ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2808-1641 / 2808-151X
Published by: Institut Seni Indonesia Yogyakarta (10.24821)
Total articles ≅ 10
Filter:

Latest articles in this journal

Jody Santoso
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, Volume 1, pp 67-72; https://doi.org/10.24821/jap.v1i2.5955

Abstract:
Koleksi perpustakaan terus mengalami perkembangan dengan pesat seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang dapat menyebabkan banjir informasi. Hal itu berdampak pada pemakai informasi yang merasa terkendala dalam memilih dan mendapatkan informasi yang relevan dengan apa yang dibutuhkannya. Daya tarik kemas ulang informasi koleksi perpustakaan dapat menjadi salah satu solusi untuk menjawab kegelisahan para pemakai informasi. Dengan kemas ulang informasi koleksi perpustakaan yang dapat menghasilkan kemasan informasi yang lebih menarik, relevan, dan cepat dalam temu kembali informasi, menjadikan pemustaka dapat dengan cepat, tepat, dan mudah menemukan informasi yang dibutuhkan sehingga merasa puas terhadap layanan perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka. Pemustaka akan diuntungkan dengan adanya kemas ulang informasi koleksi perpustakaan karena akan menghemat biaya dan waktu dari pemustaka dalam proses pencarian, pemilihan dan pemerolehan informasi yang dibutuhkan. Library collections continue to develop rapidly, and information technology development that can cause a flood of information. It impacts information users who feel constrained in choosing and getting information that is relevant to what they need. The appeal of repacking library collection information can be one solution to answer the anxiety of information users. By repacking library collection information that can produce more engaging, relevant, and fast packaging of information in re-meeting information, making the library can quickly, precisely, and easily find the required information so that they are satisfied with library services in meeting their information needs. The library will benefit from the re-mission of library collection information because it will save the cost and time of the library in the process of searching, selecting and obtaining the required information.
Sartini Sartini, Sugeng Priyanto
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, Volume 1, pp 47-54; https://doi.org/10.24821/jap.v1i2.6038

Abstract:
Riset ini dilatarbelakangi oleh fenomena efek suara gamelan yang terjadi di ruang kuliah yang terdengar hingga perpustakaan di lingkungan FSP ISI Surakarta. Yang ingin diungkap dalam riset ini adalah 1) Bagaimana pemustaka meresepsi suara gamelan ketika melakukan aktivitas literasi di Perpustakaan Lingkungan Fakultas Seni Pertunjukan? 2) Bagaimana implikasi suara gamelan terhadap tingkat kenyamanan aktivitas literasi di Perpustakaan lingkungan Fakultas Seni Pertunjukan? Untuk mengungkap permasalahan digunakan teori kenyamanan Katharine Kolcaba tentang kenyamanan psikospiritual dan kenyamanan lingkungan serta psikologi musik Djohan Salim tentang musik dan emosi manusia. Penelitian ini dilakukan mengunakan kombinasi model, atau desain sequential explanatory (urutan pembuktian), yaitu metode yang menggabungkan kuantitatif dan kualitatif secara beurutan. Tahap pertama dilakukan dengan metode kuantitatif, yakni dengan mendistribusikan kuesioner kepada para pemustaka. Lantas selanjutnya dilakukan dengan metode kualitatif meliputi: observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis. Hasil dari penelitian ini adalah, 1) suara gamelan dirasa tidak mengganggu. 2) Suara gamelan dianggap lazim, sebagai kampus seni, dan dirasa bukan menjadi hal yang menggangu dalam aktivitas berliterasi. 3) suara gamelan dianggap sebagian pemustaka sebagai hal yang memberikan pengaruh baik terhadap kenyamanan mereka, artinya secara psikologi memberikan dampat baik dan tentu membuat nyaman di dalam ruangan. 4) Suara gamelan dianggap tidak perlu menjadi hal yang diperdebatkan. 5) Kenyamanan selalu berbanding lurus dengan pengalaman ketubuhan manusia, suara gamelan merupakan entitas yang menjadi pengalaman mayoritas mahasiswa ISI Surakarta, sehingga di dalam aktivitas literasi tidak menjadikan gangguan secara umum. This research is motivated by the phenomenon of gamelan sound effects that occur in lecture halls which are heard to the library in the Faculty of Performing Arts at Indonesian Institute of the Arts Surakarta environment. This research wants to reveal 1) How does the user perceive gamelan sound when doing literacy activities in the Environmental Library of the Performing Arts Faculty? 2) How the implications of the voice of gamelan to the comfort level of literacy activities in the Library of the Performing Arts Faculty? To uncover the problem Katharine Kolcaba's comfort theory is used about psychospiritual comfort and environmental comfort and Djohan Salim's music psychology about music and human emotions. This research was conducted using a combination of models, or sequential explanatory designs (sequences of proof), a method that combines quantitative and qualitative sequentially. The first stage is done by quantitative methods, namely by distributing questionnaires to users. Then the next is done by qualitative methods include: observation, interviews, documentation, and analysis. The results of this research are, 1) the sound of the gamelan is consistently felt not disturbing. 2) the sound of gamelan is considered to be common, as an art campus, and is not considered to be a disturbing thing in literated activities. 3) the sound of gamelan is considered part of the visitors as a matter of good influence on their comfort, meaning psychologically giving a good impact and of course making it comfortable in the room. 4) the sound of the gamelan is unnecessarily staged. 5) comfort is always directly proportional to the experience of human body, the sound of gamelan is an entity that is the experience of the majority of Indonesia Insititute of the Arts Surakarta students, so that literacy activities do not cause general disturbance.The results of this research are, 1) the sound of the gamelan is consistently felt not disturbing. 2) the sound of gamelan is considered to be common, as an art campus, and is not considered to be a disturbing thing in literated activities. 3) the sound of gamelan is considered part of the visitors as a matter of good influence on their comfort, meaning psychologically giving a good impact and of course making it comfortable in the room. 4) the sound of the gamelan is unnecessarily staged. 5) comfort is always directly proportional to the experience of human body, the sound of gamelan is an entity that is the experience of the majority of Indonesia Insititute of the Arts Surakarta students, so that literacy activities do not cause general disturbance.
Isti Suratmi
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, Volume 1, pp 55-59; https://doi.org/10.24821/jap.v1i2.5952

Abstract:
Perpustakaan merupakan salah satu lembaga penyedia informasi. Untuk itu perpustakaan harus mampu menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pemustakanya. Perpustakaan juga harus meningkatkan layanannya agar kebutuhan informasi pemustaka dapat terpenuhi, mengingat kebutuhan informasi pemustaka yang semakin kompleks dan beragam. Untuk menjaga dan meningkatkan kepuasan pemustaka atas layanan perpustakaan maka berbagai hal dapat diupayakan termasuk menjalin kerja sama dengan perpustakaan. Dengan adanya kerja sama ini memungkinkan pemustaka untuk dapat mengakses informasi yang dimiliki perpustakaan lain dan sumber informasi di luar perpustakaannya. Melalui kerjasama ini akan saling melengkapi dan lebih dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustakanya. Library is one of the institutions providing information. For this, the library must be able to provide the information needed by the library. The library must also improve its services so that the information needs of the library can be met, given the increasingly complex and diverse information needs of the library. To maintain and increase the satisfaction of the library for library services, various things can be pursued including establishing cooperation with the library. This partnership allows the library to access information that other libraries have and sources of information outside their libraries. Through this cooperation will complement each other and be better able to meet the information needs of the library.
Sri Anik Lestari
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, Volume 1, pp 39-46; https://doi.org/10.24821/jap.v1i2.6016

Abstract:
Kasus pandemi-Covid 19 yang meningkat memiliki pengaruh yang besar pada bidang perpustakaan. Oleh karena itu perlu strategi agar perpustakan tetap dapat menjalankan tugas dan fungsinya. Salah satu strategi adalah melaksanakan inovasi layanan perpustakaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui inovasi layanan “SAPA RATU” di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta. Layanan ini merupakan jenis layanan drive thru untuk layanan peminjaman dan pengembalian buku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui pengamatan, dokumentasi, wawancara dan tinjauan literature. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pembahasan dan penarikan kesimpulkan. Data yang ada dari fakta yang terjadi pada layanan “SAPA RATU”. Pembahasan dalam penelitian ini tentang layanan “SAPA RATU” sesuai dengan 5 (lima) kriteria inovasi layanan publik sesuai Permen PANRB Nomor 7 Tahun 2021 yaitu kebaruan, efektif, bermanfaat, dapat ditiru dan berkelanjutan. Dari kriteria tersebut dapat diketahui kendala terkait efektifitas waktu, pengguna layanan masih rendah, promosi layanan belum maksimal. Sedangkan saran yang diberikan yaitu publikasi yang lebih sering dan sistem yang efektif agar tujuan dari inovasi layanan tersebut dapat mencapai. The increasing cases of the COVID-19 pandemic have had a significant impact on the library field. Therefore, a strategy is needed so that libraries can still carry out their duties and functions. One method is to implement library service innovations. This study aimed to determine the creation of the "SAPA RATU" service at the Yogyakarta City Library and Archives Office. This service is a type of drive-thru service for borrowing and returning books. The method used in this research is a case study with a qualitative descriptive approach—data collection through observation, documentation, interviews and literature review. While the data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, discussion and concluding. Existing data is from the facts that occurred in the "SAPA RATU" service. The discussion in this study is about the "SAPA RATU" service following the 5 (five) criteria for public service innovation according to the PANRB Ministerial Regulation Number 7 of 2021, namely novelty, effective, practical, replicable and sustainable. From these criteria, it can be seen that there are obstacles related to time effectiveness, service users are still low, service promotions have not been maximized. While the suggestions given are more frequent publications and an effective system so that the goals of the service innovation can be achieved.
Susilowati Susilowati
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, Volume 1, pp 60-66; https://doi.org/10.24821/jap.v1i2.6009

Abstract:
Pademi covid-19 datang secara tiba-tiba dan telah merubah semua sisi kehidupan, kebijakan dan pembatasan yang diterapkan diberbagai negara menjadikan manusia mengurangi interaksinya dengan manusia lain, hal tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan virus covid-19. Kebijakan pemerintah Indonesia meniadakan pembelajaran tatap muka baik tingkat universitas maupun sekolah-sekolah dan menggantinya dengan pembelajaran online/daring membuat penurunan kunjungan dan pemanfaatan perpustakaan oleh pemustaka. Dengan kenyataan tersebut diperlukan sebuah strategi agar perpustakaan khususnya perpustakaan perguruan tinggi tetap bisa berperan sebagai jantung perguruan tinggi. Salah satu strategi layanan yang bisa dilakukan perpustakaan dimasa pandemi ini adalah dengan cara menyediakan layanan referensi vitual. Layanan referensi virtual merupakan salah satu strategi perpustakaan peguruan tinggi dengan menyediakan layanan referensi secara online sehingga layanan tersebut tetap bisa diakses dimanapun berada tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Layanan ini juga sebagai wujud nyata peran serta perpustakaan perguruan tinggi dalam menerapkan social distancing dan mencegah perpustakaan sebagi klaster penularan baru. Pandemic covid-19 came suddenly, has changed all sides of life, policies and restrictions applied in various countries make humans reduce their interaction with other humans, it is done to break the chain of transmission of the covid-19 virus. The wisdom of the Indonesian government to eliminate face-to-face learning at both the university and school levels and replace it with online learning makes a decrease in visits and utilization of libraries by the library. With this fact, a strategy is needed so that libraries, especially college libraries, can still act as the heart of the college. One of the service strategies that libraries can do in this pandemic period is to provide virtual reference services. Virtual reference services are one of the strategies of high learning libraries by providing online reference services so that they can still be accessed anywhere in the world.
Sugeng Wahyuntini, Sri Endarti
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, Volume 1, pp 1-6; https://doi.org/10.24821/jap.v1i1.5909

Abstract:
Tulisan ini merupakan artikel ilmiah dari penelitian berjudul “Intensitas Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Bagi Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta”. Tujuan penelitian adalah: (1) Untuk mengetahui intensitas pemanfaatan koleksi perpustakaan oleh mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta; (2) Untuk mengetahui dampak intensitas pemanfaatan koleksi perpustakaan terhadap prestasi belajar mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. Penelitian berfokus pada intensitas pemanfaatan koleksi perpustakaan oleh mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta yang sudah dalam masa menjelang akhir studi dan sering berkunjung ke perpustakaan. Penelitian ini dilaksanakan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta dengan informan sejumlah 11 orang, yaitu 10 orang mahasiswa yang ditentukan berdasarkan prodinya dan satu dosen FSP yang sering berkunjung ke perpustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yang dilakukan dengan menggunakan model Miles & Hubermen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pemanfaatan koleksi perpustakaan meningkat di saat ada dorongan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen maupun untuk menyelesaikan tugas akhir. Selain memanfaatkan koleksi dengan membaca, meminjam menyalin dan memfotokopi, mahasiswa sudah memanfaatkan koleksi repository institusi. Cara mengakses informasi tidak hanya secara fisik berkunjung ke perpustakaan tetapi juga mengakses secara digital di luar perpustakaan. Kendala yang ditemukan adalah kurang lengkapnya koleksi hingga ke subyek minat utama dan kurang lancarnya wifi untuk akses informasi digital. Sedangkan kendala untuk kunjungan fisik ke perpustakaan adalah ruangan yang tidak nyaman (panas). Prestasi belajar mahasiswa mengalami peningkatan pada saat mahasiswa aktif memanfaatkan koleksi perpustakaan. This paper is a scientific article from the research entitled "Intensity of Utilization of Library Collection for Student Learning Achievement of Faculty of Performing Arts ISI Yogyakarta". The purpose of the study is: (1) To find out the intensity of the utilization of library collections by students of the Faculty of Performing Arts ISI Yogyakarta; (2) To find out the impact of the intensity of the utilization of library collections on the learning achievement of students of the Faculty of Performing Arts ISI Yogyakarta. Research focuses on the intensity of the utilization of library collections by students of the Faculty of Performing Arts ISI Yogyakarta. They are already in the period towards the end of their studies and often visit the library. This research was conducted at UPT Library ISI Yogyakarta with informants of 11 people, namely 10 students who were determined based on their study programs and one FSP lecturer who often visited the library. The data analysis used is a qualitative analysis conducted using the Miles & Huberman model. The results showed that the intensity of library collection utilization increased when there was a push to complete the task given by lecturers and to complete the final task. In addition to utilizing collections by reading, borrowing copies and photocopying, students have being used the institution's repository collection. How to access information is not only physically visiting the library but also accessing digitally outside the library. The obstacles found are the incompleteness of collections to the main interest subjects and the lack of smooth wifi for access to digital information. In comparison, the impediment to a physical visit to the library is an uncomfortable room (hot). Student learning achievement has increased when students actively utilize library collections.
Samiyati Samiyati, Isti Suratmi, Jody Santoso
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, Volume 1, pp 32-38; https://doi.org/10.24821/jap.v1i1.5915

Abstract:
Penelitian ini membahas pemanfaatan layanan perpustakaan kaitannya dengan prestasi akademis mahasiswa di FSMR ISI Yogyakarta. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan layanan perpustakaan terhadap pencapaian prestasi akademis mahasiswa. Metode penelitian yang digundengan bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Skala Likert. Dari hasil penelitian ini diketahui, bahwa: mahasiswa memanfaatkan layanan perpustakaan sebagian besar untuk meminjam buku, dan mengerjdengan tugas kuliah. Pencapaian IPK mahasiswa cukup tinggi dengan IPK terendah 2.83, tertinggi 3.91, dan rata-rata 3.37. Pemanfaatan layanan perpustakaan mempunyai hubungan positif yang rendah dengan prestasi akademis mahasiswa. Artinya, pemanfaatan layanan perpustakaan tidak berpengaruh signifikan dengan prestasi akademis, besaran pengaruh tersebut adalah 0.1%. Mahasiswa FSMR, sesuai lingkup akademis yang dipelajari, mempunyai akses informasi yang luas sehingga prestasi mereka tidak hanya tergantung pada layanan perpustakaan. Dalam proses pembelajaran mereka dituntut menghasilkan karya akademis yang dipelajari dengan praktek langsung di lapangan. Rekomendasi penelitian agar perpustakaan: secara periodik mengevaluasi kebijdengan terkait layanan disesuaikan dengan kebutuhan, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang mendukung pembelajaran mahasiswa, menggiatkan sosialisasi layanan, dan menambah fasilitas yang relevan dengan kebutuhan pemustaka. This research discusses the utilization of library services related to students' academic achievement at FSMR ISI Yogyakarta. The purpose of research is to find out the utilization of library services to the triumph of academic achievement of students. The research methods used are descriptive with a quantitative approach using the Likert Scale. From the results of this study, it is known that: students use library services mainly to borrow books and do college assignments. Student GPA achievement is relatively high with the lowest GPA of 2.83, highest 3.91, and the average of 3.37. The use of library services has a low positive relationship with students' academic performance. The utilization of library services has no significant effect on academic achievement; the amount of influence is 0.1%. FSMR students, according to the intellectual scope studied, have access to extensive information so that their accomplishments are not only dependent on their achievements.
Agung Hartono
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, Volume 1, pp 25-31; https://doi.org/10.24821/jap.v1i1.5912

Abstract:
Virus Corona atau biasa disebut dengan Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia.Virus ini masih berhubungan dengan penyebab SARS dan MERS yang sempat merebak beberapa tahun lalu. Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari virus corona, tetapi diketahui virus ini disebarkan oleh hewan dan mampu menjangkit dari satu spesies ke spesies lainnya, termasuk manusia. Diketahui virus Corona berasal dari Kota Wuhan di China dan muncul pada Desember 2019. Virus Corona bisa menyebabkan kematian. Bahkan, pasien yang erinfeksi dan sembuh akan mengalami kerusakan permanen pada paru-paru dan antibodi. Kemunculannya ditandai dengan beberapa gejala yang berbeda-beda pada tubuh pasiennya. Namun, secara umum, gejala virus Corona adalah flu, demam, batuk, hingga sesak napas. Gelombang pandemi Covid-19 tak kunjung surut. Meluasnya penularan penyakit yang disebabkan virus korona tipe baru dan bertambahnya kasus infeksi telah mengubah wajah dunia layanan,tanpa terkecuali layanan di Perpustakaan Program Pascasarjana ISI Yogyakarta. Guna meminimalkan risiko terinfeksi protokol kesehatan di lembaga itu diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan dengan protokol kesehatan itu bagi pemustaka. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif karena ingin mendalami suatu fakta, gejala dan peristiwa pengaruh layanan protokol kesehatan terhadap pemustaka. Peneliti menginginkan hasil penelitian berupa rincian data yang lebih kompleks tentang fenomena yang sulit diungkapkan oleh metode kuantitatif dan tidak memerlukan pengolahan data secara statistika. Hasil dari penelitian kualitatif yang dibutuhkan peneliti adalah berupa informasi yang mendalam mengenai pengaruh penerapan protokol kesehatan Covid-19 terhadap perilaku pengguna perpustakaan (pemustaka). Corona virus or commonly called Covid-19, is a virus that attacks the human respiratory system. This virus is still related to the cause of SARS and MERS, which had spread a few years ago. Until now, the cause of the corona virus is unknown, but it is known that this virus is spread by animals and can infect from one species to another, including humans. It is known that the Corona virus originated in the city of Wuhan in China and emerged in December 2019. Corona virus can cause death. Infected and cured patients will experience permanent damage to the lungs and antibodies. Its appearance is characterized by several different symptoms in the patient's body. However, in general, the signs of the Corona virus are flu, fever, cough, and shortness of breath. The wave of the Covid-19 pandemic has not subsided. The spread of disease transmission caused by the new type of corona virus and the increase in infection cases have changed the face of the service world, without exception services at the ISI Yogyakarta Postgraduate Program Library. To minimize the risk of being infected, health protocols at the institution are implemented. This study aims to determine the effect of services with the health protocol for users. In this study, the researchers used qualitative research methods to explore a fact, symptom and event of the influence of health protocol services on users. Researchers wish to research results in more complex data details about phenomena that are difficult to express by quantitative methods and do not require statistical data processing. The results of the qualitative research needed by researchers are in the form of in-depth information about the effect of implementing the Covid-19 health protocol on the behaviour of library users (users).
Bandono Bandono, Susilowati Susilowati
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, Volume 1, pp 15-24; https://doi.org/10.24821/jap.v1i1.5916

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan perpustakaan terhadap prestasi akademik mahasiswa Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Peneltian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Cara analisis yang digunakan adalah analisis korelasional dengan pendekatan survei yang menggunakan kuesioner sebagai intrumen untuk pengumpulan data. Selain itu pengumpulan data didukung juga dengan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelayanan perpustakaan terhadap pestasi akademik mahasiswa Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Teknik pengumpulan data adalah melalui kuesioner, studi pustaka, observasi dan dokumentasi. Teknik pengukuran variabel tentang pengaruh pelayanan menggunakan skala linkert. Dengan skala linkert maka variabel akan diubah dan dijabarkan menjadi indikator variabel yang mana dalam penelitian ini ada 5 unsur (berdasarkan lima dimensi SerQual). Kelima dimensi tersebut merupakan satu kesatuan yang saling mendukung; (1)Tangibles, (2)Reliabilitas, (3)Responsivitas, (4)Jaminan, (5)Empati. Populasi dalam penelitian ini adalah pemustaka mahasiswa Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta T.A 2018/2019. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta tahun angkatan 2018/2019 yang berjumlah 457 orang. Pengambilan sample dengan proportional sample atau sampel imbangan diperoleh sample sejumlah 64 mahasiswa. Secara keseluruhan dapat dilihat skor rata-rata tanggapan langsung mahasiswa terhadap pengaruh pelayanan perpustakaan terhadap prestasi akademik mahasiswa Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta oleh pemustaka di UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Yogyakarta adalah cenderung tinggi. Berdasarkan hasil dari pembahasan serta olah data tanggapan langsung responden serta dengan didukung data yang diperoleh dari Kasubag Pendidikan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif antara pelayanan UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This research aims to find out the influence of library services on students' academic achievement of the Faculty of Fine Arts ISI Yogyakarta. This research is descriptive with a quantitative approach. The analysis is correlational analysis with a survey approach that uses questionnaires as intrusions for data collection. In addition, data collection is also supported by documentation. The purpose of this research is to find out the influence of library services on the academic party of students of the Faculty of Fine Arts ISI Yogyakarta. Data collection techniques are through questionnaires, library studies, observations and documentation variable measurement techniques on the effect of services using the Linkert scale. With the Linkert scale, the variable will be changed and spelt out into a variable indicator where in this study, there are 5 elements (based on the five dimensions of SerQual). The five dimensions are a unity that supports each other; (1) Tangibles, (2)Reliability, (3) Responsiveness, (4)Guarantee, (5) Empathy. The population in this study is the student library of the Faculty of Fine Arts ISI Yogyakarta T.A 2018/2019. The population in this study was a student of the Faculty of Fine Arts, Yogyakarta Indonesian Institute of Art in 2018/2019, which amounted to 457 people. Sampling with proportional sample or balance sample obtained a selection of 64 students. Overall, it can be seen that the average score of students' direct responses to the influence of library services on the academic achievement of students of the Faculty of Fine Arts, ISI Yogyakarta, by the library at the library of the ISI Yogyakarta is likely to be high. Based on the results of the discussion and the processing of direct-response data of respondents and supported by data obtained from kasubag education, faculty of fine arts ISI Yogyakarta, it can be concluded that there is a positive influence between the services of ISI Yogyakarta Library and the academic achievement of students of the Faculty of Fine Arts, ISI Yogyakarta.
Iyut Nurcahyadi, Fl. Agung Hartono, Ida Sriwahyudewi
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, Volume 1, pp 7-14; https://doi.org/10.24821/jap.v1i1.5918

Abstract:
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peranan perpustakaan pascasarjana dalam meningkatan prestasi mahasiswa pascasarjana ISI Yogyakarta dan hambatan yang dihadapi oleh perpustakaan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Creswell berupa pengumpulan dan melihat data, mengkoding data, mendiskripsikan data dan menginterpretasikan data berdasarkan tema tema. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Dalam meningkatkan prestasi mahasiswa pascasarjana maka perpustakaan melakukan kegiatan sosialisasi secara berkelompok ketika penerimaan mahasiswa baru dan secara individu saat mahasiswa datang ke perpustakaan, untuk sosialisasi tidak langsung melalui media sosial seperti facebook dan whatsapp. 2. Implementasi dari peranan perpustakaan pascasarjana untuk meningkatkan prestasi mahasiswa dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti layanan khusus penelusuran e-journal, konfrensi internasional se-asia pasifik, simposium dan pelatihan serta bedah buku. 3. Peranan perpustakaan pascasarjana ISI Yogyakarta sesuai dengan buku pedoman perpustakaan perguruan tinggi yaitu sebagai tempat untuk belajar (edukasi), sumber informasi melalui berbagai koleksi primer dan sekunder dan motivator bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengikuti studi atau pembelajaran di program pascasarjana ISI Yogyakarta. Hambatan dalam melaksanakan berbagai program kegiatan yaitu keterbatasan sumber daya manusia dan perlu adanya penataan ulang atau desain interior perpustakaan (penambahan ruang audio visual) sehingga lebih nyaman, penambahan koleksi yang berkaitan dengan tata kelola seni, best practice, dan partitur musik. The problem in this research is how the role of graduate libraries in improving the achievement of ISI Yogyakarta graduate students and the obstacles faced by libraries. This type of research is qualitative using a descriptive approach. Data collection techniques used through interviews, observations and documentation. Data validity techniques use source triangulation. The data analysis techniques in this study used Creswell's theory of collecting and viewing data, coding data, describing data and interpreting data based on theme themes. The results of this study are: 1. In improving the achievement of graduate students, the library conducts socialization activities in groups when accepting new students and individually when students come to the library, for indirect socialization through social media such as Facebook and Whatsapp. 2. Implementation of the role of graduate libraries to improve student achievement is carried out through various activities such as special e-journal search services, international conferences in Asia Pacific, symposiums and training and book surgery. 3. The role of ISI Yogyakarta graduate library in accordance with the college library handbook is as a place to learn (education), a source of information through various primary and secondary collections and motivators for students who have difficulty in participating in studies or learning in isi Yogyakarta graduate program. Obstacles in carrying out various activity programs are human resource limitations and the need for rearrangement or interior design of the library (addition of audio visual space) so that it is more comfortable, the addition of collections related to art governance, best practice, and music partitur.
Back to Top Top