Business, Economics and Entrepreneurship

Journal Information
ISSN / EISSN : 2684-6829 / 2656-9469
Total articles ≅ 38
Filter:

Latest articles in this journal

Maria Sendi, Benedhikta Kikky Vuspitasari
Business, Economics and Entrepreneurship, Volume 3, pp 102-106; https://doi.org/10.46229/b.e.e..v3i2.321

Abstract:
Di era modern ini, banyak masyarakat yang mencari Snack unik dan tentunya memiliki cita rasa yang berbeda dengan yang lainnya. Tujuan Penelitian Skripsi Dengan Judul Strategi Promosi Dalam Meningkatkan Penjualan Produk Maria Snack adalah untuk mengetahui strategi promosi yang tepat digunakan oleh Maria Snack untuk meningkatkan penjualan produk dari Maria Snack. Penelitan ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam mendeskripsikan hasil penelitian menggunakan analisis SWOT dengan menganalisis faktor internal dan eksternal dari strategi promosi yang dilakukan dengan memberikan gambaran umum mengenai kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman dari strategi promosi yang dilakukan oleh Maria Snack. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, jadi dapat disimpulkan antara lain: 1. Analisis faktor internal dan eksternal strategi promosi yang diterapkan Oleh Maria Snack menggunakan matriks SWOT menjadi 9(sembilan) alternatif strategi dilihat dari strategi SO, strategi WO, strategi ST, dan strategi WT yang dapat digunakan dalam mempromosikan produk Maria Snack untuk meningkatkan penjualan, adalah sebagai berikut: Iklan yang digunakan seperti media sosial facebook, instagram, dan whatshapp yang dilakukan terus menerus dapat membuat merek produk Maria Snack lebih mudah diingat oleh masyarakat. Berhubungan baik dengan konsumen agar lebih dekat, sehingga akan terjadi penjualan dalam jangka panjang. Memanfaatkan teknologi dan media promosi agar mempermudahkan periklanan produk Maria Snack dan mengikuti event atau bazar yang diadakan. Meningkatkan hubungan dengan konsumen agar konsumen mepercayai produk Maria Snack
John Darwis, Yosua Damas Sadewo
Business, Economics and Entrepreneurship, Volume 3, pp 113-127; https://doi.org/10.46229/b.e.e..v3i2.319

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha agribisnis jagung, untuk mengetahui kelayakan bisnis pada usaha agribisnis jagung ditinjau dari aspek keuangan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif, adapun alat yang digunakan dalam mengumpulkan datadata yang ada yaitu melalui laporan keuangan, dokumentasi, obeservasi dan studi literatur. Dengan menggunakan analisis data hasil evaluasi, guna menjawab permasalahan yang ada. Adapun analisis yang digunakan yaitu menggunakan rumus penerimaan TR= P X Q , pendapatan II = TR – TC, revenue cost ratio R/C = TR TC , benefit cost ratio B/C =PDTC , BEP = Biaya tetap total : (1 - biaya variabel total : nilai penjualan), Payback period =investasi awal arus kas X 1 tahun sehingga dengan analisis yang ada mendapatkan hasil penelitian dimana pendapatan yang didapat selama proses produksi yaitu pendapatan pada bulan April 2020 Rp. – 435.000, pendapatan pada bulan Agustus 2020 Rp.- 90.600, pendapatan bulan November 2020 Rp. -95.000, dan pendapatan bulan Februari 2021 Rp. 677.200. hasil yang didapat dalam melakukan evaluasi kelayakan terdapat dua kriteria yang pertama hasil penelitian revenue cost ratio dimana pada bulan April 2020 hasil yang didapat R/C -0,53 < 1, bulan Agustus 2020 R/C -0,90 < 1, bulan November 2020 R/C 0,89 < 1 dan bulan Februari 2021 R/C 1,33 > 1 , dan yang kedua hasil penelitian benefit cost ratio dimana pada bulan April 2020 hasil B/C – 0,48 < 1, bulan Agustus 2020 B/C -0,09 < 1, bulan November 2020 B/C-0,10 < 1 dan bulan Februari B/C 0,32 < 1. BEP yang di hasilkan dalam usaha agribisnis jagung pada bulan April 2020 BEP Rp 11.250.000, bulan Agustus 2020 BEP Rp. 1.046.511, bulan November 2020 BEP Rp. 1.070.428 dan bulan Februari 2020 1.097.560 dan Payback Period yang dihasilkan dalam jangka waktu 3,04 Tahun.
Blantianus Novi, Usman Usman
Business, Economics and Entrepreneurship, Volume 3, pp 107-112; https://doi.org/10.46229/b.e.e..v3i2.318

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya proses transaksi antara penjual dan pembeli pada toko sembako Age Adup. Adapun penelitian ini di lakukan tepat di dusun Baremada, Desa Lamolda, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang. Adapun dalam penelitian ini diambil sampel 9 orang konsumen ataupun pembeli yang diwawancarai. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan dengan melakukan observasi secara langsung pada toko sembako Age Adup, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya penulis menganalisis data dengan metode deskriftif kualitatif. Dari hasil peneltian yang telah dilakukan pada toko sembako Age Adup terhadap konsumen terkait Penetapan Harga Jual Dalam Meningkatkan Kepuasan Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian. Harga yang diterapkan oleh toko sembako Age Adup sudah tepat dimana sebanding dengan kualiatas dan mutu produk. Selain itu harga jual barang juga cukup kompetetif dengan pesaing dimana harga jual yang diterapkan tidak memiliki selisih yang begitu jauh dengan harga pasaran. Namun ada beberapa barang yang memang lebih rendah harganya dibandingkan dengan pesaing. Dengan adanya penetapan harga yang tepat tentunya hal tersebut dapat berdampak bagi konsumen ataupun pembeli yang dimana hal tersebut menciptakan suatu kepuasan bagi konsumen hal tersebut dapat di lihat dari hasil wawancara terhadap 9 narasumberdimana mereka mengatakan bahwa mereka sangat puas terhadap penetapan harga yang ada, dimana hal tersebut menunjukan bahwa penetapan harga yang telah dilakukan oleh pemilik toko sembako Age Adup sudah tepat. Dengan demikian hal tersebut juga memberikan suatu dampak terhadap keputusan pembelian bagi konsumen agar tetap kembali berbelanja pada toko sembako Age Adup
Novera Gladis, Veneranda Rini Hapsari
Business, Economics and Entrepreneurship, Volume 3, pp 93-101; https://doi.org/10.46229/b.e.e..v3i2.320

Abstract:
Dalam dunia bisnis terdapat banyak hal yang menjadi fokus para pembisnis, salah satunya adalah fokus pada pelanggan dan peningkatan penjualan yang menjadi aspek penting untuk diperhatikan. Dalam perkembangannya persaingan yang ketat menuntut para pembisnis memahami kondisi pasar serta memikirkan strategi untuk dapat meningkatkan penjualan dalam bisnis yang dijalankan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis strategi pemasaran dalam meningkatkan penjualan di toko Institut Shanti Bhuana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Institut Shanti Bhuana Bengkayang, adapun subjek pada penelitian ini adalah 5 orang mahasiswa pengelola Toko Shanti Bhuana dan 3 orang konsumen. Data penelitian diperoleh dari hasil data primer dan data sekunder dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang diperoleh dari obervasi, wawancara dan dokumentasi menunjukan bahwa penjualan yang ada di Toko Shanti Bhuana mengalami ketidakstabilan pada 3 tahun terakhir, dimana pada setiap bulannya mengalami peningkatan dan penurunan yang cukup drastis. Dengan demikian, Strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh Toko Shanti Bhuana adalah Strategi 7P dalam bauran pemasaran, yaitu Price, Product, Place, Promotion, Process, People, dan Physical Evidence yang dapat meningkatkan penjualan di Toko Shanti Bhuana.
Pemi, Sabinus Beni
Business, Economics and Entrepreneurship, Volume 3, pp 77-85; https://doi.org/10.46229/b.e.e..v3i2.317

Abstract:
Perdagangan merupakan akar pokok pembangunan nasional dan pembangunan daerah. Yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan mandiri serta sejahtera lahir dan batin. Di daerah perbatasan saat ini tentunya sangat dibutuhkan kebutuhan sembako, karena kebutuhan bahan sembako yang masih terbatas, sehingga sebagian pasokan sembako dan kebutuhan lainnya masih didatangkan dari negara lain tentunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat permasalahan mengenai “ Bagaimana desain strategi pengembangan berbasis asset yang dapat dilakukan oleh Toko Injek Balanja dan Bagaimana Implementasi strategi pengembangan berbasis asset yang dilakukan oleh Toko Injek Balanja”, untuk dapat menarik minat konsumen, strategi pembangunan Usaha Toko Sembako Injek Balanja yang berada diperbatasan menggunakan Asset Based Community Development. Penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian yang menghasilkan kata-kata secara tertulis atau lisan dari objek yang diamati dan hasil dari wawancara, Penelitian ini berlokasi di dusun Tanjung, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini akan menggunakan prosedur yang dapat menghasilkan data yang berupa deskriptif dari ucapan, tulisan, perilaku, objek itu sendiri. usaha sembako Injek Balanja merupakan usaha yang akan menyediakan segala kebutuhan bahan-bahan sembako yang dimana toko sembako Injek balanja akan memenuhi kebutuhan yang dicari masyarakat. dimana Toko Sembako Injek balanja berkesempatan untuk menyediakan segala kebutuhan sembako agar orang-orang di sekitar tidak lagi mencari di kejauhan kebutuhan sembako ini. Sembako akrab di telinga masyarakat Indonesia. Tentu saja karena hal tersebut sangat dekat dengan kebutuhan manusia. Secara luas sembako ini kebutuhan pokok yang selalu dibutuhkan manusia dalam kegiatan pemenuhan kebutuhannya atas pangan dimana bahan-bahan sembako yang pastinya dicari masyarakat hampir setiap harinya untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Perkembangan usaha sembako yang berbasis asset. Guna untuk memanfaatkan asset-asset yang telah ada. untuk dijadikan peluang usaha dengan sudah adanya memiliki fasilitas-fasilitas yang mendukung untuk mempermudah melakukan suatu kegiatan usaha. Usaha yang berbasis asset agar dimanfaatkan dengan baik serta lebih meningkat dan baik lagi.
Sinta Wijayanti, Yosua Damas Sadewo
Business, Economics and Entrepreneurship, Volume 3, pp 128-134; https://doi.org/10.46229/b.e.e..v3i2.331

Abstract:
The purpose of this study was to analyze Customer Profitability in the Diaspora Savings and Loans Cooperative (Credit Union). This research is a comparative quantitative research. The consumers studied were limited to debtor customers only. There are 4 consumer groups studied, where each group consists of 30 customers. Data were collected by using a documentary study technique by examining credit contracts and financial statements of each customer. The data were analyzed by means of a mean difference test with an independent sample t-test technique. The results showed that the groups of consumers who gave the highest profitability were the cheap and passive groups. Meanwhile, the consumer group that tends to harm the cooperative is the aggressive group. Thus, it is suggested to the cooperative manager to increase the number of consumers in the cheap and passive groups and reduce the number of consumers in the aggressive group.
Falentia Tia Indana, Sabinus Beni
Business, Economics and Entrepreneurship, Volume 3, pp 86-92; https://doi.org/10.46229/b.e.e..v3i2.316

Abstract:
Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami peningkatan begitu pesat dalam bidang wirausaha, didukung dengan adanya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin berkembang sehingga dapat mendorong pelaku wirausaha untuk menciptakan dan membuat inovasi baru sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan oleh pemilik usaha sayuran hidroponik Shanti Bhuana dalam meningkatkan volume penjualan, strategi pemasaran yang digunakan yaitu strategi pemasaran 4P (product, price, promotion dan place) namun masih belum efektif selain itu juga digunakan strategi pemasaran digital berbasis media sosial dan konvensional. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan volume penjualan sayuran hidroponik Shanti Bhuana yaitu strategi pemasaran digital berbatas media sosial perlu dikembangkan karena dengan kemajuan teknologi saat ini tidak sedikit masyarakat yang senang berbelanja secara online.
Yuliana
Business, Economics and Entrepreneurship, Volume 3, pp 1-19; https://doi.org/10.46229/b.e.e..v3i1.258

Abstract:
Penelitian ini terlaksana melalui proses wawancara dengan pemilik usaha kerajinan anyaman bidai di desa Jagoi Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, karena produk kerajinan tangan anyaman bidai ini memiliki kualitas yang baik sehingga menarik untuk dikaji dan merupakan salah satu ciri khas produk kerajinan di Kabupaten Bengkayang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh strategi pemasaran terhadap penjualan anyaman bidai Desa Jagoi Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang, (2) Untuk mengetahui apa saja kendala penjualan yang dihadapi oleh pengrajin Anyaman Bidai Desa Jagoi Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang. Subjek penelitian yang diambil yaitu tempat usaha kerajinan anyaman bidai di desa Jagoi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode kuesioner, dan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F hitung sebesar 1.822 dengan signifikansi sebesar 0,018 karena signifikansi < alpha (0.05) maka H0 ditolak: artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara strategi pemasaran terhadap penjualan anyaman bidai. Strategi pemasaran berpengaruh sangat kuat dan dominan terhadap penjualan dengan angka sebesar 3.466 dengan signifikansi sebesar 0.018, artinya bahwa ada pengaruh secara signifikan antara strategi pemasaran dengan penjualan. Karena koefisien korelasi nilainya positif, maka berarti strategi pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap penjualan. Jadi dalam kasus ini dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran berpengaruh positif terhadap penjualan hasil kerajinan anyaman bidai. Kata Kunci: Strategi Pemasaran (undifferentiated marketing, differentiated marketing, concentrated marketing) dan Penjualan
Christy Dwita Mariana, Khendy Chan, Dionisius Yusuf
Business, Economics and Entrepreneurship, Volume 3, pp 70-76; https://doi.org/10.46229/b.e.e..v3i1.272

Abstract:
The aim of the study is to determine the strategies that can be used by Exstudio. The research method used descriptive using interview, observation, reference and documentation. Data analysis was carried out descriptively using canvas models and SWOT analysis. The results of the study showed Exstudio has a segmentation of the open market consumer segment, the consumer market (B2C) and government market. The proposition of value of Exstudio is to offer exclusive services to its clients following current trends. The channels of Exstudio's business are digital-based channels with the use of social media. Exstudio provides both pre-purchase and post-order photography and videography services. Income derived from documentation services and commission for printing orders. Exstudio resources consist of: (1) physical resources (office); (2) Human resources (core management and freelance employees); (3) Financial resources (personal capital and grant funds); and (4) Intellectual resources (brands, knowledge, partnerships, databases). Exstudio relies on its main activities namely, production, distribution, marketing and administration. Exstudio's main partners consist of event organizers and wedding organizers, printing vendors, suppliers of packaging material supplies. Exstudio is a value-driven type and consists of fixed costs and variable costs that are used for production, marketing, and administrationKeywords: Business Model Canvas, Exstudio, SWOT, Strategies, Preposition
Simon Ahie
Business, Economics and Entrepreneurship, Volume 3, pp 29-41; https://doi.org/10.46229/b.e.e..v3i1.266

Abstract:
Abstrak Sistem penilaian kinerja keuangan yang lebih sesuai untuk mengukur kinerja keuangan Credit Union, berdasarkan PEARLS. Tujuan dari Penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui kinerja keuangan Credit Union Keling Kumang Sayan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi langsung. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitian deskriftif. Teknik analis data yang digunakan untuk menjawab kedua permasalahan tersebut adalah analisis PEARLS. Hasil penelitiaan dari perhitungan pada tahun 2016-2018 rasio Perlindungan untuk P1 dan P2 tidak ideal, Struktur Keuangan Efektif untuk E1 tidak ideal, E5, Kualitas Aset untuk A1 tidak ideal, Likuiditas untuk L1 tidak ideal, Tanda-tanda Pertumbuhan untuk S10 tidak ideal S11 tidak ideal. dengan nilai presentasenya yang berarti masuk dalam kategori buruk (tidak sehat), walaupun pada tahun 2016-2018 Untuk struktur keuangan yang efektif E5, E7, E8 ideal, nilai pengembalian dan biaya R7, R9 ideal, likuiditas L3 ideal, berarti nilai presentasenya sudah ideal / sehat karena mencapai keretria PEARLS. Kata Kunci: Protection, Effectiv Financial Structure, Asset Quality, Rate of return and costs, Liquidity dan Signs of growth.
Back to Top Top