Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan

Journal Information
ISSN / EISSN : 0216-2792 / 2654-427X
Current Publisher: Balai Arkeologi Yogyakarta (10.24832)
Total articles ≅ 85
Filter:

Latest articles in this journal

Sudiyono, Yunita Murdiyaningrum
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 13, pp 63-78; doi:10.24832/jpkp.v13i1.340

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, penyebaran kuesioner secara online menggunakan google form, dan Diskusi Kelompok Terpumpun. Penelitian dilaksanakan di 12 wilayah kabupaten/kota di Jawa dan luar Jawa dengan metode stratified random sampling dengan kriteria jumlah wilayah penerimaan Bantuan Operasional Pendidikan kategori besar, sedang dan kecil. Hasil penelitian menunjukkan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di semua wilayah sampel cukup efektif dalam membantu biaya operasional, meningkatkan kegiatan pembelajaran, dan meringankan beban pembiayaan orang tua siswa, namun penerimaan dana belum tepat waktu dan pemanfaatan dana juga belum sesuai dengan petunjuk teknis. Kontribusi dana Bantuan Operasional Penyelenggeraan Pendidikan Anak Usia Dini untuk Kelompok Bermain sebesar 59%, Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis sebesar 56%, Taman Kanak-kanak 33% dan Tempat Peneitipan Anak sebesar 29%. Kesimpulan penelitian yaitu Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini cukup efektif dalam membantu biaya operasional, meningkatkan pembelajaran dan meringankan beban orangtua, dan berkontribusi cukup besar dalam biaya operasional Pendidikan Anak usia Dini. Ketepatan waktu penerimaan dana dan kesesuaian penggunaan dana perlu mendapat perhatian.
Acep Saepul Rahmat
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 13, pp 45-54; doi:10.24832/jpkp.v13i1.361

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis inquiry dengan bantuan media Games Book terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA ditinjau dari minat belajar siswa sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 dikelas IV Sekolah Dasar Negeri Kampung Bali 07 Pagi Jakarta Pusat. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, yang menghasilkan 30 siswa kelas IVA sebagai kelompok eksperimen dan 30 siswa kelas IVB sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen yang menggunakan treatment by level 2 x 2. Teknik analisis data menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep IPA yang berbeda pada siswa menggunakan inquiry dengan bantuan media Games Book dengan siswa yang menggunakan ekpositori. 2) Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan minat belajar terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA. 3) pemahaman konsep IPA siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan menggunakan metode inquiry dengan bantuan media Games Book lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan ekpositori. 4) pemahaman konsep IPA siswa yang memiliki minat belajar rendah dan menggunakan metode inquiry dengan bantuan media Games Book lebih rendah dibandingkan siswa yang belajar menggunakan ekpositori.
Supriyadi Teguh
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 13, pp 55-62; doi:10.24832/jpkp.v13i1.358

Abstract:
Perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah masih menjadi persoalan, terutama bagi SD-SD yang berada di sekitar pasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah sekitar pasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Respoden penelitian ini adalah siswa Kelas 4, 5, dan 6 SD di sekitar pasar. Pengambilan data dilakukan secara daring/online dengan kuesioner dalam format google form. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan inferensial. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah memiliki rata-rata skor 87,15 serta standar deviasi 12,004 dengan skor minimum 51,11 dan skor maksimum 114,35. Dengan rata-rata skor 87,15 berarti capaian perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah rata-rata baru mencapai 75,13 persen dari skor maksimum ideal yang dapat dicapai. Banyak siswa SD (68,00 persen) yang berperilaku hidup sehat di sekolah dalam kategori sedang, sedangkan kategori tinggi dan rendah sama banyaknya, yakni 16,00 persen. Capaian perilaku hidup sehat di sekolah menunjukkan perbedaan pada masing-masing indikator perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah sekitar pasar. Indikator menggunakan jamban sehat berada pada posisi terendah diikuti mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah di tempat sampah, dan mengkonsumsi makanan dan minuman sehat. Rata-rata skor siswa laki-laki dan perempuan tidak berbeda secara signifikan. Rata-rata skor antar tingkat kelas (Kelas 4, 5, dan 6) berbeda secara signifikan. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah sekitar pasar belum memuaskan karena banyak siswa SD yang berperilaku hidup sehat di sekolah dalam kategori sedang. Indikator yang capaiannya belum baik adalah penggunaan jamban sehat dan mencuci tangan menggunakan sabun. Rata-rata skor antar tingkat kelas (Kelas 4, 5, dan 6) berbeda secara signifikan dengan skor tertinggi diperoleh siswa Kelas 4, kemudian kelas 5 dan 6.
Asyraf Suryadin
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 13, pp 1-14; doi:10.24832/jpkp.v13i1.362

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kasus kenakalan remaja serta perilaku negatif di kalangan remaja sehingga diketahui gambaran pola pendidikan karakter dalam mengatasi kenakalan remaja di Kabupaten Bangka Barat. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2019 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui survei. Jumlah sampel penelitian ditentukan berdasarkan teori Isaac and Michael dengan Significance Level 5%. Responden penelitian berjumlah 666 siswa yang berasal dari seluruh sekolah menengah. Analisis data menggunakan metode analisis deskritif terhadap instrumen penelitian yang berupa kuesioner. Diketahui kenakalan remaja yang mendapat penilaian negatif dari yang paling tinggi adalah: pergaulan bebas (17%), bullying (13%), keluar malam (11%), dan pacaran (10%). Perilaku seperti merokok (9%), bolos sekolah (7%), narkoba (5%), kekerasan (5%), mabuk (4%), tindakan pornografi (3%), melawan guru (3%), dan mencuri (2%) masih dalam kategori sedang dan rendah. Sebanyak 89% responden setuju bahwa pendidikan karakter dapat mengembangkan potensi siswa untuk berhati baik, perpikiran baik, dan bertindak baik sehingga perlu adanya kerja sama intervensi orang dewasa di sekitar remaja dan pembentukan kebiasaan dalam empat lingkungan yaitu lingkungan keluarga, temansebaya, sekolah, dan masyarakat.
Simon Sili Sabon
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 13, pp 27-44; doi:10.24832/jpkp.v13i1.345

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kekurangan beban kerja mengajar guru dan strategi sekolah dalam memenuhi kekurangannya. Penelitian ini merupakan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh guru, diperkaya dengan wawancara dan diskusi. Jumlah kuesioner yang diolah sebanyak 34 responden. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan masih banyak guru terkendala dalam pemenuhan beban kerja minimal sehingga mereka kehilangan peluang mendapat tunjangan profesi. Salah satu sebabnya adalah terbatasnya jumlah tugas tambahan. Strategi sekolah dalam memenuhi beban kerja adalah mengutamakan guru yang sudah bersertifikat pendidik memenuhi beban kerjanya dengan cara diberi tugas tambahan dan/atau ditugaskan mengajar di sekolah lain. Direkomendasikan dalam upaya pemenuhan beban kerja, hendaknya guru dicarikan alternatif kegiatan, baik melalui penambahan jam mengajar di sekolah asal dengan melibatkannya dalam kegiatan ekstra dan kokurikuler, atau sekolah lain. Selain itu program lima hari sekolah dengan menambah jam kerja di sekolah dan tugas tambahan dapat menjadi alternatif pemenuhan beban kerja minimal.
Ikhya Ulumudin
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 13, pp 15-26; doi:10.24832/jpkp.v13i1.346

Abstract:
Penerapan kurikulum yang sesuai dengan kompetensi abad 21 telah dilakukan di Indonesia. Namun, hasil Program for International Students Assessment (PISA) tahun 2018 malah mengalami penurunan. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi terkait dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kegiatan mengajar guru dalam proses pembelajaran mulai dari pendahuluan, inti, sampai penutup. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan sumber data berasal dari website resmi penyelenggara PISA. Data yang digunakan adalah hasil kuesioner yang dijawab oleh siswa Indonesia pada pelaksanaan PISA tahun 2018. Total jumlah responden sebanyak 12.098 siswa. Hasil evaluasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa (i) pelaksanaan kegiatan pendahuluan pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada umumnya dinilai sangat baik, khususnya ketika guru mengingatkan kembali materi yang telah diajarkan dan menyampaikan tujuan pembelajaran, (ii) pelaksanaan kegiatan inti pada proses pembelajaran khususnya pada kegiatan guru melakukan pembelajaran saintifik dinilai cukup, dan (iii) pelaksanaan kegiatan penutup pada proses pembelajaran khususnya ketika guru mendorong pengembangan metakognisi siswa dinilai cukup.
Jurnal Litjak
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 12; doi:10.24832/jpkp.v12i2.332

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Zainul Mustofa
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 12, pp 193-206; doi:10.24832/jpkp.v12i2.262

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan level motivasi siswa terhadap pembelajaran fisika berpendekatan saintifik. Hal ini penting karena motivasi berkorelasi positif dengan pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan jumlah responden 24 siswa kelas X di SMK Al Munawwariyyah, Malang pada semester genap tahun pelajaran 2017-2018. Kuisioner terdiri atas 6 domain yaitu physics learning value, active learning strategies, self-efficacy, performance goal, Achievement goal, dan Learning Environment Stimulation. Domain physics learning value menunjukkan bahwa sekitar 75% menyatakan bahwa fisika adalah penting dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Domain active learning strategies menunjukkan bahwa sekitar 50% siswa aktif dalam menghubungkan konsep dengan pengalaman sebelumnya. Domain self-efficacy menunjukkan sekitar 50% berkeyakinan dapat memahami fisika dengan baik, tetapi hanya sekitar 30% yang berkeyakinan mampu menyelesaikan soal fisika dan cenderung menyerah saat bertemu dengan soal yang sulit. Domain performance goal menunjukkan bahwa 50% siswa berusaha aktif agar mendapatkan nilai yang baik, tetapi tidak bertujuan untuk kelihatan lebih baik dari yang lain maupun mendapatkan perhatian dari guru. Domain Achievement goal menunjukkan bahwa sekitar 60% saja yang merasa puas dengan nilai baik, tetapi 96% siswa lebih puas ketika mampu memahami dan memecahkan masalah fisika. Domain Learning Environment Stimulation menunjukkan bahwa lebih dari 60% siswa berpartisipasi aktif di kelas karena guru menggunakan berbagai macam metode, tidak menekan siswa, memfasilitasi siswa untuk aktif dalam setiap kegiatan baik teori maupun praktek. Temuan ini bermanfaat dalam penyusunan pembelajaran fisika lebih lanjut yang mempertimbangankan faktor motivasi agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas fisika.
Bambang Suwardi Joko
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 12, pp 123-141; doi:10.24832/jpkp.v12i2.281

Abstract:
Abstrak: Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan gerakan literasi pemerintah Kota Balikpapan, dampaknya bagi guru dan siswa dalam menumbuhkembangkan gerakan membaca;  serta upaya yang dilakukan sekolah dan guru dalam menumbuhkan gerakan membaca bagi siswa. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis deskriptif yang mencakup komponen pelaksanaan program pengajaran dalam mendorong siswa meningkatkan gemar membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian instrumen atau daftar isian, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) dengan responden guru-guru pada 3 SMA Negeri di Kota Balikpapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua sosialisasi gerakan membaca yang menjadi program literasi pemerintah Kota Balikapapan sampai ke para guru, pihak sekolah sebatas mensosialisasikan kepada guru-guru mata pelajaran terkait seperti guru bahasa Indonesia. Ditinjau dampak program gerakan literasi pemerintah kota bagi kalangan guru, sebanyak 41,67 persen guru menjawab ada dampaknya dan 58,33 persen tidak ada dampaknya. Salah satu program pemerintah kota, yaitu mematikan televisi setelah maghrib hingga pukul 11 malam merupakan program lama, yang perlahan mulai kurang diminati siswa. Upaya sekolah dalam menumbuhkan gerakan minat baca, seluruh guru menilai bahwa dampak kebijakan sekolah seperti membaca kitab suci di awal pelajaran anak menjadi rajin membaca buku keagamaan karena dibiasakan.
Febri Prasetyo Adi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, Volume 12, pp 142-158; doi:10.24832/jpkp.v12i2.219

Abstract:
Kepedulian peserta didik SMP Negeri 3 Mrebet terkait kebersihan di sekolah masih rendah. Banyak sampah, khususnya bungkus makanan kemasan, dibuang sembarangan seperti di bawah jendela kelas, laci meja dan selokan. Beberapa program telah di jalankan namun masih belum berhasil. Diperlukan program yang bukan hanya bersifat penanganan namun lebih pada pencegahan sampah-sampah agar tidak terbuang sembarangan. Maka disusunlah program Kantin Berkarakter yang menjadi pusat jajan, makan dan buang sampah di kantin sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas Kantin Berkarakter dalam rangka meningkatkan kedisiplinan peserta didik, khususnya pada kebersihan lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah riset experimental dengan membagi peserta didik pada dua kelompok yang mendapat perlakuan (treatment) yang berbeda, yaitu kelompok A boleh membawa makanan ke kelas dan kelompok B tidak boleh membawa makanan ke kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski banyak responden yang setuju makanan dibawa ke kelas (42%) namun lebih setuju apabila Kantin Berkarakter bisa diterapkan dan dilanjutkan (84%). Hal ini dikarenakan semenjak program ini diterapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kebersihan lingkungan sekolah (83%) dan memotivasi peserta didik untuk lebih peduli terhadap lingkungan (62%).
Back to Top Top