Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Journal Information
ISSN : 2809-7947
Published by: Indonesia Strategic Sustainability (10.38142)
Total articles ≅ 7
Filter:

Articles in this journal

Minda Muliana Sebayang, Nur Asyiah Dalimunthe, Siti Aisyah
Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 32-35; https://doi.org/10.38142/ahjpm.v1i1.189

Abstract:
Gracilaria sp. merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil agar-agar dimana senyawa ester asam sulfat dari senyawa galaktan, tidak larut dalam air dingin, tetapi larut dalam air panas dengan membentuk gel. Produksi agar-agar di Indonesia menggunakan metode yang melibatkan ekstraksi rumput laut dengan pelarut asam pada suhu tinggi. Paluh Kemiri merupakan salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara, yang berpotensi memiliki tanaman pekarangan rumah berupa tanaman Lidah Buaya. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kel Puluh Kemiri bertujuan mensosialisasi dan mengajak ibu – ibu PKK memanfaatkan lidah buaya untuk kesehatan khusunya bagi anak-anak, dan bertujuan agar dapat meningkatkan ekonomi keluarga. PKM telah dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 11 - 13 Januari 2022 dengan peserta ibu-ibu PKK Kel Puluh Kemiri Kec. Lubuk Pakam. Agar – agar merupakan salah satu makanan yang banyak mengandung kalsium selain susu dan olahannya yang begitu digemari anak-anak sebagai makanan cemilan dikarenakan teksturnya begitu lembut dan mudah untuk dicerna sehingga para ibu dapat menambahkan nutrisi yang terdapat pada tumbuhan lidah buaya berupa vitamin (A, B1, B2, B3, B12, C, E), mineral (Calsium, Magnesium, Potasium, Sodium, Iron, Seng, Chromium), dan enzim (Amylase, Catalase, Cellulose, Carboxypepilase, Carboxyhelulose, Bradykinase). Lidah buaya dapat diolah menjadi agar-agar supaya anak-anak bisa langsung mendapatkan manfaat kandungannya, dan dapat dijadikan sebagai alternatif cemilan sehat sebagai pengganti jajanan, dengan biaya pengolahan yang begitu murah sehingga bisa juga sebagai alernatif untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Dengan biaya produksi yang murah dalam pengolahannya maka dapat dijadikan usaha jualan jajanan agar-agar lidah buaya.
Sardi Sardi, Baso R
Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 19-27; https://doi.org/10.38142/ahjpm.v1i1.178

Abstract:
Sumber arus listrik memiliki banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat termasuk di wilayah pesisir sebagai salah satu penunjang dalam setiap aktifitas. Energi listrik bagi masyarakat telah menjadi kebutuhan primer yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Keberadaan Listrik di Pulau Barang Caddi telah dirasakan sejak dua puluh tahun terakhir dengan adanya pembangkit listrik berupa genset, bantuan dari Pemerintah yang jam operasinya masih sangat terbatas. Pulau Barrang Caddi salah satu pulau yang terletak di Kelurahan Barrang Caddi di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang Kota Makassar dengan jumlah penduduk 4.547 jiwa yang tersebar di beberapa gugusan pulau. Tujuan pengabdian masyarakat untuk membantu masyarakat Pulau Barrang Caddi mendapatkan hak dasarnya. Oleh sebab itu, Pemuda Kepulauan Sangkarrang terpanggil mengadvokasi terhadap pemenuhan hak sebagai bentuk kepedulian dalam mencari solusi agar masyarakat dapat segera merasakan penerangan listrik yang bersumber dari Perusahaan Listrik Negara. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu rapat konsolidasi, branding isu dan aksi damai kegiatan dimulai pada pertengahan bulan November 2021 melalui rembuk warga, konsolidasi dengan Koalisi Pemuda Kecamatan Kepulauan Sangkarrang dengan maksud mengidentifikasi sumber permasalahan, hasil identifikasi dijadikan bahan advokasi ke beberapa pihak yang memiliki kewenangan dalam menyelesaikan permasalahan tersebutt. Kegiatan pendampingan yang dilakukan menghasilkan beberapa point penting diantaranya: (1). Terbangunnya komunikasi dengan stakeholder dalam hal ini Masyarakat, Legistlatif, Eksekutif dan perwakilan dari pihak PLN. (2). Terdapat Bantuan 10unit genset berkapasitas 3000 Watt per unit dari salah satu Anggota DPRDProvinsi Sulawesi Selatan. (3) Kunjungan perwakilan PLN sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah yang dihadapi warga. (4) PLN berkomitmen untuk merealisasikan penerangan di Pulau tersebut pada tahun anggaran berikutnya.
Putu Gede Wisnu Permana Kawisana, Gde Deny Larasdiputra
Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 09-18; https://doi.org/10.38142/ahjpm.v1i1.172

Abstract:
Tujuan pengabdian masyarakat merupakan (1) menumbuhkan semangat bagi para aparat desa untuk memhami akuntansi dalam hal penganggaran dan pelaporan keuangan desa. (2) Memberdayakan potensi SDM yang dimiliki desa untuk belajar akuntansi dasar sebagai syarat memahami standar akuntansi desa yang akan dikeluarkan pemerintah bersama IAI sebagai acuan pelaporan dana desa. Manfaat pengabdian masyarakat yaitu (1) Memberikan alternatif pembelajaran akuntansi sebagai dasar pemahaman standar akuntansi dana desa. (2) Membekali aparat desa dan masyarakat terkait untuk melek akuntansi sebagai syarat untuk menerapkan standar pelaporan dana desa yang akan dikeluarkan oleh pemerintah. Disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, diharapkan segala kepentingan dan kebutuhan masyarakat desa dapat diakomodir dengan lebih baik. Tujuan pengabdian masyarakat untuk memperoleh pemahaman terhadap praktek akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa dan Lembaga Perkreditan Desa di Desa Pejejng, Kabupaten Gianyar. Dalam hal pengelolaan keuangan Desa, dianjurkan semua desa wajib menjalankan roda pemerintahannya berbasis good village governance. Sehingga, kecurangan pengelolaan keuangan desa dapat ditekan melalui berbagai metode yang dapat diterapkan di Bali, yaitu dengan mengaplikasikan budaya lokal untuk memberikan sanksi kepada para pelaku fraud dan sekaligus dapat meningkatkan akuntabilitas. Budaya yang dimaksud adalah budaya Tri Hita Karana. Pengelolaan keuangan desa tidak terlepas dari lembaga-lembaga desa yang ada termasuk lembaga adat. Lembaga adat yang dimaksud adalah LPD (Lembaga Perkreditan Desa) yang lebih dipercaya sebagai lembaga keuangan mikro yang berbasis adat dan memiliki kekuatan sistem pengendalian internal yang baik yang ditunjukkan dengan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance, serta tunduk kepada aturan atau awig-awig yang menjadi landasan hukum LPD untuk meraih kembali kepercayaan masyarakat.
Nurul Hidayah, Fransiska Listyaningsih Utami, Noor Hazlina Ahmad
Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 36-41; https://doi.org/10.38142/ahjpm.v1i1.190

Abstract:
Di era globalisasi ini, pertumbuhan teknologi informasi berkembang pesat. Kemajuan teknologi informasi mengharuskan negara-negara berkembang untuk segera mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk menyesuaikan keadaan. Pertumbuhan ini mengubah tatanan sosial yang semula menggunakan cara lama (tradisional), menjadi baru yang lebih berbasis teknologi. Teknologi informasi telah mengubah proses akuntansi dari akuntansi tradisional menjadi akuntansi teknologi informasi. Kemajuan teknologi dan informasi menyebabkan perusahaan juga mengubah cara mereka mengumpulkan data, mengolah, dan melaporkan informasi keuangan. Perkembangan tersebut akan berdampak pada perubahan proses akuntansi yang akan mempengaruhi sistem pengolahan dan pengendalian dengan metode baru. Pada akhirnya sistem akuntansi ini akan beralih ke software yang lebih canggih yang akan digunakan dalam menjalankan proses akuntansi melalui aplikasi yang telah memanfaatkan komputer dalam prosesnya (Oracle, Zahir, MYOB, Accurate). Pandemi COVID-19 telah memaksa pemerintah di seluruh dunia untuk mengambil tindakan drastis untuk menghentikan penyebaran virus dengan memberlakukan berbagai tingkat penguncian. Kini norma baru telah ditetapkan dengan langkah-langkah perlindungan dan jarak sosial dalam melakukan kegiatan ekonomi Usaha kecil termasuk bisnis wanita sekarang ini tumbuh terutama organisasi WITA. Bisnis mereka berkembang pesat dalam situasi Covid 19, tetapisetiap pebisnis wanita mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan karena tidak tahu bagaimana mengelola dan mengatur uang dan mengendalikan keinginan atau hilang. Masalah keuangan terkait dengan pencatatan transaksi sehari-hari. Di era digitalisasi, banyak sekali aplikasi dari smartphone yang dapat membantu menyelesaikan masalah pengelolaan keuangan bisnis. Program komunitas ini bertujuan untuk mengedukasi para pelaku UKM bagaimana mengelola bisnis keuangannya berbasis smartphone yang mudah dipelajari dan dikuasai.
Iwan Firdaus, Eri Marlapa
Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 46-50; https://doi.org/10.38142/ahjpm.v1i1.193

Abstract:
Fintech bukan merupakan layanan yang diberikan oleh perbankan melainkan model bisnis baru yang saat ini sangat membantu kebutuhan masyarakat. Meskipun fintech bukan merupakan lembaga keuangan seperti perbankan namun fintech tetap diatur oleh Bank Indonesia agar konsumen atau masyarakat dapat terlindungi. Oleh karena itu, perusahaan penyelenggara fintech wajib mendaftarkan perusahaannya pada Bank Indonesia ataupun Otoritas Jasa Keuangan terkait PBI Nomor 19/12/PBI/2017 tentang penggunaan teknologi sistem keuangan yang menghasilkan produk, layanan, teknologi, dan/atau model bisnis baru serta dapat berdampak pada stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, efesiensi, kelancaran, kemananan dan keandalan sistem pembayaran. Literasi manejemen kuangan secara sederhana dengan pendekatan kepada teknologi finansial sangat relevan dengan kondisi saat ini. Salah satu penerapan manajemen keuangan dengan finansial teknologi adalah sebagai media investasi saham, dimana pada saat ini dengan menggunakan smartphone yang secara signifikan meningkatkan efisiensi aktivitas investasi saham dibandingkan dengan metode investasi secara konvensial. Sasaran peserta dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelaku UMKM di wilayah Kelurahan Meruya Utara. Alasan dipilihnya UMKM adalah saat ini kondisi sedang dilanda pandemic Covid19, maka berdampak terhadap ekonomi masyarakat secara umum serta proses jual dan beli dari UMKM secara khusus. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah metode penyuluhan, tanya jawab, dan praktek. Hasil dari pelatihan mendapatkan sambutan yang baik dari peserta. Hal ini dilihat dari hasil angket yang disebar ada 87% peserta sangat setuju bahwa topik yang dibicarakan sesuai dengan harapan peserta, 82% peserta sangat setuju bahwa materi yang disampaikan pembicara dengan jelas, dan 84% peserta sangat setuju bahwa pembicara menguasai topik yang disampaikan.
Diah Iskandar, Febrian Kwarto, Sely Megawati Wahyudi
Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 28-31; https://doi.org/10.38142/ahjpm.v1i1.188

Abstract:
Metode pembayaran elektronik, utamanya pembayaran menggunakan smartphone secara signifikan meningkatkan efisiensi pembayaran dibandingkan dengan metode pembayaran konvensial. Fintech payment dilakukan secara online sehingga tidak menyita banyak waktu dan dapat mengurangi biaya transaksi. Layanan fintech payment memungkinkan konsumen, penjual, dan pihak lain yang terkait untuk mendapatkan informasi dan melakukan kegiatan pembayaran secara cepat, mudah, tanpa Batasan. Penyelenggaraan kegiatan teknologi finansial yakni meliputi sistem pembayaran, pendukung pasar, manajemen investasi dan manajemen resiko, pinjaman, pembiayaan dan penyedia modal, dan jasa finansial lainnya. Tim PKM FEB Universitas Mercu Buana (FEB UMB) Jakarta melaksanakan program berseri Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan bekerjasama dengan Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat, tanggal 09 Februari 2022. Kegiatan PPM diselenggarakan secara hybrid di tengah Pandemi Covid-19 mengusung tema Keberlangsungan Bisnis Melalui Good Governance Sektor UMKM terselenggara dengan baik. Acara berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, dibuka oleh Lurah Meruya Utara Bapak Zainuddin S.Pd yang memberikan motivasi kepada pelaku UMKM untuk tetap melakukan aktivitas bisnis dengan mengikuti arahan dari pemerintah mengenai protokol kesehatan. Sambutan dari Universitas Mercu Buana, diwakilkan oleh Sekprodi S1 Ak, Dr Muhyarsah, Msi., Ak dan Ketua Kelompok Riset dan Pengandian Masyarakat Dr. Nurul Hidayah SE., MSi yang telah menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan Kelurahan Meruya Utara dan terus akan membumikan bidang akademisi dengan masyarakat dalam mengurangi missmatch antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Para peserta yang berjumlah hampir 100 orang dan nota bene adalah para pelaku usaha Mikro di Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat, sangat antusias dan mendapatkan manfaat dari acara ini.
I Made Sara
Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1, pp 1-8; https://doi.org/10.38142/ahjpm.v1i1.171

Abstract:
Pencapaian ekonomi mengubah banyak cara dalam menyikapi hidup dan memecahkan masalah sosial dan bisnis serta kesuksesan. Kemiskinan dan kesejahteraan merupakan masalah ekonomi yang dihadapi oleh semua daerah. Kemiskinan atau ketidaksetaraan yang dialami suatu daerah atau wilayah karena geografis (seperti iklim, lokasi, sumber daya alam), budaya (seperti nilai moral, norma perilaku sosial), pengetahuan dan kemampuan (seperti kualitas informasi, modal manusia). Dalam pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Univesriatas Warmadewa ini mengedepankan tujuan mensosialisasikan BUMDEs serta pengelolaan potensi desa. Salah satu desa yang berpotensi untuk pengabdian masyarakat adalah Desa Galungan di Kabupaten Buleleng, Bali. Alasan pemilihan lokasi ini karena BUMDes Desa Galungan merupakan pengelola hutan desa sebagai objek ekowisata. Penelitian ini mengadopsi pendekatan tematik untuk menuju tujuan utama. Pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa mengedepankan tujuan mensosialisasikan BUMDEs serta pengelolaan potensi desa. Salah satu desa yang berpotensi untuk pengabdian masyarakat adalah Desa Galungan di Kabupaten Buleleng, Bali. Hasil pengabdian masyarakat adalah desa harus mampu mensinergikan BUMDEs dengan lembaga keuangan lainnya yang ada di desa seperti koperasi ataupun Lembaga Perkreditan Desa. Jika sinergitas ini terjadi, maka desa akan menjadi kuat dan pengelolaan potensi desa menjadi lebih optimal. Potensi hutan desa yang menjadi daya tarik wisata disini harus dikelola dengan baik melalui BUMDEs dengan mengedepankan strategi ekowisata. Ekowisata berdampak pada berbagai aspek, beberapa di antaranya adalah aspek konservasi, pemberdayaan, dan pendidikan lingkungan. Wisata dengan fokus konservasi alam juga mampu memberikan insentif ekonomi bagi upaya pelestarian dan keanekaragaman flora fauna yang ada. Tentunya juga akan berdampak pada budaya serta warisan alam di sekitar tempat wisata tersebut.
Back to Top Top