Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia

Journal Information
ISSN / EISSN : 2775-4227 / 2775-4219
Published by: Infinite Corporation (10.52436)
Total articles ≅ 83
Filter:

Latest articles in this journal

Muhammad Fadhil Fadli, Ahmad Amirullah, Agus Manggala, Zurohaina Zurohaina, Robert Junaidi
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, Volume 2, pp 109-113; https://doi.org/10.52436/1.jpti.147

Abstract:
Etanol merupakan salah satu bahan kimia penting karena memiliki manfaat yang sangat luas antara lain sebagai pelarut, bahan bakar cair, bahan desinfektan, bahan baku industri, dan sebagainya. Dalam pemanfaatannya seringkali dibutuhkan etanol dengan kemurnian tinggi dan untuk memperoleh etanol dengan kemurnian tinggi biasanya digunakan proses distilasi. Namun distilasi hanya mampu menghasilkan etanol dengan kemurnian tidak lebih dari 95,6%. Selanjutnya, pada konsentrasi tersebut akan terbentuk azeotrop sehingga jika didistilasi lebih lanjut tidak akan menghasilkan etanol dengan konsentrasi lebih tinggi lagi. Salah satu alternatif untuk menghasilkan etanol dengan kemurnian lebih dari 95,6% adalah melalui proses teknologi membran yaitu pemisahan secara pervaporasi. Pada penelitian ini membran yang digunakan adalah membran poliamida dengan variasi teknanan pada sisi permeat. Variasi tekanan sisi permeat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 Kpa,40 Kpa dan 50 Kpa. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil kadar etanol permeat yang tertinggi ketika tekanan sisi permeat mencapai 40 Kpa, yaitu didapat permeat dengan kemurnian 99,6%.
Muhammad Nuzli, Pitonah Ismiah, Sri Wahyuni
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, Volume 2, pp 101-108; https://doi.org/10.52436/1.jpti.140

Abstract:
Upaya pemanfaatan fasilitas pembelajaran yang digunakan seorang guru di lembaga pendidikan guna meningkatkan kinerja guru merupakan hasil kerja yang telah dan akan di capai seorang guru melalui suatu lembaga pendidikan baik secara umum maupun sebaliknya dan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab dari seorang guru, sehingga siswa memahami kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan peserta didik dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Temuan awal peneliti pada siswa kelas IV di SDIT Nurul Balad Desa Mentawak sebelum masuk dalam proses penelitian ditemukan bahwa peserta didik di Kelas IV ini masih banyak yang kurang memahami materi pembelajaran dan beberapa siswa belum terlibat aktif dalam pembelajaran PAI dan proses pembelajaran terkesan sudah terbiasa dengan kegiatan belajar mengajar yang monoton pada aktivitas guru dan masih minim pemanfaatan fasilitas teknologi dalam pembelajaran guna sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap permasalahan tentang upaya pemanfaatan fasilitas teknologi pendidikan dalam meningkatkan kinerja guru PAI dalam pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, serta data yang diperoleh dianalisis melalui menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang temukan bahwa kinerja seorang guru PAI pada siswa Kelas IV di SDIT Nurul Balad Desa Mentawak dalam menggunakan fasilitas teknologi dalam pembelajaran sudah digunakan, akan tetapi belum dilakukan kepada peserta didik secara maksimal. Seperti ada kendala dari fasilitas yang di berikan sekolah untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan upaya persiapan yang dilakukan guru dalam memfasilitasi siswa kelas IV dalam proses pembelajaran PAI.
Indra Gunawan Suryono
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, Volume 2, pp 127-135; https://doi.org/10.52436/1.jpti.160

Abstract:
Rendahnya hasil belajar peserta didik disebabkan dominannya proses pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran ini suasana kelas cenderung kurang menarik sehingga siswa menjadi pasif, sehingga siswa tidak diajarkan strategi belajar yang dapat memahami bagaimana belajar, berpikir, dan memotivasi diri sendiri (self motivation), padahal aspek-aspek tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam suatu pembelajaran. Dalam semua mata pelajaran pasti memiliki kendalanya masing-masing, begitu juga dalam pembelajaran matematika. Biasanya dengan pembelajaran yang menggunakan metode konvensional seperti ceramah akan membuat siswa menjadi jenuh. Siswa akan kesulitan menangkap maksud dari pembelajaran tersebut. Berdasarkan pada uraian diatas maka penelitian ini akan difokuskan pada Pengaruh Model Pembelajaran Jarak Jauh Terhadap Hasil Belajar Matematika Dengan Materi Statistika Pada Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Susukan Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data digunakan dengan menggunakan observasi, pengukuran hasil belajar, dan hasil catatan lapangan. Hasil dari dua siklus yang diterapkan, dapat menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran pembelajaran jarak jauh mampu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasilnya dapat dilihat dari peningkatan hasil pre test ke post test, yang terbukti adanya peningkatan hasil penelitian pada setiap siklusnya. Peningkatan pada pra siklus dengan rata-rata kelas 58,33 dan persentase ketuntasan 13,88% menjadi 72,5 rata-rata kelas dan persentasenya menjadi 52,78% pada siklus I dan pada siklus II rata-rata kelas menjadi 90,83 dengan persentase 88,89%. Ada beberapa saran dari penelitian ini yang dapat digunakan untuk menjadi pertimbangan dalam menggunakan metode pembelajaran pembelajaran jarak jauh untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik.
Mustain Mustain, Aisyah Suci Ningsih, Juandito Yudhatama, Balqis Alyssa Pramesti Regina, Mesa Maisela
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, Volume 2, pp 121-125; https://doi.org/10.52436/1.jpti.142

Abstract:
Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill) merupakan salah satu jenis tanaman yang seringkali diolah untuk berbagai macam masakan karena rasanya yang enak dan harganya yang murah. Namun Karena tomat tidak dapat bertahan lama terutama pada suhu ruang, oleh sebab itu dilakukan penelitian Nata De Tomato untuk mencari alternatif pengolahan tomat yang enak dan bergizi dengan menggunakan metode fermentasi. Nata De Tomato merupakan makanan hasil fermentasi tomat yang cocok untuk dimakan oleh semua orang. Untuk mendapatkan Nata De Tomato dengan kualitas yang baik, dilakukan penelitian dengan variabel konsentrasi bakteri Acetobacter Xylinum. Durasi fermentasi berlangsung selama 11 hari, dan derajat keasaman cairan fermentasi terdiri dari beberapa variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Nata De Tomato dengan konsentrasi starter 15% dengan pH 3 memiliki ketebalan paling tinggi dibandingkan dengan sampel Nata De Tomato lainnya dengan memiliki ketebalan 2cm. Namun, sampel Nata De Tomato dengan hasil optimum adalah sampel dengan konsentrasi starter 20% dengan pH 3 memenuhi standar SNI 01 - 4317, 1996 dengan kadar sukrosa sebesar 15,7% dan ketebalan nata 1,7 cm.
Asri Nopalia
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, Volume 2, pp 137-141; https://doi.org/10.52436/1.jpti.158

Abstract:
Pembelajaran PPKN adalah pelajaran yang penting bagi warga Indonesia karena dengan mempelajari ini kita dapat belajar bagaimana jadi warga negara yang baik. Namun, dalam pembelajaran PPKN masih ditemukan beberapa hambatan. Satu diantaranya, yaitu penggunaan metode pembelajaran yang tetap (metode ceramah) menjadi kendala bagi peningkatan prestasi siswa. Dengan menggunakan metode yang tetap, maka pengajaran menjadi kurang variatif dan peserta didik kurang memahami apa yang telah mereka pelajari di kelas. Hal ini berpengaruh pada perkembangan prestasi peserta didik. Maka dari itu, diperlukan metode dan media pembelajaran yang efektif untuk mencapai kompetensi tersebut. Dengan harapan setelah diterapkannya metode dan media pembelajaran itu akan meningkatkan prstasi belajar peserta didik. Berdasarkan pada uraian di atas maka penelitian ini akan difokuskan pada Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Materi Pokok Nilai-Nilai Pancasila Kelas X-IPS4 SMAN 1 DUKUPUNTANG. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data digunakan dengan menggunakan observasi, pengukuran hasil belajar, dan hasil catatan lapangan. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari dua siklus yang diterapkan, dapat menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran mind mapping mampu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasilnya dapat dilihat dari peningkatan hasil pada setiap siklusnya. Peningkatan pada prasiklus dengan rata-rata kelas 60 dan persentase ketuntasan 11,5% menjadi 75,38 rata-rata kelas dan persentasenya menjadi 57,69% pada siklus I dan pada siklus II rata-rata kelas 83,84 dengan persentase 92,3%. Adapun saran dari penelitian ini yang dapat digunakan untuk menjadi pertimbangan dalam menggunakan pembelajaran mind mapping untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik.
Siti Dini Fakhriya
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, Volume 2, pp 115-119; https://doi.org/10.52436/1.jpti.152

Abstract:
Gangguan belajar secara negatif dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk berkomunikasi dan menghadapi proses pembelajaran. Adapun gangguan belajar umum melibatkan gangguan membaca (disleksia), aritmatika (diskalkulia), dan ekspresi tertulis (disgrafia). Diskalkulia menggambarkan anak-anak dengan kekurangan kemampuan aritmatika seperti mengalami masalah pemahaman istilah matematika dasar atau operasi hitung. Artikel ini merupakan kajian literatur untuk mengkaji mengenai diskalkulia meliputi definisi, asesmen serta model intervensi. Diskalkulia disebut sebagai mathematic disorder atau developmental arithmatic disorder dan biasanya terjadi bersamaan dengan beberapa neurodevelopmental disorder seperti disfungsi akademik secara umum, kemampuan membaca, gangguan bahasa, gangguan perhatian dan fungsi eksekutif, disfungsi visuopersepsi atau visuospasial dan nonverbal learning disability. Sebelum dilakukan intervensi perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu yang meliputi asesmen terhadap kemampuan matematika, riwayat, asesmen psikososial dan pemeriksaan klinis. Model intervensi yang dapat dilakukan terhadap anak dengan diskalkulia adalah model psikoedukasi, model kognitif, model medis, model neuropsikologis dan model kognitif. Program pembelajaran individual dan tutor sebaya serta berbagai media pembelajaran dapat membantu proses pembelajaran anak dengan diskalkulia.
Muchyidin Bhrewira Darta
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, Volume 2, pp 143-150; https://doi.org/10.52436/1.jpti.161

Abstract:
Dalam pembelajaran dibutuhkan sebuah motivasi yang dapat memicu semangat belajar agar mencapai hasil yang maksimal. Namun dengan menggunakan metode dan media yang sama pada saat pembelajaran, maka pengajaran menjadi kurang variatif dan menyebabkan peserta didik jenuh dalam proses belajar mengajar. Akibatnya, peserta didik kurang mendapatkan motivasi dan menyebabkan mereka kurang memahami apa yang telah mereka pelajari di kelas. Hal ini berpengaruh pada perkembangan prestasi peserta didik. Maka dari itu, diperlukan metode dan media pembelajran yang efektif untuk mencapai kompetensi tersebut. Dengan harapan setelah diterapkannya metode dan media pembelajaran itu akan meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Berdasarkan pada uraian diatas maka penelitian ini akan difokuskan pada Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jig Saw Terhadap Hasil Belajar Penjasorkes Dengan Materi Bola Voli Pada Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Susukan Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data digunakan dengan menggunakan observasi, pengukuran hasil belajar, dan hasil catatan lapangan. Hasil dari dua siklus yang diterapkan, dapat menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe jig saw mampu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasilnya dapat dilihat dari peningkatan hasil pre test ke post test, adanya peningkatan hasil penelitian pada setiap siklusnya. Peningkatan pada pra siklus dengan rata-rata kelas 55,83 dan persentase ketuntasan 16,66% menjadi 74,72 rata-rata kelas dan persentasenya menjadi 52,77% pada siklus I dan pada siklus II rata-rata kelas menjadi 82,77 dengan persentase 88,57%. Ada beberapa saran dari penelitian ini yang dapat digunakan untuk menjadi pertimbangan dalam menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jig saw untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik.
Azaria Hikmah Fajrianti, Indah Purnamasari, Muhammad Yerizam
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, Volume 2, pp 589-594; https://doi.org/10.52436/1.jpti.138

Abstract:
Pulp adalah hasil pemisahan selulosa dari bahan baku berserat (kayu maupun non kayu) melalui berbagai proses pembuatan baik secara mekanis, semi-kimia dan kimia. Campuran bahan dalam pembuatan pulp yaitu Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan kandungan selulosa sebesar 42,7 – 65% dan pelepah pisang dengan kandungan selulosa sebesar 63 – 64%. Penelitian ini menggunakan variasi temperatur pemasakan 90°C, 100°C, 110°C dan 120°C serta variasi waktu pemasakan selama 60, 75, 90, 105 dan 120 menit. Selain itu juga menggunakan larutan pemasak NaOH konsentrasi 9% dengan komposisi sample (TKKS:pelepah pisang) yakni 2:1. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan titik optimum kadar lignin pulp didapatkan sebesar 7,75% pada waktu pemasakan 90 menit dan temperatur pemasakan 110°C.
Tasya Dwiputri Arza, Kevin Rahmad Fajar Dwi Saputra, Tahdid Tahdid, Muhammad Taufik, Sutini Pujiastuti Lestari
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, Volume 2, pp 595-600; https://doi.org/10.52436/1.jpti.139

Abstract:
Boiler merupakan suatu bejana tertutup yang berfungsi untuk merubah air menjadi air panas atau uap yang bertekanan dan memiliki temperatur yang tinggi. Double drum cross section water tube boiler merupakan boiler yang menggunakan dua drum (steam drum dan water drum) yang terhubung dengan water tube dan superheater sebagai tempat terjadinya proses proses pemanasan air dan uap air. Dimana posisi tube disusun secara melintang dengan tujuan memperluas area tube sehingga luas area perpindahan panas pada boiler menjadi lebih besar kemudian menggunakan kemiringan pada tube sebesar 65º dengan tujuan agar mempercepat penguapan pada molekul air. Bahan bakar yang digunakan pada penelitian kali ini menggunakan bahan bakar cair yaitu solar. Dari hasil penelitian menghasikan kinerja alat Water Tube Boiler yang baik  yaitu pada rasio udara bahan bakar 9,75 (excess 18%) , dimana efisiensi Thermal yang didapatkan sebesar 67,3%, dengan temperature steam sebesar 206,9?, tekanan  steam sudah mencapai tekanan optimum yaitu sebesar 5 bar. Kendala yang terjadi yaitu pada komponen yang tidak bisa menahan tekanan dan temperatur yang tinggi sehingga menyebabkan produksi steam yang dihasilkan menjadi tidak optimal. Sehingga penelitian kali ini dilakukan pengupgradean pada sistem Injection Boiler Feed Water dengan penambahan sistem Drain yang diharapkan mampu menahan turbulensi pada level gauge saat terjadinya proses kontinyu. dan sistem Secondary agar produksi steam yang didapatkan berlangsung secara steady state atau Non steady state sehingga didapatkan hasil pembakaran dan produksi steam yang optimal.
Dedek Karlina, Fhikri Cahaya Fatoni, Fikri Hidayatullah, Erlinawati Akil, Agus Manggala, K.A Ridwan
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, Volume 2, pp 583-588; https://doi.org/10.52436/1.jpti.135

Abstract:
Sebagian besar kebutuhan bahan bakar dipenuhi dari bahan bakar fosil dengan berbagai kegunaan untuk mendukung kegiatan masyarakat. Namun, ketersediaan bahan bakar saat ini semakin berkurang, terutama bahan bakar fosil. Biopellet merupakan bahan bakar biomassa padat dengan kerapatan dan keseragaman ukuran yang lebih baik daripada biomassa. Variabel yang mempengaruhi kesempurnaan pembakaran, ukuran partikel, dan karakteristik material. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bio pellet yang memenuhi standar SNI 8021-2014. Hasil penelitian untuk komposisi campuran eceng gondok, serbuk gergaji, dan tongkol jagung dapat diketahui bahwa kualitas pellet terbaik terdapat pada komposisi campuran eceng gondok 50% : 50% serbuk gergaji dan diameter 8 mm. pellet dengan kadar air 2,41%, kadar abu 2,02 %, zat terbang 63,98%, kadar karbon 31,59%, dan nilai kalor 5148,334 (kal/gr). Untuk campuran sekam padi dan dedak, komposisi 60% sekam padi: dedak 40% dan pellet diameter 9 mm dengan nilai kalor 5517,0128 (cal/gr), kadar air 8,81%, karbon tetap 9,10%, zat mudah menguap 78 0,77%, dan kadar abu 3,32%. Serta untuk komposisi campuran 70% tongkol jagung : hasil torefikasi tongkol jagung 30% dengan diameter pellet 8 mm, nilai kalor 5.271.7799 (cal/gr), kadar air 5,99%, abu kandungan 3,13%, kandungan volatile matter 72,06%, dan kandungan karbon terikat 18,83%. Dimana pellet tersebut telah mencapai Standar Nasional Indonesia 8021-2014.
Back to Top Top