Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia

Journal Information
ISSN / EISSN : 2775-3034 / 2775-3026
Published by: Infinite Corporation (10.52436)
Total articles ≅ 68
Filter:

Latest articles in this journal

Rini Estiyowati Ikaningrum, Lilia Indriani, Ika Setyowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 113-118; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.501

Abstract:
Untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh, guru harus mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Namun pada kenyataannya masih banyak guru yang masih mengalami kesulitan dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran secara daring. Dari fakta yang ada tentang kurangnya kemampuan guru Sekolah Dasar dalam bidang teknologi maka diperlukan pendampingan bagi guru-guru untuk memanfaatkan teknologi yang berupa aplikasi berbasis web, salah satunya dengan aplikasi Kahoot. Kegiatan pendampingan pemanfaatan aplikasi Kahoot dilaksanakan di tiga sekolah dasar di Kota Magelang. Kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi 4 tahapan yaitu tahapan pertama yang berupa observasi dan persiapan pengabdian. Tahapan selanjutnya adalah sosialisasi pelaksanaan. Dalam tahap ini, tim pengabdian akan memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan teknologi yang berupa aplikasi Kahoot untuk pembelajaran jarak jauh. Alokasi waktu sosialisasi program pendampingan untuk pembelajaran jarak jauh adalah 4 kali pertemuan dan metode yang dilakukan di dalam sosialisasi pelaksanaan adalah ceramah, diskusi serta praktik. Tahapan yang ketiga adalah pendampingan. Dalam tahapan ini, tim pengabdian akan mendampingi guru untuk mengimplementasikan aplikasi Kahoot pada masing-masing sekolah mitra. Tahap yang terakhir adalah evaluasi, di mana tim pengabdian dan mitra melihat kelebihan dan kekurangan dari kegiatan pemanfaatan aplikasi Kahoot. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Kahoot dalam pembelajaran di sekolah dapat membantu guru dalam menciptakan proses kegiatan belajar mengajar yang bervariasi serta menarik bagi siswa.
Julya Ratulohoren, Irfandi Rahman, Prisilya Prety Ruhukail, M Faizal Arianto, Susanti Debora Kadiwaru, Suci Khairunnisa, Victor Maikel Pieter Asyerem, Novalia Patrisia Ngamelubun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 37-43; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.435

Abstract:
Perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS adalah upaya untuk memperkuat budaya seseorang, kelompok maupun masyarakat agar peduli dan mengutamakan kesehatan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas. Anemia dapat meningkatkan peluang terjadinya AKI (Angka Kematian Ibu), AKB (Angka Kematian Bayi), kelahiran premature dan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah). Survey awal yang dilakukan di Kampung Malawor memiliki potensi untuk diberdayakan, terutama dari aspek kesehatan yang dilakukan secara terintegrasi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu dan anak hal ini dikarenakan masyarakat kampung Malawor masih memiliki pengetahuan yang kurang. Tujuan diharapkan dengan edukasi PHBS anak dan juga Nutrisi KIA dapat meningkatkan pengetahuan bagi Ibu dan anak di Kampung Malawor Distrik makbon. Hasil Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Anak, Personal hygiene dan Nutrisi KIA di kampung Malawor Distrik Makbon memberikan dampak positif bagi masyarakat di kampung Malawor agar meningkat pengetahuan.
Lukhi Mulia Shitophyta, Shinta Amelia, Siti Jamilatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 33-36; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.432

Abstract:
Penggunaan sabun cair semakin meningkat setelah banyak ibu rumah tangga yang meninggalkan sabun padat. Konsumsi sabun cair menambah pengeluaran rumah tangga. Minimnya pengetahuan dalam pembuatan dan bahan sabun cair menjadi masalah besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan melatih pembuatan sabun cair bagi anggota Nasyiatul Aisyiyah Bantul. Metode kegiatan terdiri dari sosialisasi materi pokok tentang sabun melalui zoom dan pelatihan pembuatan sabun cair melalui video tutorial. Tahapan produksi sabun cair terdiri dari persiapan bahan dan peralatan, pencampuran dan pengadukan semua bahan, kemudian sabun disimpan dalam botol dan didiamkan selama 24 jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami teknik pembuatan sabun cair dengan persentase pencapaian sebesar 74%.
Uci Reza Oktaviani, Abu Dharin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 19-24; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.409

Abstract:
Covid-19 merupakan wabah penyakit yang berasal dari virus corona yang sekarang menjadi pusat perhatian seluruh negara di dunia karena proses penularan yang sangat cepat. Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam memutus rantai persebaran Covid-19 seperti vaksin dan mengajak masyarakat untuk menaati protokol kesehatan 5M antara lain, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Somagede, Banyumas. Kasus positif di desa tersebut terbilang rendah, hanya saja kesadaran masyarakat untuk menaati protokol kesehatan di masa pandemi ini cukup rendah. Banyak masyarakat desa tersebut tidak memakai masker saat hendak pergi dari rumah. Oleh karena itu perlu adanya gerakan massif dari semua elemen masyarakat, salah satunya adalah mahasiswa yang berperan sebagai agent of change untuk berperan aktif membantu  masyarakat di tengah pandemi. Adapun kegiatan yang di usung dalam pengabdian masyarakat ini yaitu melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat. Terdapat beberapa program dalam kegiatan sosialisasi ini antara lain, mengedukasi tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar kepada anak-anak di daerah setempat, pembagian masker, bubur, dan pemasangan poster terkait protokol kesehatan di tiap rumah. Untuk metode pelaksanaan yang digunakan, yaitu mengidentifikasi potensi dengan menganalisis permasalahan yang ada di masyarkat, penyusunan program, observasi lapangan, dan sosialisai kegiatan. Dari adanya kegiatan sosialisasi ini membuat pengetahuan masyarakat akan  pentingnya menjalankan protokol kesehatan bertambah.
Maulana Yusuf Alkandahri, Farhamzah Farhamzah, Keke Jayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 9-12; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.398

Abstract:
Alergi merupakan reaksi-reaksi dari sistem kekebalan yang terjadi ketika jaringan tubuh yang normal mengalami cedera/terluka. Salah satu penyebab alergi yang paling sering dialami oleh orang dewasa dan anak-anak adalah alergi makanan. Alergi makanan merupakan salah satu penyebab tersering reaksi anafilaksis, terutama pada anak-anak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai reaksi alergi dan cara mengatasinya. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu tanggal 26 Mei 2021 menggunakan Zoom Meeting dengan mengundang masyarakat Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah 96 orang. Tahapan awal dari kegiatan ini dimulai dengan memberikan pre test kepada para peserta. Setelah itu, dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan dengan topik “Alergi dan Cara Mengatasinya” melalui media Zoom Meeting. Setelah penyuluhan selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Kemudian sebelum menutup acara kegiatan ini, para peserta diberikan post test tentang pemahaman materi penyuluhan yang telah diberikan. Adapun hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pemahaman yang signifikan pada masyarakat Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat tentang penyakit alergi dan cara mengatasinya dengan benar.
Suci Flambonita, Vera Novianti, Putu Samawati, Artha Febriansyah, Lusi Apriyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 105-111; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.477

Abstract:
Pengelolaan keuangan desa merupakan semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban desa. Keuangan desa dikelola berdasarkan atas asas-asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Sedangkan pengelolaan Keuangan Desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa. Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) merupakan rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa. Diperlukan Peraturan Bupati/Walikota untuk mengatur mengenai Pengelolaan Keuangan Desa. Pada dasarnya tulisan ini membahas salah satu siklus dari pengelolaan Keuangan desa yaitu Pertanggungjawaban Keuangan Desa. Tujuan dari tulisan ini adalah memberikan pengetahuan bagi aparatur desa yang terkait dengan pengelolaan keuangan desa, terutama Kepala Desa sebagai tampuk pimpinan di desa serta pertanggungjawabannya. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Pembahasan pada tulisan ini mengacu pada Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang pemeritahan desa, dimana kepala desa bertanggung jawab kepada camat, tetapi setelah diberlakukannya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, maka kepala desa langsung bertanggungjawab kepada Bupati/walikota, yaitu terkait bagaimana pengelolaan dana desa secara baik.
Nabila Fatha Zainatul Hayah, Fitria Zana Kumala
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 1-8; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.341

Abstract:
Covid-19 kini tengah menjadi permasalahan nomer satu di segala penjuru dunia. Penyebaran yang begitu cepat serta belum di temukannya obat penangkal yang tepat membuat setiap orang takut terhadap paparan virusnya, terlebih ketika mengetahui bahwa sistem imunitas tubuh lah yang menjadi mangsanya. Upaya vaksinasi saja belum cukup untuk dijadikan jalan utama dalam penyelesaian masalah pengobatancovid-19. Salah satu cara yang efektif adalah dengan menengok kebelakang membuka tabir sejarah pengobatan tradisional berbahan tanaman herbal yang digunakan oleh nenek moyang, bisa menjadi opsi obat pencegah covid-19. Wilayah dengan tanah yang cukup subur dan di tumbuhi lumayan banyak tanaman herbal adalah Desa Cilongok. Namun pemanfaatan tanaman herbal di desa tersebut masih sangat minim. Dari permasalahan tersebut, maka penulis bermaksud mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan obat herbal (jamu) pencegah gejala fisik covid-19 penambah imunitas tubuh sebagai upaya perlindungan diri terhadap bahaya covid-19. Serta edukasi mengenai materi seputar covid-19 untuk menumbuhkan sikap perhatian terhadap kesehatan diri disaat pandemi. Adapun hasil kegiatan yang dicapai pada kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran diri masyarakat Desa Cilongok tentang pentingnya tanaman obat herbal yang tumbuh di sekitar untuk dijadikan obat penambah imunitas tubuh serta betapa pentingnnya menjaga kesehatan di tengah pandemi dengan cara mematuhi protokol kesehatan.
Husna Pravita Amalia, Tri Setyowati, Aris Purwanto, Indojacmiko Indojacmiko, Sri Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 45-51; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.437

Abstract:
Kasus Kekerasan dalam rumah tangga di Kota Surakarta mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19 Peningkatan kasus tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya stres dan ketakutan selama proses melewati masa pandemi. Kondisi mengalami KDRT berdampak pada menurunnya kesejahteraan korban yang mengalaminya. Pelatihan pemaafan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif korban KDRT. Sebanyak lima orang korban KDRT mengikuti pelatihan pemaafan. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan aktif dengan experiential learning melalui diskusi, mental imagery, studi kasus, relaksasi dan ice breaking yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai rerata skor tingkat kesejahteraan subjektif sebelum pelatihan sebesar 50,20 dan sesudah pelatihan sebesar 75,80 sehingga terdapat peningkatan sebesar 25,6 dengan nilai signifikansi (Sig.2-tailed) sebesar 0,005 (p<0,05), dan nilai t = -5,716. Hasil tersebut menjelaskan bahwa pelatihan pemaafan berpengaruh positif terhadap tingkat subjective well being wanita korban KDRT.
Eko Pujiyanto, Cucuk Nur Rosyidi, Muhammad Hamka Ibrahim, Ariawan Budiaji
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 25-31; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.415

Abstract:
Mayoritas masyarakat di Pulau Jawa menggunakan genteng sebagai atap bangunan. Genteng yang beredar di pasar, sebagian besar dari IKM yang belum memenuhi standar kualitas sesuai SNI 03-2095-1998. Untuk meningkatkan kualitas genteng supaya memenuhi SNI 03-2095-1998 dilakukan pendekatan eksperimen proses pembuatan genteng. Ekperimen dilakukan pada komposisi bahan baku pembuat genteng. Bahan baku utama adalah tanah liat, sedangkan bahan baku lain adalah serbuk kaca dan abu sisa pembakaran kayu. Pemanfaatan bahan ini sebagai usaha untuk memanfaatkan limbah lingkungan. Strategi eksperimen dilaksanakan untuk mendapat komposisi bahan yang menghasilkan kualitas genteng yang sesuai SNI 03-2095-1998. Eksperimen dilaksanakan dengan melibatkan pembuat genteng, sehingga hasil optimal dapat diterapkan dalam industri pembuatan genteng. Kualitas yang diukur adalah kekuatan tekan dan penyerapan air. Hasil eksperimen menunjukan bahwa kekuatan tekan adalah  371,72 Kgf dan penyerapan air adalah 0,16%. Hasil optimal ini sudah memenuhi syarat kualitas genteng menurut SNI 03-2095-1998.
Eva Prasetiyono, Eva Utami, Rendy Rendy, Teguh Iskandar, Endah Prihatini Isnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 67-76; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.442

Abstract:
Potensi Perairan estuari pada hutan mangrove di daerah Belinyu, Kabupaten Bangka cukup tinggi. Tingginya potensi perairan tersebut dimanfaatkan oleh para pembudidaya ikan untuk membudidayakan ikan-ikan air payau.  Kelompok pembudidaya ikan Perepat Permai di Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka merupakan pembudidaya ikan yang sedang merintis budidaya ikan belanak belinyu. Ikan belanak belinyu memiliki ciri khas daging yang lebih lembut, gurih dan tidak berbau lumpur dibandingkan ikan belanak dari perairan lain. Namun Budidaya ikan yang dilakukan masih terkendala oleh persoalan rendahnya optimalisasi dalam memanfaatkan kapasitas produksi yang berdampak pada rendahnya kuantitas dan kualitas hasil panen. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan aplikasi IPTEKS berupa sistem dan teknologi untuk menghasilkan ikan belanak yang memiliki harga jual tinggi dengan optimalisasi kapasitas produksi para pembudidaya ikan. Kegiatan ini dilaksanakan di kolam budidaya ikan yang dimiliki oleh para pembudidaya ikan di Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Metode kegiatan ini yaitu melakukan kegiatan budidaya dengan menyisipkan aplikasi teknologi padat tebar dan sistem pemberian pakan buatan dalam pada proses budidaya ikan Belanak Belinyu. Tahapan dalam kegiatan ini terdiri atas tiga tahapan utama yaitu pra produksi (penyiapan sarana dan prasarana budidaya ikan), produksi (penebaran ikan belanak belinyu, pemeliharaan ikan dan pengontrolan kualitas lingkungan) dan pasca produksi (Pemanenan dan evaluasi teknologi). Target kegiatan ini yaitu pembudidaya ikan yang tergabung dalam kelompok Perepat Permai Balinyu. Hasil dari kegiatan ini yaitu ikan belanak belinyu yang dipelihara dari ukuran juvenil dengan panjang 7-10 cm tumbuh optimal pada tambak. Tambak tempat pemeliharaan ikan belanak belinyu kondisi lingkungannnya sesuai dengan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan belanak belinyu. Jumlah ikan belanak belinyu memenuhi kapasitas produksi ikan. Ikan belanak belinyu mampu dipanen secara parsial dalam jangka waktu 4-5 bulan dengan ukuran panjang 20 – 24 cm dan bobot 200 – 300 gram per-ekor yang merupakan ukuran konsumsi sesuai dengan permintaan pasar.
Back to Top Top