Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan

Journal Information
ISSN / EISSN : 1858-2125 / 2715-3649
Total articles ≅ 31
Filter:

Latest articles in this journal

Ahmad Suganda
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan, Volume 32, pp 79-92; https://doi.org/10.52030/attadbir.v32i2.149

Abstract:
Perjanjian perkawinan bagi kebanyakan orang masih dianggap kasar, materialistik, juga egois, tidak etis, tidak sesuai dengan adat Timur dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketentuan harta kekayaan perkawinan jika ada perjanjian perkawinan berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1974 dan hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif, dan jika dilihat dari jenisnya termasuk penelitian hukum normatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan analisis data menggunakanan alisis data kualitatif. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa ketentuan harta kekayaan perkawinan pada Pasal 35 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang harta bersama tidak jelas dan kurang adil, karena tidak ada kejelasan mengenai siapa yang menghasilkan harta tersebut apakah hasil kerja suami atau istri, sedangkan ketentuan harta kekayaan perkawinan dalam hukum Islam menyatakan bahwa dalam hukum Islam tidak dikenal percampuran harta kekayaan antara suami istri, ketentuan hukum Islam ini lebih jelas dan adil.
Dede Nurdin
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan, Volume 32, pp 93-105; https://doi.org/10.52030/attadbir.v32i2.150

Abstract:
Perkawinan dalam pandangan Islam adalah salah satu cara yang berguna untuk menjaga kebahagiaan umat dari kerusakan dan kemerosotan akhlak. Salah satu syarat dan rukun untuk sahnya suatu perkawinan menurut Hukum Islam adalah wali nikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peranan hak ijbar wali nikah menurut Fiqih Islam dan Kompilasi Hukum Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan pustaka (library research) yaitu menggunakan data-data atau informasi yang diperlukan berdasarkan literatur. Peneliti mencari dan menghimpun berbagai literatur yang berkaitan dengan masalah di atas baik berupa jurnal, makalah, artikel, atau karya para ulama 4 madzhab. Teknik analisa data penulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan kajian diperoleh hasil bahwa menurut Fiqih Islam dan Kompilasi Hukum Islam adalah bahwa peranan wali nikah dalam akad pernikahan merupakan suatu kewajiban, karena wali ditempatkan sebagai rukun dalam pernikahan.
Novita Nandayani, Muhammad Ridwan Fauzi, Liah Siti Syarifah
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan, Volume 32, pp 115-132; https://doi.org/10.52030/attadbir.v32i2.148

Abstract:
Nilai-nilai pendidikan dalam kitab Nashaih al-Khaththathin karya KH. Didin Sirojuddin AR. M.Ag menjadi sebuah hal yang sangat diperhatikan pada pembelajar dan pengajar kaligrafi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis subtansi, nilai-nilai Pendidikan dalam kitab Nashaih al-Khaththathin Karya KH. Didin Sirojuddin AR. M.Ag dan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Objek Penelitian yaitu kitab Nashaih al-Khaththathin karya KH. Didin Sirojuddin AR. M.Ag. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara untuk analisis data digunakan teknik analisis isi (content analisis). Hasil penelitian menunjukan bahwa substansi yang terkandung dalam kitab Nashaih al-Khaththathin adalah terkait ilmu kaligrafi melalui pengajaran dengan akhlak yang baik. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kitab Nashaih al-Khaththathin di antaranya yaitu : (a) Nilai religius (b) Nilai moral, (c) Nilai sosial, (d) Nilai ilmiah, (e) Nilai budaya. Adapun implementasi nilai-nilai tersebut pada pembelajaran kaligrafi yaitu guru lebih memberikan nasihat, perhatian dan peringatan kepada para peserta didik bahwa nilai-nilai pendidikan yang ada di dalam kitab Nashaih al-Khaththathin sangatlah penting dan sangat bermanfaat jika diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.
Didin Muhidin, Hilyas Hibatullah Abdul Kudus
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan, Volume 32, pp 106-114; https://doi.org/10.52030/attadbir.v32i2.146

Abstract:
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) ini merupakan salah satu langkah untuk membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yang tentunya akan berimbas pula pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah peserta didik melalui model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas X-2 Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Yayasan Ahmad Djuwaeni Kota Sukabumi. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain penelitian mengacu pada teori PTK menurut model Kemmis dan Mc. Taggart. Hasil dari penelitian ini adalah meningkat pada setiap siklusnya. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata hasil tes siklus harian dari siklus I yaitu 62 dengan nilai rata-rata hasil tes siklus harian dari siklus II yaitu 68 terlihat adanya peningkatan sebesar 6. Begitu juga dengan melihat nilai rata-rata hasil tes siklus harian dari siklus III yaitu 79 terjadi peningkatan sebesar 7. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas X.2 MAS YAD Kota Sukabumi
Ilyasa Naurid Muhammad Rifa’I, Nur Izzati
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan, Volume 32, pp 133-139; https://doi.org/10.52030/attadbir.v32i2.147

Abstract:
Kabupaten Purwakarta yang notabene penduduknya adalah masyarakat Sunda, memiliki sejarah yang cukup menarik untuk dibahas menjadi salah satu kajian penelitian ilmiah. Penelitian tersebut bukan hanya berupa kajian sosial, budaya, ekonomi dan tradisinya. Namun kajian sejarah kuliner, juga cukup penting untuk diteliti. Penelitian ini bertujaun untuk mengkaji simping kaum dalam aspek sejarah nilai budaya dan kearifan lokal di kalangan masyarakat Muslim Sunda Purwakarta. Metode dalam penelitian ini, selain menggunakan metode kualitatif juga menggunakan teori dan metodologi sejarah. Serta menggunakan ilmu bantu sejarah, seperti tradisi lisan, studi pustaka dan filsafat sejarah. Hal tersebut dilakukan oleh peneliti agar dapat menemukan benang merah dari sejarah, sosial, budaya dan fungsinya dalam masyarakat. berdasarkan kajian ditemukan bahwa Simping Kaum Purwakarta, yang kini menjadi sajian kuliner khas dari masyarakat di kabupaten tersebut menjadi saksi akan bangkitnya perekonomian masyarakat muslim Sunda pada masanya. Dalam sejarah panjang, simping kaum adalah cemilan khas yang hanya khusus disajikan untuk para kaum bangsawan Purwakarta abad ke-19 masehi periode Karawang. Dimana Simping Kaum menjadi cemilan utama pada saat acara penting, seperti menyambut tamu kenegaraan, penyajian leluhur dan ritual selametan. Simping Kaum sendiri, diyakini sudah ada sebelum nama Purwakarta diresmikan sebagai nama ibu kota baru Karawang di Sindangkasih pada tahun 1831 masehi oleh pemerintah kolonial Belanda.
Hilyas Hibatullah
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan, Volume 32, pp 1-11; https://doi.org/10.52030/attadbir.v32i1.122

Abstract:
Islam merupakan sumber utama dalam membentuk pribadi seorang muslim yang baik. engan berlandasankan al-Qur’an dan as-Sunnah, Islam mengarahkan dan membimbing manusia ke jalan yang diridhoi oleh Allah SWT dengan membentuk kepribadian yang berakhlakul karimah. Tujuan penelitian ini membahas implementasi bimbingan konseling dalam pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data pustaka, atau penelitian yang obyek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku ensiklopedi, jurnal ilmiah, koran, majalah, dan dokumen). Berdasarkan kajian, dengan pendekatan Islami pelaksanaan konseling akan mengarahkan klien kearah kebenaran dan membimbing hati, akal dan nafsu manusia untuk menuju kepribadian akhlakul karimah yang telah terkristalisasi oleh nilai-nilai ajaran Islam.
Farid Setiawan, Adetiyah Syahputri Hermawati, Annisa Putri Nurfathonah, Husein Ma’Ruf
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan, Volume 32, pp 69-78; https://doi.org/10.52030/attadbir.v32i1.109

Abstract:
Mulai tahun 2021 pemerintah memberhentikan perekrutan Calon Pegawai Negri Sipil formasi Guru, dan digantikan dengan jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan penghentian rekruitmen guru PNS tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kebijakan (policy research). Penelitian dilakukan melalui serangkaian aktivitas yang diawali dengan persiapan penelitian, pelaksanaan penelitian, dan diakhiri dengan penyusunan rekomendasi yang berorientasi aksi. Berdasarkan kajian alasan pemerintah mengenai Perekrutan CPNS menjadi PPPK didasarkan pada isi undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN bahwa aparatur sipil negara itu terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dalam perjanjian kerja (PPPK), yang keduanya mempunyai kedudukan, tugas dan tanggung jawab yang sama dalam memberikan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat. Dengan adanya pemberhentian ini, guru yang sudah berstatus PNS akan tetap dipertahankan hingga waktunya pensiun.
Ulvah Nur'Aeni
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan, Volume 32, pp 36-55; https://doi.org/10.52030/attadbir.v32i1.118

Abstract:
This paper highlights the influence of qawāid uṣūliyyahand fiqhiyyah in the disputation of interest law status. This controversy emerged when conventional banks faced Islamic banks that presented to offer financial systems instead of avoiding interest. The requirement of the Islamic bank is increasingly unstoppable because of the rise of religious consciousness that occurs in Indonesian Muslim society. Along with the need for a more secure and beneficial financial system for the people, the opinion difference on interest law has colored the development of Islam bank. The distinction of opinion affects the continuity of using conventional banks while Islam bank obviously presents among Muslim society. The difference in the legal fatwa of interest lies in the 'illat prohibition of usury in the level of takhrīj al-manāṭ, tanqīḥ al-manāṭ, and taḥqīq al-manāṭ.'Illat includes extortion and abuse, additional without risk, and the addition of a double. On traditionalists, ‘illat of the interest prohibition is the addition, whether it is multiplied or not. Therefore, for this group bank interest is clearly forbidden. By contrast, the modernist relies on the'illat of extortion and persecution. Consequently, if the interest borne by a person or an institution contains exploitation, then interest is haram and prohibited. The results of this study were obtained using descriptive analysis methods and based on a literature review. 
Aramdhan Kp Permana
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan, Volume 32, pp 12-35; https://doi.org/10.52030/attadbir.v32i1.123

Abstract:
Hadis yang menyatakan bahwa al-Qur’an memiliki dimensi makna eksoteris, zâhir dan esoteris,tin secara historis telah berimplikasi pada keniscayaan penafsiran esoteris terhadap al-Qur’an, terutama oleh dan bagi para sufi. Namun eksistensi penafsiran ini beragam, baik dilihat dari sisi epistemologis dan metodologis. Sehingga dirasa penting bagi peneliti untuk membahas diskursus makna esoteris dalam tafsir al-Qur’an dari landasan historis, metodologis dan taksonominya serta perdebatan tentang boleh atau tidaknya penafsiran yang berpegang pada makna ini. Dengan penelitian kepustakaan serta pendekatan historis peneliti ini berkesimpulan 1) Tafsir esoteris memiliki legitimasi historis masa Rasulullah saw dan teologis dari al-Qur’an dan Sunnah; 2) Tafsir esoteris haruslah didasarkan pada makna literalitas, tekstual ayat; 3) Tafsir esoteris yang karena sumbernya adalah wijdâniyyah individu seorang sufi, maka hasil penafsirannya bukanlah kewajiban yang harus diamalkan oleh orang lain.
Ai Ilis
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan, Volume 32, pp 56-68; https://doi.org/10.52030/attadbir.v32i1.121

Abstract:
Penelitian ini membahas mengenai pelaksanaan salat dan akhlak terhadap kedisiplinan peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana korelasi antara pelaksanaan salat dan akhlak dengan kedisiplinan di kalangan peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMP Negeri 2, SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 21 Kota Samarinda tahun pelajaran 2017/2018, sejumlah 2.745 responden. Sampel yang diambil dengan teknik klaster berdasarkan letak daerahnya sebesar 96 peserta didik dengan menggunakan rumus Taro Yamane. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik angket, dokumentasi dan observasi. Analisa data menggunakan analisis statistik dengan teknik regresi. Berdasarkan penelitian, pelaksanaan salat dan akhlak secara simultan memiliki korelasi yang kuat dengan kedisiplinan peserta didik. Melaksanakan salat dengan tepat waktu akan menumbuhkan kedisiplinan, begitupun dengan akhlak yang baik akan menumbuhkan kedisiplinanka. Oleh karena itu tegakkan salat dengan sebaik-baiknya dan terapkan akhlak yang baik dalam kehidupan.
Back to Top Top