Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Journal Information
ISSN / EISSN : 1979-3472 / 2580-5223
Current Publisher: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (10.24252)
Total articles ≅ 257
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Mohamad Muspawi, Lusi Anesa
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Volume 23, pp 158-172; doi:10.24252/lp.2020v23n1i13

Abstract:
This research aimed to find out the effect of learning motivation and parents' socio-economic status on the students’ interest to continue study in master degree at Education Administration Study Program in Jambi University. This research used quantitative approach with survey research design. The population was the students of Education Administration Study Program batch 2015 and 2016 in Jambi University which consisted of 71 students. This study used the entire population as sample to obtain more accurate and reliable data. Closed questionnaire using Likert scale was the instrument of collecting data. The data analysis technique used was descriptive statistical analysis. The findings indicated that there was influence of learning motivation on the students’ interest to continue study in master degree, there was influence of parents' socioeconomic status on the students’ interest to continue study in master degree, and there was influence of learning motivation and parents' socioeconomic status toward the students’ interest to continue study in master degree.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat belajar siswa untuk melanjutkan studi S2 di Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Administrasi Pendidikan angkatan 2015 and 2016 di Universitas Jambi yang terdiri dari 71 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai sampel untuk mendapatkan data yang lebih akurat dan dapat diandalkan. Kuesioner tertutup menggunakan skala Likert adalah instrumen pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa ada pengaruh motivasi belajar terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi di tingkat magister, ada pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi di tingkat magister, dan ada pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi di tingkat master.
Najamuddin Petta Solong, Munirah Munirah, Muh. Arif
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Volume 23, pp 22-32; doi:10.24252/lp.2020v23n1i3

Abstract:
This study aims at elaborating the effective school management atMAN(State Islamic Senior High School) Insan Cendekia Gorontalo. This is a descriptive study with qualitative approach. The instruments used in this study were observation sheets, interview guidelines, and questionnaires. The data analysis technique applied descriptive analysis technique using percentage formula. The school management atMANInsan Cendekia Gorontalo was limited to the following problems: strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The research findings showed that the effective madrasah (Islamic school) management atMANInsan Cendekia Gorontalo was achieved. It is concluded that the management of the curriculum, the management of educators and educational staff, the management of funding and the management of facilities and infrastructures, the management of education and the management of public relations are very effective.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan manajemen sekolah yang efektif di MAN (Sekolah Menengah Islam Negeri) Insan Cendekia Gorontalo. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, pedoman wawancara, dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan menggunakan rumus persentase. Manajemen sekolah di MAN Insan Cendekia Gorontalo terbatas pada masalah-masalah berikut: kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: manajemen madrasah (sekolah Islam) yang efektif di MAN Insan Cendekia Gorontalo telah tercapai. Dapat disimpulkan bahwa manajemen kurikulum, manajemen pendidik dan staf kependidikan, manajemen pendanaan dan manajemen sarana dan prasarana, manajemen pendidikan dan manajemen hubungan masyarakat sangat efektif.
Sri Sulasteri, Fitriani Nur, Suharti Suharti
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Volume 23, pp 98-107; doi:10.24252/lp.2020v23n1i9

Abstract:
This study aimed to investigates the effect of Mathematical self-efficacy on the students’ learning outcomes of Teaching Practice Placement (PPL). This research used ex-post-facto with simple paradigm design. The population were 80 students’ Department of Mathematics Education. Sampling technique used was saturated sample so that all the members of the population selected. The instruments used were questionnaire and documentation. The data were analyzed by using descriptive and inferential statistical analysis. The findings indicate that the average of the students' self-efficacy is 95.66 which is categorized as ‘fair’, the students’ learning outcomes of teaching practice placement is 3.87 which is categorized as ‘A’, and the regression gained through regression testwas Y = 2.359 + 0.016X. Thus, there is significant effect of self-efficacy on the students’ learning outcomes of Teaching Practice Placement.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek self-efficacy matematika pada hasil belajar mahasiswa dari Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Jenis penelitian ini menggunakan ex-post-facto dengan desain paradigma sederhana. Populasi terdiri dari 80 mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, sehingga semua anggota populasi dipilih. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis statistika deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata self-efficacy siswa adalah 95.66 dengan kategori 'sedang', hasil belajar siswa dari penempatan praktik mengajar adalah 3.87 dengan kategori 'A', dan persamaan regresi diperoleh melalui uji regresi, yaitu Y = 2.359 + 0.016X. Dengan demikian, ada pengaruh yang signifikan dari self-efficacy terhadap hasil belajar mahasiswa dari Praktek Pengalaman Lapangan.
M Sayyidul Abrori, Moh. Solikul Hadi, Abdul Kahfi Amrulloh
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Volume 23, pp 183-193; doi:10.24252/lp.2020v23n1i15

Abstract:
ملخص:يهدف هذا البحث الى بحث معين عن أنماط تطوير المناهج وتنفيذها في التربية الدينية الإسلامية في المدرسة المتوسطة المحمدية 1 ديفوك يوكياكرتا. الطريقة المستخدمة في هذا البحث الطريقة الكيفية التي تقع في المدرسة المتوسطة المحمدية 1 ديفوك يوكياكرتا. وطريقة جمع البيانات هي الملاحظة الحزبية والتوثيق والمقابلة مع نائب رئيس المدرسة قسم المناهج المدرسية ومدرس التربية الدينية الإسلامية. وتم تحليل البيانات عن طريق تخفيضها وعروضها وتحقيقها. ونتائج البحث تدل على: الأول، قد أهل تطويرُ المناهج الدراسية في المدرسة المتوسطة المحمدية 1 ديفوك يوكياكرتا بترتيب تطويرها وورط جميع أعضاء المدرسة. الثاني، معرفة نجاح تطوير هذه المناهج أتاحت لنا فرصة للتعرف على استعداد المدرس فيها. وقد رجع تطويرها إلى ثلاثة جوانب في تطوير المناهج الدراسية : التخطيط والتنفيذ والتقويم التعليمي.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pengembangan kurikulum dan implementasinya dalam Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan mengambil lokasi di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta. Metode pengumpulan data (yang digunakan) adalah observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan guru Pendidikan Agama Islam. Data dianalisis dengan cara mereduksi, menyajikan, dan memverifikasi/menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, pengembangan kurikulum SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta telah sesuai dengan langkah-langkah atau urutan dalam pembuatan kurikulum dan juga melibatkan semua stakeholder sekolah tersebut. Kedua, mengetahui keberhasilan pengembangan kurikulum tersebut memberi kesempatan bagi kita untuk belajar tentang kesiapan guru. Pengembangan kurikulum tersebut mencakup tiga aspek, yaitu: perencanaan, implementasi, dan evaluasi pendidikan.
Irwansyah Suwahyu, Nurhilaliyah Nurhilaliyah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Volume 23, pp 86-97; doi:10.24252/lp.2020v23n1i8

Abstract:
This article explains about some policies of Indonesian government in the old order era to the Islamic education. This study is a library research. The data obtained through the documents were analyzed by using content analysis. The research findings indicated that the Islamic education in the early of Indonesian’s independence day was not the concern of Indonesian government, whether it was a general policy as in the department of religious affairs or specifically as a policy in the study of religious education in schools. After PKI’s incident, the Islamic education received serious attention from the government such as policy requiring religious learning at every level of education. It was intended to eliminate the influence of the communist mind.Abstrak:Artikel ini menjelaskan tentang beberapa kebijakan pemerintah Indonesia di era orde lama terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Data yang diperoleh melalui dokumen dianalisis dengan menggunakan analisis isi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam di awal hari kemerdekaan Indonesia bukanlah urusan pemerintah Indonesia, apakah itu kebijakan umum seperti di departemen urusan agama atau secara khusus sebagai kebijakan dalam studi pendidikan agama di sekolah. Setelah kejadian PKI, pendidikan Islam mendapat perhatian serius dari pemerintah seperti kebijakan yang mengharuskan pembelajaran agama di setiap tingkat pendidikan. Itu dimaksudkan untuk menghilangkan pengaruh pikiran komunis.
Firman Mansir, Tumin Tumin, Halim Purnomo
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Volume 23, pp 173-182; doi:10.24252/lp.2020v23n1i14

Abstract:
This study discussed about the use of active learning methods in Fiqh learning in Islamic Boarding School. This research used qualitative approach by collecting data through library research. The primary data was articles about active learning methods. Data collection procedures were carried out by collecting various books, articles, theses, and dissertations that discussed about Fiqh subject and Islamic education in Islamic boarding school (pesantren). Research data were analyzed through deductive and inductive process. The result indicated that Active Learning method could be used to teach Fiqh subject in the Islamic Boarding School. The material taught should be appropriated with the Active Learning Method used. By using active learning method, it was expected that the students of Islamic boarding school were engaged, motivated, and interested to learn Fiqh subject.Abstrak:Penelitian ini membahas tentang penggunaan metode pembelajaran aktif dalam pembelajaran Fiqh di Pondok Pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui penelitian kepustakaan. Data primer adalah artikel tentang metode pembelajaran aktif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan berbagai buku, artikel, tesis, dan disertasi yang membahas tentang mata pelajaran Fiqh dan pendidikan Islam di pondok pesantren. Data penelitian dianalisis melalui proses deduktif dan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Pembelajaran Aktif dapat digunakan untuk mengajar mata pelajaran Fiqh di Pondok Pesantren. Materi yang diajarkan harus disesuaikan dengan Metode Pembelajaran Aktif yang digunakan. Dengan menggunakan metode pembelajaran aktif, diharapkan para siswa pondok pesantren terlibat, termotivasi, dan tertarik untuk belajar mata pelajaran Fiqh.
Muhammad Amri, Ulfiani Rahman
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Volume 23, pp 1-8; doi:10.24252/lp.2020v23n1i1

Abstract:
One's leadership is usually influenced by intelligence and personality types that can be obtained through tests. The STIFIn test can describe an individual's intelligence directly as well as someone's personality types. Therefore, this study aims to identify the personality types possessed by structural officers (bureaucracy) at UIN Alauddin Makassar, the characteristics of each STIFIn personality type and the ratio of the number of male and female leaders. The research instrument used was in the form of STIFIn intelligence test. Data were analyzed by quantitative descriptive analysis. The results showed that of the 20 respondents tested, 4 of the 5 STIFIn personialty types were identified namely Thinking, Intuiting, Feeling and Instinct, and none of them were Sensing type. They consisted of 17 men and 3 women. Moreover each type of intelligence and personality has different characteristics. Abstrak:Kepemimpinan seseorang biasanya dipengaruhi oleh kecerdasan dan tipe kepribadian yang dapat diperoleh melalui tes. Tes STIFIn dapat memetakan kecerdasan individu secara langsung sekaligus menjadi tipe kepribadian sesorang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe-tipe kepribadian yang dimiliki oleh pejabat struktural di UIN Alauddin Makassar, karakteristik dari masing-masing tipe kepribadian STIFIn, serta rasio jumlah pemimpin laki-laki dan perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan, yakni dalam bentuk tes kecerdasan STIFIn. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 responden yang diuji, diidentifikasi menjadi 4 dari 5 jenis kepribadian STIFIn yaitu Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting, dan tidak ada yang bertipe Sensing. Mereka terdiri dari 17 pria dan 3 wanita. Kemudian setiap jenis kecerdasan dan kepribadiaan memiliki karakteristik yang berbeda.
Tsara Aliya Salsabila, Maman Abdurrahman, Mohamad Zaka Al Farisi
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Volume 23, pp 69-85; doi:10.24252/lp.2020v23n1i7

Abstract:
This research aimed to analyze the implementation and evaluation system of Arabic teaching using Isma 'wa Takallam method in improving Arabic speaking skill. The method used in this research was descriptive method with qualitative approach through observational research. The subjects were 2 students who participated in Sandwich program in Egypt. The study was conducted in Ma'had Mu'allimil Quran, Giza, Egypt. The instruments used were observation, interview, and documentation. The data obtained were analyzed using Miles and Huberman model. The results indicated that the process of teaching Arabic using this method through three stages, namely: (1) Nurul Bayan learning (learning the pronunciation of hijaiyyah, spelling Qur’an verses, and tajweed), (2) learning Arabic (basic rules, muhadatsah, reading Arabic texts, and Arabic poetry), and (3) practice speaking Arabic, both inside and outside the classroom. The evaluation system used was oral test conducted during the learning process and at the end of the program.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan dan sistem evaluasi pembelajaran bahasa Arab dengan metode Isma’ wa Takallam dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi observasi. Subjek penelitian ini adalah 2 mahasiswa yang berpartisipasi pada program Sandwich di Mesir. Penelitian dilakukan di Ma’had Mu’allimil Quran, Giza, Egypt. Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab dengan metode ini melalui tiga tahap, yaitu: (1) pembelajaran Nurul Bayan (pembelajaran pengucapan huruf-huruf hijaiyyah, mengeja Al-Qur’an, dan ilmu tajwid), (2) pembelajaran bahasa Arab (kaidah dasar, muhadatsah, membaca teks Arab, dan syair Arab), dan (3) praktik berbicara bahasa Arab, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sistem evaluasi menggunakan tes lisan yang dilaksanakan pada saat proses pembelajaran berlangsung dan pada akhir pembelajaran.
Nur Hidayat, Dian Andesta Bujuri
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Volume 23, pp 127-140; doi:10.24252/lp.2020v23n1i11

Abstract:
The aim of this research was to find out the implementation of character education in Islamic boarding school (Ponpes) of Ibnul Qoyyim in Yogyakarta and Al-Hidayah in Jambi. The method used of this research was qualitative method with case study approach. The data were obtained through interview, observation, and documentation. The research subjects were selected using purposive sampling. Data analysis technique used referred to Miles and Huberman model, namely reducing data, displaying data, and concluding. The findings indicated that there were similar methods applied to teach character education in both Ponpes. Both of them integrated vision, mission, and all activities program into character education values through co-curricular, intracurricular, extracurricular, and habituation. Islamic students (Santri) practiced the values such as religious, politeness, discipline, honest, hard work, independent, responsible, mutual help, tolerant, caring the social environment in daily activities. The minimum control was able to give opportunity for Santri to avoid negative behavior. The character education which was programmed and integrated to all activities in those Ponpes was quite effective to build Islamic students’ character which needed intensive collaboration between parents and society to educate and to control Santri when they were outside Ponpes area.Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pelaksanaan pendidikan karakter di pesantren Ibnul Qoyyim di Yogyakarta dan Al-Hidayah di Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles dan Huberman, yaitu mereduksi data, menampilkan data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan metode yang digunakan kedua Ponpes tersebut. Keduanya mengintegrasikan visi, misi, dan program kegiatan ke dalam nilai-nilai pendidikan karakter melalui ko-kurikuler, intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan habituasi. Santri mempraktikkan nilai-nilai seperti agama, kesopanan, disiplin, jujur, kerja keras, mandiri, bertanggung jawab, saling membantu, toleran, peduli terhadap lingkungan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kontrol minimum mampu memberi kesempatan bagi Santri untuk menghindari perilaku negatif. Pendidikan karakter yang diprogramkan dan terintegrasi ke semua kegiatan di Ponpes cukup efektif untuk membangun karakter Santri yang membutuhkan kolaborasi intensif antara orang tua dan masyarakat untuk mendidik dan mengontrol Santri ketika mereka berada di luar wilayah Ponpes.
Samsinar Samsinar, Fitriani Fitriani
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Volume 23, pp 108-126; doi:10.24252/lp.2020v23n1i10

Abstract:
This study aimed to describe character-based learning, to identify self-development forms, to find out the application of character education, and to find out whether there was a significant influence between character-based learning and self-development in improving the students’ character education at Islamic Junior High School in Bone Regency. The method used was mixed-method. The sample of this research consisted of 50 students. The instruments used were questionnaire, observation guidelines, interview and document. The findings indicated that the implementation of character education was carried out through inculcating values, exemplary values, facilitation, academic activities, social, and religious activities. The application of self-development activities was done through routine, spontaneous, exemplary, programmed activities and conditioning. The character education was carried out through the application of class-based character education, school culture, and community-based character education activities. Therefore, there was a significant influence between the character-based learning process and self-development activities on improving the students’ character.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran berbasis karakter, mengidentifikasi bentuk-bentuk pengembangan diri, mengetahui penerapan pendidikan karakter, dan mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara pembelajaran berbasis karakter dan pengembangan diri dalam meningkatkan pendidikan karakter siswa pada SMP Islam di Kabupaten Bone. Kombinasi metode penelitian kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian ini terdiri dari 50 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, pedoman observasi, wawancara dan dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan karakter dilakukan melalui penanaman nilai-nilai keteladanan, fasilitasi, dan kegiatan pengembangan akademik, sosial dan keagamaan pada SMP Islam di Kabupaten Bone. Penerapan kegiatan pengembangan diri melalui kegiatan rutin, spontan, keteladanan, kegiatan terprogram dan pengkondisian. Pendidikan karakter dilakukan melalui penerapan pendidikan karakter berbasis kelas, budaya sekolah, dan kegiatan pendidikan karakter berbasis masyarakat. Oleh karena itu, terdapat pengaruh yang signifikan antara proses pembelajaran berbasis karakter dan kegiatan pengembangan diri pada peningkatan karakter siswa.
Back to Top Top