Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy

Journal Information
EISSN : 2776-7434
Published by: Martabat : Jurnal Perempuan dan Anak (10.21274)
Total articles ≅ 22
Filter:

Latest articles in this journal

Wahyu Eko Pujianto, Mochammad Burhanuddin Robbani, Tsabitah Rahmahdiyyah
Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, Volume 2, pp 92-105; https://doi.org/10.21274/ar-rehla.v2i2.5889

Abstract:
Abstrak: Kabupaten Sidoarjo memiliki banyak embrio destinasi wisata religi yang dapat dikembangkan melalui strategi branding, sehingga menguatkan perekonomian lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi branding yang dapat diterapkan pada embrio destinasi wisata religi Makam Mbah Sayyid Wali Punden dan Makam Dewi Sekardadu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu pemerintah desa, pokdarwis, masyarakat, pengunjung dan pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa embrio destinasi wisata religi Makam Mbah Sayyid Wali Punden dan Makam Dewi Sekardadu memiliki brand positioning yang berkaitan dengan unsur atribut, yakni keunikan lokasi Makam yang berada di sekitar vegetasi mangrove dan tambak ikan. Sementara dari sisi brand identity, keduanya memiliki unsur ‘Kisah Merek’ yang dapat digunakan sebagai image positif kedua destinasi religi tersebut. Dengan begitu dapat diupayakan branding dengan mengadopsi model Jason Miletsky yang menyebutkan bahwa kesuksesan sebuah brand sangat dipengaruhi oleh ciri khas (keunikan), image, personality maupun potensi sekitar. Kata Kunci: Branding; Makam; Sidoarjo; Strategi; Wisata Religi Sidoarjo Regency has many embryos of religious tourism destinations that can be developed through a branding strategy, thereby strengthening the local economy. This study aims to identify and analyze branding strategies that can be applied to the embryos of religious tourism destinations of the Tomb of Mbah Sayyid Wali Punden and the Tomb of Dewi Sekardadu. The research was conducted with a qualitative approach which was analyzed descriptively. The informants in this study were the village government, the Pokdarwis tourism awareness group, the community, visitors and observers. The results showed that the embryos of religious tourism destinations Mbah Sayyid Wali Punden and Dewi Sekardadu's Tomb have brand positioning related to attribute elements, namely the uniqueness of the location of the tomb which is around mangrove vegetation and fish ponds. Meanwhile, in terms of brand identity, both have an element of 'Brand Story' which can be used as a positive image for the two religious destinations. That way, branding can be pursued by adopting the Jason Miletsky model which states that the success of a brand is strongly influenced by the characteristics (uniqueness), image, personality and potential around. Keywords: Branding; Tomb; Sidoarjo; Strategy; Religious Tourism
Utari Evy Cahyani, Dia Purnama Sari, Rizal Ma'Ruf Amidy Siregar
Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, Volume 2, pp 106-121; https://doi.org/10.21274/ar-rehla.v2i2.5887

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta perkembangan penelitian terkait pariwisata halal menggunakan pendekatan analisis bibliometrik. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai indikator yang dapat digunakan sebagai faktor penentu daya saing destinasi wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode bibliometrik yang digunakan untuk mengevaluasi data bibliografi, termasuk jumlah jurnal, jumlah penulis, jumlah artikel dan kata kunci artikel. Penelitian ini menggunakan data publikasi artikel yang bersumber dari berbagai jurnal, conference paper, dan book section dari tahun 2010-2022 dengan penelitian dengan tema pariwisata halal atau “halal tourism”. Pengumpulan data dilakukan dengan aplikasi Publish or Perish (PoP) dengan sumber artikel yang terindeks Scopus dengan kata kunci “halal tourism”. Analisis tren perkembangan publikasi tentang pariwisata halal dalam penelitian ini dilakukan terhadap 105 artikel dengan menggunakan aplikasi VOSViewer. Hasil penelitian menunjukkan artikel dengan tema pariwisata halal dalam jurnal yang terindeks Scopus pertama kali terbit pada tahun 2010. Artikel dengan tema pariwisata halal paling banyak terbit pada tahun 2021. Jurnal yang paling banyak menerbitkan artikel dengan tema pariwisata halal adalah “Journal of Islamic Marketing”. Artikel yang paling banyak disitasi yaitu “Halal tourism: Concepts, practises, challenges and future”. Terdapat 6 klaster untuk kata kunci penelitian dan 1 klaster peneliti dalam tema pariwisata halal. Berdasarkan identifikasi indikator, kata kunci yang terkait dengan daya saing destinasi wisata antara lain pariwisata halal, keinginan wisatawan untuk berkunjung, kejujuran, makanan halal, akomodasi, pengetahuan tentang halal, sertifikasi halal, dan website pariwisata. Kata Kunci: pariwisata halal; bibliometrik; scopus; publish or perish; vosviewer This study aims to determine the development map of research related to halal tourism using a bibliometric analysis approach. This study also identifies various indicators that can be used as determinants of the competitiveness of tourist destinations. This study uses a descriptive statistical approach. This study uses a bibliometric method that is used to evaluate bibliographic data, including the number of journals, number of authors, number of articles and article keywords. This study uses article publication data sourced from various journals, conference papers, and book sections from 2010-2022 with research with the theme of halal tourism or "halal tourism". Data collection was carried out using the Publish or Perish (PoP) software with the source of articles indexed by Scopus with the keyword "halal tourism". The analysis of the development trend of publications on halal tourism in this study was carried out on 105 articles using the VOSViewer software. The results showed that articles with the theme of halal tourism in Scopus indexed journals were first published in 2010. Most articles with the theme of halal tourism were published in 2021. The journal that publishes the most articles on the theme of halal tourism is "Journal of Islamic Marketing". The article that was cited the most was "Halal tourism: Concepts, practices, challenges and future". There are 6 clusters for research keywords and 1 author's cluster on the theme of halal tourism. Based on the identification of indicators, keywords related to the competitiveness of tourist destinations include halal tourism, tourists' desire to visit, honesty, halal food, accommodation, knowledge about halal, halal certification, and tourism websites. Keywords: halal tourism; bibliometrik; scopus; publish or perish; vosviewer
Sabiq Al Qital, Silma Lafifa Sunarya, Aam Slamet Rusydiana
Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, Volume 2, pp 140-157; https://doi.org/10.21274/ar-rehla.v2i2.5919

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan penelitian terkait pengembangan riset Manajemen Pariwisata Halal. Analisis difokuskan pada menggambarkan karakteristik dan tren kata kunci, penulis, dan jurnal. Data yang dianalisis adalah 191 publikasi penelitian dengan menggunakan metode statistik deskriptif dan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer. Penelitian dengan tema Manajemen Pariwisata Halal telah meningkat setiap tahun. institusi paling terkenal adalah Department of Management, Marketing and Entrepreneurship University of Canterbury, dan penulis terbanyak yaitu Al-ansi A, dan Prayag G. Negara Indonesia menerbitkan makalah bertema Manajemen wisata halal terbanyak dibandingkan dengan negara lain. Sementara itu, kata kunci yang digunakan dalam penelitian ini sering muncul lebih dulu, yaitu "Halal Tourism". Kemudian di tempat kedua, ada "Halal" dan kata ketiga adalah "Tourism". Penelitian ini memberikan informasi bagi peneliti yang berfokus pada penelitian di bidang Pariwisata Halal. Pada akhirnya, topik ini memiliki potensi untuk berkembang. Kata Kunci: Pariwisata Halal; Manajemen; Bibliometrik; VOSviewer This research aims to find out and map research related to the development of Halal Tourism Management research. The analysis focused on describing the characteristics and trends of the keywords, authors, and journals. The data analyzed were 191 research publications using descriptive statistical methods and bibliometric analysis using VOSviewer. Research on the theme of Halal Tourism Management has increased every year. The most famous institutions are the Department of Management, Marketing and Entrepreneurship of the University of Canterbury, and the most prominent authors are Al-ansi A, and Prayag G. Negara Indonesia publishes papers themed on Halal tourism management the most compared to other countries. Meanwhile, the keywords used in this study often appear first, namely "Halal Tourism". Then in the second place, there is "Halal" and the third word is "Tourism". This research provides information for researchers who focus on research in the field of Halal Tourism. In the end, this topic has the potential to develop. Keywords: Halal Tourism; Manajemen; Bibliometrik; VOSviewer
Jumaidin Jumaidin
Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, Volume 2, pp 158-175; https://doi.org/10.21274/ar-rehla.v2i2.5903

Abstract:
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan kegiatan wisata halal secara berkelanjutan setelah masa pandemi covid 19 dan peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar desa wisata tersebut. Penelitian ini berada di timur kabupaten Lombok Barat letaknya di Kecamatan Kuripan tempatnya di desa Kuripan Selatan. Dalam hal penelitian yang relevan penulis membandingkan dengan jurnal, buku, tesis, dan sebagainya terutama pada hasil penelitian terbaru. Data penelitian diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah beberapa stakeholder dan masyarakat yang terlibat dalam kelompok kegiatan keagamaan dengan sistem dari anggota untuk anggota.Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bahwa kegiatan wisata keagamaan dapat membantu ekonomi masyarakat khususnya di pulau lombok dan wisatawan baik domestik dan internasional. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Prosedur Penelitian merupakan aktivitas ilmiah yang sistematis terarah dan bertujuan. Prosedur atau langkah yang ditempuh dalam penelitian ini. Tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan, tahap analisis data. Analisis pendekatan kualitatif menggunakan analisis data,pengumpulan data, reduksi data dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Sehingga hasil penelitian berurutan secara jelas dan seksama. Hasil analisis deskriptif kualitatif menunjukkan bahwa terdapat kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat maupun stakeholder (Pokdarwis) yang terlibat dalam kegiatan keagamaan di desa wisata kuripan selatan. Kata Kunci: atraksi, wisata halal, pandemi covid-19 The purpose of this research is to implement halal tourism activities in a sustainable manner after the COVID-19 pandemic and increase the economic activity of the community around the tourist village. This study is located in the east of West Lombok district, located in Kuripan District, where it is located in the village of South Kuripan. South Kuripan village has a tradition that is a group of religious activities carried out for generations by the community around the southern Kuripan tourist village with a welfare system for members, each group has about twenty-five members.In terms of relevant research, the author compares it with journals, books, theses, theses and so on, especially on the results of the latest research. Understanding halal tourism itself is a tourism that puts forward Islamic Shari'a which has been contained in the Qur'an and As-Sunnah, tourism Halal has a vision that tourism is carried out without violating the values ​​and ethics in Islamic teachings. Thus, halal tourism can be interpreted as tourism that can protect or prevent visitors from committing sins (Adinugraha et al., 2018). The method that the author uses is a method with a qualitative approach.Research data obtained through observation, documentation and interviews. The sample used in this study are several stakeholders and the community who are involved in religious activity groups with a system from member to member. The results of this study are expected to provide information that religious tourism activities can help the community's economy, especially on the island of Lombok and tourists both domestically and internationally. The data obtained were processed using qualitative descriptive analysis. Research procedure is a scientific activity that is systematically directed and purposeful. The procedure or steps taken in this research. Pre-Field Stage, Field Work Stage, Data Analysis Stage. Analysis of the qualitative approach uses data analysis, data collection, data reduction and conclusion drawing/verification. So that the results of sequential research are clear and thorough.The results of the qualitative descriptive analysis indicate that there are religious activities carried out by the community and stakeholders (Pokdarwis) who are involved in religious activities in the southern Kuripan tourist village. In this case, tourism awareness groups need to remind the public to raise awareness of the importance of religious activities carried out, during community involvement and supervision from the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) as managers in terms of halal tourism-based religious activities as well as one of the pioneering forms of halal tourism destinations in Indonesia. West Nusa Tenggara. Keywords: attractions, halal tourism, covid-19 pandemic
Muhammad Syihabudin, Abdullah Haidar, Evania Herindar
Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, Volume 2, pp 122-139; https://doi.org/10.21274/ar-rehla.v2i2.5904

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Konsep Model Sociopreneur Sudut Lombok untuk mendukung pariwisata halal berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap sebuah Komunitas Sociopreneur (Sudut Lombok). Dengan melakukan indepth interview, penulis mendapati bahwa Sudut Lombok menawarkan konsep Responsible Tourism dan Ekowisata, serta didukung dengan sejumlah jasa yang dikerjasamakan dengan masyarakat sekitar. Selain itu, Sudut Lombok juga memiliki sejumlah program sosial, dimana sebagian keuntungan dari sektor bisnis minimal 25% dari keuntungan bersih investor akan dialokasikan pada kegiatan sosial, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur. Model bisnis ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan Sustainable Halal Tourism di tempat lain, sehingga dapat mendorong perkembangan wisata halal Indonesia yang manfaatnya dapat juga dirasakan oleh masyarakat sekitar. Kata Kunci: Halal Tourism; Sudut Lombok; Sociopreneur This study analyzes the Sociopreneur Model that can support national economic recovery through Sustainable Halal Tourism. The method used is a case study of a Sociopreneur Community (Lombok Corner). By conducting in-depth interviews, the author found that Lombok Corner offers the concept of Responsible Tourism and Ecotourism and is supported by several services collaborating with the surrounding community. In addition, Corner Lombok also has several social programs, where a portion of the profits from the business sector, at least 25% of the net profits of investors, will be allocated to social activities to improve the welfare of the people of East Lombok. This business model is expected to be an example for the development of Sustainable Halal Tourism in other places to encourage the development of Indonesian halal tourism, whose benefits can also be felt by the surrounding community. Keywords: Halal Tourism; Sudut Lombok; Sociopreneur
Putra Perdana, Anisa Fitria Utami
Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, Volume 2, pp 72-91; https://doi.org/10.21274/ar-rehla.v2i1.5510

Abstract:
Abstrak: Paper ini mengulas tentang ekonomi kreatif, yang mulai menjadi sebuah topik, yang dianggap mampu berkontribusi lebih terhadap perekonomian suatu negara dan kawasan. Hal ini ditandai dari berdirinya sektor aktivitas kultural dan industri kreatif yang berjalan beriringan dengan gelombang promosi suatu negara dalam memperkenalkan budayanya, industri kreatif menjadi salah satu sektor yang memungkinkan menjadi identitas khusus dari suatu negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi komparatif. Paper ini mengangkat tiga fenomena kasus yang sedang populer di masyarakat dunia yaitu Cool Wave (Jepang), Korean Wave “Hallyu” (Korea Selatan), dan Creative Europe (Uni Eropa). Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa masing-masing gebrakan yang dilakukan memiliki setidaknya: keamanan dari kacamata pencipta yang diatur dalam hak cipta dan potensi sektor tersebut untuk lebih berkembang kedepan. Kata Kunci: cool wave, hallyu, creative europe, aktivitas kultural, industri kreatif . This paper reviews how the creative economy has started to become a topic that is considered capable of contributing more to the economy of a country and region. Starting from the establishment of the cultural activity sector and the creative industry that goes hand in hand with a wave of promotion of a country in introducing its culture, the creative industry is one sector that allows it to become a special identity of a country. The method used in this research is a comparative study, where this paper raises three cases phenomena that are currently popular in the world community: the Cool Wave (Japan), the Korean Wave "Hallyu" (South Korea), and Creative Europe (European Union). The studies showed that each of the breakthroughs carried out has at least: security from the creators perspective regulated in copyright and also the potential for the sector to develop further in the future. Keywords: cool wave, hallyu, creative europe, cultural activities, creative industries
Laelatul Masrurah, Mohammad Ali Hisyam
Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, Volume 2, pp 56-71; https://doi.org/10.21274/ar-rehla.v2i1.5008

Abstract:
Abstrak: Pariwisata halal merupakan kegiatan yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah, yang memenuhi ketentuan syariah. Pengembangan wisata halal mulai banyak dilakukan oleh berbagai negara, baik negara dengan mayoritas muslim maupun non muslim. Wisata halal juga menarik wisatawan muslim berkunjung ke suatu objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan regulasi Perbup No.15 tahun 2018 dalam pengembangan wisata halal di Pantai Sembilan Gili Genting Sumenep Madura. Melalui konteks jangka panjang diharapkan kerangka dan model wisata islami ini dapat menjadi referensi dalam menyusun dan memperkokoh regulasi maupun inovasi tata kelola di wisata halal Pantai Sembilan. sehingga tujuan, sasaran dan target yang diinginkan pemerintah Kabupaten Sumenep dapat terimplementasi. Wisata halal yang ada di Sumenep adalah Pantai Sembilan yang terletak di Desa Bringsang. Pantai Sembilan resmi di buka awal Tahun 2017, adapun alasan dinamai sebagai wisata Pantai Sembilan karena bibir pantai berbentuk sembilan. Wisata Pantai Sembilan menawarkan panorama yang sangat indah sehingga pengunjung merasa senang dan menikmati indahnya pantai, sejuknya angin sepoi-ssepoi serta tersedia berbagai fasilitas. Penelitian ini menggunakaan metode penelitian kualitatif dengan situs penelitian meliputi observasi, wawancara, serta dokumentasi sesuai data yang di perlukan dalam tempat penelitian. Data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder yang diperoleh langsung terjun ke lokasi penelitian. Kata Kunci: Pariwisata Halal; Regulasi dan Pengembangan Kepariwisataan; Pantai Sembilan Halal tourism is an activity that is supported by various facilities and services provided by the community, businessmen, government, which comply with sharia provisions. The development of halal tourism has begun to be carried out by various countries, both countries with a majority of Muslims and non-Muslims. Halal tourism also attracts Muslim tourists to visit a tourist attraction. This study aims to analyze how the application of Perbup Regulation No. 15 of 2018 in the development of halal tourism on the coast of Sembilan Gili Genting, Sumenep Madura. In the long-term context, it is hoped that the framework and model of Islamic tourism can be a reference in compiling and strengthening regulations and governance innovations in Nine Beach halal tourism. so that the goals, objectives and targets desired by the Sumenep Regency Government can be implemented. Halal tourism in Sumenep is Pantai Sembilan which is located in Bringsang Village. Nine Beach was officially opened in early 2017, which is the reason for the Nine Beach tourism because the shoreline is in the shape of nine. Nine beach tours provide very beautiful views so that visitors feel happy and enjoy beautiful beaches, cool breezes and other facilities are available. This study uses qualitative research methods with research sites including observations, interviews, and documentation according to the data required in the research place. The research data consisted of primary and secondary data obtained directly from the research location. Keywords: Halal Tourism; Regulation and Tourism Development; Sembilan Beach
Kanita Khoirun Nisa, Cut Rizka Al Usrah, Yulianta Saputra
Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, Volume 2, pp 45-55; https://doi.org/10.21274/ar-rehla.v2i1.4829

Abstract:
Abstrak: Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi covid-19 terhadap perilaku masyarakat di sekitar wisata religi makam Sunan Kalijaga. Metode penelitian menggunakan data primer dan sekunder yang didapatkan melalui data BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Demak. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami perubahan pada sektor ekonomi dan perilaku masyarakat. Dalam hal ekonomi membuat pendapatan masyarakat berkurang, karena usaha yang dimiliki mereka di sekitar area makam tidak seramai dulu. Kemudian dalam hal perilaku, masyarakat patuh terhadap himbauan dari pemerintah seperti melakukan WFH, jaga jarak, memakai masker lapis/rangkap dua, dan selalu menggunakan hand sanitazer saat bepergian. Kata Kunci: Pandemi, Makam Sunan Kalijaga; Perilaku Masyarakat; PPKM The purpose of writing this article is to find out the impact of the COVID-19 pandemic on the behavior of the people around the religious tourism of Sunan Kalijaga Tomb. The research method is through primer and secondary data obtained through BPS data (Central Bureau of Statistics) Demak Regency. This research found that most of the changes in the economic sector and people's behavior. In terms of economy, people's incomes are reduced, because their businesses around the tomb area are not as busy as they used to be. Then in terms of behavior, the community obeys the advice from the government such as doing WFH, keeping a distance, wearing double layer masks, and always using hand sanitizer when traveling. Keywords: Pandemic; Sunan Kalijaga Grave; Community Behavior; PPKM
M. Mu’Adz Zamah Syari, Muhamad Wildan Fawa’Id
Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, Volume 2, pp 27-44; https://doi.org/10.21274/ar-rehla.v2i1.5416

Abstract:
Abstrak: Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) merupakan sekumpulan orang yang peduli terhadap wisata di lingkungannya. Kelompok ini hadir karena keprihatinan melihat lingkungan yang memiliki potensi ekonomi yang luar biasa namun tidak berkembang. Pokdarwis Desa Ngetos hadir karena keluhan petani rambutan dengan murahnya harga saat panen meskipun kualitas buahnya sangat baik, ditambah lagi buah rambutan hanya berbuah sekali dalam setahun. Atas alasan itulah pokdarwis membangun kampung buah, untuk meningkatkan ekonomi petani rambutan dan warga sekitar dengan membangun sebuah area yang kemudian dinamakan Wisata Kampung Buah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis pendekatan studi kasus adalah jenis pendekatan yang digunakan untuk menyelidiki dan memahami sebuah kejadian dengan mengumpulkan berbagai macam informasi yang kemudian diolah untuk mendapatkan sebuah solusi. Lokasi penelitian dilakukan di daerah Dusun Dukuh Kedung Jeru Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengembangkan wisata kampung buah di Desa Ngetos mampu menciptakan lingkungan dan suasana yang kondusif dalam pariwisata, memberikan pelatihan kepada masyarakat dan mewujudkan sapta pesona di masyarakat sekitar wisata. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga mampu menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam melakukan kerjasama dengan petani dan desa yang diwakili oleh BUMDES, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Kata Kunci: Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis); Wisata Kampung Buah The Tourism Awareness Group (Pokdarwis) is a group of people who care about tourism in their environment. This group is present because of concern to see an environment that has tremendous economic potential but is not developing. The Pokdarwis of Ngetos village was present because of the complaints of Rambutan farmers with the low price at harvest even though the quality of the fruit was very good, plus the rambutan fruit only bears fruit once a year. For that reason, Pokdarwis built a fruit village, to improve the economy of Rambutan farmers and local residents by building an area which was later called Fruit Village Tourism. This type of research is qualitative with a case study approach.This type of case study approach is the type of approach used to investigate and understand an event by collecting various kinds of information which is then processed to obtain a solution. The location of the research was carried out in the hamlet of Dukuh Kedung Jeru, Ngetos village, Ngetos sub-district, Nganjuk district. The results showed that: The Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in developing fruit village tourism in Ngetos Village was able to create a conducive environment and atmosphere in tourism, provide training to the community and realize Sapta Pesona in the community around the tour. The Tourism Awareness Group (Pokdarwis) is also able to apply sharia principles in cooperating with farmers and villages represented by BUMDES, so that no party feels disadvantaged. Keywords: The Tourism Awareness Group (Pokdarwis); Fruit Village Tourism.
Fauzatul Laily Nisa
Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, Volume 2, pp 13-26; https://doi.org/10.21274/ar-rehla.v2i1.5470

Abstract:
Abstrak: Wisata“halal di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang lebih tinggi sebagai sumber penerimaan APBN. Seperti halnya di Provinsi Jawa Timur, di mana beberapa destinasi wisata di Jawa Timur telah menetapkan program wisata Halal. Sehingga kunjungan wisatawan di Provinsi Jawa Timur terus meningkat, dengan begitu wisata halal memiliki prospek pengembangan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata halal dan mengembangkan wisata halal di Jawa Timur melalui konsep smart tourism. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Barat, dengan jumlah pondok pesantren yang lebih banyak dibandingkan Jawa Barat. Beberapa desa wisata di Provinsi Jawa Timur bahkan masuk dalam nominasi penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa potensi wisata desa kerajinan di Jawa Timur sangat besar. Kemudian untuk mengembangkan wisata halal di Jawa Timur dapat menerapkan unsur-unsur pengembangan destinasi yang ramah keluarga, fasilitas dan pelayanan yang ramah muslim, kesadaran halal, dan program lainnya seperti pemasaran destinasi yang dapat distimulasikan dengan pemanfaatan konsep smart tourism yang membangun unsur informativeness, accessibility interactivity, serta personalization untuk wisatawan Muslim.” Kata Kunci: wisata halal; smart tourism; Jawa Timur Halal tourism in Indonesia has a higher economic potential as a source of state budget revenue. As is the case in East Java Province, where several tourist destinations in East Java have established Halal tourism programs. So that tourist visits in East Java Province continue to increase, so halal tourism has strong development prospects.This research aims to identify the potential of halal tourism and develop halal tourism in East Java through the concept of smart tourism. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The results showed that East Java has the second largest population in Indonesia after West Java, with more boarding schools than West Java. Several tourist villages in East Java Province were even included in the award nominations organized by the Ministry of Tourism and Creative Economy. This shows that the tourism potential of craft villages in East Java is very large. Then to develop halal tourism in East Java can apply elements of family-friendly destination development, Muslim-friendly facilities and services, halal awareness, and other programs such as destination marketing that can be stimulated by utilizing the concept of smart tourism that builds elements of informativeness, interactivity accessibility, and personalization for Muslim tourists. Keywords: halal tourism; smart tourism; Jawa Timur
Back to Top Top