Jurnal Teologi (JUTEOLOG)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2774-9355 / 2775-4006
Total articles ≅ 12
Filter:

Latest articles in this journal

Fati Aro Zega
Jurnal Teologi (JUTEOLOG), Volume 2, pp 136-150; https://doi.org/10.52489/juteolog.v2i1.16

Abstract:
Many have attacked the inerrancy and infability of the Bible. Inherence which means free from defects, in writing and infability means infallibility, in the teachings, which conservative evangelicals hold firm to the Bible, are always under attack and accusations, that the Bible is no longer authentic. Through descriptive qualitative methods with library studies, it can be concluded that there is a role of archeology and the dating of dead sea scrolls so that in the Qumran Old Testament, which is approximately 2,200 years old, it adds one manuscript evidence about the authenticity of copying. The Scriptures of no religion have documentary evidence like this. More importantly, the contribution of The Dead Sea Scrolls is evident through the acknowledgment of the world of critical scholarship which must undeniably admit that the events of Jesus are historical events, not as they have been about
Paulus Kunto Baskoro
Jurnal Teologi (JUTEOLOG), Volume 2, pp 151-167; https://doi.org/10.52489/juteolog.v2i1.22

Abstract:
Abstrak Pandangan teologi merupakan bagian yang selalu menjadi pembahasan bahkan perdebatan terpenting dalam sepanjang sejarah gereja. Sebab pandangan teologi menjadi sebuah acuan untuk membangun kekuatan pendirian dalam Kristus Yesus. Teologi yang kuat akan menghasilkan sebuah pemahaman yang sempurna tentang kebenaran Firman Tuhan. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa dalam perkembangan gereja Tuhan muncul teologi-teologi yang berkembang. Salah satunya munculnya Teologi Reformasi. Yang cukup resah dengan perkembangan teologi sebelumnya, yang tidak seusai lagi dengan kebenaran Firman Tuhan. Tokoh-tokoh reformasi yang muncul seperti Marthin Luther, Zwingli dan Calvin. Banyak doktrin yang sedang disoroti oleh kelompok Teologi Reformasi seperti doktrin keselamatan, doktrin Alkitab, doktrin Allah, baptisan air dan perjamuan kudus. Penelitian ini menggunakan metode deskritif, yaitu mempelajari tentang Teologi Reformasi dan sumbangannya dalam pemahaman sejarah teologi masa kini. Penulis menggali kebenaran-kebenaran secara studi teologis dengan didukung fakta sejarah serta penelitian studi literatur studi pustaka. Pembahasan yang secara lengkap dalam konteks sejarah munculnya Teologi Reformasi, dasar Alkitab pemikiran munculnya Teologi Reformasi, pandangan pribadi tentang munculnya Teologi Reformasi, pandangan gereja tentang munculnya Teologi Reformasi, penerimaan tentang munculnya Teologi Reformasi pada masa kini, kekuatan dan kelemahan Teologi Reformasi. Dalam bagian ini Teologi Reformasi dikaji secara teologis yang benar, sehingga beberapa bagian yang sesuai dengan kebenaran Alkitab bisa diterapkan dalam aplikasi orang percaya masa kini untuk menjadi dasar kekuatan teologi dan pertumbuhan rohani untuk tetap teguh kepada kebenaran Alkitab yang sejati.
Olivia Lili
Jurnal Teologi (JUTEOLOG), Volume 2, pp 127-135; https://doi.org/10.52489/juteolog.v2i1.21

Abstract:
Ada begitu banyak proses pembelajaran dalam melaksanakan pendidikan pada masa sekarang ini. Sebagai orang Kristen, kita mempunyai dasar kebenaran dalam melakukan berbagai hal, termasuk didalamnya pelaksanaan pendidikan. Banyak teks dalam Alkitab yang membicarakan tentang mendidik anak. Dalam kitab Ulangan 6:6-9 ditemukan perintah Allah kepada orang tua/orang dewasa untuk mendidik anak. Teks yang ada pada Ulangan 6:6-9 umumnya hanya dipahami sebatas sebagai perintah untuk melaksanakan pendidikan tentang Allah dalam keluarga, tetapi penulis memandang teks pada Ulangan 6:6-9 juga menunjukkan proses pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk membantu anak-anak dalam memahami mata pelajaran di sekolah. Penulis akan melakukan analisis terhadap teks Ulangan 6:6-9 untuk menemukan proses pembelajaran yang ada, dengan tujuan dapat membantu para pengajar dan orang tua yang mendampingi proses belajar mengajar yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
Yosua Tabuni
Jurnal Teologi (JUTEOLOG), Volume 2, pp 118-126; https://doi.org/10.52489/juteolog.v2i1.20

Abstract:
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui tanda-tanda akhir zaman berdasarkan Daniel 12, menggunakan pendekatan hermeneutic dan library research, penulisan ini menemukan bahwa tanda-tanda dalam Daniel 12 merupakan tanda menekankan bahwa pada hari-hari yang terakhir akan terjadi kesengsaraan yang luarbiasa dan yang belum pernah dan tidak akan pernah terjadi sejak adanya dunia. Mikhael akan muncul sebagai pangeran bagi orang-orang benar dan setiap orang percaya akan luput dari kesengsaraan itu.
Sri Wahyuni
Jurnal Teologi (JUTEOLOG), Volume 2, pp 184-199; https://doi.org/10.52489/juteolog.v2i1.27

Abstract:
Artikel ini beranjak dari kondisi beberapa gereja yang ini sangat memprihatinkan. Tidak sedikit gereja yang hidup segan, mati tak mau, Bahkan ada gereja yang sepi kegiatan, kalaupun ada sifatnya hanya ritinitas, apalagi di masa pandemic covid -19 seperti sekarang ini, khususnya gereja-gereja kecil di perkampungan. Berdianm diri, menunggu uluran tangan dari para dermawan. Oleh karena itu artikel ini akan membahas tentang pentingnya peran seorang pemimpin Gereja sebagai pelaku perubahan bagi kemaat yang digembalakannya. Penelitian ini menggunakan metode pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penekanannya adalah pada kajian terhadap sumber-sumber pustaka dan mengurainya serta memberi penjelasan dalam sebuah kerangka uraian. Analisis sumber utama adalah literasi pustaka yang mengkaji tentang pemimpin Gereja yang visioner sebagai pelaku perubahan yang dilengkapi oleh berbagai artikel jurnal dan sumber akademik lainnya yang relevan dengan topik yang dibahas. Visi adalah hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin gereja, sebab visi akan memberikan arah yang jelas. Visi adalah salah satu factor penentu keberhasilan seorang pemimpin.
Yakub Hendrawan Perangin Angin, Tri Astuti Yeniretnowati
Jurnal Teologi (JUTEOLOG), Volume 2, pp 168-183; https://doi.org/10.52489/juteolog.v2i1.17

Abstract:
Effective communication is actually not based on whether many or a few messages are communicated by both the husband and wife, but lies in the reasons and the delivery procedures. It is rare for a married couple and a family to have the same language of love or the main language of love. Married couples have a tendency to use their respective primary love languages, and in the end, husband and wife often get confused if they don't even understand what their husband or wife actually communicates. This is the crux of the problem. The method used in writing this journal is an analysis based on a bibliography so as to find the concept of the language of love for husband and wife relationships.
Yosua Sibarani
Jurnal Teologi (JUTEOLOG), Volume 1, pp 59-79; https://doi.org/10.52489/juteolog.v1i1.11

Abstract:
Sermon plays an important role in Christian worship because it is the proclamation of God's word to the people. There are several models of preaching that can be applied by the preacher, one of which is the topical preaching model. Unfortunately, there are preachers who do not understand the essence of topical preaching by using Bible verses as a cover for other topics the preacher wants to address. This study is descriptive-evaluative about the topical preaching model and how it is implemented for Christian preachers so that readers are able to reconstruct the meaning of the topical sermons that have been carried out so far. This study finds that topical preaching is preaching that has advantages and disadvantages. This sermon model is in demand by many preachers because it is easier to prepare and effective in delivery. However, the preacher needs to be aware of the abuse of the topical method of inserting ideas into the biblical text (eisegesis). In fact, all preaching methods including topical must be exposition with the correct hermeneutic method.
Yakub Hendrawan Perangin Angin, Tri Astuti Yeniretnowati
Jurnal Teologi (JUTEOLOG), Volume 1, pp 80-97; https://doi.org/10.52489/juteolog.v1i1.12

Abstract:
Christian Faith Resilience Amidst the Era of Disruption. The current era of disruption which is marked by the birth of various innovations and new technologies cannot be avoided by all people, organizations and churches. The era of disruption will affect the Christian faith, so that the attitudes, policies and culture adopted by believers who are Christian to the influence caused by this era of disruption will greatly determine the continuity of their Christian faith, whether it will continue to grow or will die completely. With a descriptive qualitative method with a literature study approach, the author proposes a conceptual frame of the role of the challenge of Christian faith in the era of disruption. The main source of analysis includes research results contained in journals and books, which are analyzed by looking at the relationship and compatibility with the title of the writing. The results of this study on the era of disruption and dimensions of Christian faith are then used to formulate the concept of resilience of the Christian faith in the era of disruption. There are eight main attitudes that must be developed in order to maintain Christian faith in this era of disruption. Abstrak: Ketahanan Iman Kristen Di Tengah Era Disrupsi. Era disrupsi yang berlangsung saat ini yang ditandai dengan lahirnya berbagai inovasi dan teknologi baru tidak dapat dihindari oleh semua orang, organisasi dan gereja. Era disruspsi akan berpengaruh kepada iman Kristen, sehingga sikap, kebijakan serta budaya yang diambil oleh orang percaya yang ber-iman Kristen terhadap pengaruh yang ditimbulkan oleh era disrupsi ini sangat menentukan keberlangsungan iman Kristen-nya apakah akan kokoh terus berkembang atau akan mati total. Dengan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur penulis mengemukakan sebuah bingkai konsep peran tantangan iman Kristen pada era disrupsi. Adapun sumber utama dari analisis meliputi hasil penelitian yang terdapat pada jurnal dan buku, yang dianalisis dengan cara mencermati hubungan dan kecocokan dengan judul penulisan. Hasil kajian tentang era disrupsi dan dimensi-dimensi iman Kristen ini selanjutnya digunakan untuk menyusun konsep ketahanan iman Kristen pada era disrupsi. Terdapat delapan sikap utama yang harus dikembangkan guna mempertahankan iman Kristen di era disrupsi ini
Setya Budi Tamtomo
Jurnal Teologi (JUTEOLOG), Volume 1, pp 98-117; https://doi.org/10.52489/juteolog.v1i1.13

Abstract:
Many pastors have become stumbling blocks due to their inability to dedicate their lives to God's calling, in applying pastoral principles. Through a descriptive qualitative method with a literature study approach, the author describes the theological review of the shepherding principle being the main goal of exegesis in Jeremiah 23: 1-4. So that the pastor's role can be maximized by understanding and actualizing the principles of shepherding. The principle of shepherding in Jeremiah 23: 1-4 found that shepherding is the ministry of finding the lost and scattered congregations, gathering the scattered congregations and bringing them back to worship and giving courage not to be afraid to face the problems at hand. Pastors are also required to care about the condition of their congregation both physically and spiritually. The pastor must care for, find and gather the congregation back.
Paulus Kunto Baskoro
Jurnal Teologi (JUTEOLOG), Volume 1, pp 15-35; https://doi.org/10.52489/juteolog.v1i1.14

Abstract:
Salvation is a mighty work that Jesus did for all mankind. This is a serious problem for humans, namely the settlement of sins, which can also be explored from the Book of Acts. Yet many people feel that the Book of Acts is merely church history and does not have a strong contribution to the history of salvation. Based on the above facts, it is necessary to present the theologies in the Book of Acts and their contribution to the work of salvation for mankind. And the Book of Acts is also the starting point of a movement for God's church which is the basis of the gospel message to all people. Through the theological concepts that appear in the Book of Acts of the Apostles will be implemented for believers and the church today, so as to become a strong foundation for the movement of God's church in the work of the history of salvation until the end of time.
Back to Top Top