Suska Journal of Mathematics Education

Journal Information
ISSN / EISSN : 2477-4758 / 2540-9670
Total articles ≅ 47
Filter:

Latest articles in this journal

Suska Journal of Mathematics Education, Volume 5, pp 149-158; doi:10.24014/sjme.v5i2.8171

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran matematika melalui model tutor sebaya dengan pendekatan saintifik yang dapat meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa di kelas inklusif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII E SMP Negeri 2 Sewon Bantul semester genap tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 30 siswa dengan satu siswa dengan gangguan penglihatan (tunanetra) dalam kategori anak kurang awas atau low vision. Penelitian ini dilaksanakan pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran matematika melalui model tutor sebaya dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa di kelas inklusif yaitu kelas VII E SMP Negeri 2 Sewon. Peningkatan pemahaman konsep dapat dilihat dari persentase rata-rata kelas dalam tes pemahaman konsep siswa siklus I yaitu 45% menjadi 75% pada siklus II dan persentase rata-rata kelas dalam motivasi belajar mencapai 69% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II. Tahapan proses pembelajaran yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Proses pembelajaran dilaksanakan berkelompok dengan bantuan tutor sebaya. Pembelajaran yang dilaksanakan seperti pembelajaran pada umumnya sekaligus mengimplementasikan prinsip-prinsip khusus untuk siswa tunanetra dengan mempertimbangkan adanya siswa low vision.
Zubaidah Amir Mz, Ramon Muhandaz
Suska Journal of Mathematics Education, Volume 5, pp 141-148; doi:10.24014/sjme.v5i2.8254

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesulitan belajar matematika dan self efficacy (SE) matematis siswa sekolah menengah di Riau. Kesulitan belajar dalam penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep matematis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode campuran (mixed methods). Lokasi penelitian adalah SMP/MTs di Riau yang diwakili oleh siswa di kota Pekanbaru dan Kampar yang melibatkan masing masing dua SMP dan dua MTs. Objek kajian dalam penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep dan self efficacy matematis siswa. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui pemberian angket SE, tes pemahaman konsep matematis, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa self efficacy dan kemampuan pemahaman konsep siswa Pekanbaru lebih unggul dibandingkan siswa Kampar, baik pada SMP maupun pada MTs. Rata-rata kemampuan pemahaman konsep siswa di Pekanbaru tergolong tinggi, sedangkan sisiwa Kampar termasuk sedang. Secara umum, self efficacy siswa masih tergolong cukup baik. Beberapa faktor yang mempengaruhi SE dan pemahan konsep adalah pembelajaran yang kejar tayang dan perhatian atau dukungan dari orang tua di rumah
Suhandri Suhandri, Arnida Sari
Suska Journal of Mathematics Education, Volume 5, pp 131-140; doi:10.24014/sjme.v5i2.8255

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis tahap awal dalam mengembangkan modul berbasis kontekstual terintegrasi nilai keislaman untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan kategori minimal valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan desain ADDIE yang terdiri dari lima tahap. Tahapan ADDIE yang dimaksud meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Data dikumpulkan dengan teknik angket menggunakan instrumen angket validasi dan praktikalitas. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan perhitungan rata-rata dan persentase serta menggolongkan hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat valid dan praktis untuk digunakan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa untuk dapat mengasah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang berkarakter sesuai dengan kurikulum 2013, guru membutuhkan perangkat pembelajaran yang dapat membantu memfasilitasi siswa untuk menumbuh dan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematisnya sekaligus menumbuhkan karakter positif yang islami. Melalui modul yang dilandaskan atau didasarkan atas salah satu strategi atau pendekatan yang telah terbukti untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yaitu kontekstual yang terintegrasi nilai keislaman, maka diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan pemecahan masalahnya.
Suska Journal of Mathematics Education, Volume 5, pp 111-120; doi:10.24014/sjme.v5i2.7304

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu lembar kerja mahasiswa berbasis penemuan terbimbing yang valid, praktis dan efektif memfasilitasi kemampuan representasi matematis mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Penelitian ini mengikuti langkah-langkah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Developmnet, Implementation dan Evaluation). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket dan teknik tes, dengan instrumen berupa angket dan soal tes kemampuan representasi matematis. Data dari angket yang diberikan menunjukkan bahwa LKM yang dikembangkan telah valid dan praktis digunakan. Hasil analisis menggunakan uji U-Mann Withney menunjukkan bahwa LKM efektif memfasilitasi kemampuan representasi matematis mahasiswa. LKM berbasis penemuan terbimbing ini layak digunakan dalam pembelajaran Geometri Analitik, terutama materi Parabola dan Elips.
Ena Sakinah, Darwan Darwan, Arif Abdul Haqq
Suska Journal of Mathematics Education, Volume 5, pp 121-130; doi:10.24014/sjme.v5i2.7421

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah desain didaktis pada materi trigonometri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah design didactical research yang dikembangkan oleh Suryadi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: tes, wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Penelitian ini dilakukan pada kelas XI IIK sebagai kelas yang telah menerima materi trigonometri untuk mengetahui hambatan belajar yang dialami siswa pada materi trigonometri. Setelah ditemukannya hambatan belajar yang dialami siswa, peneliti menyusun desain didaktis hipotesis yang disesuaikan dengan hambatan belajar siswa dan alur pembelajaran siswa. Desain didaktis hipotesis ini diimplementasikan kepada kelas X IIK 2 sebagai kelas implementasi yang belum pernah mendapatkan materi trigonometri. Dari hasil analisis uji hambatan belajar preimplentasi dan pascaimplementasi terdapat penurunan hambatan belajar sehingga hambatan belajar dapat terminimalisir dengan dibuatnya desain didaktis hipotesis.
E. Edimuslim, Sofia Edriati, Ainil Mardiyah
Suska Journal of Mathematics Education, Volume 5, pp 95-110; doi:10.24014/sjme.v5i2.8055

Abstract:
ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa berdasarkan kemampuan Reproduksi, Koneksi dan Refleksi ditinjau dari gaya belajar siswa kelas XII MIA 3. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan memperoleh kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah angket gaya belajar dan tes kemampuan literasi matematika serta bimbingan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tes gaya belajar dan analisis tes kemampuan literasi matematika dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan fakta; 1) Gaya belajar siswa yang dominan adalah Visual, Auditorial dan Kinestetik; 2) Siswa pada gaya belajar Visual dengan kompetensi.Siswa dengan kompetensi mampu memecahkan masalah tetapi kesulitan dalam proses memilih strategi untuk memecahkan masalah. Siswa dengan kompetensi Refleksi mampu memenuhi semua indikator pada soal level 5; 3) Siswa pada gaya belajar Auditorial dengan kompetensi Reproduksi belum memenuhi proses menggunakan bahasa dan operasi simbolis. Siswa dengan kompetensi mampu memenuhi indikator Komunikasi, matematisasi serta mampu menggunakan strategi untuk mengatasi masalah; 4) Siswa dengan gaya belajar Kinestetik dengan kompetensi Reproduksi belum memenuhi indikator proses komunikasi, matematisasi serta memilih strategi untuk memecahkan masalah.Siswa dengan kompetensi koneksi dapat memilih indikator proses menggunakan alat matematika, representasi, matematisasi serta memilih strategi pemecahan masalah. Kata Kunci : Gaya Belajar, Kemampuan Literasi Matematika.
Suska Journal of Mathematics Education, Volume 5, pp 77-86; doi:10.24014/sjme.v5i2.7357

Abstract:
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang kemampuan representasi matematis siswa melalui model PBL, maka diperoleh kesimpulan bahwa siswa yang berkemampuan tinggi dan sedang memenuhi ketiga indikator kemampuan representasi matematis yaitu menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah matematika dengan kata-kata, menyajikan data atau informasi dari suatu masalah ke representasi gambar, diagram, grafik atau tabel , serta menyelesaikan masalah yang melibatkan ekspresi matematis. Siswa berkemampuan rendah memenuhi dua indikator kemampuan representasi matematis yaitu menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah matematika dengan kata-kata dan menyelesaikan masalah yang melibatkan ekspresi matematis. Disarankan kepada pihak lain untuk melakukan penelitian yang sama pada materi yang berbeda sebagai bahan perbandingan dengan hasil penelitian ini atau materi yang sama namun mendapatan nilai N-Gain dengan kategori “tinggi”.Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut serta membantu dan mengevaluasi jurnal ini. terima kasih kepada pembimbing, guru disekolah para dosen dan juga teman-teman semua. Semoga jurnal ini bermanfaat.
Tomy Syafrudin, Sujarwo Sujarwo
Suska Journal of Mathematics Education, Volume 5, pp 87-94; doi:10.24014/sjme.v5i2.8170

Abstract:
Bahan ajar yang digunakan oleh guru saat mengajar siswa tunarungu masih menggunakan bahan ajar siswa umum dan guru masih kesulitan menerapkan bahan ajar dalam proses pembelajaran, sehingga perlu adanya bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa tunarungu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar matematika untuk siswa tunarungu. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan Model Plomp dengan tahapan; Pleliminary Research, Prototyping Phase dan Assesment Phase. Penilaian dari pengembangan ini adalah valid, praktis dan efektif. Unsur yang divalidasi yaitu materi matematika, pembelajaran, bahasa, grafis, visual ketunarunguan. Unsur praktis dilihat dari kuisioner yang dilakukan guru, sedangkan unrut efektif dilihat dari kuisioner yang diberikan kepada siswa. Hasil penelitian ini adalah bahan ajar yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif, sehingga dapat digunakan untuk pembelajaran matematika bagi siswa SLB Kelas XII dengan kebutuhan khusus tunarungu.
Ade Miftah Fauzi, Zainal Abidin
Suska Journal of Mathematics Education, Volume 5, pp 1-8; doi:10.24014/sjme.v5i1.6769

Abstract:
Hasil PISA dalam kompetensi matematika Indonesia tahun 2015 berada pada peringkat 62 dari 70 negara. Soal PISA berhubungan dengan permasalahan konkret, sehingga mampu meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses berpikir kritis siswa tipe kepribadian Thinking-Feeling dalam menyelesaikan soal PISA. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 1 siswa tipe kepribadian Thinking dan 1 siswa tipe kerpibadian Feeling kelas IX SMP swasta di Surabaya. Instrumen penelitian terdiri atas tes kepribadian MBTI, soal PISA, dan pedoman wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa Thinking dan Feeling dapat memahami masalah dan kemampuan klarifikasi. Tahap perencanaan siswa kepribadian Thinking dapat memprediksi sedangkan siswa Feeling tidak dapat dalam penyelesaian masalah dengan tepat. Pada tahap membuat kesimpulan siswa Thinking dapat memenuhi indikator tersebut, sedangkah siswa Feeling tidak dapat menunjukkan kemampuan membuat kesimpulan. Proses memeriksa kembali siswa Feeling hanya memenuhi Keterampilan Berpikir Kritis asesmen dan inferensi pada indikator menilai kebenaran langkah pemcehan dan membuat generalisasi. Sedangkan siswa Thinking dapat memenuhi semua kemampuan inferensi dan asesmen. Siswa tipe kepribadian Thinking telah memenuhi semua indikator keterampilan berpikir kritis dalam menyelesaikan soal PISA, sedangkan siswa tipe kepribadian Feeling tidak memenuhi semua indikator dalam menyelesaikan soal PISA.
Hasanuddin Hasanuddin, Erdawati Nurdin, Hayatun Nufus, Arnida Sari
Suska Journal of Mathematics Education, Volume 5, pp 19-29; doi:10.24014/sjme.v5i1.7469

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara Mathematics Teaching Efficacy Beliefs dan Mathematics Teaching Anxiety mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan program studi matematika FTK UIN Suska Riau. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa program studi mpendidikan matematika yang sedang melaksanakan Praktek Pengalaman Mengajar (PPL). Teknik pengambilan sampel ini adalah non probability sampling. Sampling dala mpenelitian ini adalah sebanyak 77 orang. Hasil penelitian ini dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Berdasarkan analisa data, diketahui bahwa tidak terdapat hubungan negatif antara mathematics teaching efficacy beliefs dan mathematics teaching anxiety pada mahasiswa PPL program studi pendidikan matematika FTK UIN suska Riau.
Back to Top Top