NEKTON: Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2776-2742 / 2776-2734
Published by: Politeknik Negeri Sambas (10.47767)
Total articles ≅ 18
Filter:

Latest articles in this journal

Mukti Ali, Teguh Soedarto
NEKTON: Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan, Volume 2, pp 1-12; https://doi.org/10.47767/nekton.v2i1.303

Abstract:
Sektor pariwisata terpuruk akibat Pandemi Covid-19, menyebabkan beberapa industri pariwisata harus menghentikan operasinya seiring adanya pemberlakuan pembatasan perjalanan yang dilakukan oleh hampir semua negara. Dampak penghentian dan pembatasan aktifitas sosial serta pembatasan perjalanan adalah menurunnya jumlah kunjungan pada industri agro – ekowisata. Metode deskriptif kualitatif berdasarkan pada studi literatur dari jurnal, buku dan artikel mengenai agro-ekowisata serta cara pemulihannya pada era pandemi Covid-19. Berbagai upaya dilakukan pengelola, maupun beberapa stakeholders lainnya dapat menjadi solusi pengembangan agro – ekowisata pasca pandemi Covid-19. Alternatif solusi yang dapat dilaksanakan antara lain: (1) Adaptasi dengan keadaan pandemi dengan meningkatkan pelaksanaan ‘CHSE' diantaranya Cleanliness, Health, Safety, Environment dan Kolaborasi; (2) Pengembangan paguyuban dengan mengintegrasikan pendidikan berorientasi pada multikultural pada sektor wisata pesisir dan perikanan; (3) Masyarakat Indonesia melakukan reorientasi gerakan wisata halal dan travel yang syariah, aturan pemerintah dan peran organisasi Islam untuk mendukung pembangunan pariwisata halal serta travel yang syariah.
Muhammad Mar’Ie, Saifullah, Nur Istiqamah
NEKTON: Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan, Volume 2, pp 27-34; https://doi.org/10.47767/nekton.v2i1.323

Abstract:
The ease of obtaining fish, especially seawater fish, makes the people of Sajad Subdistrict interested in selling fish, based on observations there are 18 to 20 people selling vegetables and seawater fish in Sajad District. The purpose of the study was to determine the level of fish consumption in Sajad District. The method used is descriptive quantitative, sample data taken as many as 98 samples and processed using SPSS version 24. R2 value of 0.476 means the independent variable, family (X1), number of family members (X2), perception of fish prices (X3), tastes (X4), the level of education (X5) simultaneously affects the amount of fish consumption (Y) by 47.6%. The results of the F test show that Fcount 16,703 > Ftable 2,31, tvalue for taste = 7,606 > ttable = 1,989 and significant value 0.000 < 0.05. The respondent's taste variable (X4) is the dominant factor that affects the level of fish consumption.
Sanda Aditiya Arsandi, Alan Afriyanto, Vita Kumalasari
NEKTON: Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan, Volume 2, pp 13-26; https://doi.org/10.47767/nekton.v2i1.312

Abstract:
Indonesia dengan marine biodiversity salah satu yang tertinggi di dunia, memiliki potensi perikanan yang besar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan industri perikanan di Indonesia. Pertumbuhan industri diukur melalui parameter hasil perikanan budidaya dan hasil perikanan tangkap. Untuk menemukan faktor penyebabnya dilakukan uji korelasi terhadap beberapa variabel yang mewakili faktor internal (jumlah armada dan jumlah rumah tangga perikanan budidaya), lingkungan (luas area perikanan budidaya), indikator ekonomi (indeks harga konsumen dan inflasi), kebijakan pemerintah (indeks pembangunan manusia), kependudukan (kepadatan penduduk), serta hukum (resiko penduduk terkena tindak pidana). Pengujian dilakukan menggunakan analisis korelasi terhadap data tahun 2014-2016 pada 34 provinsi. Hasilnya faktor internal dan lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap industri perikanan. Sebaliknya, faktor ekonomi tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, secara parsial IPM berpengaruh negatif signifikan terhadap hasil perikanan tangkap sedangkan kepadatan penduduk dan resiko penduduk terkena tindak pidana berpengaruh negatif signifikan terhadap hasil perikanan budidaya.
Brian Abraham Salmon Uneputty, Simon Tubalawony, Yunita Anganetjie Noya
NEKTON: Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan, Volume 2, pp 57-65; https://doi.org/10.47767/nekton.v2i1.326

Abstract:
Perairan Laut Banda merupakan perairan terbuka yang memiliki dinamika dan karakteristik perairan yang sangat kompleks. Perairan tersebut memiliki topografi bawah laut yang beragam dan dikelilingi oleh banyak pulau baik pulau besar maupun kecil. Selain itu perairan ini juga sangat dipengaruhi oleh fenomena ENSO. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola sebaran Klorofil A di Perairan Laut selama periode La Nina dan Tingkat Produktivitas Primer. Penelitian ini menggunakan data bulanan klorofil a tahun 2010, dari satelit MODIS AQUA yang kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Surfer-12. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola variasi sebaran klorofil a di Perairan Laut banda selama fenomena El nino dan La Nina.
Agustinus B Komberem, Sisca Elviana, Sunarni
NEKTON: Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan, Volume 2, pp 43-56; https://doi.org/10.47767/nekton.v2i1.314

Abstract:
Sungai Bian, muara, hingga pesisir memiliki potensi perikanan yang sangat tinggi. Penduduk di sekitar sungai memanfaatkan Sungai Bian sebagai sumber mata pencaharian dan juga sebagai sarana transportasi yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman spesies, kualitas parameter lingkungan sehingga dapat mengetahui kondisi kesehatan lingkungan di sekitar Sungai Bian berdasarkan Baku Mutu Air Laut untuk biota laut dalam Keputusan PP No 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukan selama 2 bulan pengamatan ditemukan 25 spesies dari tiga stasiun pengamatan dimana jenis yang paling banyak tertangkap adalah udang kelapa (Metapeneus monoceros) dan spesies yang paling sedikit di temukan adalah spesies, lele merauke (Paraplotosu salbilabris), lidah totol putih (Paraplagus iabilineata), kipas-kipas (Gerres oyena), baji-baji (Leviprora inops), pari pasir (Plesio batisdaviesi), pari bunga (Himantura uarnak). Hasil pengukuran kualitas air suhu, salinitas, dissolved oxygen (DO) dan pH masih mendukung keberadaan biota perairan laut dan belum mengalami pencemaran dengan kategori stabil.
Sajriawati
NEKTON: Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan, Volume 2, pp 35-42; https://doi.org/10.47767/nekton.v2i1.313

Abstract:
Salah satu hasil tangkapan nelayan di wilayah Pesisir Pantai Lampu Satu adalah jenis udang rebon, namun harga jualnya rendah dan daya tahannya singkat sehingga cepat mengalami penurunan mutu (rusak). Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini yaitu dengan melakukan diversifikasi produk udang rebon menjadi terasi udang sehingga harga jualnya naik dan daya tahannya lama. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana tahapan dari proses pengolahan terasi udang. Penelitian berlangsung selama bulan Nopember sampai Desember 2021 bertempat di Pesisir Pantai Lampu Satu, Kabupaten Merauke. Responden penelitian adalah 1 kelompok pengolah terasi udang skala rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan terasi udang terdiri dari 10 tahap pembuatan yaitu penyortiran, pencucian, fermentasi, penjemuran tahap 1, penggilingan tahap 1, penjemuran tahap 2, penggilingan tahap 2, pencetakan, penjemuran tahap 3 dan pengemasan. Pengolahan terasi udang masih dikategorikan sederhana karena semuanya menggunakan sistem manual tenaga manusia.
Kukuh Septihandoko, Moch Aziz Arindya Mukti, Daruti Dinda Nindarwi
NEKTON: Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan, Volume 1, pp 9-19; https://doi.org/10.47767/nekton.v1i2.279

Abstract:
Ikan karper (Cyprinus carpio) merupakan komoditas perikanan air tawar yang saat ini mengalami perkembangan pesat dari waktu ke waktu. Perkembangan yang semakin pesat dan berkualitas tidak lepas dari peranan kegiatan pembenihan. Oleh sebab itu, diperlukan program yang tepat dalam usaha perbaikan kualitas benih ikan karper. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi proses pembenihan ikan karper (Cyprinus carpio) agar menghasilkan benih yang lebih optimal dengan mengkaji metode pembenihan secara alami. Metode kerja pada studi ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan data primer dan sekunder. Parameter yang diamati antara lain fekunditas, Fertilization Rate, Hatching Rate dan Survival Rate. Hasil studi menunjukkan nilai fekunditas sebanyak 240.000 butir dengan nilai FR sebesar 80%, nilai HR sebesar 95% dan nilai SR sebesar 36%.
Suryadi, Dewi Merdekawati
NEKTON: Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan, Volume 1, pp 53-63; https://doi.org/10.47767/nekton.v1i2.301

Abstract:
Udang yang potensial untuk dibudidayakan dalam tambak adalah Udang Windu (Penaeus monodon) dan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Adapun keunggulan dari udang vaname ini yaitu tahan dari penyakit, pertumbuhannya yang cepat dengan masa pemeliharaannya relatif singkat kisaran 100-110 hari, sintasan selama pemeliharaan tinggi dan nilai konversi pakan (FCR) rendah (1:1,3). Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi kinerja budidaya udang vaname, mengidentifikasi masalah dan rekomendasi usulan intervensi pada budidaya udang vaname, menganalisis pendapatan berkaitan dengan produktivitas budidaya untuk menegtahui tingkat keuntungan. Penelitian dilaksanakan bulan Maret – Mei 2021 di PT. Hasil Nusantara Mandiri Kelurahan Sungai Bulan Kecamatan Singkawang Utara. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan deskriptif dengan mengamati indikator produktivitas, SR, FCR, dan kualitas air sebagai data pendukung, identifikasi masalah digunakan Root Cause Analysis dan Fishbone Analysis. Hasil menunjukan produktivitas yang di peroleh 24.233,48 kg yang mana terget perusahaan untuk 4 kolam yaitu 48.000 kg. Pendapatan atau keuntungan yaitu sebesar Rp. 106.199.842.
Onesimus Dhyas Dwi Atmajaya, Rosyadi, Muhammad Hisyam
NEKTON: Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan, Volume 1, pp 43-52; https://doi.org/10.47767/nekton.v1i2.291

Abstract:
Perikanan Tangkap di Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu kegiatan yang sangat potensial di Provinsi Kalimantan Barat. Di Perairan Kubu Raya, potensi sumberdaya perairan terutama udang galah sangat besar. Pemanfaatan sumberdaya perairan di Kabupaten Kubu Raya dilakukan dengan memanfaatkan alat tangkap yang dapat dioperasikan baik di perairan umum maupun perairan terbuka. Meskipun demikian, Masalah perikanan yang dihadapi di Kabupaten Kubu Raya saat ini adalah masalah mengenai penggunaan alat tangkap yang kurang ramah lingkungan. Penggunaan pukat oleh nelayan merupakan ancaman bagi keberlanjutan sumberdaya perairan dan lingkungan. Penentuan Alternatif Alat Tangkap Ramah Lingkungan adalah cara untuk melestarikan keberlanjutan Perikanan Tangkap di Kabupaten Kubu Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan alat tangkap alternatif yang paling ramah lingkungan. Alat tangkap yang direkomendasikan untuk kegiatan penangkapan ikan di Kubu Raya yaitu gillnet, tramellnet, pancing dan bubu. Berdasarkan hasil analisis, alat tangkap gillnet merupakan alat tangkap yang paling direkomendasikan dari segala aspek.
Dandi Saleky, Efraim Weremba, Marius A. Welikken
NEKTON: Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan, Volume 1, pp 33-42; https://doi.org/10.47767/nekton.v1i2.290

Abstract:
This study aims to analyze the diversity of fish species caught on the Ndalir Coast of Merauke Regency. This research was conducted in Juli-August 2020. The determination of the sampling points at the research location used the purposive random sampling method with two observation stations. Analysis of the research data using relative abundance (Kr), Shannon-Wienner index (H '), uniformity index (E), and dominance index (C), The number of fish catches during the study time was 431 which were divided into 12 species of fish. Station two has a greater number of catches than station one. The highest relative abundance was tongue fish (Cynoglossus abbreviation) (Station I) and mullet (Mugil cephalus) (Station II). The diversity index value at the two observation stations is in the medium category. The uniformity and dominance index values ​​show that the species at the two research stations are evenly distributed with no dominating species.
Back to Top Top