JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2477-5916 / 2477-8370
Current Publisher: STKIP Singkawang (10.26737)
Total articles ≅ 43
Filter:

Latest articles in this journal

Brigitta Juliana Heryanti Tumilisar, Susi Fitri, Ra Murti Kusuma
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 43-48; doi:10.26737/jbki.v4i2.891

Abstract:
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan modul kurikulum pendidikan seksual yang memanfaatkan media sosial agar dapat digunakan bagi guru BK SMP yang mengalami kekurangan waktu layanan bimbingan klasikal. Pengembangan kurikulum pendidikan seksual ini diadaptasi dari International Technical Guidance on Sexual Education (ITGSE) yang merupakan panduan pendidikan seksual yang dikembangkan oleh UNESCO. Rancangan penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE dengan langkah-langkah: Analysis, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Penelitian ini menghasilkan tiga buku panduan pendidikan seksual bagi guru SMP dalam melakukan layanan bimbingan klasikal yang kegiatannya menggunakan metode blended learning. Buku panduan ini diujicobakan pada ahli media, ahli materi, dan pengguna buku yaitu guru BK SMP. Hasil uji coba menunjukan bahwa buku panduan ini layak untuk digunakan tanpa ada revisi.
Patriana Patriana
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 55-59; doi:10.26737/jbki.v4i2.939

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan bimbingan kelompok di sekolah, memperoleh gambaran kondisi kepercayaan diri siswa, menghasilkan model bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dan mengetahui efektifitas pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan subjek penelitian berjumlah 8 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok di sekolah masih belum optimal karena masih belum menggunakan pendekatan atau teknik-teknik yang khusus membahas peningkatan kepercayaan diri. Gambaran kepercayaan diri siswa berada pada kategori sedang, oleh sebab itu perlu ditingkatkan. Dalam penelitian ini juga menghasilkan sebuah model bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa, yang terdiri dari 6 komponen, yakni rasional, visi dan misi, konsep kunci, isi model, kualifikasi konselor dan tahapan bimbingan kelompok. Selain itu, hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa model bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa terbukti efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri. Hal ini ditunjukkan denganhasil uji wilcoxon dari perhitungan skala kepercayaan diri pada skor total siswa sebelum diberi perlakuan (pre test) dan setelah diberi perlakuan (post test) diperoleh nilai probabilitas dibawah 0,05 (0,006<0,05). Disarankan kepada guru bimbingan dan konseling untuk selalu meningkatkan kompetensi sebagai praktisi BK, dan model bimbingan kelompok dengan teknik modeling dapat dijadikan salah satu model layanan dalam membantu siswa meningkatkan kepercayaan dirinya.
Firmansyah Firmansyah, Ra Murti Kusuma, Aip Badrudjaman
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 49-54; doi:10.26737/jbki.v4i2.892

Abstract:
Upaya meningkatkan profesialisme guru, konselor perlu melaksanakan evaluasi untuk memperoleh penyelenggaraan layanan dasar sesuai dengan harapan siswa serta berkualitas. Pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling melalui kegiatan layanan dasar dijadikan konselor sebagai pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah. Namun dalam upaya tersebut, pelaksanaan evaluasi belum dilaksanakan dengan baik dengan angka kesuksesannya sebesar 18,75% dan hanya 49,62% yang melaksanakan evaluasi proses. Melihat dari kecilnya angka kesuksesan dan pelaksanaan evaluasi proses, maka perlu diketahui masalah yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan evaluasi proses layanan dasar. Berdasarkan observasi dan studi kebutuhan yang melibatkan guru BK SMA Negeri 43 Jakarta sebanyak 14 guru diketahui bahwa guru BK belum sepenuhnya melakukan karena keterbatasan waktu, rasio guru BK dengan siswa yang tidak ideal serta kekurang pahaman dalam mengevaluasi proses layanan dasar bimbingan dan konseling. Dengan ditemukannya permasalahan tersebut, perancangan sebuah alat bantu dalam pelaksanaan evaluasi proses layanan dasar dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh guru BK. Perancangan alat bantu dalam pelaksanaan evaluasi proses layanan dasar menggunakan aplikasi berbasis website dengan jaringan aktif (online) bernama Aplikasi Evaluasi Proses Layanan Dasar (APPRODA). Berdasarkan hasil validasi ahli media dan materi, APPRODA masuk dalam kategori sangat layak dan layak dengan didapat nilai presentase sebesar 92,94% dan 71,42% sehingga APPRODA telah memiliki kesesuaian dengan materi dan media yang baik dan dapat diuji coba pada pengguna. Dalam uji coba, APPRODA melibatkan tenaga pendidik (guru BK) dengan hasil presentase sebesar 97,25% sehingga APPRODA dikategorikan sangat membantu dalam evaluasi proses layanan dasar.
Arum Ekasari Putri
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 39-42; doi:10.26737/jbki.v4i2.890

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi landasan teori dan pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun landasan teori dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Hasil penelitian ini adalah terelaborasinya landasan teori dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling secara utuh meliputi: 1) pengertian evaluasi program, 2) komponen program bimbingan dan konseling, 3) pengertian evaluasi program bimbingan dan konseling, 4) manfaat melaksanakan evaluasi program bimbingan dan konseling, 5) prosedur evaluasi program bimbingan dan konseling, 6) hambatan evaluasi program bimbingan dan konseling.
Heru Hermawan, Gantina Komalasari, Wirda Hanim
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 65-69; doi:10.26737/jbki.v4i2.924

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi landasan teori dan strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka. Hasil penelitian ini adalah terelaborasinya landasan teori dan strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri secara utuh meliputi: 1) pengertian harga diri, 2) komponen layanan bimbingan dan konseling, 3) faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri rendah, 4) upaya meningkatkan harga diri, 5) strategi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri.
Bayu Sentana, Slamat Fitriyadi, Dian Mayasari
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 60-64; doi:10.26737/jbki.v0i0.582

Abstract:
Perilaku agresif merupakan perilaku yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok yang dimaksudkan untuk menyakiti, melukai, dan merugikan orang lain baik individu maupun kelompok dengan niat atau kesengajaan baik secara verbal maupun nonverbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan faktor penyebab siswa berperilaku agresif di SMKN 5 Singkawang, (2) mendeskripsikan peran Guru BK dalam menangani perilaku agresif siswa di SMKN 5 Singkawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi. Hasil penelitian ini mengenai peran Guru BK dalam menangani perilaku agresif siswa di SMK N 5 Singkawang dapat disimpulkan bahwa (1) Faktor penyebab siswa berperilaku agresif verbal adalah karena konflik antar siswa, konflik antar kelas, perbedaan pendapat, dan bosan di kelas, serta cara mengajar guru yang unik dan faktor penyebab siswa berperilaku agresif nonverbal adalah karena Frustasi, masalah dalam keluarga, nilai yang tidak tuntas, stres karena beban pelajaran dan peringkat yang turun. (2) Peran Guru BK dalam menangani siswa yang berperilaku agresif verbal adalah dengan menyelidiki permasalahan siswa tersebut, melakukan pemanggilan, menjadi mediator antar siswa dan memberikan pengarahan tentang dampak negatif dan kerugian akibat perilaku agresifnya tersebut dan peran Guru BK dalam menangani siswa yang berperilaku agresif nonverbal adalah dengan melakukan pemanggilan terhadap siswa, mencari tau permasalahannya, bekerja sama dengan Wali Kelas, melakukan pemanggilan terhadap orang tua atau wali, dan melakukan kunjungan ke rumah siswa (home visit) untuk membantu menyelesaikan permasalahannya.
Tri Mega Ralasari S, Amelia Atika, Tri Mega Ralasari
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 31-38; doi:10.26737/jbki.v4i1.844

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara faktual penyusunan program Bimbingan dan Konseling berikut kelebihan dan kekurangan program Bimbingan dan Konseling bidang bimbingan belajar dan mendesain penyusunan program Bimbingan dan Konseling bidang bimbingan belajar komprehensif di SMA Negeri Kota Pontianak. Metode pengumpulan datanya menggunakan teknik komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Teknik analisis menggunakan tiga tahapan meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi model program bimbingan belajar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model faktual penyusunan program Bimbingan dan Konseling bidang bimbingan belajar SMA Negeri Kota Pontianak Guru Bimbingan dan Konseling melakukan need assesment menggunakan instrumen DCM dan sosiometri saja sebatas penggumpulan data bukan analisis data; (2) Penyusunan program Bimbingan dan Konseling konseptual tentang bidang belajar berbantuan sistem informasi menajemen dapat melibatkan kepala sekolah untuk monitoring kinerja guru Bimbingan dan Konseling dalam menyusun program Bimbingan dan Konseling, guru mata pelajaran dan wali kelas melakukan identifikasi masalah kesulitan belajar di kelas.
Erna Hervina Ahmad
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 14-18; doi:10.26737/jbki.v4i1.860

Abstract:
Maraknya tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah saat ini sudah sangat memprihatinkan. Salah satu dampak yang ditimbulkan menyasar pada pelaku, yaitu adanya indikasi yang menggambarkan perilaku agresif yang lebih besar/meningkat dikemudian hari yang dilakukan oleh pelaku. Pemberian intervensi yang efektif bagi pelaku bullying harus didasarkan pada bagaimana kondisi emosinya. Emosi yang melatarbelakangi remaja melakukan tindakan bullying adalah emosi marah. Sedangkan rasa marah yang dimiliki remaja pelaku bullying ialah karena adanya distorsi pada cara berpikirnya. Pelaku bullying akan beranggapan negatif pada setiap situasi yang dirasa mengancam dirinya kemudian jalan keluar yang dapat ia lakukan dalam mengatasi ancaman itu ialah dengan melakukan tindak kekerasan. Dengan adanya distorsi kognitif pada diri pelaku bullying maka pendekatan yang dianggap sesuai adalah cognitive-behavioral therapy (CBT). Asumsi dasar pendekatan CBT adalah bahwa tingkah laku yang ditampilkan dipengaruhi oleh proses kognitif. Jadi dengan CBT, intervensi tidak hanya berfokus pada perubahan tingkah laku (tindakan bullying) akan tetapi mengintervensi pula proses kognitif yang mempengaruhi emosi dan tingkah laku.
Ni Komang Sri Yuliastini, I Made Mahaardhika
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 1-5; doi:10.26737/jbki.v4i1.781

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi self-esteem siswa dan mengetahui keefektifan layanan konseling kelompok teknik manajemen diri untuk meningkatkan self-esteem siswa kelas X SMK PGRI 1 Denpasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.Penelitian ini melibatkan 6 siswa sebagai sampel. Berdasarkan hasil uji lapangan, tingkat self esteem siswa mengalami peningkatan setelah mengikuti kegiatan konseling kelompok dengan teknik manajemen diri. Ditunjukkan dengan perubahan tingkat efikasi diri siswa sebelum diberikan perlakuan (evaluasi awal) dan sesudah (evaluasi akhir) sebesar 103 poin. Hasil didukung data hasil perhitungan dengan uji rata-rata uji wilcoxon yang menunjukkan nilai hitung 0,026 sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik manajemen diri efektif untuk meningkatkan self esteem siswa.
Betty Nurbaeti Rachman
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), Volume 4, pp 19-22; doi:10.26737/jbki.v4i1.872

Abstract:
Beragam penelitian pengembangan (R&D) media bimbingan karier ini telah dilakukan sejak 2012-2018 oleh mahasiswa prodi bimbingan dan konseling di Indonesia. Penelitian ini mengulas tren media bimbingan karier pada jenjang SMP dan memberi evaluasi agar penelitian pengembangan media berikutnya dapat lebih inovatif dan efektif. Terdapat 27 penelitian pengembangan media bimbingan karier selama 2012-2018. Secara kuantitas, tren pengembangan media mengalami peningkatan. Adapun jenis media yang paling banyak dikembangkan yakni media yang terintegrasi komputer/internet. Namun, penelitian pengembangan media yang telah dilakukan belum membahas aspek kompetensi karier siswa SMP. Peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya mengacu pada ASCA Standard atau NOICC Middle School Competencies.
Back to Top Top