TIERS Information Technology Journal

Journal Information
ISSN / EISSN : 2723-4533 / 2723-4541
Published by: Universitas Pendidikan Nasional (10.38043)
Total articles ≅ 12
Filter:

Latest articles in this journal

I Gusti Ngurah Agung Pawana, Hendri Gunawan, Adhi Paramartha
TIERS Information Technology Journal, Volume 2, pp 16-23; https://doi.org/10.38043/tiers.v2i2.3313

Abstract:
IDE (Integrated Development Environment) adalah sebuah aplikasi perangkat lunak yang menyediakan fungsi untuk memudahkan pengembangkan perangkat lunak. Integrated development environment (IDE) adalah rangkaian perangkat lunak yang menggabungkan alat dasar yang diperlukan untuk menulis dan menguji perangkat lunak. Pengembang menggunakan banyak alat di seluruh pembuatan, pembuatan, dan pengujian kode perangkat lunak. Alat pengembangan sering kali mencakup editor teks, pustaka kode, kompiler, dan platform pengujian. Tanpa IDE, pengembang harus memilih, menyebarkan, mengintegrasikan, dan mengelola semua alat ini secara terpisah. IDE menyatukan banyak alat terkait pengembangan tersebut sebagai kerangka kerja, aplikasi, atau layanan tunggal. Toolset terintegrasi dirancang untuk menyederhanakan pengembangan perangkat lunak dan dapat mengidentifikasi dan meminimalkan kesalahan pengkodean dan kesalahan ketik. Beberapa IDE adalah open source, sementara yang lain adalah penawaran komersial. IDE dapat berupa aplikasi yang berdiri sendiri atau dapat menjadi bagian dari paket yang lebih besar.
I Wayan Sukadana, I Made Pande Darma Yuda
TIERS Information Technology Journal, Volume 2, pp 37-43; https://doi.org/10.38043/tiers.v2i2.3310

Abstract:
Perkembangan Teknologi yang semakin meningkat dan berkembang dapat memudahkan orang-orang yang kreatif dalam merancang system dan elektronik. Pada elektronik terdapat komponen yang sangat penting untuk menunjang komponen dan memberikan jalur penghubung antar komponen yaitu papan PCB. Sebelum adanya technology CAD untuk membuat PCB para pengembang technology Smart System/Internet of Things masih membuat PCB dengan cara manual namun seiring berjalannya waktu dan dengan berkembangnya teknologi sekarang membuat PCB sudah mudah dengan adanya Computer-Aided Design (CAD). Teknik awal seorang pengembang IoT/Smart System membuat PCB yaitu masih dengan cara membuat tata letak komponen dan menyesuaikan skala dengan komponennya setelah itu baru proses menggambar jalur menggunakan spidol permanen yang dibuat sedemikian rupa dengan apa yang telah digambarkan terlebih dahulu baru dilakukannya proses eatching. Setelah adanya technology CAD terdapat banyak perubahan disetiap tahap pembuatannya jadi tidak perlu menggambar tata letak komponen dan menyesuaikan sklanya dengan CAD itu semua sudah otomatis di tentukan. Pada pembuatan PCB dengan CAD bisa menampilkan bagian silk atau gambar bagian depan sehingga bagian silk tersebut bisa ditempel ke bagian atas PCB untuk memudahkan menentukan tempat komponennya. Proses pembuatannya juga lebih efisien dan lebih teratur dengan menggunakan CAD dari pada membuat secara manual sehingga dengan adanya Computer-Aided Design (CAD) sangat membantu dalam proses pembuatan desain PCB.
I Putu Oka Wisnawa, I Putu Widia Prasetia, Cardian Althea Stephanie Lahallo
TIERS Information Technology Journal, Volume 2, pp 24-30; https://doi.org/10.38043/tiers.v2i2.3312

Abstract:
Provisioning perangkat IoT adalah salah satu langkah pertama yang harus dilakukan dalam pengembangan dalam jaringan Internet of Things (IoT). Istilah Provisioning untuk perangkat IoT berarti mengembangkan perangkat IoT ke kondisi dimana perangkat tersebut dapat diserahkan ke pengguna akhir untuk penggunaan khusus secara fungsionalnya masing-masing. Provisioning perangkat IoT dilakukan ketika mendaftarkan perangkat atau sensor baru ke sistem, kemudian melakukan konfigurasi untuk mengirim data ke sistem dan melakukan autentikasi ke jaringan cloud atau jaringan lokal perusahaan. Dalam proses Provisioning diperlukan adanya otentikasi, karena proses otentikasi digunakan untuk memastikan hanya perangkat yang aman dan terdaftar pada sistem yang ditambahkan ke jaringan perusahaan. Otentikasi mencakup proses verifikasi perangkat dengan sertifikasi dan kredensial yang benar. Perangkat dapat berkomunikasi dengan platform IoT atau server lokal dengan koneksi aman seperti menggunakan sertifikat SSL/TLS atau dengan token yang memerlukan nama dan kata sandi. Perangkat dapat mengunggah data yang berisikan peringatan atau hasil yang didapatkan dalam banyak cara. Baik dari perangkat yang secara langsung menambahkan data ke platform, atau perangkat mengirimkan data terlebih dahulu ke server lokal baru kemudian mengirimnya ke Platform IoT yang berbasis cloud. ThingsBoard merupakan salah satu platform IoT open-source dengan antarmuka website yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengembangan, pengelolaan, pengumpulan data, visualisasi, dan manajemen perangkat. ThingsBoard berkomunikasi dengan perangkat dengan protokol-protokol umum yang biasa digunakan seperti MQTT, CoAP, dan HTTP. ThingsBoard memungkinkan pengguna untuk melakukan perancangan dan konfigurasi dashboard IoT yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pengguna. Fitur Auto Provisioning adalah salah satu fitur yang ditawarkan oleh Platform ThingsBoard yang memungkinkan melakukan Provisioning perangkat secara tepat waktu tanpa memerlukan intervensi dari manusia. Fitur Auto Provisioning memungkinkan Provisioning jutaan perangkat IoT ke server dengan cara yang aman dan terukur. Ada banyak skenario Provisioning di mana fitur Auto Provisioning adalah pilihan yang tepat untuk membuat perangkat terhubung dan terkonfigurasi ke server. Dari segi keamanan platform ThingsBoard ini dilengkapi sistem keamanan berbasis token akses, MQTT basic credentials, dan Otentikasi berbasis sertifikat X.509.
I Gusti Ngurah Darma Paramartha, I Nyoman Hary Kurniawan, Gde Brahupadhya Subiksa, Ayu Satya Kartika
TIERS Information Technology Journal, Volume 2, pp 31-36; https://doi.org/10.38043/tiers.v2i2.3311

Abstract:
Perangkat Internet of Things(IoT) yang diimplementasikan di banyak tempat dapat mengalami perubahan berupa updatefirmware. Update firmware pada sebuah perangkat Internet of Things (IoT) biasanya dilakukan dengan cara mengambil perangkat Internet of Things(IoT), lalu menghubungkan ke komputer menggunakan kabel USB, selanjutnya melakukan update firmware terhadap perangkat Internet of Things(IoT) dan mengembalikan perangkat ke tempat. Dengan adanya metode pembaruan Over The Air (OTA), pembaruan firmware pada perangkat Internet of Things(IoT) dapat dilakukan tanpa harus datang ke tempat perangkat Internet of Things (IoT) tersebut. Sehingga ketika terdapat pembaruan firmware, perangkat Internet of Things (IoT) dapat langsung melakukan download dan menginstall sendiri tanpa intervasi manusia. Over The Air update firmware adalah memuat firmware hasil build dari Arduino IDE pada perangkat Internet of Things (IoT) menggunakan antar muka jaringan Wi-Fi, pada penelitian ini perangkat mikrokontroller yang digunakan yaitu ESP32. Platform yang digunakan yaitu ThingsBoard yang bersifat open-source. Platfrom ThingsBoard ini memungkinkan untuk mengunggah dan mendistribusikan pembaruan Over The Air (OTA) ke perangkat Internet of Things (IoT). Administrator pada Thingsboard dapat mengunggah firmware atau paket perangkat lunak ke repositori Over The Air (OTA), lalu menetapkannya ke Profil Perangkat atau Perangkat Internet of Things (IoT) . ThingsBoard akan memberi tahu perangkat tentang pembaharuan yang tersedia dan menyediakan API khusus protokol untuk mengunduh firmware. Platform ThingsBoard ini akan melacak status pembaruan dan menyimpan riwayat pembaruan. Proses pembaruan ini dapat dipantau menggunakan dashboard. Platform ThingsBoard ini bisa digunakan secara gratis maupun berbayar tergantung kebutuhan dari proyek Internet of Things(IoT). Bukan hanya itu saja platform ThingsBoard ini dilengkapi sistem keamanan berbasis token akses, MQTT basic credentials, dan Otentikasi berbasis sertifikat X.509.
Gede Humaswara Prathama, Dhipa Andaresta, Kadek Darmaastawan
TIERS Information Technology Journal, Volume 2, pp 1-9; https://doi.org/10.38043/tiers.v2i2.3329

Abstract:
Teknologi dibuat untuk mempermudah manusia melakukan berbagai jenis pekerjaan. Salah satu teknologi yang sangat populer pada saat ini yaitu Internet of Things. Penerapan teknologi Internet of Things banyak digunakan di berbagai bidang pada saat ini. Salah satu contohnya yaitu di bidang pertanian dan kesehatan. Internet of Things di bidang tersebut biasanya digunakan untuk melakukan monitoring atau sistem kontrol. Untuk mempermudah melakukan kontrol khususnya dalam memperlihatkan hasil data yang dikontrol tersebut , menggunakan Thingsboard adalah salah satu caranya. Thingsboard memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai broker di dalam terminologi IoT (core services) dan sebagai penyaji data (web User Interface). Thingsboard juga memberikan beberapa contoh project yang mungkin mendekati kebutuhan dan juga menyediakan installer yang bisa diinstal di komputer contohnya yaitu dengan OS Windows, Linux, atau di Raspberry Pi.
Agus Putu Abiyasa, I Kadek Arta Wiguna, I Gusti Ayu Wulan Krisna Dewi
TIERS Information Technology Journal, Volume 2, pp 10-15; https://doi.org/10.38043/tiers.v2i2.3315

Abstract:
Energi listrik merupakan kebutuhan primer yang digunakan dalam kehidupan. Energi listrik dapa bersrumber dari banyak hal seperti energi batu bara, minyak, angin, nuklir serta energi matahari. Energi matahari merupakan salah satu energi terbarukan yang dimana pemanfaatan enargi matahari di Indonesia masih belum optimal padahal energi matahari di Indonesia sangatlah melimpah. Dalam penggunaan energi listri sering kali mengalami permasalahan padamnya energi listrik dan tidak memiliki sumber energi cadanganan sehingga menghambat kegiatan manusia khususnya dibidang pertanian hidroponik. Pertanian hidroponik sangan bergantung pada energi listrik untuk menyakan perangkat seperti pompa dan blower. Maka dari itu penelitian ini membahas tentang sistem hybrid power yang berteknologi IoT yang dirancang sesuai sandar industri dengan metode pencarian literasi, perancangan serta perencanaan, etching dan soldering serta pengujian.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan sebuah alat yang berkemampuan hybrid power antara energi listrik PLN dengan Energi listrik matahari, agar bisa membantu petani di bidang hydroponik. Hasil dari penelitian ini berupa design instrumen smart system berteknologi IoT dan hybrid power.
I Putu Widia Prasetia, I Nyoman Hary Kurniawan
TIERS Information Technology Journal, Volume 2; https://doi.org/10.38043/tiers.v2i1.2844

Abstract:
Perusahaan yang bergerak dibidang komersil perlu melakukan analisis kinerja penjualan. Dengan melakukan analisis kinerja penjualan, perusahaan dapat meningkatkan kinerja penjualannya. Salah satu cara melakukan analisis kinerja penjualan adalah dengan mengumpulkan data historis yang berkaitan dengan penjualan dan kemudian mengolah data tersebut sehingga menghasilkan informasi berupa hasil kinerja penjualan perusahaan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan. Penulis disini akan mencoba menganalisa sebuah data yang terkait dengan data penjualan yang ada pada sebuah Superstore di Negara Amerika Serikat, data-data yang dikumpulkan berikut terkait dengan penjualan seperti data produk, segment penjualan, transaksi penjualan, dan lain-lain. Setelah semua data yang dibutuhkan untuk membangun Data warehouse terkumpul, proses selanjutnya adalah ETL (Extract, Transform dan Load) data. Tools yang digunakan pada proses ETL ini yaitu Pentaho. Pada proses ekstraksi data ini meliputi 1 sumber data yaitu data penjualan dengan jenis file excel. Setelah melakukan proses ektraksi selanjutnya ada proses transformasi data yaitu melakukan beberapa perubahan terhadap data yang sudah diekstraksi agar lebih konsisten dan seragam sesuai dengan kebutuhan data warehouse. Setelah transformasi dilakukan, hasil akhir dari proses ETL tersebut berupa Data warehouse sederhana yang berisikan data Customer, Home Office dan Corporate, kemudian data tersebut dimasukkan ke dalam Data warehouse dan di tampilkan kedalam Database MySql dan file Microsoft Excel.
I Wayan Sukadana
TIERS Information Technology Journal, Volume 2; https://doi.org/10.38043/tiers.v2i1.3059

Abstract:
Saat ini kita sedang barada dalam kondisi Pandemi Covid-19 atau yang umum dikenal oleh masayarakat luas dengan sebutan Virus Corona. Covid-19 adalah virus yang menyerang system pernafasan hingga menyebabkan kematian. Salah satu anjuran pemerintah bahwa untuk mengantisipasi diri kita terhadap virus ini adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh kita dengan pola hidup sehat. Saat ini di semua area public selalu disediakan Thermogun yang dioperasikan oleh operator untuk pengecekan suhu tubuh. Sistem yang dirancang adalah system yang dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang secara langsung tanpa operator yang membawa alat pengukur suhu (Thermogun). Cara kerja Thermometer Bicara ini adalah jika sensor jarak typeHC04 mendeteksi objek dengan jarak maksimal 5cm maka sensor suhu mulai membaca suhu tubuh pengguna dan akan ditampilkan pada LCD dan juga diinformasikan dengan suara. Jika suhu tubuh terdeteksi 37ºC maka buzzer akan aktif dan speaker akan mengeluarkan suara peringatan. Alat ini menggunakan modul compatible microcontroller ESP8266 sebagai pusat kendali alat dengan sumber tegangan 9 volt DC dan menggunakan box plastic sebagai media Prototype Thermometer. Pengujian yang dilakukan dengan membandingkan Prototype Thermometer dengan Thermogun dalam kondisi normal di dapat pengukuran suhu tubuh yang terukur rata-rata yaitu 36,2ºC sampai 36,8ºC. Dari hasil pengujian yang dilakukan sebanyak 10 kali terhadap system yang dibuat dengan thermogun konvensional terdapat perbedaan suhu antara 0ºC - 0,4ºC. Dimana 2 kali pengujian terjadi perbedaan suhu antara 0,2 ºC dan 0,4ºC dan untuk 8 kali pengujian terjadi penurunan suhu sebesar 0,1ºC-0,3ºC. Sehingga kalau mengacu pada hasil pengujian, maka terdapat selisih suhu dari system yang dibuat dengan thermogun sebesar 0ºC- 0,4 ºC.
Bayu Artha
TIERS Information Technology Journal, Volume 2; https://doi.org/10.38043/tiers.v2i1.2837

Abstract:
Pembuatan rencana anggaran dan biaya dalam sebuah proyek sering dilakukan secara manual yang tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya. Dalam menentukan rencana anggaran dan biaya, ada banyak jenis pekerjaan seperti pekerjaan persiapan, pekerjaan beton bertulang, dan pekerjaan baja, sehingga cukup sulit untuk dikerjakan. Rencana anggaran dan biaya juga hanya bisa dikerjakan oleh tenaga ahli pada bidang tersebut sehingga membutuhkan biaya pengerjaan yang cukup mahal. Dari permasalahan yang sudah dijabarkan diatas maka dibutuhkan sebuah program yang dapat mempermudah perhitungan rencana anggaran dan biaya khususnya di pekerjaan baja (WF Beam). Dalam hal ini, kami membuat sebuah program menggunakan bahasa python yang perlu menginputkan beberapa data seperti panjang batang, jumlah batang, jenis baja, harga baja, dan upah pekerjaan sehingga akan langsung menghasilkan nilai atau besaran dari volume dan harga suatu pekerjaan baja yang dapat membantu kontraktor khususnya sub kontraktor baja dalam melakukan perhitungan pekerjaan baja (WF Beam).
I Wayan Sukerta Wijaya, I Gede Harjumawan Wiratmaja Ks., I Dewa Made Agung Pramana Setya Bintara, I Komang Gede Ryan Aditya Permana
TIERS Information Technology Journal, Volume 2; https://doi.org/10.38043/tiers.v2i1.2840

Abstract:
Python dan phycharm adalah salah satu bahasa pemrograman dari beberapa bahasa pemrograman seperti java, C, C++ dan lain-lain. Python merupakan salah satu dari bahasa pemrogramam tingkat tinggi. Salah satu contoh perhitungan yang dilakukan pada bidang Teknik Sipil adalah menghitung jumlah bata dan bidang dinding pada suatu ruangan. Dengan adanya program ini, maka diharapkan para insinyur sipil dapat mendapatkan hasil perhitungan jumlah bata dan luas bidang dinding dengan lebih cepat dan akurat. Tipe Data yang terdapat pada Python yaitu tipe data angka, data teks, dan data boolean. Dalam melakukan perencanaan jumlah batu bata, data dari dimensi batu bata yang digunakan adalah data nilai tebal dan panjang dari batu bata tersebut. Selain itu juga diperlukan data dari tebal spesi yang akan digunakan untuk menyusun batu bata nantinya. Dari hasil yang sudah didapatkan, program berjalan dengan baik tanpa adanya error selama beberapa kali percobaan, Namun, error ditemukan pada program saat pada bagian perulangan pada program berjalan. Error terjadi karena kurangnya perintah yang dapat mengembalikan program ke penginputkan kembali jika user salah menginputkan kata-kata. Perancangan program menghitung jumlah bata pada ruangan menggunakan bahasa python sudah berhasil dibuat dengan menampilkan hasil perhitungan yang tepat. Namun, terdapat error yang terjadi pada program pada bagian perulangan jika user salah menginputkan kata.
Back to Top Top