EduBase : Journal of Basic Education

Journal Information
EISSN : 2722-1520
Total articles ≅ 29
Filter:

Latest articles in this journal

Annis Muthi'Ah Mardiyah
EduBase : Journal of Basic Education, Volume 2, pp 97-102; https://doi.org/10.47453/edubase.v2i2.393

Abstract:
This risearch discusses the development of Articulate Storyline-based learning media in class IV at Madrasah Ibtidaiyah Al-Firdaus Gubug. The objectives of this study were (1) To determine the technique of developing Articulate Storyline teaching media into a Compact Disk (CD) in Natural Sciences subjects in grade IV. (2) To determine whether or not the use of Articulate Storyline interactive media is appropriate in Natural Sciences subjects in grade IV. (3) To find out which Articulate Storyline-based media is very effective in increasing student motivation in Natural Sciences subjects in Class IV. The development model used in this study uses the 4D model development model (Define, Design, Develov, and Disseminate). The choice of this model is based on systematic consideration and is based on the theoretical foundation of learning. This 4D model is more appropriate to be used to develop learning tools, not to develop learning systems Abstrak Penelitian ini membahas tentang Pengembangan Media pembelajaran berbasis Articulate Storyline pada kelas IV Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Firdaus Gubug. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui teknik mengembangkan media ajar Articulate Storyline kedalam Compact Disk (CD) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di kelas IV. (2) Untuk mengetahui layak ataupun tidaknya penggunaan media interaktif Articulate Storyline dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di kelas IV. (3) Untuk mengetahui media berbasis Articulate Storyline ini sangat efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Kelas IV. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan model 4D (Define, Design, Develov, dan Disseminate). Pemilihan model ini didasari atas pertimbangan secara sistematis dan berpijak pada landasan teoritis suatu pembelajaran. Model 4D ini lebih tepat digunakan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran bukan untuk mengembangkan sistem pembelajaran.
Iim Impronah, Hamdan Husein Batubara
EduBase : Journal of Basic Education, Volume 2, pp 85-96; https://doi.org/10.47453/edubase.v2i2.392

Abstract:
This research was conducted due to the lack of media that used in science learning metamorphosis material in MI/SD, usually the teacher only explained the metamorphosis of a butterfly by drawing it on the blackboard or students were told to listen in the science textbook provided. Therefone, researcher had the initiative to provide new learning, of course, which can be carried out online or offline learning. Researcher developed learning media in the form of two-dimensional animated videos made from a combination of zepeto and kinemaster applications. The researcher used the R&D step. The object of this research was in 3rd grade of MI/SD. The results of this study were to describe what concepts were in making animated video learning media with the zepeto application used for butterfly metamorphosis shows an increase with the results of the percentage of material and media experts being 86 % then the percentage of users or students 96.5 %, so it can be concluded that animated video media is effective in learning metamorphosis. Abstrak Penelitian ini dilakukan karena kurangnya media yang digunakan dalam pembelajaran IPA materi metamorfosis di MI/SD, biasanya guru hanya menjelaskan metamorfosis kupu-kupu dengan cara digambar di papan tulis atau siswa disuruh menyimak di buku ajar IPA yang sudah disediakan. Oleh karena itu peneliti mempunyai inisiatif untuk memberikan pembelajaran yang baru tentunya yang bisa di laksanakan secara online maupun offline. Peneliti mengembangkan media pembelajaran berupa video animasi dua dimensi yang dibuat dari perpaduan aplikasi zepeto dan kinemaster. Langkah penelitian ini menggunakan langkah R&D. Obyek penelitian ini dilakukan pada kelas III MI/SD . Adapun hasil dari penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep-konsep apa saja dalam pembuatan media pembelajaran video animasi dengan aplikasi zepeto yang digunakan untuk materi IPA Metamorfosis kupu-kupu di kelas III MI/SD. Langkah-langkah penelitianya meliputi mengidentifikasi media yang telah ada, observasi lapangan, studi literature, pengembangan produk, validasi ahli, revisi video, uji coba produk, finalisasi produk hingga produk akhir. Tetapi dalam penelitian ini ada beberapa campuran atau adaptasi dari langkah-langkah penelitian pokok yang dicampur dengan langkah penelitian dari Arief S, (2010) yang isinya meliputi menganalisis kebutuhan dan karakter siswa, menentukan tujuan intruksional pembelajaran, merumuskan materi pembelajaran, mengembangkan alat pengukuran keberhasilan, praproduksi, adan produksi. Presentase kelulusan siswa pada pembelajaran media video animasi materi metamorfosis kupu-kupu menunjukan peningkatan dengan hasil presentase para ahli materi dan media 86% kemudian hasil presentase pengguna atau siswa 96,5 %, sehingga dapat disimpulkan bawasannya media video animasi lebih efektif digunakan dalam pembelajaran metamorphosis
Nur Azizah, Yayan Carlian, Inne Marthyane Pratiwi
EduBase : Journal of Basic Education, Volume 2, pp 76-84; https://doi.org/10.47453/edubase.v2i2.396

Abstract:
This study aims to describe the differences in students' cognitive learning outcomes between those who use flip chart media and those who use pictures media. This research is a Classroom Action Research (CAR) through two cycles and in each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. The sample in this study were all students of class V-A MI At-Taqwa Rancaekek. The data collection technique was carried out with a Double Choice test (DC), observation sheets, and interviews. Data analysis techniques used by researchers are descriptive analysis for qualitative data and statistical analysis for quantitative data. This can be seen from the increasing value of the average activity of students and educators in each cycle. Student activities during cycle 1 amounted to 68.8% with less information, then student activity increased in cycle 2 by 84.3% with good information. Then the activities of educators in cycle 1 amounted to 86% with good information, then the activities of educators in cycle 2 amounted to 93% with very good information. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar kognitif siswa antara yang menggunakan media lembar balik (flip chart) dengan yang menggunakan media gambar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melalui II siklus dan pada setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelakasanaan, pengamatan, dan refleksi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V-A MI At-Taqwa Rancaekek. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes Piihan Ganda (PG), lembar observasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu analisis deskriptif untuk data kualitatif dan analisis statistik untuk data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa antara yang menggunakan media lembar balik dengan yang menggunakan media gambar. Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya nilai rata-rata aktivitas siswa dan pendidik pada setiap siklus. Aktivitas siswa pada saat siklus 1 sebesar 68,8% dengan keterangan kurang, kemudian aktivitas siswa mengalami peningkatan pada siklus 2 sebesar 84,3% dengan keterangan baik. Kemudian aktivitas pendidik pada siklus 1 sebesar 86% dengan keterangan baik, kemudian aktivitas pendidik pada siklus 2 sebesar 93% dengan keterangan sangat baik.
Riska Alfiawati
EduBase : Journal of Basic Education, Volume 2, pp 117-122; https://doi.org/10.47453/edubase.v2i2.448

Abstract:
This research is motivated by the low speaking skills of fourth grade students. The subjects of this study were fourth grade students of SDN 1 Durian Umbrella, totaling 31 students. This research was conducted using a classroom action research model with a John Elliot model research design consisting of 3 cycles and each cycle consisting of 3 actions. Based on the results of the study, it can be concluded that in improving speaking skills in grade IV elementary school, you can use online learning by using a zoom meeting platform. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa kelas IV. Subjek penelitin ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Durian payung yang berjumlah 31 siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model penelitian Tindakan kelas dengan desain penelitian model John Elliot yang terdiri dari 3 siklus dan setiap siklusnya terdiri dari 3 tindakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan kemampuan berbicara di kelas IV Sekolah dasar dapat dengan menggunakan pembelajaran dalam jaringan dengan menggunakan platform zoom meeting.
Ani Ardiani, Iffan Ahmad Gufron
EduBase : Journal of Basic Education, Volume 2, pp 110-116; https://doi.org/10.47453/edubase.v2i2.441

Abstract:
In March there was a disaster that befell Indonesia and even the world due to a disease outbreak in the form of the corona virus (COVID19). Some of the things affected by the virus, one of which is education, in March the government imposed learning at home. This study aims to determine the driving and inhibiting factors of the use of information and communication technology as a medium in online learning at schools. The method used is descriptive qualitative research and the design used in this research is phenomenology. The research was conducted at the State Elementary School 1 Lurah, Plumbon District, Cirebon Regency, with several students as research subjects. Based on the results of the analysis concluded First, the use of information and communication technology as a medium in online learning which is implemented in the Elementary School 1 Lurah Plumbon District, Cirebon Regency has been established since the beginning of March 2020. Second, regarding the driving and inhibiting factors that will make the process of implementing information and communication technology necessary the process of time is not small, besides it requires collaboration between the principal, teachers, students as well as parents of students. Abstrak Pada bulan maret terjadi sebuah musibah yang menimpa indonesia bahkan dunia akibat wabah penyakit berupa virus corona (COVID19). Beberapa hal terdampak karena virus tersebut salah satunya adalah pendidikan, pada bulan maret pemerintah memberlakukan belajar dirumah dengan cara online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menjadi pendorong dan penghambat dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dalam pembelajaran daring di Sekolah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 1 Lurah Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, dengan subyek penelitian beberapa siswa. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan. Pertama pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dalam pembelajaran daring yang di terapkan di Sekolah Dasar Negeri 1 Lurah Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon telah ditetapkan sejak awal bulan maret 2020. Kedua, mengenai faktor pendorong dan penghambat yang akan menjadikan proses dalam menerapkan teknologi informasi dan komunikasi butuh proses waktu yang tidak sedikit, selain itu membutuhkan kerjasama antara kepala sekolah, guru-guru, peserta didik juga orang tua peserta didik
Anindita Berliana Mirfax
EduBase : Journal of Basic Education, Volume 2, pp 103-109; https://doi.org/10.47453/edubase.v2i2.394

Abstract:
The use of technology in this era of the COVID-19 pandemic is very much needed. Due to the process of teaching and learning activities currently using the online system. In order to support the progress of education in Indonesia, it is necessary to develop technology-based learning media. Such as interactive multimedia based on the use of Microsoft Power Point programs. In this multimedia combines images, text, sound animation and video, so that it is effective in supporting online learning. This study uses the Research & Development method and also uses the ADDIE model in multimedia development, so that it becomes a multimedia that can be used effectively and efficiently. In addition, using interactive multimedia can build an interesting learning, as well as fun and meaningful learning. With this, it is hoped that teachers can take advantage of interactive multimedia-based power point media so that learning goals are easier to achieve even with Distance Learning (PJJ). Abstrak Pemanfaatan teknologi di era pandemic covid-19 ini sangat ini sangat dibutuhkan. Dikarenakan proses kegiatan belajar mengajar saat ini menggunakan sistem Online. Guna mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia perlu pengembangan dari media pembelajaran yang berbasis teknologi. Seperti Multimedia Interaktif berbasis pemanfaatan program Microsoft Power Point. Dalam multimedia ini mengkobinasikan gambar, teks, animasi suara dan video, sehingga eektif dalam mendukung pembelajran daring. Penelitian ini menggunakan metode Research & Development dan juga mneggunakan model ADDIE dalam pengembangan multimedia, agar menjadi multimedia yang dapat digunakan dengan efektif dan efisien. Selain itu menggunakan multimedia interaktif ini dapat membangun sebuah pembelajaran yang menarik, serta pembelejaran yang menyenangkan dan bermakna. Dengan ini diharapkan bapak-ibu guru dapat memanfaatkan media berbasis multimedia interaktif power point agar tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai walaupun dengan Pembelajarn Jarak Jauh (PJJ)
Dina Safira, Hamdan Husein Batubara
EduBase : Journal of Basic Education, Volume 2, pp 68-75; https://doi.org/10.47453/edubase.v2i2.391

Abstract:
This study aims to determine the development of video-based interactive learning multimedia on the material of SKI Abu Bakar As-Shiddiq, the corrector of class V MI / SD. Learning media as a part of the learning system must be in accordance with the learning components. The goal is to be optimal in facilitating learning activities. This article aims to explain video-based interactive learning on the SKI material of Abu Bakar As-Shiddiq, the class V MI / SD correct. This study uses the ADDIE model. ADDIE is an overview Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate the process applied to instructional design in order to generate learning. The steps in the research and development design (Research and Development) are described in accordance with the development procedure in designing a learning system. The source of the data needed is primary data by distributing questionnaires. Parties related to the research being carried out, namely the material experts, media experts, and the students concerned. The subjects of this study were students of PGMI 6C UIN Walisongo Semarang. The results of the validation of categorical good learning and interactive videos are suitable for learning. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbasis video terhadap materi SKI Abu Bakar As-Shiddiq sang pembenar kelas V MI/SD. Media pembelajaran sebagai salah satu bagian sistem pembelajaran harus sesuai dengan komponen pembelajaran. Tujuannya agar optimal dalam memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pembelajaran interaktif berbasis video terhadap materi SKI Abu Bakar As-Shiddiq sang pembenar kelas V MI/SD. Penelitian ini menggunakan model ADDIE. ADDIE adalah an overview Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate process applied to instructional design in order to generate of learning. Langkah-langkahnya desain penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang dijabarkan sesuai dengan prosedur pengembangan dalam merancang sistem pembelajaran. Sumber data yang diperlukan adalah data primer dengan cara menyebarkan angket. Pihak yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan, yaitu dengan ahli materi, ahli media, dan mahasiswa yang bersangkutan. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGMI 6C UIN Walisongo Semarang. Hasil validasi terhadap pembelajaran berkatagori baik dan video interaktif layak digunakan untuk pembelajaran.
Muhammad Iqbal Al Ghozali, Sri Fatmawati
EduBase : Journal of Basic Education, Volume 2, pp 60-67; https://doi.org/10.47453/edubase.v2i2.427

Abstract:
The Covid-19 pandemic has affected all sectors of human activity, including the education sector. The pandemic forced learning activities to be carried out online (online). Of course this is a new habit especially at the elementary school level where the learning process is carried out face-to-face in full. In overcoming these problems, various distance learning media in the form of applications were introduced to students and parents. However, there is an application that is familiarly used by students and parents of students that can be used for the online learning process, namely the Whatsapp application. The purpose of this study is to look at the online learning process in elementary schools during the Covid-19 pandemic era. This study uses a qualitative approach with survey research methods. The research subjects were teachers of SDN 1 Kalipasung in Cirebon Regency as well as research informants. The data collection technique was carried out by conducting in-depth interviews related to the process of implementing online learning for elementary school teachers during the Covid-19 pandemic. The activity of analyzing and presenting research data is carried out descriptively. The results of this study are Online Learning in Elementary Schools During the Covid 19 Pandemic Era, especially at SDN Kalipasung 1 when viewed from the learning process, it is only used as a means of sending assignments, but the learning process does not involve WhatsApp media completely. In the aspect of supervision, the teacher is also not fully able to monitor the student learning process, as a result, the teacher must cooperate with parents in conducting supervision. The responses of parents and students related to the online learning process stated that they wanted to return to carrying out normal learning (face to face) as usual because they felt they were not used to online learning. Abstrak Pendemi Covid-19 telah mempengaruhi segala sektor aktifitas kegiatan manusia, termasuk sektor pendidikan. Pandemi tersebut memaksa kegiatan pembelajaran dilakukan secara dalam jaringan (daring). Tentu ini menjadi kebiasan baru apalagi di jenjang sekolah dasar yang mana proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka secara penuh. Dalam mengatasi permasalah tersebut, berbagai media pembelajaran jarak jauh dalam bentuk aplikasi mulai diperkenalkan kepada siswa maupun orangtua siswa. Namun ada aplikasi yang familiar digunakan oleh siswa maupun orang tua siswa yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran daring yakni aplikasi Whatsapp. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk melihat proses pembelajaran daring di sekolah dasar pada era panedemi Covid – 19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian survei. Subjek penelitian ialah guru-guru SDN 1 Kalipasung yang ada di Kabupaten Cirebon sekaligus menjadi informan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam (In-depth Interview) terkait proses pelaksanaan pembelajaran daring guru Sekolah Dasar selama pandemik Covid-19. Kegiatan analisis dan penyajian data hasil penelitian dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini yakni Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Pada Era Pandemi Covid 19 khususnya di SDN Kalipasung 1 jika ditinjau dari proses pembelajarannya hanya dijadikan sebagai sarana pengiriman tugas, tetapi proses pembelajaran tidak melibatkan media whatsapp sepenuhnya. Dalam aspek pengawasan juga tidak sepenuhnya guru dapat memantau proses belajar siswa, alhasil guru harus bekerjasama dengan orang tua dalam melakukan pengawasan. Adapun respon orangtua siswa dan siswa terkait dengan proses pembelajaran daring menyatakan ingin kembali melaksanakan pembelajaran secara normal (tatap muka) seperti biasa karena merasa belum terbiasa dengan pembelajaran daring.
Shulkhah Shulkhah, Lusiani Lusiani, Febriyansyah Febriyansyah
EduBase : Journal of Basic Education, Volume 2, pp 1-8; https://doi.org/10.47453/edubase.v2i1.122

Abstract:
The effectiveness of learning that boils down to mastery of learning material to the maximum in children is more determined by the ability of teachers to package a learning activity. If all teachers realize that meaningful learning processes and optimal results affect the ability of children to deal with problems in the future, then every time a teacher plans to prepare a lesson plan will try to create a scenario that can arouse student motivation. The purpose of this paper is "To find out the increase in student learning outcomes in matter substances and their changes through the experimental method". Research uses classroom action research through the preparatory stage, compiling an action plan and a class action research plan held in the Natural Sciences learning process. Data collection techniques that researchers do in class action research is to use test techniques and observation techniques. The data used to measure learning outcomes on subject matter and their changes through the experimental method are data from the results of the first cycle test, and the second cycle. The results of these tests are numbers, then the data analysis used is qualitative data, and the observational data as quantitative data. The data is used by researchers to determine the success of learning the first cycle and second cycle. The results of the study are that: Obtaining the value of the percentage of students in learning cycle 1 of 61.86% According to the Minimum Mastery Criteria (KKM) of 70, the results of improvement in learning cycle 1 need to be followed up by carrying out activities to improve learning cycle 2. Students feel happy in participating in learning activities , so that students 'mastery of the material increases, as evidenced by the increase in teacher activity reaching 88.75% (very good), the motivation of students to participate in learning reached 96% (excellent) and the acquisition of the percentage of students' value in improving learning cycle 3 is 81.86%. Thus, learning science with material substances and their changes is said to have succeeded in mastering the material. The use of experimental methods is proven to be able to improve students' ability to improve science learning outcomes on the subject matter of matter and its changes. The acquisition of student grades above the minimum completeness criteria is 70. Abstrak Efektifitas pembelajaran yang bermuara pada penguasaan materi pembelajaran secara maksimal pada anak lebih banyak ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengemas sebuah aktivitas pembelajaran. Jika semua guru menyadari bahwa proses pembelajaran yang bermakna dan hasil yang optimal berpengaruh pada kemampuan anak menghadapi masalah di masa depan, maka sudah seharusnya setiap kali mempersiapkan sebuah rencana pembelajaran guru akan berusaha menciptakan sebuah skenario yang mampu membangkitkan motivasi siswa.Tujuan penulisan ini adalah “Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam materi zat dan perubahannya melalui metode eksperimen”.Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas melalui tahap persiapan, menyusun rencana tindakan dan rencana penelitian tindakan kelas yang diselenggarakan dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.Teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan pada Penelitian tindakan kelas yaitu dengan menggunakan teknik tes dan teknik observasi. Data yang digunakan untuk mengukur hasil belajar terhadap materi pokok zat dan perubahannya melalui metode eksperimen adalah data dari hasil tes siklus pertama, dan siklus kedua. Hasil tes tersebut adalah angka, maka analisa data yang digunakan adalah data kualitatif, dan data hasil observasi/pengamatan sebagai data kuantitatif. Data tersebut digunakan peneliti untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran siklus pertama dan siklus kedua. Hasil penelitian adalah bahwa: Perolehan nilai prosentase siswa pada pembelajaran siklus 1 sebesar 61,86% Sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70 maka hasil perbaikan pembelajaran siklus 1 perlu ditindaklanjuti dengan melakukan kegiatan perbaikan pembelajaran siklus 2.Siswa merasa senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, sehingga penguasaan siswa pada materi meningkat, terbukti dengan meningkatnya aktivitas guru mencapai 88,75% (baik sekali), motivasi siswa mengikuti pembelajaran mencapai 96% (baik sekali) dan perolehan prosentasi nilai siswa pada perbaikan pembelajaran siklus 3 yaitu 81,86%. Dengan demikian, pembelajaran IPA dengan materi zat dan perubahannya dinyatakan telah berhasil menguasai materi. Penggunaan metode eksperimen terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam meningkatkan hasil belajar IPA pada materi pokok zat dan perubahannya. Adapun perolehan nilai siswa di atas standar kriteria ketuntasan minimal yaitu 70.
Somantri Somantri, M. Zaeni
EduBase : Journal of Basic Education, Volume 2, pp 42-52; https://doi.org/10.47453/edubase.v2i1.319

Abstract:
This study uses correlation research. The research approach used is a quantitative approach. The low student motivation is due to the unattractive use of the learning method causing the students to be overwhelmed by feelings of boredom and boredom, so that what the teacher says is not paid attention. The role playing method has a relationship with student learning motivation. This method is when the learning process without a good role playing method, learning will not be effective and will not foster student motivation to the fullest. To test the hypothesis, testing was carried out by calculating t from the tcount of 5,334 which was then consulted with ttable 2.030, then tcount 5.334 ≥ ttable 2.030, which means that the relationship that occurs between variable X (role playing method) and variable Y (student learning motivation) is a relationship significant. Thus it can be concluded that there is a positive and significant relationship between the role playing method with student learning motivation at MI Annidhomiyah Japura Kidul. Abstrak Penelitian ini menggunakan penelitian korelasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Rendahnya motivasi belajar siswa disebabkan tidak menariknya cara penggunaan metode pembelajaran menyebabkan para siswa diliputi oleh rasa bosen dan jenuh, sehingga apa yang guru sampaikan tidak diperhatikan. Metode role playing mempunyai hubungan terhadap motivasi belajar siswa. Metode ini saat proses pembelajaran tanpa metode role playing yang baik, pembelajaran tidak akan bisa efektif dan tidak menumbuhkan motivasi belajar siswa dengan maksimal. Untuk uji hipotesis maka dilakukan pengujian dengan penghitungan thitungdari hasil penghitungan thitung 5,334 yang kemudian dikonsultasikan dengan ttabel 2,030 maka thitung 5,334 ≥ ttabel 2,030, yang artinya bahwa hubungan yang terjadi antara variabel X ( Metode role playing) dengan variabel Y ( motivasi belajar siswa ) adalah hubungan yang signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan dari Metode role plyaing deangan motivasi belajar siswa di MI Annidhomiyah Japura Kidul
Back to Top Top