Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Journal Information
EISSN : 2807-6044
Published by: Sekolah Tinggi Teologi Real, Batam (10.53547)
Total articles ≅ 43
Filter:

Latest articles in this journal

Simon Simon, Tommy Lantang, Auw Tammy Yulianto, Albertus Kurniadi Saputro
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 5, pp 1-11; https://doi.org/10.53547/rcj.v5i1.157

Abstract:
The world's demands for publication in accredited journals and international journals require articles to be written using the Mendeley application. However, the use of the Mendeley application in writing articles is still not fully understood by students. Among the groups who did not understand were the postgraduate students of the Anugrah Indonesia Theological College (STTAI). Writing references in scientific works as well as in the work of assignments, is still done manually. On that basis, this topic was written by researchers to explain about Mendeley Desktop as well as provide mentoring training in using Mendeley Desktop and Mendeley Web Importer. This mentoring training was conducted for 40 STTAI postgraduate students for four weeks online with a duration of two and a half to three hours. As a result of this mentoring training on the use of Mendeley Desktop, STTAI postgraduate students know and are proficient in Mendeley Desktop. After training, students can use Mendeley in writing references for every lecture assignment and writing articles or thesis or dissertation proposals. This shows that the mentoring training for using Mendeley Desktop has achieved satisfactory results as expected.Keywords: mendeley desktop; reference; training; accompaniment; scientific work; STTAI Abstrak Tuntutan dunia publikasi pada jurnal-jurnal terakreditasi dan jurnal internasional mewajibkan artikel menulis dengan menggunakan aplikasi mendeley. Namun, penggunaan aplikasi mendeley dalam penulisan artikel kebanyakan masih belum dipahami oleh para mahasiwa. Kelompok yang belum memahami itu di antaranya dari para mahasiwa pascasarjana Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia (STTAI). Penulisan referensi dalam karya ilmiah maupun dalam pengerjaan tugas, masih dilakukan secara manusal. Atas dasar itulah, maka topik ini ditulis oleh peneliti untuk menjelaskan perihal mendeley desktop sekaligus memberikan pelatihan pendampingan dalam menggunakan mendeley desktop dan mendeley web importer. Pelatihan pendampingan ini dilakukan kepada 40 mahassiwa pascasarjana STTAI selama empat minggu melalui daring dengan durasi waktu dua setengah sampai tiga jam. Hasil dari pelatihan pendampingan penggunaan mendeley desktop ini, para mahasiwa pascasarjana STTAI mengetahui dan mahir dalam mendeley desktop. Setelah dilakukan pelatihan, maka setiap tugas perkuliahan dan penulisan artikel maupun proposal tesis atau disertasi, mahasiswa dapat menggunakan mendeley dalam penulisan referensi. Ini menunjukkan pelatihan pendampingan penggunaan mendeley desktop ini mencapai hasil yang memuaskan sesuai dengan yang diharapkan. Kata Kunci: mendeley desktop; referensi; pelatihan; pendampingan; karya ilmiah; STTAI
Endik Firmansah, Adi Prasetyo Wibowo
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 52-65; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i2.163

Abstract:
Interfaith dating is a phenomenon that cannot be avoided. Regardless of the pros and cons of the church on whether or not different religions are allowed to date. The church thinks that assistance for interfaith courtship is very useful because it can be a medium to prevent interfaith marriages that are contrary to the basic values of the Christian faith. Responding to interfaith courtship, the church cannot remain silent. The church must be active to play a maximum role in preventing interfaith courtship by providing assistance to interfaith dating couples, in this case Christianity and Islam. The interesting thing is, in 2 Corinthians 6:14-18 there is an implied method to provide assistance to interfaith courtship, behind the strict commandment that forbids having an interfaith partner. This paper will use a postpositivism qualitative approach, accompanied by examples of interfaith courtship cases that occurred in GBT Sei Menggaris, North Kalimantan. As for the results of this assistance, interfaith couples can be directed to courtship guidance with partners who share the same faith, namely by following the Christian faith.Keywords: church; the book of Corinth; accompaniment; pastoral; different religion datingAbstrak Pacaran beda agama adalah sebuah fenomena yang tidak bisa dihindari. Terlepas dari pro dan kontra gereja terhadap boleh tidaknya pacaran beda agama. Gereja emikirkan pendampingan terhadap pacaran beda agama amat bermanfaat karena dapat menjadi sebuah media untuk mencegah terjadinya perkawinan beda agama yang bertentangan dengan nilai dasar iman Kristen. Menyikapi pacaran beda agama, gereja tidak bisa tinggal diam. Gereja harus aktif untuk berperan semaksimal mungkin mencegah terjadinya pacaran beda agama dengan melalukan sebuah pendampingan kepada pasangan pacaran beda agama, dalam hal ini Kristen dan Islam. Menariknya adalah, di dalam 2 Korintus 6:14-18 terdapat metode secara tersirat untuk melakukan pendampingan pada pacaran beda agama, di balik perintah tegas yang melarang untuk memiliki pasangan beda agama. Penulisan ini akan menggunakan metode pendekatakan kualitatif pospositivisme dengan disertai contoh kasus pacaran beda agama yang terjadi di GBT Sei Menggaris, Kalimantan Utara. Adapun hasil dari pendampingan ini, pasangan beda agama dapat diarahkan kepada bimbingan pacaran dengan pasangan yang seiman yaitu dengan mengikuti iman Kristen. Kata Kunci : gereja; kitab Korintus; pendampingan; pastoral; pacaran beda agama
Nova Ritonga, Mathan Yunip, Saedo Marbun
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 5, pp 22-31; https://doi.org/10.53547/rcj.v5i1.161

Abstract:
Children are gifts that must be educated with faith in God. At their young age, children are not yet able to distinguish between good and bad, so they are easily influenced and cannot give an answer if someone asks about their faith. Current technological developments affect children's interest in learning. One of them, there are spectacles that are not educational so that it affects the personality of children. For this reason, an effort is needed to instill faith in children so that they can have a growing and solid faith. This Community Service (PkM) activity aims to provide faith strengthening for PAUD Menara Terang Pulung Kencana students through mentoring in Christian Religious Education. This activity was carried out using the coloring method of Bible stories in collaboration with the storytelling method. Coloring pictures can make PAUD students excited, making it easier for them to understand and remember what they are learning. Throughout the activity, the PkM team observed that the children were very enthusiastic about participating in the event from beginning to end. When finished coloring the children can tell what they colored. This shows that this activity can strengthen children's faith. Keywords: bible; children; faith; learning; Christian education; strengthening Abstrak Anak adalah anugerah yang harus dididik dengan iman kepada Allah. Di usia mereka yang masih belia, anak belum dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga mudah terpengaruh dan belum dapat memberi jawab jika ada orang yang bertanya tentang imannya. Perkembangan teknologi saat ini, mempengaruhi minat anak-anak dalam belajar. Salah satunya, adanya tontonan-tontonan yang tidak mendidik sehingga mempengaruhi keperibadian anak-anak. Untuk itu, diperlukan satu upaya untuk menanamkan iman kepada anak-anak agar mereka dapat memiliki iman yang bertumbuh dan kokoh. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan penguatan iman kepada peserta didik PAUD Menara Terang Kota Pulung Kencana melalui pendampingan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Kegiatan ini dilakukan dengan metode mewarnai gambar cerita Alkitab yang dikolaborasikan dengan metode bercerita. Kegiatan mewarnai gambar mampu membuat peserta didik PAUD bersemangat, mempermudah mereka memahami dan mengingat apa yang sedang dipelajari. Sepanjang kegiatan berlangsung, tim PkM mengamati bahwa anak-anak sangat antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir. Setelah selesai mewarnai anak-anak dapat menceritakan apa yang mereka warnai. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat memberi penguatan iman kepada anak-anak. Kata kunci: alkitab; anak-anak; iman; pembelajaran; pendidikan agama Kristen; penguatan
Selvyen Sophia, Rini Sumanti Sapalakkai, Dewi Lidya S, Irfan Feriando Simanjuntak, Septerianus Waruwu
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 5, pp 32-41; https://doi.org/10.53547/rcj.v5i1.168

Abstract:
The Sunday school teacher is God's partner in educating Sunday school children, regarding Christian Religious Education for which he has a responsibility, to seek the salvation of the souls of every student in his class. For this reason, Sunday school teachers need to foster children's enthusiasm in learning God's Word, so that the children's spiritual growth process is well accommodated. But often what happens is the lack of attention from the children so that it becomes an obstacle in conveying God's Word. So Sunday school teachers need to do a strategy for this. One of the Sunday school teacher strategies to foster children's enthusiasm in learning God's Word used in this article, is by playing and singing methods. The purpose of this service is to foster children's enthusiasm for learning by bringing children to know Jesus as Savior, and making children able to have noble character according to the teachings of Christ. By teaching songs, making games, and giving gift packages to children, it is hoped that children can participate in these learning activities and can absorb every story of God's Word that is preached by the Sunday school teacher.Keywords: learning; played; sing; Sunday school teacher; strategy; Nipah Bay Island Abstrak Guru sekolah minggu merupakan mitra Allah dalam mendidik anak sekolah minggu, mengenai Pendidikan Agama Kristen yang mana ia memiliki tanggungjawab, untuk mengusahakan keselamatan jiwa setiap murid yang ada di dalam kelasnya. Untuk itulah, guru sekolah minggu perlu menumbuhkan semangat anak dalam belajar Firman Tuhan, dengan begitu proses pertumbuhan rohani anak-anak terakomodasi dengan baik. Namun seringkali yang terjadi adalah kurangnya perhatian dari anak-anak sehingga menjadi penghambat dalam menyampaikan Firman Tuhan. Maka guru sekolah minggu perlu melakukan strategi akan hal tersebut. Salah satu strategi guru sekolah minggu untuk menumbuhkan semangat anak dalam belajar Firman Tuhan yang dipakai dalam artikel ini, yaitu dengan metode bermain dan bernyanyi. Tujuan dari pengabdian ini adalah menumbuhkan semangat anak belajar dengan membawa anak-anak mengenal Yesus sebagai Juruselamat, serta menjadikan anak-anak dapat berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Kristus. Dengan mengajarkan lagu, membuat games, dan pemberian paket hadiah kepada anak, diharapkan anak dapat berpartisipasi dalam kegiatan belajar tersebut serta dapat menyerap setiap cerita Firman Tuhan yang diberitakan oleh guru sekolah minggu. Kata kunci: belajar; bermain; bernyanyi; guru sekolah minggu; strategi; pulau Teluk Nipah
Ireni Irnawati Pellokila, Maria Indriani Sesfao
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 74-86; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i2.144

Abstract:
The purpose of this activity is to provide understanding and knowledge to Sunday school teachers about learning media as well as an experience for Sunday school teachers in the Central Kupang City class about the importance of using learning media and school activities and the use of puppet stage media. This activity is intended to add insight and skills Sunday school teachers in utilizing various available media in delivering interesting Bible stories to children, so that the process of Sunday school activities can run with enthusiasm and joy. Because in school learning that is carried out in the congregation is still very boring for children, especially for small and middle class children, the same teaching methods are carried out from week to week by Sunday school teachers such as stories and coloring pictures. This causes Sunday school children to feel lazy to come to Sunday school, let alone listen to the stories that are told. Because especially for children's classes, they prefer to listen to something interesting. The methods used in this service activity are socialization, mentoring and training, and reflection. From the service activities carried out, the results obtained are Sunday school teachers understand about learning media and the importance of using learning media in Sunday schools to attract children's interest in participating in Sunday school activities, especially using the puppet stage media which is interesting and fun, even school teachers are starting to can use and have the initiative to make their own existing learning media, especially dolls from patchwork/recycled materials. Keywords: Sunday school; media; puppet stage; training Abstrak Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada guru sekolah minggu tentang media pembelajaran serta sebagai pengalaman bagi guru sekolah minggu di klasis Kota Kupang Tengah tentang pentingnya pemanfaatan media pembelajaran dan kegiatan sekolah dan penggunaan media panggung boneka, Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan keterampilan guru sekolah minggu dalam pemanfaatan berbagai media yang tersedia dalam penyampaian cerita Alkitab kepada anak yang menarik, sehingga proses kegiatan sekolah minggu dapat berjalan dengan semangat dan sukacita. Karena dalam pembelajaran sekolah yang dilakukan di jemaat masih sangat membosankan bagi anak, khususnya anak kelas kecil dan kelas tanggung, metode mengajar yang sama yang dilakuakn dari minggu ke minggu oleh pengajar sekolah minggu seperti cerita dan mewarnai gambar. Hal ini menyebabkan anak sekolah minggu merasa malas untuk datang ke sekolah minggu, apalagi mendegarkan cerita yang disampaikan. Sebab khusus untuk kelas anak, lebih senang mendegarkan sesuatu yang menarik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi, pendampingan dan pelatihan, serta refleksi. Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan, maka hasil yang diperoleh yaitu guru sekolah minggu memahami tentang media pembelajaran dan pentingnya pemanfaatan media pembelajaran di sekolah minggu untuk menarik minat anak dalam mengikuti kegiatan sekolah minggu, khususnya menggunakan media panggung boneka yang menarik dan menyenangkan, bahkan guru sekolah mulai dapat menggunakan dan memiiki inisiatif untuk membuat sendiri media belajar yang ada khususnya boneka dari bahan perca/daur ulang. Kata kunci: sekolah minggu; media; panggung boneka; pelatihan
Ezra Tari, Lanny I.D. Koroh, Umar Ali, Martin Ch. Liufeto, Talita Tlonaen
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 43-51; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i2.145

Abstract:
Classroom action training was agreed upon by the service team, starting with concerns about the teacher's difficulties. The service team found that many teachers had not been able to combine observations in class. This research is a way of teacher research in the classroom to find problems in the learning process. The teacher found many problems related to learning, namely process design, media, learning techniques, and learning outcomes. To realize good classroom action research techniques, training is done. Some teachers have not been able to write a good scientific paper. So the service team trains skilled teachers in writing. The method of service in this service begins with planning the location of the service. The plan is carefully prepared to avoid obstacles in the field. This training produces groups of writer teachers according to their respective fields. The team already found teachers who did classroom action research. However, the difficulty in pouring it in the article. So that the team assists in writing classroom action research articles that will be published in journals, follow-up assistance is carried out in WhatsApp groups.Keywords: report; theory; learning; writing; class actionAbstrak Pelatihan tindakan kelas disepakati oleh tim pengabdian, diawali keresahan akan kesulitan guru dalam melakukannya. Tim pengabdian menemukan masih banyak guru yang belum bisa meramu hasil pengamatan dalam kelas. Kegiatan ini merupakan cara penelitian guru dalam kelas untuk menemukan masalah dalam proses pembelajaran.Guru menemukan banyak masalah terkait pembelajaran, yakni: rancangan proses, media, teknik pembelajaran, dan hasil pembelajaran.Untuk merealisasikan teknik penelitian tindakan kelas yang baik, maka dibuat pelatihan. Ada juga guru yang belum mampu menulis sebuah karya ilmiah yang baik. Maka tim pengabdian melatih guru terampil dalam menulis.Metode pengabdian ini diawali dengan merencanakan lokasi pengabdian. Rencana dipersiapkan dengan matang agar tidak ada kendala di lapangan. Pelatihan ini menghasilkan kelompok guru penulis sesuai bidang masing-masing. Tim menemukan sudah ada guru yang dapat membuat penelitian tindakan kelasn namun masih kesulitan dalam menuangkannya ke dalam artikel sehingga tim mendampingi dalam penulisan artikel penelitian tindakan kelas yang akan diterbitkan di jurnal. Selanjutnya, pendampingan lanjutan dilakukan dalam grup WhatsApp.Kata kunci: laporan; materi; pembelajaran; penulisan; tindakan kelas
Oktaffi Arinna Manasikana, Andhika Mayasari, M. Bambang Edi Siswanto, Ita Rahmania Kusumawati, Andri Wahyu Wijayadi, Noer Af’Idah, Dewi Kusumaningsih
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 5, pp 42-52; https://doi.org/10.53547/rcj.v5i1.172

Abstract:
Interests and talents have a very big influence in achieving educational, job, position, or career achievements. Multiple Intelligences or multiple intelligences are various skills and talents that students have to solve various problems in learning and life. MA Midanutta'lim students Jogoroto Jombang do not yet know the urgency of talent and interest in achieving academic and career achievements, nor do they recognize their own talents and interests. The service that is carried out for the students of MA Midanutta'lim Jogoroto Jombang is training to track students' talents and interests. The purpose of this interest and talent training using the Multiple Intelligences method is to find out the interests and talents and intelligence of MA Midanut Ta'lim Jogoroto Jombang students. Based on the results of the dedication that has been carried out, it can be concluded as follows: 1) The talent and interest search training activities through the Multiple Intelligences approach are running smoothly. 2) The highest intelligence is linguistic 69.23% and the least naturalist intelligence is 9.23%. From the results of the questionnaire on student responses to this training, most of them 98% agreed. This shows that the training received a good response.Keywords: interest; talent; multiple intelegences Abstrak Minat dan bakat sangat besar pengaruhnya dalam mencapai prestasi pendidikan, pekerjaan, jabatan, atau karir. Multiple Intelligences atau kecerdasan majemuk merupakan berbagai keterampilan dan bakat yang dimiliki siswa untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam pembelajaran dan kehidupan. Siswa MA Midanutta’lim Jogoroto Jombang belum mengetahui urgensi bakat dan minat dalam mencapai prestasi akademik dan karir, juga belum mengenali bakat dan minat yang ada pada diri mereka sendiri. Pengabdian yang dilakukan pada siswa MA Midanutta’lim Jogoroto Jombang adalah pelatihan penelusuran bakat dan minat pada siswa. Tujuan pelatihan minat dan bakat dengan metode Multiple Intelegences ini adalah untuk mengetahui minat dan bakat serta kecerdasan pada siswa MA Midanut Ta’lim Jogoroto Jombang. Berdasarkan hasil pengabdian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Kegiatan pelatihan penelusuran bakat dan minat melalui pendekatan Multiple Intellegences berjalan lancar. 2) Kecerdasan terbanyak adalah pada linguistik 69,23% dan paling sedikit kecerdasan naturalis 9,23%. Dari hasil angket respon siswa terhadap pelatihan ini terbanyak 98% setuju. Hal ini menunjukkan pelatihan mendapat respon baik. Kata kunci: bakat; minat; multiple intelegences
Fransiskus Irwan Widjaja, Rubin Adi Abraham, Daniel Ginting, Antonius Natan, Ardy Lahagu, Rini Rini, Ronald Sianipar, Benteng Martua Mahuraja Purba, Ferdinandes Petrus Bunthu
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 5, pp 12-21; https://doi.org/10.53547/rcj.v5i1.134

Abstract:
This activity started from data from the Bethel research center, the GBI Synod which conducted research in May-June 2020 throughout Indonesia. Surprisingly 64% of the total GBI officials are experiencing economic hardship. Based on this need, the Department of Mission and Tribal Church Planting was neglected by the GBI synod, in collaboration with the Community Service Team (PkM) of STT Real Batam, which took the initiative to hold a national webinar. The purpose of this assistance is to improve the skills of God's servants in procuring daily needs and increase the knowledge of pioneering servants of God or pastors in the mission field for economic strengthening in the context of independent mission services. The method used is debriefing by practitioners in their respective fields, workshops, questions and answers, discussions. Even though this activity is carried out zooming in on the pandemic, this activity has a very positive impact on God's servants in growing an interest in being independent from finance. In carrying out this community service activity for God's servants, pioneers, and spearheads of service, it is carried out through sustainable missionomic webinars.Keywords: economy; servant of God; Skills; accompaniment; sustainable missionomic Abstrak Kegiatan ini bermula dari data pusat penelitian Bethel, Sinode GBI yang melakukan penelitian pada bulan Mei-Juni 2020 di seluruh Indonesia. Sangat mengejutkan 64% dari total pejabat GBI mengalami kesulitan ekonomi. Berdasarkan kebutuhan itu, maka Departmen Misi dan Penanaman Gereja Suku terabaikan sinode GBI bekerjasama dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STT Real Batam berinisiatif mengadakan webinar nasional. Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan hamba Tuhan dalam pengadaan kebutuhan hari-hari dan menambah pengetahuan para hamba Tuhan perintis atau gembala di ladang misi untuk penguatan ekonomi dalam rangka pelayanan misi mandiri. Metode yang digunakan adalah pembekalan oleh praktisi di bidang masing-masing, workshop, tanya jawab, diskusi. Sekalipun aktifitas ini dilakukan secara zooming pada pandemi, namun kegiatan ini sangat berdampak positif kepada hamba Tuhan dalam menumbuhkan minat mandiri dari keuangan. Dalam melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini terhadap hamba Tuhan, perintis, dan ujung tombak pelayanan, dilaksanakan melalui webinar suistainable missionomic. Kata kunci: ekonomi; hamba Tuhan; keterampilan; pendampingan; sustainable missionomic
Rismag Dalena Florentina Monica Br Manurung, Jenri Prada Sibarani, Betaria Siahaan, Sylvia Natalia, Ivan Ivan, Yunardi Kristian Zega, Daniel Agustin
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 4, pp 66-73; https://doi.org/10.53547/rcj.v4i2.148

Abstract:
The purpose of this Community Service is to encourage Sunday school teachers on the island of Teluk Nipah to be involved in shaping the character of the children being taught. This is because, in reality on the island of Teluk Nipah, the involvement of Sunday school teachers in the formation of the character of the children being taught is still very low, this can be seen from the Sunday school worship activities that have been carried out. The method used in this Community Service activity is worship services by making games that can foster children's enthusiasm to learn God's word. The result of this activity is that there are as many as 87% of children who are enthusiastically present when participating in a series of worship service activities with games. The involvement of Sunday school teachers in this activity, including: opening the hearts of children to come to worship, diligently reading God's word, and children can apply cooperation, honesty, and togetherness.Keywords: Teacher, Character, Sunday school, Played, Nipah Bay Island Abstrak Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk mendorong para guru sekolah minggu di pulau Teluk Nipah agar terlibat dalam pembentukan karakter anak-anak yang diajar. Pada realitanya di pulau Teluk Nipah keterlibatan guru sekolah minggu dalam pembentukan karakter anak-anak yang diajar masih sangat kurang, hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan ibadah sekolah minggu yang telah dilaksanakan. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah pelayanan ibadah dengan membuat permainan yang dapat menumbuhkan semangat anak-anak agar belajar firman Tuhan. Hasil dari kegiatan ini adalah ada sebanyak 87% anak-anak yang antusias hadir saat mengikuti rangkaian kegiatan pelayanan ibadah dengan permainan. Adapun keterlibatan guru sekolah minggu dalam kegiatan ini, di antaranya: kegiatan bermain tebak lagu, tebak gambar, dan UNO. Kata kunci: Guru, Karakter, Sekolah Minggu, Bermain, Pulau Teluk Nipah
Fransiskus Irwan Widjaja, Daniel Ginting, Ronald Sianipar, Sabar Hutagalung, Winson Simmamora, Benteng Mm Purba, Ardi Lahagu, Evan Dongoran, Candra Gunawan Marisi
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Volume 1, pp 29-37; https://doi.org/10.53547/rcj.v1i2.105

Abstract:
Papua, one of the richest provinces in Indonesia, contributes the most taxes, but Papua is one of the poorest regions in Indonesia with a low Human Development index. Indicators can be seen from the level of Education and the level of Health. One of the biggest humanitarian disasters in Papua's history in 2018 was the case of malnutrition in Asmat District, in Nakai village, Pulau Tiga District, and Agats City. The lack of volunteers and a large number of victims moved the PKM STT Real Batam in collaboration with volunteer doctors from GBI Myhome Tanjungpinang to go directly to help deal with malnutrition and other health treatments, as well as serve the community. The implementation method in this community service program, namely direct treatment and providing counseling, assistance to families who pay less attention to health. From the results of the evaluation with the PKM team, going directly to see the conditions and mentoring activities is very useful because, in addition to knowing the level of public health and helping to provide vitamins, vitamins, and other supplements, the theme also provides counseling, helps overcome social problems affected and their handling. Abstrak Papua, salah satu propinsi terkaya di Indonesia yang menyumbang pajak terbesar, tetapi Papua adalah salah satu daerah termiskin di Indonesia dengan indeks Pembangunan manusia yang rendah. Indikator dapat dilihat dari tingkat Pendidikan dan tingkat Kesehatan. Salah satu bencana kemanusiaan yang terbesar dalam sejarah Papua di tahun 2018 adalah kasus gizi buruk di Kab Asmat, di kampung Nakai Distrik Pulau tiga dan Kota Agats. Minimnya relawan dan banyakknya korban menggerakkan PKM STT Real Batam yang menggandeng dokter relawan dari GBI Myhome Tanjungpinang untuk terjun langsung untuk membantu penanganan gizi buruk dan pengobatan kesehatan lainnya, serta melayani masyarakat. Metode pelaksanaan pada program pengabdian masyarakat ini, yaitu pengobatan langsung dan memberi penyuluhan, pendampingan keluarga keluarga yang kurang memperhatikan Kesehatan. Dari hasil evaluasi dengan team PKM, turun langsung melihat kondisi dan pendampingan kegiatan sangat berguna karena selain mengetahui tingkat Kesehatan masyarakat dan membantu memberi vitamin vitamin dan supplement lainnya, tema juga memberi penyuluhan, membantu mengatasi masalah masalah social yang terdampak dan penanganannya.
Back to Top Top