JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2477-5967 / 2477-8443
Current Publisher: STKIP Singkawang (10.26737)
Total articles ≅ 62
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Sucipto Sucipto, Ahmad Hatip
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 5, pp 1-6; doi:10.26737/jpmi.v5i1.1092

Abstract:
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan memecahkan masalah matematis mahasiswa berdasarkan gaya kognitif, tingkat kemandirian belajar, dan gender. Penelitian menerapkan jenis pendekatan kuantitatif dengan metode expose facto. Sampel penelitian berjumlah 53 mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode tes, inventori, dan angket dengan instrumen yang valid. Teknis analisis data menggunakan statistik parametrik dengan uji t (t-test) dan non parametrik uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah matematis mahasiswa berdasarkan gaya kognitif dan berdasarkan tingkat kemandirian belajar pada mahasiswa, namun tidak terdapat perbedaan berdasarkan gender.Kata Kunci: kemampuan pemecahan masalah, gaya kognitif, kemandirian belajar, gender
Zakiyah Anwar, Faisal Eka Mahendra, Arie Anang Setyo, Irna Rusani, Supriadi Supriadi
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 5, pp 24-30; doi:10.26737/jpmi.v5i1.1718

Abstract:
Tujuan Penelitian ini untuk melihat seberapa besar pengaruh emotional intelligence terhadap hasil belajar siswa MTs. Muhammadiyah I Kota Sorong. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan Subjek pada penelitian ini berjumlah 30 siswa. Setelah data dianalisis dan diperoleh hasil perhitungan Uji t diperoleh nilai thitung yaitu -24,650 lebih kecil dari ttabel yaitu 2,048, yang berarti ada pengaruh Emotional Intelligence terhadap hasil belajar siswa MTs. Muhammadiyah 1 Kota Sorong. Sedangkan data hasil rata – rata pretest sebelum diberi perlakuan 18,88, Sementara untuk nilai posttest setelah diberi perlakuan diperoleh 74,80 ini menunjukkan bahwa nilai rata – rata diatas KKM 67. Lembar observasi pengamatan aktivitas peserta didik siswa diketahui berada pada kategori baik, hal ini membuktikan mereka mendengarkan dengan seksama semua yang disampaian oleh guru. Dan untuk angket respon siswa pada setiap indikator yang direspon berdasarkan hasil yang diperoleh semua berada pada kategori positif.
Nurdin Arifin
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 5, pp 31-38; doi:10.26737/jpmi.v5i1.1644

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan keefektifan antara model STEM problem based learning dan konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis maupun terhadap daya juang mahasiswa PGSD pada matematika. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian tersebut menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester III Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, sedangkan sampel yang diperoleh dengan pemilihan secara acak yakni mahasiswa kelas III A dan Kelas III D. Hasil penelitian yang telah diperoleh dengan taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan keefektifan STEM problem based learning dan model konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah maupun terhadap daya juang mahasiswa PGSD pada matematika; 2) Model STEM problem based learning lebih efektif daripada model konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah; dan 3) Model STEM problem based learning lebih efektif daripada model konvensional terhadap daya juang matematika mahasiswa PGSD
Erlando Doni Sirait, Dwi Dani Apriyani
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 5, pp 46-48; doi:10.26737/jpmi.v5i1.1710

Abstract:
Berhasilnya pembelajaran tergantung bagaimana seorang guru dapat menciptakan suasana kelas yang kondusif, dan pemilihan suatu metode pembelajaran yang tepat tentu akan mempengaruhi suasana pembelajaran dan hasil belajar siswa. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat diarahkan agar siswa mampu berperan aktif dalam proses belajar mengajar, terciptanya kegiatan belajar mengajar yang optimal, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif atau variasi dalam pembelajaran matematika adalah strategi pembelajaran aktif ICM (Index Card Match). Strategi pembelajaran aktif ICM (Index Card Match) adalah strategi yang cukup menyenangkan yang digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Namun demikian materi baru juga tetap bisa diajarkan dengan strategi ini dengan catatan siswa diberi tugas mempelajari topik yang akan diajarkan terlebih dahulu sehingga ketika masuk kelas mereka sudah memiliki bekal pengetahuan. Dalam penggunaan strategi pembelajaran ICM (Index Card Match) ini, diharapkan agar siswa dapat lebih tertarik terhadap proses pembelajaran matematika dan pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran aktif ICM (Index Card Match) terhadap hasil belajar matematika. Dan hasil uji hipotesis menunjukan bahwa terdapat pengaruh penerapan strategi pembelajaran aktif ICM (Index Card Match) terhadap hasil belajar matematika. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam pembelajaran dikelas, terutama dalam pemanfaatan metode dan media pembelajaran. Dan dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian lanjutan, dengan judul yang sama namun metode, model, teknik analisis ataupun sampel yang berbeda, sehingga didapat sebuah temuan baru yang berguna untuk kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.
Wahyuddin Wahyuddin, Ita Wahyuni Yusuf
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 5, pp 16-23; doi:10.26737/jpmi.v5i1.1369

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan penerapan model kooperatif tipe student facilitator and explaining ditinjau dari hasil belajar, aktivitas siswa, dan respon siswa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen pre-experimental design yaitu one-group pretest-posttest design. Satuan eksperimen yaitu kelas kelas VII A.2 yang dipilih secara random dari 4 kelas VII dengan perlakuan dalam menerapkan model pembelajaran sebanyak 4 kali pertemuan. Instrumen penelitian terdiri atas tes untuk mengukur ketuntasan hasil belajar matematika siswa, lembar observasi untuk mengetahui aktivitas siswa, angket respon siswa untuk mengetahui bagaimana respon siswa dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan hasil belajar matematika siswa, aktivitas siswa, serta respon siswa. Selanjutnya analisis statistik inferensial dengan one sample t-test yang didahului dengan uji normalitas yang dilanjutkan dengan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe student facilitator and explaining efektif diterapkan pada siswa kelas VII SMP Unismuh Makassar dengan indikator : 1) Hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan pembelajaran dengan model kooperatif tipe student facilitator and explaining termasuk dalam kategori sedang dengan skor rata-rata 79,60 dan standar deviasi 12,11 dan mencapai ketuntasan belajar secara klasikal; 2) Aktivitas siswa selama proses pembelajaran berada pada kategori aktif yaitu sebanyak 76,42% siswa aktif dalam proses pembelajaran; dan 3) Respons siswa terhadap pembelajaran pada umumnya memberikan tanggapan positif sebanyak 82,22% siswa
Tri Hidayati, Ines Heidiani Ikasari
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 5, pp 10-15; doi:10.26737/jpmi.v5i1.1463

Abstract:
The purpose of this study is to produce information and communication technology/ICT-based calculus learning media that meets the valid, practical, and effective criteria. This type of research is development research. The development model used is the ADDIE model. According to Pribadi (2009: 125) one of the learning system design models with basic stages of learning system design that is simple and easy to learn is the ADDIE model. ADDIE stands for Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The ADDIE model was developed by Reiser and Mollenda (Branch. 2009: 17-18). Validity data was obtained from validation results by material experts, media experts, and user lecturers. While practicality data is obtained from lecturers' decisions, student responses and the implementation of the learning process (lectures). For effectiveness analysis, it is done by determining the percentage of students who reach the minimum high category for the motivation questionnaire and determining the percentage of completeness of students' scores on classical learning achievement tests. Modules will be categorized as valid and practical if each review minimally is considered to the "good" category, whereas it is effective if students who achieve classical completeness of at least 80% for achievement tests and a minimum questionnaire assessment of the "good" category.
Nur Aida
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 5, pp 39-45; doi:10.26737/jpmi.v5i1.1703

Abstract:
Matakuliah statistik adalah matakuliah yang digunakan mulai dari aktivitas di laboratorium, riset dan berbagai aktivitas dalam pengelolaan pemerintahan. Untuk itu dosen pengampu matakuliah diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dalam proses pembelajaran. Materi statistika yang diajarkan disusun dengan tujuan membantu mahasiswa dalam memahami dan menangani ketidakpastian, variabilitas dari informasi statistik yang diperoleh. Selain itu diharapkan mahasiswa dapat menguasai berbagai aplikasi statistik dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari atau bidang studi lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Statistik berbasis IT menggunakan pendekatan RME untuk mahasiswa Teknik Sipil. Dari hasil evaluasi pada fase penilaian (assesment phase) dilaksanakan Field test atau uji lapangan. Uji lapangan dilakukan pada sekelompok mahasiswa yang berada pada kelas semester dua tahun akademik 2018/2019 Jurusan Teknik Sipil, program studi Perancangan Jalan dan Jembatan. Diketahui bahwa RME berbasi IT meningkatkan pemahaman mahasiswa dan mendorong mahasiswa untuk memahami keterkaitan matematika dengan dunia sekitar, terlibat langsung dalam proses belajar, melalui belajar berkelompok serta terlatih untuk menghargai pendapat orang lain.
Shofia Hidayah
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 5, pp 7-9; doi:10.26737/jpmi.v5i1.1515

Abstract:
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal Persamaan Kuadrat. Penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah satu orang siswa dari masing-masing kelompok kognitif yaitu siswa berkemampuan kognitif tinggi (K1), sedang (K2), dan rendah (K3). Kesimpulan yang didapat yaitu kesulitan siswa dalam menggunakan metode pemfaktoran dijumpai pada siswa berkemampuan kognitif rendah. Kesulitan siswa dalam menggunakan rumus kuadrat dijumpai pada siswa berkemampuan kognitif sedang. Kesulitan siswa dalam melengkapi kuadrat sempurna dan menggunakan sifat akar kuadrat dijumpai pada siswa berkemampuan kognitif tinggi, sedang, dan rendah.
Rika Wahyuni, Nindy Citroresmi Prihatiningtyas
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 4, pp 62-67; doi:10.26737/jpmi.v4i2.1475

Abstract:
Abstrak. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) Pengaruh Strategi Pembelajaran Superitem Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Kelas VII, 2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh strategi pembelajaran superitem pada materi pertidaksamaan linear satu variabel kelas VII, 3) untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan menggunakan strategi superitem menjadi aktif, 4) untuk mengetahui minat siswa terhadap strategi pembelajaran superitem tergolong baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, bentuk penelitian the nonequivalent posstest-only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII yang terdiri dari lima kelas. Sampel penelitian diambil menggunakan sampling jenuh maka didapat kelas VII A dengan jumlah siswa yaitu 26 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B dengan jumlah siswa yaitu 26 siswa sebagai kelas kontrol. Hasil perhitungan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan Uji independen sampel t-test terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara kelas eksperimen dengan menggunakan strategi pembelajaran superitem dan kelas kontrol yang diberikan model pembelajaran langsung. Strategi pembelajaran superitem berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan kriteria tinggi dengan menggunakan perhitungan Effect Size. Lembar observasi aktivitas belajar siswa dengan strategi pembelajaran superitem menggunakan perhitungan persentase frekuensi aktivitas. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa, di mana pada pertemuan pertama diperoleh persentasenya sebesar 84,54% dan pertemuan kedua sebesar 88,61% dengan kriteria sangat aktif. Hasil analisis lembar angket strategi pembelajaran superitem dengan kriteria sangat tinggi. Kata Kunci : Superitem, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, aktivitas, minat.
I Ketut Suastika, Amaylya Rahmawati
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 4, pp 58-61; doi:10.26737/jpmi.v4i2.1230

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Back to Top Top