Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Journal Information
ISSN / EISSN : 2657-2109 / 2684-8422
Published by: Politeknik Negeri Jakarta (10.32722)
Total articles ≅ 69
Filter:

Latest articles in this journal

Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5; https://doi.org/10.32722/mapnj.v5i1.4609

Abstract:
Program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, terutama pada Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi saat ini salah satunya berfokus pada apa yang disebut pendanaan padanan atau istilah Inggrisnya, matching fund. Pada buku panduannya dijelaskan, bahwa program ini dimaksudkan untuk semakin mengeratkan jalinan atau kolaborasi antara perguruan tinggi, dan pendidikan vokasi adalah pihak yang sangat didorong, dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Bahkan terobosan program ini telah diwarnai dengan semangat dari rumusan teori penta helix yang melibatkan lima elemen unsur pengembangan masyararakat, yaitu unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media.
Susiani Susiani, Yessy Situngkir, Antinah Latif, Mawan Nugraha
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 218-222; https://doi.org/10.32722/mapnj.v5i1.4548

Abstract:
This community service aimed to train SMK N 7 Jakarta students majoring in graphic production about paper material knowledge carried out online. This knowledge is important to be mastered by experts in that field of study because it is closely related to the printing production process. The activities were held to improve students' understanding of the papermaking process, paper building materials, and types of paper and paper testing according to the Standard. The results showed that after joining the activity, students understood and could correctly identify the types of paper. Keywords: competency training, graphic material knowledge, students Abstrak Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada siswa SMK N 7 Jakarta jurusan produksi grafika terkait kompetensi pengetahuan bahan kertas yang dilakukan secara daring. Kompetensi tersebut sangat penting dikuasai oleh tenaga ahli bidang grafika karena sangat berkaitan erat dengan proses produksi grafika percetakan. Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai proses pembuatan kertas, bahan penyusun kertas, jenis-jenis kertas serta pengujian kertas sesuai stanar SNI yang berlaku.Hasil evaluasi pelaksanaan pelatihan menunjukkan bahwa setelah pelaksanaan pengabdian ini siswa telah memahami dan dapat mengidentifikasi jenis-jenis kertas dengan benar. Kata kunci: pelatihan kompetensi, pengetahuan bahan grafika, siswa
Djony Herfan, Nurul Intan Pratiwi, Zaenal Arifin
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 212-217; https://doi.org/10.32722/mapnj.v5i1.4534

Abstract:
Publication media is an important approach to promoting educational institutions. Therefore, community service to empower public relations for schools is carried out by the publishing study program (Journalism) of the Politeknik Negeri Jakarta to the Assuryaniyah Islamic Center Foundation. This activity is beneficial for teachers and administrative staff. Training materials are provided to teachers and administrative staff. There is a certain amount of information and communication that is difficult to convey. Therefore, teachers and staff receive training from experienced lecturers in the Journalism department. This activity is not only useful for establishing family relationships between Islamic boarding school institutions and the community but also empowers the management of communication media for educational institutions, web content packaging, and social media marketing, equipped with an understanding of various media legal issues. Thus, publication media owned by the Assuryaniyah foundation in the form of social media, such as Instagram, Facebook, and YouTube are more empowered to increase publications through social media. Teachers and administrative staff are involved as the foundation's social media is constantly well managed to make an impact on the Assuryaniyah foundation. Hence, students, parents, and the public can find out the dissemination of information, socialization, achievements, extracurricular activities, and promotion of the foundation carefully and precisely, and meticulously. Keywords: Media publications, information dissemination, teachers and administrative staff Abstrak Media publikasi merupakan sarana mempromosikan lembaga pendidikan bagi masyarakat. Karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pemberdayaan kehumasan bagi sekolah dilakukan oleh program studi penerbitan (Jurnalistik) kepada Yayasan Assuryaniyah Islamic Center. Kegiatan ini bermanfaat untuk guru-guru dan staf administrasi. Materi pelatihan yang diberikan kepada guru-guru dan staf administrasi. Ada sejumlah informasi dan komunikasi yang sulit disampaikan. Karena itu, guru-guru dan staf mendapat pelatihan dari pengajar berpengalaman di jurusan Jurnalistik. Kegiatan ini bukan hanya bermanfaat untuk menjalin hubungan kekeluargaan antara lembaga pondok pesantren dan masyarakat, melainkan juga memberdayakan pengelolaan media komunikasi untuk lembaga pendidikan, pengemasan konten web, pemasaran media sosial, dilengkapi dengan pemahaman pelbagai persoalan hukum media. Dengan demikian, media publikasi yang dimiliki oleh yayasan Assuryaniyah dalam bentuk media sosial, seperti instagram, facebook, dan youtube lebih diberdayakan kebermanfaatannya untuk meningkatkan publikasi melalui media sosial. Guru-guru dan staf administrasi dilibatkan karena media sosial yayasan terus-menerus dikelola dengan baik untuk memberikan dampak bagi yayasan Assuryaniyah. Jadi, peserta didik, orang tua, dan masyarakat dapat mengetahui penyebaran informasi, sosialisasi, prestasi, kegiatan ekstrakurikuler, dan promosi yayasan secara cermat dan tepat serta teliti. Kata kunci: Publikasi media, penyebaran informasi, guru dan staf administrasi
Aisyatul Karima, Ragil Tri Indrawati, Kuwat Santoso
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 224-234; https://doi.org/10.32722/mapnj.v5i1.4559

Abstract:
In order to maintain their business and increase sales turnover during the Covid-19 pandemic, the small enterprise has various methods. UKM Fatabar Farm which is in a goat farming field, located in Timongo village, Grobogan Regency, Central Java. The problem with UKM Fatabar Farm is the production and marketing process still conventional. Purchasing orders has been decreased because depends on local community networking only. Those all become the obstacle factors in the production and marketing process. Therefore, the purpose of Politeknik Negeri Semarang’s team in this activity is to provide a product diversification solution in the production process. It is about pasteurization machine manufacturing process and training to use that machine to increase the amount and product quality. Otherwise, in the marketing process, we proposed designing a hybrid web-based digital marketing application that is integrated with social media as digital marketing. Those processes consist of designing an inventory application for reseller agents in order to look for the available product stock and accompany the permit application process from the relevant agencies. The methods in this research consist of (1) identification of user requirements, (2) design process, (3) system development, (4) operational assistance, and (5) technology implementation for UKM Fatabar Farm. The results of this program include: (1) the implementation of appropriatetechnology which is one unit pasteurization machine with a capacity of 25 liters/process (2) the availability of a hybrid web-based marketing application. Therefore, with this community partnership program, it is hoped to improve the economic level and welfare of the UKM in the new normal economy. Keywords— web hybrid application, reseller inventory application, diversification, digital marketing, pasteurization machine Abstrak Berbagai terobosan dan cara banyak dilakukan oleh para pelaku UKM untuk menjaga kelangsungan usahanya dan meningkatkan omset penjualan di masa pandemi Covid19. Tidak terkecuali dirasakan oleh UKM Fatabar Farm yang bergerak di bidang peternakan kambing yang terletak di Dusun Timongo Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Kondisi nyata tengah dirasakan oleh UKM Fatabar Farm ini dari segi produksi dan pemasaran seperti pengelolaan UKM yang masih konvensional, alat-alat masih menggunakan tradisional, turunnya daya beli masayarakat dan proses pemasaran yang masih terbatas yang hanya mengandalkan networking komunitas lokal. Semua hal ini menjadi penghambat dalam proses produksi dan membuat produktivitas UKM ini rendah. Adapun tujuan kegiatan pengabdian dari tim Politeknik Negeri Semarang ini untuk memberikan solusi diversifikasi produk dalam aspek produksi yaitu pembuatan alat bantu berupa mesin pasteurisasi serta pendampingan penggunaan mesin tersebutuntuk meningkatkan jumlah dan kualitas produk. Selain itu, dalam aspek pemasaran diusulkan perancangan aplikasi pemasaran digital berbasis web hybrid yang terintegrasi dengan media sosial sebagai media pemasaran digital, merancang aplikasi inventory bagi agen reseller untuk mengetahui stok produk yang tersedia, mendampingi proses pengajuan ijin dari instansi terkait. Metode dalam pelaksanaan pengabdian ini meliputi (1) identifikasi kebutuhan, (2) perancangan, (3) pengembangan system, (4) pendampingan operasional dan (5) implementasi teknologi kepada UKM Fatabar Farm. Hasil program PKM ini meliputi: (1) penerapan teknologi tepat guna berupa 1unit mesin mesin pasteurisasi dengan kapasitas 25 Liter/Proses dan dimensi (115 x 75 x 160) cm, (2) tersedianya aplikasi pemasaran digital berbasis web hybrid. Sehingga, dengan adanya program kemitraan masyarakat UKM diharapkan mampu meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan masyarakat UKM di tengah new normal economy. Kata kunci— aplikasi web hybrid, aplikasi inventory reseller, diversifikasi, pemasaran digital, mesin pasteurisas
Mardhiyah Nadir, Marinda Rahim, Fitri Yana, Galih Pangestu, Amjat Fadilan
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 204-211; https://doi.org/10.32722/mapnj.v5i1.4509

Abstract:
Female cleaning service employees at Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) are mostly housewives with low-grade education and working to help their husbands to increase their income. Their income will be increased as long as they have the knowledge and skill to produce other businesses such as organic nutrients and hydroponic organic vegetable plants from garbage or waste. This community service activity was held at the Politeknik Negeri Samarinda campus’ nearby area with training and practice methods. 15 female cleaning service workers on this campus., The first session was subject to making liquid organic fertilizer using waste materials from Terminalia catappa L. leaves and banana peels which are fermented using EM-4 bacteria and brown sugar nutrients which are used as organic nutrients for hydroponic plant. Meanwhile, the second session was subject to making hydroponicmedia from waste materials such as mineral water glass packaging, mineral water bottles, used Styrofoam from fruit or rice packaging, and wasted flannel. At the end of the community service activity, the participants had a well understanding of making liquid organic fertilizer and hydroponic media.Keywords: garbage, hydroponic, liquid organic fertilizer Abstrak Pekerja perempuan yang menjadi pegawai cleaning service di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) mayoritas merupakan pekerja perempuan rumah tangga berpendidikan rendah, yang bekerja untuk membantu suami guna menambah penghasilan keluarga. Penghasilan pekerja perempuan petugas cleaning service ini dapat ditingkatkan jika mereka memiliki pengetahuan untuk membuat nutrisi organik serta tanaman sayur organik hidroponik yang dapat dijual dengan memanfaatkan bahan utama yang sudah menjadi sampah atau limbah yang dengan mudah dapat diperoleh oleh pekerja perempuan tersebut. Peserta terdiri dari 15 orang pekerja perempuan cleaning service di Polnes. Sesi pertama merupakan materi untuk membuat pupuk organik cair dengan menggunakan bahan sampah daun ketapang dan kulit pisang yang difermentasi menggunakan bakteri EM-4 dan nutrisi gula merahyang digunakan sebagai nutrisi organik untuk tanaman hidroponik. Sedangkan sesi kedua merupakan materi pembuatan media hidroponik dari bahan-bahan limbah seperti kemasan gelas air mineral, botol air mineral, styrofoam bekas kemasan buah atau nasi, dan kain perca bekas. peserta pelatihan telah sangat memahami cara membuat pupuk organik cair dan media hidroponik.Kata kunci: hidroponik, pupuk organik cair, sampah organik
Shita Fitria Nurjihan
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 243-248; https://doi.org/10.32722/mapnj.v5i1.4168

Abstract:
Kader posyandu mempunyai tugas memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak balita. Saat ini, para kader Posyandu Anyelir di Kelurahan Pancoran Mas Depok mempunyai permasalahan penting terkait dengan mutu layanan yaitu dalam kegiatan pemantauan kualitas gizi balita seperti pengukuran massa tubuh dan tinggi badan. Kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap dan masih manual menggunakan timbangan yang digantungkan dengan kain atau timbangan konvesional dan alat meteran secara manual untuk mengukur tinggi badan. Dengan adanya dua alat yang berbeda, maka proses kedua pengukuran ini memerlukan dua tahap pengukuran yaitu menimbang massa tubuh dan kemudian mengukur tinggi badan. Hal ini menyebabkan proses pengukuran memerlukan waktu yang lebih lama, terlebih lagi jumlah balita di Posyandu Anyelir cukup banyak yaitu ±426 balita. Oleh karena itu tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi Telekomunikasi memberikan solusi sebuah alat pengukur massa tubuh dan tinggi badan yang terintegrasi dengan aplikasi android untuk mengevaluasi gizi balita. Dengan menggunakan alat ini maka kegiatan pemantauan kualitas gizi balita dapat lebih efektif dan hasil evaluasi gizi balita tercatat secara otomatis pada aplikasi android sehingga mempermudah dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kader posyandu kepada masyarakat.
Nur Isfatayati, Bernadheta Donabella Ega Santosa, Komang Mega Ilda Utari, Andini Mutiara Putricia, Verina Dewanti Hartono, Tresna Maulana Fahrudin
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 235-241; https://doi.org/10.32722/mapnj.v5i1.4551

Abstract:
Stunting is one of the nutritional problems in children that is of global concern, especially in lower-middle-income countries. According to the World Health Organization (WHO), stunting is a developmental disorder in children caused by poor nutrition, repeated infections, and inadequate psychosocial stimulation. In 2021, the stunting prevalence rate in Mojokerto Regency reached 27.4%. This raises many concerns about reducing stunting rates. The purpose of community service in the form of the Thematic Student Community Service - Independent Learning-Independent Campus (MBKM) program is to increase public knowledge about the risks of early marriage as an effort to prevent stunting. The method used is socialization where participants consisted of 37 people between 13 and 20 years of age who were residents of Bandarasri Village. Based on the survey results, the percentage obtained shows a decrease in the number on the indicator "very interested" in early-age marriage from 18.9% to 13.5%. Based on these percentages, it can be concluded that the socialization carried out by KKN students of UPN "Veterans" Jawa Timur had an impact on reducing the risk of early marriage for teenagers in Bandarasri Village, Ngoro District, Mojokerto Regency. Keywords—stunting prevention, risk knowledge, early-age marriage, Bandarasri village, Mojokerto district Abstrak Stunting adalah salah satu permasalahan gizi pada anak yang menjadi perhatian dunia, terutama di negara – negara berpenghasilan menengah ke bawah. Menurut World Health Organization (WHO), stunting merupakan gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi yang berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Pada tahun 2021 angka prevalensi stunting di Kabupaten Mojokerto mencapai 27,4%, hal ini menimbulkan kekhawatiran yang membuat upaya penurunan angka stunting lebih digencarkan. Tujuan dari pengabdian masyarakat dalam bentuk program Kuliah Kerja Nyata Tematik MBKM Desa Bebas Stunting adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai risiko pernikahan usia dini sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi di mana partisipan terdiri dari 37 orang yang merupakan warga Desa Bandarasri dengan usia mulai dari 13 - 20 tahun. Berdasarkan hasil survei, persentase yang didapat menunjukkan penurunan angka pada indikator “sangat minat” menikah di usia dini dari 18,9% menjadi 13,5%. Berdasarkan persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur cukup berdampak untuk mengurangi risiko pernikahan dini bagi remaja di Desa Bandarasri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Kata kunci—pencegahan stunting, pengetahuan risiko, pernikahan usia dini, Desa Bandarasri, Kabupaten Mojokerto
Prismahardi Aji Riyantoko, Tresna Maulana Fahrudin, Ilmatus Sa'Diyah, Nine Alvariqati Varqa Ansori, Primus Akbar Atnanda, Ryan Badai Alamsyah
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 5, pp 198-203; https://doi.org/10.32722/mapnj.v5i1.4529

Abstract:
The evolution of information technology in Industrial 4.0 and Society 5.0 makes people have to divert buying and selling activities using digital media. A cake cluster (kampung kue) in Surabaya needs a media or application based on information technology for making catalogs that can be published through social media. We offer a solution to make it easier for the sellers by using the Canva Application as a medium for cataloging and marketing the cake through many social media to attract buyers and customers. In carrying out the promotion, it is necessary to prepare the best promote the Indonesian Language, hence we also give the participant to improve the promotion skills. The other result of our training and mentoring approach during community service is a training module publication. This module provides participants with how to use the Canva Application and promotional language. Therefore, marketing and selecting strategies are the main keys in the business of the digital era. Utilizing information technology and social media has proven to have a very positive impact on increasing sales effects. Keywords: Catalog, Canva, Kampung Kue, Promotion Language Abstrak Perkembangan teknologi informasi di era Industri 4.0 dan Society 5.0 menjadikan masyarakat harus mengalihkan kegiatan jual beli melalui media digital. Salah satu komunitas di Kota Surabaya yaitu Kampung Kue membutuhkan media pembuatan katalog yang bisa dipublikasikan melalui media sosial. Solusi yang bisa kami tawarkan untuk memudahkan Ibu-Ibu penjual kue adalah dengan memanfaatkan aplikasi canva sebagai media pembuatan katalog dan memasarkan hasil katalognya melalui banyak media sosial untuk menarik pembeli dan pelanggan. Dalam melakuakan promosi dibutuhkan penyusunan Bahasa Indonesia yang baik, benar dan tepat, agar kualitas promosinya lebih baik, sehingga kami juga melatih keterampilan Ibu-Ibu di Kampung Kue dengan memberikan keterampilan promosi. Kegiatan ini menghasilkan ketertarikan Ibu-Ibu untuk memanfaatkan aplikasi canva sebesar 80% dari total jumlah peserta yang hadir selama dua hari. Salah satu hasil yang diberikan dari pelatihan dan pendampingan ini adalah modul pelatihan. Modul ini memberikan tata cara penggunaan aplikasi canva dan Bahasa promosi kepada pengusaha kue. Oleh karena itu, memasarkan dan pemilihan strategi serta media sosial menjadi kunci utama dalam usaha di era digital ini. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial terbukti sangat berdampak positif dalam meningkatkan hasil penjualan. Kata kunci: Katalog, Canva, Kampung Kue, Bahasa Promosi
Isnanda Nuriskasari, Arifia Ekayuliana, Agus Sukandi, Cecep Slamet Abadi
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 182-189; https://doi.org/10.32722/mapnj.v4i2.4280

Abstract:
Environmental pollution due to waste cooking oil is a problem that is currently being faced by residents of RW 04 Kampung Kebon Duren-Cilodong-Depok, West Java. Community service carried out by the lecturer team of the Energy Conversion Engineering Study Program of the Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) was to introduce and to train in making laundry soap made from used cooking oil. It was also as an effort to empower Kampung Kebon Duren-Cilodong, Depok in dealing with the COVID-19 pandemic. The implementation of community service begins with the presentation of material about used cooking oil and the purpose of using used cooking oil, preparing tools and materials, procedures for making soap from used cooking oil, and packaging soap. This activity, in general, consists of 1) pre-activity, 2) activity planning, 3) pre-implementation of training activities, 4) counseling and mentoring, and 5) activity evaluation. This training program creates entrepreneurship opportunities and educates residents on how to process used cooking oil which is household waste to be converted into a product that is worth selling so that it is not simply thrown into the environment because it can pollute the environment. Keywords, Used Cooking Oil, Soap, Environment, Training, Community Service  Pencemaran lingkungan akibat limbah minyak jelantah merupakan permasalahan yang saat ini sedang dihadapi oleh Warga RW 04 Kampung Kebon Duren-Cilodong-Depok.Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen program studi Teknik Konversi Energi PNJ adalah pelatihan pembuatan sabun cuci berbahan dasar minyak jelantah sebagai upaya pemberdayaan Kampung Kebon Duren-Cilodong, Depok. Pelaksanaan pengabdian masyarakat diawali dengan pemaparan materi tentang bahaya minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan serta tujuan pemanfaatan minyak jelantah, persiapan alat dan bahan, prosedur pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah dan pengemasan sabun. Kegiatan ini, secara garis besar terdiri atas: 1) pra kegiatan, 2) perencanaan kegiatan, 3) pre-pelaksanaan kegiatan pelatihan, 4) penyuluhan dan pendampingan, serta 5) evaluasi kegiatan. Program pelatihan ini menciptakan peluang berwirausaha dan mengedukasi warga terkait cara untuk mengolah minyak jelantah yang merupakan limbah rumah tangga untuk diubah menjadi produk bernilai jual sehingga tidak dibuang begitu saja ke lingkungan karena dapat mencemari lingkungan. Kata-kata kunci: Minyak Jelantah, Sabun Cuci, Lingkungan, Pelatihan, Pengabdian Masyarakat
Zulkar Nain, Saeful Imam, Muryeti Ma, Rina Ningtyas, Novi Purnamasari, Deli Silvia
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 4, pp 175-181; https://doi.org/10.32722/mapnj.v4i2.3923

Abstract:
The COVID-19 pandemic has disrupted the community's economy, especially in the Depok Citayam area. This community service activity aims to help maintain food security for small and medium-sized communities who are experiencing economic impacts due to the COVID-19 outbreak in the Citayam Depok area as well as a medium for promoting the TICK study program and applying scientific fields in the implementation of community service. The PDCA approach was carried out with field surveys, in-depth interviews, and brainstorming as the basis for careful planning; manufacture of rice packaging and goody bags designed and made independently, checking with Pareto diagrams and distributing basic necessities in collaboration with DKM (Al Iklhlas Puri Bojong Lestari 2 Pabuaran Bojong Gede). This service activity has succeeded in providing 100 food packages and given to residents who need it most based on the data obtained. Keywords: COVID-19, PDCA, Rice packaging and goody bags, Pareto diagram, Food security Pandemik COVID-19 telah mengganggu ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Depok Citayam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu menjaga ketahanan pangan masyarakat kecil menengah kebawah yang mengalami dampak ekonomi akibat wabah COVID-19 di daerah Citayam Depok serta sebagai media promosi program studi TICK dan penerapan bidang keilmuan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan PDCA dilakukan dengan survey lapangan, wawancara (in-depth interview) dan brainstorming sebagai dasar perencanaan yang matang; pembuatan kemasan beras dan goody bag yang dirancang dan dibuat secara mandiri, pengecekan dengan diagram Pareto dan penyaluran sembako kebutuhan pokok dengan bekerja sama dengan DKM (Al Iklhlas Puri Bojong Lestari 2 Pabuaran Bojong Gede). Kegiatan pengabdian ini telah berhasil memberikan 100 paket sembako dan diberikan ke warga yang paling membutuhkan berdasarkan data yang diperoleh. Kata Kunci: COVID-19, PDCA, kemasan beras dan goody bag, diagram pareto, ketahanan pangan
Back to Top Top