Nathiqiyyah

Journal Information
ISSN / EISSN : 2614-7815 / 2745-4207
Total articles ≅ 23
Filter:

Latest articles in this journal

Ruhil Fithry
Nathiqiyyah, Volume 5, pp 1-8; https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v5i1.390

Abstract:
Psychological well being ialah kondisi dari aspek psikologis seseorang sedang bekerja dengan sangat baik. Tentu saja, ini sangat penting bagi individu, termasuk orang tua. Ditemukan salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis adalah religiusitas. Dalam islam religiusitas dapat di intevensikan dalam banyak hal seperti ibadah sholat, puasa, sholawat, haji,doa maupun dzikir. Dalam Penelitian ini peneliti bertujuan untuk membuktikan kebenaran tentang peran agama yakni terapi dzikir dalam meningkatkan kesejahteraan mental lansia. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini ialah literatur review dari database elektronik yaitu google scholar, google gate dan Academic.Edu. Dari tujuh artikel yang menjadi pedoman penelitian terdapat tiga artikel yang menerapkan dzikir sebagai intervensi religusitas dalam meningkatkan psychological well being pada lansia. Dan dalam ketiga penelitian tersebut hanya ada satu penelitian yang menolak adanya hubungan antara religiusitas terapi dzikir terhadap psychoological well being. Dengan ini peneliti mengambil pembenaran bahwa adanya keterikatan antra religiusitas intervensi trapi dzikir dengan psychological well being lansia.
Lailatul Izzah
Nathiqiyyah, Volume 5, pp 34-47; https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v5i1.382

Abstract:
Sekarang ini, banyak sekali berita di televisi maupun di media massa yang memberitakan tentang berbagai kenakalan remaja. Beberapa kasus diantaranya yaitu: pancabulan anak di bawah umur, tawuran antar sekolah menengah atas, pencurian, semakin maraknya komunitas anak punk dan masih banyak lagi kasus-kasus yang lain. Berdasarkan hasil pengamatan, sebagian besar dari kenakalan itu dilakukan oleh remaja laki-laki, tetapi remaja perempuan juga turut serta di dalamnya. Permasalahan inilah yang perlu dikhawatirkan. Bahkan dengan jelas Islam melarang umatnya untuk melakukan hal tersebut. Perlu adanya usaha dari setiap orang untuk membantu mengarahkan anak-anak dan remaja ke kegiatan yang bermanfaat dan positif. Ketika nantinya telah dewasa, besar harapan remaja laki-laki ini dapat tumbuh menjadi pemimpin keluarga atau bahkan pemimpin negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Dan remaja perempuan yang mengasuh serta mendidik anaknya di rumah dengan memasukkan nilai-nilai agama di dalamnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk dapat memahami tentang kesadaran beragama pada remaja baik laki-laki dan perempuan. Pertanyaan penelitian yang timbul yakni bagaimana kesadaran beragama pada remaja itu? Gejala penelitian yang ingin diteliti yaitu kesadaran beragama pada remaja. Subjek yang digunakan adalah remaja laki-laki dan perempuan yang sedang menempuh pendidikan jenjang SMA/MAN, beragama Islam dan menetap di Kota Pekanbaru. Untuk memperoleh data yang diperlukan secara efektif dan efisien maka digunakan metode wawancara terbuka. Hasil analisis data yang ada menunjukkan bahwa remaja laki-laki sudah meyakini bahwa Allah itu benar-benar ada dan Al-Qur’an itu benar adanya walaupun belum bisa menunjukkan salah satu ayat dalam Al-Qur’an sebagai buktinya, menilai kualitas ibadah mereka masih belum bisa dikatakan baik, mampu menghayati pengalaman spiritual yang mereka alami, pada dasarnya memiliki akhlak yang cukup baik dalam berinteraksi di masyarakat, dan memiliki bekal pengetahuan agama yang bisa dibilang cukup. Begitu pula dengan remaja perempuannya, hanya saja mereka kurang berinterakti dengan masyarakat. Selain itu sosok yang memegang peranan penting dalam menanamkan kesadaran beragama pada remaja ini adalah orang tua.
Azka Azifah
Nathiqiyyah, Volume 5, pp 9-13; https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v5i1.473

Abstract:
Religiusitas seorang individu merupakan wujud pengalaman yang mencakup nilai ketuhanan di dalamnya. Religiusitas dalam pandangan psikologi dan islam sama-sama menjadi fungsi utama beragama yang berperan sebagai penuntun individu menuju jalan yang benar serta juga menuntun individu agar menjadi sosok yang baik dan murni melalui ajaran agama yang di dalamnya terkandung sebuah pengingat dan peringatan bagi setiap individu agar dapat mencerminkan ajaran tersebut ke dalam sikap atau perilaku di kehidupan sosial pada kesehariannya. Artikel ini bertujuan untuk mengaitkan berbagai macam pandangan tentang religiusitas melalui sudut pandang psikologi dan islam yang nantinya juga akan dikaitkan pada pentingnya dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur. Hasil dari pembahasan pada artikel ini menunjukkan bahwa religiusitas akan dimiliki oleh setiap individu yang berperilaku sesuai dengan tuntunan agama, menaati ajaran agama dan menerapkannya dalam perilaku pada kehidupan sehari-hari sebagai individu maupun makhluk sosial. Hal ini penting dimiliki bagi setiap individu guna mendapatkan pandangan dan perlakuan yang positif dari orang disekitarnya sebagai bentuk balasan atau respon atas perilaku yang ditampilkan karena mengandung religiusitas di dalamnya.
Desi Astuti, Shanty Komalasari, Yulia Hairina
Nathiqiyyah, Volume 5, pp 14-20; https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v5i1.435

Abstract:
Kendala yang dilalui mahasiswa ketika proses menyusun skripsi semakin bertambah di saat keadaan wabah pandemi Covid-19 melanda. Oleh karenanya mahasiswa diharapkan mempunyai pandangan yang positif, hal ini juga berkaitan dengan kepribadian seseorang yaitu suatu perkembangan diri seseorang yang asalnya dari sifat individu tersebut yang dimiliki ketika manusia dilahirkan ke dunia, salah satunya adalah kepribadian ihsan yaitu kepribadian baik atau positif di dalam islam. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan kepribadian ihsan dengan stres akademik pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 mahasiswa yang sedang menyusun skripsinya. Dari uji korelasi antara kepribadian ihsan dan stres akademik diperoleh hasil koefisien korelasi r= -0,527 dengan p= 0,000 p < 0,05. Dengan  demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara kepribadian ihsan dan stres akademik pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, hal ini menunjukan bahwa mahasiswa yang menyusun skripsi memiliki kepribadian ihsan yang tinggi dalam aplikasi sehari-harinya maka akan sukar mengalami stres akademik. Sebaliknya, jika mahasiswa yang menyusun skripsi memiliki kepribadian ihsan yang rendah dalam aplikasi sehari-harinya maka akan mudah mengalami stres akademik.
Uly Gusniarti, Rina Mulyati
Nathiqiyyah, Volume 5, pp 21-34; https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v5i1.406

Abstract:
The period of the 2000s in university are dominated by college students from Generation Y or also known as the Millennium/Millennial. They bornwhen the innovation of modern science and technology have growth rapidly. This research aims to find the dominant values of students from generation Y in Yogyakarta and to confirm the differences between types of values at state and private universities students. The instrument that used to detect the type of student’s value was SoV (Study of Values) that developed by Allport, Vernon and Lindzey. There are six types of measured values, i.e. theoretical, economic, aesthetic, social, political, and religious. Subjects in this study were students from State Universities and Private Universities that derived from various faculties and departments. State Universities were represented by the two universities (90 students) and Private Universities represented by three universities (135 students). The results of the analysis using Independent Sample T Test showed that there was no difference in the type of the students value in state and private universities. The higher classification based on mean score of students’ value were social and economic types. While the type of theoretical, aesthetic, religious, and political values have mean scores in the medium category.
Achmad Farid Baktiar, Angga Prasetya, Sy. M.H. Imamul Arifin S
Nathiqiyyah, Volume 4, pp 1-6; https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v4i2.306

Abstract:
Abstak Sistem Pembangkit Energi (SPE) merupakan jurusan yang berfokus pada proses konversi energi dan pembangkit energi. Pada prodi ini, proses pembelajaran lebih mengedepankan praktikum ketimbang teori agar mahasiswa lebih memahami konsep dari konversi energi. Akan tetapi, pembelajaran materi melalui praktikum ditiadakan karena munculnya virus baru di Indonesia. Hal ini mengakibatkan pembelajaran pada prodi SPE dilakukan secara daring dan membuat mahasiswa mengalami social media fatigue yaitu perasaan subjektif pengguna media sosial yang dapat menimbulkan rasa kecewa, dan kehilangan minat, atau motivasi terutama bagi mahasiswa karena banyaknya informasi yang diperoleh secara langsung.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak-dampak dari pembelajaran secara daring terhadap mahasiswa SPE PENS angkatan 2021 Kata Kunci: mahasiswa,sosial media fatigue,kehilangan minat Abstract Energy Generation System is a major that focuses on the process of energy conversion and energy generation. In this study program, the learning process prioritizes practicum rather than theory so that students better understand the concept of energy conversion. However, learning material through practicum was canceled due to the emergence of a new virus in Indonesia. This results in online learning in the SPE study program and makes students experience social media fatigue, namely the subjective feelings of social media users which can lead to disappointment, and loss of interest, or motivation, especially for students because of the large amount of information obtained directly. is to find out the impacts of online learning on energy generation system PENS students batch 2021. Keywords: students, social media fatigue, lost of interest
Zidan Zulfikar
Nathiqiyyah, Volume 4, pp 27-33; https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v4i2.365

Abstract:
Abstrak Fenomena pacaran adalah hal yang wajar bagi mahasiswa, di mana ada dua lawan jenis menghabiskan waktu bersama. Dalam prefektif psikologi pacaran sendiri dapat menimbulkan konsentrasi yang baik dan juga dapat menimbulkan konsentrasi yang buruk, bukan hanya konsentrasi yang akan terpengaruh, Kesehatan fisik, gangguan mental, dll juga akan terpengaruh. Tergantung hubungan pasangan yang di jalani. Namun pacaran ini termasuk hal yang diharamkan dalam Islam. Pada jurnal ini hal yang akan dibahas yaitu mengenai pengaruh pacaran terhadap konsentrasi mahasiswa di PENS. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini yaitu berupa metode kualitatif. Data didapatkan dengan menanyakan pendapat kepada partisipan tentang pengaruh pacaran terhadap prestasi belajar mereka. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pacaran memang memiliki pengaruh terhadap konsentrasi belajar mahasiswa. Mengganggu konsentrasi belajar, menurunkan prestasi kuliah, dapat memengaruhi hubungan seseorang baik dengan teman maupun keluarga, juga menyebabkan lupa hal-hal karena memikirkan pacar. Berbagai metode ada di dalam islam maupun di luar untuk meningkatkan konsentrasi belajar. Bisa dengan melakukan olahraga dan meditasi secara rutin, berdoa ketika ingin belajar, dan juga berwudhu sebelum melakukan sebuah kegiatan. Abstract The phenomenon of dating is a natural thing for students, where there are two opposite sexes spending time together. In prefective psychology, dating itself can cause good concentration and can also cause poor concentration, not only concentration will be affected, physical health, mental disorders, etc. will also be affected. It depends on the couple's relationship. However, this courtship is forbidden in Islam. In this journal, what will be discussed is the influence of courtship on the concentration of students in EEPIS. The research method used in this journal is a qualitative method. The data was obtained by asking participants' opinions about the effect of courtship on their learning achievement. The results of the research that have been carried out show that dating does have an influence on the concentration of student learning. Disrupts learning concentration, lowers college achievement, can affect one's relationships with friends and family, also causes forgetting things because of thinking about a boyfriend. Various methods exist within Islam as well as outside to increase the concentration of learning. You can do sports and meditation regularly, pray when you want to study, and also perform ablution before doing an activity.
Tafsiruddin Tafsiruddin
Nathiqiyyah, Volume 4, pp 35-46; https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v4i2.369

Abstract:
Adanya media sosial sebenarnya merupakan bentuk terwujudnya kemajuan dalam tekhnologi informasi dan komonikasi, media sosial memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap individu seseorang, karena manusia satu dengan yang lain tentunya memiliki pemikiran yang berbeda-beda, meliki sikap yang tidak sama, cita-cita dan keinginannya pun juga tidak sama, ketika mereka melakukan kerjasama dalam sosial kehidupan sehara-hari maka perbedaan itu sebagai penunjang untuk memperoleh kesempurnaan dalam hubungan sosialnya. Saat ini manusia sangat dimudahkan dalam melakukan komunikasi secara virtual, manusia satu dengan yang lainnya dapat memanfaatkan berbagai macam medisa sosial untuk di jadikan sebagai alat berkomunikasi, memberikan iformasi kepada sahabat, saudara hinga jama’ahnya, kita sebagai dosen prodi pengembangan masyarakat islam rasanya memiliki tanggung jawab besar atas kondisi keadaan masyarakat pada saat ini, dimana masyarakat secara umum kadang kala mereka menelan seutuhnya apapun informasi yang diperoleh dari media siosial, oleh karena itu kita sebagai orang akademisi, pendakwah, harus bisa memahamkan kepada manusia secara umum bahwa ambillah informasi-informasi yang positif, yang sekira memberikan kontribusi kemanfaatan terhadap pola kehidupan kita, pola pemikiran kiata. Media sosial adalah salah satu media sosial dikalangan masyarakat baik muda ataupun tua pasti mereka mengenal apa itu facebook. Seperti yang diketahui, facebook sudah menjadi bagian dari kehidupan dizaman masa kini, Facebook merupakan media sosial yang sangat dikenal dan dipahamai oleh masyarakat belahan dunia, dalam media facebook manusia dapat menuangkan keingannya dan gagasannya untuk disampaikan kepada teman-temannya sehingga masyarakat yang tidak dikenal secara luas, dengan demikian maka sangat menjadi penting bagi para da’i dalam menyebarkan dakwah islamiyahnya, bila para mubaligh mau menuangkan gagasan dakwah dan pengatauhan agamanya pada media sosial berupa facebook atau yang lainnya tentu ini merupakan seuatu yang sangat positif untuk kemajuan dakwah Islamiyah, karena disadari atau tidak media sosial akan memberikan dampak pada masyarakat, dapat mempangarui pola fikir masyarakat secara menyeluruh.
Agung Nugraha Nursya'Bana Agung
Nathiqiyyah, Volume 4, pp 7-14; https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v4i2.340

Abstract:
Abstrak Remaja merupakan proses peralihan dari anak anak menuju dewasa. Pada masa ini seseorang mengalami perubahan emosi yang signifikan dan tidak stabil. Biasanya remaja suka melakukan hal hal seenaknya sendiri tanpa mempertimbangkan dampak panjangnya contohnya seperti sering melakukan begadang. Bila begadang terlalu sering maka seseorang tersebut dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan tubuh dan berpengaruh juga ke kesehatan mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak-dampak dari Begadang Terhadap kesehatan Mental Remaja serta memberikan jalan keluar dari gangguan untuk remaja yang terjebak dalam siklus begadang dan tidak dapat kembali ke jam normalnya Kata Kunci: Remaja, Begadang, Kesehatan Mental Abstract Adolescence is a process of transition from children to adults. At this time a person experiences significant emotional changes and is unstable. Usually, teenagers like to do things on their own without considering the long-term impact, for example, often staying up late. If you stay up too often, a person can experience various health problems and affect their mental health. This study aims to determine the impacts of staying up late on the mental health of adolescents and to provide a way out of the disorder for adolescents who are trapped in the cycle of staying up late and unable to return to their normal hours. Keywords: Teenagers, Staying Up Late, Mental Health
Back to Top Top