JURNAL NUTRISIA

Journal Information
ISSN / EISSN : 1693-945X / 2614-7165
Published by: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (10.29238)
Total articles ≅ 60
Filter:

Latest articles in this journal

Priyo Sulistiyono, Yanto Heriyanto, Irfan Priyadi, Lisiana Fazriyani Putri, Oetika Rilkiyanti
Published: 1 November 2020
JURNAL NUTRISIA, Volume 22, pp 39-45; https://doi.org/10.29238/jnutri.v22i1.201

Abstract:
Latar Belakang: Ahli gizi Indonesia masih banyak yang menggunakan aplikasi Nutrisurvey (NS) untuk menganalisis kandungan gizi pada bahan makanan dan resep makanan. Nutrisurvey Indonesia (2005) memiliki kekurangan berupa database nilai gizi pangan atau Food Composition Table (FCT) yang masih belum diperbaharui atau disinkronkan dengan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI-2017). Hal ini menyebabkan terjadi ketidaksesuaian perhitungan estimasi nilai gizi pangan. Tujuan: mengetahui perbedaan; jenis pangan, jumlah zat gizi dan nilai gizi pangan pada aplikasi Nutrisurvey (NS-2005) dan TKPI-2017 dan melakukan pembaharuan pangkalan data NS. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif observasional, dengan menyelia perbedaan jenis pangan, jumlah zat gizi dan nilai gizi pangan. Pembaharuan pangkalan data aplikasi NS. Hasil: Jumlah jenis pangan di TKPI sebanyak 1.113 jenis dan Nutrisurvey sebanyak 934 jenis. Nutrisurvey sebanyak 43 zat gizi dan TKPI sebanyak 21 zat gizi. Perbedaan jumlah zat gizi pada keduanya sebesar 22 zat gizi. Nutrisurvey memiliki rerata nilai gizi pangan lebih tinggi daripada TKPI sebesar 34,3%. Hasil sinkronisasi menghasilkan Aplikasi Nutrisurvey dengan pangkalan data baru yang disebut Nutrisurvey-TKPI 2017 (NS-TKPI 2017). Kesimpulan: Nutrisurvey-TKPI 2017 dengan berbagai kelebihannya masih layak untuk digunakan oleh ahli gizi dan praktisi gizi. Nutrisurvey memiliki fitur yang cukup mendukung kerja ahli gizi.
Siska Puspita Sari, Umi Mahmudah
Published: 1 November 2020
JURNAL NUTRISIA, Volume 22, pp 1-7; https://doi.org/10.29238/jnutri.v22i1.202

Abstract:
Latar Belakang: Konsumsi sayur dan buah remaja belum sesuai gizi seimbang. Frekuensi konsumsi sayur remaja kurang dari 3x per hari di daerah urban sebesar 57,1 persen dan di daerah rural sebesar 48 persen. Sedangkan konsumsi buah remaja kurang dari 2x per hari di daerah rural sebesar 85,7 persen dan daerah urban sebesar 39,8 persen. Tujuan: Penelian untuk mengetahui pengaruh penggunaan media cakram gizi terhadap perilaku konusmusi sayur dan buah pada remaja. Metode: Penelitian merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan one group pretest-postest design, subjek kelas X dan XI di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebanyak 61 orang. Teknik pemilihan subjek menggunakan purposive sampling. Data pengukuran perilaku sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) dengan form Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang sudah divalidasi. Analisis data menggunakan Wilcoxon Rank Test. Hasil: Nilai minimum konsumsi sayur 14 gram/hari dan nilai maksimum 780 gram/hari. Nilai minimum konsumsi buah 16 gram/hari dan nilai maksimum 835 gram/hari. Kesimpulan: Terdapat peningkatan rerata nilai perilaku dengan p=0,147(p>0,05) untuk konsumsi sayur, p=0,075(p>0.05) untuk konsumsi buah setelah dilakukan edukasi menggunakan media cakram gizi. Tidak terdapat pengaruh penggunaan media cakram gizi terhadap konsumsi sayur dan buah pada remaja. Kata kunci: Cakram Gizi, Konsumsi Buah, Konsumsi Sayur, Perilaku, Remaja
Yuliantisari Retnaningsih, Ika Agustina Sulistyani, Yuliasti Eka Purnamaningrum, Margono Margono, Dwiana Estiwidani
Published: 1 November 2020
JURNAL NUTRISIA, Volume 22, pp 8-15; https://doi.org/10.29238/jnutri.v22i1.177

Abstract:
Latar Belakang: Anemia pada kehamilan dapat menyebabkan keguguran, prematuritas, meningkatkan risiko perdarahan postpartum, berat bayi lahir rendah dan peningkatan kematian perinatal. Penyebab utama dari kejadian anemia adalah karena kekurangan nutrisi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan asupan Protein, Fe, Vitamin C serta pengaruh konsumsi zat tanin dan kafein dengan kadar Hb pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Wilayah Kota Yogyakarta tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Wawancara konsumsi pangan dilakukan kepada 56 ibu hamil trimester III pada bulan Maret menggunakan food recall 2x24 jam. Hasil: Asupan protein ibu hamil trimester III di Puskesmas wilayah kota Yogyakarta rata-rata sebesar 64,242 gram%, zat besi (Fe) sebesar 41,062 gr%, Vitamin C sebesar 48,435 gr%. Terdapat hubungan asupan protein (p=0,024), zat besi(p=0,014) dan vitamin C sebesar(p=0,043). Kesimpulan: Semakin tinggi asupan protein, Fe, vit C, serta semakin tepat konsumsi zat tanin dan kafein maka semakin tinggi kadar hemoglobin.
Dini Makrufiyani, Dyah Noviawati Setya Arum, Nanik Setiyawati
Published: 1 November 2020
JURNAL NUTRISIA, Volume 22, pp 23-31; https://doi.org/10.29238/jnutri.v22i1.106

Abstract:
Latar Belakang : Masa lima tahun pertama kehidupan merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan dan berlangsung sangat pendek serta tidak dapat terulang. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status perkembangan balita usia 1-3 tahun di Sleman Yogyakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 90 balita usia 1-3 tahun di wilayah Puskesmas Gamping II Sleman dengan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik. Hasil : Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan status perkembangan balita adalah status gizi balita p=0,024, pendapatan orang tua p=0,024, dan pendidikan orang tua p=0,006. Serta faktor yang paling mempengaruhi status perkembangan balita adalah pendidikan orang tua (koef-β 1,396, p-value 0,015, PR 4,039, CI 95% 1,312-12,433). Kesimpulan : Pendidikan orang tua adalah faktor yang paling mempengaruhi status perkembangan balita usia 1-3 tahun.
Rini Wuri Astuti, Isti Suryani
Published: 1 November 2020
JURNAL NUTRISIA, Volume 22, pp 32-38; https://doi.org/10.29238/jnutri.v22i1.197

Abstract:
Latar belakang : Anemia Gizi besi (AGB) merupakan salah satu masalah gizi yang banyak dijumpai di Indonesia khususnya pada remaja. Remaja putri beresiko tinggi mengalami anemia. Pencegahan anemia gizi besi pada remaja dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pada kelompok sebaya. Tujuan Khusus : Mengetahui pengaruh pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kelompok sebaya terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia gizi besi pada remaja. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian quacy experimental dengan rancangan pre-post test with control group design. Penelitian ini bertempat di Desa Trimurti, Srandakan, Bantul. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja putri. Analisis bivariat menggunakan uji Independent Sample T-Test dan uji Mann Whitney. Hasil : Ada peningkatan pengetahuan secara signifikan sebelum dan setelah intervensi edukasi kelompok sebaya pada kelompok perlakuan p=0,001 (p<0,05), dan kelompok kontrol p=0,037 (p<0,05). Nilai sikap sebelum dan setelah intervensi pada kelompok perlakuan berubah positif secara signifikan dengan nilai p=0,002 (p0,05). Kesimpulan: Intervensi edukasi kelompok sebaya meningkatkan pengetahuan dan sikap anemia gizi besi secara signifikan.
Pugud Samodro, Agus Prastowo, Nurul Hasna Zulfannisa, Nunung Wahyuni
Published: 15 October 2020
JURNAL NUTRISIA, Volume 21, pp 83-90; https://doi.org/10.29238/jnutri.v21i2.187

Abstract:
Latar Belakang: Deteksi dini gejala gangguan metabolik dapat mencegah komplikasi penyakit cardiovaskular, diabetes mellitus tipe 2, dislipidemia dan stroke. Faktor yang mempengaruhi sindrom metabolik antara lain asupan fast food dan aktivitas fisik. Tujuan: Mengetahui hubungan konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian sindrom metabolik pada orang dewasa usia 20–59 tahun di pasien rawat inap penyakit dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Pengambilan subjek dilakukan dengan simple random sampling, diperoleh 36 subjek penelitian. Data yang dikumpulkan adalah jenis kelamin, riwayat penyakit keluarga, pekerjaan, status gizi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil: Pasien yang mengalami sindrom metabolik 30%, pasien yang mengkonsumsi fast food 66,7% aktivitas fisik 13,8%. Terdapat hubungan konsumsi fast food (p=0,010) dan tidak terdapat hubungan pada variable aktivitas fisik (p=1,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi fast food dengan kejadian sindrom metabolik
Ninna Rohmawati, Mariska Anggraini, Ruli Bahyu Antika
Published: 15 October 2020
JURNAL NUTRISIA, Volume 21, pp 91-97; https://doi.org/10.29238/jnutri.v21i2.129

Abstract:
Latar Belakang : Pemenuhan kebutuhan zat gizi balita dapat diatasi dengan melakukan pemberian makanan tambahan. Pembuatan makanan tambahan berupa biskuit dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan bahan pangan lokal. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk diversifikasi produk olahan yang terbuat dari daun kelor yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tujuan : Menganalisis kadar protein, kalsium dan daya terima biskuit ubi jalar ungu dengan penambahan tepung daun kelor sebesar 5g, 10g, dan 15g. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni dengan menggunakan Posttest-Only Control Design. Penelitian ini melibatkan 25 ibu balita yang berada wilayah kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Hasil : Berdasarkan data hasil uji kadar protein dan kalsium meningkat secara signifikan. Kesimpulan : Daya terima berupa aroma, warna, rasa dan tekstur secara statistik berbeda secara signifikan.
Fery Lusviana Widiany, Ari Tri Astuti
Published: 13 October 2020
JURNAL NUTRISIA, Volume 21, pp 98-103; https://doi.org/10.29238/jnutri.v21i2.196

Abstract:
Background : Hemodialysis patients are at risk of anemia, malnutrition, and gastrointestinal disorders. Because of those many nutritional problems, hemodialysis patients need to obtain nutritional support of protein sources, which can be filled with catfish (Clarias sp.) abon. Objectives : This study aimed to determine the change of hemoglobin level in hemodialysis patients with the provision of nutritional support. Method : This was a quasi-experimental with the pre-post test design. The study was conducted at Panembahan Senopati General Hospital in Bantul during January–December 2017. Catfish abon was given to the eligible patients approximately 0.36 g/kgBW/day for 21 days. Subjects were 32 routine hemodialysis patients whose age are >18 years. The dependent variable was hemoglobin level, while the independent variable was the provision of catfish abon. Data were analyzed using univariate and bivariate with paired T-test. Results : The average of pre and post intervention hemoglobin level were 9.24±SD g/dl and 9.50±SD g/dl respectively. There were no differences on average hemoglobin level of hemodialysis patient (p=0.208). Conclusion: provision of nutritional support increases the average of hemoglobin level during the intervention, although it does not statistically affect the hemoglobin level of hemodialysis patients.
Elika Mareta Rahim, Reza Fadhilla, Putri Ronitawati, Prita Dhyani Swamilaksita, Harna Harna
Published: 24 September 2020
JURNAL NUTRISIA, Volume 21, pp 75-82; https://doi.org/10.29238/jnutri.v21i2.145

Abstract:
Latar Belakang: Serai memiliki kandungan zat besi yang berasal dari nabati. Selama ini kandungan gizi pada produk permen jelly yang beredar di pasaran belum optimal, sehingga dibuatlah produk permen jelly dengan penambahan ekstrak serai dan tomat sebagai fortifikasi pangan. Tujuan: Mengetahui kadar proksimat, Fe, dan vitamin C serta daya terima produk permen jelly. Metode: Penelitian ini adalah eksperimental. Terdapat 4 jenis perlakuan (rasio dalam gram) dengan dua kali pengulangan yaitu, F0 (0 serai : 0 tomat), F1 (75 serai : 25 tomat), F2 (50 serai : 50 tomat), dan F3 (25 serai : 75 tomat) terhadap konsentrasi kandungan ekstrak. Penilaian organoleptik dilakukan menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS). Analisis statistik perbedaan nilai gizi dan daya terima menggunakan One Way Anova dan Duncan. Hasil: Formulasi permen jelly yang paling disukai yaitu formulasi F1 yang memiliki kadar air 52,29%, kadar abu 0,28%, protein 11,76%, lemak 0,02%, karbohidrat 35,65%, serta total kalori 189,68%, dan kandungan zat besi 0,71% mg dan vitamin C 14,1%. Kesimpulan: Penambahan ekstrak serai dan ekstrak tomat meningkatkan kandungan zat besi dan vitamin C produk permen jelly. Secara organoleptik disukai oleh panelis.
Agus Hendra Al Rahmad
Published: 10 September 2020
JURNAL NUTRISIA, Volume 21, pp 67-74; https://doi.org/10.29238/jnutri.v21i2.173

Abstract:
Latar Belakang : Profil lipid pasien dengan gejala penyakit jantung koroner (PJK) dapat memburuk akibat pola hidup dan pola makan yang tidak sehat. Aktivitas fisik yang tidak baik berdampak terhadap HDL dan LDL, begitu juga dengan pola makan yang salah. Perlu intervensi spesifik melalui konseling gizi kepada pasien PJK. Tujuan : untuk mengetahui dampak pemberian konseling gizi terhadap perubahan profil lipid pada pasien dengan PJK. Metode : Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan sampel yaitu 28 penderita PJK. Data meliputi karakteristik responden dan profil lipid. Data karakteristik dikumpulkan dengan wawancara. Intervensi konseling gizi menggunakan media leaflet. Data profil lipid dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium. Analisis statistik menggunakan uji T-Dependen. Hasil : Setelah dilakukan konseling gizi terjadi perubahan signifikan (p < 0,05) profil lipid pada pasien PJK di Kota Banda Aceh. Kesimpulan : pemanfaatan konseling gizi menggunakan media leaflet sangat signifikan mengubah profil lipid darah pasien PJK.
Back to Top Top