Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains

Journal Information
EISSN : 2720-9717
Published by: ECOTAS GROUP INDONESIA (10.55448)
Total articles ≅ 23
Filter:

Latest articles in this journal

Fahmi Achta Pratama
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, Volume 3, pp 21-26; https://doi.org/10.55448/ems.v3i1.41

Abstract:
Virus Covid-19 secara global masih belum dapat teratasi dengan semakin bertambahnya kasus-kasus baru. Di Indonesia saat ini juga mengalami pertambahan kasus dan belum dapat dikendalikan. Sebagai unsur yang krusial dalam pandemi Covid-19, pengetahuan yang dimiliki masyarakat tentang Covid-19 sangat diperlukan untuk melakukan pencegahan Covid-19. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pengetahuan yang dimiliki masyarakat dengan pencegahan Covid-19 di masyarakat. Penelitian ini menerapkan metode kajian pustaka dan dalam pengumpulan data peneliti me-review artikel-artikel. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa pengetahuan yang dimiliki masyarakat tentang Covid-19 mempunyai keterkaitan dengan tindakan pencegahan yang dilakukannya. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti sumber informasi, tingkat usia, karakteristik pendidikan dan jenis pekerjaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan sangat berelevansi dengan tindakan yang dilakukan masyarakat karena pengetahuan adalah dasar berpikir untuk melakukan sesuatu, yang dalam hal ini pencegahan Covid-19.
Hofifah Indah Faramita, Hanifaty Fadhilah, Alfi, Hana Indriana
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, Volume 3, pp 11-20; https://doi.org/10.55448/ems.v3i1.35

Abstract:
Sirnabaya and Purwawinangun villages are located in the Gunungjati area, Cirebon Regency, which is an area with a strong tradition. One of them is the Nadran tradition which is carried out as a form of community gratitude for the produce of the earth and the sea. However, the two villages are known for their brutal fighting conflicts. Therefore, this study aims to determine the relationship between traditional values ??and the level of conflict control. The research was conducted with quantitative supported by qualitative methods. The research instrument was a questionnaire to collect data from 40 respondents. In-depth interviews were conducted with 10 informants. Data analysis was performed using Spearman correlation. The results showed that there was a significant relationship between the Nadran tradition and the level of conflict control that occurred between Sirnabaya and Purwawinangun villages. Even though the community knows and applies the noble values ??of the Nadran tradition, the community tends to be involved in conflict. This happens because individuals lose their identity when in a crowd or are called deindividuation symptoms. This research is expected to be a consideration for the committee and the government in regulating the Nadran implementation system so that conflicts can be minimized.
Berta Sylviani Br Ginting, Tatan Sukwika, Marningot T. Natalis Situmorang
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, Volume 3, pp 3-10; https://doi.org/10.55448/ems.v3i1.46

Abstract:
Perusahaan makanan ringan berkomitmen dalam penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) berdasarkan ISO 45001:2018. Oleh karena itu, dilakukan analisis persiapan ISO 45001:2018 untuk mengetahui persiapan perusahaan dalam menerapkan ISO 45001:2018. Tujuan penelitian yaitu mengukur upaya yang telah dirancang dan implementasi rancangan SMK3 berdasarkan ISO 45001:2018 yang dilakukan perusahaan makanan ringan serta mengukur kesesuaian kondisi awal berdasarkan ISO 45001:2018. Analisis data yang dilakukan dengan skala Likert menggunakan uji korelasi spearman. Hasil pemenuhan persiapan SMK3 berdasarkan ISO 45001:2018 diperoleh klausul Konteks Organisasi 50%, klausul Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja 62,5%, klausul Perencanaan 72,5%, klausul Dukungan 89%, klausul Operasional 73%, klausul Evaluasi Kinerja 92% dan klausul Peningkatan 87%. Hasil uji reliabilitas nilai Cronbach Alpha diatas 0,70, uji korelasi spearman bernilai signifikan 0.985. Kesimpulan yang dapat ditarik yaitu perusahaan sebagian besar atau diatas 50% telah mengimplementasikan skema ISO 45001:2018. Adapun klausul yang sebagian besar telah diimplementasikan yaitu Klausul Perencanaan, Dukungan, Operasional, Evaluasi Kinerja, dan Peningkatan. Sedangkan klausul yang kurang diimplementasikan yaitu klausul Konteks Organisasi dan Kepemimpinan serta Partisipasi Pekerja. Secara kesesuaian persiapan ISO 45001:2018 dengan kondisi awal perusahaan menunjukkan kondisi kesesuaian yang baik yaitu sebesar 73,33%.
Aulia'Fi Jalatami, Tiara Putri
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, Volume 2, pp 48-53; https://doi.org/10.55448/ems.v2i2.31

Abstract:
The sea is considered a waste disposal place because of its large volume of water and the ability to dilute all kinds of foreign substances. The community has ignored marine pollution for many years and gradually causes pollution effects from waste disposal. More and more waste is being dumped into the sea and has a high concentration. If waste disposal into the sea is carried out sustainably, it is feared that it will cause global impacts from marine pollution. The purpose of this study was to determine student perceptions of the plastic diet program as an effort to save marine ecosystems. This study uses a qualitative descriptive method, with the distribution of questionnaires, with respondents being a student in DKI Jakarta. From the research results obtained from 31 samples, the perception of students studying in DKI Jakarta towards the plastic diet as an effort to save the marine ecosystem is very positive and supports the movement. This finding is evidenced by the student's knowledge of the importance of maintaining marine ecosystems, the dangers of plastic waste, and efforts to make the plastic diet program successful in DKI Jakarta.
Syafiq Alan Setyawan, Nadila Restu Mutiasari, Zahra Nur Ramadhanti, Ade Suryanda
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, Volume 2, pp 66-71; https://doi.org/10.55448/ems.v2i2.19

Abstract:
Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem yang berperan penting pada pesisir laut yang bekerja sama dengan ekosistem terumbu karang dan hutan bakau. Padang lamun memiliki banyak manfaat dan peranan bagi kehidupan manusia diantaranya yang utama adalah pada bidang perekonomian dan pangan. Selain untuk keberlangsungan hidup manusia, lamun juga bermanfaat untuk hewan-hewan atau berbagai biota laut sebagai tempat hidup dan mencari makan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk membahas peranan padang lamun sebagai tempat tinggal berbagai biota laut khususnya gastropoda. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan dengan data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah terdapat gastropodaThalassia hemprichii yang berasosiasi dengan lamun secara positif dan bertipe penyebaran secara berkelompok. Padang lamun membutuhkan gastropoda untuk membantu pada saat lamun berfotosintesis, sedangkan gastropoda membutuhkan lamun sebagai sumber makanannya.
Mochammad Rafli Noer Haiqal
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, Volume 2, pp 42-47; https://doi.org/10.55448/ems.v2i2.23

Abstract:
Peningkatan karbon dioksida (CO2) yang ada di atmosfer telah menggangu keadaan laut dengan meningkatkan keasamannya sebesar 30 %. Secara global, pH lautan telah turun dari 8,2 ke 8,1, dan bisa turun 0,4 unit lagi pada akhir abad ini. Apabila produksi CO2 yang berlebih terus terjadi, tidak menutup kemungkinan keadaan laut akan semakin memburuk. Tumbuhan di lautan, seperti lamun dan bakau hingga alga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pH lautan. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komponen tersebut, kami bertujuan untuk mensintesis pengetahuan yang tersedia dalam tinjauan global mengenai peranan lamun, bakau, dan alga. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji beberapa artikel terkait. Kami menemukan bahwa lamun mangrove dan alga dapat meningkatkan kemampuan laut untuk mengembalikan keadaan pH kembali normal. Sehingga lamun, mangrove, dan alga dapat mengurangi tingkat keasaman laut.
Dewi Arafa Azra, Dwi Maharani, Sarah Aprilia, Uzzi Ziqma, Resa Septiani Pontoh
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, Volume 2, pp 60-65; https://doi.org/10.55448/ems.v2i2.14

Abstract:
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Indonesia akan menghasilkan beberapa kandungan zat yang dapat mencemari udara. Pencemaran udara yang terjadi dipantau dengan menggunakan Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU yang terdiri dari nilai konsentrasi 5 macam zat sebagai parameter dari indeks pencemaran udara tersebut yaitu partikulat (PM10), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2) dan ozon (O3). Penyebab kebakaran hutan sendiri bermacam-macam, bisa karena alam dan manusia. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh alam dapat terjadi karena musim kemarau yang berkepanjangan, sementara yang disebabkan oleh manusia dapat terjadi karena adanya pembakaran hutan untuk membuka lahan untuk perkebunan baru. Kebakaran hutan dan lahan juga dapat dideteksi, seperti yang sudah disebutkan di atas menggunakan indeks standar pencemaran udara (ISPU). Penelitian ini mengkaji pengaruh kebakaran hutan dan lahan terhadap tingkat pencemaran udara, yang difokuskan untuk meneliti kandungan partikulat (PM10). Metode yang digunakan adalah regresi linear sederhana, yaitu sebuah persamaan yang dapat menggambarkan hubungan antara variabel bebas dan variabel tak bebas. Diperoleh persamaan dari hasil analisis regresi linear sederhana adalah Y=26,605+8,99E-5X, dan dengan tingkat kepercayaan 95%, Luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Ha) Provinsi di Indonesia 2019 (X) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rata-rata Partikulat (PM10) di Provinsi di Indonesia 2019 (Y).
, Refial Fadly, Hermawan
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, Volume 2, pp 54-59; https://doi.org/10.55448/ems.v2i2.47

Abstract:
Standar lingkungan seperti Baku Mutu Udara Ambien (BMUA) merupakan inti dari hukum lingkungan khususnya yang menggunakan pendekatan atur dan awasi. Pertimbangan sains sangat penting dalam menentukan BMUA meskipun bukan satu-satunya hal yang dipertimbangkan. Artikel ini bertujuan untuk mengelaborasi lebih lanjut mengenai masalah interaksi hukum dan sains dalam siklus kebijakan BMUA. Ada berbagai peluang interaksi hukum dan sains dalam seluruh siklus kebijakan BMUA yang dapat berkontribusi pada kebijakan dan hukum lingkungan yang lebih baik. Komunikasi sains dan hukum yang efektif merupakan salah satu hal penting bagi interaksi yang lebih bermanfaat.
Anisa Fitria
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, Volume 2, pp 29-34; https://doi.org/10.55448/ems.v2i1.20

Abstract:
Pemanasan global berdampak pada kehidupan di dunia dan dirasakan oleh seluruh makhluk hidup. Salah satu penyebab terjadinya pemanasan global adalah peningkatan emisi karbon dioksida. Ekosistem Mangrove memiliki fungsi seperti hutan lainnya yaitu menyerap karbon dan juga berperan penting dalam mitigasi pemanasan global. Penelitian ini dilakukan untuk mengulas dan mengetahui pentingnya ekosistem mangrove dalam mitigasi pemanasan global. Metode penelitian yang digunakan studi literatur atau kajian pustaka dengan mengkaji beberapa artikel terkait. Studi literatur digunakan sebagai metode pengumpulan data dengan melakukan penggabungan beberapa data penelitian yang tercantum dalam artikel ilmiah yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan untuk mendapatkan suatu pemecahan masalah. Penelitian relevan dikumpulkan oleh penulis kemudian dikaji lebih dalam untuk membahas kembali peran ekosistem bagi mitigasi pemanasan global. Hasilnya Ekosistem mangrove memiliki potensi mitigasi yang sangat besar untuk mengatasi solusi untuk bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global.
Widya Andharie Rahasthera
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, Volume 2, pp 35-39; https://doi.org/10.55448/ems.v2i1.43

Abstract:
Penurunan kualitas lingkungan seringkali berkaitan dengan keluhan masyarakat terhadap dampak penurunan kualitas tersebut. Dampak penurunan kualitas lingkungan yang menyebabkan pengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat tidak jarang menimbulkan konflik. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendekatan ekosistem sebagai bagian dari analisis konflik lingkungan yang lebih komprehensif dan holistik. Analisis dan pemetaan pemangku kepentingan dalam pendekatan ekosistem merupakan salah satu bagian penting dalam pemetaan konflik aspek sosial ekonomi untuk mendapatkan gambaran yang utuh sehingga dapat membantu upaya penyelesaian konflik lingkungan dengan memperhatikan konteks lokal.
Back to Top Top