Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education

Journal Information
ISSN / EISSN : 2721-172X / 2721-1746
Current Publisher: IAIN Jember (10.35719)
Total articles ≅ 14
Filter:

Latest articles in this journal

Darwis Abroriy
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 182-192; doi:10.35719/mass.v1i3.44

Abstract:
Abstrak Etnomatematika merupakan salah satu wujud pengintegrasian karakter dan literasi dalam pembelajaran matematika. Melaui pendekatan etnomatematika, pembelajaran matematika di sekolah menggunakan media berupa budaya yang ada disekitar lingkungan siswa. Praktik budaya dalam masyarakat memungkinkan tertanamnya konsep, ide dan aktifitas matematika seperti menghitung/ membilang, mengukur, mengelompokkan, merancang bangun, dan lain sebagainya. Penelitian ini merupakan penilitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi, yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi dan analisis mendalam tentang konsep-konsep matematika dalam budaya Madura melalui penelitian lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dipahami bahwa dalam budaya Madura terdapat berbagai hal yang mengandung ide/ konsep matematika. Selain itu dalam budaya yang ada di Madura juga menunjukkan adanya hubungan etnomatematika dengan konsep-konsep matematika. Abstract Ethnomatematics is one form of integrating character and literacy in mathematics learning. Through ethnomatematics approach, mathematics learning in schools uses media in the form of culture that is around the student environment. Cultural practices in society enable the embedded concepts, ideas and mathematical activities such as counting / counting, measuring, grouping, building design, and so forth. This research is a qualitative study using an ethnographic approach, which aims to obtain in-depth descriptions and analysis of mathematical concepts in Madurese culture through field research. Based on the research results, it can be understood that in Madurese culture there are various things that contain mathematical ideas / concepts. In addition, the existing culture in Madura also shows the relationship between ethno-mathematics and mathematical concepts.
Heni Setyawati
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 158-164; doi:10.35719/mass.v1i3.39

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan joyful learning terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fisiologi tumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian menggunaan tes, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan membandingkan nilai UTS fisiologi tumbuhan mahasiswa angkatan 2017 dengan nilai UTS fisiologi tumbuhan mahasiswa angkatan 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan joyful learning dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa sebesar 32,67. Selain itu pembelajaran fisiologi tumbuhan dengan joyful learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran fisiologi tumbuhan yaitu meningkatkan kenyamanan mahasiswa selama pembelajaran, meningkatkan aktivitas mahasiswa dan meningkatkan minat mengikuti pembelajaran fisiologi tumbuhan. Abstract This research was aimed to describe the implementation of joyful learning towards student learning outcomes in plant physiology course. This research included in a quantitative descriptive. Data was collected through test, observations, and documentation. Findings of the research were analized by comparing the mid-term test of plant physiology between students in 2017 class and 2016 class. The results indicated that joyful learning was able to increase the student learning outcomes. In addition, it can improve the quality of learning by increasing comfort situation, interactive activities, and interest in participating of students.
Laily Yunita Susanti, Mufti Anisa
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 165-174; doi:10.35719/mass.v1i3.42

Abstract:
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang pahamnya siswa dalam memahami konsep materi dalam pembelajaran IPA SMP, khususnya materi sistem reproduksi pada manusia. Hal tersebut dikarenakan model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran di kelas kurang bervariasi dan karena peserta didik kurang serius dalam mengikuti pelajaran di dalam kelas dan diduga peserta didik merasa bosan dengan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Kurangnya pemahaman konsep pada materi reproduksi pada manusia kemungkinan disebabkan karena peserta didik kurang serius dalam mengikuti pelajaran di dalam kelas dan diduga peserta didik merasa bosan dengan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap pemahaman konsep pada materi Sistem Reproduksi pada Manusia kelas IX SMPN 1 Rambipuji Tahun Ajaran 2019/2020. penelitian ini menerapkan jenis penelitian Quasi Experimental Design. penentuan sampel dengan teknik pourposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes dan dokumentasi.analisis dan uji hipoteisis menngunakan rumus independent sample T-Test di SPSS 22.00. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian di SMP Negeri 1 Rambipuji menunjukkan bahwa: ada pengaruh pemahaman konsep antara peserta didik menggunakan model pembelajaran NHT dan Saintifik 5M dengan hasil uji independent sample T-test pada posttest diperoleh signifikansi 0,030 kurang dari taraf signifikansi (α)= 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Abstract This research was motivated by students' lack of understanding in understanding the concept of material in junior high school science learning, especially material on the reproductive system in humans. This is because the learning model used in classroom learning is less varied and because students are not serious about taking lessons in the classroom and it is suspected that students feel bored with the learning carried out by educators. Lack of understanding of the concept of reproductive material in humans is probably due to students being less serious in taking lessons in class and it is suspected that students feel bored with the learning carried out by educators. This study aims to determine the effect of implementing the NHT type of cooperative learning model on understanding concepts in the material of the Reproductive System in Humans class IX SMPN 1 Rambipuji for the 2019/2020 academic year. This research applies Quasi Experimental Design research. determination of the sample using pourposive sampling technique. The data collection techniques used interviews, observation, tests and documentation. The analysis and pituitary test used the independent sample T-Test formula at SPSS 22.00. Based on the results obtained from research at SMP Negeri 1 Rambipuji shows that: there is an effect of conceptual understanding between students using the NHT and Scientific 5M learning model with the results of the independent sample T-test on the posttest, it is obtained a significance of 0.030 less than the significance level (α) = 0.05, then Ha is accepted and H0 is rejected.
Sultoni Arif Khaerudin, Diah Nugraheni, Dwi Septiana Sari
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 203-214; doi:10.35719/mass.v1i3.51

Abstract:
Abstrak Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar adalah media pembelajaran. Pemanfaatan media berbasis Adobe Flash dapat dijadikan alternatif untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sehingga berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media berbasis Adobe Flash terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi Tata Surya. Penelitian ini merupakan quasi-experiment yang menggunakan pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling yang terdiri dari dua kelas VII SMPN 2 Kaliwungu, Semarang yaitu kelas VII B sebagai kelas kontrol dan kelas VII C sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney diperoleh hasil nilai p sebesar 0,00, artinya nilai p < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media berbasis Adobe Flash berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi tata surya. Abstract One of the factors that can affect learning outcomes is learning media. The Adobe Flash-based media can be used as an alternative to foster student learning motivation, so that it affects learning outcomes. The purpose of this study was to see the effect of Adobe Flash-based media on students' problem abilities in the material of the solar system. This quasi-experiment used a pretest-posttest control group design. Sampling was carried out by cluster random sampling which consisted of two classes, namely class VII B as the control class and class VII C as the experimental class. The research instrument used a problem ability test. The data analysis technique used the Mann-Whitney test. Based on the results of the Mann-Whitney test, the p value was 0.00, meaning that the p value was
Fika Rahmawati, Dyah Setyaningrum Winarni, Indri Nurwahidah
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 193-202; doi:10.35719/mass.v1i3.49

Abstract:
Abstrak Pola pengajaran yang konvensional di sekolah menjadikan siswa belum mampu menyerap konsep yang diajarkan, sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang eksploratif dan menarik, seperti mind mapping. Pendekatan eksperimental pada kelas perlakuan dengan mind mapping dan kelas kontrol secara konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes untuk mengukur tingkat hasil belajar dan lembar observasi untuk mengukur penerapan mind mapping dalam proses pembelajaran. Hasilnya pembelajaran berjalan sesuai dengan prosedur pembelajaran. Hasil observasi pembelajaran terdapat 10 atau 36% siswa dalam kriteria sangat baik, 11 atau 39% dalam kriteria baik, 7 atau 25% dalam kriteria cukup baik dan tidak ada yang masuk kriteria kurang baik. Sedang pada observasi penugasan terdapat 8 atau 29% siswa dalam kriteria sangat baik, 13 atau 46% siswa dalam kriteria baik, 7 atau 25% siswa dalam kriteria cukup baik serta mengalami peningkatan hasil belajar dari nilai rata-rata kelas perlakuan dari 55 menjadi 86. Berdasarkan analisis korelasi t-tes tingkat signifikansi pengaruh pada level t-hitung 2,572 dan p-value 0,006. Pada analisis komparasi t-test tingkat signifikansinya berada pada level t-hitung bahwa t-hitung 3,563>t-tabel 2,052 dan p-value 0,001 from the t-table 2,052 and the p-value is 0,001 < p-table 0,001 and is at the alpha degree 0,05. In the effective level based on the n-gain analysis is at the moderate level or quite effective at the level of 0,57. Keywords : Google classroom, improving learning outcomes, mind mapping
Iwan Eko Setianto, Risnanosanti
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 175-181; doi:10.35719/mass.v1i3.50

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan representasi matematis siswa yang diajarkan menggunakan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME), Contextual Teaching And Learning (CTL), dan konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 24 Bengkulu Utara dengan sampel yaitu siswa kelas VIII A sebagai kelas eksperimen I, siswa kelas VIII B sebagai kelas eksperimen II, dan siswa kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan tes kemampuan representasi matematis siswa kemudian di analisis dengan uji Anava. Hasil analisis uji Anava menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan representasi matematis siswa yang diajar melalui pendekatan RME dengan pendekatan CTL, maupun dengan pendekatan konvensional. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas yang diajar menggunakan pendekatan pembelajaran RME diperoleh rata-rata skor akhir kemampuan representasi matematis siswa sebesar 16,8. Kelas yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran CTL diperoleh rata-rata skor akhir kemampuan representasi matematis siswa sebesar 17,9. Sedangkan dikelas yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional diperoleh rata-rata skor akhir kemampuan representasi matematis siswa sebesar 13,80. Hasil uji BNT (Beda Nyata Terkecil) diperoleh bahwa perlakuan yang memberikan hasil yang berbeda adalah perlakuan antara eksperimen I dengan kontrol dan eksperimen II dengan kontrol. Abstract This study aims to determine whether there are differences in the mathematical representation abilities of students who are taught using the Realistic Mathematic Education (RME), Contextual Teaching And Learning (CTL), and conventional learning approaches. This type of research is quasi experimental research. The population of this research was all class VIII SMPN 24 Bengkulu Utara with a sample of students of class VIII A as the experimental class I, students of class VIII B as the experimental class II, and students of class VIII C as the control class. The data were collected by means of a mathematical representation ability test of the students and then analyzed using the Anava test. The results of the Anava test analysis showed that there was a significant difference between the mathematical representation abilities of students taught through the RME approach with the CTL approach, as well as the conventional approach. The results showed that the class that was taught using the RME learning approach obtained an average final score of students' mathematical representation ability of 16.8. Classes taught with the CTL learning approach obtained an average final score of students' mathematical representation abilities of 17.9. Meanwhile, in the class taught by conventional learning, the final average score of students' mathematical representation ability was 13.80. The results of the LSD test (Least Significant Difference) showed that the treatment that gave different results was the treatment between experiment I and control and experiment II with control.
Yuli Ismi Nahdiyati Ilmi, Gusti Firda Khairunnisa
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 150-157; doi:10.35719/mass.v1i3.41

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa sumber pustaka yaitu mengenai peran media pembelajaran berbasis android pada peserta didik apabila ditinjau dari kepribadiannya. Hasil dari penelitian ini akan dijadikan sebagai bahan pustaka utama dalam pelaksanaan penelitian berikutnya yaitu mengenai peran media pembelajaran berbasis android pada peserta didik ditinjau dari kepribadian. Penelitian ini khusus membicarakan tipe kepribadian menurut Carl Gustav Jung yang membedakan dua tipe kepribadian yaitu, tipe kepribadian introvesi (introvert) dan ekstraversi (extrovert). Jenis penelitian ini yaitu studi literatur, adapun langkah-langkah dalam penelitian ini, yaitu (1) mengumpulkan sumber pustaka sesuai dengan penelitian ini dengan melakukan review pada istilah penting yang digunakan dalam penelitian, (2) mengumpulkan sumber pustaka pada hasil penelitian yang relevan, hal ini bertujuan agar memperkaya proses analisis, sehingga hasil analisis dapat menyimpulkan hasil yang objektif, (3) langkah berikutnya, yaitu melakukan analisis secara mendalam terhadap semua sumber pustaka yang telah dikumpulkan dengan dilanjutkan menyusun pembahasan, kemudian, setelah melakukan pembahasan, (4) mengambil kesimpulan dari hasil analisis, (5) berikutnya, yaitu memberikan pengajuan saran berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh. Hasil penelitian studi literatur ini menunjukkan bahwa peranan media pembelajaran berbasis android ditinjau melalui kepribadian siswa memiliki peranan dalam pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan, serta tepat sasaran sesuai dengan karakteristik kepribadian peserta didik. Abstract The purpose of this study is the role of android-based learning media on students when viewed from their personality. Here researchers specifically discuss personality types according to Carl Gustav Jung who distinguishes two personality types namely, introverted and extroverted personality types. This type of research is the study of literature, as for the steps in this study, namely (1) collecting literature in accordance with this research by conducting a review of important terms used in research, (2) collecting literature on relevant research results, this aims in order to enrich the analysis process, so that the analysis results can conclude objective results, (3) the next step, which is to conduct an in-depth analysis of all the literature that has been collected by continuing to compile the discussion, then, after conducting the discussion, (4) drawing conclusions from the results of the analysis , (5) next, which is giving suggestions based on the findings obtained. The conclusion of this research is the role of android-based learning media reviewed through the personality of students has a role in learning more effective and fun, and right on target in accordance with the personality characteristics of students. Keywords : android, learning achievement, learning media, personality
Lina Nur Amalina, Rosita Fitrah Dewi
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 74-80; doi:10.35719/mass.v1i2.27

Abstract:
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi tingkat pemahaman materi sistem pencernaan terhadap perilaku pemilihan makanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 3 Jember, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa tingkat pemahaman siswa pada materi pencernaan mayoritas dengan kriteria baik sebesar 92% dan perilaku pemilihan makanan siswa termasuk pada mayoritas kategori kuat, yaitu 86,2%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara tingkat pemahaman materi sistem pencernaan terhadap perilaku pemilihan makanan pada siswa kelas XI IPA SMAN 3 Jember sebesar 0,004 dengan tingkat keeratan 0,245 dan kategori korelasi rendah. Kata Kunci: korelasi, perilaku pemilihan makanan, sistem pencernaan, tingkat pemahaman. Abstract The purpose of this study is to determine the correlation between the understanding levels of digestive system material on food selection behavior. This research was a quantitative study with correlation research. The population of this research was the students of XI IPA of SMAN 3 Jember, the sample was taken by random sampling technique. Based on the data analysis, the understanding levels of students on the majority of digestive material in good criteria was 92% and student food selection behavior included to the majority of the strong category, which is 86,2%. Data analysis has shown us that there is a correlation between the understanding levels of the digestive system material on food selection behavior in XI IPA of SMAN 3 Jember was 0,004 with a closeness level 0,245 and low category of correlation. Keywords: digestive system, food selection behavior, understanding level
Enny Listiawati, Nurul Qomariah
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 136-149; doi:10.35719/mass.v1i2.30

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui keefektifan media pembelajaran video bus math memakai aplikasi video scribe berbasis saintifik pada materi barisan dan deret. Jenis penelitian yang digunakan Research And Development (R&D) dengan metode pengembangan memakai model pengembangan 4-D (four D model) dengan tahap pengembangan yang hanya memakai sampai 3 tahap saja, yaitu: (1) pendefinisian (define), (2) perancangan (design), dan (3) pengembangan (develop). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran video bus math (business mathematic) memakai aplikasi video scribe berbasis saintifik pada materi barisan dan deret dengan memakai model pengembangan 4-D yang dilakukan untuk mendapatkan media pembelajaran yang baik dan efektif pada materi barisan dan deret kelas XI karena memenuhi (1) kategori valid dengan oleh rata-rata persentase 87% atau layak dan ahli media diperoleh rata-rata persentase 85% atau layak, (2) kategori efektif untuk kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan skor rata-rata 3,7 atau sangat baik, (3) kategori efektif untuk aktivitas siswa dalam pembelajaran memperoleh hasil 7 aspek aktivitas siswa dalam kriteria batasan efektif, (4) kategori positif untuk respons siswa diperoleh persentase semua aspek di atas 80%, dan (5) kategori ketuntasan secara klasikal untuk hasil belajar siswa telah mencapai ketuntasan secara klasikal 87,5%. This study aims to develop and determine the effectiveness of bus math video learning media using scientific-based video scribe applications on sequences and series subject. This type of research used Research and Development (R&D) with the development method using a 4-D (four D model) development model with a development phase that only uses up to 3 stages, namely: (1) defining, (2) designing ( design), and (3) development. The results of the study can be concluded that the development of video bus math (business mathematic) learning media uses scientific-based video scribe applications on row and series material by using the 4-D development model which is carried out to get good and effective learning media on class XI material and series because it meets (1) a valid category with an average percentage of 87% or feasible and media experts obtained an average percentage of 85% or feasible, (2) an effective category for teachers' ability to manage learning with an average score of 3.7 or very good, (3) effective categories for student activities in learning get 7 aspects of student activity results in the criteria of effective limits, (4) positive categories for student responses obtained percentage of all aspects above 80%, and (5) classical completeness category for student learning outcomes has reached classical completeness 87.5%.
Habibi Habibi, Illah Winiati, Yeva Kurniawati
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 99-110; doi:10.35719/mass.v1i2.34

Abstract:
Abstrak Berpikir kritis matematis merupakan salah satu tujuan yang disebutkan dalam praktik kurikulum pembelajaran matematika di dalam kelas. Untuk mengetahui cara siswa berpikir kritis tentunya dihadapkan dengan soal penyelesaian masalah. Dalam menyelesaikan masalah setiap siswa memiliki strategi berbeda dan tidak lepas dari cara siswa menerima dan mengolah informasi yang didapatkan. Perbedaan strategi dalam hal ini dipengaruhi oleh gaya kognitif, yang berkaitan dengan perbedaan dalam penerimaan informasi secara visual maupun verbal biasa dikenal dengan nama gaya kognitif visualizer dan verbalizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berpikir kritis matematis siswa SMP ditinjau dari gaya kognitif visualizer-verbalizer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang medeskripsikan siswa visualizer dan verbalizer dalam berpikir kritis matematis. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MTs. Mamba’ul Ulum Bedanten dan subjek dari penelitian ini adalah 4 siswa dari siswa kelas IX. Hasil dari penelitian ini adalah dari seluruh tahap berpikir kritis matematis, dapat dicapai oleh subjek visualizer, tetapi tidak mampu dicapai pada tahap evaluasi. Subjek verbalizer juga mampu mencapai seluruh indikator berpikir kritis matematis, tetapi tidak mampu pada tahap inferensi yaitu tidak mampu menemukan alternatif (cara) lain dari soal evaluasi. Abstract The critical thinking mathematically is one of the objectives mentioned in the practice of learning Mathematics curriculum in the classroom. To know the way students think critically, surely faced with problem solving test. In solving the problem each student has a different strategy and not separated from the way students receive and process the information obtained. The difference of strategy in this case is influenced by cognitive style, which relates to differences in visual or verbal information acceptance is commonly known as visualizer and verbalizer cognitive style. The purpose of this study is to describe the critical thinking of junior high school students, reviewed from the visualizer-verbalizer cognitive style. This research uses descriptive research method with a qualitative approach that describe students visualizer and verbalizer in critical thinking mathematically. This study was conducted at the MTs Mamba'ul Ulum Bedanten School and the subject of this diffuser were 4 students from nine grade students. The result of this research is from all stages of critical thinking mathematically, the subject visualizer is able to be achieved, but it’s not able to be achieved at the evaluation stage. Subject verbalizer is also able to reach all indicators of critical thinking mathematically, but it’s not able to the inference, is not able to find another alternative (way) of evaluation test.
Back to Top Top