Elementary School, and Leuwi Bandung Elementary School in 2017. The population in this study were all 4-6 grade students totaling 323 people. The sample used was total sampling. Students were given questionnaires before the intervention and then were given education about the dangers of smoking through a video, then given a questioner again to measure the level of knowledge about the dangers of smoking. Data analysis was performed using an analysis of the paired t-test. The result from this study was found that the average level of knowledge before the intervention was 2.6 (SD = 0.86). After the intervention there was a change in the level of knowledge to 2.87 (SD = 0.48). There was an influence of a video media intervention on students' knowledge (p = 0,000). This study found significant differences in the increase in average knowledge before and after the intervention period (p = 0.001). The local government needs support the students, from both the Health Officer and the Education Office as well as sub-district officials, village heads and principals for the sustainability of smoke-free programs in schools by using video as a means of educating students. Abstrak Rokok merupakan masalah yang besar di Indonesia yang menjadi kebiasaan bagi pria dewasa, bahkan merambah ke anak anak. Anak menjadi terbiasa melihat pola merokok orang dewasa di rumahnya. Hal ini beresiko pada anak untuk mencoba merokok. Perlu adanya pencegahan bahaya rokok dengan memberdayakan dokter kecil. Edukasi dalam pencegahan bahaya merokok bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan menggunakan media video. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh edukasi video terhadap tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok pada dokter kecil di sekolah. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pre test dan post test. Penelitian dilakukan di SDN Bojong Asih, SDN Pasawahan, SDN Cangkuang, dan SDN Leuwi Bandung tahun 2017. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh dokter kecil kelas 4-6 berjumlah 12 orang. Sample yang digunakan adalah total sampling. Dokter kecil diberikan quesioner sebelum intervensi kemudian diberikan edukasi tentang bahaya rokok melalui video, kemudian diberikan quisioner kembali untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis uji t dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna rata rata tingkat pengetahuan antara sebelum dan setelah intervensi pada dokter kecil dari 69 menjadi 89 (p = 0,027). Pada variabel sikap menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna rata rata sikap pengetahuan antara sebelum dan setelah intervensi pada dokter kecil dari 75 menjadi (p = 0,056). Edukasi melalui video efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap anak. Perlunya dukungan dari pihak pemerintah daerah setempat baik dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan serta aparat camat, kepala desa, dan kepala sekolah bagi keberlanjutan program bebas rokok di sekolah dengan menggunakan video sebagai sarana edukasi pada siswa dengan memberdayakan dokter kecil dalam program pelaksanaannya.
Shieva Nur Azizah, Apriyati Kristiutami
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, Volume 5, pp 47-52; doi:10.30604/jika.v5i1.254

Abstract:
The activities of the Idol are many found in teenagers, as a form of self-seeking. The youth can adore it to emulate his idol, so as to desire like someone in his idol. Research objectives to find out if there is an idol-like behavior relationship with the satisfaction of body image in adolescents. This type of research using a cross-sectional research method with a sample of 126 respondents. Sampling techniques using purposive sampling. The results of this study used the Chi-Square statistical test. The results of this study showed that respondents who experienced the behavior of imitating as much (50.8%) And who experienced the worshipping behavior (49.2%), while respondents who had dissatisfied body image (58.7%) and satisfied body image (49.3%). The results of a statistical test of Chi-Square p Value 0.001 ( p less than 0.05) so that there is a behavioral relationship with body image satisfaction in teenager vocational high school in Tangerang. It is hoped that the study of teenagers who have idols can control the behavior of the idol to increase the satisfaction of his body image to be positive. Perilaku mengidolakan dan kepuasan citra tubuh: Riset analitik pada remaja di Tangerang Abstrak: Kegiatan pengidolaan banyak ditemukan pada remaja, sebagai bentuk pencarian jati diri. Remaja dapat memuja hingga meniru idolanya, sehingga berkeinginan seperti seseorang diidolanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan perilaku seperti idola dengan kepuasan citra tubuh pada remaja. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional dengan sampel 126 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang mengalami perilaku meniru sebanyak (50,8%) dan yang mengalami perilaku memuja (49,2%), sedangkan responden yang memiliki citra tubuh tidak puas (58,7%) dan citra tubuh puas (49,3%) . Hasil uji statistik Chi Square p Value (0,00) ? ? = 0,05 sehingga ada hubungan perilaku dengan kepuasan citra tubuh pada remaja SMK di Tangerang. Diharapkan dengan penelitian ini remaja yang memiliki idola dapat mengontrol perilaku mengidolakan agar meningkatkan kepuasan citra tubuhnya menjadi positif.
M Muliyadi, Ikramudin Abdullah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, Volume 5, pp 41-46; doi:10.30604/jika.v5i1.235

Abstract:
Total Suspended Solid (TSS) and Total Dissolved Solid (TDS) can be used as the indicator of sediment in the media, which usually consists of silt, fine sand and microorganisms. The high concentration of TSS in the water column can be used as the indication that the process of sedimentation in the reservoir is also high (1). The purpose of this study was to determine The influence of day duration and type of media in reducing pollutant on laundry liquid waste. The method used in this study is a pure experiment for 7 days, total sample used were 15 liters of laundry wastewater. The independent T test results on the TDS and TSS variables using two different types of treatments showed that there were significant differences between the two types of treatments with p values of TDS and TSS respectively were 0,001 and 0.003 less than 0.5. Meanwhile, the test of effect of the types of treatments on the decreasing in TDS and TSS have p value 0,001 and 0.023 more than 0.005 which means that there is an effect of types of treatments on the decreasing in the value of TDS and TSS. test the effect of the length of day on the decreasing in TDS and TSS have p values of 0.001 and 0.034 more than 0.005 which means that there is an effect of the length of day day on decreasing the value of TDS and TSS. Lama hari dan jenis media dalam mengurangi polutan pada limbah laundry Abstrak: Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolved Solid (TDS) dapat digunakan sebagai indikator endapan di media, yang biasanya terdiri dari lumpur, pasir halus dan mikroorganisme. Tingginya konsentrasi TSS di kolom air dapat digunakan sebagai indikasi bahwa proses sedimentasi di reservoir juga tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh durasi hari dan jenis media dalam mengurangi polutan pada limbah cair laundry. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen murni selama 7 hari, total sampel yang digunakan adalah 15 liter air limbah laundry. Hasil uji independen T pada variabel TDS dan TSS dengan menggunakan dua jenis perlakuan yang berbeda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jenis perlakuan dengan nilai p TDS dan TSS masing-masing sebesar 0,001 dan 0,003 kurang dari 0,5. Sementara itu uji pengaruh jenis perlakuan terhadap penurunan TDS dan TSS memiliki nilai p 0,001 dan 0,023 lebih dari 0,005 yang berarti bahwa ada pengaruh jenis perlakuan terhadap penurunan nilai TDS dan TSS. uji pengaruh durasi hari terhadap penurunan TDS dan TSS memiliki nilai p 0,001 dan 0,034 lebih dari 0,005 yang berarti bahwa ada pengaruh durasi hari terhadap penurunan nilai TDS dan TSS.
Back to Top Top