Jurnal Abdimas Sangkabira

Journal Information
ISSN / EISSN : 2775-3131 / 2776-0715
Published by: Mataram University (10.29303)
Total articles ≅ 47
Filter:

Latest articles in this journal

Lalu Edy Herman, Muhammad Mujahid Dakwah, Iwan Kusmayadi
Published: 16 June 2022
Jurnal Abdimas Sangkabira, Volume 2, pp 242-255; https://doi.org/10.29303/abdimassangkabira.v2i2.82

Abstract:
Sektor pertanian terdiri dari sub-sektor tanaman bahan makanan, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan. Masing-masing sub-sektor memiliki peran dan potensi dalam membangun perekonomian Indonesia. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki kawasan hutan seluas 1.069.997,78 dengan potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK) cukup berlimpah dengan memiliki 111 jenis HHBK antara lain madu, rotan, kemiri, asam, aren dan berbagai jenis tanaman produktif lainnya selain komoditi unggulan seperti tanaman hortikultura, jagung, palawija, kopi, kakao, kapas, mete dan tembakau. Sayangnya tidak semua masyarakat sekitar hutan rinjani di kawasan kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat mengolah air nira menjadi gula aren atau lebih jauh lagi menjadi gula semut. Sebagian masyarakat petani nira mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang banyak dengan cara nira dicampur ramuan lalu dipermentasikan sehingga menjadi minuman memabukkan yang dikenal masyarakat Lombok dengan nama tuak toaq atau brem. Dalam rangka mencapai tujuan yang dimaksud dalam pengabdian masyarakat ini, maka langkah-langkah yang akan dilakukan adalah a). bekerjasama dengan kepala desa dan tim BUMDES serta ketua kelompok tani Maju Mandiri; b). Menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan dengan materi-materi antara lain a). Penguatan orientasi dan mental kewirausahaan Kelompok Tani dan BUMDES; b). Pemilahan dan Pengelolaan kualitas gula semut dan madu trigona; c). Diversifikasi produk olahan gula aren; dan d). Pengembangan strategi pemasaran, pengemasan dan akses pasar.
Muh. Dhuhal Islam Ziadi, Wida Farhiyati, Rizka Dwi Indah Savitri, Riski Amelia, Arniwati Arniwati, Sri Mulya Jatiswari, Marsinah Marsinah, Ahmad Baehaqi, Lalu Taufik Hidyatullah, Muhammad Kurniawan, et al.
Published: 16 June 2022
Jurnal Abdimas Sangkabira, Volume 2, pp 268-277; https://doi.org/10.29303/abdimassangkabira.v2i2.127

Abstract:
Kuripan Utara is one of the villages in Kuripan sub-district, West Lombok regency, West Nusa Tenggara province, Indonesia. Leading potential in the Kuripan Utara Village is agriculture. The obstacle faced by the community is the lack of awareness about the management of agricultural waste products, one of which is corncobs waste. Alternative solutions can be done to hold socialization of making mushrooms from corncobs media. The method used is the preparation of socialization programs and training in making mushroom growing media from corncobs. The results of this community empowerment program are providing information, knowledge, and training to the Kuripan Utara community on how to treat agricultural waste such as corncobs. Like a mushroom growing media, Corncobs can be used as raw material to make innovative food products that can increase agricultural waste's use and economic value.
Arif Faizin, Muh. Aniar Hari Swasono
Published: 16 June 2022
Jurnal Abdimas Sangkabira, Volume 2, pp 163-173; https://doi.org/10.29303/abdimassangkabira.v2i2.112

Abstract:
To carry out community service activities in Karangjati Pandaan Village to help optimize village potential, village services, and community production by making village website applications. The village website is a village information system in the digital era that contains news, photos, and videos that the wider community can access anytime and anywhere. With the village website, it is hoped that all forms of services in the village are easier to implement. The potential and results of community products in the village are more easily recognized by outsiders as village promotion materials and increase the supply of goods outside the area. The method used in community service activities in Karangjati Pandaan Village is the method of observation, interviews, and literacy studies which are expected to explore all the data and potential in the village, which we will develop through the village website that has been created. The result of this community service activity in Karangjati Pandaan Village is the formation of a village website which is expected to facilitate village services, develop potential and increase the supply of goods to lift the community's economy.
Baiq Rosyida Dwi Astuti, Wirawan Suhaedi, Intan Rakhmawati
Published: 16 June 2022
Jurnal Abdimas Sangkabira, Volume 2, pp 263-267; https://doi.org/10.29303/abdimassangkabira.v2i2.81

Abstract:
Hasil penelitian dan data laporan keuangan BUMDes di beberapa kabupaten di NTB menunjukkan kesenjangan antara praktik yang dijalankan dengan konsep bisnis yang sehat. Untuk mengurangi kesenjangan tersebut, maka dilakukan kegiatan pelatihan pengurus bumdes terkait pemrosesan akuntansi yang layak. Selain pelatihan, kegiatan ini juga melakukan penyusunan dan penyediaan modul akuntansi sederhana dan excel akuntansi. Pelatihan dihadiri oleh perwakilan dari 5 BUMDes di Kecamatan Pujut dan satu orang Pendamping Lokal Desa (PLD). Perwakilan BUMDes yang hadir yaitu dari Desa Ketara, Semudane, Mertak, Bangket Parak, dan Kawo. Sedangkan PLD adalah PLD Kawo. Berdasarkan diskusi yang dilakukan dengan peserta, diperoleh kesimpulan bahwa secara umum pengurus BUMDes di Kecamatan Pujut Kab Lombok Tengah tidak melakukan pemrosesan akuntansi dalam pengelolaan keuangan mereka. Mereka menggunakan pembukuan sederhana yang tidak dapat merekam aktivitas dan kondisi usaha BUMDes secara menyeluruh. Selain itu terdapat masalah-masalah teknis di luar pengelolaan keuangan seperti pergantian pengurus yang menyebabkan terhambatnya aktivitas BUMDes.
Satarudin Satarudin, Moh. Huzaini, Jalaludin Jalaludin
Published: 16 June 2022
Jurnal Abdimas Sangkabira, Volume 2, pp 313-319; https://doi.org/10.29303/abdimassangkabira.v2i2.219

Abstract:
Law Number 6 of 2014 and its implementation regulation have mandated a more independent village government in managing its governanceand the various village’s natural resources, including assets and financial management. The counseling on managing and accountability village funds in Batujai village, West Praya district, Central Lombok Regency, aims to 1). Increase the village officials' knowledge and understanding of the village funds or financial management, including planning and implementation stages; 2). Improve the village officials' technical accounting skills, especially the village fund or financial management unit, including the village financial reporting and administration. In conclusion, the community service program is very beneficial because it is following the village’s needs, such as managing the village funds, especially those sourced from central funds or APBN. Also, its material fits the village’s demand perfectly within the governance, accountability, and the village funds reporting, especially those sourced from the APBN.Technically, it is very communicative and interactive because it can involve participants actively in presenting the material.
Intan Rakhmawati, R. Sapto Hendri Bs, Baiq Rosyida Dwi Astuti
Published: 16 June 2022
Jurnal Abdimas Sangkabira, Volume 2, pp 220-223; https://doi.org/10.29303/abdimassangkabira.v2i2.74

Abstract:
Pemberlakuan konsep SDG’s Desa berbasis pada pengelolaan desa, baik dari segi kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan secara terintegrasi. Melalui konsep ini, pemberdayaan ekonomi masyarakat desa menjadi penting. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu desa yang memiliki karakteristik budaya yang potensial untuk menjadi desa wisata. BUMDes yang baru dibangun dapat diarahkan untuk hal ini.
Oleh karena baru dibangun, BUMDes baru berupaya mengelola usaha, mengelola keuangan, termasuk merancang sistem akuntansi dan pembukuan sederhananya.
Pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan mengenai kesemua hal itu. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pengelola BUMDes Bayan Mandiri dapat mengelola usahanya dengan baik, dan mencapai pendapatan sesuai yang diharapkan.
Alamsyah AB, Junaidi Sagir, Iwan Kusuma Negara
Published: 16 June 2022
Jurnal Abdimas Sangkabira, Volume 2, pp 202-219; https://doi.org/10.29303/abdimassangkabira.v2i2.149

Abstract:
Wisata kuliner kini mengalami perkembangan pesat dan semakin popular dikalangan masyarakat, akibat adanya perubahan gaya hidup masyarakat dalam pemenuhan konsumsi makan, dimana dalam mengkonsumsi makanan masyarakat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja, namun juga untuk mencari kepuasan rasa, pelayanan dan suasana pemandangan. Perubahan trend masyarakat ini, mendorong banyak wirausahawan untuk mendirikan rumah makan pada lokasi-lokasi baru yang strategis dengan ciri khas masing-masing.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat pedagang, lapak kuliner yang berada di pesisir pantai Tanjung Bias desa Senteluk Kecamatan Batulayar tentang pemasaran jasa (“Bukti Fisik, Keandalan, Daya Tanggap, Jaminan, dan Empati) dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan konsumen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyuluhan dan memperkenalkan kepada para pengusaha Wisata Kuliner di Pesisi Pantai Tanjung Bias Desa Senteluk Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat tentang pentingnya aspek pemasaran suatu produk atau jasa. Salah satu yang penting dalam pemasaran jasa ini adalah upaya untuk meningkatkan mutu layanan dari suatu produk. Mutu layanan, dalam bentuk; Bukti Langsung (Tangible), 2) Keandalan (Reliability), 3) Daya Tanggap (Responsiveness), ) Jaminan (Assurance), 5) Kepedulian/ Empati (Empathy), Disamping menawarkan konsep pengembangan mutu dan kepuasan konsumen diatas dalam pengembangan wisata kuliner perlu diperkenalkan konsep pemasaran yaitu Marketing Mix, Strategi bauran Pemasaran , ada 4 variabel yang biasa disebut 4 P, yaitu Produk (Product), Harga (Price), Tempat/Lokasi (Place) dan Promosi (Promotion)
Susi Retna Cahyaningtyas, Rahmi Sri Ramadhani, Zuhrotul Isnaini
Published: 16 June 2022
Jurnal Abdimas Sangkabira, Volume 2, pp 142-149; https://doi.org/10.29303/abdimassangkabira.v2i2.120

Abstract:
Saat ini usaha yang dimiliki oleh BUMDes Desa Mekarsari Narmada, baru sebatas melakukan penjualan alat tulis kantor (ATK). Hal ini berdampak terhadap rendahnya pendapatan BUMDes, dan kemampuan untuk berkontribusi terhadap pendapatan desa. Kegiatan pengabdian ini, bertujuan melakukan pendampingan implementasi Laku Pandai pada BUMdes desa Mekarsari Narmada. Tahapan kegiatan pengabdian, yaitu tahap pertama tim pengabdian menyampaikan materi tentang peran BUMDes dan Layanan Laku Pandai kepada para Pengelola BUMDes dan Perangkat Desa Mekarsari Narmada. Tahap kedua Tim Pengabdian berkomunikasi dengan pihak PT Bank NTB Syariah untuk membahas keinginan BUMDes tersebut menjadi Agen Laku Pandai. Tahap ketiga pihak PT Bank NTB Syariah melakukan survey ke BUMDes sekaligus penandatanganan perjanjian kerjasama sebagai Agen Laku Pandai dari PT Bank NTB Syariah. Pihak perbankan juga memberikan edukasi tentang produk layanan laku pandai, cara pengoperasikan fitur-fitur layanan yang ada, menyepakati jumlah saldo minimal yang akan dibentuk, serta mengecek kesiapan perlengkapan BUMdes seperti Laptop, Printer, HP (Smartphone), dalam mendukung fungsinya sebagai agen Laku Pandai. Keberadaan Bumdes Desa Mekarsari sebagai Agen Laku Pandai diharapkan menambah akses jasa keuangan, dan edukasi keuangan masyarakat, serta berperan dalam meningkatkan ekonomi desa.
Wahidin, Sahri Sahri, Titi Yuniarti, Siti Sriningsih
Published: 16 June 2022
Jurnal Abdimas Sangkabira, Volume 2, pp 232-241; https://doi.org/10.29303/abdimassangkabira.v2i2.124

Abstract:
Pembangunan ekonomi desa merupakan bagian intergral dari pembangunan ekonomi daerah dan nasional. Hakekat pembangunan ekonomi desa sebagaimana hakekat pembangunan ekonomi daerah dan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat desa yang adil dan makmur, sejahtera lahir bathin. Pembangunan ekonomi desa sudah lama seiring dengan lamanya pembangunan ekonomi daerah dan nasional, sejak kemerdekaan sampai dengan sekarang. Sudah lamanya pembangunan ekonomi desa, hasil pembengunan ekonomi desa belum dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana hakekat daripada pembangunan ekonomi desa. Hal ini tercermin dari tingginya tingkat kemiskinan di desa, masih banyak persoalan ekonomi dan sosial yang dihadapi oleh masyarakat desa.
Puruwita Wardani, Susanna Hartanto, Lidya Ratnasari Tejosaputra, Vivian Angelina Soegiharto Wibowo
Published: 16 June 2022
Jurnal Abdimas Sangkabira, Volume 2, pp 150-162; https://doi.org/10.29303/abdimassangkabira.v2i2.113

Abstract:
Setiap usaha, salah satunya UMKM, perlu menerapkan pembukuan dengan tertib dan teratur yaitu berupa pencatatan akuntansi yang dapat menghasilkan laporan keuangan. Laporan keuangan dapat digunakan oleh UMKM untuk mengajukan pinjaman dalam rangka mengembangkan usahanya. CU Prima Danarta, salah satu koperasi simpan pinjam yang menaungi UMKM seringkali kesulitan dalam memberikan pinjaman dikarenakan banyak UMKM anggotanya belum memiliki laporan keuangan. Kegiatan abdimas ini dilaksanakan untuk membantu UMKM anggota CU Prima Danarta lebih memahami pencatatan akuntansi dan perhitungan pajak UMKM, serta penyusunan laporan keuangan. Abdimas ini dilaksanakan dengan metode pelatihan dan diskusi secara daring serta pendampingan melalui media komunikasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan abdimas ini adalah peserta dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM dengan mudah melalui pendekatan persamaan dasar akuntansi serta dapat menghitung pajak UMKM dengan tepat.
Back to Top Top