Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti

Journal Information
EISSN : 2723-6870
Published by: Faculty of Law Pattimura University (10.30598)
Total articles ≅ 30
Filter:

Latest articles in this journal

Wa Rasmi, La Moma, Juliana Selvina Molle
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti, Volume 3, pp 15-20; https://doi.org/10.30598/jpmunpatti.v3.i1.p15-20

Abstract:
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi aritmetika sosial dengan menggunakan model pembelajaran matematika realistik di kelas VII SMP Negeri 8 Leihitu. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus, pengambilan data dilakukan dengan tes akhir setiap siklus dan lembar observasi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 16 siswa. Data yang dikumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran matematika realistik pada materi sistem aritmetika sosial dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP Negeri 8 Leihitu
Reynaldo Decaprio Thelessy, Anderson Leonardo Palinussa, Magy Gaspersz
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti, Volume 3, pp 9-14; https://doi.org/10.30598/jpmunpatti.v3.i1.p9-14

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Leksula yang diajarkan dengan model pembelajaran Discovery Learning dan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining pada materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (Eksperimental Research) dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Leksula. Sampel dalam penelitian ini adalah 25 peserta didik di kelas VII/2 dan VII/3. Kelas VII/2 sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas VII/3 sebagai kelas eksperimen 2. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik uji-t dan hasil penelitian menunjukan ada perbedaan hasil belajar peserta didik kelas eksperimen 1 dengan model pembelajaran Discovery Learning dan kelas eksperimen 2 dengan model pembelajaran Student facilitator and Explaining. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan yang diperoleh yakni, nilai Sig. (2-tailed) lebih kecil dari nilai α=0,05 yakni 0,000. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disarankan bagi para pendidik untuk mendampingi dan memfasilitasi pelajar dengan metode pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan dapat hasil belajar. Pendidik dapat menerapkan metode pembelajaran Discovery Learning dengan menimbulkan rasa ingin tahu serta mengarahkan peserta didik untuk berusaha memahami konsep melalui proses penemuan informasi yang dilakukan oleh peserta didik sendiri
Nelma Dortje Lethulur, Wilmintjie Mataheru
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti, Volume 3, pp 21-27; https://doi.org/10.30598/jpmunpatti.v3.i1.p21-27

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi terhadap kemampuan peserta didik yang masih keliru dan kurang tepat dalam memahami konsep, membedakan soal serta menentukan langkah penyelesaian pada materi barisan dan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk dapat melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Pair Solo dan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran yang unggul dari model pembelajaran kooperatif tipe Team Pair Solo dan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks pada materi barisan dan deret di kelas XI SMA Negeri 2 Maluku Tenggara. Model pembelajaran kooperatif tipe Team Pair Solo membuat peserta didik terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran sekaligus mendorong peserta didik dalam kelompok kemudian berpikir secara analisis mandiri, sedangkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks merupakan suatu model yang mengkoordinir peserta didik untuk bekerja berpasangan dan menerapkan susunan pengecekan berpasangan. Tipe Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Post Test Only Group Design. Populasinya adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Maluku Tenggara. Sampel penelitian ini adalah 36 peserta didik di kelas XI MIA-1 sebagai kelas eksperimen 1 yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Pair Solo dan kelas XI MIA-2 sebagai kelas eksperimen 2 yang diajarakan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks. Berdasarkan hasil uji-t dua sampel independen didapat nilai Sig. (2-tailed) 0,373 lebih besar dari 0,05 sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua model. Selanjutnya, nilai Mean pada tabel Group Statistic model Team Pair Solo (X1) =67,39 dan model Pair Checks (X2) =70,25. Hasil ini menyatakan bahwa model pembelajaran yang lebih unggul adalah model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks
Venny Margaretha Mononimbar, Jhon R Wenas, I Wayan Damai
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti, Volume 3, pp 1-8; https://doi.org/10.30598/jpmunpatti.v3.i1.p1-8

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika dengan model pembelajaran berbasis masalah menggunakan model contextual teaching and learning pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Manado pada materi geometri yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Thiagarajan 4-D untuk merancang dan mengembangkan perangkat pembelajaran meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kerja Siswa, dan Tes Hasil Belajar pada materi Geometri yaitu bidang datar Segitiga. Hasil analisis deskriptif diperoleh bahwa pengembangan model pembelajaran contekstual teaching and learning menghasilkan perangkat pembelajaran yang baik karena memenuhi kriteria valid berdasarkan pendapat Validator yang dianggap ahli, kemampuan guru melaksanakan pembelajaran baik, siswa aktif selama proses pembelajaran. Tes hasil belajar yang dikembangkan memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran contekstual teaching and learning ini sangat efektif dalam pembelajaran Geometri pada materi Segitiga
Marselia Hellena Tarantein, Carolina Selfisina Ayal, La Moma
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti, Volume 3, pp 28-37; https://doi.org/10.30598/jpmunpatti.v3.i1.p28-37

Abstract:
Kemampuan komunikasi matematis adalah kemampuan menyampaikan gagasan atau ide matematika, baik secara lisan maupun tulisan dalam menyajikan suatu persoalan atau masalah ke dalam model matematika berupa persamaan, grafik, diagram, ide, gagasan, tabel, dan pernyataan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP Kristen YPKPM Ambon yang ditinjau dari perbedaan gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di SMP Kristen YPKPM Ambon dengan jumlah subjek penelitan 20 orang dari kelas VIII-4 dan subjek yang dipilih untuk diwawancarai sebanyak 6 siswa yang terdiri dari 3 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan, penetapan subjek dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan siswa yang dapat berkomunikasi dengan baik dan pertimbangan guru mata pelajaran. Soal segiempat diberikan untuk melihat kemampuan komunikasi matematis siswa dengan 3 indikator yaitu indikator kemampuan menulis (Written text), indikator kemampuan menggambar (Drawing), dan indikator kemampuan ekspresi matematika (Mathematical Expression). Berdasarkan hasil tes kemampuan komunikasi matematis siswa terdapat 1 siswa perempuan yang memenuhi tiga indikator kemampuan komunikasi matematis, 1 siswa perempuan dan 1 siswa laki-laki yang memenuhi dua indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu indikator kemampuan menulis (Written text) dan indikator eksperi matematika (Mathematical Expression), 1 siswa laki-laki yang memenuhi satu indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu indikator kemampuan menulis (Written text), serta 2 siswa terdiri dari 1 perempuan dan 1 siswa laki-laki tidak memenuhi tiga indikator kemampuan komunikasi matematis
Ullil Azmi Dunggio, Philotheus E A Tuerah, I Wayan Damai
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti, Volume 2, pp 64-69; https://doi.org/10.30598/jpmunpatti.v2.i3.p64-69

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran materi aritmatika sosial dengan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik setting kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian design research dengan produk yang dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik dan Tes Hasil Belajar dengan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik setting kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions materi aritmatika sosial. Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan model Plomp hingga tahap Fase validasi & ADV, Uji Coba & ADU, dan Revisi (yang telah dimodifikasi) uji lapangan, sehingga diperoleh prototipe final yang siap untuk diimplementasikan dan diujicoba lanjutan pada lingkup yang lebih luas. Penilaian perangkat pembelajaran oleh validator sebesar 4.56 dengan kriteria sangat valid untuk RPP, sebesar 4.71 dengan kriteria sangat valid untuk Lembar Kerja Peserta Didik, dan sebesar 4.60 dengan kriteria sangat valid untuk validasi isi Tes Hasil Belajar. Uji kepraktisan perangkat pembelajaran melalui angket respons guru dan angket respons peserta didik menunjukkan skor sebesar 4.56 dan 4.74 sehingga masuk dalam kriteria praktis. Keefektifan perangkat pembelajaran diperoleh dari Tes Hasil Belajar peserta didik yang menunjukkan ketuntasan belajar peserta didik sebesar 85% dengan nilai rata-rata 86.25 sehingga perangkat dapat dinyatakan efektif digunakan dalam pembelajaran
Westy Tatulus, Victor R Sulangi, Santje M Salajang
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti, Volume 2, pp 70-75; https://doi.org/10.30598/jpmunpatti.v2.i3.p70-75

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Pengaruh pembelajaran blended learning menggunakan media pembelajaran Edmodo terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Kristen 46 Mapanget Barat. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen semu (kuasi eksperimen) dapat mengetahui pengaruh pembelajaran blended learning menggunakan media pembelajaran edmodo terhadap hasil belajar siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data post-test hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran blended learning menggunakan media pembelajaran edmodo terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada materi Teorema Phytagoras. Dibuktikan dengan hasil perhitungan thitung = 2,585 > ttabel = 1,672. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa skor rata-rata hasil belajar dengan model pembelajaran blended learning menggunakan media pembelajaran Edmodo lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran blended learning konvensional. Dengan adanya pembelajaran blended learning menggunakan media pembelajaran Edmodo ini melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa mampu mengembangkan keterampilan matematika baik dari segi kognitif dan afektif
Natalia Latumeten, Carolina Selfisina Ayal, Juliana Selvina Molle
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti, Volume 2, pp 56-63; https://doi.org/10.30598/jpmunpatti.v2.i3.p56-63

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal pada materi trigonomteri di kelas X SMA Negeri 10 Ambon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitianadalah 3 siswa dengan kategori, siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah berdasarkan hasil tes siswa. Data yang dianalisis pada penelitian ini antara lain jawaban siswa dan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap 3 siswa. Analisia data yang dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal trigonomteri dari tiga soal yang diberikan masih tergolong sangat rendah. Berdasarkan hasil tes dan wawancara dari ketiga subjek menunjukan bahwa siswa lebih cenderung merasa kesulitan pada tahap memahami masalah, membuat rencana dan melaksanakna rencana. Siswa sering lupa dengan konsep yang terkait dengan soal sehingga menyulitkan siswa untuk menyelesaiakan soal berbentuk soal uraian yang lebih bersifat kontekstual dan membutukan kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi yang tinggi
Hanietje Detly Timbuleng, Santje Salajang, Nicky Tumalun
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti, Volume 2, pp 81-88; https://doi.org/10.30598/jpmunpatti.v2.i3.p81-88

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning dengan Pendekatan Open Ended pada materi Segiempat dan segitiga yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya perangkat pembelajaran disusun sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Metode dalam penelitian ini tergolong penelitian pengembangan dengan subjeknya diambil dari siswa kelas VIIB SMP Advent 1 Tikala sebanyak 31 siswa. Hasil kepraktisan perangkat pembelajaran diperoleh dari hasil kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang di kategorikan baik dalam interval 3 ≤ P < 4, angket respon siswa sebesar 73% respon positif. Keefektifan perangkat pembelajaran diperoleh dari Tes Hasil Belajar siswa yang nilai ketuntasan belajar siswa di atas 70. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa RPP, LKPD dan THB yang dikembangkan menggunakan model Problem Based Learning dengan pendekatan Open Ended pada materi Segiempat dan Segitiga siswa kelas VIIB telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Hasil penelitian ini dpat disimpulkan: (1) Pengembangan perangkat pembelajaran matematika model pembelajaran problem based learning dengan pendekatan open ended pada materi Segiempat dan segitiga dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang dimodifikasi yaitu: pendefinisian, perancangan, dan pengembangan yang menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid untuk materi Segempat dan segitiga yang mengacu pada model problem based learning dengan pendekatan open ended. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan meliputi: rencana pelaksanaan pembelajaran, Lembar Kerja Pesrta Didik, dan Tes Hasil Belajar, (2) Perangkat pembelajaran praktis untuk mengajarakan materi Segiempat dan segitiga menggunakan model problem based learning dengan pendekatan open ended, (3) Pembelajaran matematika menggunakan model problem based learning dengan pendekatan open ended pada materi Segempat dan segitiga di kelas VIIB SMP dapat dikatakan efektif, (4) Ketuntasan belajar secara klasikal pada THB sebesar 83,87% siswa tuntas secara individual.
Elsinta K Wolontery, Anderson L Palinussa, Carolina Selfisina Ayal
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti, Volume 2, pp 76-80; https://doi.org/10.30598/jpmunpatti.v2.i3.p76-80

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 9 Ambon yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) dan Model Pembelajaran Konvensional pada Materi Operasi Hitung Bentuk Aljabar. Tipe penelitian yang digunakan adalah Eksperimen dengan Post only grup design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Ambon yang terdiri dari tujuh kelas dengan jumlah siswa 216 orang. Dari populasi tersebut di pilih dua kelas sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kedua kelas yang terpilih yaitu kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen dan VII-3 sebagai kelas control. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 9 Ambon yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization (TAI) dan model pembelajaran konvensional pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Hasil pengujiaan hipotesis dengan menggunakaan uji-t pada SPSS 20,0 menunjukan bahwa sig (2-tailed) kurang dari (0,001<0.05) yang mengakibatkan H1 di terima
Back to Top Top